Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : EDUSAINS

PERBEDAAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS ANTARA SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERSTRUKTUR DENGAN SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA KONSEP SEL Zulfiani, Zulfiani; Octaviana, Hesty; Miranto, Sujiyo
EDUSAINS Vol 7, No 2 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.742 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i2.1405

Abstract

AbstractThis research aims to determine the difference between the science generic skills of students that using structured inquiry learning models with students that using guided inquiry learning models. The research was conducted in SMAN 74 Jakarta in grade XI. The method that used is quasi-experiment by using purposive sampling technique. These samples included 32 people for each experiment class I and experiment class II. Science generic skills of students that using guided inquiry learning models is better than students that using structured inquiry learning models. Percentage achievement of science generic skills in the experiment class I is 69.7% moderate criteria and the experiment class II is 74.37% moderate criteria. In the experiment class I, the highest percentage of science generic skills acquired by building concepts aspect with 98.44% and the lowest percentage acquired by causation aspect with 44.53%, while the experiment class II get the highest percentage of science generic skills acquired by building concepts aspect with 82.81%, and the lowest percentage acquired by causation aspect with 50.78%. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Keterampilan Generik Sains antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terstruktur dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 74 Jakarta pada kelas XI. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Sampel penelitian berjumlah 32 orang pada kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II. Hasil penelitian yang didapat Keterampilan Generik Sains siswa yang menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terstruktur. Persentase ketercapaian Keterampilan Generik Sains pada kelas eksperimen I sebesar 69,7% dengan kriteria sedang dan pada kelas eksperimen II sebesar 74,37% dengan kriteria sedang. Pada kelas eksperimen I persentase Keterampilan Generik Sains tertinggi diperoleh aspek membangun konsep dengan persentase 98,44% dan terendah diperoleh aspek hukum sebab akibat dengan persentase 44,53%, sedangkan pada kelas eksperimen II persentase Keterampilan Generik Sains tertinggi diperoleh aspek membangun konsep dengan persentase 82,81% dan terendah diperoleh aspek hukum sebab akibat dengan persentase 50,78%.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i2.1405
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) PADA KONSEP FOTOSINTESIS DAN RESPIRASI TUMBUHAN Mustakim, Tri Ade; Zulfiani, Zulfiani; Herlanti, Yanti
EDUSAINS Vol 6, No 2 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.872 KB) | DOI: 10.15408/es.v6i2.1117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap miskonsespsi siswa di beberapa SMAN se-Kota Tangerang Selatan pada konsep Fotosintesis dan Respirasi Tumbuhan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan teknik propotional stratified random sampling, sehingga didapatkan sampel dari strata atas, tengah dan bawah sebanyak 1 sekolah dengan masing-masing sekolah diambil 2 kelas. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa Tes Pilihan Ganda Beralasan Terbuka disertai kolom CRI. Dari penelitian ditemukan bahwa persentase siswa yang mengalami miskonsepsi sebesar 37,69 % dan persentase tersebut lebih kecil dibandingkan dengan persentase siswa yang tidak tahu konsep. Miskonsepsi yang dialami siswa banyak terjadi pada waktu penggunaan gas untuk fotosintesis dan respirasi tumbuhan.
DEVELOPING METACOGNITIVE SKILL INSTRUMENT ON FUNGUS CONCEPT Zulfiani Zulfiani; Yanti Herlanti; Eny S. Rosydatun; Silak Hasiani; Ghina Rohmatulloh; Nila Zuqistya
EDUSAINS VOL 10, NO 2 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v10i2.7919

Abstract

PENGEMBANGAN INSTRUMEN KETERAMPILAN METAKOGNITIF PADA KONSEP JAMURAbstractMetacognition involves critical thinking skills, reflective of the cognitive processes of learners who simultaneously monitor their learning success. This research is aimed to develop metacognitive skill instrument on the mushroom concept of class X students of SMA Negeri in South Tangerang. Development research method / Formative Research from van den Akker (2006) with cycle/spiral process: analysis, design, evaluation and revision, systematic reflection and documentation. The metacognitive skills instrument consists of 12 questions, with the construction of 3 high order thinking skill, open-ended, cognitive thinking questions with 9 questions of metacognitive skills (planning, monitoring, and evaluation). Instruments validated through expert judgment and trial test were limited to 38 students and obtained Cronbach Alpha value of 0.832 (high criterion). The instrument was then revised and  re-tested on 96 learners and obtained by Alpha Cronbach 0.746 (high category). The results of this study acquired an alternative method of metacognitive skills measurement of learners are integrated into the biology of learning in the classroom.AbstrakMetakogisi melibatkan keterampilan berpikir kritis, reflektif terhadap proses kognitif peserta didik yang secara simultan memantau keberhasilan belajarnya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen keterampilan metakognitif pada konsep Jamur peserta didik kelas X SMA Negeri di Tangerang Selatan. Metode penelitian pengembangann atau development research dari van den Akker (2006) dengan proses siklus/spiral: analisis, desain, evaluasi dan revisi, refleki sistematik dan dokumentasi. Instrumen keterampilan metakognitif berjumlah 12 pertanyaan, dengan konstruksi  3 pertanyaan kognitif berpikir tingkat tinggi, open ended disertai 9 pertanyaan keterampilan metakognitif (perencanaan, monitoring, dan evaluasi). Instrumen divalidasi melalui expert judgment dan uji coba terbatas pada 38 peserta didik dan diperoleh nilai reliabilitas Alpha Cronbach 0.832 (kategori tinggi). Instrumen kemudian direvisi dan diuji coba kembali  pada 96 peserta didik dan  diperoleh nilai Alpha Cronbach 0.746 (kategori tinggi). Hasil penelitian ini diperoleh alternatif metode pengukuran keterampilan metakognitif peserta didik yang terintegrasi dalam pembelajaran biologi di kelas. 
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DI MADRASAH ALIAH NEGERI SE-JAKARTA SELATAN Rosita Primasari; Zulfiani Zulfiani; Yanti Herlanti
EDUSAINS Vol 6, No 1 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.722 KB) | DOI: 10.15408/es.v6i1.1101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi yang menggambarkan tentang penggunaan media pembelajaran yang digunakan oleh guru biologi dalam proses kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan di lima MAN yang ada di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sampel penelitian ini berjumlah lima orang guru biologi dan 153 siswa kelas X. Hasil penelitian yang didapat bahwa media yang sering digunakan oleh guru di kelas pada pembelajaran biologi adalah ICT atau multimedia, media gambar diam, dan media gambar gerak, sedangkan media yang jarang digunakan adalah media relia dan film dengan suara. Guru mempertimbangkan karakteristik konsep biologi dalam menentukan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi yang menggambarkan tentang penggunaan media pembelajaran yang digunakan oleh guru biologi dalam proses kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan di lima MAN yang ada di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sampel penelitian ini berjumlah lima orang guru biologi dan 153 siswa kelas X. Hasil penelitian yang didapat bahwa media yang sering digunakan oleh guru di kelas pada pembelajaran biologi adalah ICT atau multimedia, media gambar diam, dan media gambar gerak, sedangkan media yang jarang digunakan adalah media relia dan film dengan suara. Guru mempertimbangkan karakteristik konsep biologi dalam menentukan media pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA KONSEP PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN UPAYA PELESTARIAN Juriah Juriah; Zulfiani Zulfiani
EDUSAINS Vol 11, No 1 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.333 KB) | DOI: 10.15408/es.v11i1.6394

Abstract

INCREASING STUDENTS LEARNING OUTCOME THROUGH THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED-LEARNING MODEL ASSISTED WITH VIDEO ON THE CONCEPT OF ENVIRONMENTAL CHANGES AND PRESERVATION EFFORT       Juriah1, Zulfiani21SMA Negeri 3 Tangerang Selatan, Indonesia2UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesiazulfiani@uinjkt.ac.idAbstractThe research aims to determine the improvement of students’ biology learning outcomes in class X IPA 3 SMAN 3 Tangerang Selatan. It was conducted through the problem-based learning model assisted with video. The method was Classroom Action Research (CAR) held in two cycles. Using essay test and observation sheet, 29 students of class X IPA 3 were involved. The result showed that at the first cycle, students’ learning average was 85,31 with 93%learning completeness. Following the second cycle, both the learning average and completeness increased to 93,41 and 100% respectively. The results of the acquisition of communication skills and product making skills of the first cycle average 85,39 and the second cycle is 86,06. The average value of N-Gain in cycle I and II respectively is 0,67 and 0,79 (high category).  Students activities have also risen from 89% (cycle I) to 100% (cycle II). This concluded that problem based-learning model assisted with video enables students to enhance their learning outcomes especially on the concept of environmental changes and preservation effort. AbstrakPenelitian ini  bertujuan  untuk untuk mengetahui peningkatan hasil belajar biologi pada peserta didik kelas X IPA 3 SMAN 3 Kota Tangerang Selatan tahun ajaran 2016/2017 dengan menerapkan model problem based learning disertai media video.  Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik  kelas  X IPA 3 SMAN 3 Kota Tangerang  Selatan tahun  ajaran 2016/2017 dengan jumlah peserta didik sebanyak 29 orang. Instrumen penelitian berupa tes uraian dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian hasil belajar pengetahuan pada siklus I rerata  85,31 dengan jumlah yang mencapai Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) 93%,  pada siklus II  rerata belajar 93.41 dengan KBM 100%. Hasil perolehan nilai keterampilan komunikasi dan keterampilan membuat produk siklus I rerata 85,39 dan siklus II  yaitu 86,06. Adapun rerata nilai N-Gain pada setiap siklusnya adalah 0,67 pada siklus I dan 0,79 pada siklus II dengan kategori pemahaman  tinggi. Aktifitas peserta didik juga meningkat dari 89% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning berbantu media video dapat meningkatkan hasil belajar pada konsep perubahan lingkungan. 
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA KONSEP ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA MENGGUNAKAN TWO-TIER MULTIPLE CHOICE Dwi Septiana; Zulfiani Zulfiani; Meiry Fadilah Noor
EDUSAINS Vol 6, No 2 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v6i2.1151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap miskonsespsi siswa mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria menggunakan two-tier multiple choice. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik Sekolah Menengah Atas ddi Jakarta pada tahun ajaran 2013-2014 yang berjumlah 35 orang siswa. Data tes diagnostik dikumpulkan menggunakan two-tier multiple choice untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa ke dalam paham konsep, miskonsepsi, tidak paham dan menebak (4 kategori). Hasil menunjukkan 31.12% peserta didik mengalami miskonsepsi pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria sedangkan sisanya didominasi oleh kategori tidak memahami.
THE INFLUENCE OF INQUIRY BASED LEARNING (IBL) TOWARD SCIENCE ‎LITERATION SKILL OF STUDENTS Buchori Muslim; Zulfiani Zulfiani Zulfiani; Alif Luthvi Azizah
EDUSAINS Vol 9, No 2 (2017): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.54 KB) | DOI: 10.15408/es.v9i2.5406

Abstract

This research aims to determine the effect of Inquiry-Based Learning (IBL) for students grade VIII’s scientific literacy skill based on the plant tissues concept. The method used in this research is a quasi-experimental method. The instrument used in this study is a science literacy test capabilities containing eight number of type Open-Constructed Response task which is follows the pattern of PISA’s framework and adapted the concept of plant tissues material. Observation sheet used to assess students in performing the learning stages of inquiry-based learning (IBL) particularly. The pretest and posttest in this experiment showed that there are  different result betwenscientifict literacy skill of students before and after the implementation learning model of inquiry-based learning (IBL). The scientifict literacy skill of students after the implementation  of IBL better than before the implementation. it is explained that the learning model of inquiry-based learning (IBL) affect the students’s scientific literacy skill apparently. Keywords: Inquiry-Based Learning (IBL), Plant Tissue, Scientifict Literacy Skill. 
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT PADA KONSEP VIRUS Melia Noprianda; Meiry Fadillah Noor; Zulfiani Zulfiani
EDUSAINS VOL 8, NO 2 (2016): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.119 KB) | DOI: 10.15408/es.v8i2.3892

Abstract

Abstract Graduation standard of Indonesia senior high school hopes the students show their logical, crithical, creative, and inovative thinking skill in making decision. The study aimed to find out difference of crithical thinking between students taught with Problem Based Learning (PBL) method and Society Technology Science (STM) in the concept of virus. The subject are 64 students grade X of SMAN 11 South Tangerang City. Method used was quasy experiment with non-equivalent control group design. Sample were taken by simple random technique sampling. Instruments used was free analysis essay test. The result of postest percentage in both of class shows that (PBL) is better in giving the simple explanation and constructing the basic skill aspect, while STM model is better in giving further explaination aspect. In addition, the posttetest result was analyzed by t-test. The result gained was t-count is 2,79 and t-table with the significant of 5% is 1,99. It shows that there is a difference in in chritical thinking between students taught with PBL method and STM in the concept of virus. Keywords: quasi experiment; problem based learning; society tecnology science; chritical thinking skill Abstrak Standar kelulusan SMA di Indonesia mengharapkan seorang siswa menunjukan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan Sains Teknologi Masyarakat pada konsep Virus. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri 11 Kota Tangerang Selatan kelas X yang berjumlah 64 siswa. Tipe Penelitian kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling dengan diberikan instrumen berupa tes essay uraian bebas sebagai pengumpul data. Hasil menunjukan model pembelajaran Problem Based Learning lebih baik pada aspek Memberikan Penjelasan Sederhana dan Membangun Keterampilan Dasar. Aspek kritis pada Menjelaskan Lebih Lanjut lebih baik di model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat. Analisis hasil menggunakan uji-t menunjukkan nilai t-hitung sebesar 2,79 lebih besar dari t-tabel sebesar 1,99 pada taraf signifikasi 5%. Dengan demikian keterampilan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model pembelajaran PBL berbeda dengan STM pada konsep Virus. Kata Kunci: kuasi eksperimen; problem based learning; sains teknologi masyarakat; berpikir kritis Ennis  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i2.3892
PENGARUH SCIENCE ADAPTIVE ASSESSMENT TOOL BERBASIS GAYA BELAJAR KOLB TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Zulfiani Zulfiani; Iwan Permana Suwarna
EDUSAINS Vol 11, No 2 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.493 KB) | DOI: 10.15408/es.v11i2.13361

Abstract

THE EFFECT OF SCIENCE ADAPTIVE ASSESSMENT TOOL BASED ON KOLB LEARNING STYLE ON HIGH-LEVEL THINKING SKILLSAbstractThis study aimed to determine the effect of the Science Adaptive Assessment Tool (SAA Tool) based on the KOLB learning style on student's high order thinking skills (HOTS). This study used a quantitative quasi-experiment method with a post-test only design. The subjects in this study were 79 students of 8th grade at SMP Al- Zahra Indonesia Tangerang Selatan in the 2018/2019 school year who studied the material of Living organisms and Simple Machine. The results showed that there was a significant difference between the student's higher-order thinking skills who used Biology and Physics's SAA Tool compared with the control class. Biology's SAA Tool influences the results of higher-order thinking skills towards four learning styles. They affect of diverger, assimilator, converger, and accommodator. The Physics's SAA Tool influences the results of higher-order thinking skills on two learning styles of diverger and accommodator. The results of this study indicate the potential application of the SAA Tool as an answer to the problems of digital assessment to measure higher-order thinking skills as one of the dominant thinking skills of the 21st-century skills. Keywords: Science Adaptive Assessment Tool (SAA Tool); Integrated Science; High Order Thinking Skill (HOTS)AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Science Adaptive Assessment Tool (SAA Tool) berbasis gaya belajar KOLB terhadap  keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif kuasi eksperimen dengan desain post test only. Subyek penelitian ini adalah 79 peserta didik kelas 8 SMP Al-Zahra Indonesia Tangerang Selatan tahun pelajaran 2019/2020 yang mempelajari materi Sistem Gerak Makhluk Hidup dan Pesawat Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik yang menggunakan SAA Tool IPA Biologi maupun IPA Fisika dibandingkan kelas kontrol. SAA Tool IPA Biologi mempengaruhi hasil keterampilan berpikir tingkat tinggi terhadap 4 gaya belajar diverger, asimilator, konverger, dan akomodator. Sementara SAA Tool IPA Fisika mempengaruhi hasil keterampilan berpikir tingkat tinggi terhadap 2 gaya belajar diverger dan akomodator. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi aplikasi SAA Tool sebagai jawaban problematika asesmen digital untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi sebagai salah satu skill berpikir dominan keterampilan abad 21.Kata Kunci: Science Adaptive Assessment Tool (SAA Tool); IPA Terpadu; Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) 
THE INFLUENCE OF THE ILL-STRUCTURED PROBLEM BASED LEARNING MODEL ON STUDENTS' SCIENCE LITERACY ABILITY IN ENVIRONMENTAL CHANGE CONCEPT Nurhilyah, Dewi; Zulfiani, Zulfiani; Mahmudah, Laila; Mardiati, Yuke
EDUSAINS Vol. 16 No. 1 (2024): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v16i1.39444

Abstract

Problem-based learning (PBL) is an effective pedagogy in increasing scientific literacy among students, and this strategy helps students acquire and apply knowledge and develop higher-order thinking skills that prioritize problems obtained from real life.This study aims to investigate the influence of ill-structured type problem-based learning (PBL)  model on students' science literacy skills in environmental change concept. The research was conducted at MAN 1 Pandeglang in the 2023/2024 school year using a quasi-experimental method using a non-equivalent control group design. Two classes were selected as research samples (experimental class and control class) through simple random sampling technique. Data analysis using independent samples t-test with the help of IBM SPSS Statistics 26 showed that the value of sig. (2-tailed) of 0.004, which is below the significance level of α = 0.05. These results show that the use of ill-structured type problem-based learning models has a significant influence on improving students' science literacy skills. Thus, this learning model is effective in improving science literacy skills on the concept of environmental change
Co-Authors Aan Arnasari Abdul Muin ABDUL MUIN Adela, Chaira Dela Agnesta Krisna, Liza Ahmad Sofyan Alif Luthvi Azizah Andini Maulida Rizkia Andriyatno, Indri Avina Yustriani Avinni Achmad, Annisa Bani Nugroho Buchori Muslim Camara, Jun S Chairul Anwar Darmadi Goenarso darsiani, Darsiani Darwis, Syaiful Alim Dedi Irwandi Dewi Yuliana Dewi Yuniati, Dewi Dwi Septiana Elly Mulyahati endah, endah Eny S. Rosydatun Eny Supriyati Rosyidatun Eny Supriyati Rosyidatun Fachrizal Fachrizal, Fachrizal Fadilah, Eva Fadilah, Hilmi Gebyar Fadlilah, Dina Rahma fatimah Fatimah Febri, Suri Purnama Fuadah, Armita Indah Ghina Rohmatulloh Harahap, Antoni Haser, Teuku Fadlon Hasna Chairunnisa Herlanti, Yanti Herlanti, Yanti Hesty Octaviana, Hesty Istiadzah Darmastuti Iwan Permana Suwarna Jamil, Nurlaelah Juriah Juriah Khintan Maharani Subhana Yass Padh Krisna, Liza Agnesta Mahfud, Chairul Rusyd Mahmudah, Laila Martiana Dayani Tambunan Meiry Fadilah Noor Meiry Fadillah Noor Melia Noprianda Meta Suriyani, Meta Miftahuzzakiyah, Miftahuzzakiyah Mnguni, Lindelani Muhamad Arif Muhammad Fadhlan Mumtaza Muhammad Hisan Alfani Muslim Nila Zuqistya Nur Asyiah, Nur Nurhilyah, Dewi Putri, Annisaa Meyrizka Kusumo Qumillaila Qumillaila R. Ahmad Zaky El Islami R. Rusli Rahmawati, Rahmawati Ricky Ardiansah Rini Fitriani Rosita Primasari Safrizal Safrizal Sanusih, Dhea Khoiriyah Sari , Indah Juwita Shobrina Silmi Qori Tartila Silak Hasiani Solihin Solihin Solihin Sugiarti Sugiarti Sujiyo Miranto, Sujiyo Sulastri Sulastri Sumantri, M. F. Suripto Suripto Susanti, Baiq Hana Suwarna, I. P. Tika Audyta Elvanuari Tri Ade Mustakim Tuzzamira, Wahdania Yanti Herlanti Yanti Herlanti Yanti Herlanti Yanti Herlanti Yanti Herlanti Yenny Febrianty Yuke Mardiati, Yuke Yunistika, Regiani Zuleha, Zuleha