Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS PADA EKOSISTEM LAMUN DI PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR Arfiati, Diana; Herawati, Endang Yuli; Buwono, Nanik Retno; Firdaus, Aminuddin; Winarno, Muhklas Shah; Puspitasari, Asthervina Widyastami
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.1

Abstract

Ekosistem lamun di wilayah Paciran, Lamongan, Jawa Timur, merupakan habitat bagi komunitas makrozoobentos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos di wilayah pesisir Paciran dengan metode survei. Sampel makrozoobentos diamati dengan menggunakan transek saat air laut surut di tiga stasiun yang telah ditentukan. Stasiun 1 merupakan wilayah tempat bersandarnya kapal; stasiun 2 adalah daerah dekat pemukiman penduduk dan stasiun 3 di dekat daerah pembenihan ikan atau udang. Hasil penelitian ditemukan 3 filum organisme, yaitu Mollusca, Echinodermata, dan Annelida. Kelimpahan makrozoobentos di tiga stasiun berkisar 486-608 ind/m2, dengan indeks keanekaragaman (H’) sedang (1,68-1,71), indeks keseragaman (E) tinggi (0,70-0,73) dan indeks dominasi (C) rendah (0,23-0,25) dengan kelimpahan relatif tertinggi yaitu pada gastropoda Cerithium granosum dan tidak ditemukan makrozoobenthos yang mendominasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlu adanya pemantauan dan penyuluhan bagi warga sekitar lingkungan pantai agar ketersediaan makrozoobentos tersebut tetap lestari.
ANALISIS FAKTOR TEKNIS DAN SOSIAL EKONOMI DALAM KEBERHASILAN BUDIDAYA UDANG VANAME DI BERBAGAI WILAYAH INDONESIA poltak, hendra; Ernawati, Ernawati; Puspitasari, Asthervina Widyastami; Abadi, Agung Setia; Yani, Ahmad
MARLIN Vol 6, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V6.I2.2025.73-86

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas unggulan di sektor perikanan budidaya Indonesia dengan potensi ekonomi yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor teknis dan sosial ekonomi yang memengaruhi keberhasilan budidaya udang vaname di berbagai wilayah Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan multisitus, dimana data dikumpulkan dari 12 lokasi budidaya di Indonesia melalui laporan resmi produksi, Feed Conversion Ratio (FCR), dan tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR). Selain itu, aspek sosial ekonomi seperti pelatihan teknis, akses modal, dan dukungan kelembagaan juga dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi signifikan antar lokasi dalam produksi, efisiensi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup, yang dipengaruhi oleh praktik manajemen usaha serta faktor sosial ekonomi. Efisiensi pakan dan pengelolaan kualitas air terbukti sebagai faktor teknis utama yang mendukung keberhasilan budidaya, sementara pelatihan dan dukungan kelembagaan menjadi faktor sosial ekonomi yang memperkuat produktivitas dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi faktor teknis dan sosial ekonomi serta pendekatan manajemen yang adaptif untuk mendukung keberhasilan budidaya udang vaname di Indonesia.
Exploring Potential Aquaculture-Immunostimulant-Peptides Derived from Chlorella sorokiniana Safitri, Nur Maulida; Violando, Wiga Alif; Suhermanto, Achmad; Rizkiah, Riza; Mukhaimin, Iman; Ramli, Taufik Hadi; Puspitasari, Asthervina Widyastami; Zummah, Atiqoh
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 3 (2024): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i3.7585

Abstract

Chlorella sorokiniana is a microalgae with an outstanding nutritional profile and numerous therapeutic substances that can be used as an immunostimulant, including in aquaculture. This research aimed to investigate and characterize peptides isolated from C. sorokiniana protein using TCA digestion and hydrolyzed enzymatically with trypsin. Peptides were then subsequently identified using Tandem LC-MS/MS and Mascot Distiller. Results showed that the percentage of pure protein yield following TCA digestion was 54.66%, and 12 peptides with lengths ranging from 7 to 23 sequences were discovered after trypsin digestion. These peptides originated from various enzymes and chloroplast proteins, including protein synthesis elongation factor TU, photosystem I iron-sulfur center, photosystem II 43 kDa, Ycf4, ATP-dependent zinc metalloprotease FtsH homolog, nitrate reductase, chloroplastic glucose-6-phospate dehydrogenase, and ATP synthase CF1 alpha chain. These findings demonstrated that C. sorokiniana might serve as a source of immunostimulant peptides and proteins, particularly for aquaculture biota.
KEMUNDURAN MUTU IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SEGAR PADA SUHU RUANG Puspitasari, Asthervina Widyastami; Sasole, Umar; Hismayasari, Intanurfemi B.; Ernawati; Abadi, Agung Setia; Nurhasanah, Dian
JURNAL LEMURU Vol 4 No 2 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i2.2087

Abstract

Ikan tergolong bahan pangan yang perishable food. Ikan nila merupakan salah satu dari sekian banyak jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Teknik penanganan dalam mematikan ikan berpengaruh terhadap mutu ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui teknik mematikan ikan yang terbaik dalam mempertahankan mutu ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan pada 9 – 11 Juni 2022. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Budidaya Air Tawar (IBAT) Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong. Sampel ikan nila yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 9 ekor dengan rata-rata berat ikan 150 gram/ekor. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah eksperimental dengan teknik analisis deskriptif melalui pengujian organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan dalam mematikan ikan nila berpengaruh terhadap lamanya ikan mencapai fase post rigor. Kemunduran mutu ikan terbaik (hingga fase rigor mortis) secara berturut-turut diperoleh pada perlakuan dimatikan dengan ditusuk pada medulla oblongata (45 jam), dibiarkan mati tanpa perlakuan (24 jam) dan dipukul dengan benda tumpul (7 jam). Pengujian secara scoring dibutuhkan untuk mengetahui tingkat penerimaan (limit of acceptability)
Analisis Angka Lempeng Total Mikroba Pada Ikan Asin Di Kepulauan Ayau, Papua Barat Puspitasari, Asthervina Widyastami; Ruzuqi, Rezza; Ernawati, Ernawati; Sukmawati, Sukmawati; Badaruddin, M. Iksan; Amri, Irman; Hetharia, Charliany; Latifah, Latifah; Manurung, Melani; Tabalessy, Roger R.; Kamaruddin, Mustamir; Abadi, Agung Setia
JURNAL LEMURU Vol 4 No 3 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i3.2238

Abstract

Masyarakat Kepulauan, utamanya di pulau terluar Indonesia pada umumnya membuat Ikan asin sebagai salah satu bentuk pengawetan makanan. Ikan sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan asin banyak cukup banyak diminati oleh masyarakat. Ketersediaan ikan asin dapat ditemui di pasar tradisional maupun pasar modern. Oleh karena itu perlu kajian yang merata diseluruh wilayah mengenai keamanan pangan khususnya pada ikan asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya cemaran mikroba pada ikan asin kakap yang ada di Kepulauan Ayau, Papua Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan menggambarkan jumlah koloni mikroba terhadap setiap sampel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Sembilan sampel mulai dari sampel A sampai dengan sampel I menunjukkan bahwa jumlah angka lempeng total bakteri pada ikan asin tidak melewati batas maksimum sesuai yang ditetapkan oleh badan standar nasional Indonesia, sehingga jika ditinjau dari uji ALT maka layak untuk dikonsumsi.
Penggunaan Plastik Mika Sebagai Umpan Tiruan Ikan Tuna (Thunnus Sp) Sasole, Umar; Puspitasari, Asthervina Widyastami
Jurnal Kelautan Nasional Vol 19, No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v19i3.14585

Abstract

Ikan tuna merupakan jenis ikan yang masuk dalam famili scombroidae, beberapa jenis ikan yang masuk dalam famili scombroidae adalah ikan tuna, cakalang, tongkol dan tenggiri. Jenis-jenis ikan tersebut termasuk dalam ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tantangan terbesar bagi para nelayan tradisional dalam menangkap ikan tuna, salah satunya adalah susahnya  mendapatkan umpan  ikan (hidup) seperti ikan selar (Selar crumenophthalmus) dan ikan malalugis (Decapterus macarellus) yang biasa digunakan untuk menangkap ikan tuna, sehingga para nelayan tradisional cenderung menggunakan umpan tiruan untuk menangkap ikan tuna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil tangkapan ikan tuna dengan menggunakan umpan ikan (hidup) dan umpan tiruan (plastik mika) sebagai pengganti umpan ikan (hidup) . Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan jumlah sebanyak 4 (empat) responden yang melakukan penangkapan dengan  2 jenis umpan, yaitu umpan hidup dan umpan tiruan di hari yang sama dengan 5 kali trip sebagai pengulangan nya.Hasil penelitian menunjukkan perbedaan hasil tangkapan ikan tuna antara umpan hidup berupa ikan selar dan malalugis dengan umpan tiruan berbahan plastik mika, dimana total tangkapan dengan umpan hidup sebanyak 37 ekor sedangkan umpan tiruan (plastik mika) sebanyak 33 ekor. Umpan tiruan lebih efektif dan efisien sebagai alternatif umpan dalam menangkap ikan tuna menggantikan umpan hidup dikarenakan selain hasil tangkapan yang mampu bersaing dengan hasil umpan hidup, bahan yang digunakan pun relatif terjangkau dan mudah untuk diperoleh.
Feasibility Study of a Solar Powered Semi-Submarine (KMP. Mnaibori) as a Model of Sustainable Marine Ecotourism in Raja Ampat Purnawati, Yani Nurita; Pujianto, Andreas; Puspitasari, Asthervina Widyastami; Kurniati, Wenty; Firman, Sri Wahyuni; Sirait, Egbert Josua
Nekton Vol 5 No 2 (2025): Nekton
Publisher : Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/nekton.v5i2.1089

Abstract

This study describes the KMP. Mnaibori, a 14-meter semi-submarine catamaran designed for the waters of Raja Ampat as a model of sustainable marine ecotourism. The objectives are to present the vessel’s design specifications, integrate a hybrid solar–energy system, and assess the financial feasibility and strategic aspects of its development. The methodology includes technical design analysis based on stability, comfort, and underwater observation experience; solar power system performance estimation using the peak sun hours and energy loss factor approach; and financial analysis using Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), Break-Even Point (BEP), and Return on Investment (ROI) with a 12% discount rate over a 5-year horizon. The results show that with a solar panel area of 49 m² (38 modules @200 W), the system can generate 21.66 kWh per day. Economically, the project is feasible with a positive NPV of IDR 4.44 billion, a BEP at 12.11 passengers/day (33.6% occupancy), ROI of 49.85% per year, and IRR between 42–45%. SWOT analysis highlights the vessel’s strengths in innovative design and energy efficiency, opportunities in ecotourism growth and green financing support, and challenges related to fuel dependency and weather variability. Development strategies are directed toward service differentiation, solar energy optimization, and enhancing local maintenance capacity.
Co-Authors Abadi, Agung Setia Abimanyu Bayu Saputra Adita Ramadanti Agung Setia Abadi ahmad yani Aminin, Aminin Aminuddin Firdaus Amri, Irman Annisa' Bias Cahyanurani Anwari, Zaki Asep Akmal Aonullah Asmira Rumalolas Atiqoh Zummah Badaruddin, M. Iksan Bagas Prakoso Boby W Ziliwu Brahmana, Aditya Cahyanurani, Annisa Bias Charles Nalle Charliany Hetharia Damaris Payung Diana Arfiati Diana Putri Renitasari Endang Yuli Herawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Fatiha, Siva Eka Firdaus, Aminuddin Fresty Esmi Samber Hadi Nur Rohman Hafita, Yuniar Ayu Handayan Handayani Handayani Handayani - Heri Sutanto Hetharia, Charliany Hismayasari, Intanurfemi B Hismayasari, Intanurfemi B. Hu, Shao-Yang I Komang H Permana Ilham Marasabessy Intanurfemi Bacandra Hismayasari Intanurfemi Hismayasari Irawati Mei Widiastuti Iskandar Iskandar Ismail Ismail Ivonne M. Leiwakabessy Kadarusman Karepesina, Musa Kurniati, Wenty Kusriani Kusriani Latifah Latifah Leoni Hayu Sabrina Putri Luluk Suryani Manurung, Melani Marcelinus Petrus Saptono Marwa, Marwa Moejiono Moejiono Muh Guntur Ketuut Muh Kasim Muh. Kasim Muhamad Ali Ulat Muhammad Idris Muhammad Ulat Muhfizar, Muhfizar Muhklas Shah Winarno Mukhaimin, Iman Mustamir Kamaruddin Nanik Retno Buwono Nasrul Fauzi Nisa, Andina Chairun Nur Anjelika Saputri Nur Maulida Safitri Nur Syahid, Nur Nurhasanah, Dian Permanasari, Setya W. A. Poltak, Hendra Pujianto, Andreas PURWANTI PURWANTI Ramli, Taufik Hadi Ratna Ratna Renaldo Fredly Rumaherang Renitasari, Diana Putri Rezza Ruzuqi Ristiana Dwi Cahyani Rizkiah, Riza Roger R Tabalessy Ruzuqi, Rezza Sasole, Umar Shao-Yang Hu Simon Manutilaa Sirait, Egbert Josua Siti Nurkadaria Siti Rahmadani Umngelo Siti Saina Loji Sri Wahyuni Firman Suhermanto, Achmad Sukmawati Sukmawati Syafril Sanusi Tabalessy, Roger R. Umar Sasole Valentine, Riris Yuli Violando, Wiga Alif Warlela, Welin Angely Winarno, Muhklas Shah Yani Nurita Purnawanti Yenu, Hosea Zakeus Wuarbanaran