Articles
Identifikasi Obat Penginduksi Kerusakan Hati Pada Pasien Hepatitis di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie
Tiara Dewi;
Muhammad Amir Masruhim;
Riski Sulistiarini
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.245 KB)
|
DOI: 10.25026/mpc.v3i1.78
Hepatitis merupakan salah satu penyakit pada organ hati yang disebabkan oleh virus. Pada pengobatan hepatitis masih ditemukan pemberian obat-obat yang berefek hepatotoksik yang dikhawatirkan dapat memperburuk kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien hepatitis, menemukan adanya pemberian obat-obat hepatotoksik pada pasien hepatitis dan mengetahui persentase pemberian obat-obat hepatotoksik tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan purposive sampling dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Jumlah sampel penelitian ini adalah 77 pasien. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik terbanyak adalah pasien berjenis kelamin laki-laki (93,50%) dengan usia 18-40 tahun (59,74%) dan dari 77 subjek penelitian diketahui 60 pasien (77,92%) mendapatkan obat-obat hepatotoksik dan persentase rata-rata obat-obat hepatotoksik yang diberikan pada 60 pasien tersebut adalah 48%. Obat hepatotoksik yang paling banyak digunakan adalah parasetamol dengan persentase sebesar 9,37%.
Stabilitas Fisik dan Aktivitas Antioksidan Sediaan Gel Berbahan Aktif Ekstrak Etanol Daun Miana (Coleus antropurpureus Bent.)
Mardiatul Ulfah;
Aditya Fridayanti;
Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.792 KB)
|
DOI: 10.25026/mpc.v3i2.92
Daun miana (Coleus antropurpureus Bent) telah diteliti dan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas dan aktivitas gel antioksidan ekstrak daun miana (Coleus antropurpureus Bent). Penelitian dilakukan dengan cara ekstraksi daun miana (Coleus antropurpureus Bent) menggunakan pelarut etanol. Formulasi sediaan gel menggunakan basis HPMC 5 %. Konsentrasi ekstrak yang digunaan adalah 0 % untuk kontrol negatif, 0,5 %, 1 % dan 1,5 % yang dibuat dalam bentuk sediaan gel. Uji dilakukan dengan metode penyimpanan dipercepat cycling test selama 4 siklus (1 siklus selama 4 hari) meliputi uji stabilitas fisik berupa pengamatan organoleptis, pengukuran pH dan pengukuran visikositas, serta pengujian persen aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dengan cara mengukur besarnya absorbansi pada alat spektrofotometer UV-Visible. Hasil persen aktivitas antioksidan sediaan gel ekstrak daun miana (Coleus antropurpureus Bent) pada konsentrasi 1 % memiliki aktivitas yang stabil pada penyimpanan suhu kamar maupun penyimpanan freeze thaw. Hasil yang diperoleh dari evaluasi stabilitas, sediaan gel pada konsentrasi ekstrak 0,5 % memiliki kestabilaan pH pada penyimpanan freeze thaw. Sediaan gel pada konsentrasi ekstrak 0,5 % dan 1,5 % memiliki kestabilaan viskositas pada penyimpanan suhu kamar dan freeze thaw.
Uji Bioaktivitas dan Penelurusan Metabolit Sekunder Ekstrak Spons di Perairan Kampung Malahing Kota Bontang
Choirun Nisa;
Muhammad Amir Masruhim;
Riski Sulistiarini
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.402 KB)
|
DOI: 10.25026/mpc.v3i2.96
Spons merupakan hewan multiseluler dari filum porifera dan merupakan invertebrata laut yang hidup pada ekosistem terumbu karang yang menyebabkan hewan ini tidak berpindah tempat. Untuk mempertahankan diri dari serangan predator dan infeksi bakteri pathogen, spons mengembangkan system biodefense yaitu dengan menghasilkan zat racun dari dalam tubuhnya, zat ini umumnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan farmasi. Pada penelitian ini telah dilakukan uji bioaktivitas dan penelusuran metabolit sekunder pada dua jenis spons diperairan kampung malahing Kota Bontang, Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder dan skrining toksisitas senyawa kimia. Prosedur ekstraksi sampel menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol selama 5 hari dan diganti pelarut setiap hari. kemudian di evaporasi. Lalu sampel spons di uji kandungan metabolit sekunder dan uji 50% kematian pada hewan uji larva udang Artemia salina Leach. Hasil penelitian pada jenis sampel spons menghasilkan senyawa golongan alkaloid dan karotenoid dengan nilai LC50 313,13 ppm.
Aktivitas Penghambatan Xantin Oksidase pada Ekstrak Daun Sirih Hitam (Piper sp)
Muhammad Amir Masruhim;
Wisnu Cahyo Prabowo;
Dita Paramitha
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.098 KB)
|
DOI: 10.25026/mpc.v3i2.102
Hyperuricemia is a condition in which increased levels of uric acid in the blood. Xanthine oxidase role in the oxidation of hypoxanthine and xanthine to uric acid. One treatment of hyperuricemia is inhibiting xanthine oxidase in the process of formation of uric acid. The purpose of this study to determine the inhibitory activity of xanthine oxidase in the ethanol extract of black betel leaf (Piper sp). Xanthine oxidase inhibitory activity test using UV-Vis spectrophotometry in vitro with a concentration of 5 ppm, 10 ppm and 20 ppm. The data obtained were analyzed using one-way ANOVA. The result is the ethanol extract of black betel leaf has a different activity significantly and IC50 values obtained is 65.96 ppm.
Aktivitas Antifungi Getah Jarak Cina (Jatropha multifida L.) pada Pertumbuhan Malassezia globosa Penyebab Ketombe
Dyan Ayu Lestari;
Wisnu Cahyo Prabowo;
Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.343 KB)
|
DOI: 10.25026/mpc.v3i2.103
Indonesia memiliki bermacam-macam tanaman obat tradisional untuk mengobati ketombe, diantaranya menggunakan getah jarak cina. Getah Jarak Cina (Jatropha multifida Linn.) diketahui memiliki beberapa metabolit sekunder yang beraktivitas sebagai antifungi. Metabolit sekunder tersebut fenol, saponin, alkaloid dan polisakarida. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antifungi getah jarak cina variasi konsentrasi 10%-100% dan membandingkan dengan kontrol positif zinc pyrithione 1%. Aktivitas antifungi diuji pada Malassezia globosa dengan menggunakan metode disc diffusion Kirby-Bauer berupa Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Hasil uji menunjukkan bahwa getah jarak cina mampu menghambat pertumbuhan Malassezia globosa penyebab ketombe. Data dianalisis dengan analisis varians (ANAVA) satu arah dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significance Difference). Hasil analisis menunjukkan konsentrasi uji dan kontrol memiliki aktivitas antifungi. Getah jarak cina memiliki potensi aktivitas yang rendah dibandingkan dengan zinc pyrithione 1%. Getah jarak cina diketahui masih berpotensi menjadi sumber zat antifungi baru terhadap pertumbuhan Malassezia globosa penyebab ketombe.
Uji Potensi Hemostasis Ekstrak Etanol Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus) pada Mencit (Mus musculus)
Istiyani Istiyani;
Nur Mita;
Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.884 KB)
|
DOI: 10.25026/mpc.v3i2.113
Daun keji beling memiliki banyak kandungan senyawa yang bermanfaat, salah satunya adalah tannin yang efektif untuk menghentikan pendarahan (hemostasis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis terbaik dan potensi ekstrak etanol daun keji beling dibandingkan dengan kontrol positif pada mencit. Penelitian ini menggunakan lima kelompok mencit sebagai sampel terdiri dari lima mencit tiap kelompok. Waktu pendarahan ditentukan dengan metode bleeding tail. Didapatkan hasil bahwa nilai rata-rata waktu perdarahan pada kontrol negatif sebesar 99.111 ± 0.832 detik; kontrol positif sebesar 92.222 ± 7.952 detik; ekstrak etanol daun keji beling dosis A sebesar 94.111 ± 5.508 detik; dosis B sebesar 88,611 ± 9,425 detik; dosis C sebesar 91,333 ± 7,498 detik. Data dianalisis dengan menggunakan Anava Dua Arah dan menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari waktu perdarahan antara kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif dan kelompok uji ekstrak etanol daun keji beling. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun keji beling dapat memperpendek waktu pendarahan pada mencit serta memiliki potensi yang sama baiknya dengan kontrol positif, dimana dosis B merupakan dosis terbaik.
Potensi Antiinflamasi Ekstrak Daun Kirinyuh (Euphatorium odoratum L.) terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus)
La Sahrangi;
Welinda Dyah Ayu;
Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.235 KB)
|
DOI: 10.25026/mpc.v3i2.119
Inflamasi merupakan suatu respon protektif normal terhadap luka jaringan. Obat modern yang biasa digunakan sebagai antiinflamasi adalah obat golongan AINS (Antiinflamasi Non Steroid), akan tetapi obat golongan ini mempunyai efek samping yang merugikan. Salah satu tumbuhan obat yang digunakan secara empirik untuk pengobatan tradisional adalah tumbuhan kirinyuh (Euphatorium odoratum L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti potensi antiinflamasi ekstrak daun kirinyuh menggunakan metode induksi karagenan pada tikus putih. Untuk pengukuran aktivitas antiinflamasi, digunakan 5 kelompok perlakuan yang berbeda. Kontrol negatif diberikan Na-CMC 1%, esktrak daun kirinyuh diberikan dengan dosis 25 mg/kgBB, dosis 50 mg/kg BB, 75 mg/kgBB, dan kontrol positif diberikan natrium diklofenak. Hasil analisis data pengujian menunjukkan bahwa ketiga dosis uji memiliki aktivitas yang berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap kontrol negatif. Ekstrak daun kirinyuh memiliki potensi sebagai antiinflamasi dengan dosis efektif sebesar 25 mg/kgBB dibandingkan dengan kontrol positif.
Efek Ekstrak Metanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Perubahan Ukuram Batu Ginjal
Laila Rahmah;
Muhammad Amir Masruhim;
Riski Sulistiarini
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.864 KB)
|
DOI: 10.25026/mpc.v3i2.120
Daun salam (Syzygium polyanthum) banyak digunakan masyarakat sebagai penambah aroma masakan. Secara empirik daun salam biasanya digunakan masyarakat sebagai ramuan untuk mengobati ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak metanol daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap perubahan ukuran batu ginjal. Ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dibuat secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Pengujian ini dilakukan dengan metode antikalkuli untuk mengetahui perubahan kadar kalsium oksalat ginjal setelah diinduksi etilen glikol 0,75 % dan ammonium klorida 2 % yang dicampurkan ke dalam air minum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa esktrak metanol daun Salam (Syzygium polyanthum) memberikan efek terhadap perubahan ukuran batu ginjal.
Uji Aktivitas Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya Linn) sebagai Hepatoprotektor pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Nurul Novita;
Welinda Dyah Ayu;
Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (150.917 KB)
|
DOI: 10.25026/mpc.v3i2.126
Hepar merupakan salah satu organ metabolisme penting bagi tubuh, salah satu fungsinya yaitu detoksifikasi dan disposisi dari senyawa kimia. Hati rentan mengalami kerusakan karena adanya paparan radikal bebas dari senyawa kimia, obat-obatan, maupun alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak biji pepaya sebagai hepatoprotektor. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok secara acak yaitu kontrol negatif yang diberi Na-CMC 0,5%, kontrol positif yang diberi Curcuma® 81mg/Kg, kelompok uji 1, 2 dan 3 diberi ekstrak biji pepaya dengan dosis 400 mg/Kg BB, 500 mg/Kg BB dan 600 mg/Kg BB. Induksi kerusakan hati dilakukan dengan pemberian parasetamol dosis 270 mg/200 g BB. Selanjutnya diukur kadar SGOT-SGPT pada serum tikus putih sebagai parameter adanya kerusakan pada sel hati. Ketiga dosis uji memiliki aktivitas sebagai hepatoprotektor yang berbeda signifikan (p < 0,05) dengan kelompok kontrol negatif. Dosis efektif ekstrak biji pepaya yaitu pada dosis 500 mg/200 g BB dan ekstrak biji pepaya berpotensi sebagai hepatoprotektor dibandingkan dengan kontrol positif (p > 0,05).
Uji Aktivitas Ekstrak Metanol Daun Bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Rangga Hati Rabbu Igafur;
Welinda Dyah Ayu;
Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (163.504 KB)
|
DOI: 10.25026/mpc.v3i2.130
Di Indonesia tanaman bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) lebih dikenal sebagai tumbuhan liar (gulma) dikebun dan ladang. Tanaman ini dipercaya oleh masyarakat suku Dayak sebagai penyembuh luka dengan cara dikunyah atau dihancurkan dan kemudian ditempelkan pada luka. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas dari ekstrak metanol daun bandotan dalam menyembuhkan luka bakar. Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih sebanyak 6 ekor, betina, berumur 2-3 bulan, dan bobot badan 100-200 g. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok perlakuan. Luka bakar derajat II B dibuat dengan menggunakan plat logam berdiameter 1 cm yang dipanaskan dalam oven pada suhu 100oC selama 5 menit dan ditempelkan pada punggung tikus selama 5 detik. Perawatan dilakukan 2 kali sehari selama 21 hari yaitu K1 (gel), K2 (gel dan ekstrak 5%), K3 (gel dan ekstrak 15%), dan K4 (gel Bioplacenton). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen penurunan luas luka bakar kelompok K1 yaitu sebesar 57,74%, K2 sebesar 64,98%, K3 sebesar 61,47% dan K4 sebesar 49,83%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok K2 menunjukkan penyembuhan luka bakar yang lebih cepat daripada kelompok perlakuan lain.