Claim Missing Document
Check
Articles

Ragam Genetik, Heritabilitas dan Korelasi Karakter Kuantitatif Beberapa Genotipe Padi Gogo di Lahan Sawah Tadah Hujan Lombok Tengah Arif Rahman Hakim; Kisman; I Wayan Sudika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar nilai ragam genetik, heritabilitas dan korelasi pada sifat-sifat kuantitatif beberapa genotipe padi gogo. Penelitian dilakukan di Desa Kawo Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah pada bulan Maret sampai Juni 2022, disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 11 genotipe, masing-masing genotipe diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 33 petak tanam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kriteria keragaman genetik padi gogo yaitu kategori luas pada karakter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah anakan total, panjang daun bendera dan bobot biji bernas per rumpun. Terdapat perbedaan kriteria heritabilitas pada karakter kuantitatif padi gogo dengan kriteria yang tergolong heritabilitass tinggi yaitu pada karkater tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang daun bendera, umur berbunga, umur panen dan bobot 1000 biji. Terdapat karakter yang berkorelasi positif nyata dengan umur panen yaitu karakter umur berbunga dengan kriteria yang tergolong sangat kuat, terdapat juga karakter yang berkorelasi negatif nyata dengan umur panen yaitu pada karakter tinggi tanaman dengan kriteria cukup kuat, karakter panjang malai dan bobot biji bernas per rumpun dengan kriteria sangat lemah dan cukup kuat. Sedangkan dengan hasil terdapat karakter yang berkorelasi positif nyata yaitu bobot 1000 biji dan bobot biji bernas per rumpun dengan kriteria sangat kuat, terdapat juga karakter yang berkorelasi negatif nyata yaitu pada karakter tinggi tanaman, panjang malai dan panjang daun bendera dengan kriteria kuat.
Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Sorgum (Sorghum bicolor. L) yang Berbeda Populasi pada Tumpangsari dengan Kacang Tanah di Lombok Utara Muh. Ade Izam Wahyudi; Akhmad Zubaidi; I Wayan Sudika; Dwi Ratna Anugrahwati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa varietas nasional sorgum yang berbeda populasi pada tumpangsari dengan kacang tanah di Lombok Utara. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 2022, di Dusun Papak, Desa Ganggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lahan sawah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu varietas (Bioguma, Numbu, Pahat, Samurai dan Super 1) dan Jumlah tanaman per lubang (1 tanaman per lubang, 2 tanaman per lubang, dan 3 tanaman per lubang), sehingga didapatkan 15 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga keseluruhan terdapat 45 plot percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas sorgum dan perlakuan jumlah tanaman per lubang yang berbeda bisa menunjukkan pengaruh yang berbeda-beda terhadap pertumbuhan dan hasil ini, disebabkan oleh genetik yang berbeda pada setiap varietas. Varietas sorgum yang menunujukan hasil ton/ha yang paling tinggi terdapat pada varietas Numbu dan perlakuan populasi per lubang yang menunjukan hasil lebih baik terdapat pada jumlah 2 tanaman per lubang.
Produksi Nanoselulosa Berkelanjutan dari Tongkol Jagung untuk Adsorpsi Logam Berat yang Efisien: Sebuah Tinjauan Firman Abadi Saputra; M. Taufik Fauzi; I Wayan Sudika; A.A. Ketut Sudharmawan; Taslim Sjah; Suwardji; Mulyati; Diah Miftahul Aini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7418

Abstract

Kontaminasi logam berat pada tanah pertanian merupakan ancaman signifikan terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan aktivitas industri dan pertanian yang intensif. Meskipun teknik remediasi konvensional banyak digunakan, seringkali terkendala oleh biaya operasional yang tinggi, munculnya polutan sekunder serta efisiensi yang rendah pada konsentrasi kontaminan yang rendah. Menanggapi keterbatasan tersebut, tinjauan ini membahas potensi pemanfaatan limbah tongkol jagung sebagai adsorben logam berat dengan menyajikan sumber informasi yang komprehensif bagi para peneliti dan profesional industri. Metodologi yang digunakan mencakup tinjauan literatur ilmiah secara ekstensif terkait produksi nanocellulose dan adsorpsi logam berat melalui Google Scholar, Mendeley, dan basis data ilmiah lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa tongkol jagung kaya akan selulosa dan sangat ideal sebagai bahan baku sintesis nanoselulosa. Teknik karakterisasi seperti Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), dan X-Ray Diffraction (XRD) mengonfirmasi kesesuaian struktur kimia bahan tersebut. Studi adsorpsi menunjukkan kemampuan yang efektif dalam menghilangkan ion logam berat melalui mekanisme ikatan ionik, kompleksasi, dan pertukaran ion. Temuan ini menyoroti dua manfaat utama dari pendekatan ini: mengubah limbah pertanian menjadi material bernilai tambah dan menyediakan alternatif yang ramah lingkungan serta hemat biaya untuk dekontaminasi tanah. Tinjauan ini menjadi referensi penting bagi peneliti, pelaku agribisnis, dan praktisi yang tertarik pada strategi berkelanjutan untuk remediasi lingkungan, serta menunjukkan arah pengembangan yang menjanjikan di masa depan.
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Galur S3 Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering Ika Kusuma Narda; I Wayan Sudika; Lestari Ujianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik dan heritabilitas arti luas karakter kuantitatif galur S3 tanaman jagung di lahan kering. Percobaan dilakukan pada bulan Februari sampai dengan bulan April 2024, bertempat di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktorial, dengan perlakuan sebanyak 15 genotipe yaitu 15 galur S2. Data hasil pengamatan karakter yang diamati dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA), Perhitungan koefisien keragaman genetik (KKG) dan heritabilitas arti luas (H2). Hasil penelitian menunjukan bahwa antar karakter kuantitatif memiliki keragaman genetik yang beragam. Nilai Koefisien Keragaman Genetik (KKG) yang di peroleh berkisar antara 2,29% hingga 48,20%. Keragaman genetik kategori luas diperoleh pada karakter bobot biji kering pipil per plot. Karakter tinggi tanaman, sudut daun, bobot tongkol kering panen per tanaman dan bobot 1.000 butir biji memiliki keragaman genetik kategori sedang. Keragaman genetik kategori sempit diperoleh pada karakter jumlah daun per tanaman, luas daun, diameter batang, panjang tongkol dan diameter tongkol. Heritabilitas arti luas antar karakter kuantitatif adalah beragam. Nilai heritabilitas diameter tongkol tergolong tinggi. Karakter tinggi tanaman, sudut daun, luas daun, diameter batang dan bobot 1.000 butir biji tergolong sedang dan karakter lainnya tergolong rendah.
Karakter Kuantitatif dan Heritabilitas Beberapa Genotipe Kacang Tanah yang ditanam dalam Pola Baris Ganda dengan Bawang Merah Baiq Khalda Aulia; A. Farid Hemon; I Wayan Sudika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter kuantitatif dan nilai heritabilitas beberapa genotipe kacang tanah yang dibudidayakan dalam sistem tanam pola baris ganda bersama bawang merah. Penelitian dilaksanakan di lahan kering Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat pada Juni-September 2023. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima genotipe kacang tanah, yaitu G200-I, G300-II, G19-UI, G2D7, dan BISON, diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, panjang akar, panjang ruas batang, jumlah polong, jumlah polong cipo, berat polong kering, berat akar kering, berat brangkasan atas, dan berat kering total polong per plot. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan uji lanjut Duncan. Nilai heritabilitas dihitung untuk mengetahui besarnya pengaruh genetik terhadap keragaman karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter hasil antar galur kacang tanah berbeda. Genotipe G300-II menunjukkan berat polong kering total tertinggi per plot. Karakter dengan nilai heritabilitas tinggi antara lain tinggi tanaman (20, 40, 60 HST), jumlah daun (20 HST), jumlah cabang (40 HST), jumlah polong cipo, berat akar kering, berat brangkasan atas, dan berat total polong per plot. Heritabilitas sedang ditemukan pada beberapa karakter tanaman, sedangkan panjang akar, panjang ruas batang, dan jumlah daun (60 HST) menunjukkan heritabilitas rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar karakter penting dapat ditingkatkan melalui seleksi genetik, sehingga bermanfaat untuk program pemuliaan tanaman dan pengembangan sistem tanam baris ganda kacang tanah dengan bawang merah.
Keragaman Fenotipe Karakter Kuantitatif Dua Varietas Tomat (Solanum lycopersicum L.) yang Ditanam di Rumah Kaca Taketa Prefektur Oita Jepang Intan Komalasari; I Wayan Sudika; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pk380791

Abstract

Buah tomat memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi salah satu komoditas hortikultura yang memiliki prospek baik dalam pengembangan agribisnis pada skala nasional dan internasional, salah satunya di Jepang. Taketa menjadi sentra budidaya tomat dengan varietas yang banyak dibudidayakan yaitu varietas Misora dan varietas Reigetsu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan keragaman fenotipe karakter kuantitatif dua varietas tomat, mengetahui tingkat keragaman fenotipe pada setiap parameter dua varietas tomat dan untuk mengetahui rata-rata beberapa karakter kuantitatif pada dua varietas tomat. Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan di rumah kaca dengan parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah buah panen per tanaman, dan bobot buah panen per tanaman. Hasil analisis menunjukkan kedua varietas memiliki keragaman relatif seragam berdasarkan uji-F, sedangkan hasil uji-T menyatakan terdapat perbedaan nyata pada beberapa karakter. Varietas Misora menunjukkan tinggi tanaman lebih tinggi (85 cm) dan jumlah cabang lebih banyak (9 cabang) dibandingkan Reigetsu (75 cm; 7 cabang). Keunggulan ini berpengaruh pada rata-rata bobot buah per tanaman yang lebih tinggi (980 g). Sebaliknya, varietas Reigetsu memiliki rata-rata jumlah buah lebih banyak (24 buah) dibandingkan Misora (20 buah), meskipun ukuran dan bobot buahnya relatif lebih kecil (910 g). Perbedaan ini menyatakan bahwa Reigetsu memiliki keragaman fenotipe lebih tinggi pada jumlah buah, sedangkan Misora lebih beragam pada tinggi tanaman. Secara keseluruhan, faktor genetik lebih dominan dibandingkan faktor lingkungan, Dari sudut pandang agronomis, varietas Misora lebih unggul sehingga lebih disarankan untuk dibudidayakan oleh petani.
Heritabilitas Karakter Kuantitatif dan Keragaman Genetik dalam Galur S4 Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Kondisi Cekaman Kekeringan Istimrah Ratur Rahmah; I Wayan Sudika; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pwpfv839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai heritabilitas arti luas karakter kuantitatif yang diamati dalam galur S4 tanaman jagung pada kondisi cekaman kekeringan dan mengetahui keragaman genetik dalam setiap galur S4 untuk sudut daun, umur panen, dan hasil pada kondisi cekaman kekeringan. Percobaan dilakukan pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2024, bertempat di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Rancangan perobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 16 perlakuan yaitu 15 galur S4 dan 1 galur NK212 dengan 2 ulangan, sehingga terdapat 32 ulangan. Data hasil pengamatan karakter yang diamati dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA), perhitungan heritabilitas arti luas (H²) dan keragaman genetik dalam galur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kuantitatif galur S4 tanaman jagung pada kondisi cekaman kekeringan yang memiliki kriteria heritabilitas rendah terdapat pada tinggi tanaman, luas daun, panjang tongkol, bobot biji kering pipil, dan bobot 1000 biji. Karakter kuantitatif tanaman yang memiliki kriteria heritabilitas sedang terdapat pada jumlah daun, sudut daun, diameter batang, umur panen, diameter tongkol dan bobot tongkol. Analisis keragaman genetik menunjukkan bahwa pada kondisi cekaman kekeringan, karakter sudut daun, umur panen, dan bobot biji kering pipil tidak terdapat galur dengan kriteria seragam, yang menandakan belum tercapainya homogenitas pada populasi S4.
Inbreeding Depression and Genetic Diversity of S1 Lines Corn Plants Under Drought Stress Conditionson Dry Land Sudika, I Wayan; Sutresna, I Wayan; Anugrahwati, Dwi Ratna; Suliartini, Ni Wayan Sri; Suana, I Wayan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 4 (2024): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i4.6206

Abstract

Selfing was carried out on the F2 population of corn plants and the S1 line was produced. Selfing is carried out to form pure lines in order to create hybrids. The aim of the research was to determine the magnitude of inbreeding depression, genetic diversity and heritability of leaf angle trait, yield and harvest age of the S1 line of corn plants under drought stress conditions in dry land. The experiment was carried out from March to June 2023 in Gumantar village, North Lombok district. The design used was a randomized block design, two replications. The number of treatments was 31, namely 30 S1 lines and an F2 population. Plantings are given heavy stress. Observed variables include flowering, growth, harvest age, yield components and yield. The level of inbreeding depression is based on the F2 population and is expressed as a percent. Genetic diversity is calculated based on the results of analysis of variance at a significance level of 5 percent. The results showed that inbreeding depression in leaf angle and harvest age of the S1 lines were relatively low; while the yield is classified as high. Broad categories of genetic diversity were obtained in the yield; while the leaf angle and harvest age are relatively narrow. Broad sense heritability was relatively high in the yield; while the leaf angle is classified as medium and the harvest age is relatively low. The selection of S1 lines should be based on yield, namely lines that have the same yield as the F2 population.
Weed Biology and Ecology Studies: Diversity, Dominance and Prediction of Yield Loss of Corn (Zea mays L.) Due to Broadleaf Weeds Competition in Dryland Ngawit, I Ketut; Sudika, I Wayan; Suana, I Wayan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.7229

Abstract

The aim of the research was to determine the diversity, distribution, dominance, and yield loss of corn due to competition from broadleaf weeds. Descriptive research method with direct survey techniques of research objects. Data were collected using 10 sample plots measuring 1 m2, which were placed using random sampling. Observation parameters include the population and dry biomass weight of weeds and corn. The data was analyzed descriptively and comparatively by calculating density, frequency, and dominance to obtain an important value index and summation diminance ratio (SDR). The results of the research showed that 14 species of broad-leaved weeds were found with high species diversity, distribution, dominance, and abundance indices. The competitiveness and relative weighted dominance of six weed species, namely Amaranthus spinusus, Amaranthus gracilis, Synedrella nodiliflora, Acalypha indica, Ageratum conyzoides, and Alternanthera philoxeroides, are higher than those of other weed species, causing corn yield losses of 5.56%–21.90%. Therefore, these six weed species must be controlled. 
Weed Biology and Ecology Studies: Diversity, Dominance, Population and Weed Growth and Land Use Efficiency in Intercropping Corn (Zea mays l.) with Leguminous Crops in Dryland Ngawit, I Ketut; Sudika, I Wayan; Suana, I Wayan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 6 (2024): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i6.7230

Abstract

The aim of the research is to examine the effect of intercropping corn with leguminous crops on weeds and land use efficiency. The experimental research method was designed using a randomized complete block design (RCBD) with three blocks. The treatments tested were monocrop planting patterns and intercropping between corn and leguminous crops. The results of the research showed that 16 weed species were found with high species diversity, evenness, dominance, and abundance, so that there were six dominant species that existed during plant growth. Peanuts and cowpeas are suitable for intercropping with corn because they can suppress the population and growth of weeds. Soybeans, green beans, and red beans are not suitable because they are not effective in suppressing the population and growth of weeds and compete with corn, so that corn yield losses due to competition are 38.20%–40.96% and due to weed competition, they reach 62.37%–63.77%.  The best ecological and agronomic land use efficiency was obtained by intercropping corn with peanuts and cowpeas, with NKL values based on dry biomass weights of 1.90 and 1.89 (NKL > 1) and dry seed weights of 1.79 and 1.78 (NKL > 1).
Co-Authors A'yun, Amilia Qurota A. A. Ketut Sudharmawan A. Farid .Hemon A.A. Ketut Sudharmawan AA Sudharmawan, AA Ambarwati, Zaskia Putri Anak Agung Ketut Sudhramawan Anjar Pranggawan Azhari Apriana Hidayanti, Anna Arif Rahman Hakim Aris Budianto, Ketut Ngawit dan Nyoman Aulia Adeputri, Amanah Auliya Safitri Awaluddin Hipi2 Ayu, Candra A’yun, Amilia Qurota Bagus Adi Rahman Baiq Khalda Aulia Bambang Budi Santoso Dewi Mandalika, Eka Nurminda Diah Miftahul Aini Dwi Ratna Anugrahwati Dwi Ratna Anugrawati Eli Anggraini Fathi, Hidayatul Firman Abadi Saputra Fitriani Fitriani Haeruman Haeruman Hikmah, Lale Melati Komala I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muiarta Aryana I Gusti Putu Muliarta Aryana I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I WAYAN SUANA I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna Ika Kusuma Narda Intan Komalasari Istimrah Ratur Rahmah Kamalia Safitri, Devi Ketut Ngawit Kisman Lalu Wirajaswadi Lestari Ujianto Lestari Ujianto Lestari Ujianto Lolita Endang Susilowati M. Lutfi M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik Maisopa, Ira Malik Yakop, Uyek Masintan Muh. Ade Izam Wahyudi Muktasam Mulyati Muslim Ashari Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nisa Yusnita Pahriani Novita Hidayatun Nufus Pande Komang Suparyana Pratiwi, Neni Yunia Rachman, Gina Juniarti Ridhon Khudairi Sanggabuana, Lalu Juan Wisnawadi Sindy Setiawan, Rifani Nur Siti Raihanun Suci Putri Fetindah Sudhanta, I Made Sudhramawan, Anak Agung Ketut Suliartini, Ni Wayan Sri Sumarjan Suwardji Taslim Sjah Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Wayan Wangiyana Wideratih, Anggun Angling Yakop, Uyek Malik Zeamita Widiyanti, Ni Made Nike Zubaidi, Akhmad