Claim Missing Document
Check
Articles

Ragam Genetik, Heritabilitas dan Korelasi Karakter Kuantitatif Beberapa Genotipe Padi Gogo di Lahan Sawah Tadah Hujan Lombok Tengah Arif Rahman Hakim; Kisman; I Wayan Sudika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar nilai ragam genetik, heritabilitas dan korelasi pada sifat-sifat kuantitatif beberapa genotipe padi gogo. Penelitian dilakukan di Desa Kawo Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah pada bulan Maret sampai Juni 2022, disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 11 genotipe, masing-masing genotipe diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 33 petak tanam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kriteria keragaman genetik padi gogo yaitu kategori luas pada karakter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah anakan total, panjang daun bendera dan bobot biji bernas per rumpun. Terdapat perbedaan kriteria heritabilitas pada karakter kuantitatif padi gogo dengan kriteria yang tergolong heritabilitass tinggi yaitu pada karkater tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang daun bendera, umur berbunga, umur panen dan bobot 1000 biji. Terdapat karakter yang berkorelasi positif nyata dengan umur panen yaitu karakter umur berbunga dengan kriteria yang tergolong sangat kuat, terdapat juga karakter yang berkorelasi negatif nyata dengan umur panen yaitu pada karakter tinggi tanaman dengan kriteria cukup kuat, karakter panjang malai dan bobot biji bernas per rumpun dengan kriteria sangat lemah dan cukup kuat. Sedangkan dengan hasil terdapat karakter yang berkorelasi positif nyata yaitu bobot 1000 biji dan bobot biji bernas per rumpun dengan kriteria sangat kuat, terdapat juga karakter yang berkorelasi negatif nyata yaitu pada karakter tinggi tanaman, panjang malai dan panjang daun bendera dengan kriteria kuat.
Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Sorgum (Sorghum bicolor. L) yang Berbeda Populasi pada Tumpangsari dengan Kacang Tanah di Lombok Utara Muh. Ade Izam Wahyudi; Akhmad Zubaidi; I Wayan Sudika; Dwi Ratna Anugrahwati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa varietas nasional sorgum yang berbeda populasi pada tumpangsari dengan kacang tanah di Lombok Utara. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 2022, di Dusun Papak, Desa Ganggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lahan sawah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu varietas (Bioguma, Numbu, Pahat, Samurai dan Super 1) dan Jumlah tanaman per lubang (1 tanaman per lubang, 2 tanaman per lubang, dan 3 tanaman per lubang), sehingga didapatkan 15 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga keseluruhan terdapat 45 plot percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas sorgum dan perlakuan jumlah tanaman per lubang yang berbeda bisa menunjukkan pengaruh yang berbeda-beda terhadap pertumbuhan dan hasil ini, disebabkan oleh genetik yang berbeda pada setiap varietas. Varietas sorgum yang menunujukan hasil ton/ha yang paling tinggi terdapat pada varietas Numbu dan perlakuan populasi per lubang yang menunjukan hasil lebih baik terdapat pada jumlah 2 tanaman per lubang.
Produksi Nanoselulosa Berkelanjutan dari Tongkol Jagung untuk Adsorpsi Logam Berat yang Efisien: Sebuah Tinjauan Firman Abadi Saputra; M. Taufik Fauzi; I Wayan Sudika; A.A. Ketut Sudharmawan; Taslim Sjah; Suwardji; Mulyati; Diah Miftahul Aini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7418

Abstract

Kontaminasi logam berat pada tanah pertanian merupakan ancaman signifikan terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan aktivitas industri dan pertanian yang intensif. Meskipun teknik remediasi konvensional banyak digunakan, seringkali terkendala oleh biaya operasional yang tinggi, munculnya polutan sekunder serta efisiensi yang rendah pada konsentrasi kontaminan yang rendah. Menanggapi keterbatasan tersebut, tinjauan ini membahas potensi pemanfaatan limbah tongkol jagung sebagai adsorben logam berat dengan menyajikan sumber informasi yang komprehensif bagi para peneliti dan profesional industri. Metodologi yang digunakan mencakup tinjauan literatur ilmiah secara ekstensif terkait produksi nanocellulose dan adsorpsi logam berat melalui Google Scholar, Mendeley, dan basis data ilmiah lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa tongkol jagung kaya akan selulosa dan sangat ideal sebagai bahan baku sintesis nanoselulosa. Teknik karakterisasi seperti Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), dan X-Ray Diffraction (XRD) mengonfirmasi kesesuaian struktur kimia bahan tersebut. Studi adsorpsi menunjukkan kemampuan yang efektif dalam menghilangkan ion logam berat melalui mekanisme ikatan ionik, kompleksasi, dan pertukaran ion. Temuan ini menyoroti dua manfaat utama dari pendekatan ini: mengubah limbah pertanian menjadi material bernilai tambah dan menyediakan alternatif yang ramah lingkungan serta hemat biaya untuk dekontaminasi tanah. Tinjauan ini menjadi referensi penting bagi peneliti, pelaku agribisnis, dan praktisi yang tertarik pada strategi berkelanjutan untuk remediasi lingkungan, serta menunjukkan arah pengembangan yang menjanjikan di masa depan.
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Galur S3 Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering Ika Kusuma Narda; I Wayan Sudika; Lestari Ujianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik dan heritabilitas arti luas karakter kuantitatif galur S3 tanaman jagung di lahan kering. Percobaan dilakukan pada bulan Februari sampai dengan bulan April 2024, bertempat di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktorial, dengan perlakuan sebanyak 15 genotipe yaitu 15 galur S2. Data hasil pengamatan karakter yang diamati dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA), Perhitungan koefisien keragaman genetik (KKG) dan heritabilitas arti luas (H2). Hasil penelitian menunjukan bahwa antar karakter kuantitatif memiliki keragaman genetik yang beragam. Nilai Koefisien Keragaman Genetik (KKG) yang di peroleh berkisar antara 2,29% hingga 48,20%. Keragaman genetik kategori luas diperoleh pada karakter bobot biji kering pipil per plot. Karakter tinggi tanaman, sudut daun, bobot tongkol kering panen per tanaman dan bobot 1.000 butir biji memiliki keragaman genetik kategori sedang. Keragaman genetik kategori sempit diperoleh pada karakter jumlah daun per tanaman, luas daun, diameter batang, panjang tongkol dan diameter tongkol. Heritabilitas arti luas antar karakter kuantitatif adalah beragam. Nilai heritabilitas diameter tongkol tergolong tinggi. Karakter tinggi tanaman, sudut daun, luas daun, diameter batang dan bobot 1.000 butir biji tergolong sedang dan karakter lainnya tergolong rendah.
Karakter Kuantitatif dan Heritabilitas Beberapa Genotipe Kacang Tanah yang ditanam dalam Pola Baris Ganda dengan Bawang Merah Baiq Khalda Aulia; A. Farid Hemon; I Wayan Sudika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter kuantitatif dan nilai heritabilitas beberapa genotipe kacang tanah yang dibudidayakan dalam sistem tanam pola baris ganda bersama bawang merah. Penelitian dilaksanakan di lahan kering Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat pada Juni-September 2023. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima genotipe kacang tanah, yaitu G200-I, G300-II, G19-UI, G2D7, dan BISON, diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, panjang akar, panjang ruas batang, jumlah polong, jumlah polong cipo, berat polong kering, berat akar kering, berat brangkasan atas, dan berat kering total polong per plot. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan uji lanjut Duncan. Nilai heritabilitas dihitung untuk mengetahui besarnya pengaruh genetik terhadap keragaman karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter hasil antar galur kacang tanah berbeda. Genotipe G300-II menunjukkan berat polong kering total tertinggi per plot. Karakter dengan nilai heritabilitas tinggi antara lain tinggi tanaman (20, 40, 60 HST), jumlah daun (20 HST), jumlah cabang (40 HST), jumlah polong cipo, berat akar kering, berat brangkasan atas, dan berat total polong per plot. Heritabilitas sedang ditemukan pada beberapa karakter tanaman, sedangkan panjang akar, panjang ruas batang, dan jumlah daun (60 HST) menunjukkan heritabilitas rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar karakter penting dapat ditingkatkan melalui seleksi genetik, sehingga bermanfaat untuk program pemuliaan tanaman dan pengembangan sistem tanam baris ganda kacang tanah dengan bawang merah.
Keragaman Fenotipe Karakter Kuantitatif Dua Varietas Tomat (Solanum lycopersicum L.) yang Ditanam di Rumah Kaca Taketa Prefektur Oita Jepang Intan Komalasari; I Wayan Sudika; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pk380791

Abstract

Buah tomat memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi salah satu komoditas hortikultura yang memiliki prospek baik dalam pengembangan agribisnis pada skala nasional dan internasional, salah satunya di Jepang. Taketa menjadi sentra budidaya tomat dengan varietas yang banyak dibudidayakan yaitu varietas Misora dan varietas Reigetsu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan keragaman fenotipe karakter kuantitatif dua varietas tomat, mengetahui tingkat keragaman fenotipe pada setiap parameter dua varietas tomat dan untuk mengetahui rata-rata beberapa karakter kuantitatif pada dua varietas tomat. Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan di rumah kaca dengan parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah buah panen per tanaman, dan bobot buah panen per tanaman. Hasil analisis menunjukkan kedua varietas memiliki keragaman relatif seragam berdasarkan uji-F, sedangkan hasil uji-T menyatakan terdapat perbedaan nyata pada beberapa karakter. Varietas Misora menunjukkan tinggi tanaman lebih tinggi (85 cm) dan jumlah cabang lebih banyak (9 cabang) dibandingkan Reigetsu (75 cm; 7 cabang). Keunggulan ini berpengaruh pada rata-rata bobot buah per tanaman yang lebih tinggi (980 g). Sebaliknya, varietas Reigetsu memiliki rata-rata jumlah buah lebih banyak (24 buah) dibandingkan Misora (20 buah), meskipun ukuran dan bobot buahnya relatif lebih kecil (910 g). Perbedaan ini menyatakan bahwa Reigetsu memiliki keragaman fenotipe lebih tinggi pada jumlah buah, sedangkan Misora lebih beragam pada tinggi tanaman. Secara keseluruhan, faktor genetik lebih dominan dibandingkan faktor lingkungan, Dari sudut pandang agronomis, varietas Misora lebih unggul sehingga lebih disarankan untuk dibudidayakan oleh petani.
Heritabilitas Karakter Kuantitatif dan Keragaman Genetik dalam Galur S4 Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Kondisi Cekaman Kekeringan Istimrah Ratur Rahmah; I Wayan Sudika; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pwpfv839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai heritabilitas arti luas karakter kuantitatif yang diamati dalam galur S4 tanaman jagung pada kondisi cekaman kekeringan dan mengetahui keragaman genetik dalam setiap galur S4 untuk sudut daun, umur panen, dan hasil pada kondisi cekaman kekeringan. Percobaan dilakukan pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2024, bertempat di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Rancangan perobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 16 perlakuan yaitu 15 galur S4 dan 1 galur NK212 dengan 2 ulangan, sehingga terdapat 32 ulangan. Data hasil pengamatan karakter yang diamati dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA), perhitungan heritabilitas arti luas (H²) dan keragaman genetik dalam galur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kuantitatif galur S4 tanaman jagung pada kondisi cekaman kekeringan yang memiliki kriteria heritabilitas rendah terdapat pada tinggi tanaman, luas daun, panjang tongkol, bobot biji kering pipil, dan bobot 1000 biji. Karakter kuantitatif tanaman yang memiliki kriteria heritabilitas sedang terdapat pada jumlah daun, sudut daun, diameter batang, umur panen, diameter tongkol dan bobot tongkol. Analisis keragaman genetik menunjukkan bahwa pada kondisi cekaman kekeringan, karakter sudut daun, umur panen, dan bobot biji kering pipil tidak terdapat galur dengan kriteria seragam, yang menandakan belum tercapainya homogenitas pada populasi S4.
Hasil Biji dan Kadar Minyak Jarak Kepyar Lokal Beaq Amor (Ricinus communis L.) pada Berbagai Umur Pemangkasan Batang Utama Santoso, Bambang Budi; Sudika, I Wayan; Jaya, I Komang Damar; Aryana, I Gusti Putu Muliarta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 42 No. 3 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.526 KB) | DOI: 10.24831/jai.v42i3.9183

Abstract

ABSTRACTSuccessful castor (Ricinus communis L.) cropping depends on the reliability of production technique. Branching is a useful agronomic trait because infloresence developed at each branch’s terminal. Pruning is considered as an important technique for branching stimulation. This study attempted to elucidate the effect of main stem pruning on the yield of Beaq Amor local variety of castor (Ricinus communis L.) with short cultivation system. The experiment was conducted on dry land area of Amor-Amor, North Lombok, West Nusa Tenggara during February-July 2011 and was arranged in a single-factor randomized complete block design with three replications. The treatments were four types of pruning (i.e. no pruning, main stem pruning at 30 days after planting, 45 days after planting, and 60 days after planting). The results showed that the effect of pruning was significant on dry seed yield and was not significant on kernel oil content. Pruning at 30 days old and 45 days old plant yielded in the highest dry seed weight (374.9-387.8 g tree-1 or 943.0-974.3 kg ha-1) with oil content of 62.2%.Keywords: branching, canopy, dry seed, Ricinus communis L.
Karakteristik Morfologi Gabah dan Beras Padi Lokal (Oryza sativa L.) Asal Lombok, Sumbawa, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Fitriani, Fitriani; Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Sudika, I Wayan
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i3.903

Abstract

This study aims to determine the morphological characteristics of local rice grains and rice from Lombok, Sumbawa, East Kalimantan, and North Kalimantan. This research was conducted in May-October 2024, in lowland rice fields and laboratories. The method used was experimental method with RAK 15 treatments 3 replications. The results showed that there were 6 functional local rice varieties, including 4 local black rice varieties namely G1 (Baas Selem), G3 (Ketan Hitam Tampak Siring), G8 (Padi Hitam Kalimantan Utara), and G15 (Padi Hitam Kaltim) and 2 local red rice varieties namely G4 (Beak Ganggas) and G7 (Padi Merah Kalimantan Utara). Local rice varieties that have hair on the tip of the grain are G4 (Beak Ganggas), G6 (Padi Alas), G11 (Ambuyu Merah), dan G15 (Padi Hitam Kaltim). Local variety G4 (Beak Ganggas) showed the highest 100-grain weight of 3,98 gr, so it can be used as an elder in breeding programs to increase yield.
INOVASI MEDIA TANAM SEBAGAI STRATEGI PENERAPAN CLIMATE SMART AGRICULTURE (CSA) DI DESA UNTUK KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN Nufus, Argianata Eristin; Sudika, I Wayan; Tekayadi, Fernandao Kwangtama; Tanata, Asri; Zahratu, Rayna; Dewi, Alia Rizma; Hudaibilah, Muhammad; Al-Maeda, Bagas; Putri, Adela Herlina; Andrian, Bela; Budi, Budi
Jurnal Wicara Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/8b501510

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata-Pengabdian Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram dilaksanakan di Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, dengan fokus pada penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) sebagai strategi peningkatan ketahanan pangan berkelanjutan. Kegiatan ini menekankan inovasi melalui pembuatan media tanam ramah lingkungan dan distribusi bibit cabai kepada masyarakat. Tujuan utama program adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga desa mengenai praktik pertanian adaptif terhadap perubahan iklim, sekaligus mendorong kemandirian dalam pengelolaan sumber daya pertanian lokal. Metode pelaksanaan terdiri dari dua tahap utama: (1) sosialisasi mengenai konsep CSA melalui penyuluhan dan diskusi interaktif bersama narasumber ahli, kelompok tani, serta aparat desa; (2) implementasi pembuatan media tanam berbasis bahan alami seperti kotoran ternak, sekam padi, serta larutan EM4, yang difermentasi untuk menghasilkan mikroorganisme bermanfaat. Media tanam tersebut kemudian digunakan dalam penanaman bibit cabai yang dibagikan kepada warga sebagai langkah awal pemanfaatan lahan pekarangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pertanian cerdas iklim dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya pada aspek keberlanjutan pangan desa. Selain itu, praktik pembuatan media tanam terbukti mendorong partisipasi aktif masyarakat, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta memperkuat kapasitas lokal dalam menjaga produktivitas pertanian. Dengan demikian, kegiatan KKN-PMD Universitas Mataram tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan desa, tetapi juga menjadi model implementasi CSA yang dapat direplikasi di wilayah pedesaan lain.
Co-Authors A'yun, Amilia Qurota A. A. Ketut Sudharmawan A. Farid .Hemon A.A. Ketut Sudharmawan AA Sudharmawan, AA Al Fikri Aulia Rosmana Al-Maeda, Bagas Ambarwati, Zaskia Putri Anak Agung Ketut Sudhramawan Andrian, Bela Anjar Pranggawan Azhari Apriana Hidayanti, Anna Arif Rahman Hakim Aris Budianto, Ketut Ngawit dan Nyoman Aulia Adeputri, Amanah Auliya Safitri Awaluddin Hipi2 Ayu, Candra Bagus Adi Rahman Baiq Khalda Aulia Bambang Budi Santoso Budi Budi Dewi Mandalika, Eka Nurminda Dewi, Alia Rizma Diah Miftahul Aini Dwi Ratna Anugrahwati Dwi Ratna Anugrahwati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Sulistyowati Eli Anggraini Fathi, Hidayatul Firman Abadi Saputra Fitriani Fitriani Haeruman Haeruman Hikmah, Lale Melati Komala Hudaibilah, Muhammad I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muiarta Aryana I Gusti Putu Muliarta Aryana I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna Ika Kusuma Narda Intan Komalasari Irmayani Istimrah Ratur Rahmah Kamalia Safitri, Devi Ketut Ngawit Kisman Lalu Wirajaswadi Lestari Ujianto Lestari Ujianto Lestari Ujianto Lolita Endang Susilowati M. Lutfi M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik Maisopa, Ira Malik Yakop, Uyek Masintan Muh. Ade Izam Wahyudi Muktasam Mulyati Muslim Ashari Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nisa Yusnita Pahriani Novita Hidayatun Nufus Nufus, Argianata Eristin Pande Komang Suparyana Pratiwi, Neni Yunia Putri, Adela Herlina Rachman, Gina Juniarti Ridhon Khudairi Sanggabuana, Lalu Juan Wisnawadi Sindy Setiawan, Rifani Nur Siti Raihanun Suci Putri Fetindah Sudhanta, I Made Sudhramawan, Anak Agung Ketut Suliartini, Ni Wayan Sri Sumarjan Suwardji Tanata, Asri Taslim Sjah Tekayadi, Fernandao Kwangtama Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Wayan Wangiyana Wideratih, Anggun Angling Yakop, Uyek Malik Zahratu, Rayna Zeamita Widiyanti, Ni Made Nike Zubaidi, Akhmad