Claim Missing Document
Check
Articles

Perhitungan Pelepasan Kalor Pada Pipa Bagian Cooler Berdasarkan Perubahan Temperatur Evaporator Di Untai FASSIP-01 MOD.01 Alhuda, M Raffi; Juarsa, Mulya; Irawan, Rudi; -, Giarno; -, Joko; K, G.B Heru; Haryanto, Dedy
ALMIKANIKA Vol 4 No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i1.7130

Abstract

ABSTRAK FASSIP-01 adalah sebuah piranti analisa pengembangan metode sirkulasi alam yang bertujuan dasar untuk mengedepankan aspek keamanan teknologi struktur PLTN. Ada beberapa komponen pada Untai FASSIP-01 Mod.1 yaitu komponen pemanas yang dinamakan Blankat Ceramick Heater (BCH-02), komponen pendingin dengan Refrigrant Cooling System (RCS), flowmeter untuk sensor aliran dan tabung Ekspansi. Sistem pasif menerapkan hukum alam untuk mengamati kondisi yang tidak stabil pada reaktor. Perlu dilakukannya eksperimen untuk mengetahui karakterisasi distribusi temperatur pada pendingin RCS di Untai FASSIP-01 Mod.1 dengan memvariasikan tekanan dan tegangan 100 volt. pengujian dilakukan selama 1 jam 30 menit dimana pada setiap 15 menit tekanan pada RCS dinaikan dari 1,5 bar sampai 3,0 bar pada valpe di RCS. Hasil eksperimen pada RCS, semakin besar tekanan yang diberikan maka temperaturnya semakin tinggi. Temperatur yang berada didalam section pipe lebih tinggi dibandingkan dengan temperatur dipermukaan section pipe, hal ini disebabkan karena terjadi heat loss pada celah-celah ruang didalam RCS sesudah mencapai pipa section. Kata kunci :  FASSIP-01; PLTN; RCS. ABSTRACT FASSIP-01 is a tool for analyzing the development of natural circulation methods with the basic aim of promoting the technological security aspects of nuclear power plant structures. There are several components on the FASSIP-01 Mod.1 Strand, namely heating components called Blankat Ceramick Heater (BCH-02), cooling components with Refrigrant Cooling System (RCS), flowmeter for flow sensors and Expansion tubes. Passive systems apply natural law to observe unstable conditions in the reactor. Experiments are needed to determine the characterization of temperature distribution in RCS coolers in the FASSIP-01 Mod.1 by varying the pressure and voltage of 100 volts. the test was carried out for 1 hour 30 minutes where every 15 minutes the pressure on the RCS was increased from 1.5 bar to 3.0 bar in the valpe in the RCS. The experimental results on the RCS, the greater the pressure given, the higher the temperature. The temperature inside the section pipe is higher than the surface temperature of the section pipe, this is due to heat loss in the space gaps within the RCS after reaching the section pipe. Keywords : FASSIP-01; PLTN; RCS.
Karakterisasi Temperatur Komponen Pendingin Untai FASSIP-01 Mod.1 Oktaviandi, Ryan; Irawan, Rudi; Juarsa, Mulya; Giarno, .
ALMIKANIKA Vol 4 No 3 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i3.7836

Abstract

Nuklir dapat berperan sebagai sumber energi alternatif yang dapat menunjang pasokan energi listrik nasional, maka oleh karna itu pemerintah peerlu mempertimbangkan agar dapat segera dibangunkan Pembangkit Listerik Tenaga Nuklir (PLTN). Akan tetapi adapun peristiwa kecelakaan yang terbaru di Fukushima Daiichi Jepang, yang disebabkan dari bencana alam berupa gempa bumi dan tsunami mengakibatkan sistem pendinginan reaktor yang tidak aktif, dikarnakan kegagalan pompa dan terbenamnya genset atau pendingin darurat tersebut Tidak berfungsi. Sistem untai FASSIP (FAsilitas Simulasi SIstem Pasif) adalah salah satu konsep keselamatan dalam reactor nuklir yang memanfaatkan proses sirkulasi alam dalam membuang panas yang dihasilkan oleh teras reactor untuk mendinginkan teras dan melindungi bejana reactor. Berdasarkan hasil yang didapat maka bisa diambil kesimpulan bahwa tekanan pada RCS dapat mempengaruhi temperature yang dihasilkan, performa terbaik RCS dalam penyerapan panas pada tekan 1,5 Bar dengan capaian penyerapan ∆T cooler yang mencapai -3,38 oC. sedangkan pada tekanan 3 Bar dengan penyerapan panas ∆T cooler yang mencapai -3,06 oC sedangkan temperature tertinggi mencapai -2,94 oC dengan tekanan pada RCS 1,8 Bar.Kata kunci :  Keselamatan PLTN; Untai FASSIP-01.Mod.1; Penyerapan panas; Tekanan.
Implementation of adaptive PID control for maintaining temperature stability during steady-state conditions in stirred heating tank Valentina, Pricylia; Tjahjono, Hendro; Pamitran, Agus Sunjarianto; Roswandi, Iwan; Setiawan, Putut Hery; Budiman, Arif Adtyas; Haryanto, Dedy; Sanda, Sanda; Prayogo, Kukuh; Juarsa, Mulya
International Journal of Power Electronics and Drive Systems (IJPEDS) Vol 16, No 4: December 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijpeds.v16.i4.pp2389-2399

Abstract

Temperature stability is a crucial factor in industries such as chemicals, pharmaceuticals, and food processing, where fluctuations can damage product quality and increase energy consumption. This study aims to optimize heater power control using an adaptive proportional integral derivative (PID) control system to maintain temperature stability under steady-state conditions. The method involves applying adaptive PID control to a stirred heating tank using LabVIEW software with a national instruments controller module and a single-phase SCR to regulate heater power and adjust control parameters in real time. The results indicate that the system operates more effectively under stable conditions, with faster response times and a lower overshoot of less than 0.12%. However, under disturbed conditions, such as water drainage and replacement, the system requires more time to adjust the temperature and experiences increased energy consumption and heat loss. Despite this, the system still achieves an energy efficiency improvement, with efficiency values ranging from 77.66% to 80.03%. The implementation of adaptive PID control demonstrates significant potential in enhancing system accuracy and response to temperature changes, contributing to the development of more efficient industrial control technologies.
Analisis Kemampuan Pendinginan Water Cooling Tank (WCT) Berdasarkan Perubahan Daya Heater pada Untai FASSIP-6S Faturahman, Rangga Aditya; Waluyo, Roy; Yuliaji, Dwi; Setiawan, Putut Hery; Maryadi, Shendy Akbar; Fauzan, Muhammad Ahsan; Juarsa, Mulya
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 10, No 2: Desember 2025
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v10.i2.2025.159-168

Abstract

Research on natural circulation phenomena is an important aspect in the development of passive safety systems in Nuclear Power Plants (NPP). To support this study, the National Research and Innovation Agency (BRIN) has designed and built a FASSIP-6S (Passive System Simulation Facility-6S) test facility, which serves to observe phenomena in passive cooling systems. The system is designed to operate without external power to extinguish reactors, dissipate decay heat, and resist the release of radioactive substances into the environment. This study is focused on testing the cooling ability of the Water-Cooling Tank (WCT) against variations in heating power. Experiments were carried out by varying the temperature of heating and cooling water, as well as measuring parameters such as power (W), inlet and outlet temperature (THin, THout, TCin, TCout), natural circulation flow (Q), and mass flow rate (m). The experiment was carried out on a medium-scale rectangular strand with dimensions of 2.5 meters high and 0.85 meters wide, with temperature measurements using a K-type thermocouple. The results show that the greater the heating power, the higher the cooling ability of the WCT. The average heat displacement at 1100W power is 793.03W, at 1300W it is 1026.51W, and at 1600W it is 1300.16W. The number of Reynolds obtained also increases as power increases, indicating an increase in natural circulatory flow
Karakteristik Laju Aliran, Tekanan, Dan Temperatur PASCONEL Dalam Kondisi Statis Muliawandana, Suhandi; Persada Putra, Wiguna; Widodo, Surip; G.B. Heru K; Enggar Pamungkas, Adhika; Juarsa, Mulya
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Passive System Condensation Experimental Loop (PASCONEL) merupakan fasilitas yang digunakan untuk meneliti fenomena laju aliran sirkulasi alami yang pengaplikasiannya dapat diterapkan pada sistem pendingin pasif reaktor nuklir. Fasilitas eksperimen ini memanfatkan sirkulasi alami yang terjadi akibat adanya perbedaan densitas yang disebabkan oleh perbedaan temperatur. Untuk mengetahui kemampuan dan batasan eksperimen maka perlu dilakukan komisioning pada komponen utama fasilitas PASCONEL. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa karakteristik alat ukur dan sistem akuisisi data yang terpasang pada main steam generator, coil steam condensation tank, heat pipe 1, dan heat pipe 2 bekerja dengan normal. Pada penelitian ini digunakan metode eksperimental uji dalam kondisi statis yang dilakukan untuk memverifikasi respon sistem pengukuran selama 24 jam tanpa beban listrik di pemanas dan pendingin, yang mana sistem PASCONEL sudah terisi air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tekanan dan arus pada fasilitas PASCONEL berdasarkan hasil data pengukuran pressure transmitter dan flow metter pada masing-masing komponen selama 24 jam yaitu terbaca PT (pressure transmitter) MSG 0,003 bar, PT HP1 0,013 bar, PT HP2 0,005 bar, Flow Inlet MSG 0,005 LPM, Flow Out -0,9 LPM. Temperatur pada sistem PASCONEL dalam kondisi stabil pada sore hari pukul 17:27 WIB dengan rata-rata temperatur 29,30°C sampai pagi hari pukul 06:38 WIB dengan rata-rata temperatur 25,97°C dengan selisih perbedaan 3,3°C. Kondisi ini menandakan bahwa untuk melakukan eksperimen pada PASCONEL baik pengujian PaHPSCS dan PaHCCS akan lebih efektif dilakukan pada malam hari karena perubahan suhunya hanya sekitar 2°C- 3°C. Kata kunci : laju aliran; pasconel;sirkulasi alami; tekanan; temperatur.
Uji Komisioning Fasilitas Sistem Simulasi Pasif 04 Versi 2 (FASSIP 04 Ver.2) Untuk Studi Kemampuan Pendinginan Pasif Pada Sistem Keselamatan Reaktor Nuklir Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy; Pramono, Gatot Eka; Setiawan, Putut Hery; Juarsa, Mulya
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v9i01.138

Abstract

Riset sistem pendinging pasif/Passive Cooling System (PCS) berbasis aliran sirkulasi alam menjadi topik penting dalam manajemen termal untuk keselamatan reaktor nuklir pasca gagalnya sistem pendingin aktif di kejadian kecelakaan PLTN Fukushima Dai-ichi, Jepang. Hal tersebut menjadikan riset eksperimental penting dilakukan untuk menentukan kondisi awal dan kondisi batas agar aliran sirkulasi fluida pada untai sirkulasi alam mencapai kondisi optimal. Sehinga dibangun fasilitas eksperimen untai rektangular FASSIP-04 versi 2 untuk mempelajari fenomena aliran sirkulasi alam dengan rejim aliran satu fase dan dua fase yang bekerja pada tekanan rendah. Tujuan penelitian dilakukan dalam rangka komisioning fasilitas untuk mengetahui batasan parameter daya dan temperatur selama pengoperasian. Metode komisioning dilakukan dalam dua tahap, yaitu komisoning statis dengan merekam data perubahan temperatur lingkungan dari semua sensor selama 3 hari tanpa dihidupkannya pemanas dan pendingin. Metode kedua adalah komisoning dinamis dengan memvariasikan temperatur air demineral di dalam tangki pemanas mulai dari 50° C (satu fase) hingga mencapai temperatur saturasi (dua fase). Sementara, daya pemanas divariasikan mulai dari 2,8 kW, 4,2 kW, dan 5,6 kW yang dibangkitkan dari immersion heater. Hasil komisioning statis menunjukkan bahwa temperatur rata-rata tertinggi selama tiga hari terjadi pada siang hari dalam rentang 31oC – 40oC, dan terendah (stabil) di malam hari antara jam 20.00 – 07.00 dengan rentang sekitar 22oC – 24oC. Kemudian, hasil komisoning dinamis pada daya maksimal 5,6 kW, menunjukkan adanya pembentukan gelembung dari pemanas dan capaian temperatur tertinggi untuk aliran dua fase sebesar 105oC (di atas temperature saturasi). Hasil komisoning telah menjadi batasan parameter temperatur dan daya untuk menentukan matriks eksperimen selanjutnya. Kata kunci : FASSIP-04; komisioning; satu fase-dua fase; sirkulasi alam; variasi daya; variasi temperatur.
Investigasi Kinerja Ceramic Band Heater Pada Heating Tank Section Untai FASSIP-03 NT Haryanto, Dedy; Giarno; Rosidi, Ainur; Prayogo, Kukuh; Juarsa, Mulya
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melelehnya teras reaktor dalam kecelakaan PLTN Fukushima di Jepang disebabkan tidak berfungsinya sistem pendingin aktif sebagai konsekuensi dari tidak bekerjanya diesel generator akibat terendam oleh air laut dari tsunami akibat gempa berskala besar. Sehingga, pengembangan sistem pendingin pasif menjadi solusi penting dalam mencegah terjadinya pelelehan teras reaktor di masa depan. Penelitian eksperimen sistem pendingin pasif telah dilakukan dengan membangun Untai FASSIP-03 NT sebagai fasilitas eksperimen berskala medium dengan 2 komponen utama yaitu bagian tangki pendingin (CTS) dan bagian tangki pemanas (HST). HTS berfungsi sebagai pembangkit kalor dengan tipe pemanas menggunakan ceramic band heater berdaya 12 kW. Sehingga tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui kinerja ceramic band heater dengan mengkarakterisasi disitribusi temperatur permukaan dan rugi kalor yang terjadi selama pemanas. Metode penelitian dilakukan dengan memvisualisasi permukaan ceramic band heater menggunakan Infrared Thermal Imaging Camera yang mampu mengetahui efisiensi dari kinerja pemanas listrik. Parameter eksperimen dilakukan dengan menaikkan tegangan heater dari 150 volt, 160 volt, 170 volt, 180 volt, 190 volt, hingga 200 volt dengan periode waktu pemanasan hingga 300 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tegangan listrik menyebabkan temperatur rata-rata permukaan ceramic band heater semakin meningkat. Demikian juga terjadi peningkatan nilai rugi kalor. Kinerja isolasi bagian luar ceramic band heater dapat dikatakan berfungsi sangat baik dengan efisiensi rata-rata sebesar 97,767 % untuk kalor yang mengarah ke dalam WHT yang berarti nilai rugi kalor ke lingkungan lebih kecil. Kata kunci : ceramic band heater; FASSIP-03 NT; pendinginan pasif; rugi kalor; thermal imaging; visualisasi.
Analisis Efek Perubahan Termal Terhadap Aliran Air Paksa Dan Bilangan Reynold Pada Fasilitas Untai Uji FASSIP-02 Ver.1 Michael Johanes, Jeff; Putera Moniaga, Pryawrata; Putra Ariesta, Esa; Rio Budi Syaka, Darwin; Sukarno, Ragil; Juarsa, Mulya
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian station blackout (SBO) pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi membuat penelitian sistem keselamatan pasif pada sistem keselamatan nuklir menjadi lebih dikembangkan dan diterapkan. Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir (PRTRN) Organisasi Riset Teknologi Nuklir (ORTN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak beberapa tahun yang lalu telah memulai penelitian pengembangan sistem keselamatan reaktor nuklir. Sejak 2017, PRTRN ORTN BRIN membuat fasilitas eksperimen berskala besar yang dinamakan FASSIP-02. FASSIP-02 terdiri dari tiga komponen utama yaitu tangki pemanas (water heating tank, WHT), tangki pendingin (water cooling tank, WCT), dan juga pemipaan. Sering terjadinya buble trap pada loop pemipaan FASSIP-02 sehingga pada FASSIP-02 ditambahkan pompa untuk pembuangan buble (buble trap). Seiring berjalannya waktu penambahan pompa ini menjadi salah satu dasar penelitian konveksi paksa pada FASSIP-02.  Penggunaan pompa pada penelitian ini menjadi aspek penting untuk mendapatkan data yang diinginkan. Penelitian berfokus pada karakterisasi laju dan rezim aliran berdasarkan variasi temperatur WHT di FASSIP-02. Penelitian ini dilakukan saat pompa yang terpasang pada FASSIP-02 diaktifkan (konveksi paksa). Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa rezim aliran yang terjadi pada setiap matriks berupa fully turbulent dengan laju aliran terendah adalah 0.000608 m3/s dan laju aliran tertinggi adalah 0.000763 m3/s. Kata kunci : Bilangan Reynolds; konveksi paksa; rezim aliran.
Perhitungan Estimasi Laju Aliran Sirkulasi Alami Pada Untai Bertekanan FASSIP-05 Adrian, Hilman; Roswandi, Iwan; Arif Gunawan, Hyundianto; Sanda; Sukarno, Ragil; Rio Budi Syaka, Darwin; Juarsa, Mulya
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena sirkulasi alami menjadi salah satu manajemen termal yang penting untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan operasi reaktor nuklir. Kecelakaan PLTN Fukushima Daiichi, Jepang menjadi salah satu peristiwa yang melatarbelakangi riset seputar sirkulasi alami. BRIN melalui ORTN membangun salah satu fasilitas ekperimen yakni untai rektangular bertekanan FASSIP-05 untuk mempelajari fenomena aliran sirkulasi alami yang bekerja pada tekanan tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai studi pendahuluan untuk mengetahui estimasi laju aliran sirkulasi alami yang akan terjadi pada tekanan 5 bar, 10 bar, 15 bar, dan 20 bar. Variasi temperatur yang ditentukan yaitu masing-masing 3 nilai temperatur dibawah titik saturasi pada setiap tekanan yaitu 100°C, 110°C, 120°C, 130°C, 140°C, 150°C, 160°C, 170°C, 180°C, 190°C, 200°C, dan 210°C serta temperatur air keluar dari pendingin yaitu 30°C. Adanya tekanan sangat mempengaruhi properti air seperti densitas dan viskositas. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur air keluar dari heater, maka semakin cepat pula laju aliran yang terjadi dalam pipa. Laju aliran paling cepat bernilai 2,02324 m/s, dengan nilai Reynold sebesar 83638.90 ketika temperatur di bagian heater mencapai 210°C. Laju aliran paling lambat yaitu 0,87453 m/s, dengan nilai Reynold 32703.97 ketika temperatur di bagian heater mencapai 100°C. Kata kunci : estimasi; FASSIP-05; Reynolds; sirkulasi alami: tekanan.
Co-Authors -, Joko A R Antariksawan A. Hafid A.A, Andrea Shevaladze A.R, Esa Putra Abd. Rasyid Syamsuri Adhika E. P. Adhika E. P. Adhika Enggar Pamungkas Adrian, Hilman Ahmad Rofiq Sofyan Ainur R. ainur rosidi Ainur Rosidi Ainur Rosidi Ainur Rosidi Ainur Rosidi Ainur Rosidi Ainur Rosidi Ainur Rosidi, Ainur Alhuda, M Raffi Almadesya Rinaldi Almira Citra Amelia Amelia, Almira Citra Amirruddin Amirruddin Andi Sofrany Ekariansyah Andrea Shevaladze Al Amin Anggraini, Yeni Anhar R. Antariksawan, Anhar R. Anhar Riza Antariksawan Anhar Riza Antariksawan Anhar Riza Antariksawan Anhar Riza Antariksawan Arif Gunawan, Hyundianto Arno, Giarno Arya Adhyaksa Waskita Baiquny, Ariq Hafizh Bambang Heru Bambang Riyono Budiman, Arif Adtyas Budiyanto, Nur Rochman Cukup Mulyana Cukup Mulyana D. H. Salimy Dedy Haryanto Dedy Haryanto Dedy Haryanto Dedy Haryanto Dedy Haryanto Dedy Haryanto Dedy Haryanto Dedy Haryanto Dedy Haryanto Dedy Haryanto Haryanto Deendarlianto Defri Sulaeman Dian Ariswara Dimas, Dimas Dinan Andiwijayakusuma Dr.Anhar Riza Antariksawan Dwi Yuliaji Edi Marzuki Edi Marzuki Edi Marzuki Edy Marzuki Edy S Edy S. Edy Sumarno, Edy Enggar Pamungkas, Adhika Erlanda Kurnia Faturahman, Rangga Aditya Fauzan, Muhammad Ahsan Fauzi Ahmad Muda G B Heru Kusmoyo G. B. Heru K. G. B. Heru K. G. Bambang Heru K G. Bambang Heru K. G.B. Heru K G.B. Heru K G.B. Heru K Giarno . Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Giarno Gregorius Bambang Heru Gregorius Bambang Heru Gregorius Bambang Heru Gregorius Bambang Heru Kusnugroho Gunawan, Hyundianto Arif Hendro Tjahjono Hendro Tjahjono Hendro Tjahjono Hendro Tjahjono I Ketut Adi Sugita I Nyoman Suprapta Winaya I. D. Irianto Ign. Djoko Irianto Ignatius Djoko Irianto, Ignatius Djoko IGNB. Catrawedarma Indarto - Indarto - Indarto Indarto Indarto Indarto Intan Parwati Ismu H Ismu H. Ismu Handoyo Januar Akbar Joko P W Joko P.W. Joko Prasetio Joko Prasetio Joko Prasetio Witoko Joko Prasetyo Joko Prasetyo Joko Prasetyo Witoko K, G.B Heru K, G.B. Heru Keis Jury Pribadi Keis pribadi Kharisma, Sunandi Kiswanta Kiswanta - Kiswanta . Kiswanta Kiswanta, Kiswanta Kusigit Susanto KUSNUGROHO, GREGORIUS BAMBANG HERU Kussigit Santosa Santosa Lovini Gabriella N Lutfi Fitria Ningsih M Hadi Kusuma M. Hadi Kusuma Mahran Noufal Maryadi , Shendy Akbar Maryadi, Shendy Akbar Maulana, Jodi Meikayani, Jentik Michael Johanes, Jeff Mokhamad Nur Khasan Moniaga, Prya Muhamad Yulianto Muhammad Hadi Kusuma Mukhsinun Hadi Kusuma Muliawandana, Suhandi Nandy Putra Nandy Putra Nandy Setiadi Djaya Putra Nasution, Annio Indah Lestari Nathaniel Ezer Putra Darmawan Nitiamijaya, Devita Oktaviandi, Ryan P, Adhika Enggar Pamitran, Agus Sunjarianto PAMUNGKAS, ADHIKA ENGGAR Persada Putra, Wiguna Pitanova, Thasyah Pramono, Gatot Eka Prasetio, Dimas Prayogo, Kukuh Puradwi I W Puradwi Ismu Wahyono Putera Moniaga, Pryawrata Putra Ariesta, Esa Putra, Esa Putra, Muhammad Ganjar Putu Brahmanda Sudarsana Putu Brahmanda Sudarsana Putut Hery Setiawan Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu Kusumastuti Rahayu Kusumastuti Rahayu Kusumastuti Kusumastuti Raldi Artono Koestor Renaldy Sharin Lesmana Restiya Maulana Ridho Irwansyah Rio Budi Syaka, Darwin Rio Natanael Wijaya Ririn Fitriana Riska Khalisa Rosaldi Pratama Roswandi, Iwan Roy Waluyo Rudi Irawan Sanda Sanda Sanda Sinta Tri Habsari Siti mariam Sri Ismarwanti, Sri Sriyono Sriyono Sriyono Sriyono Suhendra Suhendra Sukarno, Ragil Sukmanto Dibyo Sumantri Hatmoko Sumantri Hatmoko Hatmoko Surip Widodo Surip Widodo Surip Widodo Surip Widodo Surip Widodo Widodo Susyadi Susyadi Tachli Supriyadi Topan Setiadipura Totok Dermawan Try Hutomo Putra Try Hutomo Putra Valentina, Pricylia Veronica Indriati Sri Wardhani, Veronica Indriati Sri Wahyuni, Asri Wayan Nata Septiadi WITOKO, JOKO PRASETIO Yadi Yunus Yogi Sirod Gaoz Yogi Sirodz Gaos Yogi Sirodz Gaos, Yogi Sirodz Zuliantoni, Zuliantoni