Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PREVALENSI STRESS GURU : PELATIHAN IDENTIFIKASI STRESS GURU DAN PENGENALAN PRAKTIK MINDFULLNES DI SATSANU PATHAM BANGKOK Naini, Rohmatus; Triyoga, Arilia; Handaka, Irvan Budhi; Kamila, Mutiara Nuur; Syahputra, Derly
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.3305-3312

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat stres guru di SATSANU Patham, Bangkok, serta memberikan solusi melalui pelatihan identifikasi stres dan pengenalan praktik mindfulness. Stres guru menjadi isu penting karena berdampak pada kesejahteraan pribadi dan kualitas pengajaran. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada 15–16 Februari 2025 dan dilanjutkan secara daring pada 28–29 Juni 2025. Pelatihan dirancang dengan pendekatan kualitatif dan desain partisipatif. Tahapan kegiatan diawali dengan survei tingkat stres menggunakan instrumen standar. Selanjutnya, guru dibekali materi mengenai gejala dan dampak stres, serta diajarkan teknik mindfulness seperti meditasi pernapasan dan kesadaran saat mengajar. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pemahaman dan tingkat stres peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran guru akan pentingnya kesehatan mental dan memberikan keterampilan praktis untuk mengelola stres secara mandiri. Hasil akhir yang diharapkan adalah berkurangnya tingkat stres guru dan terciptanya suasana belajar yang lebih sehat, harmonis, dan mendukung prose.
PREVALENSI STRESS GURU : PELATIHAN IDENTIFIKASI STRESS GURU DAN PENGENALAN PRAKTIK MINDFULLNES DI SATSANU PATHAM BANGKOK Naini, Rohmatus; Triyoga, Arilia; Budhi Handaka, Irvan; Nuur Kamila, Mutiara; Syahputra, Derly
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.%p

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat stres guru di SATSANU Patham, Bangkok, serta memberikan solusi melalui pelatihan identifikasi stres dan pengenalan praktik mindfulness. Stres guru menjadi isu penting karena berdampak pada kesejahteraan pribadi dan kualitas pengajaran. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada 15–16 Februari 2025 dan dilanjutkan secara daring pada 28–29 Juni 2025. Pelatihan dirancang dengan pendekatan kualitatif dan desain partisipatif. Tahapan kegiatan diawali dengan survei tingkat stres menggunakan instrumen standar. Selanjutnya, guru dibekali materi mengenai gejala dan dampak stres, serta diajarkan teknik mindfulness seperti meditasi pernapasan dan kesadaran saat mengajar. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pemahaman dan tingkat stres peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran guru akan pentingnya kesehatan mental dan memberikan keterampilan praktis untuk mengelola stres secara mandiri. Hasil akhir yang diharapkan adalah berkurangnya tingkat stres guru dan terciptanya suasana belajar yang lebih sehat, harmonis, dan mendukung prose.
Instrument Flourishing Adolescence Scale: Validating a Comprehensive Well-being Measure Using the Rasch Model Diki Herdiansyah; Rohmatus Naini
International Journal of Applied Guidance and Counseling Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/ijagc.v6i2.4910

Abstract

This study aimed to develop and validate the instrument flourishing adolescence scale (I-FAS) as a comprehensive tool to measure adolescent flourishing, particularly for use in guidance and counseling contexts. The instrument was developed based on five key dimensions: psychological, social, subjective, emotional, and spiritual well-being. The development process included theoretical framework analysis, item construction, expert validation , and a pilot test to assess clarity and readability. Revisions were made before large-scale testing. A quantitative approach was used to evaluate the psychometric properties of the instrument through the Rasch Model. Data were collected via an online survey from 400 junior and senior high school students in Yogyakarta. The results showed that the I-FAS met the unidimensionality criteria, with a raw variance explained of 31.4%, exceeding the 20% threshold. The instrument also demonstrated strong internal consistency (Cronbach's Alpha = 0.92), high person reliability (0.90), and item reliability (0.99). The item difficulty range was acceptable, with the most difficult item having a measure of +1.89 and the easiest –1.76. Five items were identified as misfitting and considered for revision. These findings support that the I-FAS is a valid, reliable, and culturally relevant instrument for measuring adolescent flourishing. The inclusion of spiritual well-being provides added value in cultural contexts where spirituality plays a key role. The I-FAS can assist counselors and educators in identifying student needs and designing targeted interventions to support their well-being and development
POTRET KESEHATAN MENTAL LANSIA: PELATIHAN PENINGKATAN KESEHATAN HOLISTIC LANSIA DI KOTA YOGYAKARTA Trisnowati, Heni; Naini, Rohmatus; Gustina, Erni; Ummu Aziizah, ‘Aabidah; Maudy Rohman, Elsa; Kartika Wulan, Utami; Andriyani Pratamawati, Diana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2748-2755

Abstract

Kesehatan mental lansia merupakan aspek penting dalam menunjang kualitas hidup yang optimal. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memotret kesehatan mental lansia melalui pelaksanaan program PESILAT pada kelompok lansia di Kampung Jageran, Mangkuyudan, Kelurahan Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada tanggal 17-18 Februari 2024. Dengan tema "Membentuk Lansia Sehat, Bahagia, dan Siap Husnul Khotimah," kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta (PDM Kota Yogyakarta) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mantrijeron. Sebanyak 31 lansia berpartisipasi dalam program ini yang dilaksanakan melalui metode penyuluhan yang melibatkan penyampaian materi dan diskusi. Hasil screening menunjukkan bahwa hampir semua lansia mengalami gejala-gejala kesehatan mental, seperti kecemasan, ketegangan, dan kekhawatiran. Lansia mencemaskan kondisi fisik yang kurang optimal, gangguan kesehatan, masalah sosial, kesendirian, kehilangan anggota keluarga, dan masalah finansial. Kecemasan meningkat saat mengingat usia senja yang menuju husnul khotimah. Selain itu, gangguan kesehatan mental lansia juga tercermin dari waktu istirahat yang tidak optimal, yang berdampak pada mudahnya merasa lelah dan kesulitan mengambil keputusan. Meskipun demikian, para lansia tetap merasakan manfaat dari aktivitas sosial, rutinitas di rumah, dan aktivitas keagamaan seperti ibadah berjamaah, berorganisasi, dan kajian, yang memberikan mereka rasa kebahagiaan dan kepuasan. Porgram ini menyimpulkan bahwa pelatihan peningkatan kesehatan holistik dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental lansia, namun perhatian lebih lanjut diperlukan untuk menangani berbagai gejala kesehatan mental yang masih dialami oleh para lansia.
OPTIMALISASI KARAKTER RENDAH HATI INTELEKTUAL (INTELLECTUAL HUMILITY) DALAM PREVENSI BULLYING DI SEKOLAH Naini, Rohmatus; Ari Widyastuti, Dian; Budi Prasetya, Arif; Herdiansyah, Diki; Kunanti, Anty; Hanifah Puteri, Nurul; Hanifah, Khusnul; Rahmahani, Zulfatin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1493-1500

Abstract

Bullying merupakan permasalahan kompleks yang menimpa banyak individu dan memerlukan upaya komprehensif untuk mencegah dan mengatasinya secara efektif. Penting untuk mengatasi masalah ini dari sudut pandang pelaku dan korban. Tindakan preventif dan kuratif diperlukan untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Maka dari itu program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan karakter rendah hati sebagai program anti-bullying di sekolah merupakan langkah yang tepat. Adapun metode pelatihan yang digunakan yaitu menggunakan metode klasikal atau interaksi langsung/tatap muka melalui sesi ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan pelatihan dalam agenda pengabdian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari program ini menunjukan bahwa pelatihan peningkatan karakter rendah hati terbukti efektif sebagai program anti-bullying di sekolah, walaupun hasilnya tidak terlalu signifikan. Sehingga upaya tindak lanjut sangat diperlukan untuk memperkuat hasil dari program pelatihan ini. Adapun upaya tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh sekolah yaitu seperi membentuk tim anti-bullying, menerapkan kebijakan anti-bullying, membentuk kelompok sosial seperti konselor sebaya, meningkatkan partisipasi orang tua, konseling individu dan kelompok.
Hubungan Intellectual Humility, Self-Compassion dan Psychological Well-Being pada Siswa Naini, Rohmatus; Muarifah, Alif; Mashar, Riana; Herdiansyah, Diki; Kunanti, Anty
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 9, No 1 (2024): Volume 9 Nomor 1, 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v9i1.5451

Abstract

Intellectual humility, sebagai kemampuan untuk mengakui keterbatasan pengetahuan dan kemampuan diri, telah diakui sebagai faktor penting dalam mengembangkan sikap positif terhadap pembelajaran dan pertumbuhan pribadi. Di sisi lain, self-compassion, yaitu kemampuan untuk memberikan dukungan emosional kepada diri sendiri dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan, juga telah terbukti memainkan peran yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis individu. Meskipun konsep-konsep ini telah menjadi fokus penelitian di bidang psikologi, masih terdapat sedikit pemahaman tentang bagaimana ketiga faktor ini saling berhubungan, khususnya dalam konteks siswa sekolah menengah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi dan menganalisis hubungan antara intellectual humility, self-compassion, dan psychological well-being pada siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis korelasional. Survey dilakukan terhadap 345 siswa SMA dengan rentang usia 14-18 tahun. Survey dilakukan secara online menggunakan tiga jenis skala, yaitu skala intellectual humility (22 item), skala self-compassion (26 item), dan skala psychological well-being (10 item). Validitas dan reliabilitas keseluruhan item diukur dan dinyatakan valid dan reliabel, dengan rentang reliabilitas antara 0.788 hingga 0.894. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kategori intellectual humility yang sedang, pada variabel self-compassion, sebagian besar siswa memiliki self-compassion yang sedang, namun terdapat jumlah yang signifikan dari siswa yang memiliki self-compassion rendah, dan yang menarik, seluruh siswa dalam penelitian ini memiliki psychological well-being yang sedang. Analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intellectual humility, self-compassion, dan psychological well-being dan menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas dapat mempengaruhi perubahan variabel terikat sebesar 33.8%, sementara sisanya 66.2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian. Implikasi penelitian ini dapat digunakan dalam pengembangan program-program pendidikan dan intervensi psikologis yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan intellectual humility, self-compassion, dan psychological well-being pada siswa SMA.
Development of an Augmented Reality–Based Digital Simulation Game to Enhance Students’ Empathic Character Naini, Rohmatus; Rosada, Ulfa Danni; Rohmadheny, Prima Suci; Herdiansyah, Diki; Aditiono, Wahid; Aulia, Shazwina Syifa
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 4 (2025): December
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i4.18552

Abstract

This study aims to analyze students’ levels of empathy and develop as well as evaluate the effectiveness of an Augmented Reality (AR)–integrated digital simulation game as a group guidance medium to enhance empathic character. The research employed a Research and Development (R&D) methodsing the ADDIE model, followed by an effectiveness test through a quasi-experimental design. A total of 208 students were initially screened, and 16 students with moderate empathy levels were selected and assigned equally to an experimental group and a control group. The empathy scale measured two key dimensions: cognitive empathy and emotional empathy. Data were analyzed using descriptive statistics and ANOVA to assess empathy scores, while expert and practitioner evaluations were examined using the Intraclass Correlation Coefficient (ICC) to determine the validity and consistency of the developed media. Descriptive findings showed an overall mean empathy score of 3.62 (SD = .55), with emotional empathy (M = 3.66) slightly higher than cognitive empathy (M = 3.58). The ANOVA test demonstrated a significant improvement in empathy after the intervention (F = 34.65; p = .000). These results indicate that the AR-based digital simulation game is effective in enhancing students’ empathy. The use of AR-integrated digital media in counseling services is recommended as an innovative approach to foster emotional understanding, social awareness, and empathic behavior among students.
Students' Mental Load Viewed from Self-Compassion Ayuningrum, Diah; Naini, Rohmatus; Muarifah, Alif; Nugraha, Ariadi
International Journal of Applied Guidance and Counseling Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/ijagc.v7i1.4989

Abstract

This study aims to examine the role of self-compassion in mental load among high school students. The study employed a quantitative correlational design and involved 262 students from three high schools in Yogyakarta. Data were collected using the Mental Load Scale and the Self-Compassion Scale. Based on the results of this study, both instruments showed adequate validity and reliability as indicated by AVE, Cronbach’s Alpha, and Composite Reliability values. Analysis was conducted using Partial Least Squares (PLS) based Structural Equation Modeling with SmartPLS 4.0. The validity results showed that all aspects had an Average Variance Extracted (AVE) > 0.50, while internal reliability for all aspects was good with Cronbach’s Alpha and Composite Reliability >0.70. The results showed that total self-compassion had a significant role in total mental load (β = 0.133, p < 0.05) and mental load aspects (β = 0.025, p < 0.05). However, total self-compassion also played an indirect role in mental effort aspects through total mental load as a mediator (T-statistic > 1.96, p < 0.05). The R-square values indicate strong predictive ability in most aspects, including the mental load aspect (0.942) and the mental effort aspect (0.936). These findings indicate that students with higher levels of self-compassion tend to cope more adaptively with academic and emotional pressures. Therefore, school-based guidance and counseling services can be utilized to help students manage mental load by strengthening self-compassion through individual or group counseling.