Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Need Assessment the Online Counseling Services at School: A Pre-Eliminary Study Naini, Rohmatus; Eddy Wibowo, Mungin; Purwanto, Edy; Mulawarman, Mulawarman; Syakuro Sugandi, Abdan
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol. 13 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/4zrbx950

Abstract

The development of technology in the field of counselling is an opportunity and challenge for counsellors in schools in providing counselling services. The purpose of this study was to analyse the results of students' need assessment in the process of evaluation and follow-up services. This survey involved 167 high school students by distributing questionnaires online. The survey results showed that almost 61.1% of students had experience of receiving guidance and counselling services from school counsellors. The types of services are online, offline and also blended, with the majority being offline sessions. Only 11.4% of students have online counselling experience, the rest do it offline. Some of the obstacles in the counselling process are fear of data being spread, embarrassment, time constraints and conditions, mistruts, inexperience, and not being able to open up, and networks. The evaluation done by students is that the implementation of guidance and counselling services needs to be improved, there is a need for other interaction applications and sometimes it is not optimal. Students like online counselling in the form of texts, websites, phone calls, and video calls. Often the school counsellor has a varied response speed, namely slow, medium and slow. Almost 79.1% felt comfortable during online group counselling with features such as video, articles, online text, graphics, phone, audio, video conference, virtual reality and supporting articles. Almost 63.5% were aware of virtual reality and had high interest. Implications for guidance and counselling and future research recommendations will be discussed in the core of the paper. Perkembangan teknologi di bidang konseling menjadi peluang sekaligus tantangan bagi konselor di sekolah dalam memberikan layanan konseling. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hasil penilaian kebutuhan mahasiswa pada proses evaluasi dan tindak lanjut layanan. Survei ini melibatkan 167 siswa SMA dengan menyebarkan kuesioner secara online. Hasil survei menunjukkan hampir 61,1% siswa mempunyai pengalaman menerima layanan bimbingan dan konseling dari konselor sekolah. Jenis layanannya ada yang online, offline, dan juga blended yang mayoritas merupakan sesi offline. Hanya 11,4% siswa yang memiliki pengalaman konseling online, sisanya melakukannya secara offline. Beberapa kendala dalam proses konseling adalah ketakutan akan data yang tersebar, rasa malu, keterbatasan waktu dan kondisi, ketidakpercayaan, kurangnya pengalaman, dan tidak bisa terbuka, serta jaringan. Evaluasi yang dilakukan siswa adalah pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling perlu ditingkatkan, perlu adanya aplikasi interaksi lain dan terkadang kurang maksimal. Siswa menyukai konseling online dalam bentuk teks, website, panggilan telepon, dan video call. Seringkali konselor sekolah mempunyai kecepatan respon yang bervariasi yaitu lambat, sedang dan lambat. Hampir 79,1% merasa nyaman selama konseling kelompok online dengan fitur-fitur seperti video, artikel, teks online, grafik, telepon, audio, konferensi video, virtual reality dan artikel pendukung. Hampir 63,5% mengetahui realitas virtual dan memiliki minat yang tinggi. Implikasinya terhadap bimbingan dan konseling serta rekomendasi penelitian di masa depan akan dibahas pada inti makalah.
Studi Deskriptif: Prevalensi Flourishing Mahasiswa Dan Implikasinya Pada Bimbingan Dan Konseling Herdiansyah, Diki; Puteri, Nurul Hanifah; Naini, Rohmatus
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 5 No. 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1824

Abstract

Psikologi positif memfokuskan kajian pada upaya mengembangkan, menciptakan, dan menemukan situasi yang positif ke arah lingkungan yang mampu menciptakan kekuatan untuk individu itu sendiri. Konsep populer yang baru-baru ini dibahas dalam psikologi positif yaitu berkaitan dengan flourishing, yang menggambarkan kemampuan individu untuk berkembang secara optimal, berfungsi seutuhnya, merasakan kenyamanan dan kepuasan dalam menjalani kehidupan. Selain itu Flourishing dideskripsikan sebagai individu yang mampu memanfaatkan seluruh potensi yang dimilikinya demi suatu tujuan dan sangat menikmati perannya dalam menjalani proses tersebut. Flourishing sangat penting dimiliki oleh calon konselor dalam proses pemberian bantuan pada klien. Penelitian ini dilakukan terhadap 109 siswa bimbingan dan konseling yang berusia antara 17 hingga 25 tahun untuk mengetahui tingkat flourishing mereka sebagai calon konselor/helper. Penelitian ini menggunakan flourishing scale untuk pengumpulan data dan studi deskriptif untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% siswa berada pada kategori berkembang tinggi, 23% berada pada kategori sedang, dan hanya 3% yang berada pada kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa individu dengan tingkat flourishing yang tinggi lebih mampu menangani emosinya dan mengelola berbagai peristiwa kehidupan, sedangkan individu dengan tingkat flourishing rendah cenderung memiliki pandangan negatif terhadap kehidupan dan kesulitan mengelola emosinya.
Mindfulness Training as Stress Prevention for Guidance and Counseling Teachers During a Pandemic Wibowo, Mungin Eddy; Febrianti, Thrisia; Aliyah, Urotul; Naini, Rohmatus
Indonesian Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Indonesian Community Empowerment Journal
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/icejournal.v2i2.22

Abstract

The purpose of this service activity is to improve the competence of guidance and counseling teachers through group counseling training with mindfulness training. The method used in this service is the method of reflection, group discussion, and simulation. The target to be achieved from the BK teacher is a change in attitude or behavior in developing self-potential to carry out and conduct training for yourself as well as application to counselees on various problems, such as stress with mindfulness training. The results of these activities participants felt a significant impact on themselves both physically, such as feeling less tired, headaches and psychologically feeling comfortable, relieved, and calm.
PENGUATAN KETERAMPILAN HIDUP RAMAH LINGKUNGAN ANAK BINAAN MELALUI PELATIHAN AQUAPONIK DI LPKA Fajar Prasetya, Akhmad; Naini, Rohmatus; Asakdiyah, Salamatun; Herdiansyah, Diki; Tauhid, Imam; Sudarmono, Sigit; Zulfiani, Elvira; Nuryanti, Linda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.3665-3672

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat keterampilan hidup ramah lingkungan bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta melalui kegiatan pelatihan teknologi aquaponik sederhana. Pelatihan ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2025 dan masih berlanjut hingga November 2025 dengan melibatkan 24 anak binaan, tiga dosen, dua mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), serta fasilitator dari komunitas Gubughydro. Kegiatan dirancang dengan pendekatan partisipatif yang meliputi penyuluhan konsep green living, pengenalan prinsip dasar aquaponik, serta praktik sederhana penanaman dan perawatan tanaman. Pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab. Anak binaan menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan, ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi, tanya jawab, serta kesungguhan saat mencoba praktik secara bergiliran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pentingnya pola hidup ramah lingkungan dan keterampilan dasar bercocok tanam yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan ini mampu menjadi sarana pemberdayaan yang konstruktif, memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan anak binaan pada masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat
PREVALENSI STRESS GURU : PELATIHAN IDENTIFIKASI STRESS GURU DAN PENGENALAN PRAKTIK MINDFULLNES DI SATSANU PATHAM BANGKOK Naini, Rohmatus; Triyoga, Arilia; Handaka, Irvan Budhi; Kamila, Mutiara Nuur; Syahputra, Derly
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.3305-3312

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat stres guru di SATSANU Patham, Bangkok, serta memberikan solusi melalui pelatihan identifikasi stres dan pengenalan praktik mindfulness. Stres guru menjadi isu penting karena berdampak pada kesejahteraan pribadi dan kualitas pengajaran. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada 15–16 Februari 2025 dan dilanjutkan secara daring pada 28–29 Juni 2025. Pelatihan dirancang dengan pendekatan kualitatif dan desain partisipatif. Tahapan kegiatan diawali dengan survei tingkat stres menggunakan instrumen standar. Selanjutnya, guru dibekali materi mengenai gejala dan dampak stres, serta diajarkan teknik mindfulness seperti meditasi pernapasan dan kesadaran saat mengajar. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pemahaman dan tingkat stres peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran guru akan pentingnya kesehatan mental dan memberikan keterampilan praktis untuk mengelola stres secara mandiri. Hasil akhir yang diharapkan adalah berkurangnya tingkat stres guru dan terciptanya suasana belajar yang lebih sehat, harmonis, dan mendukung prose.
PREVALENSI STRESS GURU : PELATIHAN IDENTIFIKASI STRESS GURU DAN PENGENALAN PRAKTIK MINDFULLNES DI SATSANU PATHAM BANGKOK Naini, Rohmatus; Triyoga, Arilia; Budhi Handaka, Irvan; Nuur Kamila, Mutiara; Syahputra, Derly
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.%p

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat stres guru di SATSANU Patham, Bangkok, serta memberikan solusi melalui pelatihan identifikasi stres dan pengenalan praktik mindfulness. Stres guru menjadi isu penting karena berdampak pada kesejahteraan pribadi dan kualitas pengajaran. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada 15–16 Februari 2025 dan dilanjutkan secara daring pada 28–29 Juni 2025. Pelatihan dirancang dengan pendekatan kualitatif dan desain partisipatif. Tahapan kegiatan diawali dengan survei tingkat stres menggunakan instrumen standar. Selanjutnya, guru dibekali materi mengenai gejala dan dampak stres, serta diajarkan teknik mindfulness seperti meditasi pernapasan dan kesadaran saat mengajar. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pemahaman dan tingkat stres peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran guru akan pentingnya kesehatan mental dan memberikan keterampilan praktis untuk mengelola stres secara mandiri. Hasil akhir yang diharapkan adalah berkurangnya tingkat stres guru dan terciptanya suasana belajar yang lebih sehat, harmonis, dan mendukung prose.
Instrument Flourishing Adolescence Scale: Validating a Comprehensive Well-being Measure Using the Rasch Model Diki Herdiansyah; Rohmatus Naini
International Journal of Applied Guidance and Counseling Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/ijagc.v6i2.4910

Abstract

This study aimed to develop and validate the instrument flourishing adolescence scale (I-FAS) as a comprehensive tool to measure adolescent flourishing, particularly for use in guidance and counseling contexts. The instrument was developed based on five key dimensions: psychological, social, subjective, emotional, and spiritual well-being. The development process included theoretical framework analysis, item construction, expert validation , and a pilot test to assess clarity and readability. Revisions were made before large-scale testing. A quantitative approach was used to evaluate the psychometric properties of the instrument through the Rasch Model. Data were collected via an online survey from 400 junior and senior high school students in Yogyakarta. The results showed that the I-FAS met the unidimensionality criteria, with a raw variance explained of 31.4%, exceeding the 20% threshold. The instrument also demonstrated strong internal consistency (Cronbach's Alpha = 0.92), high person reliability (0.90), and item reliability (0.99). The item difficulty range was acceptable, with the most difficult item having a measure of +1.89 and the easiest –1.76. Five items were identified as misfitting and considered for revision. These findings support that the I-FAS is a valid, reliable, and culturally relevant instrument for measuring adolescent flourishing. The inclusion of spiritual well-being provides added value in cultural contexts where spirituality plays a key role. The I-FAS can assist counselors and educators in identifying student needs and designing targeted interventions to support their well-being and development
POTRET KESEHATAN MENTAL LANSIA: PELATIHAN PENINGKATAN KESEHATAN HOLISTIC LANSIA DI KOTA YOGYAKARTA Trisnowati, Heni; Naini, Rohmatus; Gustina, Erni; Ummu Aziizah, ‘Aabidah; Maudy Rohman, Elsa; Kartika Wulan, Utami; Andriyani Pratamawati, Diana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2748-2755

Abstract

Kesehatan mental lansia merupakan aspek penting dalam menunjang kualitas hidup yang optimal. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memotret kesehatan mental lansia melalui pelaksanaan program PESILAT pada kelompok lansia di Kampung Jageran, Mangkuyudan, Kelurahan Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada tanggal 17-18 Februari 2024. Dengan tema "Membentuk Lansia Sehat, Bahagia, dan Siap Husnul Khotimah," kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta (PDM Kota Yogyakarta) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mantrijeron. Sebanyak 31 lansia berpartisipasi dalam program ini yang dilaksanakan melalui metode penyuluhan yang melibatkan penyampaian materi dan diskusi. Hasil screening menunjukkan bahwa hampir semua lansia mengalami gejala-gejala kesehatan mental, seperti kecemasan, ketegangan, dan kekhawatiran. Lansia mencemaskan kondisi fisik yang kurang optimal, gangguan kesehatan, masalah sosial, kesendirian, kehilangan anggota keluarga, dan masalah finansial. Kecemasan meningkat saat mengingat usia senja yang menuju husnul khotimah. Selain itu, gangguan kesehatan mental lansia juga tercermin dari waktu istirahat yang tidak optimal, yang berdampak pada mudahnya merasa lelah dan kesulitan mengambil keputusan. Meskipun demikian, para lansia tetap merasakan manfaat dari aktivitas sosial, rutinitas di rumah, dan aktivitas keagamaan seperti ibadah berjamaah, berorganisasi, dan kajian, yang memberikan mereka rasa kebahagiaan dan kepuasan. Porgram ini menyimpulkan bahwa pelatihan peningkatan kesehatan holistik dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental lansia, namun perhatian lebih lanjut diperlukan untuk menangani berbagai gejala kesehatan mental yang masih dialami oleh para lansia.
OPTIMALISASI KARAKTER RENDAH HATI INTELEKTUAL (INTELLECTUAL HUMILITY) DALAM PREVENSI BULLYING DI SEKOLAH Naini, Rohmatus; Ari Widyastuti, Dian; Budi Prasetya, Arif; Herdiansyah, Diki; Kunanti, Anty; Hanifah Puteri, Nurul; Hanifah, Khusnul; Rahmahani, Zulfatin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1493-1500

Abstract

Bullying merupakan permasalahan kompleks yang menimpa banyak individu dan memerlukan upaya komprehensif untuk mencegah dan mengatasinya secara efektif. Penting untuk mengatasi masalah ini dari sudut pandang pelaku dan korban. Tindakan preventif dan kuratif diperlukan untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Maka dari itu program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan karakter rendah hati sebagai program anti-bullying di sekolah merupakan langkah yang tepat. Adapun metode pelatihan yang digunakan yaitu menggunakan metode klasikal atau interaksi langsung/tatap muka melalui sesi ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan pelatihan dalam agenda pengabdian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari program ini menunjukan bahwa pelatihan peningkatan karakter rendah hati terbukti efektif sebagai program anti-bullying di sekolah, walaupun hasilnya tidak terlalu signifikan. Sehingga upaya tindak lanjut sangat diperlukan untuk memperkuat hasil dari program pelatihan ini. Adapun upaya tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh sekolah yaitu seperi membentuk tim anti-bullying, menerapkan kebijakan anti-bullying, membentuk kelompok sosial seperti konselor sebaya, meningkatkan partisipasi orang tua, konseling individu dan kelompok.
Hubungan Intellectual Humility, Self-Compassion dan Psychological Well-Being pada Siswa Naini, Rohmatus; Muarifah, Alif; Mashar, Riana; Herdiansyah, Diki; Kunanti, Anty
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 9, No 1 (2024): Volume 9 Nomor 1, 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v9i1.5451

Abstract

Intellectual humility, sebagai kemampuan untuk mengakui keterbatasan pengetahuan dan kemampuan diri, telah diakui sebagai faktor penting dalam mengembangkan sikap positif terhadap pembelajaran dan pertumbuhan pribadi. Di sisi lain, self-compassion, yaitu kemampuan untuk memberikan dukungan emosional kepada diri sendiri dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan, juga telah terbukti memainkan peran yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis individu. Meskipun konsep-konsep ini telah menjadi fokus penelitian di bidang psikologi, masih terdapat sedikit pemahaman tentang bagaimana ketiga faktor ini saling berhubungan, khususnya dalam konteks siswa sekolah menengah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi dan menganalisis hubungan antara intellectual humility, self-compassion, dan psychological well-being pada siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis korelasional. Survey dilakukan terhadap 345 siswa SMA dengan rentang usia 14-18 tahun. Survey dilakukan secara online menggunakan tiga jenis skala, yaitu skala intellectual humility (22 item), skala self-compassion (26 item), dan skala psychological well-being (10 item). Validitas dan reliabilitas keseluruhan item diukur dan dinyatakan valid dan reliabel, dengan rentang reliabilitas antara 0.788 hingga 0.894. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kategori intellectual humility yang sedang, pada variabel self-compassion, sebagian besar siswa memiliki self-compassion yang sedang, namun terdapat jumlah yang signifikan dari siswa yang memiliki self-compassion rendah, dan yang menarik, seluruh siswa dalam penelitian ini memiliki psychological well-being yang sedang. Analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intellectual humility, self-compassion, dan psychological well-being dan menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas dapat mempengaruhi perubahan variabel terikat sebesar 33.8%, sementara sisanya 66.2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian. Implikasi penelitian ini dapat digunakan dalam pengembangan program-program pendidikan dan intervensi psikologis yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan intellectual humility, self-compassion, dan psychological well-being pada siswa SMA.