Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH RASIO MASSA ADSORBEN DENGAN VOLUME ETANOL DAN WAKTU ADSORBSI TERHADAP KENAIKAN KADAR ETANOL PADA PEMURNIAN BIOETANOL DARI NIRA AREN (Arenga pinnata) Yusuf Hendrawan; Sukses Agustin Nahmudiyah; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.353 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.3

Abstract

Meningkatnya permintaan minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan manusia dan menipisnya cadangan bahan bakar fosil menyebabkan terjadinya krisis energi. Bioetanol merupakan sumber energi alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Bioetanol dapat digunakan sebagai BBM harus mempunyai kemurnian minimal 99,5 (%vol). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio massa adsorben dengan volume etanol dan lama waktu adsorpsi pada pemurnian bioetanol dari nira aren dengan metode adsorpsi menggunakan adsorben nanozeolit dengan konsentrasi feed campuran etanol-air sebesar 93 (%vol). Penelitian ini menggunakan analisis Rancang Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan dua faktor. Faktor I yaitu rasio massa adsorben dengan volume etanol (b/v) terdiri dari 3:5, 4:5, dan 1:1. Faktor II yaitu waktu adsorpsi terdiri dari 1 jama, 2 jam, dan 3 jam. Pada penelitian ini diperoleh hasill berpengaruh sangat nyata terhadap pengaruh rasio massa adsorben dengan volume etanol dan waktu adsorbsi.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa metode adsorpsi menggunakan adsorben nanozeolit dapat digunakan untuk memurnikan etanol sampai konsentrasi absolut pada perlakuan rasio massa adsorben dengan volume etanol 1:1 (b/v) dan waktu adsorpsi selama 3 jam, pada perlakuan ini dadapatkan hasil kadar etanol sebesar 95,565 (%vol). Pada penelitian ini, didapatkan hasil bahwa semakin banyak adsorben yang digunakan dan semakin lama waktu adsorbsi, maka kadar etanol yang dihasilkan semakin tinggi.
Rancang Bangun Machine Vision Untuk Sistem Pencahayaan Mikro Presisi (Micro-Precission Lighting System) Menggunakan Metode Fuzzy Pada Tanaman Selada Rico Santoso; Yusuf Hendrawan; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.219 KB)

Abstract

Plant Factory (PF) merupakan sistem bioproduksi untuk membudidayakan tanaman dengan lingkungan yang terkontrol untuk mendapatkan kondisi  optimal pertumbuha. Pencahayan merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam PF. Light Emitting Diodes (LED) merupakan salah satu sumber cahaya buatan yang digunakan dalam PF. Umumnya, LED dalam PF harus dinyalakan seluas tempat budidaya tanaman. Metode seperti ini menyebabkan banyak energi yang terbuang. Penelitian ini merupakan on-going research yang bertujuan untuk mengembangkan machine vision (MV) berbasiskan LED lighting system (LLS) dalam PF. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan prototipe MV berbasiskan LLS untuk meningkatkan efisiensi konsumsi energi LED dan mengontrol intensitas LED se-presisi mungkin sesuai kebutuhan tanaman. MV dioperasikan dengan software buatan sendiri. Fungsi software yaitu untuk membuat data penyalaan LED berdasarkan intensitas RGB citra. Persyaratan operasional MV yaitu, pertama, holder kamera harus ditempatkan pada 7.3 cm X axis, 6 cm Y axis. Kedua, Semua holder lampu ditempatkan pada 0 cm X axis, 0 cm Y axis, 0o Z axis dan semua lampu dinyalakan. Ketiga, webcam Logitech C170 digunakan untuk mengambil citra. Pengujian prototipe MV menggunakan 3 jenis umur tanaman selada; 2, 3 dan 4 minggu. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata koefesien determinasi sebesar 0.957. Analisis total konsumsi energi ketika menggunakan MPLS  masing-masing adalah 6491.52, 21893.76, 33626.88 Wh dengan effisiensi penghematan energi sebesar 84.28 %, 64.65 %, 59.28%.Kata kunci: LED Lighting System, Plant factory, Machine vision, Selada
Pengaruh Suhu dan Ketebalan Irisan Bakso Udang Terhadap Sifat Kimia Keripik Bakso Udang Menggunakan Mesin Vacuum Frying Anang Lastriyanto; Dewi Maya Maharani; Yusuf Hendrawan; Rochima Nisaa’IL-Firdaus
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.512 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.8

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas utama dalam industri perikanan budidaya karena memiliki nilai ekonomis tinggi (high economic value) serta permintaan pasar tinggi (high demand product). Tahun 2013, capaian produksi udang nasional diproyeksikan sebesar 608.000 ton. Untuk menangani produksi udang nasional sebesar itu, perlu dilakukan pengolahan hasil perikanan, salah satunya pengolahan udang menjadi bakso udang. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan ketebalan irisan bakso udang serta perlakuan yang optimal terhadap mutu keripik bakso udang dengan menggunakan mesin Vacuum Frying. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini adalah dengan rancangan acak kelompok yang disusun secara faktorial. Faktor pertama yaitu suhu penggorengan, dengan menggunakan suhu 70, 80, dan 90. Faktor yang kedua yaitu ketebalan irisan bakso udang yang terdiri dari 3 level, yaitu dengan menggunakan ketebalan irisan 4, 5, dan 6 mm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian, analisis menggunakan metode Multiple Attribute, perlakuan terbaik keripik bakso udang secara keseluruhan yaitu dengan suhu 80 ketebalan irisan 5 mm dengan hasil kadar air 2.37%, kadar protein 7.60%, kadar lemak 32.33%, serta kadar karbohidrat 53.10%. Sedangkan berdasarkan hasil uji organoleptik perlakuan optimal yang terbaik adalah suhu 90 ketebalan irisan 5 mm dengan hasil uji organoleptik sebesar 5.71, kadar air 1.96%, kadar protein 8.17%, kadar lemak 33.7%, kadar karbohidrat 52.9%.
Uji Kinerja Tungku Ketok dengan Bahan Bakar Alternatif Sekam Padi dan serutan Kayu Gunomo Djoyowasito; Yusuf Hendrawan; Ary Mustofa Ahmad; Christiana Wahyu
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.658 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pengujian kinerja tungku ketok dengan bahan bakar alternatif sekam padi dan serutan kayu. Tungku ketok yang diuji adalah tungku ketok generasi I dan tungku ketok generasi II dengan parameter pengujian meliputi nilai kalor bahan bakar, kadar air bahan bakar, perubahan berat bahan bakar, efisiensi tungku, dan hubungan antara efisiensi tungku ketok generasi I dan generasi II. Komposisi bahan bakar yang digunakan meliputi sekam padi, serutan kayu, dan campuran sekam padi dan serutan kayu dengan variasi massa 4 kg, 3 kg, dan 2 kg untuk masing-masing tungku. Dengan menggunakan kombinasi jenis dan massa bahan bakar, tungku ketok I memiliki nilai efisiensi 5,458%, 7,824%, 11,462%, 4,093%, 7,095%, 10,916%, 5,322%, 6,913%, 10,916%.Tungku ketok II memiliki nilai efisiensi sebesar 4,639%, 8,006%, 10,916%, 6,277%, 8,552%, 12,008%, 5,686%, 7,095%, 12, 828. Nilai- nilai efisiensi diatas didapat dari kombinasi antara jenis bahan yang digunakan dan massa bahan bakar.
Pengkajian Beras Pecah Kulit (Brown Rice) Dalam Kemasan Vakum (Vacuum Packaging) Berdasarkan Ketebalan Plastik Kemasan Jenis Nylon Yusuf Hendrawan; Ary Musthofa Ahmad; Gunomo Djoyowasito; Meilani Eka Marantika
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.639 KB)

Abstract

Beras pecah kulit (Brown Rice) merupakan beras yang hanya dihilangkan sekamnya, dilakukan satu kali pengilingan tanpa dipoles menjadi beras putih dan masih memiliki kulit ari. Sehingga beras pecah kulit memiliki gizi yang lebih lengkap dibandingkan beras giling. Namun memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan beras sosoh sehingga lebih mudah apek selama masa penyimpanan sehingga dibutuhkan cara penyimpanan yang tepat untuk menjaga penurunan mutu beras selama penyimpanan salah satunya dengan dikemas secara vakum (Vacuum Packaging). Pengemasan vakum merupakan salah satu teknologi pengemasan yang mampu menurunkan reaksi oksidasi pada produk karena pengemasan dilakukan secara vakum atau menghilangkan udara dari dalam kemasan. Jenis kemasan dan ketebalan plastik kemasan yang digunakan juga mampu menghambat kerusakan pada produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji beras pecah kulit selama penyimpanan vakum berdasarkan ketebalan kemasan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai cara pengemasan beras pecah kulit secara tepat. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yaitu varietas perlakuan (beras pecah kulit, beras sosoh I dan beras sosoh II) dan ketebalan kemasan (plastik vakum 75 mikron, 100 mikron dan 120 mikron) sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali yang akan disimpan pada suhu ruangan selama 2 bulan dan diamati 15 hari sekali. Parameter yang diuji yaitu perubahan berat, kadar air, densitas, kadar lemak dan organoleptik aroma. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan sidik ragam ANOVA, uji lanjut BNJ dan perlakuan terbaik diperoleh menggunakan Multiple Attribute. Berdasarkan hasil penelitian, ketebalan plastik kemasan jenis nylon memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan berat, kadar air, densitas, dan kadar lemak. Selama penyimpanan perubahan berat dan kadar air cenderung meningkat, densitas dan kadar lemak cenderung menurun, nilai kesukaan panelis terhadap aroma beras juga cenderung menurun. Perlakuan terbaik yaitu pada beras sosoh II dengan kemasan 120 mikron dengan perubahan berat terendah (0,164%), nilai kadar air terendah (12,751%), nilai densitas tertinggi (0,820 gr/cm3), nilai kadar lemak (0,23%), dan nilai kesukaan panelis tinggi (5,3 atau suka).
OPTIMASI NILAI RENDEMEN DALAM PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) MENGGUNAKAN PEMANASAN SUHU RENDAH DAN KECEPATAN SENTRIFUGASI DENGAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) Aziz Fathur R; Yusuf Hendrawan; Shinta Rosalia Dewi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.195 KB)

Abstract

Salah satu produk turunan dari kelapa adalah Virgin Coconut Oil (VCO) yang pada masyarakat umum lebih dikenal dengan minyak kelapa murni. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan nilai optimal suhu pemanasan dan kecepatan putaran centrifuge untuk menghasilkan nilai rendemen dari pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) yang paling baik dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan Central Composite Design (CCD) pada aplikasi Design Expert trial 7.0.0. Didalam rancangan CCD, dimasukkan faktor kecepatan sentrifugasi dengan level rendah yaitu 4000 rpm dan level tinggi yaitu 6000 rpm. Sedangkan untuk faktor suhu, level rendah bernilai 40°C dan level tinggi 60°C. CCD akan mengatur penelitian menjadi 13 kali percobaan. Selanjutnya, dimasukkan 13 hasil yaitu rendemen VCO sebagai respon. Kemudian didapatkan model yang disarankan berupa model kuadratik. Solusi optimal berdasarkan RSM yaitu pada kecepatan sentrifugasi 6000 rpm dan suhu 52,890°C, menghasilkan rendemen sebesar 67,2878% dengan nilai desirability sebesar 0,991. Berdasarkan solusi optimal yang telah didapatkan, dilakukan uji validasi faktor tersebut berdasarkan solusi optimal yang telah diberikan. Dilakukan tiga kali pengujian dengan hasil rendemen VCO rata-rata sebesar 67,22%. Tingkat kesalahan pada pengujian ini yaitu sebesar 0,1007% sehingga bisa dikatakan pengujian ini valid karena nilai tersebut masih dibawah batas kesalahan yang dapat diterima, yaitu 5%.
Pengaruh Aktivator dan Waktu Kontak Terhadap Kinerja Arang Aktif Berbahan Eceng Gondok (Eichornia crossipes) Pada Penurunan COD Limbah Cair Laundry Dalas Gumelar; Yusuf Hendrawan; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.966 KB)

Abstract

Eceng gondok adalah tanaman perairan yang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dan berkembang biak secara cepat sehingga kebanyakan masarakat menganggapnya sebagai gulma perairan. Air limbah laundry mengandung bahan kimia dengan konsentrasi yang tinggi antara lain fosfat, surfaktan, ammonia dan nitrogen serta kadar padatan terlarut, kekeruhan, BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Deman) tinggi. Karbon aktif merupakan bahan kimia yang saat ini banyak digunakan dalam industri yang menggunakan proses adsorpsi dan purifikasi. Pada umumnya karbon aktif dibuat melalui proses aktivasi dengan menambahkan bahan-bahan kimia. Beberapa jenis senyawa kimia yang sering digunakan dalam industri pembuatan karbon aktif adalah ZnCl2, KOH, H2SO4, dan HCl. Masing-masing jenis aktivator akan memberikan efek/pengaruh yang berbeda-beda terhadap luas permukaan maupun volume pori-pori karbon aktif yang dihasilkan. Karbon aktif eceng gondok hasil perendaman HCl 5M memiliki luas permukaan yang paling baik sebesar 842.04 m2/gr diibandingkan dengan adsorben komersial yang hanya memiliki luas permukaan sebesar 26.038 m2/gr. Kadar COD rata-rata dari limbah laundry sebesar 785.39 mg/L. Waktu kontak yang baik untuk menurunkan kadar COD pada penelitian ini adalah pemberian adsorben 5M selama 120 menit pada limbah laundry. Kualitas adsorben eceng gondok hasil perendaman HCl 5M sama baiknya dengan adsorben komersial karena hasil uji T menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata.   Kata kunci: Adsorben, eceng gondok, limbah laundry, luas permukaan, penurunan COD
EFEK PEMAPARAN MUSIK GAMELAN JAWA, MUSIK ROCK DAN SUARA BURUNG MURAI BATU (Copsychus malabaricus) TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L) Joko Prasetyo; Yudha Firdaus Baharsyah; Yusuf Hendrawan
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 9, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v9i4.311-316

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemaparan variasi musik terhadap karakteristik pertumbuhan vegetatif dan produktifitas tanaman bayam cabut. Perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini adalah jenis musik (gamelan jawa, musik rock dan rekaman suara burung murai batu) dan perlakuan waktu (1 jam, 2 jam dan 3 jam). Level suara yang digunakan berkisar antara 70-75 dB dimulai sejak tanaman telah disemai hingga panen. Parameter yang diamati panjang dan lebar daun tanaman, tinggi tanaman, berat tanaman saat panen dan panjang akar tanaman bayam. Perlakuan terbaik dari penelitian terhadap pertumbuhan tanaman bayam adalah perlakuan musik gamelan jawa dengan waktu pemaparan 3 jam. Perlakuan ini menghasilkan rata-rata tinggi tanaman sebesar 100.79 cm, panjang daun tanaman bayam sebesar 36.27 cm, lebar daun tanaman bayam sebesar 25.30 cm, berat tanaman bayam saat panen sebesar 72.16 gram dan panjang akar tanaman bayam dengan sebesar 36.41 cm. Secara umum paparan musik gamelan dengan waktu pemaparan 3 jam memberikan hasil terbaik terhadap karakteristik morfologi dan produktifitas tanaman baya. Kata Kunci:   bayam, pertumbuhan, produktifitas, suara
IDENTIFIKASI NON-DESTRUCTIVE KANDUNGAN TOTAL KAROTEN PADA BUAH KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) BERBASIS ANALISIS CITRA Sandra Malin Sutan; Ahmad Diyanal Arifin; Yusuf Hendrawan
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.11 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.20.1.50-58.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses penundaan waktu (inap) terhadap kandungan total karoten pada buah kelapa sawit serta mengetahui hubungan antara indeks warna RGB, HSV dan L*a*b terhadap kandungan total karoten pada buah sawit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh proses penundaan waktu terhadap kandungan total karoten pada buah sawit, dimana semakin lama penundaan maka kandungan total karoten juga semakin tinggi. Pola hubungan antara indeks warna RGB, HSV dan L*a*b terhadap kandungan total karoten didapatkan trend hubungan terbaik adalah naik secara eksponensial, dimana 4 parameter dengan trend hubungan terbaik adalah Saturation, value, a* dan b*.
Application of microwave assisted extraction in extracting Torbangun leaves (Coleus ambonicus, L.) and its effects on polyphenol and flavonoids content Yusuf Hendrawan; Niken Dieni Pramesi; Muchnuria Rachmawati; Bambang Susilo; Yusuf Wibisono; Shinta Rosalia Dewi; Ni'matul Izza
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.802 KB) | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2018.001.02.2

Abstract

Torbangun leaves (Coleus ambonicus, L.) contain polyphenol compounds, flavonoids and antioxidant compounds that can be obtained by extraction methods. However, with the conventional extraction method it has the disadvantage of long extraction time and requires a lot of solvents. Therefore, this study discusses the use of microwave assisted extraction (MAE) method to extract the leaves of Torbangun. This study uses two treatment factors on MAE i.e. power variations (100, 180 and 300 Watts) and extraction time (1, 2 and 3 minutes). This study aims to analyze the effect of MAE on the content of polyphenol compounds and flavonoids in the extraction process of Torbangun leaf. The results showed that the highest total phenol (4196.59 mg GAE/g extract) was found in the treatment of 300 watt of power with extraction time of 3-minutes with IC50 value of 9.89 mg/ml. The highest total flavonoid value was 300 watt of power with 1-minute extraction time which was 4.54 mg QE/g DW.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Adamsyah Harika Putra Adi Rahmanto Wibowo adiansyah, muhammad Agil Adham Reka Agus Somantri Ahmad Diyanal Arifin Ahmad Muhlisin Al-Riza, Dimas Firmanda Ali Djamhuri Alifah Maulidiyah Alvianto, Dikianur Anang Lastriyanto Anggraini, Firdha Dwi Anggraini, Sabrina Angky Wahyu Putranto Anisah Cahyani Anninatul Fuadah Anung Nugroho Jayalaksono Apriansyah, Reza Aprilia Nur Komariyah Ariefandie Febrianto, Noor Arif Hidayat Arif Wicaksono R.P Arifiandika, Rizal Aris Fanani Ary Musthofa Ahmad Ary Mustofa Ary Mustofa Ahmad Asy Syukri, Khoirul Anam Aulia Meidiati Aziz Fathur R Bagas Rohmatulloh Bambang Dwi Argo Bambang Dwi Argo BAMBANG SUSILO Bambang Susilo Cahyanto, Darmawan Dwi Chatarina Umbul Wahyuni Choirul Umam Christiana Wahyu Citra Puspita Rani Cory Vidiati Dalas Gumelar Dana Marsetya Utama Deivy Amaliya Tipdani Dendy Satyabima Dewi Maya Maharani Dian Aris Setiawan Dimas F Al Riza Dimas Firmanda Al Riza Dimas Firmanda Al Riza Dimas Firmanda Al Riza Dina Wahyu Indriani Dina Wahyu Indriani Djoko Wahyudi Dwi Setiawan Elok Zubaidah Elwin Elwin F Al Riza, Dimas Fatma Ridha Nurlaili Fauzy, Muchammad Fenti Siregar Fiqi Ibrahim Saqroth Firdaus Kurnia Putra Firdha Dwi Anggraini Fitriyah, Hurriyatul Gultom, David Parningotan Gunomo Djojowasito Gunomo Djoyowasito Gunomo Djoyowasito hardiansyah, bagus Hartono, Elvianto Dwi Hendrias Hendrias Hendy Firmanto Herdiansyah, Deni Hilmi, Miftahul Hismarto Bahua Imam Santoso Indah Mustika Sakti Indah Royani Izza, Sylvia Ni’matul Joko Prasetyo Khoirul Anam Asy Syukri Kreative Y.R, Rizka Kristianingsih, Wahyu Kusuma Faisal M La Choviya Hawa Liana, Verianti Litapuspita Rizka Perdana Madaniyyah Mustika Islami, Madaniyyah Mustika Maffudhotul Anna Malin Sutan, Sandra Mardhotillah Mardhotillah Meilani Eka Marantika Merisa Yunita Miftahudin Nawawi Miftahul Hilmi Misnawi Jati Mochamad Bagus Hermanto Moh. Risal Siregar Muchammad Fauzy Muchammad Zakaria, Muchammad Muchnuria Rachmawati Muhamad Amar Nadhif muhamad nur afidin Muhammad Arwani Muhammad Fadhil Muhammad Husain Kamaluddin Muhammad Iqbal Musthofa Lutfi Musthofa Lutfi Mustofa, Ary Mutiara Nisa' Amri Nabila Az-Zalikhah Ilham Nafi’ah, Riris Waladatun Niken Dieni Pramesi Niken Lila Widyawati Nugroho, Hermawan Nur Ida Winni Yosika Nurkholis Hamidi Oktaria Eka Y Omah Rochmah Pratama, Kanda Bagus Puguh Sudarsono Putra, Reza Rienaldy Rachmawati, Muchnuria Rahmatullah, Bagus Retno Damayanti Retno Damayanti Soejoedono Reza Rienaldy Putra Riana, Eki Rico Santoso Rini Yulianingsih Rini Yulianingsih Rochima Nisaa’IL-Firdaus Rohmatulloh, Bagas Ronald Nelson Krakuko Ryan Maulana Abdul Hakim Sadimantara, Muhammad Syukri Saiful Imron Sandra Malin Sutan Sandra Sandra Sandra Sandra Sandra Sandra Shinta Rosalia Dewi Shinta Widaningtyas Shinta Widyaningtyas Simping Yuliatun Siti Mariyah Ulfa Siti Nurhayati Somantri, Agus Sucipto, Sucipto Sukses Agustin Nahmudiyah Sumardi H. S. Sumardi Hadi Sumarlan Sumardi Hadi Sumarlan Sumardi Hadi Sumarlan Sumardi Hadi Sumarlan Supriyanto Supriyanto Supriyanto, Supriyanto Syahriyah, Yayah Titon Elang Perkasa Tunjung Mahatmanto Ubaidillah Ubaidillah Vita Noeravila Putri Wachid Rahmanjaya Wahyu Dhiki Saputro Wahyunanto Agung Nugroho Widaningtyas, Shinta Widyaningtyas, Shinta Wignyanto Wignyanto Wike A. P. Dania Yosua Yosua Yudha Firdaus Baharsyah Yuliatun, Simping Yuni Oktopiyani Yusron Sugiarto Yusuf Wibisono Yuyun Wahyuni Zahrok, Isna Arofatuz