Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Sifat Fisik dan Kimia pada Pembuatan Tepung Umbi Uwi Ungu (Discorea alata), Uwi Kuning (Discorea alata) dan Uwi Putih (Discorea alata) muhamad nur afidin; Yusuf Hendrawan; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.196 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap sifat fisik dan kimia tepung umbi uwi yang dihasilkan. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial dengan dua faktor. Faktor pertama suhu pengeringan (T), terdiri dari 3 level yaitu  400C (T1), 500C (T2), dan 600C (T3). Faktor yang kedua varietas uwi (U), terdiri dari uwi ungu (U1), uwi kuning (U2) dan uwi putih (U3). Suhu pengeringan memberikan pengaruh terhadap tepung umbi uwi yang dihasilkan. Umbi uwi ungu, kuning dan putih mempunyai karakteristik kandungan yang berbeda, rerata densitas kamba antara 0,38 - 0,64 gram/mL, kadar air antara 7,77 – 10,66%, kadar abu antara 2,1 – 3,77%, karbohidrat antara 77,95 – 82,88%, lemak antara 0,12 – 0,52%, dan protein antara 2,59 -10,49%.Perlakuan terbaik dari hasil analisis menggunakan metode DMRT untuk umbi uwi ungu diperoleh perlakuan terbaik pada suhu 600C, umbi uwi kuning pada suhu 500C dan pada umbi uwi putih pada suhu 600C.
Rancang Bangun Rangkaian Pengendali Suhu Air pada Fotobioreaktor Vertikal Dendy Satyabima; Bambang Susilo; Yusuf Hendrawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.301 KB)

Abstract

Fotobioreaktor vertikal merupakan alat simulasi untuk pengembangbiakan atau budidaya mikroalga. Fotobioreaktor yang ada akan disempurnakan yaitu adanya penambahan rangkaian pengendali suhu air dengan menggunakan sensor suhu LM35 dan mikrokontroler Atmega 16 sebagai pusat kontrolnya dengan maksud untuk mengendalikan suhu air yang dibutuhkan pada pertumbuhan mikroalganya. Prinsip kerja dari alat ini adalah mengendalikan suhu air sehingga tidak melebihi suhu optimal untuk pertumbuhan mikroalga, suhu yang terlalu tinggi yang diterima mikroalga dapat menurunkan tingkat pertumbuhannya. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah suhu air pada drum mikroalga dapat terkontrol dalam arti tidak melebihi dari suhu optimal dari pertumbuhan mikroalga, sistem kontrol juga bekerja dengan baik karena dapat mengontrol keadaan pompa air sesuai dengan suhu yang dibutuhkan. Mikroalga yang dikembangkan dalam fotobioreaktor dapat bertahan hingga berumur 7 hari.
PENGARUH PH DAN SUHU FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI ETANOL HASIL HIDROLISIS JERAMI PADI Yusuf Hendrawan; Sumardi Hadi Sumarlan; Citra Puspita Rani
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.859 KB)

Abstract

Bioetanol,  salah  satu  bentuk  energi  alternatif  terbarukan  yang  ramah  lingkungan, merupakan etanol (C2H5OH) yang merupakan hasil dari proses fermentasi gula dari biomassa yang mengandung pati menggunakan bantuan mikroorganisme. Dalam proses  konversi  biomassa  menjadi etanol,  fermentasi  berperan  mengubah  glukosa  yang dihasilkan dari proses hidrolisis menjadi etanol. pH dan suhu merupakan faktor yang penting pada proses fermentasi karena menentukan kondisi pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae. Pada penelitian ini, terdapat dua faktor dalam proses fermentasi yaitu pH dan suhu fermentasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang tersusun atas 2 faktor yaitu pH dan suhu fermentasi pada waterbath. Faktor I (pH) terdiri dari 3 level yaitu 4,  5, dan 6. Sedangkan faktor II (suhu fermentasi) terdiri dari 3 level yaitu suhu 30, 33, dan 36°C sehingga diperoleh 9 kombinasi dengan 3 kali ulangan. Setelah itu dilakukan uji ANOVA.  Hasil uji etanol menggunakan metode Gas Chromatography (GC) menunjukkan bahwa hidrolisat dengan pH 4 dan suhu fermentasi 36oC menghasilkan kadar etanol yang lebih besar dibandingkan dengan perlakuan yang lain yaitu sebesar 0,1352%. Sementara untuk kadar etanol  terendah  yaitu  pada  perlakuan  dengan  pH 6  dan  suhu  fermentasi 30°C  yaitu menghasilkan kadar etanol 0,0678%. Nilai kadar etanol cenderung menurun seiring dengan meningkatnya nilai pH. Sedangkan nilai kadar etanol cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya suhu fermentasi.
Rancang Bangun Prototype Alat Penyiram Otomatis dengan Sistem Timer RTC DS1307 Berbasis Mikrokontroler Atmega16 pada Tanaman Aeroponik Muhammad Fadhil; Bambang Dwi Argo; Yusuf Hendrawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.658 KB)

Abstract

Untuk bercocok tanam pada lahan sempit atau ruang yang terbatas, aeroponik merupakan pilihan utama. Aeroponik merupakan sistem hidroponik yang dimodifikasi sedemikian rupa dengan pengkabutan dalam penyemprotan nutrisi dan diberikan langsung ke permukaan akar. Tujuan dari penitian ini yaitu merancang dan membuat mekanik sistem penyiraman otomatis dengan timer (RTC) menggunakan mikrokontroller Atmega16, merancang algoritma perangkat lunak (software) untuk mikrokontroller Atmega16 dengan bahasa pemrograman assembly untuk mengkontrol penyiraman pada sistem aeroponik, dan mengamati pertumbuhan tanaman pada sistem aeroponik otomatis berdasarkan parameter yang diuji meliputi panjang akar, jumlah daun, dan tinggi tanaman. Prinsip kerja dari alat ini ialah, akar terjurai dirongga udara di bawah pipa dan disemprot dengan campuran larutan hara dalam bentuk kabut. Penyemprotan kabut dilakukan secara bergantian on dan off sesuai dengan jam yang telah ditentukan sebelumnya. Keseluruhan sistem pada prototype alat penyiram otomatis dengan sistem timer RTC DS1307 berbasis mikrokontroler Atmega16 pada tanaman aeroponik dapat tersambung dan terkoordinasi dengan baik. Minimum sistem Atmega16 bekerja dengan baik sebagai pengolah data. RTC DS1307 dapat bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu  menyesuaikan waktu pada sistem dengan waktu nyata (real) sehingga dapat mengkondisikan pemberian waktu jeda bagi relay dan pompa sesuai dengan yang kita inginkan, serta LCD dapat menunjukkan informasi berupa text sesuai dengan yang kita inginkan. Perancangan algoritma prototype alat penyiram otomatis dengan sistem timer RTC DS1307 berbasis mikrokontroler Atmega16 dengan bahasa pemrograman assembly yang berhasil membuat alat dapat dikondisikan pemberian waktu jeda dan lama waktu nyala relay-nya sesuai dengan yang diinginkan. Faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor intern dan ekstern. Pada alat ini, pemberian nutrisi belum merata keseluruh tanaman sehingga hasil perkembangan tumbuhan seladapun belum mendekati sempurna dan pertumbuhan selada pada alat belum merata secara menyeluruh.   Kata kunci :          Tanaman Aeroponik Bertingkat, Sistem Timer RTC DS1307, Mikrokontroler Atmega16, Tanaman Selada.
RANCANG BANGUN QUADCOPTER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN TEKNOLOGI DALAM PENGAMBILAN DATA LUAS PERMUKAAN LAHAN PERTANIAN Puguh Sudarsono; Yusuf Hendrawan; Ary Musthofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.475 KB)

Abstract

Peningkatan teknologi di bidang pertanian perlu dilakukan agar kegiatan- kegiatan pertanian dapat dilakukan dengan lebih efisien. Salah satu teknologi yang perlu dikembangkan adalah  pengindraan jarak jauh. Pengindraan jarak jauh dimana quadcopter dilengkapi oleh kamera  sebagai instrumennya, berfungsi untuk memperoleh data citra permukaan lahan pertanian. Hasil pengukuran akan divalidasi, sehingga akan sama seperti di lapang. Adapun kelebihan menggunakan teknologi pengindraan jarak jauh di banding cara manual antara lain : efisiensi waktu, pemantauan dapat dilakukan kapan saja, dan dapat digunakan untuk pengukuran lahan yg tidak rata seperti di daerah pegunungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan metode penelitian yang harus dilakukan meliputi : perancangan mekanik, perancangan elektronika, pengujian rancangan, perancangan algoritma, dan pengujian kinerja alat. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu data citra pertama dilakukan dengan ketinggian 639,9 meter. Luas area yang diukur dengan pita ukur seluas 270,73 m2 didapatkan luas pengukuran dengan mesin vision seluas 270,99 m2 sehingga didapatkan nilai kesalahan pengukuran pertama adalah 0,09%. Pengujian kedua dengan luas area 555,06 m2 didapatkan luas pengukuran area mesin vision seluas 554,77 m2 dengan  ketinggian dari situ dapat dihitung tingkat kesalahan pengukuran nya adalah 0,05%
Uji Performansi Rancang Bangun Mesin Penanam Benih Jagung (Zea Mays L.) Sistem Tugal Gunomo Djoyowasito; Sandra Malin Sutan; Yusuf Hendrawan; Miftahul Hilmi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.089 KB)

Abstract

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang berfungsi sebagai sumber utama karbohidrat, selain gandum dan padi. Beberapa penduduk di Indonesia (misalnya di Pulau Madura) menggunakan jagung sebagai pangan pokok atau makanan sehari- hari. Pada umumnya di Indonesia terdapat lahan pertanian berpetak-petak dan sedikit sekali  yang  memiliki  lahan  yang  luas  milik  pribadi,  sehingga  penanaman  jagung sebagian besar dilakukan secara manual menggunakan tugal. Permasalahan seperti ini yang mendasari pembuatan “Mesin Penanam Benih Jagung (Zea Mays L.) Sistem Tugal”. Tujuan  dari  penelitian  ini  untuk  mengetahui  hasil  uji  performansi  yang  meliputi kapasitas lapang efektif (aktual), kapasitas lapang teoritis, slip roda penggerak dan nilai efisiensi lapang dari mesin penanam. Penelitian ini dilakukan di lahan yang terletak di sebelah  Laboratorium Mekatronik  Alat  dan  Mesin  Agroindustri,  FTP-UB.  Pengujian mesin penanam ini dilakukan setelah pembuatan mesin penanam benih selesai pada lahan  yang  berukuran 10  m  x  4,5  m.  Berdasarkan penelitian yang  telah  dilakukan, kapasitas lapang efektif (aktual) adalah 0,23 ha/jam, kapasitas lapang teoritis adalah 0,28 ha/jam. Sedangkan untuk rata-rata slip roda penggerak sebesar 14,62% dan efisiensi lapang dari mesin penanam benih jagung sistem tugal adalah 82%.
Analisis Pengaruh Waktu Pretreatment dan Konsentrasi NaOH terhadap Kandungan Selulosa, Lignin dan Hemiselulosa Eceng Gondok Pada Proses Pretreatment Pembuatan Bioetanol Elwin elwin; Musthofa Lutfi; Yusuf Hendrawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.314 KB)

Abstract

Penelitian pretreatment pada proses pembuatan bioetanol dari bahan eceng gondok telah dilakukan. Eceng gondok sebagai bahan perlakuan dipisahkan dari akarnya, dipotong-potong menjadi ukuran ± 3cm dan diblender sehingga menjadi bubur eceng gondok. Bubur eceng gondok ditimbang sebanyak 20 gram dan dicampur dengan 200 ml NaOH konsentarasi 1 molar dan 2 molar. Selanjuntnya eceng gondok dipretreatment menggunakan microwave orolux daya 700 watt selama 10,15,20,25 dan 30 menit. Eceng gondok sebelum dan setelah dilakukan proses pretreatment di uji kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin menggunakan metode Chesson. Perlakuan terbaik selanjutnya dilakukan analisa struktur permukaan menggunajan uji SEM (Scanning Electron Microscopy).Data hasil penelitian selanjutnya di analisa dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik dengan peningkatan selulosa tertinggi dan penurunan hemiselilosa dan lignin terendah yaitu pada perlakuan pretreatment menggunakan konsentrasi NaOH 2 molar selama 30 menit. Selulosa meningkat dari 56% menjadi 68.27%, hemiselulosa turun dari 24.77% menjadi 6.58% dan lignin turun dari 12.01% menjadi 11.50%.  Kandungan lignin pada bahan eceng gondok masih tergolong tinggi. Hal ini diduga karena waktu pretreatment 30 menit menggunakan microwave masih belum cukup untuk memecah kandungan lignin bahan eceng gondok.   Kata Kunci : Bioetanol, Hemiselulosa, Lignin, Pretreatment,  Selulosa. 
Rancang Bangun dan Uji Performansi Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries Agil Adham Reka; Yusuf Hendrawan; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.359 KB)

Abstract

Kentang termasuk kelompok lima besar makanan pokok dunia. Di Indonesia kentang paling populer dijumpai dalam bentuk olahan kentang goreng (french fries). Oleh karena  itu perlu dilakukan penelitian mengenai pengembangan alat pemotong kentang. Rancang bangun alat pemotong kentang dilakukan dengan membandingkan pisau pemotongan antara pisau cutter, pisau tembakau, dan pisau maspion. Alat pemotong yang dihasilkan kemudian dilakukan pengujian terhadap pisau terbaik dari hasil perbandingan ketiga pisau tersebut. Perlakuan yang digunakan dalam pengujian pisau pemotongan adalah variasi  sudut pemotongan yaitu 24o (pisau tembakau), 27o (pisau maspion), dan 28o (pisau cutter). Pisau Maspion memberikan hasil terbaik dibandingkan pisau tembakau dan pisau cutter. Pisau maspion diuji dengan perlakuan kecepatan: 20 rpm, 30 rpm, dan 40 rpm. Setiap variasi sudut dan kecepatan dilakukan 3 kali pengulangan. Hasil data pengujian membandingkan antara rata-rata hasil potongan dengan variasi kecepatan secara berurutan: Terpotong Penuh (TP) 240 g, 233,3 g, dan 243,3 g, Terpotong Tepi (TT) 81,7 g, 78,3 g, dan 75 g, Rusak Terpotong Penuh (RTP) 86,8 g, 95 g, dan 95 g, Rusak Terpotong Tepi (RTT) 36,7 g, 38,3 g, dan 31,7 g, waktu 48,67 detik, 24 detik, 26,33 detik. Berdasarkan analisis data, variasi kecepatan pemotongan tidak berpengaruh nyata pada hasil potongan TP, TT, RTT, RTP, kecuali sangat berpengaruh nyata terhadap waktu. Alat ini memiliki kapasitas efektif rata-rata 47,48 kg/jam, kerusakan hasil rata-rata 40,3 %, dan efisiensi rata-rata 57,02 %. Efisiensi dapat ditingkatkan dengan memperbaiki tingkat presisi pada alat, sehingga kentang yang lolos pada pemotongan dan tingkat kerusakan kentang semakin kecil. Kata kunci: kentang, pisau, kecepatan, sudut pemotongan 
Uji Performansi Mesin Pengupas Kulit Ari (Desheller) Kakao (Theobroma cacao L) skala Home Industri Tipe Pisau Putar Arif Wicaksono R.P; Yusuf Hendrawan; Sandra Malin Sutan; Hendy Firmanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.983 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan produksi biji kakao terbesar di dunia. Namun konsumsi olahan biji kakao di Indonesia terbilang rendah. Salah satu kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha kakao adalah pada tahap pengupasan kulit ari biji kakao. Pengupasan kulit ari kakao merupakan salah satu tahapan yang cukup menentukan pada kualitas produk olahan kakao. Mesin pengupas kulit ari kakao (desheller) yang kini beredar masih berupa mesin dengan kapasitas besar sehingga para usaha kecil menengah (UKM) belum mampu menjangkaunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin pengupas kulit ari biji kakao (desheller) skala home industri. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecepatan putar pisau (rpm) dan variasi mutu berdasarkan ukuran biji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen terbaik yaitu 95.083% pada ukuran biji A dengan kecepatan putar pisau 250 rpm. Perolehan nib terbaik dan efisiensi penerusan daya terbaik yaitu 98.388% dan 81.208% didapatkan pada ukuran biji AA dengan kecepatan putar pisau 250 rpm. Hasil kulit terikut nib terbaik yaitu 1.588% pada ukuran biji AA dengan kecepatan putar pisau 175 rpm. Jumlah nib terikut kulit terbaik yaitu 0.379% pada ukuran biji A dengan kecepatan putar pisau 175 rpm
Kajian Pembuatan Bumbu Dari Bawang Putih (Allium sativum) Dan Daun Jeruk Purut (Cytrus hystrix) Menggunakan Pengering Tipe Rak Anninatul Fuadah; Sumardi Hadi Sumarlan; Yusuf Hendrawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.684 KB)

Abstract

Dalam upaya mempertahankan kualitas bawang putih dan daun jeruk purut serta kemudahan pengaplikasian bumbu ini dalam masakan maka dibutuhkan pengolahan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakter fisik-kimia dari bubuk bawang putih dan daun jeruk purut, mendapatkan bubuk bawang putih dan bubuk daun jeruk purut yang terbaik, menciptakan produk bumbu yang mempunyai keunggulan kompetitif.  Berdasarkan hasil penelitian, variasi bahan dan suhu pengeringan memberikan pengaruh terhadap bubuk bawang putih dan bubuk daun jeruk purut. Hasil yang optimal pada penelitian pertama yakni bawang jawi pada suhu 70 oC (untuk uji fisik terbaik) dan bawang kating pada suhu 70 oC (untuk hasil uji AKG terbaik).  Pada perlakuan ini diperoleh nilai rerata rendemen sebesar 20.55%(bubuk bawang jawi) dan 22.12 (bubuk daun jeruk rawit), nilai rerata kadar air 2.74 (bubuk bawang jawi) dan 2.92 (bubuk daun jeruk rawit), tekstur 5.41 (bubuk bawang jawi) dan 4.93 (bubuk daun jeruk rawit), aroma 5.51 ( bubuk bawang jawi) dan  4.87 (daun jeruk  rawit) serta warna 5.60 (bubuk awang jawi) serta 5.25 (bubuk daun jeruk).Kata kunci: Bawang Jawi, Daun Jeruk Purut Rawit, Bubuk
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Adamsyah Harika Putra Adi Rahmanto Wibowo adiansyah, muhammad Agil Adham Reka Agus Somantri Ahmad Diyanal Arifin Ahmad Muhlisin Al-Riza, Dimas Firmanda Ali Djamhuri Alifah Maulidiyah Alvianto, Dikianur Anang Lastriyanto Anggraini, Firdha Dwi Anggraini, Sabrina Angky Wahyu Putranto Anisah Cahyani Anninatul Fuadah Anung Nugroho Jayalaksono Apriansyah, Reza Aprilia Nur Komariyah Ariefandie Febrianto, Noor Arif Hidayat Arif Wicaksono R.P Arifiandika, Rizal Aris Fanani Ary Musthofa Ahmad Ary Mustofa Ary Mustofa Ahmad Asy Syukri, Khoirul Anam Aulia Meidiati Aziz Fathur R Bagas Rohmatulloh Bambang Dwi Argo Bambang Dwi Argo BAMBANG SUSILO Bambang Susilo Cahyanto, Darmawan Dwi Chatarina Umbul Wahyuni Choirul Umam Christiana Wahyu Citra Puspita Rani Cory Vidiati Dalas Gumelar Dana Marsetya Utama Deivy Amaliya Tipdani Dendy Satyabima Dewi Maya Maharani Dian Aris Setiawan Dimas F Al Riza Dimas Firmanda Al Riza Dimas Firmanda Al Riza Dimas Firmanda Al Riza Dina Wahyu Indriani Dina Wahyu Indriani Djoko Wahyudi Dwi Setiawan Elok Zubaidah Elwin Elwin F Al Riza, Dimas Fatma Ridha Nurlaili Fauzy, Muchammad Fenti Siregar Fiqi Ibrahim Saqroth Firdaus Kurnia Putra Firdha Dwi Anggraini Fitriyah, Hurriyatul Ghofur, Mohamad Gultom, David Parningotan Gunomo Djojowasito Gunomo Djoyowasito Gunomo Djoyowasito hardiansyah, bagus Hartono, Elvianto Dwi Hendrias Hendrias Hendy Firmanto Herdiansyah, Deni Hilmi, Miftahul Hismarto Bahua Imam Santoso Indah Mustika Sakti Indah Royani Izza, Sylvia Ni’matul Joko Prasetyo Khoirul Anam Asy Syukri Kreative Y.R, Rizka Kristianingsih, Wahyu Kusuma Faisal M La Choviya Hawa Liana, Verianti Litapuspita Rizka Perdana Madaniyyah Mustika Islami, Madaniyyah Mustika Maffudhotul Anna Malin Sutan, Sandra Mardhotillah Mardhotillah Meilani Eka Marantika Merisa Yunita Miftahudin Nawawi Miftahul Hilmi Misnawi Jati Mochamad Bagus Hermanto Moh. Risal Siregar Muchammad Fauzy Muchammad Zakaria, Muchammad Muchnuria Rachmawati Muhamad Amar Nadhif muhamad nur afidin Muhammad Arwani Muhammad Fadhil Muhammad Husain Kamaluddin Muhammad Iqbal Musthofa Lutfi Musthofa Lutfi Mustofa, Ary Mutiara Nisa' Amri Nabila Az-Zalikhah Ilham Nafi’ah, Riris Waladatun Niken Dieni Pramesi Niken Lila Widyawati Nugroho, Hermawan Nur Ida Winni Yosika Nurkholis Hamidi Oktaria Eka Y Omah Rochmah Pratama, Kanda Bagus Puguh Sudarsono Putra, Reza Rienaldy Rachmawati, Muchnuria Rahmatullah, Bagus Retno Damayanti Retno Damayanti Soejoedono Reza Rienaldy Putra Riana, Eki Rico Santoso Rini Yulianingsih Rini Yulianingsih Rochima Nisaa’IL-Firdaus Rohmatulloh, Bagas Ronald Nelson Krakuko Ryan Maulana Abdul Hakim Sadimantara, Muhammad Syukri Saiful Imron Sandra Malin Sutan Sandra Sandra Sandra Sandra Sandra Sandra Shinta Rosalia Dewi Shinta Widaningtyas Shinta Widyaningtyas Simping Yuliatun Siti Mariyah Ulfa Siti Nurhayati Somantri, Agus Sucipto, Sucipto Sukses Agustin Nahmudiyah Sumardi H. S. Sumardi Hadi Sumarlan Sumardi Hadi Sumarlan Sumardi Hadi Sumarlan Sumardi Hadi Sumarlan Supriyanto Supriyanto Supriyanto, Supriyanto Syahriyah, Yayah Titon Elang Perkasa Tunjung Mahatmanto Ubaidillah Ubaidillah Vita Noeravila Putri Wachid Rahmanjaya Wahyu Dhiki Saputro Wahyunanto Agung Nugroho Widaningtyas, Shinta Widyaningtyas, Shinta Wignyanto Wignyanto Wike A. P. Dania Yosua Yosua Yudha Firdaus Baharsyah Yuliatun, Simping Yuni Oktopiyani Yusron Sugiarto Yusuf Wibisono Yuyun Wahyuni Zahrok, Isna Arofatuz