Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Dosis Penambahan Bakteri (Azospirillum sp.) Terhadap Kelimpahan Populasi Mikroalga (Chlorella sp.) pada Media Kultur Limbah Cair Biogas (Setelah Proses Anaerob) Fatma Ridha Nurlaili; Yusuf Hendrawan; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.135 KB)

Abstract

Mikroalga merupakan mikroorganisme yang berpotensi sebagai bahan baku biofuel yang merupakan energi alternatif terbarukan sehingga sangat dibutuhkan dalam menangani krisis energi. Salah satu jenis mikroalga yang  banyak diteliti adalah jenis Chlorella sp. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis penambahan  bakteri (azospirillum sp.) terhadap kelimpahan populasi mikroalga (chlorella sp.) pada media kultur limbah cair biogas yang diambil setelah proses anaerob. Terdapat empat perlakuan dengan tiga kali pengulangan dimana masing-masing perlakuan yaitu  A0 (tanpa penambahan bakteri), A3 (dengan penambahan bakteri 3x108 cfu/ml), A6 (dengan penambahan bakteri 6x108 cfu/ml), serta A9 (dengan penambahan bakteri 9x108 cfu/ml). Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis penambahan bakteri maka semakin tinggi pula kelimpahan populasi mikroalga yang didapat. Populasi tertinggi terdapat pada perlakuan A9 dengan penambahan dosis bakteri sebesar 9x108 cfu/ml yakni dengan populasi puncak sebesar 9,24x108 sel/ml.   Kata kunci: Bakteri Azospirillum sp., Kelimpahan populasi mikroalga, Limbah cair biogas, Mikroalga Chlorella sp. 
PENGARUH SUHU DAN KETEBALAN IRISAN BAWANG MERAH TERHADAP MUTU FISIK DAN KIMIA BAWANG GORENG DENGAN MENGGUNAKAN VAKUM FRYING Yusuf Hendrawan; Bambang Susilo; Ronald Nelson Krakuko
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.293 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh suhu terhadap sifat fisik dan kimia bawang goreng dengan penggorengan vakum, yaitu menganalisis pengaruh ketebalan irisan bawang merah terhadap sifat fisik dan kimia bawang goreng dengan penggorengan vakum. Perbedaan ketebalan irisan bawang merah dan suhu penggorengan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen, kadar air dan kadar lemak bawang goreng, sedangkan pada warna berpengaruh nyata. Rendemen yang dihasilkan 16-24,8 %, kadar air 8,66-13% dan kadar lemak 38,04%-59%. Nilai warna yang dihasilkan berkisar dari nilai (L*=39,3, a*=20,8, b*=8,9) hingga (L*=53, a*=19,5, b*=9,2). Semakin tebal irisan suatu bahan maka semakin lama tingkat waktu penggorengan yang dibutuhkan. Lama waktu penggorengan juga dipenggaruhi oleh suhu penggorengan, semakin tinggi suhu penggorengan maka waktu penggorengan yang diperlukan semakin sedikit. Waktu penggorengan terlama terdapat pada perlakuan ketebalan irisan 5 mm dengan suhu 750C dimana waktu penggorengan 65 menit. Waktu penggorengan tercepat  terdapat pada perlakuan ketebalan irsan 1 mm dengan suhu penggorengan 850 C dimana waktu penggorengan 30 menit
Pengaruh Volume Enzim Terhadap Kadar Alkohol dan Nilai Kalor dari Bioetanol Berbahan Baku Umbi Gadung (Dioscorea hipsida Dennst.) Anisah Cahyani; Yusuf Hendrawan; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.436 KB)

Abstract

Umbi gadung merupakan salah satu jenis umbi yang mengandung senyawa beracun, yaitu asam sianida (HCN), tetapi masyarakat mengolahnya menjadi keripik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah memanfaatkan pati yang terkandung dalam umbi gadung (Dioscorea hipsida) dikonversi menjadi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh enzim terhadap proses liquifikasi dan sakarifikasi terhadap total gula reduksi yang diperoleh, mengetahui kadar etanol yang dihasilkan dari destilasi sebagai alternatif bahan bakar, menetukan besarnya nilai kalor bahan bakar alkohol yang dihasilkan. Hasil optimum perolehan nilai total gula reduksi pada proses hidrolisis yaitu pada perlakuan C penggunaan volume enzim 0,6 % v/v sebesar 6,00%. Sedangkan nilai total gula reduksi pada perlakuan A (0,2% v/v) dan B (0,4% v/v) berturut-turut sebesar 4,85% dan 5,24%. Kemampuan tertinggi konversi glukosa menjadi etanol pada perlakuan B dengan penggunaan volume enzim 0,4% v/v sebesar 9,10%. Sehingga kadar etanol tertinggi yang dihasilkan dari hasil destilasi yaitu pada perlakuan B yaitu 79,9%. Sedangkan kadar etanol untuk perlakuan A dan C adalah 66,57% dan 72%. Nilai kalor tertinggi dihasilkan pada perlakuan B yaitu sebesar 5232,23 kal/g. Sedangkan nilai kalor pada perlakuan A dan C berturut-turut 4257,57 kal/g dan 4600,85 kal/g.Kata kunci: α-amilase, glukoamilase, yeast
PENGARUH KONSENTRASI KARAGENAN DAN RASIO DAGING WORTEL: AIR TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA VEGETABLE LEATHER WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) Yusuf Hendrawan; Muhamad Amar Nadhif; Yusuf Wibisono; Sandra Malin Sutan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.176 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.6

Abstract

Vegetable Leather merupakan jenis makanan yang terbuat dari bahan dasar daging sayur yang dihancurkan menjadi bubur lalu dikeringkan baik dengan alat ataupun sinar matahari. Permasalahan utama dalam pembuatan vegetable leather adalah sifat plastisnya karena komposisi dari bahan-bahan yang digunakan. Dimana bahan yang cukup berpengaruh diantaranya adalah konsentrasi karagenan dan rasio daging buah: air dari bahan utama. Pada proses pembuatannya vegetable leather. Karagenan sendiri merupakan bahan hidrokoloid yang dapat membantu pembentukan gel sehingga dapat memperbaiki tekstur. Selain itu juga rasio perbandingan antara daging buah: air dimana dapat mempengaruhi sifat plastis dan fisikokimia  pada vegetable leather yang dibuat. Sehingga  tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi karagenan dan rasio wortel: air serta menemukan kombinasi terbaik dari kedua faktor tersebut. Hasil analisa statistik dengan ANOVA dua jalur menunjukan bahwa perbedaan proporsi wortel: air berpengaruh nyata terhadap parameter kuat tarik dan kadar abu. Lalu untuk parameter perbedaan penambahan konsentrasi karagenan berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, persen pemanjangan, dan kuat tarik. Kombinasi perlakuan terbaik dengan metode Multiple Attribute TOPSIS diperoleh dari kombinasi penambahan karagenan dengan konsentrasi 4.5% dan proporsi wortel: air 1:1 dengan nilai kadar air 11.7%, aktivitas air 0.654, kadar abu 2.84%, kuat tarik 2.2 N, dan persen pemanjangan 7.3%.Dari hasil perlakuan terbaik pada penelitian ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia manisan kering.
Pengaruh Konsentrasi dan Preparasi Membran Terhadap Karakterisasi Membran Kitosan Dian Aris Setiawan; Bambang Dwi Argo; Yusuf Hendrawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.924 KB)

Abstract

Filtrasi adalah pemisahan bahan secara mekanis berdasarkan ukuran partikelnya. Salah satu teknologi yang digunakan dalam proses filtrasi adalah teknologi membran. Salah satu jenis membran yang digunakan untuk proses filtrasi adalah jenis membran kitosan selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik dari membran kitosan selulosa. Membran kitosan selulosa dibuat menggunakan metode coating dan selanjutnya proses perendaman dan pengeringan. Sintesis membran kitosan dilakukan dengan teknik inversi fasa, yaitu dengan proses rendam endap. Pada larutan dope, digunakan kitosan dengan variasi konsentrasi 6%, 7%, 8%, 9% (b/v). Karakterisasi membran meliputi sifat mekanik membran yaitu uji kuat tekan, kuat tarik, dengan menggunakan penetrasimeter dan sifat morfologi ukuran pori dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Pada penelitian pembuatan dan karakterisasi membran pada preparasi membran kitosan selulosa dengan pengaruh konsentrasi kitosan, nilai kuat tekan membran tertinggi terdapat pada membran kitosan selulosa dengan konsentrasi kitosan 9% dan lama pengadukan 48 jam sebesar 3,86 Kg/cm2. Nilai permeabilitas membran kitosan selulosa terbesar terdapat pada membran dengan konsentrasi kitosan 9% dan lama pengadukan 24 jam yairu sebesar 456,50 ml/menit. Hasil uji Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukan bahwa berdasarkan ukuran porinya membran yang dihasilkan tergolong dalam membran Mikrofiltrasi (0,1 µm - 10 µm). Kata kunci : membran kitosan, konsentrasi kitosan, kuat tekan, SEM
Analisis Tata Letak Fasiltas Produksi Stasiun Gilingan Di Perusahaan PT. PG Krebet Baru, Malang, Jawa Timur Wachid Rahmanjaya; Musthofa Lutfi; Yusuf Hendrawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.841 KB)

Abstract

PT. PG Krebet Baru merupakan industri gula yang harus meningkatkan produktivitasnya, maka dari itu perancangan ulang tata letak adalah salah satu pilihan strategis untuk memenuhi kebutuhan gula nasional. Karena proses pengolahan produk gula tebu memiliki tahap pada setiap stasiun kerja yang sangat kompleks, maka pada pada penelitian ini, perancangan tata letak difokuskan pada bagian stasiun gilingan yang terdiri dari beberapa mesin-mesin produksi. Selain itu, pada stasiun ini memiliki rendemen produk yang sangat rendah, artinya banyak penyusutan produk akibat nira tebu yang hilang. Pertama, analisis kuantitatif aliran bahan diukur berdasarkan kuantitas material yang dipindahkan. Selanjutnya, hasil analisis tersebut digunakan sebagai input dalam software differential evolution for facility layout. Ini memberikan analisis mengenai desain tata letak yang efesien, karena mengutamakan aspek kuantitas seperti material handling, jarak and stasiun. Untuk mengevaluasi tata letak yang diusulkan, pengukuran jarak tempuh diterapkan. Dalam penelitian ini, perancangan ulang tata letak stasiun gilingan menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan tata letak yang diterapkan saat ini, yakni terjadi penurunan jarak tempuh antar bidang kerja sebesar 42.797 m dari jarak tempuh awal yang sejauh 89.32 m. Hal tersebut dikarenakan semua bidang kerja didekatkan sesuai dengan alur proses produksi. Jika jarak tempuh semakin pendek maka ini akan berbanding lurus dengan biaya penanganan bahan yang semakin kecil. Selain itu juga waktu proses produksi yang semakin singkat.
Variasi Tekanan Dan Suhu Pada Proses Purifikasi Etanol Menggunakan Membran Komposit Poly Ether Sulfone Pada Proses Pervaporasi Membran Yusuf Hendrawan; Anang Lastriyanto; Bambang Dwi Argo; Oktaria Eka Y
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.889 KB)

Abstract

Proses pervaporasi (PV) dalam rangka pemurnian etanol merupakan teknologi yang menjanjikan dan sedang berkembang pesat. Hal ini didukung dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh pervaporasi yakni: tidak membutuhkan bahan kimia tambahan, proses lebih sederhana, serta tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitiaan ini adalah untuk menentukan kondisi operasi optimal dalam proses pemurnian etanol menggunakan membran komposit poly-ether-sulfone dengan coating 3% alginat-3% kitosan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktorial 3 kali perulangan, faktor pertama variasi yaitu temperatur pre-heating bagian feed terdiri dari 63.64, 67.83, dan 72.01oC. Faktor kedua yaitu tekanan downstream yang terdiri dari 41.325, 46.325, 51.325 absolut kPa. Hasil konsentrasi pada feed dan fluks permeat akan dianalisa menggunakan ANOVA. Proses yang berjalan selama 40 menit dengan sistem batch dan konsentrasi umpan etanol sebesar 68.05%(w/t). Hasil percobaan menunjukkan konsentrasi etanol tertinggi didapatkan pada kondisi operasi pre heating feed 72.01oC dan tekanan downstream sebesar 51.325 Absolut kPa dengan konsentrasi etanol sebesar 82.84%(w/t). kondisi terbaik akan dikontrol menggunakan membran komposit non coating dan dihasilkan kenaikan konsentrasi etanol pada bagian permeat sebesar 76.34%(w/t). Namun performansi membran komposit poly ether sulfone dengan coating 3% alginate-3% kitosan ini belum mampu dalam memisahkan campuran azeotrop etanol-air.
Uji Performansi dan Keseimbangan Massa Evaporator Vakum Double Jacket Tipe Water Jet dalam Proses Pengolahan Gula Merah Tebu (Saccharum officinarum L.) Ahmad Muhlisin; Yusuf Hendrawan; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.506 KB)

Abstract

Gula merah tebu dihasilkan dari proses pengentalan nira tebu dengan cara pemanasan. Pemanasan ini penting karena dapat menentukan kualitas dari gula merah. Pembuatan gula merah secara tradisional memiliki kelemahan dalam proses pemanasan, sehingga menghasilkan kualitas gula merah yang tidak baik. Evaporator vakum double jacket tipe water jet adalah mesin yang mampu membuat gula merah yang lebih baik di banding pengolahan secara tradisional. Pengoperasinya evaporator vakum membutuhkan energi untuk menghasikan panas. Sehingga diperlukan evaluasi terhadap performansi atau kinerja mesin evaporator vakum double jacket tipe water jet. Hasil penelitian menunjukan antara lain nilai kebutuhan energi panas terbesar evaporator didapatkan pada suhu 600C yaitu sebesar 11.597,04 kJ dan yang terendah pada suhu 700C sebesar 7.190,82 kJ. Rerata Kebutuhan energi listrik terbesar di dapatkan pada suhu 600 C sebesar 11.140,00 kJ dan terendah di dapatkan pada suhu 700C sebesar 9.065,33 kJ . Rerata kadar air tertinggi dicapai pada perlakuan dengan suhu 600 C sebesar 10,60 % dan rerata kadar air terendah dicapai pada suhu 800 C sebesar 9,38 %. Kehilangan massa terbesar pada proses penguapan di dapatkan pada suhu 800C sebesar  84,34 % dan kehilangan massa terendah pada suhu 600C sebesar 80,81 %. Nilai rerata rendemen terbesar di dapatkan pada suhu 600C sebesar  18,84 % dan rendemen terendah di dapatkan pada suhu 800C sebesar 11,46. Nilai rerata massa gula merah terbesar di dapatkan pada suhu 600C sebesar 526 gram rerata massa gula merah terendah didapatkan pada suhu 800C sebesar 448,3. Efesiensi energi terbesar di dapatkan pada suhu 700C sebesar 74,94 % dan terendah di dapatkan pada suhu 800C sebesar 54,62%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlakuaan perbedaan suhu pada proses pengupan nira tebu hingga menjadi gula merah berpengaruh pada sifat fisik dan lama waktu pemasakan serta massa gula merah yang dihasilkan. Sedangkan berdasarkan nilai efesiensi yang diperoleh, mesin Evaporator double jacket tipe water jet ini sudah cukup layak untuk proses pengentalan nira tebu.   Kata kunci : Kebutuhan Energi, keseimbangan massa, efesiensi evaporator
Analisa Pengaruh Microwave Assisted Extraction (MAE) Terhadap Ekstraksi Senyawa Antioksidan Catechin Pada Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis) (Kajian Waktu Ekstraksi Dan Rasio Bahan:Pelarut) Muhammad Husain Kamaluddin; Musthofa Lutfi; Yusuf Hendrawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.955 KB)

Abstract

Teh (Camellia sinesis) merupakan suatu bahan minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia, teh ialah suatu bahan pangan yang bisa diolah menjadi sebuah produk yang bernilai tinggi seperti dijadikan untuk minuman yang berkhasiat dan mampu mengurangi beberapa penyakit. Selama ini banyak cara yang telah dilakukan para peneliti untuk mendapatkan ekstraksi teh yang baik tanpa merusak kandungan antioksidan yang ada dalam teh, khususnya antioksidan catechin, catechin ini memiliki sifat penting seperti antimikroba karena menunjukkan kemampuan merusak sel dari sebagian mikroorganisme, antioksidan, memperkuat pembuluh darah, melancarkan sekresi urin, dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Pada penelitian ini menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE). Metode rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan yaitu waktu ekstraksi (W) yang  terdiri  atas 5 level  (120, 180, 240, 300, 360 detik)  dan  rasio pelarut  (P) yang  terdiri  atas  3  level  (25,  35, 45 ml). Dari hasil penelitian didapatkan kombinasi perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan volume pelarut 35 ml dan lama waktu 4 menit (P2W3), dengan karakteristik  kandungan catechin sebesar 56,322 % (1.54 mg/g) dan nilai rendemen sebesar 56,007 %.   Kata Kunci : Catechin, Daun Teh Hijau, Ekstraksi, Microwave Assisted Extraction (MAE)
PENGARUH RASIO MASSA ADSORBEN DENGAN VOLUME ETANOL DAN WAKTU ADSORBSI TERHADAP KENAIKAN KADAR ETANOL PADA PEMURNIAN BIOETANOL DARI NIRA AREN (Arenga pinnata) Yusuf Hendrawan; Sukses Agustin Nahmudiyah; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.353 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.3

Abstract

Meningkatnya permintaan minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan manusia dan menipisnya cadangan bahan bakar fosil menyebabkan terjadinya krisis energi. Bioetanol merupakan sumber energi alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Bioetanol dapat digunakan sebagai BBM harus mempunyai kemurnian minimal 99,5 (%vol). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio massa adsorben dengan volume etanol dan lama waktu adsorpsi pada pemurnian bioetanol dari nira aren dengan metode adsorpsi menggunakan adsorben nanozeolit dengan konsentrasi feed campuran etanol-air sebesar 93 (%vol). Penelitian ini menggunakan analisis Rancang Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan dua faktor. Faktor I yaitu rasio massa adsorben dengan volume etanol (b/v) terdiri dari 3:5, 4:5, dan 1:1. Faktor II yaitu waktu adsorpsi terdiri dari 1 jama, 2 jam, dan 3 jam. Pada penelitian ini diperoleh hasill berpengaruh sangat nyata terhadap pengaruh rasio massa adsorben dengan volume etanol dan waktu adsorbsi.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa metode adsorpsi menggunakan adsorben nanozeolit dapat digunakan untuk memurnikan etanol sampai konsentrasi absolut pada perlakuan rasio massa adsorben dengan volume etanol 1:1 (b/v) dan waktu adsorpsi selama 3 jam, pada perlakuan ini dadapatkan hasil kadar etanol sebesar 95,565 (%vol). Pada penelitian ini, didapatkan hasil bahwa semakin banyak adsorben yang digunakan dan semakin lama waktu adsorbsi, maka kadar etanol yang dihasilkan semakin tinggi.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Adamsyah Harika Putra Adi Rahmanto Wibowo adiansyah, muhammad Agil Adham Reka Agus Somantri Ahmad Diyanal Arifin Ahmad Muhlisin Al-Riza, Dimas Firmanda Ali Djamhuri Alifah Maulidiyah Alvianto, Dikianur Anang Lastriyanto Anggraini, Firdha Dwi Anggraini, Sabrina Angky Wahyu Putranto Anisah Cahyani Anninatul Fuadah Anung Nugroho Jayalaksono Apriansyah, Reza Aprilia Nur Komariyah Ariefandie Febrianto, Noor Arif Hidayat Arif Wicaksono R.P Arifiandika, Rizal Aris Fanani Ary Musthofa Ahmad Ary Mustofa Ary Mustofa Ahmad Asy Syukri, Khoirul Anam Aulia Meidiati Aziz Fathur R Bagas Rohmatulloh Bambang Dwi Argo Bambang Dwi Argo Bambang Susilo BAMBANG SUSILO Cahyanto, Darmawan Dwi Chatarina Umbul Wahyuni Choirul Umam Christiana Wahyu Citra Puspita Rani Cory Vidiati Dalas Gumelar Dana Marsetya Utama Deivy Amaliya Tipdani Dendy Satyabima Dewi Maya Maharani Dian Aris Setiawan Dimas F Al Riza Dimas Firmanda Al Riza Dimas Firmanda Al Riza Dimas Firmanda Al Riza Dina Wahyu Indriani Dina Wahyu Indriani Djoko Wahyudi Dwi Setiawan Elok Zubaidah Elwin Elwin F Al Riza, Dimas Fatma Ridha Nurlaili Fauzy, Muchammad Fenti Siregar Fiqi Ibrahim Saqroth Firdaus Kurnia Putra Firdha Dwi Anggraini Fitriyah, Hurriyatul Ghofur, Mohamad Gultom, David Parningotan Gunomo Djojowasito Gunomo Djoyowasito Gunomo Djoyowasito hardiansyah, bagus Hartono, Elvianto Dwi Hendrias Hendrias Hendy Firmanto Herdiansyah, Deni Hilmi, Miftahul Hismarto Bahua Imam Santoso Indah Mustika Sakti Indah Royani Izza, Sylvia Ni’matul Joko Prasetyo Khoirul Anam Asy Syukri Kreative Y.R, Rizka Kristianingsih, Wahyu Kusuma Faisal M La Choviya Hawa Liana, Verianti Litapuspita Rizka Perdana Madaniyyah Mustika Islami, Madaniyyah Mustika Maffudhotul Anna Malin Sutan, Sandra Mardhotillah Mardhotillah Meilani Eka Marantika Merisa Yunita Miftahudin Nawawi Miftahul Hilmi Misnawi Jati Mochamad Bagus Hermanto Moh. Risal Siregar Muchammad Fauzy Muchammad Zakaria, Muchammad Muchnuria Rachmawati Muhamad Amar Nadhif muhamad nur afidin Muhammad Arwani Muhammad Fadhil Muhammad Husain Kamaluddin Muhammad Iqbal Musthofa Lutfi Musthofa Lutfi Mustofa, Ary Mutiara Nisa' Amri Nabila Az-Zalikhah Ilham Nafi’ah, Riris Waladatun Niken Dieni Pramesi Niken Lila Widyawati Nugroho, Hermawan Nur Ida Winni Yosika Nurkholis Hamidi Oktaria Eka Y Omah Rochmah Pratama, Kanda Bagus Puguh Sudarsono Putra, Reza Rienaldy Rachmawati, Muchnuria Rahmatullah, Bagus Retno Damayanti Retno Damayanti Soejoedono Reza Rienaldy Putra Riana, Eki Rico Santoso Rini Yulianingsih Rini Yulianingsih Rochima Nisaa’IL-Firdaus Rohmatulloh, Bagas Ronald Nelson Krakuko Ryan Maulana Abdul Hakim Sadimantara, Muhammad Syukri Saiful Imron Sandra Malin Sutan Sandra Sandra Sandra Sandra Sandra Sandra Shinta Rosalia Dewi Shinta Widaningtyas Shinta Widyaningtyas Simping Yuliatun Siti Mariyah Ulfa Siti Nurhayati Somantri, Agus Sucipto, Sucipto Sukses Agustin Nahmudiyah Sumardi H. S. Sumardi Hadi Sumarlan Sumardi Hadi Sumarlan Sumardi Hadi Sumarlan Sumardi Hadi Sumarlan Supriyanto Supriyanto Supriyanto, Supriyanto Syahriyah, Yayah Titon Elang Perkasa Tunjung Mahatmanto Ubaidillah Ubaidillah Vita Noeravila Putri Wachid Rahmanjaya Wahyu Dhiki Saputro Wahyunanto Agung Nugroho Widaningtyas, Shinta Widyaningtyas, Shinta Wignyanto Wignyanto Wike A. P. Dania Yosua Yosua Yudha Firdaus Baharsyah Yuliatun, Simping Yuni Oktopiyani Yusron Sugiarto Yusuf Wibisono Yuyun Wahyuni Zahrok, Isna Arofatuz