Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KOMPARASI EFEKTIVITAS PALATE CLEANSER UNTUK EVALUASI SENSORI PRODUK SUSU PASTEURISASI DAN TURUNANNYA Kiki, Kiki Fibrianto; Wulandari, Eka Shinta; Widya, Leonie Margaretha
REKAPANGAN Vol 11, No 1 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palate cleanser merupakan komponen penting yang digunakan dalam evaluasi sensori untukmenetralkan mulut sebelum dan di antara sampel yang digunakan. Keefektivan palate cleanserditunjukkan melalui kemampuannya untuk meningkatkan sensitivitas panelis dalam mengenali danmembedakan sampel. Dalam studi ini, digunakan susu skim, susu full cream, dan krim sebagai sampeluntuk mengetahui efektivitas beberapa jenis palate cleanser, antara lain air soda tawar, teh hitam,mentimun dan air. Dari hasil penelitian terhadap 100 orang, diperoleh informasi bahwa penggunaan palatecleanser tidak dapat digeneralisasi untuk semua jenis sampel yang digunakan. Pada atribut flavor susu (pvalue<0.05) yang berkaitan dengan eksistensi lemak, mentimun lebih baik digunakan sebagai palatecleanser dibandingkan soda, teh, dan air. Namun, dalam mengevaluasi parameter tekstur berlemak dansensasi lengket di langit-langit mulut, soda lebih optimal (p-value<0.05) digunakan sebagai palatecleanser dari pada teh, mentimun, dan air.Kata kunci: evaluasi sensori, krim, palate cleanser, susu skim, susu full cream
PROFILING ATRIBUT JAMU KUNYIT ASAM DAN JAMU SINOM DENGAN METODE RATA (Rate-All-that-Apply) PADA BEBERAPA KOTA di JAWA TIMUR (Profiling Attribute Of Jamu Kunyit Asam And Sinom By Rata (Rate-All-That-Apply) At Several Cities In East Java) Fibrianto, Kiki; Dwihindarti, Mayrizky
REKAPANGAN Vol 10, No 1 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJamu merupakan salah satu obat tradisional di Indonesia yang diolah dengan cara pengolahan sederhana berdasarkan pengalaman turun-temurun. Profiling produk jamu merupakan salah satu pendekatan sensori yang dapat menjadi suatu upaya dalam perbaikan daya terima konsumen terhadap produk. Metode yang digunakan merupakan pendekatan sensori terbaru, yaitu metode RATA (Rate-All-that-Apply) yang bersifat objektif kuantitatif. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat 13 atribut sensoris yang memiliki intensitas berbeda antara jamu kunyit asam dan sinom.Kata kunci : Jamu, Profiling, RATAABSTRACTJamu is known as a typical Indonesian traditional medicine which is produced by simple processing based on experience over generations. Product profiling to jamu is one of sensory approach that can improve consumer acceptance to product. Sensory evaluation is related to sensory perception. Sensory perception can be influenced by demography factor. Method of this research is the latest knowledge approach. RATA (Rate-All-that-Apply)method is a quantitative methods are objective. The aim of this review is to know the distinguishing attributes of jamu and the influence of demography factors of human in product profiling. This current study suggest that there are 13 perceived sensory attributes with different intensities for distinguishing kunyit asam and sinom.Keywords : Jamu, Profiling, RATA
PENGARUH ASAL BIJI KAKAO DAN LAMA CONCHING TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI COKELAT HITAM DENGAN PENDEKATAN DISCRETE TIME INTENSITY Azhar, La Ode Muhammad Fajrul; Fibrianto, Kiki; Widyotomo, Sukrisno; Harijono, Harijono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.404 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.01.1

Abstract

ABSTRAKKakao merupakan salah satu komoditas andalan di Indonesia. Pengolahan kakao menjadi cokelat merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah kakao. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh asal biji kakao dan lama conching terhadap karakteristik sensori cokelat hitam. Cokelat dibuat dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu asal biji kakao (100% biji kakao fermentasi Jember, 100% biji kakao fermentasi Sulawesi Tenggara, 50% biji kakao fermentasi Jember + 50% biji kakao nonfermentasi Sulawesi Tenggara, dan 50% biji kakao fermentasi Sulawesi Tenggara + 50% biji kakao nonfermentasi Sulawesi Tenggara) dan lama conching (4, 6, dan 8 jam). Analisa sensori dilaksanakan dengan menggunakan panelis terlatih dengan menggunakan metode discrete time intensity. Hasil analisa menunjukkan bahwa kekerasan dan kekenyalan tertinggi yaitu pada perlakuan 100% biji kakao fermentasi Jember dengan lama conching 8 jam yaitu 12.6 dan 11.9 pada detik ke-30, kekompakan tertinggi yaitu pada perlakuan 50% biji kakao fermentasi Sulawesi Tenggara + 50% biji kakao nonfermentasi Sulawesi Tenggara dengan lama conching 8 jam yaitu 12.4 pada detik ke-30 dan kelengketan yang tertinggi yaitu pada perlakuan 100% biji kakao fermentasi Jember dengan lama conching 4 jam yaitu 5.9 pada detik ke 120 ABSTRACTCocoa is one of the largest commodities in Indonesia. Processing cocoa into chocolate is a way to increase the added of cocoa value. The purpose of this study was to determine the effect of cocoa bean origin and length of conching on sensory characteristics of dark chocolate. Chocolate was made using a completely randomized block design with factorial design consisting of two factors cocoa bean origin (100% Jember fermented cocoa beans, 100% Southeast Sulawesi fermented cocoa beans, 50% Jember fermented cocoa beans + 50% Southeast Sulawesi non-fermented cocoa beans and 50% Southeast Sulawesi fermented cocoa beans + 50% Southeast Sulawesi non-fermented cocoa beans) and length of conching (4, 6, and 8 hours). Analysis sensory using trained panelist with discrete time intensity method. The analysis showed that the highest hardness and gumminess at 100% Jember fermented cocoa beans with length of conching 8 hours is 12.6 and 11.9 at 30 seconds. The highest cohesiveness at 50% fermented cocoa beans Southeast Sulawesi+ 50% non-fermented cocoa beans from Southeast Sulawesi with length of conching 8 hours is 12.4 at 30 seconds. The highest adhesiveness at 100% Jember fermented cocoa beans with length of conching 4 hours is 5.9 at 120 seconds
POTENSI RUMPUT LAUT MERAH (GRACILARIA GIGAS) DAN PENAMBAHAN DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN NORI Pamungkas, Pinctada Putri; Yuwono, Sudarminto Setyo; Fibrianto, Kiki
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.142 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.03.4

Abstract

ABSTRAKBahan baku nori umunya rumput laut jenis Porphyra, di Indonesia rumput laut jenis Porphyra sulit ditemukan dan dibudidayakan. Sulitnya rumput laut jenis ini ditemukan mengakibatkan Indonesia mengimpor nori kepada negara penghasil, data Dinas Kelautan dan Perikanan tahun 2014 menunjukkan Indonesia mengimpor nori mencapai 2 Milyar per tahun. Rumput laut merah jenis Gracilaria gigasbanyak ditemukan di Indonesia dengan penambahan daun kenikir dapat dijadikan alternatif  sebagai bahan baku  pembuatan nori. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan rumput laut merah Gracilaria gigas dan daunsebagai bahan baku  pembuatan norisehingga mendapatkan karakteristik fisik, kimia dengan atribut sensori yang dapat diterima konsumen. Penelitian menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktoryaitu ukuran mesh penyaringandankonsentrasi daun kenikir yang ditambahkan. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan penyaringan ukuran 60 mesh dan konsentrasi daun kenikir 5%  menghasilkan nori Gracilaria gigasterbaik. Pada hasil analisis karakteristik kimia diperoleh nilai kadar air 11,04%, kadar abu 6,77%, kadar protein 22,44%, kadar lemak 0,85%, karbohidrat 58,91%, serat kasar 9,41%, dan aktivitas antioksidan IC50 38,796 mg AAE/g. Sedangkan hasil analisis karakteristik fisik diperoleh ketebalan  0,11 mm, kuat tarik 11,23N, elongasi 0,65 cm, warna L 42,0, warna a -0,20 dan warna b  4,3. Berdasarkan hasil analisis sensori menggunakan RATA (Rate All That Apply) dengan 100 panelis konsumen menunjukkan nori Gracilaria gigas tidak berbeda dengan nori komersil dan dapat diterima konsumen. ABSTRACTThe raw material of nori is generally made of porphyra which is hardly found and cultivated in Indonesia. Indonesia imports from the country which produces and cultivates the porphyra wheat due to the scarcity. The Dinas Kelautan and Perikanan (DKP, 2014) shows that Indonesia imports nori 2 billion per year. Another type of wheat, Gracilariagigas, is found in Indonesia which can be used as the alternative raw material of nori if combined with thinkin leaf. This study aims at making use of the Gracilaria gigasand the thinkin leaf as the ingridient of producing nori which meets the physical characteristic and chemical sensory ttribute so that it can be accepted by the consumers. The study employs an experimental design which involves the random sampling method with two varibales, the size of filtering mesh and the  concentrate of thinkin leaf added. The result shows that the tretament using 60-mesh filtering and concentrate of the 5% of the thinkin leaf concentrate produces the best noriGracilaria gigas. The result of the analysis shows that the values of chemical characteristics are 11.04% water, 6.77% ash, 22.44% of protein, 0.85% of fat, 58.91% of carbohidrate, 9.41% of rough fiber, and IC50 38,796 mg AAE/g antioxidant activities. Tresult of phsical characteristics are as follows, the thickness is 0.11 mm, the tortion is 11.23N, the elongationi is 0.65, the colour is L42,0; colour A is -0.20 and colour B is 4.3. Based on the result of sensory analysis using RATA (Rate All That Apply) from 100 participants  shows that Gracilaria gigas nori is not significantly different from the commercial nori and well accepted by the consumers.
POTENSI KOMBUCHA DAUN TEH (Camellia sinensis) DAN DAUN KOPI ROBUSTA (Coffea robusta) SEBAGAI MINUMAN PROBIOTIK Elok Zubaidah; Kiki Fibrianto; Soviandini Dwiki Kartikaputri
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 8 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.334 KB) | DOI: 10.29122/jbbi.v8i2.4186

Abstract

Kombucha is a plant-based fermented beverage that contains probiotic bacteria such as lactic acid bacteria (LAB). This research was conducted to prove the potential of probiotics in LAB isolates of kombucha tea leaves and robusta coffee leaves with various concentrations. This research used a completely randomized design (CRD). The variables tested were the measurement of total lactic acid bacteria, total acid, and probiotic characterization of LAB isolates (LAB resistance to low pH and bile salts, and antibacterial activity test). The results were analyzed and discussed using ANOVA with a significance level of P < 0.05 only for total acid and descriptive analysis on microbiological response. The best probiotic potency was selected using the multiple attribute method. The results showed that LAB isolates from kombucha tea leaves and robusta coffee leaves with various concentrations had resistance to pH 2 and pH 3, resistance to bile salts 3%, and antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The LAB isolate of kombucha robusta coffee leaves at a concentration of 0.6% has the best probiotic potential. Kombucha merupakan minuman fermentasi berbasis tanaman yang mengandung bakteri probiotik seperti bakteri asam laktat (BAL). Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan potensi probiotik pada isolat BAL kombucha daun teh dan daun kopi robusta dengan berbagai konsentrasi. Penelitian laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variabel yang diuji adalah pengukuran total bakteri asam laktat, total asam, ketahanan BAL terhadap pH rendah dan garam empedu, serta uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian dianalisa dan dibahas menggunakan ANOVA dengan signifikansi P < 0.05 hanya untuk total asam dan analisa deskriptif pada respons mikrobiologis. Potensi probiotik terbaik dipilih menggunakan metode multiple attribute. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat BAL dari kombucha daun teh dan daun kopi robusta dengan berbagai konsentrasi memiliki ketahanan terhadap pH 2 dan pH 3, ketahanan terhadap garam empedu 3%, serta aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Isolat BAL kombucha daun kopi robusta pada konsentrasi 0,6% mempunyai potensi probiotik terbaik.
Introduction Of Moringa Leaves (Moringa Oleifera) Utilization As A High Nutritive Food Ingredient To Assist Nutrient Sufficiency For Children In Al Kaaf Orphanage Jabung, Malang Kiki Fibrianto; Wenny Bekti Sunarharum; Sudarminto Setyo Yuwono; Erni Sofia Murtini; Elok Waziiroh; Siti Narsito Wulan; Laila Yum Wahibah
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2020.005.02.03

Abstract

Daun kelor memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap dan banyak sifat fungsional yang berguna untuk meningkatkan status gizi, khususnya bagi anak-anak. Meskipun demikian, pemanfaatan daun kelor sebagai sumber bahan pangan yang dapat diolah menjadi beragam produk pangan yang menarik, bergizi tinggi dan murah masih sangat terbatas. Kreativitas dalam pengolahan pangan berbasis kelor diharapkan akan mampu menunjang kecukupan gizi bagi anak-anak. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan untuk pengolahan serta pemanfaatan daun kelor, diharapkan akan membantu ketercukupan gizi secara murah serta mendorong semangat berwirausaha melalui praktek pembuatan olahan pangan sederhana berbasis daun kelor, seperti biskuit, pudding dan es krim.
Introduction Of Post-Harvest Processing Tehcnology To Increase Production Capacity And Quality Of Coffee Processed By Uph Sekar Rindu, Dampit, Malang Regency Wenny Bekti Sunarharum; Sudarminto Setyo Yuwono; Erni Sofia Murtini; Kiki Fibrianto; Elok Waziiroh; Eka Shinta Wulandari; Laila Yum Wahibah
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.082 KB) | DOI: 10.21776/ub.jiat.2018.004.02.7

Abstract

Besides coffee productivity, the most prominent problem in the coffee production is related to the consistency of quality. This community service program is specifically aimed to resolved coffee quality and productivity problems encountered by Sridonoretno coffee processing and producing unit in UPH Sekar Rindu. The approach in addressing those problems includes four steps. First step is the community empowerment through training on coffee quality and introduction on selective picking/harvesting method. Secondly, writing and documenting standard operating procedures for harvesting, for some common coffee post harvest processing methods as well as an appropriate storage procedure that could be applied by the community. Thirdly, the introduction of machinery including coffee huller and scale to improve coffee productivity. The last effort is to perform certification and grading of the quality of Sridonoretno green coffee beans.
Upaya Pengembangan Agroindustri Kopi Pinogu Melalui Introduksi Alat Pengolahan Kopi Bambang Susilo; Kiki Fibrianto; Sunaryo Sunaryo; Gatot Ciptadi; Muhammad Arwani; Asma Naili Salsabila
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2021.007.01.10

Abstract

Sumber daya alam yang dimiliki Kecamatan Pinogu pada sektor pertanian sangat menarik untuk dikembangkan. Terutama pada komoditas Kopi Pinogu yang memiliki kekhasan sendiri dan telah mendapat status resmi sebagi produk unggulan daerah. Namun dalam proses pengembangan Kopi Pinogu, masih didapati beberapa masalah yang menjadi penghambat. Pengolahan kopi yang masih menggunakan peralatan sederhana menjadi permasalahan yang dihadapi oleh petani Kopi Pinogu saat ini. Selain itu dilihat dari proses perawatan pertanian di Pinogu yang belum maksimal, juga turut andil untuk menghambat proses pengembangan. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain dengan adanya pengenalan dan pelatihan teknologi tepat guna dalam pengolahan Kopi Pinogu. Selanjutnya untuk mendukung solusi pertama, dilaksanakan pemetaan diberbagai sektor untuk mencari akar masalah secara komperhensif. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang teridentifikasi dari proses Pengembangan Kopi Pinogu.
The Influence of Leaf Age, Oxidizing Pre-Treatment and Serving Temperature on Sensory Characteristics of Ampelgading Robusta Coffee Leaves Tea Kiki Fibrianto; Aswin Rizky Wardhana; Laila Yum Wahibah; Eka Shinta Wulandari
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.214 KB) | DOI: 10.17728/jatp.4465

Abstract

The cultivation of coffee plants produces leaf-waste which is only currently used for feed and fertilizer. Traditionally coffee leaves tea could be processed as “kopi kawa”, a popular tea-like beverage in West Sumatera, Indonesia. This research was aimed at characterizing the sensory profile of beverage made from Ampelgading Robusta coffee leaves by considering different leaves age, processing method, and serving temperature applying the Rate-All-That-Apply (RATA) method involving 111 consumer respondents. It was observed that the coffee leaves tea were sensorially dominated by green aroma and flavor, bitter taste, and astringent mouth-feel. The leaves age significantly affected 6 sensory attributes, i.e. sweet taste, sour taste, bitter taste, sweet flavor, earthy flavor, and woody flavor. Meanwhile the processing method (oxidized and non-oxidized pre-treatment) as well as serving temperature had no significant effect on the sensory perception of consumer although significant influences were recorded on the changing of total phenolic content, caffeine content, pH, and color parameters. As conclusion, sensory characteristic of Ampelgading robusta coffee leave tea was strongly affected by the age of leaf, regardless the pre-treatment process and serving temperature.
Penerapan CPPB-IRT dan Perbaikan Produksi Sari Buah di Bumdesa Makmur Abadi Dego Yusa Ali; Simon Bambang Widjanarko; Sudarminto Setyo Yuwono; Kiki Fibrianto; Ahmad Zaki Mubarok
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 5 NOMOR 2 SEPTEMBER 2021 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.052 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v5i2.5846

Abstract

Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar memiliki komoditi unggulan masyarakat desa yaitu nanas, belimbing, dan sirsak. Keberadaan BUMDes Makmur Abadi membuat Desa Bendosari semakin maju. BUMDes memiliki produk unggulan berupa minuman susu pasteurisasi dan minuman olahan buah. Permasalahan mitra yang utama saat ini adalah belum standarnya peralatan yang digunakan untuk proses produksi, terutama di proses penyaringan. Selain itu, mitra perlu evaluasi tentang cara pengolahan pangan yang baik. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas minuman olahan buah dengan teknologi penyaringan menggunakan alat pemeras mekanik (expeller press) serta memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mitra agar mitra dapat menghasilkan produk olahan minuman buah yang memiliki kualitas baik dan bisa bersaing dengan produk dari daerah lain. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan CPPB-IRT di BUMDes Makmur Abadi tergolong ke dalam kategori baik dengan beberapa catatan perbaikan yang harus ditindaklanjuti. Hasil penggunaan alat pemeras mekanik dapat meningkatkan volume proses penyaringan/pemerasan menjadi 2,5 kali lipat dari penyaringan dengan metode gravitasi biasa.
Co-Authors . Harijono A. Harijono Adhelia Christina Erijanto Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas Ahmad Zaki Mubarok Aly Akbar Amelia Amelia Amelia, Devia Anindyah Febriani Santoso Anisa Aprilia Annisa Oktafianti Nurlatifah Annisa Oktafianti Nurlatifah, Annisa Oktafianti Ardissa Ditrisia Ardianti Arie Srihardyastutie Arie Srihardyastutie Aris Subagyo Ariza, Nila Fanahda Arya Nugraha Hananto Asma Naili Salsabila Aswin Rizky Wardhana Aulia Azizah Syamsuri Auliyah Sari Ramdhani Auliyah Sari Ramdhani, Auliyah Sari Aunura, Fadila Artameivia Azarul ‘Izza Azhar, La Ode Muhammad Fajrul Azwar Lahusin Bambang Susilo Bimo, Igoy Catrine Halvi Dewinda Catrine Halvi Dewinda, Catrine Halvi Darmawan Saptadi Dego Yusa Ali Destyana Ellingga Pratiwi Devi Marisa Maulidiah Devy Sekarlianty Devy Ulandari Djatmiko Bagus Wibowo Dwihindarti, Mayrizky Dyanika Maharani Br Karo Dyanika Maharani Br Karo Elok Waziiroh Elok Zubaidah Erni Sofia Murtini Erryana Martati Essa Noer Bhakty Mulia Fahmi Akbar Yuliansyah Fahriyah Fahriyah Fatima Nurul Alissa Fatima Nurul Alissa, Fatima Nurul Fauziah Hasanah Ferrasta, Onky Audika Galuh Sasanti Prajati Kusuma Gatot Ciptadi Genbrovit, Irha Putri Grace Maria Ulfa H Syahrastani Hafida Ruminar Handono, Setiyo Yuli Haq, Ahmad Izzul Hera Sisca Prasmita, Hera Sisca Hikmatus Sofa Rahmadia I Kadek Olin Adi Wiguna Igoy Arya Bimo Igoy Aryo Bimo Indria Purwantiningrum Irma Nopriyani irma yunita Irma Yunita Irwan Bempah Istianah, Hana Joni Kusnadi Khalid Rahman Kristianto Pradipta Laila Y. Wahibah Laila Yum Wahibah Laila Yum Wahibah Lalilika, Ovirista Rachma Leonie Margaretha Widya Pangestika Leonie Margaretha Widya Pangestika, Leonie Margaretha Widya Lilik Wahyuni Lutfiani A. Nisa Marcelia, Ela Maria Putri Agung Daya Ramanda Maulfi Syaiful Rizal Mayrizki Dwihindarti Medina Alia Rahmawati Megiza Purnama Miftachurrochmah, Anis Mohamad Bahaudin Muhammad Arwani Muhammad Aswan Syahputra Muhammad Aswan Syahputra, Muhammad Aswan Muhammad Bagaskara Wiratirta Muhammad Hambali Nabilah, Anjar Asmarani Widya Nia Novita Wirawan, Nia Novita Nur Ida Panca Nugrahini Petronela Yunia Dua Reri Petronela Yunia Dua Reri, Petronela Yunia Dua Pinctada Putri Pamungkas Poppay Dwi Anggaraini Putri, Azalea Putri, Belvania Nabila Riska Ayu Lestari Riyanti Isaskar Rizki Putra Samudra Rizki Putra Samudra Rosalia Rahmadhani Rosalia Rahmadhani Roy Ardy Colas Napitupulu Safindra, Naswadhia Samudra, Rizki Putra Septi, Nur Diana Setyawan, Hendrix Yulis Sigalingging, Catherine Novita Sari SIMON BAMBANG WIDJANARKO Simon Bambang Widjanarko Siti Narsito Wulan Sofa, Atika Muna Soviandini Dwiki Kartikaputri Sri Hastuti Stevany Yolanda Sudarma Dita Wijayanti Sudarminto Setyo Yuwono Sudarminto Setyo Yuwono Sukrisno Widyotomo Sunaryo Sunaryo Suryaneta Syahrul Kurniawan Syaiful Adnan Tabitha Larasati Tri Ardyati Tri Dewanti Widyaningsih Tri Dewanti Widyaningsih Trifena Honestin Ulfatul Mardiyah Uzay Luluasa Vivien Fathuroya Vi’in Ayu Pertiwi Wafa Nida Faida Azra Wenny Bekti Sunarharum Widya Dwi Rukmi Putri Widya, Leonie Margaretha Wulandari, Eka Shinta Yudin Yudiawan Maksum Yuliana Putri Rizky Vindiani Yusri Fajar