Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Motion Graphic sebagai Media Pendidikan Gizi pada Karyawan di Masa Pandemi Ratna Dwi Ismianti; Laras Sitoayu; Rachmanida Nuzrina; Yulia Wahyuni; Dudung Angkasa
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2022.6.1.6608

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of nutritional education through motion graphic media on knowledge and attitude of the four pillar of balanced nutrition in employees. The research is a quasy experimental study with two groups pretest-postest design. Sampling used was a purposive sampling. The target of this study is employees of Esa Unggul University who were divided into two groups, the intervention group that was given motion graphic and the control group which was not given the media, each group include 31 people. The results showed that there was an increase in knowledge in both the intervention group and the control group. Data analysis used was Mann-Whitney test. There was no difference in knowledge before intervention and there was a difference in knowledge after an intervention. As for the attitude, there was no difference in the two groups before, but there was a change in attitude in the intervention group. As the result, the study concluded that there is an effect of nutritional education with motion graphic media on the knowledge and attitude of the four pillars of balanced nutrition for Esa Unggul University’s employees.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi melalui media motion graphic terhadap pengetahuan dan sikap empat pilar gizi seimbang pada karyawan. Jenis penelitian ini eksperimental semu dengan two group pretest-postest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel merupakan karyawan Universitas Esa Unggul yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi diberikan media motion graphic dan kelompok kontrol hanya diberikan ceramah. Masing-masing kelompok berjumlah 31 orang. Uji beda menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan pengetahuan sebelum intervensi antar kedua kelompok (p=0,189) dan ada perbedaan pengetahuan setelah intervensi antar kedua kelompok (p=0,001). Adapun untuk sikap, tidak ada perbedaan antar kedua kelompok sebelum (p=0,365) dan sesudah intervensi (p=0,435). Terdapat peningkatan sikap yang signifikan pada kelompok intervensi. Terdapat pengaruh pendidikan gizi dengan media motion graphic  terhadap pengetahuan dan sikap empat pilar gizi seimbang pada karyawan. 
Pemanfaatan Ampas Kelapa dan Tepung Kedelai dalam Pembuatan Roti Tawar Tinggi Protein Prita Dhyani Swamilaksita; Wahyu Pratama; Dudung Angkasa; Reza Fadhilla; Putri Ronitawati
Jurnal Gizi dan Kuliner Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Gizi dan Kuliner
Publisher : Program Studi Gizi UNSIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/giziku.v2i1.5562

Abstract

Pendahuluan : Penganekaragaman konsumsi pangan dapat berupa penggunaan pangan fungsional. Ampas kelapa dan kedelai merupakan pangan fungsional yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi roti tawar yang memiliki nilai gizi sumber protein.Tujuan :menganalisis daya terima, dan nilai gizi dari Pengembangan Roti Tawar Sumber Protein Dengan Penambahan Tepung Ampas Kelapa dan Tepung Kedelai. Metode :Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor (AK = Tepung Ampas Kelapa dan K = Tepung Kedelai) dengan empat taraf perlakuan. Perbandingan tepung ampas kelapa dan tepung kedelai yang digunakan adalah F0 (0%AK:0%K), F1 (40%AK:60%K), F2 (50%AK:50%K) dan F3 (60%AK:40%K). Uji beda One Way Anova dan uji lanjut Duncan dengan taraf signifikan α=0,05 digunakan untuk menjawab tujuan.Hasil : Berdasarkan hasil nilai gizi, semua formulasi memiliki perbedaan secara nyata. Roti tawar sumber protein penambahan tepung ampas kelapa dan tepung kedelai yang paling disukai menjadi formula terpilih adalah F3 dengan perlakuan tepung ampas kelapa 60% dan tepung kedelai 40%. Roti tawar terpilih memiliki kadar protein 12,93%, kadar serat kasar 6,57%, kadar karbohidrat 49,16%, kadar lemak 2,8%, kadar air 38,67% dan kadar abu 1% serta tingkat kesukaan aroma, rasa, warna, tekstur dan keseluruhan secara berturut-turut adalah 3,20; 3,22; 3,20; 3,24 dan 3,42 (suka). Kesimpulan : Tepung ampas kelapa dan tepung kedelai dapat dikembangkan menjadi roti tawar sumber protein yang diterima dan hampir memenuhi SNI dan Direktorat Gizi Depkes.
Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji, Tingkat Stres dan Kualitas Tidur terhadap Status Gizi pada Remaja Putra SMA DKI Jakarta Laras Sitoayu; Ismi Aminatyas; Dudung Angkasa; Nazhif Gifari; Yulia Wahyuni
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2021.008.01.6

Abstract

Masalah gizi pada remaja di Indonesia muncul akibat ketidakseimbangan antara konsumsi zat gizi dengan kecukupan gizi yang diperlukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan cepat saji, tingkat stres dan kualitas tidur terhadap status gizi pada remaja putra SMA DKI Jakarta. Rancangan penelitian adalahcross-sectional study dengan jumlah responden 160 orang remaja putra. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner FFQ, ISMA (International Stress Management Association) dan PSQI (Pittburgh Sleep Quality Index). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres terhadap status gizi (p-value = 0,017). Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan cepat saji (p-value = 0,210) dan kualitas tidur (p-value = 0,165) terhadap status gizi. Bagi remaja putra diharapkan untuk lebih meningkatkan makanan bergizi seimbang serta memiliki tingkat stres dan kualitas tidur yang baik agar dapat mencapai status gizi normal
Sering Konsumsi Kudapan Asin Berkaitan dengan Kenaikan Indeks Massa Tubuh Dewasa Muda Aodrey Amelia Rania Nur Hanifah; Dudung Angkasa; Yulia Wahyuni; Mury Kuswari; Harna Harna
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2023.7.1.15037

Abstract

The current study is aimed at examining the relationship between exposure to fast food promotion, consumption of obesogenic food, and body mass index in early adulthood. This cross-sectional study involved 76 respondents aged 26–35 years. Those with personal mobile phones and social media accounts are included in this study. Exposure to fast food promotion (FFP) was assessed by structured questionnaires, while obesogenic food consumption (OBC) was determined by a semi-quantitative food frequency questionnaire. Body mass index (BMI) was drawn from weight and height measurements. A Spearman analysis was performed to find the correlation. This study found that neither the total score in FFP nor the total grams in OBC were associated with BMI. Interestingly, upon item analysis, one item in OBC (highly salted food) was significantly associated with BMI (r = 0.230, p-value = 0.046). Nutrition and health education specific to the reduction of salty foods should be promoted among young adults to prevent obesity. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan promosi makanan cepat saji, konsumsi makanan obesogenik, dan indeks massa tubuh pada masa dewasa awal. Studi menggunakan rancangan potong lintang yang melibatkan 76 responden berusia 26-35 tahun yang dipilih secara purposive. Mereka yang memiliki ponsel pribadi dan media sosial termasuk dalam penelitian ini. Paparan promosi makanan cepat saji dinilai dengan kuesioner terstruktur yang terdiri dari tujuh item (nomor) pertanyaan tervalidasi sedangkan konsumsi makanan obesogenik ditentukan oleh Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Indeks massa tubuh (IMT) diambil dari pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis korelasi Spearman dilakukan untuk menemukan hubungan. Penelitian ini menemukan bahwa baik skor total dalam paparan promosi makanan cepat saji maupun total konsumsi makanan obesogenik tidak terkait dengan IMT. Menariknya, setelah analisis item, satu item dalam perilaku konsumsi makanan obesogenik (konsumsi kudapan asin) secara signifikan dikaitkan dengan IMT (r= 0,230, p-value = 0,046). Pendidikan gizi dan kesehatan terkait pembatasan konsumsi kudapan asin harus dipromosikan di kalangan orang dewasa awal untuk mencegah obesitas.
Pengaruh Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai: Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai Monica Monic; Prita Dhyani Swamilaksita; Reza Fadhilla; Khairizka Citra Palupi; Dudung Angkasa
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teh hijau adalah salah satu tanaman yang mempunyai nama latin camelia sinensis. Teh hijau memiliki fungsi sebagai antioksidan, meningkatkan relaksasi, mengurangi gangguan tidur, dan mengurangi kecemasan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh konsumsi teh hijau pada tingkat kecemasan dan kualitas tidur terhadap staff Universitas Esa Unggul. Design penelitian ini adalah menggunakan jenis design quasi experimental design dan menggunakan rancangan one-group pretest dan posttest, dan dalam penelitian ini terdapat 32 orang staff sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian pretest dan posttest pada kualitas tidur responden mengalami perubahan, pada saat posttest kualitas tidur lebih meningkat dibandingkan pada saat pretest, pada saat posttest kualitas tidur responden yaitu 6,50 ± 2,52, sedangkan kualitas tidur pada saat pretest 8,75 ± 2,67, sementara itu untuk pretest dan posttest tingkat kecemasan juga berubah, pada saat posttest tingkat kecemasan responden juga mengalami penurunan yaitu 7,50 ± 7,47 sedangkan tingkat kecemasan pada saat pretest 16,03 ± 12,76. Analisa statistik menggunakan uji paired sample t-test untuk kualitas tidur dan uji Wilcoxon untuk tingkat kecemasan. Pengaruh konsumsi teh hijau menunjukkan adanya perubahan signifikan antara tingkat kecemesan dan kualitas tidur pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yang menpunyai significansi yaitu (p=0,000). Kata Kunci: Teh Hijau, Tingkat Kecemasan, Kualitas Tidur
Body image and weight loss diet behavior are related to nutritional status in female college students Zahra Zakiyah Komarudin; Prita Dhyani Swamilaksita; Khairizka Citra Palupi; Harna Harna; Dudung Angkasa
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 8, No 4 (2023): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v8i4.988

Abstract

Nutritional status is an important indicator of college student health. College students are included in the age group vulnerable to nutritional problems such as decreased diet quality and excessive weight. The study aims to determine the relationship between body image, mindful eating, and weight loss diet behavior with nutritional status in female college students. The study used a cross-sectional design and was conducted among female students at Esa Unggul University in 2022. A total of 122 subjects were selected using the Proportionate Stratified Random Sampling method. Nutritional status is measured by assessing Body Mass Index (BMI). The instruments used were the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBSRQ) to assess body image, the Mindful Eating Questionnaire (MEQ) to assess mindful eating, and the dietary behavior questionnaire to assess weight loss. Data were analyzed by chi-square test at CI:95%. The results showed that body image was related to thin (p= 0,004) and obese (p= 0,000) nutritional status. Dietary behavior for weight loss is associated with thin nutritional status (p= 0,010) but not with obesity (p= 0,389). In conclusion, nutritional status (BMI) is related to body image and weight loss diet behavior in female college students.
Hubungan Tingkat Kecukupan Protein Hewani dan Kalsium, Tingkat Stres, Serta Kebiasaan Olahraga Terhadap Derajat Nyeri Dismenore Primer Siswi SMAN1 Kota Sukabumi: Hubungan Tingkat Kecukupan Protein Hewani, Kalsium, Tingkat Stres serta Kebiasaan Olahraga terhadap Derajat Nyeri Dismenorea Primer Siswi SMAN 1 Kota Sukabumi Dian Rahayuningsih; Vitria Melani; Dudung Angkasa; Harna Harna; Nadiyah Nadiyah
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 4 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i4.2023.604-614

Abstract

Background: Primary dysmenorrhea during the menstruation period can cause uncomfortable conditions, reduction in productivity and study concentration, and daily activities in adolescents. Calcium source and animal protein consumption may reduce the pain intensity of primary dysmenorrhea. In addition, normal stress levels and regular exercise habits can regulate the release of hormones that control pain intensity. Objectives: This study aims to analyze the correlation between animal protein consumption, calcium adequacy level, stress level, exercise habits, and primary dysmenorrhea pain level in female students of SMAN 1 Sukabumi City. Methods: This quantitative study used an observational study design with a Cross-Sectional approach. Simple random sampling was taken from twelfth-grade science classes with 62 female students in SMAN 1 Sukabumi City. Data collection was performed through interviews using Google Forms and Zoom. The instruments used were SQ-FFQ (Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire), DASS 42 questionnaire (Depression Anxiety Stress Scale), Wong-Baker Pain scale, and exercise habit questionnaire. Bivariate analysis was done using the Chi-Square test with α=0.05. Results: There was a correlation between the level of calcium adequacy and the scale of primary dysmenorrhea pain in female students of SMAN 1 Sukabumi City (P<0.05), and no significant correlation between the level of adequacy of animal protein consumption, exercise habit, the level of stress and the scale of primary dysmenorrhea pain (P>0.05). Conclusions: Respondents with sufficient calcium levels can lower the degree of primary dysmenorrhea pain. Therefore, meeting the calcium requirement to prevent menstrual pain is recommended.
ANALYSIS OF SUGAR, SALT AND FAT IN SNACK FOODS SOLD AT ELEMENTARY SCHOOL FOOD STALLS Zaizafia, Athaya; Aristi, Dela; Ciptaningtyas, Ratri; Angkasa, Dudung
Journal of Nutrition College Vol 13, No 1 (2024): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i1.38444

Abstract

ABSTRACTBackground: Snacking is common among elementary school-age children. Ironically, snacks often contain lots of sugar, salt, and fat (SSF) which mostly available at school's area and might contributed to poor dietary pattern. Objective: to determine SSF’s content among snack food (SF) at school food stalls and intake of SSF from the SF among school-age children. Methods: This cross sectional study involved eighty-nine children age 8 to 12 at Madrasah Pembangunan elementary school in South Tangerang city  that randomly selected. Street food was classified as main dish, snacks and drinks. SSF content was determined by desk analysis through conversion of raw-cooked food, edible portion, estimated of intake sugar, salt and oil absorption from actual food weighing of listed snack foods. Intake of SSF was obtained from two non-consecutives 24 hours food recalls. FoodWorks and SPSS software were used to analyze food and descriptive analysis, respectively. Results: We found that almost one third of subjects experienced overweight (12.4%) and obesity (16.9%). There were 53 items of hawker foods were identified within school area and were comprised from 18 main dishes, 35 snacks and 10 drinks. Snack food contains more SSF content compared to main dishes. Salt is the highest contribution (120%) to recommended daily allowance compared to sugar and fat.Conclusion: The percentage contribution of snacks in school-age children consumption needs to be highlighted as an alarming wake-up call to introduce nutrition labelling on snacks sold at school areas.Keywords : snack food; sugar; salt; fat; school children ABSTRAKLatar belakang: Ngemil merupakan hal yang umum di kalangan anak usia sekolah dasar. Ironisnya, jajanan seringkali mengandung banyak gula, garam, dan lemak (GGL) yang banyak terdapat di lingkungan sekolah dan dapat menyebabkan pola makan yang buruk. Tujuan: untuk mengetahui kandungan GGL pada makanan jajanan di sekolah dan asupan GGL dari makanan jajanan pada anak sekolah. Metode: Studi cross sectional ini melibatkan delapan puluh sembilan anak usia 8 hingga 12 tahun yang dipilih secara acak. Makanan jalanan diklasifikasikan sebagai hidangan utama, makanan ringan dan minuman. Kandungan GGL ditentukan dengan analisis tabel melalui konversi makanan mentah, porsi yang dapat dimakan, perkiraan asupan gula, garam dan penyerapan minyak dari makanan aktual yang ditimbang dari makanan ringan yang terdaftar. Asupan GGL diperoleh dari dua penarikan makanan 24 jam non-berturut-turut. Perangkat lunak FoodWorks dan SPSS masing-masing digunakan untuk menganalisis makanan dan analisis deskriptif. Hasil: Hasil studi mendapatkan sepertiga anak sekolah responden kami mengalami kelebihan berat badan (12.4%) dan obesitas (16.9%). Teridentifikasi 53 jenis makanan jajanan di lingkungan sekolah yang terdiri dari 18 makanan utama, 35 makanan ringan dan 10 minuman. Makanan ringan mengandung lebih banyak kandungan GGL dibandingkan dengan makanan utama. Kontribusi garam dalam makanan ringan bahkan mecapai 120% dari angka kecukupan gizi , angka ini lebih tinggi dari persentase gula dan lemak.Kesimpulan: Persentase kontribusi GGL dari makanan ringan yang dikonsumsi anak sekolah perlu diawasi sebagai peringatan dini untuk memperkenalkan label gizi pada makanan jajanan yang dijual di lingkungan sekolah.Kata Kunci : camilan; gula; garam; lemak; anak sekolah 
PENINGKATAN KAPASITAS PENGETAHUAN GIZI DAN KETERAMPILAN PERAWATAN LUKA PADA CALON DOKTER CILIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI KEDAUNG BARAT 1, TANGERANG Angkasa, Dudung; Mulyana, Budi; Utami, Tyas Putri; Julianti, Putri Firna; Maulana, Handika Rahmat; Lestari, Gina; Amanda, Virgita; Widyawati, Risti Shalsa
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i3.7420

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah perlu terus ditingkatan salah satunya dengan memberikan dukungan pelatihan pada calon dokter cilik (dokcil). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan pilar gizi seimbang dan penanganan luka bagi calon dokcil. Sebanyak 25 calon dokcil terlibat pada kegiatan ini. Calon dokcil terlihat sangat antusias dengan materi yang disampaikan. Tanya jawab muncul dari peserta saat diskusi tentang materi. Walau secara statistik tidak diamati peningkatan bermakna pada pengetauan tentang pilar gizi seimbang, terlihat perbedaan bermakna pada perawatan luka. Kegiatan terdokumentasi dengan baik pada social media @giselprogram dan berita online.
PENGENALAN GAYA PENGASUHAN DAN PENINGKATAN PANTAU PERTUMBUHAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR Angkasa, Dudung; Rozali, Yuli Azmi; Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 9, No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v9i02.5995

Abstract

SDN Kedaung Barat 1 has no specific room for performing a UKS (school health services) activities. Hence, growth monitoring program is rarely performe in a regular basis. UKS also may help the school society including parents to involve actively to its program and build a holistic nutrition and health program for the students. This community service aimed at enhancing the growth measurement skills and also parenting style. Representative of teacher, student and parents were involved in this activities. Participants were enthusiatic with the given educational materials. Question and answer cames from participant during discussion about the parenting styles and growth monitoring as well. Student also had a change to speak up about how they parents behave to them. This activity enabled the participant to identify why school children did not gain weight or height rapidly. Participants also gained a technical skills to measure the growth accurately and at the same time how to calibrate the measurement tools particularly the digital weighing scale. This community service activity was reported in local media mass and had been posted in a youtube channel https://youtu.be/ENqGMNrvC7k and instagram @giselprogram.
Co-Authors Alisa, Yudiana Noor Amalia, Dea Sofa Amanda, Virgita Anastasia, Reynie Arvilla Anggiruling, Dwikani Oklita Annisa Dwi Meitha Anugrah Novianti Aodrey Amelia Rania Nur Hanifah Appukuty, Mahenderan Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Aprisa, Annisa Sekar Aristi, Dela Ayum Dianingsih Bestari, Dania Senja Budi Mulyana, Budi Damayanti Siallagan Dania Senja Bestari Destyana, Riche Mia Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewanti, Lintang Purwara Dewi, Sita Pramesti Dian Rahayuningsih Dwi Yulia Estika Sari Dyvia Agustina Sidup Efnita, Annike Elvandari, Milliyantri Enrico Stanin Erry Yudhya Mulyani Eugidia Mayang Ghiffari Fauzi, Maulana Fauzi, Maulana Ferlica Pustisari Ferlica Pustisari Gifari, Nazhif Gina Lestari, Gina Harna Harna, Harna Harna, Harna Hasan, Hosni Hendra Wijaya Heryana, Ade I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Idrus Jus&#039;at Idrus Jus&#039;at Idrus Jus'at Idrus Jus’at Idrus Jus’at Indah Suci Anzarkusuma Ir. Lukman Junaidi Iskari Ngadiarti Ismi Aminatyas Julianti, Putri Firna Jus'at, Idrus Jus'at, Idrus Jus?at, Idrus Jusat, Idrus Jus’at, Idrus Jus’at, Idrus Jus’at, Idrus Khairizka Citra Palupi Kusrianti, Eri Laras Sitoayu Lintang P. Dewanti Lintang Purwara Malabay Malabay Maratis, Jerry Mareta, Sonia Maulana, Handika Rahmat Monic, Monica Monica Monic Mulyadi Mulyadi Mulyadi, Mulyadi Mury Kuswari Muslimah M, Nur Nabila Permatasari Nadheem, Fathimath Ana Nadhilah Syarafina Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Novianti, Anugrah Noviyanti, Anugrah Noviyanti, Anugrah Palupi, Khairizka Citra Pradini, Indira Prita Dhyani Swamilaksita Putri Ayu Anjani Putri Ronitawati Putri, Vina Rizky Putri, Vina Rizky Putri, Vina Rizky Rachmanida Nuzrina Rahim, Elika Maret Rahmayati, Nadiya Putri Raisah Triana Ratna Dwi Ismianti Ratri Ciptaningtyas Ratri Oktaria Jasmine Reni Yanti Reza Fadhilla Rinanda Almira Rinova, Rinova Aprillia Utari Rita Ismail Rosliana Hardiyanti Sa'pang, Mertien Salleh, Razali Mohamed Salma Rasyidah Salsabila, Unik Hanifah Sari, Eva Siallagan, Damayanti Sita Pramesti Dewi Stanin, Enrico Suciana, Aulya Marthadina Suciana Sugiyatmi, Tri Astuti Tenti Apriza Trisia Lusiana Amir Tyas Putri Utami Vionalita, Gisely Vitria Melani, Vitria Wahyu Pratama Wahyu Pratama Wahyuni, Yulia Widyawati, Risti Shalsa Yola Barokah Yuli Azmi Rozali Yulia Wahyuni Yulia Wahyuni Yustrina, Artha Zahra Zakiyah Komarudin Zaizafia, Athaya