Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI PATI ASAL TANAMAN WALUH (Sechium edule ) SEBAGAI ALTERNATIF EKSIPIEN FARMASI RESTIKA ERIA PUTRI; PATIHUL HUSNI
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.003 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12922

Abstract

Pati merupakan salah satu bahan yang banyak manfaatnya, termasuk pada bidang farmasi khususnya sebagai eksipien farmasi dalam formulasi sediaan farmasi. Salah satu sumber pati yaitu dari tanaman waluh pada bagian umbinya dengan kadar pati yang tinggi hingga 136 g/kg berat umbi segar. Karakteristik pati waluh pun dapat dikatakan sebanding dengan pati kentang sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu sumber pati yang dapat dimanfaatkan sebagai eksipien farmasi.
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK KERING DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L) Fakhri Rabbani; PATIHUL HUSNI; Kusdi Hartono
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.396 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13283

Abstract

Daun sirih hijau dapat digunakan untuk menguatkan gigi, menyembuhkan sariawan, menghilangkan bau mulut dan menghentikan perdarahan gusi sehingga ekstraknya berpotensi dikembangkan menjadi sediaan tablet hisap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan tablet hisap ekstrak daun sirih hijau dengan formulasi terbaik dengan rasa yang dapat diterima oleh konsumen. Tablet hisap dibuat dari ekstrak kering daun sirih hijau dengan metode granulasi basah yang dibuat dalam berbagai variasi konsentrasi gelatin sebagai pengikat. Data hasil evaluasi di analisis dengan One way Anova (p < 0,05). Berdasarkan hasil evaluasi fisik dan uji kesukaan, formula terbaik tablet hisap ekstrak kering daun sirih hijau adalah F3 yang mengandung ekstrak kering daun sirih hijau 100 mg, laktosa 72,25%, gelatin 10% sebanyak 35 ml, talk 5%, asam sitrat 2,5%, aspartam 2,5%. Gelatin sebagai pengikat dapat mempengaruhi sifat fisik tablet. Kata kunci : daun sirih hijau, tablet hisap, granulasi basah, gelatin
ARTIKEL TINJAUAN: PENGARUH BAHAN PENGIKAT TERHADAP SIFAT FISIK TABLET YUNIKE KARUNIA PUTRI; Patihul Husni
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.294 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16751

Abstract

Salah satu zat tambahan yang memiliki peran khusus dalam formulasi sediaan tablet adalah bahan pengikat. Artikel ini mengulas tentang pengaruh bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet. Data-data mengenai penggunaan bahan pengikat tablet telah dikumpulkan berdasarkan hasil pemeriksaan sifat fisik granul dan sifat fisik sediaan tablet yang terdiri dari beberapa pengujian. Hasilnya disimpulkan bahwa penggunaan bahan pengikat seperti tepung agar, PVP, gelatin, amilum, maltodekstrin, pati biji Durian, tragakan, getah kulit buah Pisang Goroho, dan pati biji Cempedak dapat digunakan sebagai bahan pengikat, dan diantara bahan pengikat tersebut ada beberapa yang berpengaruh terhadap sifat fisik tablet.
TEKNIK MENINGKATKAN KELARUTAN OBAT : REVIEW Alicia Ima Dara; Patihul Husni
Farmaka Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.73 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i4.14684

Abstract

Kelarutan merupakan salah satu parameter penting untuk mencapai konsentrasi terapetik obat dalam sirkulasi sistemik , sehingga menghasilkan respon farmakologis yang diinginkan. Obat dengan kelarutan rendah adalah masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan formulasi obat baru. Lebih dari 40% senyawa baru yang dikembangkan di industri farmasi memiliki kelarutan yang buruk dalam air, padahal untuk dapat terabsorpsi obat harus dapat melarut terlebih dahulu. Artikel ini berisi ulasan mengenai berbagai teknik yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan obat melalui modifikasi obat secara fisik dan kimia seperti pengurangan ukuran partikel, kristalisasi, pembentukan garam, dispersi padat, nanosuspensi, dan kriogenik
ARTIKEL TINJAUAN: METODE PENGAMBILAN SAMPEL DALAM VALIDASI PEMBERSIHAN Een herliani; Patihul Husni
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.776 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16784

Abstract

Cleaning Validation is a critical point in the quality assurance of the pharmaceutical industry and must comply with  CPOB / cGMP. Cleaning Validation is a documented process that proves the effectiveness and consistency in cleaning pharmaceutical production equipment (Galatowitsch, 2000). Sampling method is swab method and and rinse method. Library search is done online using Google and Schoolar Google, using keywords related to cleaning validation. This review article contains information on cleaning validation and sampling methods used in cleaning validationKeywords: cleaning validation, swab method,  rinse method, CPOB
FORMULASI NANOPARTIKEL UNTUK TERAPI KANKER Astri Sherly Inggriani; Patihul Husni
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.281 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10574

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian di dunia. Saat ini telah dikembangkan sebuah metode nanomedicine yang dapat menargetkan obat ke sel tumor secara spesifik yaitu terapi nanopartikel. Nanopartikel adalah partikel koloid yang dapat berbentuk amorf atau kristal yang memiliki ukuran lebih kecil dari 1 mikron. Tujuan review artikel ini adalah untuk mengetahui metode-metode yang dapat digunakan dalam pembuatan nanopartikel. Metode yang dapat digunakan untuk membuat nanopartikel adalah nanopresipitasi, ekstraksi/evaporasi, nanoemulsi, homogenisasi, desolvasi dan emulsifikasi. Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa obat yang diformulasikan nanopartikel memiliki efektivitas yang lebih baik dari pada obat tanpa formulasi nanopartikel.Kata kunci : nanopartikel, kanker, formulasi, karakterisasi
Upaya Farmasis dalam Implementasi UU No. 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal MEGA HIJRIAWATI; Norisca Aliza Putriana; Patihul Husni
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.999 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.18185

Abstract

ABSTRAKUU Jaminan produk Halal (UU No.33 Tahun 2014) telah diundangkan pada 17 Oktober 2014, namun implementasinya kurang begitu lancar. Sertifikasi halal bagi produk farmasi dihadapkan dengan beberapa faktor pengambat seperti kurangnya pemasok bahan baku yang memenuhi persyaratan halal dan kendala manajemen halal di Industri Farmasi Indonesia. Namun bagaimanapun, memperoleh dan menggunakan obat halal bagi setiap muslim adalah hak yang dijamin konstitusi. Tulisan ini berupaya untuk memberikan gambaran implementasi UU JPH dalam pemenuhan produk obat halal yang beredar dan diperdagangkan di Indonesi. Metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan implementasi UU No. 33 Tahun 2014 dalam perkembangan obat halal di Indoensia dan membuat ringkasan dari literatur-literatur tersebut. Hasil review menunjukkan perlu adanya upaya bersama antara farmasis dan pihak terkait untuk merampungkan kajian sistem manajemen halal dengan pendekatan sistematik dan ilmiah untuk memproduksi obat halal yang sesuai dengan syariat islam.Kata Kunci : Halal, Obat, Farmasi, Implementasi, Jaminan Produk HalalABSTRACTThe Halal Product Warranty (Jaminan Produk Halal/ JPH) regulation (UU No.33 of 2014) has been released on October 17, 2014, but the implementation is not completely fulfilled. Halal certification for pharmaceutical products is confronted with several constraining factors such as the lack of raw material suppliers that meet halal requirements and halal management constraints in the Indonesian Pharmaceutical Industry. However, obtaining and using halal medicine for every Muslim is a guaranteed right of the constitution. This paper aims to provide an overview of the implementation of UU JPH in the recruitment of halal drug products that are circulated and traded in Indonesia. The method used is to collect literature related to the implementation of UU no. 33 of 2014 in the development of halal medicine in Indonesia and make a summary of the literature. The results show that review indicate the pharmacist and related parties participation is needed to finalize the review of halal management system with systematic and scientific approach to produce halal medicine in accordance with Islamic Shari'a.Keyword: Halal, Drugs, Pharmaceuticals, Implementation, Halal Product Warranty
REVIEW ARTIKEL: PERBANDINGAN SISTEMATIKA PRODUCT QUALITY REVIEW DI AMERIKA, EROPA, DAN INDONESIA Khanifah Hidayati Puspa Negara; Patihul Husni
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.19408

Abstract

Product Quality Review (PQR) merupakan evaluasi terhadap semua obat terdaftar yang dilakukan untuk menilai kualitas setiap produk obat dengan maksud melihat konsistensi proses yang ada dan mengetahui kelayakan spesifikasi saat ini sehingga dapat menentukan perlu atau tidaknya perubahan pada spesifikasi, proses, atau prosedur pembuatan dari produk tersebut. Artikel ini memberikan gambaran secara singkat tentang persyaratan dalam pembuatan Product Quality Review yang berlaku di Amerika, Eropa, dan Indonesia. Dalam artikel ini dilakukan evaluasi komparatif yaitu persamaan dan perbedaan persyaratan terkait dengan pembuatan Product Quality Review pada ketiga negara tersebut. Ketiga negara tersebut memiliki perbedaan dalam menentukan persyaratan minimal aspek yang ditinjau dalam Product Quality Review. Sistematika PQR di negara Eropa memiliki lebih banyak persyaratan dasar yang harus dipenuhi dibandingkan dengan Indonesia dan Amerika.Kata kunci: Product Quality Review, Amerika, Eropa, Indonesia
ARTIKEL TINJAUAN : PRODUCT QUALITY REVIEW SEBAGAI EVALUASI MUTU PRODUK Astri Sherly Inggriani; Patihul Husni
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.564 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16776

Abstract

Industri farmasi harus membuat obat yang sesuai dengan tujuan pengunaannya, memenuhi persyaratan yang tercantum dalam dokumen izin edar, dan tidak menimbulkan risiko. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan berupaya untuk mewujudkan penyediaan obat yang bermutu, aman dan berkhasiat melalui penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bagi seluruh industri farmasi. Salah satu cara untuk mengevaluasi mutu suatu produk dapat dilakukan Product Quality Review (Pengkajian Mutu Produk). Product Quality Review (PQR) merupakan evaluasi yang dilakukan setiap tahun untuk menilai standar kualitas masing-masing produk obat dengan maksud untuk memverifikasi konsistensi proses yang ada dan untuk memeriksa kelayakan spesifikasi saat ini. Artikel ini ditulis dengan tujuan memberikan gambaran Product Quality Review sebagai metode untuk mengevaluasi mutu produk.Kata Kunci : Product Quality Review, PQR, mutu produk
PEMBERIAN PEMAHAMAN MENGENAI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK SECARA RASIONAL PADA MASYARAKAT DI ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Soraya Ratnawulan Mita; Patihul Husni
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.769 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i3.14873

Abstract

Pemerintah telah menetapkan kebijaksanaan dalam upaya pelayanan kesehatan yaitu Primary Health Care (PHC) sebagai suatu strategi untuk mencapai Indonesia sehat pada tahun 2020. Peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan PHC adalah dengan menjaga kesehatan dan berpelilaku hidup sehat. Pemerintah Provinsi Jawa barat sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah mendukung dan menunjang program PHC ini dengan berusaha meningkatkan indeks pembangunan manusia Jawa barat. Pendidikan kesehatan merupakan bagian dari seluruh upaya kesehatan, yang menitikberatkan pada upaya untuk meningkatkan perilaku sehat dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam penanganan penyakit sederhana dengan memanfaatkan obat yang sederhana bahkan menggunakan bahan dari alam. Pengetahuan mengenai obat-obatan sangatlah bermanfaat besar, karena obat selain bisa sebagai penyembuh dari sakit juga bisa berpotensi untuk mendatangkan malapetaka. Banyak kasus penyalahgunaan obat analgetik yang terjadi di masyarakat, contohnya methadone yang termasuk dalam golongan obat analgetik. Selain itu, obat analgetik golongan narkotik seperti opium dan morfin juga sering digunakan bukan untuk tujuan pengobatan, padahal obat-obat tersebut dapat mengakibatkan ketergantungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan program untuk meningkatkan pemahaman dan  pengetahuan masyarakat akan penggunaan obat analgesik yang benar dan rasional.Kata kunci: analgesik, methadone, opium, morfin
Co-Authors Adi Prayitno Agita, Kiva Ahmad Muhtadi Alicia Ima Dara Ami Tjitraresmi, Ami Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Annisa Luthfiyah Handini ANUGRAHANI YUNIAR EKAWATI Ardian Baitariza, Ardian Aryani, Annisa Fitri Astri Sherly Inggriani Astri Sherly Inggriani Ayuning Trias, Diah Billa Nidia Hikmatiana Cahya Lestari, Riska Carolina, Theresia Christiningtyas Eryani, Mikhania Denok Risky Ayu Paramita Devani Olivia Winardi DOLIH GOZALI Dwi Puji Astuti Een herliani Erika Herawati, Irma Eryani, Mikhania Christiningtyas Fakhirah, Maitsa Alya Fakhri Rabbani FARIANTI EKO NUR KHASANAH Fauziah, Neneng Alifia Nur Hazrina, Aghnia Henny Lucida Hery Diar Febryanto Ida Musfiroh, Ida Indriana Agustin Claradila Frinda IRMA RAHAYU LATARISSA Januarti, Melinda Judy Handojo, Kukuh Junaedi Junaedi Khanifah Hidayati Puspa Negara Khoirunnisa, Arina Kurniati, Bunga Dian Kusdi Hartono Kusdi Hartono, Kusdi Layyareza, Rania Talinta Luthfiah, Annisa Mayang K. Dewi MEGA HIJRIAWATI Muhaimin Muhaimin Mulyani, Tuti Sri Muthia Izati NADYA INDAH DEWANTI, NADYA INDAH Norisca A. Putriana NORISCA ALIZA PUTRIANA Nur Aisyah NUR DIANA HADAD Nuryani, Tri Winarsih Perwira, Anggun Putri Puspitaningrum, Kartika Putri, Refitha Nurul RESTIKA ERIA PUTRI Rini Hendriani Safitri, Manzil Salsabila, Annisa Siti Silvia, Nurfianti Sinala, Santi Siti Nur Azizah, Siti Nur Sitinjak, Bernap Dwi Putra SORAYA RATNAWULAN MITA, SORAYA RATNAWULAN Sri Agung Fitri Kusuma Sriwidodo Sriwidodo, Sriwidodo Syuhuriah, Ainin Taofik Rusdiana Tryani Sutisna Putri, Sussy Vinny Hosiana Widayanti Supraba Yoga Windhu Wardhana Yoshihito Shiono Yosita Aulia Mustofa Yuli Agung Prasetyo YUNIKE KARUNIA PUTRI