Claim Missing Document
Check
Articles

KINETIKA PERMEASI KLOTRIMAZOL DARI MATRIKS BASIS KRIM YANG MENGANDUNG VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Henny Lucida; Patihul Husni; Vinny Hosiana
Jurnal Riset Kimia Vol. 2 No. 1 (2008): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v2i1.56

Abstract

 ABSTRACT A kinetic study on the release of clotrimazole from a VCO containing creambase has been undertaken. The in-vitro release of the drug was studied by using a modification diffusion cell apparatus. Four formulations of clotrimazole cream were prepared, each contained either VCO or paraffin liquidum in the cream base. The amount of clotrimazole release were determined by UV spectrophotometer. Results showed that release of clotrimazole from all formulations followed Higuchi kinetics, the release rate constant from F1 (containing VCO) was significantly different than that from F1’ (containing paraffin liquidum) (p < 0.05). The rate constant of clotrimazole from F2 (containing VCO); F2’ (containing paraffin liquidum ) and F1 were not significantly different. Virgin coconut oil (VCO) was a potential cream base matrix regarding the release profile of clotrimazole from the matrix. Keywords : clotrimazol, VCO, permeation kinetic
In-Vivo Effectiveness of 5% Azadirachta indica Oil Cream as Anti-Scabies Patihul Husni; Mayang K. Dewi; Norisca A. Putriana; Rini Hendriani
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 4, No 1
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.947 KB) | DOI: 10.15416/pcpr.v4i1.21388

Abstract

Scabies is an infectious skin disease caused by mite Sarcoptes scabiei. Neem tree (Azadirachta indica) has the potential to be used as an anti-parasite due to the presence of azadirachtin compound that is commonly found in the seeds. The aim of this study was to evaluate in-vivo effectiveness of neem oil as an anti-scabies. This study used an experimental method.  The effectiveness of the cream as an anti-scabies was tested on New Zealand white rabbits which were infected with scabies. Permethrin cream was used as a positive control and cream base was used as a negative control.  Cream was applied once daily and left for 8 hours. The data were analyzed using Kruskal Wallis and Mann Whitney. Dermal acute irritation test was performed by applying  0.5 g cream on the rabbit dorsal. We found that 5% neem oil cream was effective as an anti-scabies with 20-21 days recovery time. The recovery time is longer than permethrin cream (7-8 days), but shorter compared to negative control with recovery time over 30 days. Primary irritation index for 5% neem oil creams was 0, indicating negligible irritation category. In conclusion, A. indica cream was effective for the treatment of scabies although its recovery time is shorter than permethrin cream.  Keywords: effectiveness test, irritation test, neem oil cream, scabies
Pengkajian Penerapan Cara Distribusi Obat Yang Baik Mengenai Obat Golongan Psikotropika Pada Salah Satu Pedagang Besar Farmasi di Kota Bandung Khoirunnisa, Arina; Husni, Patihul
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.50940

Abstract

Penggunaan psikotropika tanpa rekomendasi atau resep dokter merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan indikasi medis, dapat menyebabkan ketergantungan, dan mengakibatkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari karena penggunaan yang tidak semestinya, yang dapat menimbulkan kelainan. Oleh karena itu, pengawasan terhadap penanganan dan distribusi produk psikotropika diperlukan, salah satunya melalui peran Pedagang Besar Farmasi (PBF). PBF adalah badan hukum yang memiliki izin untuk melakukan pengadaan, penyimpanan, dan distribusi obat atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) adalah panduan yang mengatur proses penyaluran dan distribusi obat atau bahan obat untuk memastikan kualitas produk selama proses distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan dalam menerapkan CDOB sesuai dengan regulasi pemerintah dan aturan internal terkait penanganan dan distribusi produk psikotropika di salah satu PBF di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi deskriptif, dengan melakukan observasi langsung dan wawancara serta menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBF tersebut telah mematuhi semua aspek CDOB berdasarkan kuesioner yang terdiri dari 16 pertanyaan. Selain itu, hasil observasi dan wawancara langsung juga mengonfirmasi bahwa PBF di Kota Bandung telah menjalankan penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik dengan sangat baik.
Review Artikel: Potensi Tanaman Herbal sebagai Agen Terapi Penyakit Alzheimer Fakhirah, Maitsa Alya; Husni, Patihul
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.54888

Abstract

Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang menyebabkan kerusakan sel-sel otak dan penyebab utama demensia, yang ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif. Alzheimer terjadi karena adanya reduksi asetilkolin (ACh) oleh enzim asetilkolinesterase (AChE). AChE dengan cepat menghidrolisis ACh di celah sinaptik, melepaskan asetat dan kolin. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk memberikan informasi tentang beberapa tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif sebagai inhibitor AChE untuk Alzheimer karena terapi yang saat ini digunakan memiliki efek samping. Seluruh data diperoleh dari Scopus, PubMed, dan Google Scholar dengan melihat nilai IC50 yang diperoleh dari uji in vitro dengan metode Ellman. Selain itu, artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan. Berdasarkan hasil penelusuran diperoleh sebanyak 14 tanaman herbal yang memiliki aktivitas sebagai inhibitor AChE yang diuji secara in vitro. Senyawa Columbamine yang diperoleh dari ekstrak metanol Dichocarpum auriculatum memiliki potensi terbaik sebagai inhibitor AChE dengan nilai IC50 sebesar 0.24 μM.
Artikel Tinjauan: Penerapan Pelatihan Personel di Industri Farmasi Layyareza, Rania Talinta; Husni, Patihul
Farmaka Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i2.45966

Abstract

Personalia merupakan salah satu aspek yang terdapat dalam pedoman GMP (Good Manufacturing Practice). Hal ini menunjukkan bahwa personel merupakan salah satu komponen penting dalam industri farmasi karena berpengaruh terhadap mutu produk. Industri farmasi bertanggung jawab dalam menyediakan personel yang terkualifikasi salah satunya melalui program pelatihan personel. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait pelatihan personel yang dibahas pada pedoman GMP melalui studi pustaka dari pedoman GMP resmi dan artikel publikasi. Dalam tinjauan artikel ini dilakukan komparasi antara aspek pelatihan personel pada pedoman GMP yang berlaku di Indonesia, Eropa, dan Amerika. Tinjauan artikel ini dilakukan melalui studi pustaka dari 25 artikel yang meliputi 10 artikel utama dan 15 artikel pendukung dengan tahun publikasi 2010-2023. Berdasarkan tinjauan artikel yang dilakukan, ketiga pedoman GMP tidak memiliki perbedaan signifikan terkait pembahasan aspek pelatihan personel dan pedoman GMP milik Indonesia dan Eropa membahas lebih rinci dibandingkan dengan pedoman GMP milik Amerika.Kata Kunci: Kualifikasi personel, Pelatihan personel, GMP
Review Artikel: Metode Analisis Penetapan Kadar Glukosamin Dalam Suplemen Kesehatan Dengan Berbagai Metode Aryani, Annisa Fitri; Husni, Patihul; Nuryani, Tri Winarsih
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.53737

Abstract

Suplemen kesehatan yang banyak dikonsumsi masyarakat saat ini salah satunya yaitu glukosamin untuk pengobatan osteoartritis dan nyeri sendi lainnya. Penggunaan metode yang tepat untuk pemeriksaan konsentrasi glukosamin dalam suplemen kesehatan diperlukan untuk memastikan produk mengandung glukosamin dengan kadar yang sesuai. Oleh karena itu, tujuan dari studi literatur ini yaitu untuk menentukan kadar glukosamin dalam suplemen kesehatan dengan berbagai metode analisis. Studi literatur dilakukan dengan mencari beberapa artikel jurnal penelitian nasional dan internasional yang diterbitkan pada tahun 2013-2023, menggunakan kata kunci Glukosamin, Metode Analisis Glukosamin, dan Penetapan Kadar Suplemen Kesehatan. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kadar glukosamin dalam suplemen kesehatan yaitu High Performance Liquid Chromatography (HPLC), dan Ultra Performance Liquid Chromatography (UPLC). Sebagian besar suplemen glukosamin telah memenuhi kriteria, dimana kadar yang diperoleh pada sediaan tunggal mengandung 90-110% dari komposisi yang tertera di etiket sedangkan pada sediaan kombinasi dengan Metilsulfonilmetan atau Kondroitin mengandung 90-120% dari komposisi yang tertera di etiket. Hasil uji validasi pada semua metode yang meliputi selektivitas, linieritas, LOD, LOQ, akurasi, dan presisi juga telah sesuai persyaratan.
Artikel Review: Pengembangan dan Validasi Metode Analisis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Untuk Penetapan Kadar Simvastatin Dalam Sediaan Tablet Fauziah, Neneng Alifia Nur; Husni, Patihul; Kurniati, Bunga Dian
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.51748

Abstract

Meningkatnya angka prevalensi terjadinya hiperkolesterolemia mengakibatkan meluasnya penggunaan obat antihiperkolesterolemia, salah satu contohnya yaitu obat-obatan golongan statin. Obat golongan statin yang sering digunakan yaitu Simvastatin. Mekanisme kerja obat Simvastatin dengan cara menghambat 3-hydroxy-3-methylglutaryl koenzim A (HMG-CoA) reductase yang merupakan jalur metabolisme untuk produksi kolesterol. Metode analisis penetapan kadar Simvastatin pada sediaan tablet yang banyak dilakukan yaitu metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). KCKT adalah metode pemisahan yang dapat menganalisis sediaan-sediaan multikomponen dengan kondisi analisis yang optimum dan memberikan hasil pemisahan yang baik. Dengan meluasnya penggunaan obat Simvastatin maka diperlukan suatu pengembangan metode analisis untuk penetapan kadar Simvastatin dalam sediaan tablet yang dapat dilakukan dengan cepat akan tetapi menghasilkan hasil analisis yang spesifik, akurat, tepat, selektif, dan linear, sehingga diperlukan suatu pengembangan validasi metode analisis KCKT. Parameter-parameter validasi metode analisis sesuai dengan pedoman ICH Q2(R1) terdiri dari akurasi, presisi, limit of detection (LOD)/batas deteksi, limit of quantitation (LOQ)/batas kuantitasi, spesifisitas dan linearitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, mengetahui, dan memahami mengenai sistem kromatografi yang digunakan dalam pengembangan metode analisis KCKT untuk penetapan kadar Simvastatin dalam tablet. Metode penelitian dilakukan dalam bentuk Systematic Literature Review (SLR) dengan tahapan pencarian artikel, penyaringan dan penentuan artikel, ekstraksi data, dan pelaporan hasil review. Hasil penelitian menunjukkan dalam pengembangan metode analisis KCKT untuk penetapan kadar Simvastatin dalam tablet yang lebih baik yaitu dengan sistem kromatografi fase gerak buffer ammonium asetat:asetonitril (40:60) v/v, tipe elusi isokratik, kolom C18 (Symmetry column) 75 x 4,6; 3,5 µm, detektor UV 220 nm, dan laju alir 1-2 mL/menit. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan metode analisis KCKT untuk penetapan kadar Simvastatin dalam tablet dengan menggunakan sistem kromatografi tersebut terbukti dapat memberikan hasil analisis yang cepat, spesifik, akurat, tepat, selektif, dan linear.
Artikel Tinjauan: Metode Analisa Asam Retinoat dan Hidrokuinon Pada Sediaan Kosmetik Carolina, Theresia; Husni, Patihul
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.49553

Abstract

Kosmetika merupakan suatu sediaan yang penggunaannya diperuntukan pada bagian luar tubuh manusia. Penggunaan kosmetik menjadi salah satu kebutuhan di masyarakat. Beberapa zat berbahaya seperti asam retinoat dan hidrokuinon dilarang oleh BPOM terkandung dalam sediaan kosmetik. Studi ini bertujuan memberikan informasi mengenai metode analisa untuk mengidentifikasi asam retinoat dan hidrokuinon pada sediaan kosmetik. Tinjauan artikel ini dilakukan melalui studi pustaka dari dari 31 artikel meliputi 12 artikel utama dan 19 artikel pendukung dengan rentang tahun publikasi 2013-2023. Hasil dari tinjauan artikel ini adalah terdapat beberapa metode analisa yang dapat digunakan untuk identifikasi kandungan asam retinoate dan hidrokuinon baik secara kualitatif dan kuantitatif. Metode yang digunakan dapat mengidentifikasi kandungan asam retinoat dan hidrokuinon dalam suatu sediaan kosmetik. Kesimpulan studi ini adalah metode analisa asam retinoat menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan Spektrofotometri UV-Vis. Sedangkan metode analisa hidrokuinon menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT), uji warna dengan pereaksi FeCl3, Spektrofotometri UV-Vis, KLT-Desintrometri, Titrasi Serimetri. Dan Kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT).Kata kunci: Asam retinoat, Hidrokuinon, Kosmetik, Metode Identifikasi.
Tata Cara Sertifikasi Pemenuhan Aspek Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (SPA CPKB) dalam Mendukung Kemudahan Perizinan Berusaha Bagi Industri Kosmetika di Jawa Barat Salsabila, Annisa Siti; Husni, Patihul
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.51188

Abstract

Industri Kosmetika di Indonesia berkembang dengan sangat pesat karena jumlah peminat produk kosmetika yang terus meningkat setiap tahunnya. Namun, saat ini masih ditemukan produk kosmetika yang tidak teregistrasi di BPOM dan mengandung bahan berbahaya karena banyaknya produsen ilegal. Industri Kosmetika wajib menerapkan Pedoman CPKB untuk menjamin kualitas produknya yang dibuktikan melalui SPA CPKB. Oleh karena itu, artikel ini dibuat untuk meningkatkan pemahaman bagi Industri Kosmetika mengenai persyaratan dan tahapan pengajuan permohonan SPA CPKB kepada BBPOM sehingga akan mempermudah proses perizinan berusaha. Metode yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan data serta informasi terkait persyaratan dan tahapan sertifikasi SPA CPKB melalui berbagai sumber termasuk regulasi BPOM. Pengajuan SPA CPKB dilakukan melalui laman OSS-RBA yang sudah terintegrasi dengan e-sertifikasi BPOM. Timeline pengajuan SPA CPKB dapat dilakukan dalam waktu 20 hari kerja serta tidak dikenakan biaya PNBP. SPA CPKB ini berlaku selama lima tahun yang kemudian dapat diperpanjang sebanyak dua kali. Persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya memiliki akun OSS-RBA dan e-sertifikasi BPOM, NIB, surat permohonan, surat persetujuan denah bangunan, dokumen penerapan sistem mutu CPKB, surat persetujuan penggunaan fasilitas bersama (apabila diperlukan), serta memiliki penanggung jawab teknis Apoteker atau TTK. Tahapannya dimulai dari persiapan dokumen, pendaftaran akun e-sertifikasi, pengajuan persetujuan denah bangunan, pengajuan permohonan SPA CPKB, pemeriksaan oleh BBPOM, hingga penerbitan SPA CPKB oleh Deputi Bidang Pengawasan OTSKK. Dengan memahami seluruh persyaratan dan tahapan tersebut akan mempermudah Industri Kosmetika untuk melakukan pengajuan permohonan sertifikasi SPA CPKB dalam waktu yang lebih singkat.
Kualifikasi Kinerja Sistem Tata Udara Ruang Timbang Kelas E di Industri Farmasi X Agita, Kiva; Husni, Patihul
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.50615

Abstract

Co-Authors Adi Prayitno Agita, Kiva Ahmad Muhtadi Alicia Ima Dara Ami Tjitraresmi, Ami Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Annisa Luthfiyah Handini ANUGRAHANI YUNIAR EKAWATI Ardian Baitariza, Ardian Aryani, Annisa Fitri Astri Sherly Inggriani Astri Sherly Inggriani Ayuning Trias, Diah Billa Nidia Hikmatiana Cahya Lestari, Riska Carolina, Theresia Denok Risky Ayu Paramita Devani Olivia Winardi DOLIH GOZALI Dwi Puji Astuti Een herliani Erika Herawati, Irma Eryani, Mikhania Christiningtyas Fakhirah, Maitsa Alya Fakhri Rabbani FARIANTI EKO NUR KHASANAH Fauziah, Neneng Alifia Nur Hazrina, Aghnia Henny Lucida Hery Diar Febryanto Ida Musfiroh, Ida Indriana Agustin Claradila Frinda IRMA RAHAYU LATARISSA Januarti, Melinda Judy Handojo, Kukuh Junaedi Junaedi Khanifah Hidayati Puspa Negara Khoirunnisa, Arina Kurniati, Bunga Dian Kusdi Hartono Kusdi Hartono, Kusdi Layyareza, Rania Talinta Luthfiah, Annisa Mayang K. Dewi MEGA HIJRIAWATI Mikhania Christiningtyas Eryani Muhaimin Muhaimin Mulyani, Tuti Sri Muthia Izati NADYA INDAH DEWANTI, NADYA INDAH Norisca A. Putriana NORISCA ALIZA PUTRIANA Nur Aisyah NUR DIANA HADAD Nuryani, Tri Winarsih Perwira, Anggun Putri Puspitaningrum, Kartika Putri, Refitha Nurul RESTIKA ERIA PUTRI Rini Hendriani Safitri, Manzil Salsabila, Annisa Siti Silvia, Nurfianti Sinala, Santi Siti Nur Azizah, Siti Nur Sitinjak, Bernap Dwi Putra SORAYA RATNAWULAN MITA, SORAYA RATNAWULAN Sri Agung Fitri Kusuma Sriwidodo Sriwidodo, Sriwidodo Syuhuriah, Ainin Taofik Rusdiana Tryani Sutisna Putri, Sussy Vinny Hosiana Widayanti Supraba Yoga Windhu Wardhana Yoshihito Shiono Yosita Aulia Mustofa Yuli Agung Prasetyo YUNIKE KARUNIA PUTRI