p-Index From 2021 - 2026
6.207
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Jurnal Pendidikan Karakter Litera PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra BAHASTRA Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Penelitian Humaniora Kajian Linguistik dan Sastra ProTVF Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Wanastra : Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Metamorfosa Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra dan Budaya Journal of Pragmatics Research Deiksis Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Prosiding University Research Colloquium Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Warta LPM BAHASTRA Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Research Journal on Teacher Professional Development
Claim Missing Document
Check
Articles

PENANDA TANGGAPAN POSITIF DAN NEGATIF DALAM AKUN INSTAGRAM @nadiemmakarim Fransisca Nanda Arintowati; Agus Budi Wahyudi
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol. 17 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.515 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v17i1.37524

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ciri penanda tanggapan positif dan ciri penanda tanggapan negatif netizen dalam instagram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian yang ditelaah adalah komentar netizen dalam akun instagram @nadiemmakarim. Data dianalisis menggunakan teori Martin & White yang membagi sikap (attitude) menjadi perasaan (affect), penilaian karakter (judgement), dan apresiasi (appreciation). Dari hasil analisis ditemukan ciri penanda tanggapan positif perasaan senang atau gembira yang ditandai dengan kata ‘senang’, perasaan puas yang ditandai dengan kata ‘sip’, perasaan rasa aman yang ditandai dengan kata ‘tenang’, penilaian karakter lahiriah yang ditandai dengan kata ‘santun’, ‘sopan’, dan frasa ‘berbesar hati’, penilaian karakter dapat diandalkan yang ditandai dengan frasa ‘makin dukung mas Menteri’, penilaian karakter kejujuran yang ditandai dengan kata ‘percaya’, dan ciri penanda tanggapan negatif perasaan tidak senang atau gembira yang ditandai dengan kata ‘sedih’, ‘capek’, perasaan tidak puas ditandai dengan klausa, penilaian karakter lahiriah negatif ditandai dengan kata ‘marah-marah’ dan klausa, penilaian karakter kapasitas ditandai dengan klausa dan kalimat perintah, penilaian karakter dapat diandalkan yang ditandai dengan frasa ‘klarifikasi tidak menjawab’, penilaian karakter kejujuran yang ditandai dengan frasa ‘tidak memiliki kepercayaan’, dan apresiasi terhadap penilaian yang ditandai dengan frasa ‘lebih baik’, ‘lebih maju’. Kata kunci: Instagram, negatif, netizen, positif, tanggapan.   ABSTRACT This study aims to determine the characteristics of the markers of positive responses, and the characteristics of the markers of negative responses of netizens on Instagram. This study used descriptive qualitative method. The object of research used is netizen comments on the Instagram account @nadiemmakarim. The data used in this study was taken from the comments column on the results of netizens' responses to speech posts in the @nadiemmakarim Instagram account. Furthermore, the data that has been obtained is analyzed using Martin & White's theory which divides attitudes into feelings (affects), character assessment (judgment), and appreciation (appreciation). From the results of the analysis found the form of a positive response feeling happy or happy which is marked by the word 'happy', a feeling of satisfaction which is marked by the word 'sip', a feeling of security which is marked by the word 'calm', an outward character assessment which is marked by the word 'calm'. 'polite', 'polite', and the phrase 'enjoyed', a reliable character assessment marked by the phrase 'more support mas Minister', an honesty character assessment marked by the word 'trust', and a form of positive response to feelings of disapproval. happy or excited which is indicated by the word 'sad', 'tired', feelings of dissatisfaction are indicated by clauses, negative external character assessment is indicated by the word 'angry' and clauses, capacity character assessment is indicated by clauses and imperative sentences, character assessment can be reliable which is characterized by the phrase 'clarification does not answer', the character assessment of honesty which is characterized by the phrase 'does not have confidence', and appreciation of the others marked by the phrase 'better', 'more advanced'. Keywords: Instagram, negative, netizen, positive, response
Ungkapan metafora pada teks iklan di situs daring sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Yuliana Muktiyasning Bekti Saputri; Agus Budi Wahyudi
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 22, No 2 (2021): Mei - Oktober
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.659 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu (1) Menentukan bentuk metafora dalam teks iklan pada situs daring blibli.com, (2) Mendeskripsikan makna yang terkandung dalam ungkapan metafora pada teks iklan di situs daring blibli.com, dan (3) Menjelaskan pemanfaatan pemakaian ungkapan metafora sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif dan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini ialah wacana teks iklan yang terdapat di situs daring blibli.com. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode agih dengan jenis teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) dan metode padan dengan jenis referensial. Hasil penelitian ini (1) ungkapan metafora dianalisis berdasarkan bentuk, yaitu dikelompokkan ke dalam kelas kata, frasa, klausa, dan kalimat, (2) ungkapan metafora dianalisis berdasarkan makna sesuai bentuk metafora, yaitu metafora antropomorfis, metafora hewan, metafora konkret ke abstrak, dan metafora sinestesia. Kecenderungan metafora yang sering muncul dalam teks iklan di situs daring blibli.com ialah metafora antropomorfis dan metafora konkret ke abstrak, (3) pemanfaatan ungkapan metafora pada teks iklan di situs daring blibli.com sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia di SMP.
Makna referensial nama-nama anak di SMAN 1 Karanggede dan relevansinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia Emilia Putri Kumalasari; Agus Budi Wahyudi
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 22, No 2 (2021): Mei - Oktober
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.417 KB)

Abstract

Artikel ini mengkaji makna referensial nama anak di SMA N 1 Karanggede kelas X MIPA 1. Artikel ini bertujuan untuk (1) menemukan makna referensial nama anak (2) menjelaskan kandungan makna referensial nama anak (3) mendeskripsikan pemanfaatan makna referensial nama anak sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII SMP. Data dalam penelitian ini berupa makna referensial pada nama anak. Sumber data berasal dari orang tua dan siswa di SMA N 1 Karanggede khususnya kelas X MIPA 1. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Validitas yang digunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan metode padan referensial. Hasil penelitian ini yaitu, Pertama makna referensial nama anak mengacu pada benda (23nama) dan sifat (13nama). Kedua, kandungan makna nama anak berdasarkan pemberi nama mengacu pada: doa atau harapan (21), waktu kelahiran (7), urutan kelahiran (2), inspirasi (6). Ketiga, pemanfaatan makna referensial pada nama anak dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII SMP terkait dengan kompetensi dasar 4.1 Menyimpulkan isi berita (membanggakan dan memotivasi yang dibaca dan didengar). Materi yang digunakan yaitu teks berita diambil dari pemberian nama anak di SMA N 1 Karanggede yang memotivasi.Kata kunci: makna referensial, nama anak, relevansi pembelajaran
Bentuk Dan Fungsi Eufemisme Dalam Komentar Akun Facebook Presiden Joko Widodo Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Rani Setiawaty; Agus Budi Wahyudi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.984 KB)

Abstract

Eufemisme digunakan pengguna bahasa sebagai sarana untukmengungkapkan sesuatu dalam bahasa santun. Salah satu penggunaaneufemisme oleh masyarakat yaitu pada komentar akun facebookPresiden Joko Widodo. Eufemisme digunakan untuk menghindariungkapan yang tidak santun dan mengatakannya dengan ungkapanyang santun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentukdan fungsi eufemisme pada komentar akun facebook Presiden JokoWidodo. Data penelitian berupa kata, kelompok kata, dan kalimatyang mengandung eufemisme dalam komentar akun facebook PresidenJoko Widodo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simakcatat dan teknik pustaka. Teknik validasi data menggunakantriangulasi teori. Teknik analisis data menggunakan metode padanpragmatis dan metode agih dengan teknik ganti. Berdasarkan hasilpenelitian menunjukkan bahwa pertama, bentuk-bentuk eufemismedalam komentar akun facebook Presiden Joko Widodo yaitu (a)ekspresi figuratif, (b)metafora, (c) flipansi, (d) sirkumlokusi, (e)akronim, (f) pemotongan, (g) singkatan, (h) satu kata menggantikankata lain (one for one subtitution), (i) pelesapan, (j) istilah asing, (k)hiperbola, (l) jargon, (m) kata serapan, dan (n) ungkapan idiom.Kedua, fungsi eufemisme dalam komentar akun facebook PresidenJoko Widodo yaitu sebagai alat menghaluskan ucapan, berdiplomasi,menghindari tabu, alat pendidikan, ekspresi sopan santun,menghindari rasa takut, menghindari rasa malu, dan untukmelaksanakan perintah agama. Ketiga, eufemisme dalam akunfacebook Presiden Joko Widodo dapat dimanfaatkan sebagai bahanajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013kelas VIII dalam KI.4 dan KD.4.1 mengenai teks diskusi.
Keberfungsian Preposisi di- dalam Wacana Narasi Siswa SDIT Jamsaren, Kecamatan Laweyan, Surakarta Agus Budi Wahyudi; Putri Haryanti; Safitri Zuliana Aryanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.349 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan wujud frasa preposisi di- dalam wacana narasi karangan siswa SDIT Jamsaren, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta (2) Mendeskripsikan keberfungsian frasa preposisi di- dalam wacana narasi SDIT Jamsaren, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Data penelitian ini berupa kalimat yang terdapat frasa preposisi di- dalam wacana narasi SDIT Jamsaren, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Adapun sumber data dalam penelitian ini berupa wacana narasi karangan siswa yang terhimpun dalam majalah Obah edisi No. 16 s.d 24 tahun 2016-2017. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memanfaatkan teknik simak dengan teknik lanjutan dengan teknik catat. Teknik catat dilaksanakan pencatatan data dari sumber data. Selanjutnya, setelah data terkumpul, dilakukan klasifikasi data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca markah (metode agih). Selanjutnya metode padan referensial digunakan untuk menganalisis keberfungsian frasa preposisi di- secara gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberfungsian frasa preposisi di- dalam wacana narasi siswa SDIT Jamsaren, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta merepresentasikan fungsi fakta dan fungsi fiksional. Adapun posisi dari frasa preposisi di- terletak di awal, tengah, dan akhir. Wacana narasi siswa SDIT Jamsaren, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta memberikan gambaran nyata bahwa siswa SD memiliki kemampuan pemfungsian preposisi dalam kalimat.
Pengkeasian Bentuk Disfemisme dan Relevansinya pada Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas VIII Nivia Putri Ratna Juwita; Agus Budi Wahyudi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.991 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) menyajikan bentuk dan fungsi disfemisme (2) mengkreasikan bentuk disfemisme, dan (3) mendeskripsikan relevansi pengkreasian bentuk disfemisme sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu berita online “detik.com”. Data penelitian ini berupa bentuk dan fungsi disfemisme yang terdapat di berita online “detik.com”. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teori. Penelitian ini menggunakan metode agih dan padan referensial, dengan teknik analisis data menggunakan teknik ganti. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pertama, terdapat tiga bentuk disfemisme yaitu disfemisme bentuk kata, disfemisme bentuk frasa, dan disfemisme bentuk klausa. Kedua, terdapat tujuh fungsi disfemisme, yaitu mengungkapkan keheranan, mengungkapkan keintiman dalam pergaulan, mengungkapkan emosi, mengungkapkan rasa kesal, mengungkapkan penghinaan, mengungkapkan candaan atau tujuan melawak, dan mengungkapkan frustasi dan jengkel. Ketiga, dapat direlevansikan sebagai bahan ajar pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP kelas VIII Kurikulum 2013 KD 4.2 menyusun teks cerita moral/ fabel, ulasan, diskusi, cerita prosedur, dan cerita biografi sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.
Prespektif Pragmatik terhadap Tuturan Warganet atas Peristiwa Musibah Banjir di Jakarta Laily Rahmatika; Agus Budi Wahyudi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang Pendidikan dan Humaniora
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.262 KB)

Abstract

Peristiwa musibah banjir di Jakarta melahirkan respon warganet,baik mendukung maupun menolak. Tujuan penelitian ini untukmenentukan wujud tindak tutur ekspresif respon warganet peristiwatersebut. Jenis penelitian berupa pendekatan deskriptif kualitatif.Data penelitian berwujud kalimat yang mengandung tindak tuturekspresif. Sumber data sebanyak 137 tuturan warganet di Instagram.Teknik Pengumpulan data dengan teknik simak dan catat. Metodeanalisis data menggunakan metode agih yaitu membagi-bagi unsurlangsung yang diteruskan dengan metode padan pragmatis. Hasilpenelitian: respon warganet terhadap peristiwa banjir di Jakartaberwujud tindak tutur ekspresif berupa a) Ekspresif memaki (b)Ekspresif mengkritik (c) Ekspresif menyindir (d) Ekspresifkekecewaan (e) Ekspresif mengeluh (f) Ekspresif memanjatkan doa(g) Ekspresif memuji (h) Ekspresif membela (i) Ekspresifmengintropeksi (j) Ekspresif mengevaluasi.
THE USE OF ABBREVIATED DICTION IN ARGOT LANGUAGE ON SOCIAL MEDIA (EXPLORATIVE STUDY ON THE GAY AND LESBIAN COMMUNITIES) JOKO SANTOSA; RANI SETIAWATY; AGUS BUDI WAHYUDI; ATIQA SABARDILA; EKO PURNOMO; ANGGARA TIYO
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v7i2.271

Abstract

Argot language is a secret language and it is only a particular group knows its meaning. One of argot language dictions that are often used by the communities gay and lesbian is abbreviation or abridgment. This study aims to describe: (1) the use of diction in argot language used by the gay and lesbian communities and (2) the function of argot language used by the gay and lesbian communities. The study approach is descriptive qualitative. Data are abbreviated diction containing argot language of the gay and lesbian communities. Data sources are utterances of the gay and lesbian communities on social media, including Twitter, Telegram groups, and WhatsApp groups. Data collection technique uses documentation and data analysis technique uses content analysis. The results indicate that the communication done by gay and lesbian communities on social media contains argot language using abbreviated diction which includes (a) abbreviations, (b) behadings, (c) acronyms, and (d) letter symbols. The use of abbreviated diction aims to speed up and simplify the communication process. As for the language functions that arise are emotive, referential, fatigue, and connotative functions.
BENTUK DAN FUNGSI KATA TUGAS DALAM TEKS SEJARAH KARYA SISWA KELAS XII SMA N 1 CAWAS Aiyah Rahmawati; Agus Budi Wahyudi
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v6i2.10494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk. (1) menemukan bentuk kata tugas pada teks sejarah karya siswa kelas XII SMA N 1 Cawas. (2) mengetahui fungsi kata tugas pada teks sejarah karya siswa kelas XII SMA N 1 Cawas. Objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teks sejarah karya siswa kelas XII SMA N 1 Cawas. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Cawas. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kalimat yang mengandung kata tugas dalam teks sejarah karya siswa SMA Negeri 1 Cawas. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari teks sejarah karya siswa siswa kelas XII SMA N 1 Cawas. Terdapat tiga teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni teknik simak, teknik catat dan teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif kualitatif dan menggunakan metode agih dengan teknik baca markah, langkah-langkah analisis data dalam penilitain ini yaitu: (1) mengidentifikasi hasil teks sejarah karya siswa yang mengandung unsur kata tugas. (2) menganalisis kata tugas berdasarkan bentuknya: Konjungsi, preposisi, interjeksi, artikel, partikel. (3) mengelompokan kata tugas berdasarkan fungsinya. (4) mengetahui manfaat penggunaan kata tugas yang ada dalam teks sejarah karya siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada gabungan data yang didapat di lapangan yang berwujud kata, frasa, klausa, kalimat dan wacana. Desain penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu peneliti mengumpulkan data penelitian, lalu peneliti menjabarkan data peneliti sesuai fakta yang ada. Penelitian kualitatif adalah data yang digunakan tanpa ada perhitungan yaitu berupa kata-kata. Validasi data yang digunakan yaitu menggunakan trianggulasi teori. Hasil penelitian ini yaitu data berupa teks sejarah karya siswa yang mengandung penggunaan kata tugas. Teks sejarah karya siswa ini seluruhnya berjumlah 18 judul, hanya diambil dari perwakilan kelas XII. Karya yang dibuat siswa berupa teks sejarah sesuai kreasi dan kreatifitas siswa. Pada teks sejarah karya siswa kelas XII terdapat bentuk kata tugas meliputi konjungsi, preposisi, artikulasi, interjeksi, dan partikel penegas. Penggunaan kata tugas berfungsi untuk penghubung dan pelengkap yang dapat menyesuaikan atau mengikuti ke dalam kalimat sehingga makna yang dihasiokan akan jelas jika dihubungkan dengan kata lain.
The impact of elementary school children’s favorite cartoon shows on children’s imitation behavior Atiqa Sabardila; Markhamah Markhamah; Agus Budi Wahyudi; Hari Kusmanto; Lathifah Nurul Hidayah; Duwi Saputo
ProTVF Vol 7, No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v7i1.39622

Abstract

Background: Popular children’s television shows are thought to imitate elementary school children’s language behavior. If children do not get parental assistance, television viewing can have an adverse effect on children’s behavior. Purpose: Therefore, this study aims to examine the influence of children’s television shows on the imitation behavior of elementary-age children. Methods: This study took a descriptive-qualitative approach. In-depth interviews with parents of elementary-age children who watch television were used to collect data for this study. The data analysis employed the interactive model. Results: This study found various imitations such as (1) linguistic imitation, children mimic the language used in television shows and add new vocabulary; (2) behavioral imitation, including both positive and negative behaviors. Positive habits include: Dancing, helping to cook like Bald, imitating the call to prayer, and reciting the Koran. Negative habits include language training, listening to adhan, singing, eating independently, understanding the show, reading, sharing food, practicing prayers, and mimicking adhan. Based on the impact of the shows, it is evident that not all children’s television shows positively impact their language and behavior. Implications: Theoretically, this research implies that elementary school children’s imitation behavior can be formed through television shows that children watch. The practical implications of this research are as input for parents and teachers to have television shows that children watch as a medium for elementary school children’s education.
Co-Authors Abdillah Nugroho Abdul Ngalim Adyana Sunanda Ahmad Sani Saefur Rohman Ahmad Sani Saefur Rohman Aiyah Rahmawati Andi Haris Prabawa Andres, Darwin M ANGGARA TIYO Ani Rufiah Arif Wiyat Purnanto Aryanti, Safitri Zuliana Atiqa Sabardila Azizah Manikandini Bella Purba Dafa Al Fauzan Desy Anggraini Dhimas Arsyad Arrajiv Diah Fitriani Dini Restiyanti Pratiwi Dipa Nugraha Duwi Saputo Dwi Haryanti Eko Purnomo Eko Purnomo Eko Purnomo eko purnomo Emilia Putri Kumalasari Febriyanti, Rifiana Fransisca Nanda Arintowati Gallant Karunia Assidik Harun Joko Prayitno Haryanti Dwi Haryanti, Putri Hoque, Mohammed Shamsul Islam, M. Monjurul Joko Santosa Joko Santosa, Joko Joko Santoso Joko Widianto Joko Widianto, Joko Juwita, Nivia Putri Ratna Kusmanto, Hari Kusumaningsih, Septi Indrawati Laila Qudhori Laili Etika Rahmawati Laily Rahmatika Lathifah Nurul Hidayah Leyla Aailyah Madani, Tiara Surya Main Sufanti Malikatul Laila Markhamah Melati Beauty Mia Nur Insani Miftakhul Huda Mohammed Shamsul Hoque Muhamad Fakhrur Saifudin Naimul Faizah Naimul Faizah, Naimul Najikhah , Fatikhatun Nasution, Ali Napiah Nivia Putri Ratna Juwita Nivia Putri Ratna Juwita Noviafitri, Kartika Satya Noviana, Sinta Tri Nuraini Fatimah Nuraini Fatimah, Nuraini Nurfitasari, Dwi Ocfitasari Aditian Pristiawati, Eva Abripda Putri Haryanti Rahmatika, Laily Rahmatika, Laily Rahmatika, Laily - Rahmawati, Aiyah Rani Seriawaty Rani Setiawaty Ratna Latifa Riana, Helma Riyani Eka Arnumasari Rohman, Ahmad Sani Saefur Rozin, Yusuf Safitri Zuliana Aryanti Saputri, Pratiwi Yulia Sawitri Sawitri Sawitri Sigit Haryanto Siti Zubaidah Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sumayah Sumayah, Sumayah Sunanda, Adyana Tiara Surya Madani Tiyo, Anggara Tri Santoso Umi Fadlilah, Umi Utomo, Ammar Faqih Vitri, Kartika Satya Novia Wibowo, Yudha Satyo Wijayanti, Olivia Septiana Setyo Winda Dwi Lestari Yakub Nasucha Yudha Satyo Wibowo Yuliana Muktiyasning Bekti Saputri Yunus Sulistyono Zainal Arifin