p-Index From 2021 - 2026
6.226
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebidanan Jurnal Ilmiah WUNY Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia Saintifika Jurnal Administrasi Bisnis Biocelebes Journal of English Literacy Education INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA BIOEDUKASI Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) JMD: Jurnal Riset Manajemen & Bisnis Dewantara Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Jurnal Pengajaran Seni dan Budaya Jurnal Ilmiah Kesehatan ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences JURNAL ILMIAH AGRINECA Jupeko (Jurnal Pendidikan Ekonomi) Prosiding Conference on Research and Community Services JURNAL TIKAR PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Justness : Jurnal Hukum Politik dan Agama JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) SAINTIFIKA Room of Civil Society Development Diagnosa: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Journal of Accounting, Management, Economics, and Business Journal of Islamic Digital Economics and Management Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Indonesian Health Literacy Journal (IHLJ) Digital Innovation : International Journal Of Management Ruang Komunitas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Greenation International Journal of Law and Social Sciences Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Policy and Law Journal Room of Civil Social Development Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Journal of Islamic Community Development Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Sawerigading Dharma Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Kebidanan

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG VULVA HYGIENE SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENYULUHAN DI SMA NEGERI 9 SEMARANG TAHUN 2012 Adila Noor Rifa; Agustin Syamsianah; Dwi Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.19 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.44-51

Abstract

Latar belakang: Kesehatan reproduksi remaja khususnya wanita terutama dalam menjaga dan merawat organ reproduksi dipengaruhi oleh pengetahuan orang tua, tingkat pendidikan orang tua, dan peran orang tua terutama ibu dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi sehingga remaja putri dapat mengetahui dan merawat organ reproduksi. Akibat kebersihan vulva yang tidak terjaga akan mempengaruhi seorang perempuan mengalami perasaan tidak nyaman pada vulva, yang paling sering dialami adalah timbulnya keputihan, yang terjadi akibat infeksi baik pada vulva atau mulut rahim (serviks), iritasi dan jamur, apabila berlanjut bisa terjadi kanker vulva. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja putri tentang vulva hygiene sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan di SMA Negeri 9 Semarang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling dan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Sampel penelitian sebanyak 65 siswi. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa rerata pengetahuan tentang vulva hygiene sebelum penyuluhan sebesar 2,138 dengan standar deviasi 0,7043 dan rerata pengetahuan sesudah penyuluhan sebesar 1,600 dengan standar deviasi 0,6072. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai t hitung sebesar 8,641 dengan p value sebesar 0,000 < 0,05.  Simpulan: Ada perbedaan yang signifikan antara Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Vulva Hygiene Sebelum dan Sesudah Dilakukan Penyuluhan di SMA Negeri 9 Semarang Tahun 2012.
HUBUNGAN PARITAS DAN STATUS NUTRISI DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI RB “NH” KUWARON GUBUG KABUPATEN PURWODADI Risma Karlina Putri; Edy Soesanto; Dwi Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.594 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.19-23

Abstract

Latar belakang : Kehamilan yang sehat merupakan suatu kondisi sehat fisik dan mental ibu dan janin yang dikandungnya. Status kesehatan ibu hamil mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandungnya. Jumlah kehamilan dan jarak kehamilan juga berpengaruh terhadap kesehatan ibu selama hamil. Dan pada saat hamil seorang ibu memerlukan asupan nutrisi lebih banyak, ibu hamil harus memberikan nutrisi yang cukup untuk sang janin, agar meminimaliskan kemungkinan kecil terjadi komplikasi mual dan muntah secara berlebihan khususnya pada kehamilan trimester I. Berdasarkan studi pendahuluan yang didapatkan di RB Nur Hikmah Gubug, pada bulan januari – maret sebanyak 44 ibu hamil menderita hiperemesis gravidarum dari total 87 ibu hamil. sebanyak Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dan status nutrisi dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di RB “NH” Kuwaron Gubug kab. Purwodadi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Analitik dengan menggunakan rancangan restrospective. Subyek penelitian adalah 30 orang ibu hamil trimester I di RB “NH” kuwaron gubug kab. purwodadi yang diambil secara proportional stratified random sampling. Variabel bebas adalah paritas dan status nutrisi. Variabel terikat adalah hiperemesis gravidarum. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Uji statistik menggunakan uji kolerasi chi square dan fisher exact. Hasil : Sebanyak 53,3% responden tergolong primigravida, 46,7% responden tergolong multigravida, 76,7% responden mengalami status nutrisi kurang, 23,3% responden mengalami status nutrisi normal, 63,3% responden tergolong tingkat I hiperemesis gravidarum, dan 36,7% responden tergolong tingkat II hiperemesis gravidarum. Simpulan : ada hubungan yang signifikan antara paritas dan status nutrisi dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG KEPUTIHAN FISIOLOGIS DAN PATOLOGIS DI LAPAS WANITA KELAS IIA KOTA SEMARANG TAHUN 2011 Rizka Sulistianingsih; Herry Suswanti Djarot; Dwi Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.115 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.91-98

Abstract

Wanita yang beranggapan keputihan patologis adalah keputihan fisiologis akan membuat wanita tersebut mengabaikan keputihan yang dideritanya sehingga penyakit yang diderita bisa semakin parah yaitu terjadinya infeksi dari bakteri, virus, jamur, atau juga parasit, yang bisa menyebabkan terjadinya kasus Infeksi Menular Seksual (IMS). Di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2009, kasus IMS diobati sebesar 77,80%, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan cakupan tahun 2008 sebesar 98,14%. Jumlah kasus IMS di Kota Semarang pada tahun 2009 berdasarkan laporan tercatat mencapai 2.471 kasus. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap wanita usia subur (WUS) tentang keputihan fisiologis dan keputihan patologis di Lapas Wanita Kelas IIA Kota Semarang.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik, dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. Populasi adalah seluruh penghuni Lapas Wanita kela IIA Kota Semarang yang berumur 15-49 tahun. Sampel sebanyak 80 orang wanita usia subur dengan menggunakan teknik Sampling jenuh. Data yang dikumpulkan adalah pengetahuan dan sikap WUS tentang keputihan fisiologis dan patologis. Uji statistik yang digunakan adalah Rank Spearman.Sebagian besar WUS mempunyai pengetahuan yang baik tentang keputihan fisiologis danpatologis sebanyak 40 responden (50%) , mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 34 responden (42,5%) dan sebagian kecil mempunyai pengetahuan yang kurang sebanyak 6 responden (7,5%). Sebagian besar WUS mempunyai sikap positif terhadap keputihan fisiologis dan patologis sebanyak 49 responden (61,3%) dan sebagian kecil mempunyai sikap negatif sebanyak 31 responden (38,3%). Dari uji hubungan antara pengetahuan dengan sikap wanita usia subur di dapatkan nila p value = 0,001 yang berarti bahwa ada “hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap wanita usia subur tentang keputihan fisiologis dan patologis”. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap wanita usia subur tentang keputihan fisiologis dan patologis dengan p value = 0,001 .
PELAKSANAAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU PERAH PADA IBU PEKERJA DI FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Dwi Wahyuni; Novita Kumalasari
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.465 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.55-62

Abstract

Latar belakang :Pengetahuan ibu yang memadai tentang pentingnya pemberian ASIP akan membuat ibu berupaya untuk melaksanakan ASI eksklusif selama 6 bulan kemudian dilanjutkan sampai usia anak 2 tahun. Tujuan: Melakukan eksplorasi pelaksanaan pemberian ASIP pada ibu pekerja di FIKKES UNIMUS. Metode :Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan pendekatan fenemonologi yang bersifat retrospektif. Informan penelitian adalah wanita pekerja di lingkungan FIKKES UNIMUS. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam kemudian dilakukan analisis dengan teknik kualitatif. Hasil :penelitian menunjukkan ibu mendapatkan informasi ASI perah (ASIP) dari teman. Semua informan menganggap bahwa ASI adalah nutrisi yang terbaik bagi bayi dan ASIP menjadi solusi untuk wanita pekerja. Pemerahan ASI dilakukan sejak bayi lahir dan mendekati masa cuti habis. ASI diperah dengan cara dipompa untuk memberikan jumlah lebih optimal. Pemerahan ASIP tidak terjadwalkan sesuai teori setiap 2 jam sekali, tetapi menunggu payudara terasa penuh. Sedangkan pemerahan ASIP di rumah pada malam hari dan pagi hari. Penyimpanan ASIP di kantor diletakkan pada lemari pendingin dan lemari pembeku, sedangkan penyimpanan ASIP di rumah lebih banyak pada lemari pembeku dengan memberikan kode pada tiap botol ASIP. Informan menyiapkan ASIP pada lemari pendingin sebelum berangkat bekerja. Kendala yang dihadapi selama praktik pemberian ASIP adalah bendungan ASI, puting susu lecet, dan produksi ASI yang sedikit. Cara mengatasi kendala yang dihadapi antara lain, menjaga pikiran tetap tenang, menjaga asupan makanan, pijat punggung, minum obat pereda nyeri, minum jamu, dan minum vitamin. Informan menyatakan didukung oleh suami dalam pemberian ASIP dalam bentuk pemberian motivasi, pemberian fasilitas seputar ASIP, menemani pada saat memerah. Kebijakan khusus perusahaan mengenai ASIP belum dirasakan oleh informan. Selama memerah ASIP informan tidak mendapat larangan dari pimpinan, tetapi pemerahan dilakukan di laboratorium atau ruang kerja karenan belum tersedia ruang khusus laktasi. Manfaat yang dirasakan selama memberikan ASIP antara lain hemat, daya tahan tubuh bayi bagus, kedekatan emosional anak dengan ibu baik, serta penurunan berat badan pasca melahirkan menjadi lebih cepat. Simpulan : Informan tidak memiliki persepsi negatif mengenai ASIP, tetapi mengeluhkan perubahan bentuk payudara. Perusahaan sebaiknya memberikan ruangan khusus laktasi untuk memudahkan ibu bekerja dalam memerah ASI. Dan kepada informan untuk memberikan informasi ASIP kepada calon ib menyusui terutama wanita pekerja.Kata Kunci: Praktik ASIP
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG EFEK SAMPING IMUNISASI BCG DENGAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP DI PUSKESMAS NGESREP SEMARANG Nurida Ulin Ni’mah; Herry Suswanti Djarot; Dwi Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.831 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Imunisasi merupakan pemberian vaksin dengan tujuan agar dapat terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Tapi imunisasi sering diikuti terjadinya efek samping imunisasi yaitu gejala yang sering atau kadang- kadang menyertai imunisasi. Hal tersebut yang menyebabkan orang tua tidak mau mengimunisasikan anaknya. Cakupan imunisasi di Puskesmas Ngesrep dengan persentasi HB0 82%, BCG 82,8%, polio-1 83,4%, DPT-HB1 82,8%, polio-2 82,8%, DPT-HB2 82,5%, polio-3 82,8%, DPT-HB3 82,7%, polio-4 83,8%, campak 83,6% dengan akumulai nyang kurang dari 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang efek samping imunisasi BCG dengan sikap ibu tentang imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 54 ibu yang memiliki bayi 2-12 bulan, dan besar sampel sebesar 48. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling yaitu simple random sampling. Proses pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Kuadrat . Dari 48 ibu menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 26 orang (54,2%) sedangkan yang berpengetahuan kurang sebanyak 22 orang (45,8%) dan ibu yang memiliki sikap positif sebanyak 27 orang (56,3%), yang memiliki sikap negatif sebesar 21 orang (43,8%). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap efek samping imunisasi dengan sikap ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan p value : 0,024 dan disarankan agar ibu mengimunisasikan bayinya tepat pada waktunya serta tidak takut akan efek samping dari imunisasi tersabut.
GAMBARAN PERILAKU PACARAN REMAJA DI PONDOK PESANTREN PUTRI K.H SAHLAN ROSJIDI (UNIMUS) SEMARANG Sri Pujiati; Edy Soesanto; Dwi Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.14 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.13-21

Abstract

Latar belakang : Pacaran merupakan Masa pendekatan antar individu dari kedua lawan jenis, yang ditandai dengan saling pengenalan pribadi baik kekurangan dan kelebihan dari masing-masing individu. Dalam hal ini pacaran mempunyai dua jenis yaitu pacaran sehat dan pacaran tidak sehat. Pacaran sehat meliputi pacaran sehat secara fisik, psikis, dan sosial. Pacaran tidak sehat meliputi kissing, necking, petting dan intercourse.Tujuan : untuk mengetahui gambaran perilaku pacaran remaja di pondok pesantren K.H Sahlan Rosjidi. Metode : penelitian deskriptif dengan metode pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 72 remaja yang berpacaran, kemudian pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportional sampling. Hasil : mayoritas berperilaku baik yaitu Perilaku pacaran sehat secara fisik baik sebanyak 68 remaja ( 94%), secara psikis baik sebanyak 49 remaja ( 68,1%), secara sosial baik sebanyak 51 remaja ( 70,8%), dan perilaku pacaran tidak sehat secara kissing sebanyak 51 remaja ( 70,8), secara necking sebanyak 55 remaja ( 70,8), secara petting sebanyak 60 remaja ( 83,3%) dan intercourse sebanyak 72 remaja ( 100%). Simpulan : perilaku pacaran remaja di pondok pesantren K.H Sahlan Rosjidi yaitu sebagian besar remaja berperilaku baik dalam berpacaran.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abd. Rozak Adila Noor Rifa Aditya Rico Armyandi Aditya Rico Armyandi Agustin Syamsianah Ali Munib Ali Syahbana Andi Tenri Sumpala Aris Kastori Frawarna Armaini Armaini Asrulla Cahyo Tri Atmojo Denny Adrian Nurhuda Deta Mediana, M. Sang Gumilar Panca Putra Deta Mediana, Nita Anggraini Diah Dinaloni Dian Prima Agustina Diemroh Ihsan Dimas Nur Achmada Dini Aisyafahmi Dwi Arfinanta Edy Soesanto Eko Prasojo Elfian Zulkarnain Esti Ambar Widyaningrum Evi Kurniawati Fahimul Amri Faizatun Ni’mah Farida Firdaus Jeka Hajar Syifa Fiarani, Hajar Syifa Fiarani Harini Harini Herry Suswanti Djarot Hidayati, Wiwin Sri Humam Humam Ida Kristianingsih Iis Nur Asyiah Imam Mudakir Indah Atika Amalia Indah Atika Amalia Indah Istanti Indrawati Indriyani Indriyani Intania Loren Iyung Cahyono Johanes Parasian John Friadi Kamalia Fikri Karsih Kaslam Khaerani Kholidaziah, Kholidaziah KRISNA KHARISMA PERTIWI Kusriani Prasetyowati La Ode Nggawu La Ode Sidu Marafat Laily Maftuhah Lidia Rosaria Lina Susilowati Luh Putu Ratna Sundari M. Rafli Ishamuddin M. Thery Kesuma Pratama MEIDEZELLA Mey Nurrohmah meynur rohmah Mochammad Iqbal Muhamad Saifudin Muhammad Efendi Muhammad Ilham Kurniawan Muhammad W Pambudi Muhammad Yusuf Pawellangi Munifah Wahyuddin Nadia Pramasari Nila Firmalia Noval Alfiyan Jaya Novita Kumalasari Novita Sariayu Sitompul Nurida Ulin Ni’mah Nurshalati Tahar Nursuci Islamiyah NURUL ISTIQOMAH Petrus Geroda Beda Ama Petrus Geroda Beda Ama Puji Lestari, Tri Rabiatul Adawiyah Rachmita Mustika Putri Rachmita Mustika Putri Renny Ria Fitriani Renny Ria Fitriani Risma Karlina Putri Rita Hayati Rosa J. Hesturini Rosa Juwita Hesturini Sartika Komalasari Siti Murdiyah Slamet Hariyadi Sri Pujiati Suciati Sudarisman Sugiyarto Sugiyarto Suryadi Suswadi Ulmiyatul Alifiah Zahroh Ulmiyatul Alifiah Zahroh Wahyu Anugrah Wenti Dwi Febriani Yeni Gumiati Yuliansa Fitra Yuly Diyan Nur Fajriyah Yuni Purnamasari Yuyun Kurniawati YUYUN KURNIAWATI Zailani , Rinawati