Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of the Implementation of a Tinkercad-Assisted Inquiry-Based Learning Model in Electrical Circuit Instruction Riskawati Riskawati; M. A. Martawijaya; Nasrul Ihsan; Dirgah Kaso Sanusi; Ihfa Indira Nurnaifah Idris; Sitti Rahma Yunus
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 7 No. 1 (2027): Januari - Juni 2027
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.7.1.2027.1779

Abstract

The urgency of this study lies in addressing students’ difficulties in understanding electrical circuits through an inquiry-based learning approach supported by Tinkercad. This study aimed to analyze the implementation of an inquiry learning model assisted by Tinkercad in teaching electrical circuit concepts at the senior high school level. The study employed a descriptive research design involving students and a physics teacher in a senior high school. Data were collected through classroom observations, student worksheets (LKPD), and teacher interviews. The implementation of the inquiry learning model was evaluated based on the achievement of each inquiry learning stage, while student worksheet results were used to assess learning outcomes related to conceptual understanding, process skills, analytical skills, conclusion drawing, and concept integration. The findings showed that all stages of the inquiry learning model were successfully implemented according to the planned procedures. Students demonstrated the highest level of engagement during the data collection stage through electrical circuit simulations using Tinkercad. The average student worksheet achievement reached 85%, categorized as very good. The highest score was obtained in conceptual understanding (91%), while the lowest score was found in conclusion-drawing skills (79%). Teacher interview results revealed positive perceptions of Tinkercad, particularly in its ability to visualize abstract electrical concepts, facilitate student exploration, and provide an alternative to conventional laboratory activities. Despite these positive findings, some students still required guidance in formulating hypotheses and drawing scientific conclusions. This study concludes that the integration of inquiry-based learning and Tinkercad can support the implementation of electrical circuit learning by providing a more interactive, exploratory, and student-centered learning environment. The findings contribute to the growing use of virtual laboratory technology in physics education, particularly in schools with limited laboratory facilities.
ANALISIS KEAKTIFAN BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 15 LUWU Tenri Allung; M. A. Martawijaya; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 20 No. 2 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v20i2.3689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran keaktifan belajar fisika peserta didik SMAN 15 Luwu ditinjau berdasarkan penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran fisika tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu keaktifan belajar fisika peserta didik. Subjek penelitian ini yaitu kelas XI Mipa 3 yang terdiri dari 30 peserta didik. Data hasil penelitian diperoleh dengan melakukan pengamatan secara langsung dan mengisi lembar observasi dengan indikator menulis rangkuman materi, mengerjakan soal Latihan, mencatat hasil kelompok, menulis pendapat mengenai pokok bahasan, menulis pertanyaan, dan menuliskan jawaban. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa keaktifan belajar pada pertemuan pertama pendidik menggunakan model pembelajaran langsung berada pada kategori kurang aktif dengan persentase 73.3% dan kategori cukup aktif dengan persentase 26.7%. keaktifan belajar fisika peserta didik pada pertemuan kedua dan ketiga menggunakan model Problem Based Learning. Pada pertemuan kedua keaktifan belajar fisika peserta didik berada pada kategori cukup aktif dengan persentase 60% dan aktif dengan persentase 40%. Sedangkan pada pertemuan ketiga keaktifan belajar fisika peserta didik terbagi menjadi tiga kategori yaitu cukup aktif sebanyak 1 peserta didik dengan persentase 3.3%, aktif sebanyak 21 peserta didik dengan persentase 70% dan sangat aktif sebanyak 8 peserta didik dengan persentase 26.7%.
KONSEPSI FISIKA BAGI PESERTA DIDIK SMA BARRANG LOMPO DALAM MEMAJUKAN SISTEM PENANGKAPAN TERIPANG Sumita; M. A. Martawijaya; Subaer
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i1.6048

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsepsi fisika dalam memajukan sistem penangkapan teripang bagi peserta didik SMA Barrang Lompo. Subjek pada penelitian ini adalah satu orang peserta didik kelas X MIPA dan dua orang peserta didik kelas XI MIPA yang paling menyukai mata pelajaran fisika. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes tulis, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada peserta didik dengan memberikan perlakuan dan memperlihatkan gambar kepada peserta didik mengenai sistem penangkapan teripang. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peserta didik menyukai mata pelajaran fisika dan sudah mampu mengkonsepsikan konsep fisika dalam tahap pengeringan teripang, akan tetapi belum dapat mengkonsepsikan konsep fisika pada tahap persiapan dan tahap pelaksanan penangkapan teripang. Jika ditinjau dari semua pertanyaan yang diberikan kepada peserta didik dapat dikatakan bahwa peserta didik termasuk dalam kategori sudah mampu memahami konsepsi fisika dalam tahap pengeringan teripang. Sistem penangkapan teripang melibatkan berbagai konsep fisika seperti tekanan hidrostatis, daya apung, hambatan fluida, dan prinsip Bernoulli. Pemahaman terhadap faktor-faktor ini membantu nelayan dalam meningkatkan efisiensi penangkapan serta menjaga keselamatan mereka selama operasi di bawah air. Seperti factor daya Apung dan kepadatan air, efek cahaya dan optik dalam air serta tekanan air dan keamanan penyelam. Kata Kunci: Konsepsi, Kearifan lokal, Sistem penangkapan teripang This research is a qualitative case study type research. This research aims to determine the concept of physics in advancing the sea cucumber fishing system for Barrang Lompo High School students. The subjects in this research were one class X MIPA student and two class XI MIPA students who liked physics the most. Data collection was carried out through observation, written tests, interviews and documentation. Interviews were conducted with students by providing treatment and showing pictures to students regarding the sea cucumber catching system. The collected data is then processed and analyzed qualitatively. Based on the research results, it can be concluded that students like physics subjects and have been able to conceptualize physics concepts in the drying stage of sea cucumbers, but have not been able to conceptualize physics concepts in the preparation and implementation stages of catching sea cucumbers. If we look at all the questions given to students, it can be said that students are included in the category of being able to understand the physical concepts in the drying stage of sea cucumbers. The sea cucumber fishing system involves various physical concepts such as hydrostatic pressure, buoyancy, fluid resistance, and Bernoulli's principle. Understanding these factors helps fishermen increase fishing efficiency and maintain their safety during underwater operations. Such as buoyancy factors and water density, light and optical effects in water as well as water pressure and diver safety. Keywords: Conception, Local Wisdom, Sea Cucumber Catching System
KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH OLEH GURU FISIKA DI SMAN 5 BULUKUMBA Dian Islamiati; M. A. Martawijaya; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 2 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v22i2.6751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah oleh guru fisika di SMAN 5 Bulukumba. Penelitian ini dilakukan karena sering ditemukan kesenjangan antara teori Pembelajaran Berbasis Masalah dengan implementasi di lapangan, khususnya pada mata pelajaran fisika. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi berupa modul ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara rinci dan mendalam keterlaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah dalam pembelajaran fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah oleh guru fisika di SMA Negeri 5 Bulukumba termasuk dalam kategori “baik”, dengan rata-rata keterlaksanaan sebesar 75%. Pendidik berhasil melaksanakan sebagian tahapan pembelajaran dalam sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah. Namun, beberapa aspek, seperti pengelolaan waktu, bimbingan yang merata, dan motivasi peserta didik, masih perlu diperbaiki. Pendidik perlu lebih memperhatikan cara menghubungkan materi dengan kehidupan nyata peserta didik, memberikan penjelasan yang lebih rinci, serta meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam refleksi pembelajaran. Kata Kunci: Fisika, Pembelajaran Berbasis Masalah, pendekatan deskriptif kualitatif Abstract – This research aims to determine the implementation of problem-based learning by physics teachers at SMAN 5 Bulukumba. This study was conducted because of the frequent gaps between the theory of Problem-Based Learning and its implementation in the field, especially in physics subjects. Data was collected through observation and documentation in the form of teaching modules. This study used a qualitative descriptive approach, which aims to describe in detail and in depth the implementation of Problem-Based Learning in physics learning. The results showed that the level of implementation of Problem-Based Learning by physics teachers at SMAN 5 Bulukumba was included in the "good" category, with an average implementation of 75%. Educators successfully implemented some of the learning stages in the syntax of Problem-Based Learning. However, several aspects, such as time management, equitable guidance, and student motivation, still need improvement. Educators need to pay more attention to how to connect material to students' real lives, provide more detailed explanations, and increase student involvement in learning reflection. Keywords: Physics, Problem Based Learning, qualitative descriptive approach
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd Haris Abd Haris, Abd Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Ahmad Dahlan ahmad yani Ahmad Yani Ahmad Yani Aisyah Azis Aisyah Azis Aisyah Azis Alivka, Grivthy Andi Musniar Andi Nur Isma Andi Nur Isma, Andi Nur Andriani Tahueyo Andriani Tahueyo, Andriani Astiani Astiani Astiani Astiani, Astiani Atabikrifki Atabikrifki Awaliah, Nur Besse Elviana Bunga Dara Amin Bunga Dara Amin Bunga Dara Amin Dedy Kurniawan Dian Islamiati Dirgah Kaso Sanusi Dwi Utami Putri E. H. Sujiono Eda Lolo Allo Eko Hadi Sujiono Eko Hadi Sujiono Fauziah Gebran Cipta Pahlevi Halim, Anis Diyana Hasirah Hasirah Hasirah Hasirah, Hasirah Ihfa Indira Nurnaifah Idris Isra Ayu Susanti Jasaruddin Daud Malago Jasruddin Daud Malago Jayanti Jabir Khaeruddin Khaeruddin, Khaeruddin Lewikinta, Yustin M. Hasyim, M. Mahir Mahir Mahir Mahir Mahir Mahir, Mahir Muh Tawil muh. Tawil Muhammad Taqwin Muhammad Taqwin Muliana Razaq Musniar, A. Mutahharah Hasyim, Mutahharah Mutmainnah Mutmainnah Nasrul Ihsan Nur Aulia Fitriani Syarifuddin Nuraedah Nurcaya Nurcaya Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurul Muthmainnah Herman Nurul Wahdah Pariabti Palloan Rahmadhanningsih, S. Rahmaniar Rahmaniar Rahmaniar Rahmaniar, Rahmaniar Rahmini Hustim Rahmini Hustim, Rahmini Restu Januarty Hamid Riskawati Riskawati Saleh, Muh Salma Samputri Salwa Rufaida Siew Wei, Tho Sitti Rahma Yunus Subaer Subaer - Subaer Subaer Sumita Swandi, A. Syafril, Ika Syahreni Syamsul Wahid Taqwin, M. Taqwin, Muhammad Tenri Allung Usman Usman Usman Usman Usman Vicran Zharvan Wirdatul Jannah Zharvan, V. Zose Wirawan