Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Tenun Muna Pa'a Desa Ranggo melalui Teknologi Pewarnaan Alam dalam Menunjang Pembangunan Berkelanjutan Nasir, Muh.; Azmin, Nikman; Fauzi, Azra; Ruslan, Ruslan; Sandi, Ahmad; Sitaman, Sitaman
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i4.1148

Abstract

Urgensi dilakukan program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) pada Kelompok Pengrajin Tenun Anggrek Desa Ranggo sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kain tenun Muna Pa’a yang berkelanjutan. Teknologi yang digunakan berupa Pewarnaan Alam. Penerapan teknologi pewarna alam sebagai penunjang pembangunan berkelanjutan. Tujuan program ini adalah menerapkan teknologi peawarna alam dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. Kelompok pengrajin Muna Pa’a melakukan produksi kain tenun Muna Pa’a menggunakan pewarna alam. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan diawali dengan kegiatan sosialisasi program kepada mitra. Tahap selanjutnya adalah pelatihan pembuatan pewarna alam di antaranya persiapan alat dan bahan pembuatan pewarna alam, mengumpulkan bahan pewarna alam, penyiapan benang, penyiapan alat memasak. Tahap terakhir adalah pembuatan produk kain tenun menggunakan pewarna alam. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini adalah produk kain tenun muna pa’a yang dihasilkan menggunakan teknologi pewarna alam memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan pewarna sintetis. Penggunaan pewarna alam pada produksi kain tenun muna pa’a dapat meningkatan jumlah kualitas kain tenun dan produksi mencapai 100% dan meningkatkan nilai jual produk kain tenun mencapai 95%. Produksi kain tenun muna pa’a. Di samping itu, produk kain tenun muna pa’a yang dihasilkan lebih menghasilkan warna yang lebih eksotis, elegan dan juga ramah lingkungan.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Mata Pelajaran IPA Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Siswa Hartati, Hartati; Fahruddin, Fahruddin; Azmin, Nikman
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 4 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i4.2574

Abstract

Various problems faced by all Integrated Science teachers at SMP country 5 Bima City are the lack of students' creative thinking skills, so that students' difficulties in learning activities, especially group discussions with the use of learning models that have not fully activated students, so far science teachers are still using learning models conventional group. The purpose of this study was to determine the application of problem-based learning in Integrated Science subjects to creative thinking skills and learning outcomes of class VIII students of SMP country 5 Bima City. The subjects in the study were students of class VIII 3 at SMP country 5 Bima City, as many as 26 students. The instrument used is an evaluation test of student learning outcomes that is given at the end of each cycle, an observation sheet about the implementation of learning that is used to see learning activities. The data obtained were analyzed using data analysis of students' creative thinking abilities to determine learning completeness. The results showed an increase in the percentage of scores in the first cycle which was mostly in the creative category of 17 students, while in the second cycle the highest percentage of scores was in the very creative category of 18 students. 61% of classical learning completeness in cycle I was declared incomplete, but increased in cycle II 80% was declared complete. Based on the results and discussion, it is concluded that the application of problem-based learning can improve the creative thinking skills of class VIII students of SMP country 5 Bima City.
Pelatihan Pewarnaan Alami Untuk Pembuatan Kain Tenun Muna Pa’a Di Desa Ranggo Kabupaten Dompu Nasir, Muh.; Azmin, Nikman; Sandi, Ahmad; Sitaman, Sitaman; Nehru, Nehru
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i2.1156

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pelatihan pewarnaan alami untuk pembuatan kain tenun Muna Pa’a di desa Ranggo, kabupaten Dompu dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan apresiasi masyarakat terhadap teknik pewarnaan alami tradisional. metode penelitian yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara, dan analisis data kualitatif untuk memahami dampak pelatihan terhadap peserta. hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pewarnaan alami memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang proses pewarnaan alami, penggunaan bahan-bahan alami lokal, serta pentingnya pelestarian warisan budaya. selain itu, pelatihan ini juga berhasil meningkatkan keterampilan praktis peserta dalam menerapkan teknik pewarnaan alami pada kain tenun bima. temuan penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang pentingnya pendekatan edukatif dalam melestarikan tradisi pewarnaan alami dan mengembangkan industri kerajinan lokal. implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan program pelatihan pewarnaan alami yang lebih luas dan berkelanjutan di berbagai komunitas kerajinan tradisional.
The Role Of Local Wisdom Of Dana Mbojo In Climate Change Mitigation: Analysis Of The Parafu System And Pamali Practices Nurrahmania, Nurrahmania; Fahruddin, Fahruddin; Azmin, Nikman; Putra, Anggar
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 9, No 2. (2025): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i2..12603

Abstract

This study examines the role of local wisdom of the Dana Mbojo community in climate change mitigation, focusing on the Parafu system (customary land management patterns) and Pamali practices (customary prohibitions related to environmental conservation). The urgency of this research lies in the need for a culturally based approach to strengthen climate change mitigation strategies that have been dominated by technocratic approaches. This study aims to identify and analyze the contribution of the Parafu system and Pamali practices to forest, water, and soil conservation, and assess their relevance in the context of climate change adaptation. The study used mixed methods with qualitative and quantitative approaches. Data collection techniques included in-depth interviews with 25 traditional and community leaders, field observations in three traditional villages, and the distribution of questionnaires to 150 respondents, which were analyzed using descriptive statistics. The results showed that the Parafu system contributed to a decrease in deforestation rates by 18.3% in the last five years, while Pamali practices were effective in reducing land burning activities by up to 27.6% compared to non-customary areas (p=0.003). Eighty-four percent of respondents stated that the application of customary values can maintain the balance of local ecosystems, and 76% stated that customary law is more adhered to than formal government regulations. The local wisdom of Dana Mbojo, through the Parafu system and Pamali practices, has great potential for climate change mitigation, particularly through social control mechanisms, value-based conservation, and sustainable spatial use. Integrating local values into climate mitigation policies at the regional and national levels is a strategic step that needs to be implemented immediately.
Inventarisasi Tumbuhan Parasit Di Taman Wisata Air Terjun Oi Marai Di Kaki Gunung Kecematan Tambora Kabupaten Bima Andi Syafriansyah; Halmawati, Mita; Londa, Ratu; Azmin, Nikman; Hartati
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.610

Abstract

Tumbuhan benalu biasanya dianggap merugikan dalam ekosistem hutan, perubahan benalu adalah penyeimbangan ekosistem yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ciri tumbuhan parasit yang ada di taman wisata alam air terjun oi marai tambora yang dilaksanakan pada bulan Mei 2023 dengan menggunakan metode eksplorasi atau roaming metode dan dengan memanfaatkan deskriptif kualitatif sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adalah 5 spesies tanaman parasit yang dimasukkan ke dalam 5 famili. itu adalah 1 spesies Nephrolopis famili bernama (Nephrolepidaceae), 1 spesies dari famili Piperacea, bernama (piper battle linn). 1 spesies dari famili Adiantaceae, bernama (Adiantum raddianum), 1 spesies dari famili Mniaceae, bernama (Bryophyta), dan 1 spesies dari famili Polypodiaceae, bernama (Drynaria rigidula). Berdasarkan ciri-ciri penghuninya, Famili Nephrolepidaceae, piper battle linn, Adiantum raddianum, Bryophyta, dan Santalaceae parasit pada pohon, Balanophoraceae dan Rafflesiaceae parasit pada akar dan Drynaria. Kata Kunci: Tumbuhan Parasit,Taman Wisata Nasional Air terjun Oi Marai Tambora.
Studi Kelimpahan Pohon Peneduh di Kawasan Wisata Alam (TWA) Air Terjun Bidadari Desa Kawinda To’i Kecamatan Tambora Kabupaten Bima Kamullah, Kamullah; Ramndana, Ramndana; Nehru; Hartati; Azmin, Nikman; Nasir, Muh.
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.613

Abstract

Pohon peneduh adalah jenis tanaman yang berbentuk pohon dengan percabangan yang tingginya lebih dari dua meter dan dapat memberikan keteduhan serta menahan cahaya matahari yang terpancar dan berfungsi sebagai paru-paru dunia karena tumbuhan tersebut menghasilkan gas oksigen yang dibutuhkan oleh semua mahkluk hidup, sebagai penyerap gas atau partikel beracun untuk mengurangi pencemaran udara,  sebagai peredam kebisingan dan sebagai habitat burung, monyet dan berbagai jenis hewan lainnya. Jenis pohong peneduh jalan yang ada dikawasan wisata alam Air Terjun Tambora belum ada yang melaporkan, oleh karena itu perlu adanya kegiatan studi kelimpahan jenis pohon peneduh. Kelimpahan adalah jumlah yang di hadirkan oleh masing-masing spesies dari seluruh individu dalam komunitas (Campbell, 2010,h. 385). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan jenis pohon peneduh yang terdapat di Kawasan wisata alam Air Terjun Tambora Desa Kawinda To,i Kec.Tambora Kab.Bima. Jumlah keseluruhan pohon peneduh yang ditemukan dikawasan wisata alam Air Terjun Tambora berjumlah  262 pohon dengan 7 jenis pohon peneduh. Pohon peneduh ditemukan secara keseluruhan berjumlah 262 pohon, dan terdapat 7 jenis pohon peneduh yaitu Ziziphus mauritiana (bidara) yang berjumlah 22 pohon, Ficus carica (ara) yang berjumlah 47 pohon, Allophylus cobbe (keneras) yang berjumlah 43 pohon, Pittosporun undulatun (cemaran) yang berjumlah 46 pohon, Calophyllun inophyllun (nyamplung) yang berjumlah 39 pohon, Aegle marmelos (maja) yang berjumlah 35 pohon, dan Tilioideae (saru) yang berjumlah 30 pohon.
Inventarisasi Tumbuhan Air Di Kawasan Wisata Air Terjun Bidadari Desa Kawinda To’i Kecamatan Tambora Kabupaten Bima Mas’anah; Fitriani; Nehru; Hartati; Azmin, Nikman
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.616

Abstract

Indonesia is a country that have biodiversity. One type of plant diversity that is commonly found in Indonesia is aquatic plants. Aquatic plants are plants that part or all of their life cycle are in water, have a role as primary producers in waters which are a source of food for primary consumers or biophages. This study aims to determine various types of aquatic plants in the Tambora Angel Waterfall area, Bima district, the research was carried out in May 2023. The research method used was the cruising method, namely with a limit of 100 meters from the three stations. The research results found 5 types of aquatic plants, namely Cheilocoestue speciosus , Chromolaena odorata, Teminalia catappa, Boeharvia erecta, and Boehmeria grandis.
Inventarisasi Jenis Serangga Permukaan Tanah Di Kawasan Wisata Air Oi Marai Kecamatan Tambora Muhammad Farid; Alayda, Dinda; Ningsih, Flamita Putri; Fardila, Mita; Azmin, Nikman
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.618

Abstract

Kawasan Wisata Air Terjun Oi Marai merupakan salah satu destinasi wisata alam dari kaki gunung Tambora, hutan yang masih terawat serta air terjun yang berlimpah sepanjang aliran sungai mengalir dengan deras dan jernih jauh dari pencemaran,sehingga memiliki keanekaragaman spesies serangga yang cukup tinggi. Keanekaragaman serangga ini dapat dijadikan sebagai bioindikator kestabilan lingkungan di TWA Air terjun oi marai. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi serangga permukaan tanah, serta mengetahui keanekaragaman dari serangga yang ada di Kawasan Wisata Air Terjun Oi Marai. Penelitian ini dilakukan di Kawasan  Air Terjun Oi Marai dan identifikasi serangga dilakukan di Kampus STKIP Bima pada bulan Mei 2023. Penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan 3 metode penculikan yaitu metode perangkap jebak (Pitfall trap), Metode Beating Tray, dan di dua lokasi yang berbeda yaitu pada lahan datar dan lahan bergelombang dan  pada dua waktu yang berbeda yaitu  pada pagi hari dan malam hari. Hasil penelitian pada TWA Kerandangan diperoleh 5 spesies serangga yaitu Scara viettei, Aneplolepis, Mononomorium pharaonis, Lasius Niger  dan Mononomorium minimum.
Dampak Pembuangan Limbah Pabrik Tahu Terhadap Pencemaran Air Sungai Kota Bima Elsa Raihana; Nurwasila, Nurwasila; Hartati; Nehru; Azmin, Nikman
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, kondisi sampah dibantaran sungai Kecamatan Penatoi Kota Bima, faktor-faktor yang mendorong masyarakat membuang sampah di sungai dampak pembuangan sampah rumah tangga di aliran sungai. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dampak pencemaran lingkungan dari limbah pabrik tahu di pasar mardika kota ambon yang ternyata telah memberikan ketidak nyamanan bagi masyarakat. Metode yang menggunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus, yaitu mendiskripsikan Tentang Dampak pencemaran lingkungan dari limba Pabrik Tahu. Dilakukan penelitian lansung ke pabrik tahu dan melakukan pengamatan serta wawancara terhadap responden kariawan pabrik tahu pasar mardika desa batu merah tempat pembuangan air limbah dan di lansung ke sungai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dampak pencemaran lingkungan dari limba Pabrik Tahu diketahui bahwa pencemaran limbah pabrik tahu sangat mengganggu masyarakat sekitar pabrik dan sekitar sungai pembuangan limbah, pembuangan limbah yang dilakukan pihak pabrik masih terdapat kecurangan dan seperti halnya pada saat pembuangan limbahnya tidak dilakukan sesuai peraturan pemerintah, yang harusnya dalam berbisnis haruslah mematuhi peraturan, dalam penelitian ini pabrik tahu tidak memiliki tempat penampungan limbah dan penyaringan limbah, ketika memproduksi tahu limbah yang dihasilkan langsung dibuang ke aliran sungai, sehingga terjadilah pencemaran air sungai akibat limbah tahu yang berbau busuk.
Pengaruh Campuran Berbagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Buah Naga (Hylocereus costaricensis) Nehru, Nehru; Hartati, Hartati; Azmin, Nikman; Nasir, Muh.
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.963

Abstract

Tanaman Buah Naga adalah merupakan jenis tanaman memanjat, di habitat aslinya tanaman ini memanjat tanaman lainnya untuk menopang dan bersifat epifit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh berbagai media tanam terhadap pertumbuhan tanaman buah (Hylocereus costaricensis) Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 (lima) kali perlakuan dan masing-masing pengulangan sebanyak 4 (empat) kali sehingga total perlakuan yang dilakukan sebanyak 20 (Dua puluh) kali unit perlakuan yang ditanami dengan buah naga (Hylocereus costaricensis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman buah naga (Hylocereus costaricensis) pada umur 30  HST memiliki nilai rata-rata yang tertinggi 33,60 cm. Sedangkan panjang tunas  dengan nilai rata-rata yang tertinggi 0,51 cm. Selanjutnya jumlah tunas memiliki nilai rata-rata yang tertinggi 1,9.