Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGI COLIFORM PADA DEPO AIR MINUM UNTUK PASIEN DI RS JIWA MENUR SURABAYA Nurmawati, Nurmawati; Narwati, Narwati; Khambali, Khambali
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i2.18001

Abstract

AbstrakPemenuhan kebutuhan air minum bagi pasien sangat penting untuk proses pemulihan kesehatan tubuh. Air minum yang dikonsumsi harus memberikan jaminan perlindungan kesehatan dan keselamatan pemakainya agar tidak terjadi kasus infeksi pada pasien. Jaminan perlindungan yang dipersyaratkan adalah memenuhi pesyaratan mikrobiologi air minum yaitu bebas dari coliform dan E.coli. Adanya coliform dan E.coli  pada air minum disebabkan banyak faktor, seperti sumber air bersih, sanitasi bangunan, perlatan, hygiene penjamah, persyaratan teknis DAM, proses produksi, pemeliharaan sarana, program sanitasi, penyimpanan dan penjualan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kualitas mikrobiologi coliform pada DAM untuk pasien. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif. Data diambil dengan melakukan pengambilan sampel pada air minum dan observasi terhadap faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan kualitas mikrobiologi coliform DAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,5 % air minum DAM tidak memenuhi persyaratan mikrobiologi coliform. Faktor tempat, peralatan, penjamah dan distribusi menunjukkan 87,5 % tidak memenuhi syarat. Perbaikan terhadap faktor yang tidak memenuhi syarat sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas mikrobiologi coliform sehingga air minum yang dikonsumsi oleh asien sehat, aman dan hygienis dan tidak menimbulkan penyakit lain pada pasien.                               Kata Kunci: DAM, Rumah Sakit, Kualitas Mikrobiologi Coliform DAM
The use of sansevieria sp and cymbopogon nardus extracts on humidifier modification to reduce airborne germs Rachmaniyah Rachmaniyah; Rusmiati Rusmiati; Khambali Khambali
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 11, No 4: December 2022
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v11i4.21381

Abstract

It turns out that indoors is not 100% safe from harmful pollutantsThere was even a special study that examined Sick Building Syndrome. Other factors that also play a role are occupant activities, building materials, furniture and equipment, as well aindoor temperature/humidity. Therefore, an alternative technology is needed to control room air quality, in this case is a humidifier filled with natural ingredients such as mother-in-law's tongue (Sansevieriasp) and lemongrass (CymbopogonNardus) extracts. This study aimed to evaluate the chemical composition and potential of Sansevieriasp and CymbopogonNardus as anti-fungal and anti-germ substances in a room. Sansevieria sp and Cymbopogon Nardus extract can be aromatherapy that prevents sick building syndrome. This study used an experimental method and One Group Pre-test Post-test Design. In this case, ansevieria sp and Cymbopogon Nardus extract were used as humidifier modification material to reduce airborne germ. Sansevieria extract was provided atconcentrations of 30%, 40%, and 50%. Furthermore, the data analysiswas conducted through Anovatest.Based on the effectiveness test that has been done, it showed that the Sansevieriaspand Cymbopogon Nardus extracts at concentration of 30% decreased the germs by 78.2%, while at the concentration of 40%, it decreased the indoor air germs by 74.2%, and at the concentration of 50%, it decreased the germs by 65.11%. Furthermore, the results of the Anova test showed that the Sansevieria,sp extracts at the concentration of 30% 40%, and 50% had a p-value > 0.05. It means that there was no significant or insignificant difference between the concentrations employed so that in this study, the extracts of Sansevieriaspand Cymbopogon Nardus extracts had the same effective antibacterial power. Based on the results, it was concluded that Sansevieria spand Cymbopogon Nardusextract as modified humidifier solution at concentrations of 30%, 40%, and 50% have the same effectiveness in reducing the Germ in the room air.
Evaluasi Higiene Sanitasi dan Kualitas Bakteriologis Depot Air Minum di Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Tahun 2019 Siti Annisah Nur Saidah; Umi Rahayu; Khambali Khambali
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11310

Abstract

Water is one of the essential substance that needed by all living creature, especially human, to fulfill their need of hydration. The drinkable water must be qualified from chemical, physical, and biological requirement. This research aims to evaluate sanitary hygiene and bacteriological quality of drinking water depot in Balong sub district, Ponorogo Regency. The type of this research was descriptive research. The observed population was fourteen drinking water depot in Balong Sub district, Ponorogo Regency. The observed sample was the same as the observed population which was fourteen drinking water depot. The result of fourteen drinking water depot showed that the sanitary hygiene of the production place did not meet the requirements (78.57%), the sanitary hygiene of the production equipment did not meet the requirements (100%), the hygiene manager did not meet the requirements (92.86%). 7.14% of drinking water depot was included in the category did not meet the requirements, and the bacteriological quality were qualified (100%). It is recommended that drinking water depot manager can improve drinking water depot facilities and get used to healthy life. Public health office must also facilitate laboratories used to support supervision and inspection also provide funds for conducting laboratory tests of drinking water samples. The public health center need to be more active in carrying out the monitoring of environmental health inspections, sampling and sample checking. Keywords: sanitary hygiene; bacteriological quality; drinking water depot ABSTRAK Air merupakan salah satu zat yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup salah satunya adalah manusia sebagai pemenuhan kehidupan seperti minum. Oleh karena itu air yang dikonsumsi harus memenuhi syarat kimia, fisika, dan biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi higiene sanitasi dan kualitas bakteriologis depot air minum di Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh depot air minum isi ulang yang ada di Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo yang berjumlah 14 depot air minum. Sampel yang digunakan adalah sampel populasi sebanyak 14 depot air minum. Hasil penelitian menunjukkan dari 14 depot air minum, higiene sanitasi tempat produksi pada 78.57% dalam kategori tidak memenuhi syarat. Sedangkan higiene sanitasi peralatan, dari total 14 depot air minum keseluruhan dalam kategori memenuhi syarat (100%). Higiene penjamah 92.86% tergolong kategori tidak memenuhi syarat. 7.14% air baku depot air minum termasuk dalam kategori tidak memenuhi syarat, untuk kualitas bakteriologis air hasil produksi menunjukkan 100% depot air minum termasuk dalam kategori memenuhi syarat.Disarankan pengelola depot air minum bisa memperbaiki fasilitas depot air minum dan membiasakan hidup sehat. Dinas Kesehatan juga harus memfasilitasi laboratorium yang digunakan dalam mendukung pengawasan dan pemeriksaan serta menyediakan biaya untuk melakukan uji laboratorium sampel air minum, dan pihak puskesmas lebih aktif untuk melakukan pengawasan dan pemantauan inspeksi kesehatan lingkungan, pengambilan sampel, dan pemeriksaan sampel. Kata kunci: hygiene; sanitasi; kualitas bakteriologis; depot air minum
Efektivitas Penurunan Kadar Besi (Fe) pada Air Sumur dengan Filtrasi Serbuk Cangkang Kerang Variasi Diameter Serbuk Intan Noer Auliah; Khambali Khambali; Ernita Sari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.98 KB) | DOI: 10.33846/sf.v10i1.287

Abstract

Iron levels (Fe) in water that exceed the quality standard may cause physical changes in water and induce diseases in humans. One method of reducing iron content (Fe) is by using filtration with powdered seashells as adsorbent. The purpose of this study is to understand the decrease in iron content (Fe) in well water after filtration with powdered seashells 10 mesh, 40 mesh, and 100 mesh. This was an experimental study using Pretest-Posttest Control design. Data were analyzed with One Way ANOVA test. The average results of iron (Fe) before treatment with shell powder fillings of 10 mesh, 40 mesh and 100 mesh were 2.01 mg / L and the average concentration after treatment with shell powder filming of 10 mesh, 40 mesh and 100 mesh the result were 1.64 mg / L, 1.11 mg / L, and 0.49 mg / Lmost effective reduction iron content (Fe) occurred at treatment using filtration of shell powder of shell size 100 mesh that with an average equals to 75.37%. One Way ANOVA test showed resulted in p-value
Pendampingan Program Pengembangan Ekowisata Mangrove dengan Kegiatan Konservasi Lingkungan Khambali Khambali; Rachmaniyah Rachmaniyah; Fitri Rokhmalia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 4 (2020): Oktober
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11425

Abstract

Ecotourism or Nature Tourism is a tourism activity that is responsible for unspoiled areas that are managed according to natural rules, with the aim of enjoying the beauty of nature which involves elements of education, understanding and support for efforts to conserve nature and increase income and welfare. The development of ecotourism in the form of sustainable tourism villages based on community empowerment is an effort to include the role of the community in tourism village activities known as "Community Based Development". The purpose of this program was to improve environmental health and insight in the field of environmental health and improve the quality of life of the community, especially the people of Wonorejo Village, Rungkut District, Surabaya City. Community service activities carried out in Mangrove Ecotourism were environmental conservation in the form of reforestation by planting trees and mangroves. Planting 3000 mangrove plants in the sea, providing plant seeds involving the Surabaya City Plantation and Park Service. Furthermore, it is recommended to conduct research on Pb levels, soil conditions and various types of plants to determine phytoremediation using plants. It is also necessary to periodically evaluate the function of mangroves that have been planted. Keywords: ecotourism; mangroves; environmental conservation ABSTRAK Ekowisata atau Wisata Alam adalah kegiatan pariwisata yang bertanggung jawab atas kawasan yang masih alami yang dikelola sesuai kaidah alam, dengan tujuan menikmati keindahan alam yang melibatkan unsur edukasi, pemahaman dan dukungan bagi upaya pelestarian alam serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Pengembangan ekowisata berupa desa wisata secara berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat merupakan upaya memasukkan peran masyarakat dalam kegiatan desa wisata yang dikenal dengan istilah “Community Based Development”. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesehatan lingkungan dan wawasan dalam bidang kesehatan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam Ekowisata Mangrove yaitu pelestarian lingkungan berupa reboisasi dengan penanaman pohon dan mangrove. Penanaman 3000 tanaman mangrove di laut, pemberian bibit tanaman melibatkan Dinas Perkebunan dan Pertamanan Kota Surabaya. Selanjutnya direkomendasikan penelitian tentang uji kadar Pb, kondisi lahan dan berbagai jenis tumbuhan untuk menentukan fitoremediasi menggunakan tumbuhan. Diperlukan juga evaluasi secara berkala terhadap fungsi mangrove yang telah ditanam. Kata kunci: ekowisata; mangrove; konservasi lingkungan
HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA DI WlLAYAH KERJA PUSKESMAS WONOKUSUMO KOTA SURABAYA Maramis Puji Darma; Khambali .; Setiawan .
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 11, No 3 (2013): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v11i3.214

Abstract

Home environment give influence on upper way respiration disease (ISPA) asenvironment based disease indicated by improving ISPA incidence because of unhealthy homeand residential. Wonokusumo public health center during last five years ISPAalways positionedfirst ranking in Top 10 diseases with average more than 10.000 cases. This research done torecognize correlation between home component and ISPA incidence in Wonokusumo publichealth center Surabaya region in 2013.Analytic research method done with case control. This research compare between casegroup and control group. Sample taken as many 94 houses for case group respective andcontrol group with population 10.013 patients. Sampling technique using simple randomsampling with data analysis method using chi square test.The assessment result explain that house component assessment aspects which meetrequirement house component assessmentaspects are ceilings, wall, floor, living room window,and lighting. While unmeet requirement are bedroom aspects, ventilation, and kitchen fumecavity. Most of case group have home component is unmet requirements with percentage79.8% and most of control group as many 74.5%. The result of the research indicating thatthere are no correlation between house components and ISPAdisease incidence.Suggested health workers give information, citizen hoped to keep house cleanliness andheld contest about health home in order to citizen more motivated again for more improvinghouse that meeting healthy requirements.Keywords: House component, ISPAincidence, health house.
Hubungan Perilaku dengan Kualitas Komponen Rumah Penderita Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut tahun 2017 (Studi Kasus di Desa Wage Kec. Taman Kab. Sidoarjo) Dana Aprilia; Umi Rahayu; Khambali .
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 16, No 1 (2018): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v16i1.816

Abstract

Bad behavior of maintaining the quality of house components can be a risk factor to environmentally based disease transmission. a.o, Acute Respiration Infection. The germs of Acute Respiration Infection can be transmitted through coughing or sneezing using air as transmission media. This research aimed to find out the relation between behavior and the quality of house component of people affected by acute respiration infection. This research was analytical with cross sectional approach. Data collection was through observation, interviews and measurements. Sample collected were 51 houses of people suffering from Acute Respiration Infection. Variables of this research were: awareness, behavior, action / proceeding, ventilation available, lighting, humidity, temperature, bedroom occupants density, and cleanliness of the house. Sampling technique used was random sampling. Data analyzes utilized was Chi Square test statistical analysis by means of SPSS 20 version. The result of the research showed that there was a relation between awareness (p=0,005), attitude (p=0,032), action/proceeding (p=0,002) behavior (p=0,002) with the quality of house components of people affected by Acute Respiration Infection. Based on this research, it could be concluded that there was a relation between awareness level, attitude, proceeding, and behavior with the quality of house component of people affected by Acute Respiration Infection. Prevention of transmission of Acute Respiration Infection could be done by upgrading the patient and house inmates behavior to create a healthy house condition.Keywords : Behavior, Quality of the House Components, Acute Respiration Infection
ANALISIS RISIKO PAJANAN KARBON MONOKSIDA (CO) PADA PETUGAS PARKIR DI PASAR KAPASAN SURABAYA TAHUN 2017 Putri Delia Aryagita; Khambali .; Imam Thohari
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 15, No 2 (2017): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v15i2.672

Abstract

Tempat parkir adalah satu diantara lokasi yang terdapat konsentrasi gas karbon monoksida (CO) yang tinggi yang berasal dari emisi gas buangan kendaraan bermotor. Gas CO apabila terhirup ke dalam paru-paru akan mengikuti peredaran darah dan dapat menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dikarenakan daya ikat dari gas CO terhadap Hb 210 kali dari daya ikat oksigen terhadap Hb. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat risiko gas CO terhadap petugas parkir Pasar Kapasan Surabaya.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan merupakan data primer hasil wawancara dengan petugas parkir sebanyak 12 orang yang sebagai objek penelitian, wawancara dengan pengelola pasar untuk melengkapi data objek penelitian, dan pengukuran gas CO. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL).Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan konsentrasi gas CO di titik ke 2 pada setiap lantai tempat parkir. Lantai I sebesar 27,13 ppm, lantai II sebesar 24,55 ppm, lantai III sebesar 24,19 ppm, dan lantai IV sebesar 23,64 ppm. Nilai intake gas CO tertinggi pada semua responden terdapat di konsentrasi gas CO maksimal, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh petugas parkir Pasar Kapasan Surabaya berisiko terpajan oleh gas CO (RQ 1).Adapun saran yang ditujukan pada pengelola Pasar Kapasan Surabaya, antara lain perlu melakukan pemantauan kualitas udara baik secara fisik maupun kimia, memperbaiki lingkungan tempat parkir, memberikan shift kerja pada petugas parkir, dan menyediakan masker untuk petugas parkir. Kata Kunci         : Analisis risiko, Karbon monoksida (CO), Petugas parkir
PEMANFAATAN LIMBAH SAYURAN UNTUK PELET PAKAN IKAN NILA Siti Fanisya Afifah; Rachmaniyah .; Khambali .
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 19, No 2 (2021): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v19i2.1535

Abstract

Limbah sayuran seringkali dibuang ke lingkungan yangdapat membahayakan lingkungan dan kesehatan. Pemilihan bahan baku limbah sayuran agar dapat dimanfaatkan menjadi pelet pakan ikan yang berpotensi baik untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manfaat limbah sayuran untuk pelet pakan ikan nila (oreochromis niloticus)dengan beberapa perlakuan limbah sayuran yang berbeda dan mengetahui kandungan zat gizi protein limbah sayuran.Penelitian ini bersifat Deskriptif menggunakan jenis penelitian Posttest Only Control Group Design dengan 4 perlakuan yaitu limbah sayuran (kontrol), pelet pakan ikan limbah sayuran 20%, pelet pakan ikan limbah sayuran 30% dan pelet pakan ikan limbah sayuran 40%. Pengukuran dari setiap perlakuan untuk mengetahui kandungan zat gizi protein.Hasil penelitian yang diperoleh dari kandungan zat gizi protein limbah sayuran kubis dan kangkung (kontrol) yaitu sebesar 1,5185%, pelet pakan ikan dengan limbah sayuran 20% sebesar 5,216%, pelet pakan ikan dengan limbah sayuran 30% sebesar 3,981% dan pelet pakan ikan dengan limbah sayuran 40% sebesar 3,678%. Kualitas pelet pakan ikan belum memenuhi zat gizi protein yang sesuai dengan SNI 01-7242-2006 tentang Pembuatan Pakan Buatan Untuk Ikan Nila dalam proses pembesaran yaitu nilai protein minimal 25%.Disimpulkan hasil penelitian bahwa pelet pakan ikan dari limbah sayuran kubis dan kangkung memiliki kandungan protein rendah. Disarankan perlu adanya penambahan bahan baku yang memiliki kandungan protein tinggi seperti limbah tulang ikan, limbah udang, limbah ampas tahu dan limbah bulu ayam. Sehingga dapat  menghasilkan pelet pakan ikan yang berkualitas baik untuk proses pembesaran ikan nila (oreochromis nilocticus) yang mencapai kandungan protein yaitu minimal 25% sesuai dengan SNI 01-7242-2006.
HUBUNGAN KADAR GAS METAN (CH4) DENGAN KELUHAN SALURAN PERNAPASAN PEKERJA WISATA LUMPUR SIDOARJO Farida Aisyah NB; Suprijandani .; Khambali .
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 16, No 3 (2018): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v16i3.897

Abstract

Bencana lumpur Sidoarjo yang terjadi  pada 29 Mei 2006 diakibatkan karena kesalahan operasional dalam pengeboran. Semburan lumpur ini mengeluarkan gas polutan yang dapat mencemari lingkungan dan menambah komposisi bahan pencemar di udara ambien. Salah satu gas pencemar udara yang dihasilkan dari semburan lumpur Sidoarjo adalah gas Metan (CH4). Keberadaan gas Metan (CH4) di udara ambien sangat berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan salah satunya mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap manusia berupa kekurangan asupan Oksigen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar gas Metan (CH4) terhadap keluhan saluran pernapasan pekerja wisata lumpur Sidoarjo di sekitar semburan lumpur.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 150 orang, sedangkan yang digunakan sebagai sampel penelitian sebanyak 60 orang. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan uji statistik yaitu Kendall’s tau-b.Hasil pengukuran pada kualitas fisik udara meliputi suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan arah angin semuanya memenuhi syarat. Hasil pengukuran kadar gas Metan (CH4) di 3 titik pengukuran hanya 1 yang memenuhi syarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar gas Metan (CH4) dengan keluhan saluran pernapasan pekerja (p ≤ 0,05). Keluhan saluran pernapasan yang dimiliki pekerja tersebut memiliki hubungan dengan karakteristik pekerja yang meliputi umur dan lama bekerja (p ≤ 0,05).Disarankan melakukan pemantauan secara rutin serta penghijauan guna mengendalikan kadar gas Metan (CH4) di udara ambien. Pekerja wisata lumpur Sidoarjo disarankan menggunakan masker pada saat berada di sekitar semburan lumpur serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.Kata Kunci : CH4, Pekerja, Keluhan Saluran Pernapasan
Co-Authors Ach Romadhon Adella Putri Auliah Hapsari Adella Putri Auliah Hapsari Afifa Katerina Juliadita Agus Kharmayana Rubaya Aida Fitria Rafiah Aini Ahmad Alvy Shafina Sundusin Andang Prasetya Angga Nurdianto Astuti Setiyani, Astuti Asvinatin Choiriyah AYU PERTIWI Bambang Hadi Sugito Budi Yulianto Chandra Pratama Dana Aprilia Darjati Darjati . Darjati Darjati Dedi Kurniawan Demes Nurmayanti Dessy Arna, Yessy Devy, Ayu Puspita Dewi Lia Listyawati Dinda Dwi Firmansyah Dzahabiyyah Dwi Putri Ridayanti Edza Aria Wikurendra Elmi Sumiyarsono ELSIE TANISHA DENANDA Endarini, Lully Hani Endarko Endarko Erna Triastuti Ernita Sari Estim, Abentin Evi Yunita N Evy Diah Woelansari Fahma Tanzila Lahudin Farha Ariba Imandini Farida Aisyah NB Fatmalia, Nabila Ferdiansyah, Fariztyo Yusuf Ferry K Ferry Kriswandana Firli Rohmah Primula Dewi Fitri Rokhmalia Fitri Ros Santi Fitria Ade Alfira Hadi Suryono Hermiyanti, Pratiwi Heru Santoso Wahito Nugroho Heru Subaris Kasjono Heru Subaris Kasjono Hilmi Yumni Iftitah, Berliana Ilmiyatul Asroriyah Imam Sarwo Edi Imam Thohari Imam Thohari Indah Lestari, Indah Intan Noer Auliah Intan Putri Rachmawati Ira Puspita Sari Irwan Sulistio Isfentiani, Dina Istanto, Wisnu Iva Rustanti Eri Wardojo Jayawarsa, A.A. Ketut Jessika Juan Pramudita John Peterson Myers Juliana Christyaningsih Kartika Diyah Rachmawati Kartika Rahayuningsih, Christ Kiaonarni OW Koerniasari . Krisdiyanta Krisdiyanta Laila Muzdalifatul A Lembunai Tat Alberta Lembunai Tat Alberta, Lembunai Tat Listiyono, Listiyono Malik Saefudin Maramis Puji Darma Marlik Milanti Nadia Fitri Muhammad Amin Mujayanto Mujiyono Mutiarawati, Diah Titik N. S. Widodo Nahdya Ashiva Syam Narwati Narwati Nazahah Hunafa Ngadino nur haidah Nur Hatijah Nur Maulidah Dina Rahmani Nurhadi Nurifa Handayani Nuriska Dwi Rinasifa Ardhiana Nurmawati Nurmawati Octavia Nur Laila Ovie Lutfiyah Putri Pengge, Nuning Marina Pradevi Milafitri Farista Ananto Prayudhy Yushananta Puspita Dewi, Teresia Retna Putri Arida Ipmawati Putri Delia Aryagita Putri Nur Rohmah Putri Nur Rohmah Rachmania Rachmaniyah Rachmaniyah Rachmaniyah Rahayu, Teta Puji Riang Andeko Rina Yuliarti Rohmah, Salsa Maulida Rokhmalia, Fitri Rosyid, Muhammad Agus Ainur Ruslina Yulaika Rusmiati Rusmiati Rusmiati Rustam Aji Safitri Praneliani Sahabat Sutanto Salsabila Ro'iqoh Sari Cahayaningtyas, Afifah Kartika Sasongkowati, Retno Seow Ta Wee Setiawan Setiawan Setiawan . Sherawali Siagian, Hotmaida Siti Alfiah Siti Annisah Nur Saidah Siti Fanisya Afifah Slamet Wardoyo Sri Anggraeni Sukiran Al Jauhari Suliati Suliati Sulikah, Sulikah Sumasto, Hery Sunarto, Sunarto Suparji Suparji Suprijandani Suwantiningsih, Suwantiningsih Taufik Anwar Teguh Mubawadi Tiyo Eka N S Umi Rahayu Umi Rahayu Vebrina Arvianti Win Darmanto Winarko Winarko Winarko, Winarko winarko, winarko Yusianti Silviani