p-Index From 2021 - 2026
5.684
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

DERADIKALISASI AGAMA DALAM PEMAHAMAN TEKS-TEKS LITERATUR PENDIDIKAN PESANTREN Rustam Ibrahim
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v2i2.378

Abstract

The author’s interest in researching on de-radicalization of religion in the literature of islamic boarding school education was driven by the fact that religion de-radicalization are now starting to touch many aspects of society. Religious radicalism is often associated with terrorism, such as suicide bombers under the pretext of jihad (martyrdom), violence in the name of amar ma'ruf-nahy munkar (commanding the good and forbidding the evil), even now starting to organize religious radicalism in the establishment of the state. Ironically, some of the perpetrators of terrorism are graduates of boarding schools. This is due to the fact that there are several texts in the literature of boarding school education that are vulnerable to radical behaviors, such as jihad, commanding the good, or fighting against non-Muslims. It makes boarding schools are negatively affected despite the fact that they are institutions of Islamic education in Indonesia who spread the teachings of Islam which is rahmatan lil Alamin (blessing for the universe), tolerant, and contextual. Therefore, this study wanted to know about de-radicalization of religion in the understanding of texts in the literature of boarding school education, particularly related to the meaning of jihad, commanding the good, and Islam as the blessing for the universe.This research uses library research, which is a pure literature research. This method is used for obtaining data on de-radicalization in the view of boarding schools using descriptive approach. This research is a study on religious teachings in relation to society, nature, character, and the influence of the thoughts and ideas in forming the character of a group.De-radicalization of religion in the literature of boarding schools includes several things. First, boarding schools should not teach jihad with war, but with education. Next, the applications of amar ma'ruf-nahy munkar must be done through certain stages, so that the direction fits the condition of the object of the missionary endeavor. Violence must not be used as long as it is still possible to use subtle ways since violence is only legalized when the situation is extremely urgent.Keywords: De-radicalisation of Religion, Text, Literature, Boarding School
Implementasi Tasawuf Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam Majelis Manakib Al Barokah Ponorogo Moh Ashif Fuadi; Rustam Ibrahim
Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Vol 15 No 02 (2020): Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/adabiya.v15i02.576

Abstract

One of the most popular sufi figures in the world is Shekh Abdul Qadir al-Jailani. The significant number of followers is due to his tremendous knowledge in various fields. In the reciting activities of Shekh Abdul Qadir al-Jailani’s manakib explained his life history and grandeurs. In some of his works, he explains the teachings of sufism so that manakib practitioners can live up more to this. Also, he states to what extent the values of sufism are applied. The purpose of writing this article is to find out the sufism teachings of al-Jailani referring to his work and to know the implementation of his Sufism teachings in the Al Barokah Ponorogo manakib assembly with their routine agenda on the 11th night of the Hijri month. This study employs library sources combined with field observation on the assembly’s activities. The results show that the sufism teachings of al-Jailani in the book al-Ghunyah Li Thalib Thariq al-Haq are mujahadah, tawakkal, good morals, gratitude, patience, ridha, honesty, which in its implementation through the explanation and example of kiai have been practiced by the congregation of Al Barokah manakib and manifested in social behaviors. Keywords: al-Jailani, jamaah, manakib assembly, tasawuf. Salah satu tokoh sufi yang terpopuler di dunia adalah Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Banyaknya penggemar tokoh sufi tersebut disebabkan oleh ketinggian ilmunya di berbagai bidang. Dalam kegiatan pembacaan kitab manakib Syekh Abdul Qadir al-Jailani, dijelaskan sejarah hidup berikut karomah-karomahnya. Dalam beberapa karyanya ia menjelaskan ajaran-ajaran tasawuf sehingga bisa semakin dihayati oleh pengamal manakib serta sejauh mana nilai-nilai ajaran tasawuf diterapkan oleh pengamalnya. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui ajaran-ajaran tasawuf al-Jailani merujuk pada karyanya dan mengetahui implementasi ajaran tasawufnya di majelis manakib Al Barokah Ponorogo yang diselenggarakan rutin tiap tanggal 11 bulan Hijriyah. Kajian ini menggunakan sumber pustaka dipadukan dengan pengamatan lapangan pada kegiatan majelis tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran tasawuf al-Jailani dalam kitab al-Ghunyah Li Thalib Thariq al-Haq adalah mujahadah, tawakkal, akhlak baik, syukur, sabar, ridha, jujur yang dalam implemetasinya melalui penjelasan dan keteladanan kiai sudah dipraktekkan oleh jamaah Al Barokah dan terwujud dalam perilaku sosial. Kata kunci: al-Jailani, jamaah, majelis manakib, tasawuf.
PEMAKNAAN JAWA PEGON DALAM MEMAHAMI KITAB KUNING DI PESANTREN Sri Wahyuni; Rustam Ibrahim
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v17i1.920

Abstract

Pondok Pesantren dapat digolongkan menjadi dua yaitu PondokPesantren modern dan Pondok Pesantren salaf. Pondok Pesantrenmengajarkan kitab suci Al-Qur’an dan pengkajian kitab kuning, baik itumodern maupun salaf. Namun yang menjadi ciri khas dari PondokPesantren salaf adalah kitab berbahasa arab gundul kemudian diterjemahdengan bahasa jawa pegon. Huruf pegon lahir di kalangan PondokPesantren untuk memaknai atau menerjamahkan kitab-kitab berbahasaArab ke dalam bahasa Jawa atau Indonesia untuk mempermudahpenulisannya, karena penulisan arab dimulai dari kanan ke kiri, begitupula menulis pegon, sedangkan penulisan latin dimulai dari kiri ke kanan.Meskipun di lingkungan luar pesantren juga ada pembelajaran kitab,namun sulit sekali ditemukan pembelajaran kitab kuning (kitab gundul)yang menggunakan bahasa jawa pegon atau tulisan arab yangmenggunakan bahasa jawa, hanya saja mereka menggunakan kitab yangsudah diartikan dengan bahasa Indonesia secara langsung.Dalam Penulisannya, Pegon yang berupa huruf vokal diwakili denganhuruf-huruf yang dalam tulisan Arab berfungsi untuk memanjangkanbacaan huruf, yakni alif ( ا). wawu ( و), dan yak ( ي), Sedangkan hurufkonsonan ditulisan Arab Pegon diwakili oleh huruf-huruf hijaiyyah yangmirip bunyinya, seperti "n" dengan huruf nun, “m” dengan mim dan lainlain.Misalnya kata makan dituliskan dengan huruf mim, alif, kaf, alif dannun menjadi ماكان dan kata belajar dengan huruf ba, lam, alif, jim, alif, danro’ بلاجار . Selain huruf yang sudah ada padanannya, untuk huruf yangtidak ada dalam abjad hijaiyyah seperti bunyi sengau “ng” atau dan huruf“c”, dipakai huruf tertentu dengan menambahkan titik tiga: Ng denganghoin(ݞ) titik tiga dan c dengan jim( چ) titik tiga.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Ngatiman Ngatiman; Rustam Ibrahim
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.949

Abstract

Pendidikan Karakter adalah pendidikan untuk membentuk kepribadianseseorang melalui pendidikan budi pekerti, yang hasilnya terlihat dalamtindakan nyata seseorang, yaitu tingkah laku yang baik, jujur, bertanggungjawab, menghormati hak orang lain, kerja keras, dan sebagainya. Tujuanutama dalam mempromosikan manusia yang tangguh, baik secaraindividu atau dalam kelompok. Dalam Islam, karakter lebih dikenalsebagai akhlaq Nabi ketika ia dikirim sebagai delegasi Allah di bumi.Berdasarkan semangat pendidikan karakter saat ini, tulisan ini adalahuntuk mengulas tentang bagaimana pendidikan karakter yang sebenarnyadalam Islam. Sebagai soal fakta, pendidikan karakter dalam Islamterbentuk dalam hal akhlakul karimah. Berdasarkan aspek metodologis,metode pembiasaan dan keteladanan adalah cara terbaik untukpendidikan karakter, yang membiasakan hal yang baik sampai dianggapsebagai budaya dengan pikiran, perasaan dan tindakan. Dan Contoh halhalbaik untuk siswa sehingga mentransfer nilai ke dalam jiwa mereka,maka itu akan menghasilkan pengetahuan, serta terwujud dalam tindakan.
Eksistensi Pesantren Salaf di Tengah Arus Pendidikan Modern Rustam Ibrahim
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 21, No 2 (2014): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1614.522 KB) | DOI: 10.18784/analisa.v21i02.19

Abstract

AbstractThis research seeks to reveal the existence of traditional Muslim education institutions, the pesantren salaf. Pesantren salaf becomes a reference to the public. Thousands of the people follow the activities held by the pesantren salaf which is still exist though modern ones providing modern and advances technologies are growing rapidly. The focus of this research is on how the role of Kiai, various values, curriculum, and the devotion of pesantren salaf towards education..The method applied in this study is a qualitative research using a multi- site study design. The findings revealed that the three observed pesantrens are maintaining the existence of pesantren through four ways. They are (1) the role of Kiai; (2) the variety of values in boarding schools , such as religious values, the value of the Salaf, the values of obeying Kiai, the values of learning; and (3) curriculum / Kitab Kuning, like Alfiyah , imrithi , and Fath al-Muin; (4) community services, such as the role of alumni in the community, recitation activities, istighotsah, construction of mosques building mosque and the other public facilities.Keywords: existence , salaf islamic boarding school, modern education AbstrakPenelitian ini berupaya mengungkapkan keberadaan dunia pendidikan tradisional umat Islam, yaitu pesantren salaf. Pesantren salaf masih menjadi rujukan masyarakat, ribuan masyarakat banyak yang mengikuti kegiatan yang diadakan pesantren salaf, seperti pengajian dan istighosah. Di abad modern ini, pondok pesantren salaf masiheksis. Padahal dunia pendidikan modern semakin berkembang yang dibarengi dengan berbagai macam teknologi modern dan canggih. Adapun fokus penelitian ini adalah bagaimana peran kiai, ragam nilai, kurikulum, dan pengabdian pesantren salaf di tengah-tengah arus pendidikan modern. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan studi multi situs. Berdasarkan penelitian ditemukan bukti bahwa ketiga pesantren yang diteliti masih eksis. Eksistensi masing-masing pesantren memiliki andil yang cukup besar dalam mempertahankan eksistensi pesantren di tengah-tengah peradaban global. Ketahananpesantren salaf meliputi: (1). Peran kiai (2). Ragam nilai di pesantren, seperti nilai agama, nilai salaf, nilai patuh pada kiai, nilai belajar (3). Kurikulum/ kitab kuning, seperti kitab alfiyah, imrithi, dan fathul muin. (4). Pengabdian masyarakat, seperti peran alumni di masyarakat, kegiatan-kegiatan pengajian, istighotsah bersama masyarakat, bantuan pesantren untuk masyarakat dalam pembangunan masjid dan berbagai fasilitas umum.Kata kunci: eksistensi, pesantren salaf, pendidikan modern
Fundamentalisme Pendidikan Islam dan Eksistensinya Dalam Dunia Pendidikan : Studi Pemikiran Kh. M. Hasyim Asy’ari Dan Kh. Imam Zarkasy Nia Daniati Arum Kusumastuti; Rustam Ibrahim; Ainul Luthfia Al Firda
TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 6, No 1 (2023): Educational Issues
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpai.6.1.10-22

Abstract

Fundamentalism of the leadership of an educational institution will continue to give birth to new generations based on the basic concepts of education and teaching. Two well-known figures in Islamic education, KH M. Hasyim Asy'ari and KH Imam Zarkasyi, have brought major changes to education in Indonesia. This can be seen and tested from the quality of alumni. Therefore this study is important to find out the basic concept of Islamic education leadership that it applies, as well as its relevance in maintaining its existence in the world of education. The research approach uses a qualitative descriptive approach. This type of research is library research with data collection methods obtained from books, journals, research results and others. This research resulted in the concept of Islamic education leadership according to KH M. Hasyim Asy'ari and KH Imam Zarkasyi which refers to the values of Islamic boarding schools, including essential and instrumental values. Each of these essential values and instrumental values has different points that are tailored to the goals of each educational institution.
KONSEP DASAR MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Luluk Muzayyanah; Slamet Ariyanto; Rustam Ibrahim
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 8 No. 02 (2023): Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al Idarah
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v8i02.322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep dasar manajemen lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan yaitu termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research) merupakan jenis penelitian yang pembahasanya mengkaji dari teori-teori literatur yang terkait dengan data-data yang dibutuhkan dalam suatu penelitian yang ditelaah dan ditelusuri dari sumber kepustakaan, karna dalam hal ini yang dikaji yaitu konsep dasar manajemen lembaga pendidikan Islam maka penelitian ini termasuk dalam kualitatif deskriptif yaitu data yang dihasilkan berupa kata-kata, gambar bukan angka. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep dasar lembaga pendidikan islam yaitu suatu konsep yang bersumber dari AL-Qur’an dan Hadis Nabi dalam penelitian ini terjadi melalui 4 proses Planning(Perencanaan) Beberapa hal yang perlu disiapkan dalam perencanaan antara lain: merumuskan tujuan, memprediksi permasalahan-permasalahan yang kemungkinan muncul, mengumpulkan data informasi yang diperlukan secara tepat, merumuskan dan menentukan tahap-tahap kegiatan, merumuskan pemecahan masalah, merumuskan bagaimana sutau pekerjaan bisa diselesaikan secara efektif dan efisien, Setelah planning atau perencanaan kemudian Organizing (pengorganisasian) Proses pengorganisasian untuk menciptakan organsasi yang dinamis diantara Hal-hal yang dapat dilakukan dalam proses pengorganisasian adalah membagi pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang bersifat operasional, melakukan pengelompokan tugas dalam setiap posisi secara proporsional, melakukan penggabungan jabatan operasional ke dalam unit yang saling berkaitan, menempatkan orang untuk bekerja sesuai dengan kapasitasnya, menyesuaikan wewenang dan tanggungjawab bagi setiap anggota, menyediakan fasilitas bagi pegawai, memastikan bahwa organisasi berjalan sesuai dengan petunjuk dan pengawasan, lalu setelah itu proses Actuating (Penggerakan) Dalam proses ini di ambil alih oleh pemimpin untuk mengelola seluruh SDM yang ada setelah itu proses selanjutnya adalah Controlling (Pengawasan) Pengawasan di lingkungan LPI diartikan sebagai usaha yang sistemasis seorang kepala LPI dalam memonitor, menilai, dan membina aktivitas proses belajar mengajar agar berjalan sesuai dengan rencana yang telah disepakati dan mencapai hasil yang maksimal.
CURRICULUM ANALYSIS OF MASTER PROGRAM IN ISLAMIC HIGHER EDUCATION Muhammad Munadi; Rustam Ibrahim; Noor Alwiyah
Ta'dib Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v24i1.2606

Abstract

The purpose of this research is to analyze the construction and content of the curriculum of Postgraduate, especially on Master Program in Islamic Religious Education at two Islamic Higher Education – private and public. The method used in this research is a descriptive qualitative method by focusing on curriculum construction and then analyzingit using content analysis.The results of this research show that the curriculum construction of the Master Program in Islamic Religious Education at UIN Maulana Malik Ibrahim and UNISMA Malang is based on the grouping of subjects according to the demands of the Indonesian National Qualification Framework at the 8 level. The curriculum content is mainly dominant in strengthening Pedagogical Content Knowledge (PCK). Second, Postgraduate does not provide alternative curriculum so there is no flexibility.  Curriculum of the master program in Islamic Religious Education must be able to strengthen the content knowledge of Islamic education.
KONSEP DASAR MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Luluk Muzayyanah; Slamet Ariyanto; Rustam Ibrahim
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 8 No. 02 (2023): Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al Idarah
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v8i02.322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep dasar manajemen lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan yaitu termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research) merupakan jenis penelitian yang pembahasanya mengkaji dari teori-teori literatur yang terkait dengan data-data yang dibutuhkan dalam suatu penelitian yang ditelaah dan ditelusuri dari sumber kepustakaan, karna dalam hal ini yang dikaji yaitu konsep dasar manajemen lembaga pendidikan Islam maka penelitian ini termasuk dalam kualitatif deskriptif yaitu data yang dihasilkan berupa kata-kata, gambar bukan angka. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep dasar lembaga pendidikan islam yaitu suatu konsep yang bersumber dari AL-Qur’an dan Hadis Nabi dalam penelitian ini terjadi melalui 4 proses Planning(Perencanaan) Beberapa hal yang perlu disiapkan dalam perencanaan antara lain: merumuskan tujuan, memprediksi permasalahan-permasalahan yang kemungkinan muncul, mengumpulkan data informasi yang diperlukan secara tepat, merumuskan dan menentukan tahap-tahap kegiatan, merumuskan pemecahan masalah, merumuskan bagaimana sutau pekerjaan bisa diselesaikan secara efektif dan efisien, Setelah planning atau perencanaan kemudian Organizing (pengorganisasian) Proses pengorganisasian untuk menciptakan organsasi yang dinamis diantara Hal-hal yang dapat dilakukan dalam proses pengorganisasian adalah membagi pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang bersifat operasional, melakukan pengelompokan tugas dalam setiap posisi secara proporsional, melakukan penggabungan jabatan operasional ke dalam unit yang saling berkaitan, menempatkan orang untuk bekerja sesuai dengan kapasitasnya, menyesuaikan wewenang dan tanggungjawab bagi setiap anggota, menyediakan fasilitas bagi pegawai, memastikan bahwa organisasi berjalan sesuai dengan petunjuk dan pengawasan, lalu setelah itu proses Actuating (Penggerakan) Dalam proses ini di ambil alih oleh pemimpin untuk mengelola seluruh SDM yang ada setelah itu proses selanjutnya adalah Controlling (Pengawasan) Pengawasan di lingkungan LPI diartikan sebagai usaha yang sistemasis seorang kepala LPI dalam memonitor, menilai, dan membina aktivitas proses belajar mengajar agar berjalan sesuai dengan rencana yang telah disepakati dan mencapai hasil yang maksimal.
IMPLIKASI DINAMIKA PEMIKIRAN DAN GERAKAN RADIKALISME TERHADAP SOSIO RELIGIUS DI INDONESIA Uromo, Ahmad Imam; Ibrahim, Rustam
ANSIRU PAI : Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 1 (2023): JURNAL ANSIRU PAI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ansiru.v7i1.15449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa implikasi pemikiran dan gerakan radikalisme terhadap sosio religius di Indonesia. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini adalah makin berkembangnya pemikiran dan gerakan radikalisme yang banyah mempengaruhi sosio religius yang ada di Indonesia. Penulis mencoba untuk mengkaji dan mempelajari bagaimana dinamika pemikiran dan gerakan radikalisme yang ada di Indonesia yang kemudian akan dicarikan implikasinya terhadap sosio religius yang ada di Indonesia. Dan pada akhirnya penulis bisa mendapatkan implikasi dinamika pemikiran dan gerakan radikalisme terhadap sosio religius di Indonesia. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian kualitatif. jenis penelitian ini adalah jenis penelitian yang memiliki maksud untuk bisa memahami suatu fenomena yang dialami oleh objek, dan dengan pendiskripsian dalam bentuk bahasa dan kata-kata. Pengumpulan data dengan menggunakan metode studi pustaka. Adapun yang dimaksud dengan teknik ini adalah bahwa pengumpulan data dilakukan dengan mempelajari dan memahami berbagai buku refrensi, jurnal-jurnal, laporan-laporan dan berbagai media lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Analisis yang digunakan adalah analisis deduktif. Analisis deduktif adalah analisis yang dilakukan pada hal-hal yang umum terlebih dahulu dan kemudian menuju kearah yang lebih khusus. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dinamika pemikiran dan gerakan radikalisme terhadap sosio religius di Indonesia memiliki dua implikasi besar. Yang pertama adalah akan muncul berbagai macam tindakan terorisme yang mengatasnamakan Islam. Yang kedua adalah akan muncul Islamophobia yang akan sangat merugikan agama Islam.