p-Index From 2021 - 2026
5.684
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

The Idea of ​​Integral, Harmonious, and Universal Islamic Education According to M. Natsir Umi Lathifah; Rustam Ibrahim
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i4.1882

Abstract

Education has been a fundamental pillar of human civilization since ancient times. Humans have learned to understand life, even up to the modern era we live in. With increasingly sophisticated and advanced technology, education plays a role as a tool for developing human potential. Humans are unique among other creatures. Experts study them from diverse perspectives. Quraish Shihab stated that many scientists have studied humans, but the results remain limited. What we do know is that humans are composed of several specific parts. This, too, depends on each individual's perception.
MENGGALI HAKIKAT KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONTEKS FILOSOFIS, PRAKTIS, DAN KEHIDUPAN KONTEMPORER Imro’atus Sholikhah; Rustam Ibrahim; Hanifah Muslimah; Dina Setiana Pratiwi; Ki Awang Pijar Pembayun
Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2025): TARBIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : IAI Al Muhammad Cepu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk individu yang seimbang antara pengetahuan ilmiah dan nilai-nilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat, landasan, prinsip, struktur, dan implementasi kurikulum pendidikan Islam dalam konteks kekinian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan Islam memiliki landasan filosofis yang kuat, berorientasi pada integrasi ilmu agama dan ilmu umum, serta dirancang secara holistik melalui pendekatan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Implementasi kurikulum ini menghadapi tantangan, terutama dalam hal pemahaman pendidik terhadap nilai-nilai dan karakter Islam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang relevan dan aplikatif sesuai dengan kebutuhan zaman.
Tipologi Kekerasan Dalam Pendidikan dan Relevansinya Terhadap Upaya Pencegahan Berbasis Nilai Islam Muhammad Galih Kusuma Wardhana; Rustam Ibrahim
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/r6qynt48

Abstract

Kekerasan dalam pendidikan merupakan fenomena yang kompleks dan multidimensi, meliputi kekerasan fisik, verbal, psikologis, digital, simbolik, hingga struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tipologi kekerasan dalam pendidikan, dampaknya terhadap peserta didik, serta menawarkan upaya pencegahan berbasis nilai Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan literatur dari jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam rentang 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan berdampak serius terhadap aspek psikologis (trauma, rendah diri), akademik (penurunan prestasi, risiko putus sekolah), dan sosial (normalisasi kekerasan, siklus balas dendam). Upaya pencegahan berbasis nilai Islam dapat dilakukan melalui lima strategi utama, yaitu safeguarding Islami, restorative justice, trauma-informed education, digital literacy Islami, dan moderasi beragama, yang diperkuat dengan pembiasaan akhlakul karimah dan sinergi keluarga-sekolah-masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Islami memberikan landasan normatif sekaligus praktis dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, damai, dan berkeadilan.
Moderasi Beragama Sebagai Berrier Radikalisme Dan Sekulerisme Albert Taqy Asy Syakur; Rustam Ibrahim
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/r98zmc33

Abstract

Penelitian ini membahas konsep moderasi beragama (religious moderation) sebagai paradigma teologis dan strategi sosial dalam menghadapi dua ekstrem ideologis yang mengancam kehidupan berbangsa, yaitu radikalisme keagamaan dan sekularisme ekstrem. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis nilai-nilai wasathiyyah Islam seperti keseimbangan (tawazun), toleransi (tasamuh), keadilan (‘itidal), dan jalan tengah (tawasuth) sebagai dasar moderasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa moderasi beragama berfungsi secara defensif untuk mencegah penyebaran ideologi ekstrem, sekaligus konstruktif dalam membangun tatanan sosial yang damai, inklusif, dan berkeadaban. Dalam konteks pendidikan, moderasi diimplementasikan melalui integrasi nilai-nilai moderasi dalam kurikulum, pembelajaran dialogis, dan pembentukan budaya sekolah inklusif. Sementara dalam masyarakat, moderasi diwujudkan melalui pemberdayaan tokoh agama, literasi digital keagamaan, dan penguatan nilai sosial berbasis kebersamaan. Dengan demikian, moderasi beragama menjadi mekanisme ideologis dan kultural yang efektif untuk menjaga keseimbangan antara spiritualitas dan rasionalitas, antara iman dan kemanusiaan, serta memperkuat ketahanan ideologis bangsa di tengah tantangan global dan digital.
Inclusive Learning Media Innovation in Islamic Religious Education for Students with Special Needs: Inovasi Media Pembelajaran Inklusif dalam Pendidikan Agama Islam untuk Siswa Berkebutuhan Khusus Iftitiyani, Warohma; Ibrahim, Rustam
RADIANT: Journal of Applied, Social, and Education Studies Vol. 7 No. 1 (2026): RADIANT: Journal of Applied, Social, and Education Studies
Publisher : Politeknik Assalaam Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52187/rdt.v7i1.376

Abstract

Innovation in inclusive learning materials in Islamic Religious Education (PAI) plays a crucial role in achieving access and equality for students with special needs (ABK). Through a literature review and content analysis, this qualitative study identified three main forms of innovation. First, multisensory media such as interactive videos, prayer cards, the Talkback System, and kinesthetic activities help students understand material according to their sensory characteristics. Second, value- and emotion-based media, such as Islamic films and exemplary stories, encourage empathy, motivation, and deepened religious meaning. Third, adaptive digital media based on AI, VR, and speech-to-text and text-to-speech features enable personalized learning for each individual. However, the implementation of these innovations remains hampered by limited resources, teacher competency, and a lack of collaboration among stakeholders. These findings underscore the importance of developing an inclusive PAI media paradigm and enhancing teacher capacity through adaptive technology. Further research is needed to directly test the effectiveness of each media in inclusive classrooms, as well as to develop technology-based PAI learning models that are scalable and easily implemented across various school contexts.