p-Index From 2021 - 2026
6.368
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Edukasi Jurnal Theologia Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam Analisa MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam MODELING: Jurnal Program Studi PGMI al-Afkar, Journal For Islamic Studies Journal on Education JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM AL-IDARAH JURNAL ANSIRU PAI : Jurnal Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam AL-ADABIYA: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Jurnal Scientia Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial ADDIN Jurnal Jendela Pendidikan MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains ARZUSIN: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Dasar Analisa: Journal of Social Science and Religion AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora TOFEDU: The Future of Education Journal Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities Ta'dib Journal of Innovative and Creativity Jurnal Budi Pekerti Agama Islam TARBIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik (IDENTIK) Tahdzib Al-Akhlaq Jurnal Pendidikan Islam Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Al I'tibar Jurnal Pendidikan Islam Radiant : Journal of Applied, Social, and Education Studies Jurnal Bersama Ilmu Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pembelajaran Bersanad sebagai Strategi Peningkatan Pengetahuan di Pesantren Mita Nur Khasanah; Akbar Yusgiantara; Rustam Ibrahim
ANWARUL Vol 5 No 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v5i6.8035

Abstract

Research on pesantren education has increasingly emphasized the importance of traditional learning methods, yet studies that specifically examine the role of sanad as an epistemological and pedagogical framework within modern educational models remain scarce. This study aims to investigate the function of sanad-based education in maintaining the authoritative transmission of knowledge and shaping the academic and moral character of santri in pesantren. A qualitative methodology with a descriptive-analytical framework is employed, involving selected expert educators and academic documents obtained through purposive sampling. Data were collected using document analysis sheets and semi-structured interviews, then analyzed thematically to identify patterns of knowledge transmission, character formation, and curriculum integration. The findings show that sanad functions as a fundamental mechanism that guarantees the authenticity of knowledge, reinforces teacher authority, and facilitates the internalization of moral and intellectual norms. These results advance the theoretical framework of Islamic epistemology and deepen understanding of the role of pesantren in preserving legitimate and ethical knowledge networks in the digital era. The study also affirms that preserving sanad is crucial for upholding academic integrity and character education in pesantren, and recommends that educational institutions and policymakers support the revitalization of sanad-based pedagogy. This research is significant for the theoretical advancement of Islamic education studies and offers practical recommendations for curriculum development in Islamic educational institutions, while underscoring future research prospects on integrating sanad with digital education and pedagogical innovations.
Kepemimpinan Perempuan dalam Islam: Analisis Gender dan Penafsiran Keagamaan Aisyah Nurul Santi; Rustam Ibrahim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.991

Abstract

Penelitian ini mengkaji kepemimpinan perempuan dalam Islam melalui pendekatan analisis gender dan penafsiran keagamaan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya perbedaan pandangan mengenai legitimasi kepemimpinan perempuan dalam masyarakat Muslim yang berakar pada beragam interpretasi terhadap Al-Qur’an dan hadis. Sebagian kalangan berpendapat bahwa kepemimpinan perempuan dibatasi oleh ketentuan keagamaan tertentu, sedangkan kalangan lainnya menekankan bahwa Islam memberikan kesempatan yang sama kepada laki-laki dan perempuan berdasarkan prinsip keadilan, kompetensi, dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan perempuan dalam Islam, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan penafsiran, serta menjelaskan relevansi berbagai pandangan tersebut dalam konteks masyarakat kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur’an dan hadis serta sumber sekunder berupa buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan gender dan kepemimpinan dalam Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui proses pengumpulan, reduksi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai kepemimpinan perempuan tidak hanya dipengaruhi oleh teks keagamaan, tetapi juga oleh konteks sosial, budaya, dan historis yang melatarbelakangi proses penafsiran. Penafsiran tradisional cenderung membatasi ruang kepemimpinan perempuan, sedangkan pendekatan kontemporer lebih menekankan nilai keadilan, kesetaraan, dan kemaslahatan. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan dalam Islam pada dasarnya ditentukan oleh kapasitas, integritas, dan tanggung jawab individu, bukan semata-mata oleh jenis kelamin, sehingga perempuan memiliki peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam kepemimpinan di berbagai bidang kehidupan.