p-Index From 2021 - 2026
5.203
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : NALARs

KAJIAN ARSITEKTURAL TAMAN YANG MENGAKOMODASI AKSESIBILITAS DIFABEL STUDI KASUS TAMAN TRIBECA CENTRAL PARK MALL, TAMAN MENTENG DAN TAMAN AYODIA Fika Masruroh; Lily Mauliani; Anisa Anisa
NALARs Vol 14, No 2 (2015): NALARs Volume 14 Nomor 2 Juli 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.14.2.%p

Abstract

ABSTRAK. Selama ini difabel masih dinomorduakan dalam hal pemenuhan kebutuhan aksesibilitas baik di dalam bangunan maupun di luar bangunan. Banyak fasilitas umum yang hanya sedikit menyediakan akses dan fasilitas sesuai dengan kemampuan khusus mereka. Bahkan ruang terbuka hijau berupa taman kotapun masih belum ramah terhadap keberadaan para difabel. Padahal taman kota menurut Undang-Undang Penataan Ruang no. 24 tahun 1992 merupakan tempat yang cukup penting yaitu sebagai tempat bermain aktif untuk anak-anak dan dewasa, tempat bersantai pasif untuk orang dewasa, dan bahkan sebagai areal konservasi lingkungan hijau. Penelitian ini bertujuan menganalisa bagaimana implementasi 7 Prinsip Universal Design dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 30/PRT/M/2006 tentang pedoman teknis fasilitas dan aksesibilitas pada bangunan gedung dan lingkungan pada Taman Tribeca, Taman Menteng dan Taman Ayodia.Kata kunci : Aksesibilitas Difabel, Taman Ayodia, Taman Menteng, Taman Tribeca. ABSTRACT. For decades, disabled people always become a second priority in providing the need of accessibility either within buildings or outside buildings (open spaces and public spaces). There are many public facilities which are only few of them providing special access and facilities for disabled people (difable). Even, parks and green open spaces within city mostly are not user friendly for difable, though city parks as an important place to do activities such as sport and playing, passive place for relaxation, and as a conservation area for green environment, should provide facilities which are user friendly for children and adult (UU Penataan Ruang No. 24 tahun 1992).This research is aimed to analyse how to implement the seven principle of universal design and regulation from Menteri Pekerjaan Umum No. 30/PRT/M/2006 about technical guidelines of facilities and accessibilities for buildings and environment at Taman Tribeca, Taman Menteng and Taman Ayodia.Keywords: accessibilty for difable, Taman Ayodia, Taman Menteng, Taman Tribeca.
PENGATURAN PRIVASI DALAM DESAIN RUMAH SEDERHANA Anisa Anisa
NALARs Vol 13, No 1 (2014): NALARs Volume 13 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.13.1.%p

Abstract

ABSTRAK. Privasi adalah keinginan atau kecenderungan pada diri seseorang untuk tidak diganggu kesendiriannya. (Sarwono, 1992). Manusia adalah makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan makhluk lain untuk keberlangsungan hidupnya. Tetapi manusia sebagai individu juga memerlukan privasi atau mengatur jarak personalnya. Penelitian ini memfokuskan pada pengaturan privasi dengan melihat pada desain rumah sederhana.Desain rumah sederhana baik tipe 36 maupun 45 sebenarnya sudah mengupayakan pengaturan privasi. Namun karena keterbatasan luasan bangunan dan ruang, seringkali pengaturan privasi menjadi tidak efektif. Dalam perencanaan ruang dan zona, rumah sederhana sudah mengatur privasi. Akan tetapi karena kebutuhan ruang yang semakin berkembang maka pada rumah sederhana dibutuhkan perluasan ruang yang biasanya merupakan ruang publik. Begitupula halnya dengan pengaturan sirkulasi. Pengaturan privasi di dalam rumah diupayakan supaya jalur sirkulasi tidak terganggu atau mengganggu aktivitas. Selain itu jalur sirkulasi hendaknya tidak bisa digunakan untuk melihat secara langsung ke dalam aktivitas yang ada di dalam rumah.Elemen bangunan yang menunjukkan pengaturan privasi antara lain terwujud dengan pemagaran, pintu dan jendela. Pemagaran pada rumah ditujukan untuk membatasi privasi seluruh penghuni rumah. Keberadaan pintu terutama yang mempunyai dua buah pintu juga merupakan pengaturan privasi yang baik. Sehingga apabila ada tamu di dalam rumah maka penghuni rumah tidak akan merasa terganggu.Kata kunci: privasi, desain, rumah sederhana ABSTRACT. Privacy is a need or tendency of someone who does not want to be disturbed (Sarwono, 1992). Human is a social creature who need to interact with others to survive. Though human as an individual also need privacy as well by creating a personal distance with others. This research is focused on privacy setting by defining at a design of simple house.Design of simple house either 36 m2 or 45 m2 types, both are considering the setting of privacy needs. However, regarding to the limited building area and space, sometimes the setting of privacy is not effectively considered. In the process of planning in space and zones, simple house has setting the privacy need. However, the need of spaces has been regarded developed, this will affect space’s expansion of simple house which used to be a public space. This condition will affect the setting of circulation as well. The setting of privacy within house has been considered as an effective as possible though the circulation line will not disturb the activities within house. Furthermore, the circulation line should not been used as a direct view through the activities within house.Building elements which could show setting privacy, could be defined as follow: by using fencing, doors and windows. Fencing at house is intended to control the privacy of residents. The existence of doors particularly house with two doors could be considered as a good privacy setting. Thus, if there are visitors within the house, the residents will not be disturbed by their existence.Keywords: privacy, design, simple house
Co-Authors Abdul Aziz Aditya yoga cahya Putra Aghis Rufaida Ahmad Syarif Maulana Ahmad Yusuf Amelia Kartika Andi Kresna Jaya Andri Andri Anggana Fitri S Anggana Fitri Satwikasari Anggun Mutia Annisa Normiani Putri ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ari Widyati Purwantiasning Asa Aulia Ashadi Ayu Aprida Batubara, Ummi Mardhiah Bulan Sabina Buldan Muslim Bunga Nanda Sari Busnawir Busnawir Danang Jaya Daniatul Maghfiroh Destia Purwaningsih Desty Endrawati Subroto Dewi Aulia Dian Prasetyani Basuki Dina Mardiana Dudung Burhanudin Elmustian Elmustian Erdiansyah Gigih Prayoga Fahmil Maulana Faqihatuddiniyah Faqihatuddiniyah Feriyadin Feriyadin Fika Masruroh Fulora Fulora Furkan Furkan Gina Liana Wati Hafiz Taufiqurrahman Hashibuan Hasrina Hasrina Herdiani, Erna Tri Hilmi Hambali Himawan Himawan Hudi Yusuf Ibanez Nugraha Iis Cendrah kasih Ilyas Ilyas Imas Purnamasari Indwiati Indwiati Irawaty Irawaty Irmawanty Irmawanty Irsat Hanif Ismawati Ismawati Ivan Muhammad Agung Jasiah Jasiah Jasrul Ilham Jenni Getbriela T Jody Darmawan Kodirun Lily Mauliani Lina Noersanti Lina Witdiya Wanti Luqmanul Hakim M Shoifan Juma Ma’ruf Ma’ruf Meissy Chita Olivia Sucipto Melly Syahara Firdiana Mifta Dewi Muhammad Audya Bintang Muhammad Hasan Muhammad Iqbal Muhammad Luthfi Setiarno Putera Muhammad Ramadhan Muhammad Raza Mutmainnah Mutmainnah Nabila Simah Bengi Nabilah Amini Hasibuan Nadia Ariska Naskah Naskah Nasrah Nasrah Nasrah Sirajang Nathania Pattipeilohy NIKI ARISKI Nirwan Ilyas Nor Latifah Nor Tiara Sari Nova Aristianti Novi Akhsani Novi Tiahirani Nur Fadhilah Ilyas Nurhardianti Mukhtar NURUL HIKMAH Pani Pransiska Putri Rahmat Rahmat Ramadhani adi putra Ramadhani Putri Raupong Raupong Rayhan Maulana Redha Anshari Retdia Sofiana Rexy Fernanda Reza Maulana Rika Arif Saeful Bahri Safaruddin Safaruddin Saharia Rorano Saleh AF Santiani Santiani Sastrawaty Sastrawaty Siswanto Siswanto Siti Annisa Siti Fatimatuzzahra Sitti Karmina Suci Barlian Sari Sunarti Sunarti Syahrul Mubarak Syarif Hidayatulloh Tarsih Tarsih Tedy Purnama Tunjung Wahyu Widayati Ulfa Alfiani Ahmad Veny Nisratul Husna Wa Muli Winda Winda Yeptadian Sari Yolanda Eunike Trihandayani Yunita Muliasari Zaehol Fatah Zahra Destu Mulyani Zulfa Rosharlianti