Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat di Hutan Kemasyarakatan Wana Lestari Desa Karang Sidemen Anwar Hadi, Muhammad; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Valentino, Niechi; Prasetyo, Andrie Ridzki
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i1.21715

Abstract

Pengetahuan tradisional terkait tumbuhan obat memiliki peran strategis sebagai alternatif untuk menunjang kesehatan masayarakat melalui ketersediaan pengobatan yang alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan berdasarkan hasil eksplorasi dan keterangan masyarkat di HKm Wana Lestari Desa Karang Sidemen dan mengetahui jenis yang dominan berdasarkan peta persebaran. Metode yang digunakan adalah wawancara  dan eksplorasi. Wawancara dilakukan terhadap 87 orang responden yang ditetapkan scara purposive sampling untuk mendapatkan jenis-jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat. dan pengecekan tumbuhan obat dilapangan menggunakan metode eksplorasi terhadap 24 lahan garapan petani. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengetahui persentase suku tumbuhan, persentase habitus tumbuhan dan persebarannya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 127 jenis tumbuhan obat dalam 55 suku pada lokasi HKm dengan 87 jenis diantaranya berasal dari keterangan masyarakat. selain itu diperoleh  jenis tumbuhan yang paling dominan berdasarkan peta persebaran adalah Ageratum conyzoides L., dan Mikania cordata (Burm. f) B.L.Rob
Potensi Pengembangan Ekowisata Pada Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB Yusuf, M; Nursan, Muhammad; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i1.22046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis potensi pengembangan ekowisata pada kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa; (2) Menganalisis rumusan konsep kebijakan pemerintah dalam pengelolaan ekowisata pada kawasan Tahura Nuraksa; (3) Menganalisis model pengembanganekowisata pada kawasan Tahura Nuraksa; dan (4) Mengetahui sikap masyarakat terhadap pengembangan ekowisata pada kawasan Taman Hutan Raya NuraksaKabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB. Penelitian dilaksanakan di Desa Pakuan Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat dengan menggunakan data tahun 2019. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dokumentasi, FGD, dan triangulasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman, serta analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan: (1)  Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa  merupakan wilayah yang potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata; (2)   Pengembangan ekowisata di wilayah kawasan Taaman Hutan Raya Nuraksa hendaknya dapat diselaraskan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, sertatidak berbenturan dengan upaya konservasi yang telah dilakukan pemerintah; (3) Model agrosylvo tourism (ekowisata) pada kawasan TahuraNuraksa, adalah model partisipasi-kemitraan antara pemerintah (Balai Taman Hutan Raya (Tahura)Nuraksa) dan masyarakat; dan (4)  Sebagian besar masyarakat (86,67%) di sekitar kawasan Tahura Nuraksa setuju dan mendukung terhadap pengembangan kawasan ini sebagai kawasan ekowisata.
Analisis Kesesuaian Lahan Ekowisata Mangrove Tanjung Batu, Desa Sekotong Tengah Webliana B, Kornelia; Anwar, Hairil; Lesmono Aji, Irwan Mahakam; Sari, Diah Permata; Mayaning Sari, Ni Kadek
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i1.22128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan dalam rangka  pengembangan kawasan ekowisata Mangrove Tanjung Batu, Desa Sekotong Tengah yang mengacu pada parameter ketebalan mangrove, kerapatan mangrove, jenis mangrove, pasang surut dan objek biota. Ekowisata merupakan sebuah konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memadukan konservasi dan pariwisata, sehingga mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan alam, budaya serta meningkatkan partisipasi masyarakat lokal.  Dalam rangka kegiatan ekowisata mangrove, perlu dilakukan penilaian kesesuaian lahan yang bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian kawasan untuk pengembangan atraksi wisata yang berbasis ekologi. Analisis kesesusaian lahan penting dilakukan mengingat mangrove memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi, oleh karena itu pembangunan pariwisata pada kawasan ini memerlukan perencanaan yang detail . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi secara Purposive Sampling, dan pengukuran untuk mengetahui kondisi mangrove menggunakan metode Transek Garis dan petak contoh (Line Transect Plot. Hasil penelitian menunjukkan kondisi kerapatan mangrove, jenis mangrove, pasang surut dan jenis biota di kawasan ini berada pada kategori baik dengan skor 2-3, untuk parameter ketebalan mangrove berada pada kategori yang rendah dengan skor 1. Sedangkan hasil akhir penilaian kesesuaian lahan menunjukkan Tanjung Batu berada pada kategori “sesuai” untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata mangrove di wilayah Sekotong Tengah, dengan IKW pada stasiun I, II dan II adalah 1,97. Potensi ekowisata yang dapat dikembangkan di lokasi Tanjung Batu dapat berupa keanekaragaman flora dan fauna dan landscape pantai.
Kualitas Lingkungan pada Tegakan Mangrove di Blok Hutan Mondulambi, Taman Nasional Manupeu Tanah Daru: Environmental Quality in Mangrove Stands in Mondulambi Forest Block, Manupeu Tanah Daru National Park Endah Wahyuningsih; Clarita Wihelmina Sulastri; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Andi Tri Lestari
PERENNIAL Vol 20 No 2 (2024): Vol. 20 No. 2, Oktober 2024
Publisher : Forestry Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v20i2.35755

Abstract

Mangrove ecosystems are dynamic and vulnerable to external factors such as temperature, pH, and salinity. Changes in the quality of the environment and external conditions of the mangrove ecosystem can affect the arrangement of vegetation, species diversity, and the health and vulnerability of an ecosystem. The research aims to determine the environmental quality of external factors in the mangrove ecosystem by incorporating supporting data such as biota associations and pollutants. Measurement of environmental quality is carried out on plots of systematically dispersed samples representing ecosystems. The quality of the environment is measured using several parameters, such as temperature, salinity, pH, substrate thickness, and stagnation height, and the data is analyzed using observational and quantitative descriptive methods. The environmental quality conditions of the mangrove ecosystems in the Mondulambi Block, RPTN (National Park Management Resort) Kambatawundut, SPTN (Section of National Park Management) II Lewa, Manupeu Land Daru National Park cover salinity values ranging from 20-30 ‰ (ideal), soil pH ranges from 5-6.5 (tends to be more acidic), water pH ranges from 6-7.5 (optimal), the soil temperature ranged between 25-28°C, the water temperature ranging between 26-29°C (tendered to be lower), the lowest substrate thickness of about 2 cm and the highest thickness of 80 cm, the highest standoff height of about 9 cm, and the lowest standoff heights of around 2 cm. The results of this study describe the conditions of an ecosystem intended to be ideal.
Analisis vegetasi dan potensi cadangan karbon pada Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Oi Rida Lestari Kabupaten Bima Salviana, Wulan; Idris, Muhamad Husni; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14767

Abstract

Perkembangan teknologi dan industri di era modern telah menyebabkan peningkatan emisi karbon, yang menjadi pemicu pemanasan global. Hutan memainkan peran penting sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Indeks Nilai Penting (INP) serta potensi cadangan karbon pada Hutan Kemasyarakatan (HKm) Oi Rida Lestari di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Pengambilan data dilakukan pada bulan November hingga Desember 2022, dengan intensitas sampling sebesar 1% yang tersebar di 38 plot contoh berukuran 20x20 meter. Plot contoh ditentukan menggunakan metode Systematic Sampling with Random Start. Data yang dikumpulkan mencakup jenis, diameter, dan tinggi pada tingkat pohon (plot 20x20 meter), tiang (subplot 10x10 meter), pancang (subplot 5x5 meter), dan semai (subplot 2x2 meter). Analisis vegetasi dilakukan untuk menghitung Indeks Nilai Penting (INP), sedangkan potensi biomassa dihitung menggunakan persamaan alometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa INP tertinggi pada tingkat pohon dan tiang ditemukan pada jenis pulai (Alstonia scholaris) dengan nilai masing-masing 57,56% dan 48,46%. Untuk tingkat pancang, semai, dan tumbuhan bawah, nilai INP tertinggi berturut-turut ditemukan pada jenis sengon (Albizia chinensis) dengan 45,54%, legaran (Alstonia spectabilis) dengan 39,13%, dan kirinyuh (Chromolaena odorata) dengan 115,75%. Potensi cadangan karbon di HKm Oi Rida Lestari tercatat sebesar 158,76 ton/ha, dengan rincian kontribusi dari tingkat pohon rata-rata 145,54 ton/ha, tingkat tiang 9,29 ton/ha, tingkat pancang 3,39 ton/ha, tumbuhan bawah 0,20 ton/ha, dan tingkat seresah 0,34 ton/ha.
Prediksi Erosi dengan Metode Universal Soil Loss Equation (USLE) di DAS Kerandangan Kabupaten Lombok Barat Yuliana, Yuliana; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Sari, Diah Permata
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.14979

Abstract

Kerandangan Watershed is frequently affected by flooding despite more than 50% of its area being covered by forest land. To assess the potential erosion in the Kerandangan Watershed, calculations were conducted using Universal Soil Loss Equation (USLE) method. Erosion Hazard Level is classified based on soil depth and erosion rate. The research findings serve as fundamental data for managing the Kerandangan Watershed. The results indicate a potential erosion rate ranging from 0.14 to 1,113.92 tons/ha/year, with highest potential erosion occurring in the shrub land unit-slope V (SV) and lowest in the forest land unit-slope I (HI). Erosion Hazard Level in the Kerandangan Watershed is classified as follows: Very Light Erosion Hazard is found in forest land units (HI, HIII, HIV, and HV), covering 69% of the total watershed area. Light Erosion Hazard is present in orchard land units (KI) and field land units (LI), covering 17%. Moderate Erosion Hazard is observed in orchard land units (KII), covering 1%. High Erosion Hazard is identified in orchard land units (KIII, KIV), field land unit (LIV), and shrub land unit (SIII), covering 9%. Very High Erosion Hazard is found in shrub land units (SIV, SV), covering 2% of the total area.
Improving the Quality of Selat Village Bamboo Sunshade Crafts through the Bamboo Preservation Process Rini, Dwi Sukma; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Ningsih, Rima Vera; Latifah, Sitti; Anwar, Hairil
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 1 (2025): March
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i1.888

Abstract

Selat Village in West Lombok Regency is known as a bamboo sunshade craft center with abundant bamboo resources. However, the production of bamboo blinds is still done traditionally without the application of preservation technology, making it vulnerable to attacks by destructive organisms such as powder beetles and fungi. Lack of information on effective preservation techniques leads to low product quality and selling value. Therefore, this service activity aims to provide training and assistance to artisan groups in applying simple and environmentally friendly preservation methods. The methods used include an initial survey to understand the condition of the craftsmen, counseling with a Focus Group Discussion (FGD) approach, and the design and implementation of a bamboo preservation tool based on soaking in 5% borax solution. Socialization was conducted to 30 craftsmen from the “Karya Mandiri” group and involved the village and surrounding community. The results of the activity show that the soaking preservation method is more suitable for the needs of craftsmen than the VSD method because the bamboo raw materials used are already in the form of blades. The application of this method can increase the durability of bamboo, speed up the curing process from 1 month to 7-10 days, and increase the selling value of bamboo blinds. The follow-up plan includes periodic evaluation, further training on product finishing and packaging, and promotion through social media to expand the market. This activity contributes to improving the quality and competitiveness of bamboo sunshade products, which is expected to strengthen the economy of the Selat Village community through more effective and sustainable bamboo processing.
Kelayakan Objek Wisata Alam Gua Pengkoak di Taman Hutan Raya Nuraksa Firashinta, Aminah; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Anwar, Hairil
Jurnal Wana Tropika Vol 12 No 1 (2022): Mei
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/jwt.v12i1.204

Abstract

Natural tourism is one type of the tourism that contributes to regional income. The natural tourism object of Pengkoak Cave is one of the tourist destinations located In Forest Park (Tahura) Nuraksa. Tourism activities have long existed in this natural tourism object of Pengkoak Cave, lack of research has been done therefore its feasibility has not been tested. In its management, tourism requires tested feasibility standards in order for tourism to remains sustainable. This research was carried out to understand the feasibility of the natural tourism object of Pengkoak Cave. This research refers to the National Standardization Agency (2014), that is the principle of natural tourism management of the Indonesian National Standard (SNI) which includes the preservation of ecosystem functions, preservation of natural tourist attraction objects (ODTWA), socio-cultural sustainability, visitors satisfaction, safety and comfort, and economic benefits. The result show that the natural tourism object of Pengkoak Cave obtains feasibility value of 93% which falls in the category of eligible (feasibility value >66.6%) based on the ADO-ODTWA criteria. Keywords; Feasibility Analysis; Natural Tourism; Pengkoak Cave  
Strategi Dalam Mengembangkan Minat dan Bakat Mahasiswa Melalui Analisis SWOT (Studi Kasus: Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Mataram) Nurul Chaerani; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Kornelia Webliana; Hasyyati Shabrina; Fauzan Fahrussiam; Andrie Ridzki Prasetyo; Musdi Musdi; Dini Lestari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1210

Abstract

Program studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Mataram merupakan satu-satunya Prodi Kehutanan Perguruan Tinggi Pemerintah, yang ada di kawasan Bali dan Nusa Tenggara dengan jumlah mahasiswa setiap tahunnya yang terus bertambah. Pertambahan mahasiswa tersebut berbanding terbalik dengan jumlah mahasiswa yang mengikuti kompetisi dan perlombaan di bidang Akademik. Berdasarkan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) Tahun 2020 – 2022 menunjukkan prestasi akademik mahasiswa Prodi Kehutanan masih minim yaitu sekitar 1.3%. Hal tersebut perlu ditindak lanjuti untuk meningkatkan motivasi dalam menunjang minat dan bakat mahasiswa. Pengembangan minat dan bakat dapat diawali dengan melakukan analisis SWOT, sehingga tujuan dari pengabdian ini yaitu mengetahui posisi Prodi Kehutanan dalam menentukan rencana strategi pengembangan minat dan bakat mahasiswa dalam meningkatkan prestasi akademik melalui analisis SWOT. Pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif dan kemudian dikembangkan kedalam data kuantitatif, dengan mengkaji faktor internal dan eksternal melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder Prodi Kehutanan dan penjamin mutu internal Fakultas sebanyak 21 orang. . Hasil analisis berdasarkan perhitungan IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa posisi Prodi Kehutanan berada pada kuadran III dengan titik (x = -0.4) dan (y = 0.07) yang menunjukkan strategi WO (Weakness-Opportunity) yaitu Prodi Kehutanan harus “mengubah strategi” dengan meminimalisir kendala dan kelemahan internal agar dapat meningkatkan prestasi mahasiswa. Strategy To Develop the Interest and Talent of Students Through SWOT Analysis (Case Study: Forestry Study Program the Faculty of Agriculture, University of Mataram)  The forestry study program at the Faculty of Agriculture, University of Mataram is the only forestry study program at a state university in the Bali and Nusa Tenggara region, with an increasing number of students applying each year. However, the increased number of students did not correlate positively with the number of students participating in various academic competitions or events, hence the low achievement recorded. Based on the 2020-2022 Forestry study program performance report, the academic achievement of students in the forestry study program was very low at only 1.3%. This problem needs to be followed up to increase motivation in supporting student interests and talents. The development of interests and talents can be started by conducting a SWOT analysis, so that the purpose of this service is to find out the position of the Forestry Study Program in determining strategic plans for developing student interests and talents in increasing academic achievement through SWOT analysis. Data collection was carried out using a qualitative approach and then developed into quantitative data, by examining internal and external factors through Focus Group Discussion (FGD) activities with Forestry Study Program stakeholders and the Faculty's internal quality assurance. Analysis based on IFAS and EFAS calculations showed that the Forestry study program was located in the 3rd quadrant, with points (x = -0.4) and (y = 0.07) indicating that the Forestry study program should adopt WO strategy (weaknesses-opportunities). This means that the Forestry program needs to change its strategy by minimizing the obstacles and internal weaknesses to take advantage of the opportunities that exist in Order To Upgrade Students’ Capabilities
Karakteristik briket arang dari pelepah lontar (Borassus flabellifer Linn.) dengan variasi ukuran partikel dan tekanan kempa Rini, Dwi Sukma; Hardi, Lalu Amrian; Webliana, Kornelia; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Prasetyo, Mardyanto; Ngadianto, Agus
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.14906

Abstract

Tanaman lontar (Borassus flabellifer Linn.) merupakan salah satu jenis palma yang memiliki banyak manfaat, dimana hampir semua bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan, termasuk daun, batang, buah, dan bunga yang dapat disadap. Bentuk pelepah lontar mirip dengan pelepah kelapa, sehingga dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik briket arang dari pelepah lontar dengan faktor ukuran partikel dan tekanan kempa, serta interaksi kedua faktor tersebut terhadap sifat-sifat briket arang. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan variasi ukuran partikel terbagi menjadi tiga level (-20 +40 mesh, -40 +60 mesh, -60 +80 mesh), dan tekanan kempa terdiri dari dua level (100 N/cm2 dan 150 N/cm2). Proses konversi biomassa pelepah lontar menjadi arang dilakukan menggunakan drum kiln. Pengujian dilakukan sesuai dengan standar SNI 01-6235-2000, termasuk pengukuran kadar air, kadar abu, zat mudah menguap, dan nilai kalor. Hasil rata-rata pengujian menunjukkan nilai masing-masing parameter adalah 9,22% untuk kadar air, 10,57% untuk kadar abu, 38,33% untuk zat mudah menguap, dan 6278,72 kal/gr untuk nilai kalor. Analisis keragaman menunjukkan bahwa ukuran partikel berpengaruh terhadap kadar abu dan zat mudah menguap, sedangkan tekanan kempa dan interaksi antara kedua faktor tersebut mempengaruhi kadar zat mudah menguap.
Co-Authors Abda Abda Adawi, Turmiya Fathal Aditia, G. B. Daril Rama Aditya, Muhamad Pradana Sasaka Ahmad, Zamhur Aminah Firashinta Andi Chairil Ichsan Andi Chairil Ichsan Andi Tri Lestari Andrie Ridzki Prasetyo Anggun Nusrat Jehan Damanik Anwar Hadi, Muhammad Arna Diansyah Ashari, Agus Mulyadi B, Kornelia Webliana Budhy Setiawan Chaerani, Nurul Clarita Wihelmina Sulastri Devi Devi Nurlaely Diah Permata Sari Diah Permata Sari Diah Permata Sari DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Dini Lestari Dwi Putri, Windi Berliana Dwi Sukma Rini Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Eni Hidayati Epy Liana fadila, mia Fauzan Fahrussiam Febriandy, Idfi Fikri, Khairul Firashinta, Aminah Firman Ali Rahman Gozali, M. Rijalul Haekal Ardiansyah Hafizul Khatomy Hairil Anwar Hairil Anwar Hairil Anwar Hairil Anwar Hardi, Lalu Amrian Hasyyati Shabrina Hendrianan Hendrianan Ichsan, Andi C Indriyatno Indriyatno Kornelia Webliana Kornelia Webliana B Lalu Kukuh Mahendra Lili Nurindah Sari Lu'luil Maya Lestari M Yusuf M. Dicka Wira Graha Maaruf, Caesario Agustiandi Mahardika Rizqi Himawan Markum Maul Hayati Maulida, Arifa Yunia Mayaning Sari, Ni Kadek Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris, Muhamad Husni Muhamad Yul Fikry Muhammad Anwar Hadi Musdi Musdi Ngadianto, Agus Niechi Valentino Niechi Valentino Niha Hidayati Mantika Nurdiansyah, Rizal Nurmalasari, Yeni Nursan, Muhammad Nurul Chaerani Nurul Chaerani Pande Komang Suparyana Prasetyo, Andrie Ridzki Prasetyo, Dhimas Mardyanto Prasetyo, Mardyanto Pratama, Roni Putra Putri Raudatun Hasanah Rato Firdaus Silamon, Rato Firdaus Resty Luana Sari Rima Vera Ningsih River Wedilen Bona Simatupang Salviana, Wulan Sani, Ahmad Luqman Shabrina, Hasyyati Shafwati Munawarah Sherliana Retno Hernita Gunawan Putri Sitti Latifah Sitti Latifah Sitti Lattifah Sulastri, Clarita Wihelmina Sutriono, Raden Syahputra, Maiser Taslim Sjah Turmiya Fathal Adawi Ulandari Handayani Webliana B, Kornelia Webliana B., Kornelia Webliana, Kornelia Wihelmus Jemarut Windiati, Windiati Wulandari, Febriana Tri Yamin, Rahadian Yogi Firmansyah Yuliana Yuliana Zhafarina Istiqomah Khaerani Wibawa