Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Vegetasi Mangrove di Desa Eyat Mayang, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat Sari, Diah Permata; Idris, Muhamad Husni; Anwar, Hairil; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; B, Kornelia Webliana
Empiricism Journal Vol. 4 No. 1: June 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i1.1205

Abstract

Desa Eyat Mayang memiliki potensi ekosistem mangrove dan merupakan bagian dari Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Koridor Mangrove Teluk Lembar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis struktur dan komposisi vegetasi mangrove di Desa Eyat Mayang. Pengumpulan data dilakukan melalui plot contoh dengan metode jalur berpetak. Jumlah petak contoh ditentukan menggunakan intensitas sampling (IS) 5,5% dengan total plot contoh 84. Analisis komposisi vegetasi mangrove meliputi indeks nilai penting, indeks keanekaragaman, indeks kekayaan jenis, indeks kemerataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi vegetasi mangrove di Desa Eyat Mayang terdiri dari lima spesies mangrove mayor yang termasuk ke dalam tiga famili. Spesies Rhizophora apiculata memiliki nilai INP paling tinggi dan menjadi spesies dominan pada seluruh tingkat pertumbuhan. Indeks keanekaragaman pada tingkatan pertumbuhan pohon dan tiang termasuk kategori sedang, sedangkan semai memiliki keanekaragaman rendah serta  indeks kekayaan jenis pada seluruh tingkatan masuk kategori rendah. Indeks kemerataan pohon termasuk ke dalam kategori hampir merata sedangkan pada tiang dan semai termasuk ke dalam kategori cukup merata. Struktur vegetasi mangrove secara horizontal menunjukkan bahwa kerapatan pada tingkatan semai paling tinggi dan kerapatan pohon paling rendah.  Hubungan antara kelas diameter dengan kerapatan menunjukkan kurva huruf “J” terbaik yang menunjukkan bahwa semakin besar diameter semakin rendah kerapatannya dan hal tersebut merupakan kondisi alamiah pada kawasan hutan yang alami. Struktur vertikal menunjukkan bahwa vegetasi mangrove di Desa Eyat Mayang termasuk ke dalam stratum C (4 – 20 m) dan stratum D (1 – 4 m). Analysis of Mangrove Vegetation in Eyat Mayang Village, Lembar Sub District, Lombok Barat Regency Abstract Eyat Mayang Village has the potential for a mangrove ecosystem and is part of the Essential Ecosystem Area (KEE) of the Lembar Bay Mangrove Corridor. The purpose of this research is to analyze the structure and composition of mangrove vegetation in Eyat Mayang Village. Data collection was carried out through sample plots using the grid path method. The number of sample plots was determined using a sampling intensity (IS) of 5.5% with a total of 84 sample plots. Analysis of the composition of the mangrove vegetation included the importance value index, diversity index, species richness index, evenness index. The results showed that the composition of the mangrove vegetation in Eyat Mayang Village consisted of five major mangrove species belonging to three families. Rhizophora apiculata species had the highest IVI value and became the dominant species at all growth stages. The diversity index at the tree and pole growth stages is in the medium category, while the seedlings have low diversity and the species richness index at all stages is in the low category. The evenness index of trees is in the almost even category, while the poles and seedlings are in the fairly even category. The horizontal structure of the mangrove vegetation shows that the density at the seedling level is the highest and the density of trees is the lowest. The relationship between diameter classes and density shows the best "J" curve which indicates that the larger the diameter the lower the density and this is a natural condition in natural forest areas. The vertical structure shows that the mangrove vegetation in Eyat Mayang Village belongs to stratum C (4 – 20 m) and stratum D (1 – 4 m).
VARIASI DIMENSI BENIH AREN (ARENGA PINNATA MERR) DARI TIGA SENTRA PRODUKSI AREN DI PULAU LOMBOK Chaerani, Nurul; Shabrina, Hasyyati; Prasetyo, Andrie Ridzki; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Hidayati, Eni
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.970

Abstract

Aren merupakan tanaman perkebunan multi-guna yang memiliki penyebaran yang luas di Indonesia, termasuk di Pulau Lombok. Aren layak dijadikan sumber usaha untuk meningkatkan pendapatan Masyarakat. Keberlanjutan usaha aren harus didukung dengan tersedianya tegakan yang masih produktif, namun faktanya dilapangan banyak tegakan yang sudah tua dan tidak dilakukan permudaan. Kegiatan permudaan dapat didukung dengan mempersiapkan bibit yang berkualitas. Upaya eksplorasi sumber benih merupakan langkah awal untuk mendukung kegiatan permudaan. Benih yang berasal dari sumber berbeda umumnya memiliki warna, berat, dan ukuran yang bervariasi yang berkolerasi dengan kemampuan adaptasi benih pada lingkungan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi dimensi benih aren dari tiga lokasi sentra produksi aren di pulau Lombok serta menganalisis korelasi antar dimensi benih. Sumber benih berasal dari 3 lokasi di Pulau Lombok yaitu Jurit Baru (Lombok Timur), Aik Bual (Lombok Tengah), dan Bentek (Lombok Utara). Benih aren dari ke-3 lokasi diambil sebanyak 30 benih, sehingga total seluruhnya yaitu 90 benih. Benih diukur dimensinya yaitu panjang, lebar, tebal, dan berat. Hasil analisis menunjukkan sumber benih yang memiliki dimensi benih terbaik yaitu Aik Bual dan Jurit Baru. Terdapat korelasi positif antar dimensi benih. Benih dari Aik Bual dan Jurit Baru termasuk dalam ketegori benih ukuran besar dan sedang
Pelatihan Pembuatan Ecoprint Dengan Vegetasi Pantai di Desa Labuhan Bajo Kabupaten Sumbawa Eni Hidayati; Sitti Latifah; Diah Permata Sari; Mahardika Rizqi Himawan; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Lalu Kukuh Mahendra
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.92

Abstract

Desa Labuhan Bajo terletak di Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan desa pesisir yang memiliki potensi untuk pengembangan ekonomi biru dan ekonomi hijau. Salah satu potensi ekonomi hijau yang dapat dikembangkan adalah ecoprint dengan vegetasi pantai. Ecoprint adalah teknik printing dengan pewarnaan kain natural yang cukup sederhana namun mampu menghasilkan motif yang unik dan otentik. Prinsip pembuatannya adalah melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Pemerintah Desa Labuhan Bajo, Kelompok KABETE Bajo dan Yayasan Komunitas Penjaga Pulau. Teknik pembuatan ecoprint menggunakan metode pounding. Luaran dari kegiatan pengabdian ini yaitu produk-produk ecoprint berupa tote bag dengan menggunakan vegetasi pantai antara lain: Avicennia sp, Rhizophora sp, Sonneratia sp, Ipomoea pes-caprae, Lumnitzera sp, Hibiscus tiliaceus, Senna alata, Ricinus sp, Moringa sp, dan Passiflora foetida. Warna yang diperoleh yaitu hijau muda, hijau tua, kuning, ungu, cokelat muda, cokelat tua, jingga dan merah bata. Merk dagang yang telah disepakati adalah Tatongke, berasal dari Bahasa Bajo yang artinya Mangrove.
Struktur dan Komposisi Tegakan Pada Berbagai Pola Kombinasi Agroforestri (Studi Kasus Desa Pendua Kabupaten Lombok Utara) Aditia, G. B. Daril Rama; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Wahyuningsih, Endah
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. 1 Oktober, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6i1.160

Abstract

Salah satu desa di Lombok yang menerapkan sistem agroforestri yaitu Desa Pendua. Di Desa Pendua ditemukan pola kombinasi sistem agroforestri lahan yang digunakan yaitu terdapat 9 pola agrisilvikultur, 6 pola silvopastura, dan 1 silvofishery. Struktur dan komposisi jenis pada setiap pola kombinasi tersebut perlu diketahui untuk menemukan jenis vegetasi yang paling mendominasi dan mengetahui tingkatan pengaruh (tinggi, sedang, atau rendah) jenis vegatsi pada setiap pola kombinasi sistem agroforestri. Penentuan plot ukur menggunakan stratified random sampling, dimana merupakan penentuan plot dan stasiun berdasarkan strata tertentu, strata yang digunakan yaitu pola kombinasi sementara penentuan letak plot menggunakan sistem acak menggunakan lot/random number picker. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada setiap pola memiliki indeks nilai penting jenis yang berbeda beda. Pada ke 3 pola kombinasi tersebut, jenis-jenis yang tergolong memiliki indeks nilai penting (INP) tinggi antara lain adalah kelapa (Cocos nucifera), mahoni (Swietenia mahagoni), kuak (Ficus racemosa L.), saga pohon (Adenanthera pavonina L.), kakao (Theobroma cacao), lamtoro (Leucaena leucocephala), surren (Toona sureni), dan kopi (Coffea arabica). Jenis-jenis tersebut memiliki pengaruh sedang dan tinggi dalam ekosistem pada pola-pola kombinasi sistem agroforestri tersebut
Hubungan parameter lingkungan dengan morfometrik daun mangrove jenis Rhizophora mucronata pada kawasan mangrove Desa Labuan Tereng Kabupaten Lombok Barat Nurmalasari, Yeni; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Sari, Diah Permata
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.13989

Abstract

Desa Labuan Tereng terletak berdekatan dengan Pelabuhan Lembar, sehingga berpotensi terjadi pencemaran lingkungan yang berdampak pada kesehatan vegetasi mangrove. Kesehatan hutan mangrove dapat diketahui dengan melihat populasi yang terbentuk dan melihat nilai koefisien keragaman berdasarkan pemencaran nilai-nilai morfometrik daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfometrik daun mangrove dari spesies yang dominan, mengetahui kondisi parameter lingkungan di hutan mangrove, dan menganalisis hubungan antara parameter lingkungan dengan morfometrik daun mangrove di kawasan hutan mangrove Desa Labuan Tereng. Metode yang digunakan dalam peletakan titik-titik plot sampel dan jalur adalah systematic sampling with random start. Terdapat tiga variasi populasi morfometrik spesies Rhizophora mucronata yang menandakan kondisi hutan mangrove tidak sehat. Koefisien keragaman berkisar antara 3,43-13,30%. Kondisi parameter lingkungan pada hutan mangrove adalah sebagai berikut: suhu air 27,1°C (tidak memenuhi baku mutu), pH 7,14 (memenuhi baku mutu), salinitas 32,23‰ (memenuhi baku mutu), dan DO 4,46 mg/l (tidak memenuhi baku mutu). Hubungan antara parameter lingkungan dengan morfometrik daun mangrove adalah sebagai berikut: parameter salinitas -0,61 (kuat), parameter suhu 0,53 (sedang), pH 0,44 (sedang), dan DO -0,17 (tidak ada hubungan).
Perilaku Makan dan Jenis Pakan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Hutan Pusuk Kabupaten Lombok Utara Aditya, Muhamad Pradana Sasaka; Anwar, Hairil; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
Kalwedo Sains (KASA) Vol 5 No 2 (2024): Kalwedo Sains (KASA), September 2024
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav5i2p70-77

Abstract

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap lingkungan sehingga mampu hidup di berbagai tempat. Monyet ekor panjang yang merupakan primata arboreal juga memiliki peranan penting bagi hutan, salah satunya sebagai pemakan buah-buahan dan biji sehingga membantu dalam penyebaran biji-bijian demi keseimbangan alam. Perilaku makan monyet ekor panjang diamati menggunakan metode Focal Animal Sampling. Individu yang digunakan adalah alpha atau pemimpin dari kelompok monyet ekor panjang. Penelitian dilakukan selama 20 hari, di mulai dari pagi hari pukul 06.00-12.00 WITA, siang hari pukul 12.00-15.00 WITA dan sore hari pukul 15.00-18.00 WITA, dengan interval waktu 10 menit. Jenis pakan monyet ekor panjang yang diamati meliputi jenis pakan, bagian yang dimakan (meliputi buah, biji, daun, kulit batang, akar dan sebagainya), bagian yang dibuang, ketinggian pohon pakan, diameter pohon pakan dan luas tajuk pohon pakan. Pencatatan dilakukan bersamaan pada saat pengamatan perilaku makan.
Enhancing the Capacity of Tourism Awareness Groups in Climate Change Adaptation and Mitigation at the Tanjung Batu Mangrove Ecotourism, Sekotong Tengah Village, West Lombok Regency Markum, Markum; Ichsan, Andi C; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Ashari, Agus Mulyadi
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 3 (2024): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i3.704

Abstract

Mangrove Ecotourism in Tanjung Batu is one of the unique tourist attractions on Lombok Island, featuring a scenic 11-hectare mangrove area with dense vegetation coverage. The site is equipped with several facilities, including a 417-meter wooden bridge, several gazebos, selfie spots, a homestay, and a café. The ecotourism management is handled by the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) of Sekotong Tengah Village. This destination is quite popular, with no fewer than 300 tourists visiting each month. However, this area is prone to climate-related disaster risks such as tidal floods, strong winds, high waves, floods, and droughts. Additionally, the ecotourism management has mainly focused on physical aspects and lacks sufficient managerial skills for implementing a sustainable governance system. The proposed solution is to strengthen the Pokdarwis management to improve ecotourism governance, optimizing its potential to deliver greater social, economic, and environmental value while contributing to climate change adaptation and mitigation efforts. The conclusion from the community service activity is that to address these challenges, the community is committed to preserving the mangrove ecosystem, preventing disturbances from both internal and external factors, and managing ecotourism in a way that benefits the surrounding community by reducing climate-related disaster risks. Priority activities include mangrove rehabilitation and enrichment, beach cleanup, monthly management meetings, semi-annual evaluations, and promptly developing plans to strengthen the fishermen's economy through involvement in marine tourism packages
PENGARUH PEMBERIAN HORMON ROOTONE-F DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) Febriandy, Idfi; Sutriono, Raden; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 1 No 2 (2021): Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v1i2.228

Abstract

Melaleuca cajuputi (cajuput) is a plant from the Myrtaceae family that has been widely used, especially by the essential oil industry, which contains the main compound in the form of 1.8 cineol. The research aims to understand the influence of Rootone-F hormone concentration, the effect of planting media, and the interaction between Rootone-F hormone concentration and planting medium on the growth of cajuput cuttings (Melaleuca cajuputi). The design used in this study is the completely randomized design (CRD), with factorials consisting of two factors and three replications, giving the total samples of the study of 48 treatments. The first factor is the hormone (R) consists of 4 levels, namely control 0 ppm (), 100 ppm (), 200 ppm (), and 300 ppm (). The second factor is the growing media (M) consists of 4 levels, namely soil (), soil + cocopeat (), sand + cocopeat (), and cocopeat (). The results show that the use of Rootone-F hormone and planting media have no significant effect on all research parameters (namely: seedling height, seed diameter, number of leaves, root length, and live percentage) of cajuput (Melaleuca cajuputi).
INDUKSI AKAR STEK BATANG TANAMAN NILAM MENGGUNAKAN ZPT IBA PADA BEBERAPA KOMPOSISI MEDIA TANAM Yamin, Rahadian; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Idris, Muhamad Husni
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 1 No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v1i1.389

Abstract

Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) plant is one of the essential oil producing plants, that is useful in the chemical industry as a raw material for fragrance products and in the pharmaceutical field. The success rate of patchouli early growth, is largely determined by the cultivation techniques used, including the use of growth regulators, and growing media. This study aims to determine the effect of IBA growth regulators and the composition of plant media on the growth of patchouli plants. This research is carried out in the Greenhouse of the Forestry Study Program of the University of Mataram, using a Factorial Completely Randomized Design (RALF), the first factor is IBA growth regulator with 3 levels, namely 0, 20, 25 ppm and the second factor is composition of plant media with 3 levels, namely forest soil media, soil media:sand:compost (1:1:1), and soil media:sand:compost (2:1:3). The results show that the effect of IBA significantly affect the success percentage of cuttings and the number of roots of patchouli plants. The effect of plant media composition and the interaction between treatment of IBA with plant media composition did not have a significant effect on the growth parameters of patchouli plants.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI PENYUSUN HABITAT YANG DIGUNAKAN OLEH KANGKARENG PERUT-PUTIH (Anthracoceros albirostris) DI ZONA PEMANFAATAN RESORT BAMA TAMAN NASIONAL BALURAN Nurdiansyah, Rizal; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Syaputra, Maiser
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 2 No 2 (2022): Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v2i2.2439

Abstract

Abstract Oriental pied hornbill (Anthracoceros albirostris) is a protected species based on Law No. 5 of 1990 on Conservation of Natural Resources and Ecosystems and Government Regulation No. 7 of 1999 concerning Preservation Plants and Animals. One area that is identified as habitat of oriental pied hornbill (Anthracoceros albirostris) in Java is in Utilization Zone of Bama Resort Baluran National Park. This study aims to determine the structure and composition of the constituent elements of habitat used by oriental pied hornbill (Anthracoceros albirostris) in Utilization Zone of Bama Resort Baluran National Park. Data collection methods include, literature review, interviews and observation. Data collected coversbiotic and abiotic components and vegetation. The method employed in this research is IPA method (Indeces Ponctuele del'Abondance) for the determination of the existence of Oriental pied hornbill (Anthracoceros albirostris), and employed a single plot method to observe the vegetation. The results show that the total trees used by oriental pied hornbill (Anthracoceros albirostris) is 14 species, consisting of ten species for cover, six species for food, two species for perches, one species for rest, and no trees were found for nesting. Trees with the highest usage frequency is gondang (Ficus variegata) usedas feed tree with adiameter of 92 cm, height of 25 m, and crown cover of 18,80 m2, with daily temperatures ranged from 29,48°C to 29,79°C, average daily humidity from 84,57% to 85,10% and light intensity from 0,7 lux to 4.460 lux. The species with the highest Importance Value Index is gebang (Corypha utans) witha value of 157,70.
Co-Authors Adawi, Turmiya Fathal Aditia, G. B. Daril Rama Aditya, Muhamad Pradana Sasaka Ahmad, Zamhur Aminah Firashinta Andi Chairil Ichsan Andi Chairil Ichsan Andi Tri Lestari Andrie Ridzki Prasetyo Anggun Nusrat Jehan Damanik Anwar Hadi, Muhammad Arna Diansyah Ashari, Agus Mulyadi B, Kornelia Webliana Budhy Setiawan Chaerani, Nurul Clarita Wihelmina Sulastri Devi Devi Nurlaely Diah Permata Sari Diah Permata Sari Diah Permata Sari DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Dini Lestari Dwi Putri, Windi Berliana Dwi Sukma Rini Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Eni Hidayati Epy Liana fadila, mia Fauzan Fahrussiam Febriandy, Idfi Fikri, Khairul Fikry, Muhamad Yul Firashinta, Aminah Gozali, M. Rijalul Haekal Ardiansyah Hafizul Khatomy Hairil Anwar Hairil Anwar Hairil Anwar Hairil Anwar Hardi, Lalu Amrian Hasyyati Shabrina Hendrianan Hendrianan Ichsan, Andi C Indriyatno Indriyatno Kornelia Webliana Kornelia Webliana B Lalu Kukuh Mahendra Lili Nurindah Sari Lu'luil Maya Lestari M Yusuf M. Dicka Wira Graha Maaruf, Caesario Agustiandi Mahardika Rizqi Himawan Markum Maul Hayati Maulida, Arifa Yunia Mayaning Sari, Ni Kadek Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris, Muhamad Husni Muhammad Anwar Hadi Musdi Musdi Ngadianto, Agus Niechi Valentino Niechi Valentino Niha Hidayati Mantika Nurdiansyah, Rizal Nurmalasari, Yeni Nursan, Muhammad Nurul Chaerani Pande Komang Suparyana Patoni Patoni Prasetyo, Andrie Ridzki Prasetyo, Dhimas Mardyanto Prasetyo, Mardyanto Pratama, Roni Putra Putri Raudatun Hasanah Rahman, Firman Ali Rato Firdaus Silamon, Rato Firdaus Resty Luana Sari Rima Vera Ningsih River Wedilen Bona Simatupang Salviana, Wulan Shabrina, Hasyyati Shafwati Munawarah Sherliana Retno Hernita Gunawan Putri Sitti Latifah Sitti Latifah Sitti Lattifah Sulastri, Clarita Wihelmina Sutriono, Raden Syahputra, Maiser Taslim Sjah, Taslim Turmiya Fathal Adawi Ulandari Handayani Webliana B, Kornelia Webliana B., Kornelia Webliana, Kornelia Wihelmus Jemarut Windiati, Windiati Wulandari, Febriana Tri Yamin, Rahadian Yogi Firmansyah Yuliana Yuliana Zhafarina Istiqomah Khaerani Wibawa