Claim Missing Document
Check
Articles

Interior Design Planning of the Indonesian Cultural Center in Berlin, Germany Santoso, Kezia Viola; Kurniawan, Rizki; Izzati, Alifia Wida
Pendhapa Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/pendhapa.v14i2.5205

Abstract

Indonesia is renowned for its rich cultural heritage, yet the global appreciation and understanding of this cultural wealth remain limited. This study addresses the challenge of enhancing international recognition and appreciation of Indonesian culture through the establishment of the Indonesian Cultural Center in Berlin, Germany. The primary objective is to develop an interior design concept that effectively introduces and represents Indonesian culture within a European context. Employing qualitative research methods, including observation, interviews, and surveys, the study focuses on the Embassy of the Republic of Indonesia in Berlin, which serves as the project's location. The research includes comparative analyses of various cultural centers and gathers insights from a diverse group of respondents. Results reveal that a well-curated interior design, incorporating elements such as traditional Indonesian materials, colors, and motifs, can significantly attract and engage German audiences. This study concludes with recommendations for spatial design strategies that balance cultural authenticity with local preferences, aiming to foster greater appreciation of Indonesian culture abroad.
Designing an Eco-Friendly Information Center and Gallery for Sustainable Woven Fabrics in Jakarta Izzati, Alifia Wida; Kurniawan, Rizki; Zahra Cyrilla , Lucy
Pendhapa Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/pendhapa.v15i1.5304

Abstract

The rapid growth of fast fashion has led to significant environmental damage. In contrast, Indonesia's traditional weaving industry represents a sustainable production method. However, local fabric brands emphasizing sustainability are not well-known. This study aims to design an information center and gallery to promote eco-friendly woven fabrics, utilizing sustainable materials such as bamboo, glass, and wood. The main objective is to raise public awareness of sustainable woven fabrics and support local brands with sustainable principles. A qualitative research approach was used, including data collection through questionnaires and surveys. Observations were made at the Textile Museum and Batik Keris to inform the design process. The design incorporates sustainable materials and aims to educate the public about environmentally friendly woven fabrics. The project includes spaces for workshops, information dissemination, and displays, promoting sustainable development goals and preserving Indonesian cultural heritage​.
Keaneakaragaman Jenis Serangga pada Tanaman Terung Asam (Solanum lasiocarpum Dunal) di Desa Ibru Kecamatan Mestong Provinsi Jambi Herawani, Febrina; Rif'atunidaudina, Ria; Umami, Maslikhatul; Kurniawan, Rizki; Lia, Mayanda
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i2.2364

Abstract

Keanekaragaman serangga pada ekosistem pertanaman merupakan indikator penting stabilitas dan kesehatan agroekosistem, sehingga kajian terhadap komunitas serangga pada pertanaman terung asam (Solanum lasiocarpum Dunal) yang belum diketahui jenisnya, sehingga diperlukan sebagai dasar pengelolaan ekosistem berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji keanekaragaman serangga pada pertanaman terung asam (Solanum lasiocarpum Dunal) di Desa Ibru, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Pengambilan sampel dilakukan pada fase generatif menggunakan tiga metode perangkap, yaitu sweep net, yellow pan trap, dan pitfall trap. Indeks keanekaragaman dihitung menggunakan indeks Shannon-Wiener (H′), indeks dominasi (C), dan indeks kepadatan populasi (K). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 740 individu serangga berhasil dikoleksi, terdiri atas 9 ordo, dengan jumlah tertinggi berasal dari ordo Hymenoptera (401 individu). Nilai indeks Shannon-Wiener (H′) tercatat 0,64 (rendah) pada sweep net, 1,74 (sedang) pada yellow pan trap, dan 1,55 (sedang) pada pitfall, sehingga secara umum dikategorikan sedang. Nilai indeks dominasi (C) sebesar 0,33 menunjukkan dominasi rendah, sedangkan indeks kepadatan populasi mencapai 2,90 ekor/m². Hasil ini mengindikasikan bahwa komunitas serangga pada pertanaman terung asam cukup beragam dengan struktur komunitas yang relatif seimbang.
Systematic Literature Review (SLR): Fungsi Kepemimpinan Transformatif Sebagai Pendorong Reformasi Birokrasi Indonesia Kurniawan, Rizki; Aniklambas, Henny Paulina; Sandi, Muhammad Topan; Nurdin, Ismail
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i11.8799

Abstract

Kepemimpinan meruapakan kunci untuk memengaruhi keberhasilan  reformasi birokrasi pemerintahan Indonesia. Tujuan penelitian ini guna mengetahui dan memahami fungsi kepemimpinan transformatif sebagai pendorong reformasi birokrasi pemerintahan Indonesia beserta faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review yang menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Literature Reviews and Meta-Analyses pendekatan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan kepemimpinan transformatif sebagai pendorong reformasi birokrasi pemerintahan Indonesia memiliki fungsi perencanaan sesuai dengan rencana aksi reformasi birokrasi, Pengorganisasian birokrasi semakin efisien, efektif dan bersih dalam melayani, kepemimpinan transformatif guna mendorong reformasi birokrasi pemerintahan dan Pengawasan atau Pengendalian yang efektif dan sistem akuntabilitas yang kuat, pemerintah bertujuan untuk meningkatkan transparansi, integritas, dan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan. Jadi fungsi kepemimpinan transformatif yang diterapkan dengan baik dapat meningkatkan produktivitas kerja pegawai di pemerintahan sehingga terwujudnya percepatan reformasi birokrasi. Faktor penghambat kurangnnya dukungan sistem yang memadai, perlawanan dari pegawai, keterbatasan sumber daya, budaya organisasi, jabatan dipandang sebagai sumber kekayaan dan keuntungan, para pejabat mengontrol baik fungsi politik maupun fungsi administrasi dan setiap tindakan diarahkan oleh hubungan pribadi dan politik. Implikasi praktik dari penelitian ini yaitu pembuatan kebijakan seperti peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan terkait substansi pekerjaan maupun reformasi birokrasi, pemanfaatan teknologi, dan pembentukan budaya kerja yang lebih kolaboratif.