Claim Missing Document
Check
Articles

EVEKTIVITAS MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA SISWA SMAN 1 KENDARI TAHUN 2022 Jannah, Muhammad Ainun; Sabilu, Yusuf; Hikmawati, Zainab
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang baru ditemukan. Video menyampaikan pesan kesehatan lebih efektif dibandingkan media cetak karena video dapat menggunakan efek suara dan gambar bergerak untuk menunjukkan langkah-langkah terpandu, sehingga memudahkan target audiens untuk menerima informasi yang disampaikan. Tujuan: mengetahui efektifitas media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang pencegahan COVID-19 pada siswa-siswi SMAN 1 Kendari Metode: Jenis penelitian Pre Eksperiment Design dengan rancangan penelitian one group pre-test dan post-test design. Teknik sampling yang dipakai yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 208. Hasil: Menunjukkan perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi yakni pengetahuan cukup pada saat sebelum dilakukan intervensi yakni sebesar 117 dengan presentasi 56,3% dan pengetahuan kurang sebesar 91 dengan presentasi 43,8%. Sedangkan nilai pengetahuan setelah diberikan intervensi yakni pengetahuan cukup 188 dengan presentasi 90,4% dan pengetahuan kurang 20 dengan presentasi 9,6%. Dari uji yang dilakukan diperoleh nilai Asymp. sig sebesar 0,000 yang berarti bahwa lebih kecil alpha 5%. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan siswa SMAN 1 Kendari setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan covid-19 dengan media video.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dispepsia pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Aliyah III Kota Kendari Tri Afsari, Andi Monica; Sabilu, Yusuf; Mochtar, Febriana
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i4.1590

Abstract

Dyspepsia is a syndrome of symptoms often found among the public characterized by pain or discomfort in the upper part of the solar plexus, nausea, bloating, belching, feeling full quickly, and feeling full in the stomach. This study aims to determine the factors associated with the incidence of dyspepsia in hospitalized patients at the Aliyah III general hospital in Kendari City. This type of research is quantitative, with an observational analytic method and a cross-sectional approach. This study used an accidental sampling technique with a total sample size of 68 patients. Data analysis using univariate and bivariate analysis using the chi-square test the results showed that the incidence of dyspepsia amounted to 58.8%, the level of stress in the severe category was 61.8%, the diet in the poor category was 58.8%, and the nutritional status in the normal category was 88.2%. The results of statistical tests using the chi-square test showed that there was a relationship between stress levels and dyspeptic (p = <0.05), there was a relationship between diet and dyspeptic (p = <0.05), and there was no relationship between nutritional status and dyspeptic (p = >0.05). The conclusion of this study is that the factors associated with the incidence of dyspepsia in hospitalized patients at Aliyah III Hospital in Kendari City are stress levels and diet. It is recommended that the hospital improve health services for patients by providing counseling about dyspepsia.
Factors Related to Sufferer Behavior in Preventing Tuberculosis Transmission in the Family Majid, Ruslan; Zainuddin, Asnia; Sabilu, Yusuf; Irma, Irma; Nurjannah, Nurjannah
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 6 No 4 (October 2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.400

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis; the method of transmission is through the air by sneezing, splashing phlegm, or coughing from Tuberculosis sufferers. Family members who live in the same house as Tuberculosis sufferers have a very high risk of being infected with Tuberculosis. This research aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, family support, and health workers' role in Tuberculosis sufferers' behavior to prevent transmission to families in the Puuwatu City Health Center working area. Kendari 2021. This research is quantitative research with a cross-sectional study approach. The population in this study was 54 TB sufferers. The sampling technique used was a non-random sampling technique, namely total sampling. Primary data was collected using a pre-tested questionnaire. The data that has been collected is then processed using the Chi-Square test (α=0.05). From the results of statistical analysis, the relationship between the independent variable and the dependent variable was obtained for the variables knowledge (ρ-value= 0.004), family support (ρ-value= 0.033), role of health workers (ρ-value= 0.049) and attitude (ρ -value= 0.067). The variables of knowledge, family support, and the role of health workers are related to the behavior of Tuberculosis sufferers to prevent transmission to the family. In contrast, the attitude variables are not related to the behavior of tuberculosis sufferers in order to prevent transmission to the family.
Correlation Between Age with Cholesterol Levels, Random Blood Sugar (GDS) and Uric Acid Sabilu, Yusuf; Irma, Irma
Window of Health : Jurnal Kesehatan VoL 6 No 2 (April 2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.475

Abstract

Age is one of the important variables in the incidence of degenerative diseases such as heart disease, stroke, diabetes mellitus (DM), and kidney disorders. It is estimated that by 2030, there will be an increase in deaths due to degenerative diseases in the world, namely ischemic heart disease of around 7.2 million cases and stroke of around 5.5 million cases. This is a double burden in various countries, including Indonesia. This analytical observational study with a cross-sectional design aims to analyze the correlation between age factors and cholesterol levels, time blood sugar levels (TBS), and uric acid levels. The sample involved in this study was 24 people who were taken using the purposive sampling technique. Analysis of the data for the correlation test uses the Spearman test. The results showed that the increase in cholesterol levels (P value = 0.000 < = 0.05 with R = 0.703), TBS levels (P value= 0.454 > =0.05 with R=0.160), and uric acid levels (P value= 0.454 > =0.05 with R=0.235). It can be concluded that age positively correlates with cholesterol levels, meaning that the older a person is, the higher their cholesterol levels. Age does not correlate with GDS levels and uric acid levels. It is expected that the higher-age person must change his lifestyle to a healthy lifestyle to avoid various disease problems, especially degenerative diseases that are closely related to lifestyle.
Persepsi Masyarakat Perdesaan Terhadap Penerimaan Vaksinasi COVID-19 Tahap III (Booster) Irma, Irma; Sabilu, Yusuf; Amelia, Besse
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan vaksinasi COVID-19 tahap III (booster) tiap kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan memperoleh cakupan yang berbeda-beda. Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya, Kabupaten Wajo memperoleh cakupan vaksin COVID-19 tahap III (booster) masih rendah yaitu 14.06%, dimana Desa Watan Rumpia memiliki persentase cakupan vaksinasi COVID-19 tahap III (booster) terendah per 16 Agustus 2022. Hal ini disebabkan karena persepsi dari masyarakat itu sendiri dalam menanggapi penerimaan vaksinasi COVID-19 tahap III (booster). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi masyarakat mengenai kerentanan, keparahan, manfaat dengan penerimaan vaksinasi COVID-19 tahap III (booster) di Desa Watan Rumpia, Kabupaten Wajo tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang telah menerima vaksin tahap II, usia di atas 18 tahun di Desa Watan Rumpia dengan jumlah sampel penelitian 125 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Sampel diambil menggunakan teknik penarikan sampel simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat yang menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%, dengan bantuan aplikasi SPSS v25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi kerentanan (nilai P=0,008), persepsi keparahan (nilai P=0,005), persepsi manfaat (nilai P=0,007) dengan penerimaan vaksinasi COVID-19 tahap III (booster).
Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue Dengan Program 3 M Plus pada Siswa SMPN 2 Kendari Irma; Sabilu, Yusuf; Kamrin, Kamrin; Gunawan, Edy
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v2i1.56

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat  menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) dan dapat menyebabkan kematian. Salah salah satu faktor risiko kejadian DBD adalah faktor lingkungan dan juga perilaku masyarakat. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah menengah pertama tentang pencegahan penyakit DBD dengan program 3 M Plus. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 1 minggu mulai tanggal 1 sampai 7 Juni 2022. Peserta sosialiasi/penyuluhan adalah siswa kelas 10 SMPN 2 Kendari yang berjulah 56 orang. Pelaksnaan kegiatan ini diawali dengan persuratan kepada pihak sekolah dan melakukan sosialisai tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Secara singkat kegiatan inti penyuluhan ini dilakukan dalam empat tahapan yaitu (1) melakukan pre-test; (2) melakukan intervensi dalam bentuk penyuluhan/sosialisasi pencegahan DBD dan (3) melakukan posttest dan (4) evaluasi. Hasil yang diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang upaya pencegahan DBD dengan program 3 M Plus sebelum dilakukan edukasi/penyuluhan mayoritas 60,3% pengetahuan responden adalah kurang dan setelah dilakuakn edukasi/penyuluhan masyoritas (79,3%) adalah baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan penyakit DBD dengan program 3 M Plus setelah dilakukan edukasi/penyuluhan dan kegiatan edukasi tentang program 3 M Plus pada siswa SMPN 2 Kendari dapat dikatakan berhasil.  
Hubungan Pemanfaatan Sarana Pelayanan dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Kecamatan Kolono Timur Syahrir, Muhammad; Sabilu, Yusuf
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 1 No. 2 (2021): NCHAT May - August period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v1i2.16

Abstract

Studi epidemiologis yang dilakukan selama beberapa dekade terakhir telah menunjukkan hubungan hipertensi yang berkelanjutan, konsisten, dan independen dengan penyakit kardiovaskular (CVD). Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah pesisir dengan prevalensi masih lebih tinggi dibanding pada daerah pegunungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Probability Sampling yaitu Simple Random Sampling, dengan jumlah sampel 197 responden. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner dan Spignomanometer untuk mengukur tekanan darah. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi p-value < 0,05. Hasil Penelitian penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir dengan nilai p-value = 0,0001. Disarankan agar petugas kesehatan mengintensifkan pelaksanaan komunikasi, edukasi dan pemberian informasi kepada masyarakat tentang bahaya hipertensi
Perbedaan pengetahuan, sikap, dan tindakan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang anemia dengan media kartu kuartet anemia pada remaja putri di SMP Negeri 11 Kendari tahun 2025 Pertiwi, Wa Ode Elistianti; Sabilu, Yusuf; Hikmawati, Zainab
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1407

Abstract

Introduction: A condition in which red blood cells and circulating hemoglobin are unable to meet the oxygen needs of body tissues is called anemia. The World Health Organization (WHO) revealed that in 2023 there will be around two billion people worldwide affected by anemia. Globally, the prevalence of anemia in adolescents is 29.9%, then the prevalence of anemia in Indonesia is 32%, which means 3 to 4 out of 10 adolescents suffer from anemia. According to the 2023 Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI), the prevalence of anemia in Indonesia is 16.3% in the 5-14 age group and 15.5% in the 15-24 age group, with the highest anemia in women (18% vs 14.4%). Objective: This research is intended to determine the differences in knowledge, attitudes, and actions before and after health education about anemia with anemia quartet card media in female adolescents at SMP Negeri 11 Kendan in 2025.  Methods: This study used a pre-experimental design with one pre-test and post-test group. This study was quantitative using the Wilcoxon signed rank test. Population: 123 female adolescents who were the research population at SMP Negeri 11 Kendari. Sample: The sample of this study amounted to 56 people.  Results: The results of this study indicate an increase in the value of knowledge, attitudes, and actions of female adolescents about anemia, with a p-value for the Knowledge, Attitude and Action variables of 0.000, then the p-value is 0.05 so that Ho is rejected and Ha is accepted. Conclusion: This study shows that there are differences in knowledge, attitudes, and actions of female adolescents before and after being given health education about anemia with anemia quartet card media in female adolescents at SMP Negeri 11 Kendari in 2025.  Pendahuluan:Kondisi ketika sel darah merah serta hemoglobin yang bersirkulasi tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigen jaringan tubuh ,disebut anemia. Badan Kesehatan Global (WHO) mengungkapkan pada tahun 2023  ada sekitar dua miliar orang di seluruh dunia yang terkena anemia. Secara global, prevalensi anemia pada remaja adalah 29,9% kemudian prevalensi anemia di Indonesia sebesar 32%, yang berarti 3 sampai 4 dari 10 orang remaja menderita anemia. Menurut SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) tahun 2023, prevalensi anemia di Indonesia sebesar 16,3% pada kelompok usia 5–14 tahun dan 15,5% pada kelompok usia 15–24 tahun, dengan anemia tertinggi pada wanita (18% vs 14,4%). Tujuan: riset ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, dan tindakan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan tentang anemia dengan media kartu kuartet anemia pada remaja putri di SMP Negeri 11 Kendari Tahun 2025. Metode:Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan satu kelompok uji pre-test and post-test,penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Populasi: 123 remaja putri yang menjadi populasi penelitian di SMP Negeri 11 Kendari. Sampel: Sampel penelitian ini berjumlah 56 orang. Hasil: Penelitian ini menunjukan adanya peningkatan nilai pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja putri tentang anemia, dengan nilai p-value untuk variabel Pengetahuan, Sikap dan Tindakan yaitu 0,000 maka p-value< 0,05 sehingga H0 di tolak dan Ha diterima.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukanada perbedaan pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja putri sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang anemia dengan media kartu kuartet anemia pada remaja putri di SMP Negeri 11 Kendari tahun 2025.
Hubungan pengetahuan, sikap, pengawasan dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD pada pekerja di PT. Galangan Kapal Bontuni Tirtamas Kota Kendari Wati, Kasma; Sabilu, Yusuf; Nurfadilah H, Siti
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1415

Abstract

Introduction: The shipbuilding industry is involved in the manufacture and repair of ships. There are many potential hazards associated with the shipbuilding process, including electrical hazards, hot temperatures, manual handling, the risk of falling or being hit by materials, metal fumes, radiation, and sparks. Data from the International Labor Organization (2024) also shows that more than 2.78 million people die each year due to work accidents or work-related diseases, of which 2.4 million (86.3%) are workers die related to work-related diseases and 380,000 workers (13.7%) die due to work-related diseases. Objective: This study was to determine the Relationship between Knowledge, Attitude, Supervision and Availability of PPE to Compliance with the Use of PPE in Workers at PT. Galangan Kapal Bontuni Tirtamas Kota Kendari. Method: The research used in the study was quantitative analytical research using an observational method with a cross-sectional study approach. Population: This study was all field workers as many as 77 workers. Sampling used the total sampling technique or saturated sample so that the research sample was 77 respondents. Data analysis in this study includes univariate and bivariate analysis. The statistical test used is the chi-square test which is analyzed using SPSS software. Results: This study shows that there is a relationship between knowledge (0.001 <0.05), attitude (0.025 <0.05), and availability of PPE (0.012 <0.05) with compliance with PPE use. However, supervision has no relationship with compliance with PPE use (0.213> 0.05). Pendahuluan: Industri galangan kapal terlibat dalam aktivitas pembuatan dan perbaikan kapal. Banyak potensi bahaya yang terkait dengan proses pembuatan kapal, termasuk bahaya listrik, suhu panas, penanganan manual, risiko jatuh atau tertimpa material, asap logam, radiasi sinar, dan percikan api. Data International Labour Organization (2024) juga menunjukkan bahwa orang meninggal akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja lebih dan dari 2,78 juta orang kematian per tahun, diantaranya 2,4 juta pekerja (86,3%) meninggal berhubungan dengan penyakit akibat kerja dan 380.000 pekerja (13,7%) meninggal disebabkan penyakit akibat kerja. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan, Sikap, Pengawasan dan Ketersediaan APD Terhadap Kepatuhan Penggunaan APD Pada Pekerja di PT. Galangan Kapal Bontuni Tirtamas Kota Kendari. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif analitik dengan metode observasional menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi: Penelitian ini yaitu seluruh pekerja lapangan sebanyak 77 pekerja. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling atau sampel jenuh sehingga sampel penelitian sebanyak 77 responden. Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square yang dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (0.001 < 0.05), sikap (0.025 < 0.05), dan ketersediaan APD (0.012 < 0.05) dengan kepatuhan penggunaan APD. Namun, pengawasan tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan penggunaan APD (0.213 > 0.05).
Analisis faktor perilaku sedentari, pemesanan makanan online dan faktor genetik terhadap kejadian obesitas di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat tahun 2024 Safitri, Nur Haliza; Sabilu, Yusuf; Lestari, Hariati
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1502

Abstract

Introduction: Based on the latest data in 2023, the prevalence of obesity in Indonesia in adults over 18 years old is 23.4%. The prevalence of obesity in Southeast Sulawesi Province in 2021 at the age of over 15 years from 2021 to 2023 increased by 57,259 cases. The prevalence of obesity in Kendari City from 2022 of 2,431 cases has increased in 2023 to 2,970 cases. Benu-Benua Health Center is one of the health centers in Kendari City with the highest obesity cases. The prevalence of obesity in 2022 was 68 cases, in 2023 it increased to 203 cases. Objective: this study aims to analyze the relationship between sedentary behavior, frequency of online meal orders, and genetic factors with the incidence of obesity in the work area of BLUD UPTD Benu-Benua Health Center, West Kendari District in 2024. Methods: This study is a quantitative study using a case control study design. This research was carried out in the BLUD Working Area of the Benu-Benua Health Center, West Kendari District in February 2025. Population: There are 834 people with 203 people who are obese. Sample: The number of samples in this study amounted to 80 samples consisting of 40 cases and 40 controls with the sampling technique being a random sampling technique. The statistical tests used are the chi square test and the odds ratio. Results: this study showed that the variable at risk for obesity was sedentary behavior (OR=2,914). And variables that were not at risk with the incidence of obesity were the frequency of online food ordering (OR=0.318) and genetic factors (OR=0.815). Conclusion: Based on the results of the study, it can be concluded that sedentary behavior is a risk factor for obesity while the frequency of online food ordering and genetic factors are not risk factors for obesity incidence in the BLUD UPTD Work Area of the Benu-Benua Health Center, West Kendari District in 2024. Pendahuluan: Berdasarkan data terbaru tahun 2023 prevalensi obesitas di Indonesia pada usia dewasa di atas 18 tahun terdapat 23,4 %. Prevalensi obesitas di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2021 pada usia di atas 15 tahun dari tahun 2021 hingga 2023 meningkat sebanyak 57.259 kasus. Prevalensi obesitas di Kota kendari dari tahun 2022 sebesar 2.431 kasus mengalami kenaikan pada tahun 2023 menjadi 2.970 kasus. Puskesmas Benu-Benua merupakan salah satu puskesmas di Kota Kendari dengan kasus obesitas tertinggi. Prevalensi obesitas tahun 2022 terdapat 68 kasus Tahun 2023 meningkat menjadi 203 kasus. Tujuan: studi yang dilaksanakan mempunyai tujuan dalam melaksanakan analisis hubungan perilaku sedentari, frekuensi pemesanan makan online, dan faktor genetik terhadap fenomena obesitas di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat Tahun 2024. Metode: penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi case control. Penelititan ini dilaksanakan di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat pada bulan Februari 2025. Populasi: Berjumlah 834 orang dengan 203 orang yang mengalami obesitas. Sampel: Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 80 sampel tersusun atas 40 kasus dan 40 kontrol dengan teknik dalam mengambil sampel yaitu teknik random sampling. Uji statistik yang dipergunakan yaitu uji chi square serta Odds ratio. Hasil: studi ini menunjukan varibael yang beresiko terhadap fenomena obesitas yaitu perilaku sedentari (OR=2.914). Dan variabel yang tidak beresiko dengan kejadian obesitas adalah frekuensi pemesanan makanan online (OR=0.318) dan faktor genetik (OR=0.815). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Prilaku sedentari merupakan faktor risiko kejadian obesitas sedangkan frekuensi pemesaan makanan online dan faktor genetik bukan faktor risiko kejadian obesitas di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat Tahun 2024.
Co-Authors Adrian Tawai Afa, Jusniar Rusli ainurrafiq, ainurrafiq Aisyah, Wa Ode Nur Akifah, Akifah Alda Ompo, Alda Almunjiat, Ece Amelia, Besse Andriani, Asri Ariyanti Armin Armin, Armin Arum Dian Pratiwi, Arum Dian Arwanti, Desi Astina Astina, Astina Aswar, L. M. Azim, La Ode Liaumin Basir, Andi Radya Tulmuayada Cece Suriani Ismail, Cece Suriani Damhuri Damhuri Devi Savitri Effendy, Devi Savitri Edy Gunawan, Edy Fachlevy, Andi Faizal Febrianti Febrianti Fifi Nirmala Gamasatri, Andi Ermira Nanda Grafika, Dewi Halik, Nur Hikmawati Harcidar, Desti Hariati Lestari Harleli, Harleli Hartoyo, Agnes Mersatika Iksan Ariansyah Imran Imran Indrawati . Indrawati Indrawati Ira Ira, Ira Irma Irma Irma Iwan, Israwati Jafriati Jamil, Ashar Jannah, Muhammad Ainun Jumakil Jumakil Jumakil, Jumakil Jumiati Jumiati Kamrin, Kamrin Kangkuso Analuddin, Kangkuso Karimuna, Siti Rabbani Kasrina, Hilda La Doni La Ode Muhammad Sety Liaran, Rastika Dwiyanti Lisnawaty Lisnawaty, Lisnawaty Lymbran Tina Masluhiya AF, Swaidatul Mochtar, Febriana Muchtar, Febriana Muhammad Icsal M.A., Muhammad Icsal Mulfatun, Atri Naiym, Jannatun Novitasary, Ayu Ntete, Alyumun Nur Annisa Nurhawa, Nurhawa Nurjannah Nurjannah Nurmaladewi, Nurmaladewi Nurnaningsi, Sarnita Nurwana, Nurwana Pertiwi, Wa Ode Elistianti Pratiwi, Tiaradevi Maudhyta Puji Fitria Zainal, Puji Fitria Putri Puspita Dewi, Putri Puspita Rahim, Marlin Rahmat, Nur Cahyani Amaliawati Ramadhan, Muhammad Mirza Rasma Rasma Rezal, Farit Ruslan Majid, Ruslan Sabril Munandar, Sabril Safitri, Nur Haliza Saktiansyah, La Ode Ahmad Samsuri, Wa Ode Saputra, Idul Satyaningsih, Amita Siti Nurfadilah H Suhadi Suhadi Syaputri, Fatjrina Tri Afsari, Andi Monica Usman Wandani, Devi Tri WATI, KASMA Wulandari, Ratna Sari Yasnani Yasnani, Yasnani Yunawati, Irma Yundari, Yundari Yuslina, Yuslina Yusran, Sartiah Zainab Hikmawati, Zainab Zainuddin, Asnia