Claim Missing Document
Check
Articles

Efek antagonis jamur rhizosfer terhadap jamur patogen tanaman kentang Rusli, Jumriani; Hafsan, Hafsan; Sukmawaty, Eka
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 1 (2021): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.012 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i1.20546

Abstract

Kentang merupakan tanaman pertanian penting karena merupakan sumber karbohidrat yang menjadi bahan makanan pokok di Indonesia. Namun produktivitasnya terancam oleh cendawan patogen oleh karena itu diperlukan usaha pengendalian hayati menggunakan cendawan antagonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antagonis cendawan Rhizosfer terhadap cendawan patogen pada tanaman kentang. Cendawan Rhizosfer kentang diisolasi dan diuji daya antagonisnya menggunakan biakan ganda. Sebanyak 22 isolat cendawan berhasil diisolasi dari Rhizosfer tanaman kentang, dan 3 isolat berpotensi menghambat pertumbuhan F. oxysporum dan 5 isolat berpotensi menghambat pertumbuhan Culvularia sp. Aktivitas penghambatan ditunjukkan oleh 8 isolat cendawan yaitu Aspergillus sp. (3 isolat), Nigrospora sp. (1 isolat), Gliocladium sp. (1 isolat) Penicillum (1 isolat) dan Rizopus sp. (3 isolat) menunjukkan kemampuan kompetisi.
Potensi biji kelor (Moringa oleifera Lamk.) sebagai biokoagulan alami air sumur Muthmainna, Nur; Hafsan, Hafsan; Hala, Yusminah
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 1 (2021): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.022 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i1.20547

Abstract

Air sumur yang layak dikomsumsi harus memenuhi berbagai kriteria. Biji kelor menjadi objek penelitian karena memiliki banyak kegunaan dan dimanfaatkan dalam berbagai industri dan obat karena memiliki potensi bakterisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian biji kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada air sumur. Sampel diambil dari air sumur pondokan yang mengandung bakteri Eschericia coli yang melebihi ambang batas yaitu > 2400 sel/ 100 ml air. Air sumur yang diberi perlakuan dengan menggunakan serbuk biji kelor dengan konsentrasi antara 0,05 gram, 0,1 gram dan 0,15 gram dicampurkan dengan beberapa tetes air sampai berbentuk pasta. Air bersih yang diperoleh, diambil sebanyak 100 ml lalu diuji secara bakteriologis dengan metode Most Probable Number (MPN). Pemberian serbuk biji kelor sebanyak 0,05 gram belum mampu menghambat bakteri dengan nilai total MPN masih mencapai > 2400/ 100 ml air sedangkan 0,1 gram mampu menurunkan jumlah bakteri sekitar 460/ 100 ml air dan 0,15 gram sekitar 210/ 100 ml air.
Identifikasi masalah nutrisi berbagai jenis tanaman di Desa Palajau Kabupaten Jeneponto Inaya, Nur; Armita, Devi; Hafsan, Hafsan
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 3 (2021): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.229 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i3.26114

Abstract

Nutrisi tanaman adalah unsur kimia penting yang dibutuhkan oleh tanaman dan secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam metabolisme serta aktivitas fisiologis dalam tubuh tanaman. Berdasarkan tingkat kebutuhan tanaman, nutrisi dibedakan menjadi 3 yaitu nutrisi dasar, nutrisi makro yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan Belerang (S) serta nutrisi mikro yaitu Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Molibdenum (Mo), Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl). Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi gejala defisiensi dan toksisitas nutrisi yang dialami oleh tanaman di Desa Palajau Kabupaten Jeneponto. Identifikasi gejala dilakukan secara visual (pengamatan langsung). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis tanaman yang mengalami masalah nutrisi yaitu tanaman kacang hijau menunjukkan gejala defisiensi unsur Fe dan toksisitas unsur Zn, jagung menunjukkan gejala defisiensi unsur K, kelapa menunjukkan gejala defisiensi unsur Mg dan K, jeruk menunjukkan gejala defisiensi unsur N, S, dan Ca, mangga menunjukkan gejala defisiensi unsur K dan gangguan unsur B, serta tanaman srikaya yang menunjukkan gejala defisiensi unsur K. Pengamatan visual merupakan langkah awal untuk mengetahui masalah nutrisi pada tanaman, sehingga perlu dilakukan analisis laboratorium berupa analisis tanah (soil testing) dan analisis jaringan tanaman untuk mendukung data yang diperoleh di lapangan.Kata Kunci: idefisiensi, identifikasi visual, nutrisi tanaman, toksisitas
Pemberian ekstrak lada hitam (Piper nigrum L.) untuk menekan laju pertumbuhan kontaminan pada kultur in vitro tanaman kentang (Solanum tuberosum) Hasrawati, Hasrawati; Masriany, Masriany; Hafsan, Hafsan; Nur, Fatmawaty
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 2 No 1 (2022): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.417 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v2i1.28630

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum) yaitu tanaman pangan yang penting di dunia selain padi dan gandum. Salah satu kendala dalam peningkatan produksi kentang adalah ketersediaan benih yang bermutu yang jumlahnya terbatas dan belum memenuhi kebutuhan petani. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan benih kentang unggul bebas virus yang dihasilkan dari teknik kultur in vitro dalam bentuk planlet. Lada hitam (Piper ningrum L.)memiliki kandungan senyawa kimia berupa flavonoid yang memiliki kemampuan sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak lada hitam sebagai antibiotik alami dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada kultur jaringan tanaman kentang. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan 5 perlakuan yaitu K0: Kontrol negatif (Media MS), K1: Media MS dan Novachlor (kontrol posistif), K2: Media MS dan ekstrak lada hitam 5 ml/l, K3: Media MS dan ekstrak lada hitam 10 ml/l dan K4: Media MS dan ekstrak lada hitam 15 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak lada hitam yang memberikan pengaruh terbaik adalah ekstrak lada hitam 5 ml/l, yaitu mampu menekan pertumbuhan kontaminan jamur dan bakteri pada kultur in vitro tanaman kentang. Studi ini dapat menjadi informasi awal untuk menjadikan ekstrak lada hitam sebagai kandidat antibiotik untuk menekan kontaminan pada kultur tanaman secara in vitro.
Analisis aflatoksin pada pakan ayam buras dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) Zainuddin, Dhea Nanda; Hafsan, Hafsan; Rukmana, Rusmadi; Wirawan, Hadi Purnama
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v4i1.29655

Abstract

Aflatoksin, senyawa toksin yang umumnya dihasilkan oleh jamur Aspergillus, dapat membahayakan kesehatan hewan dan manusia melalui produk-produk hewani terkontaminasi. Penelitian ini mengevaluasi tingkat kontaminasi aflatoksin pada pakan ayam buras menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Mini riset dilaksanakan di Laboratorium Patologi Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi Selatan. Pendekatan analitik kuantitatif dengan metode deskriptif digunakan untuk menyelidiki konsentrasi aflatoksin dalam sampel. Hasilnya menunjukkan nilai absorbansi sampel dan konsentrasi aflatoksin ketiga sampel pakan ayam buras menunjukkan kandungan aflatoksin berbeda, namun semuanya berada di bawah batas maksimum 20 ppb sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 3144:2015. Metode ELISA terbukti efektif dan dapat diandalkan dalam mendeteksi aflatoksin dengan tingkat sensitivitas tinggi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ELISA adalah alat yang efektif untuk memantau kontaminasi aflatoksin dalam pakan ayam buras. Meskipun hasil saat ini memenuhi standar keamanan, pendekatan preventif dan pemantauan terus-menerus tetap penting untuk menjaga kesehatan ternak dan keamanan hasil ternak. Pengembangan metode analisis yang lebih inovatif di masa depan akan memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan optimal dalam penyediaan pakan yang aman dan berkualitas tinggi.
Tingkat infeksi endomikoriza pada perakaran tanaman murbei (Morus alba L.) Melinda, Nurul; Hafsan, Hafsan; Prayudyaningsih, Retno
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v3i3.29980

Abstract

Murbei (Morus alba L.) dikelompokkan ke dalam suku Moraceae dan umumnya digunakan secara meluas pada ragam manfaat. Keberadaan endomikoriza atau jamur yang berasosiasi dengan akar dapat membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman, termasuk murbei. Tujuan dari mini riset ini yaitu untuk mengisolasi mikoriza dan mengetahui kekayaan mikoriza perakaran serta tingkat infeksi mikoriza pada tanaman murbei. Keberadaan mikoriza dideteksi dan diidentifikasi melalui proses isolasi dari tanah perakaran dengan metode wet sieving serta pewarnaan akar murbei untuk melihat visualisasi mikoriza yang berada di dalam akar, termasuk keberadaan hifa, arbuskular, spora dan vesikel. Hasil isolasi menunjukkan bahwa pada sampel tanah perakaran murbei terdapat kekayaan spora endomikoriza jenis Glomus dan infeksi endomikoriza pada akar murbei mencapai kisaran 83,3-100%. Tanaman dengan tingkat infeksi endomikoriza yang tinggi mengindikasikan adanya hubungan simbiotik yang kuat antara tanaman dan mikoriza. Hal ini memberikan manfaat bagi tanaman, seperti penyerapan nutrisi yang lebih baik, perlindungan terhadap patogen, toleransi terhadap kondisi lingkungan yang buruk, dan pertumbuhan yang lebih baik.
INTRODUCTION OF THE SYNBIOTIC OF LACTIC ACID BACTERIA FROM DANGKE AND INULIN DAHLIA IN MICE INFECTED WITH Enteropathogenic Escherichia coli Nur, Fatmawati; Hadidarma, Nasyrah; Hafsan, Hafsan; Muthiadin, Cut; Khudaer , Faten
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.3733

Abstract

This study investigates the influence of synbiotics, a combination of probiotics (lactic acid bacteria) and prebiotics (inulin from Dahlia tubers), on mice infected with Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC) bacteria. The performance of mice, including weight gain, feed consumption, and feed conversion ratio, was used as parameters to understand the effect of synbiotics on EPEC-infected mice. Four groups of mice were observed in this study: the control group (P1), EPEC infection group (P2), synbiotics introduction group (P3), and synbiotics introduction + EPEC infection group (P4). The research findings demonstrate that synbiotics from Dangke lactic acid bacteria and inulin from Dahlia tubers have a positive impact on mice performance and help them in countering EPEC infection. Group P3, which received synbiotics without EPEC infection, showed significantly higher weight gain and feed conversion efficiency compared to groups P1 and P2. The synbiotics contributed to the enhancement of mice growth and feed efficiency. On the other hand, group P4, which received synbiotics and was infected with EPEC, exhibited a lower survival rate compared to the control group (P1) and group P3, despite having a shorter duration of diarrhea. EPEC caused diarrhea in mice, but synbiotics helped reduce the duration of diarrhea by inhibiting the growth and attachment of EPEC in the mice's intestines. These findings indicate that synbiotics of Lactic Acid Bacteria and inulin Dahlia have the potential as an alternative strategy to improve mice growth and intestinal health. However, the positive effect of synbiotics may be diminished when mice are infected with EPEC.
Biodegradasi Jenis Polimer PET Dan HDPE dengan Variasi Konsentrasi dan Masa Inkubasi Eco-Enzyme Lutvianti, Rizqi; Hafsan, Hafsan; Rukmana, Rusmadi; Latif, Ulfa Triyani A
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.57118

Abstract

Pencemaran lingkungan akibat limbah plastik merupakan krisis global yang terus memburuk, ditandai dengan rendahnya tingkat daur ulang dan akumulasi plastik yang sulit terdegradasi secara alami. Salah satu pendekatan alternatif yang ramah lingkungan adalah pemanfaatan eco-enzyme, larutan hasil fermentasi limbah organik yang mengandung senyawa aktif dan komunitas mikroba potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas eco-enzyme terhadap proses biodegradasi dua jenis plastik polimer, yaitu polyethylene terephthalate (PET) dan high-density polyethylene (HDPE), dengan variasi konsentrasi larutan (0%, 20%, 40%, 60%, dan 100%) serta durasi fermentasi (3, 4, dan 5 bulan). Rancangan eksperimental menggunakan metode faktorial dalam rancangan acak lengkap (RAL), dan pengamatan dilakukan selama 60 hari terhadap penurunan massa plastik dan perubahan gugus fungsi menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil menunjukkan bahwa degradasi paling signifikan terjadi pada plastik PET yang diberi perlakuan eco-enzyme 100% hasil fermentasi lima bulan, dengan penurunan massa sebesar 0,11 gram serta terjadinya pemutusan gugus ester dan karbonil. HDPE menunjukkan resistensi yang lebih tinggi dengan degradasi terbatas melalui proses oksidasi awal. Temuan ini menggarisbawahi potensi eco-enzyme sebagai agen biologis dalam bioteknologi lingkungan untuk pengelolaan limbah plastik yang lebih berkelanjutan.
PERSPEKTIF NEUROBIOLOGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DAN TANGGUNG JAWAB MORAL DALAM ISLAM (MINI REVIEW) Hafsan, Hafsan; Firdaus, Firdaus; Pratiwi, Afryanti
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual violence on university campuses represents a multidimensional crisis that violates not only moral integrity but also inflicts deep and lasting biological damage on survivors. Neurobiological research reveals that trauma from sexual violence can alter the structure and function of the brain, particularly the amygdala, hippocampus, and prefrontal cortex which are critical for emotional regulation, memory, and decision-making. Disruptions in these brain systems may lead to long-term conditions such as dissociation, chronic anxiety, and post-traumatic stress disorder (PTSD). In the Indonesian academic context, sexual violence often remains concealed behind institutional hierarchies, power imbalances, and a normalized culture of silence, as reflected in various studies and official reports. This article integrates findings from neuroscience with Islamic ethical principles to formulate a holistic approach to victim protection and recovery. Islam, through the framework of maqāṣid al-sharī‘ah, upholds personal dignity (al-‘irḍ) as a fundamental value that must be safeguarded. Social responsibility to protect survivors and prevent injustice is strongly emphasized in the Qur'an and prophetic tradition. Thus, the Islamic response to sexual violence goes beyond legalism, encompassing spiritual, biological, and psychosocial dimensions. In this view, an integrative framework combining scientific insight and moral-spiritual values is essential to build a just, compassionate, and trauma-informed response to sexual violence on campus. Kekerasan seksual di lingkungan kampus merupakan krisis multidimensi yang tidak hanya mencederai integritas moral, tetapi juga meninggalkan dampak biologis yang mendalam bagi korban. Kajian neurobiologi menunjukkan bahwa trauma akibat kekerasan seksual dapat mengubah struktur dan fungsi otak, terutama pada area seperti amigdala, hipokampus, dan prefrontal cortex, yang berperan dalam pengaturan emosi, memori, dan pengambilan keputusan. Gangguan pada sistem saraf ini tidak jarang menghasilkan gejala jangka panjang seperti disosiasi, kecemasan kronis, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Dalam konteks akademik di Indonesia, kasus-kasus kekerasan seksual sering tersembunyi di balik relasi kuasa, hierarki institusional, dan normalisasi budaya diam, sebagaimana terbaca dalam sejumlah laporan riset dan catatan lembaga negara. Artikel ini memadukan temuan-temuan ilmu saraf dengan etika Islam untuk merumuskan pendekatan holistik dalam perlindungan dan pemulihan korban. Islam, melalui kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, menempatkan kehormatan (al-‘irḍ) sebagai nilai yang harus dijaga secara serius. Tanggung jawab sosial untuk melindungi korban dan mencegah kezaliman ditegaskan dalam ajaran Al-Qur’an dan hadis. Maka, penanganan kekerasan seksual dalam kerangka Islam tidak hanya bersifat legalistik, tetapi juga menyentuh aspek spiritual, biologis, dan psikososial secara integral. Dengan demikian, dibutuhkan integrasi antara sains dan nilai moral sebagai fondasi respons yang lebih adil, manusiawi, dan menyembuhkan.  
Analisis kualitas sperma dan proporsi kromosom X–Y Sapi Bali (Bos indicus) hasil sexing metode swim-up dengan variasi kadar albumin dan waktu inkubasi Amalia, Andi Dewi Reski; Permatasari, Artha Rezki; Hajrah, Hajrah; Muthiadin, Cut; Hafsan, Hafsan; Dirhamzah, Dirhamzah
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64695

Abstract

Seleksi hewan berdasarkan jenis kelamin merupakan strategi penting dalam program pemuliaan dan produksi ternak karena berpengaruh terhadap efisiensi produksi dan nilai ekonomi. Peningkatan kebutuhan daging sapi mendorong penerapan teknologi reproduksi yang efisien, salah satunya melalui sexing sperma. Metode swim-up merupakan teknik sexing sperma yang relatif sederhana dan ekonomis. Namun, pada sapi bali, efektivitas metode ini masih perlu dikaji lebih spesifik terutama terkait pengaruh durasi inkubasi dan kadar albumin terhadap pemisahan spermatozoa X dan Y serta kualitas spermatozoa yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi durasi inkubasi dan kadar albumin terhadap kualitas semen beku sapi bali hasil sexing menggunakan metode swim-up, serta mengevaluasi proporsi spermatozoa X dan Y dan kualitas kromosom sperma setelah proses sexing. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif dengan parameter pengamatan meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, morfometrik sperma, proporsi spermatozoa X dan Y, serta kualitas kromosom sperma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi durasi inkubasi dan kadar albumin berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap kualitas sperma. Perlakuan inkubasi 15 menit dengan albumin 3% menghasilkan kualitas sperma terbaik dengan motilitas 14,00±6,02, viabilitas 26,67±7,57, dan abnormalitas terendah 5,67±5,50. Morfometrik sperma pasca sexing masih berada dalam kisaran normal. Proporsi spermatozoa X dan Y menunjukkan variasi antar perlakuan, dengan kecenderungan fraksi kromosom kelamin tertentu pada perlakuan optimal. Hasil skrining kromosom menunjukkan mayoritas spermatozoa memiliki kromosom yang utuh. Dengan demikian, metode swim-up diharapkan efektif digunakan untuk memisahkan spermatozoa berdasarkan kromosom kelamin tanpa menurunkan kualitas kromosom sperma sapi bali.
Co-Authors Abbas Abbas, Abbas AHMAD MUZAKKI Ahyar Ahmad Alfian Alfian Amalia, Andi Dewi Reski Amin, Abd Rauf Muh Andi Nur Fadhilah Andi Nur Fadhilah, Andi Andi Wahdiniar Andi Wahdiniar, Andi Anwar, Zulfahri Ar. Syarif Hidayat Arifuddin Ahmad, Arifuddin Arsyad, Muh Ali Asaad, Andi Indra Jaya Asmuddin Nasir Asmuddin Natsir Asri asri Asriani A Ayu Febriyanti, Ayu Cut Muthiadin Delima Engga Maretha Devi Armita Dewi Paramitasari Dirhamzah, Dirhamzah Elkheir Hassaballah Abdallah Ernitasari, Ernitasari Faten Khudair Fatimah Mansir Fatmawati Nur Fatmawati Nur Febriani, Ayu Fifi Dismayanti Indriani Nainu Firdaus Firdaus Hadidarma, Nasyrah Hafizhah Al Amanah Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah, Hajrah Hamina , Hamina, Hamina Hasrawati, Hasrawati Ibrahim Ibrahim Inaya, Nur Inna Shintia Irna, Ade Irwan Misbach Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Jumriani Rusli Khaerani Kiramang Khudaer , Faten Khudaer, Faten Kurnia Makmur Kurniati Kurniati Laily Agustina Laily Agustina, Laily Lianah Lianah, Lianah Lutvianti, Rizqi Maharani Retna Duhita Marliana Marliana Mashuri Masri Mashuri Masri Mashuri Masri Mashuri Masri Maslan Maslan Maslan, Muhammad Masriany Masriany Masriany Masriany Masriany, Masriany Melinda, Nurul Meriem, Selis Muh. Khalifah Muh. Khalifah Mustami Muhammad Halifah Mustami, Muhammad Muhammad Khalifah Mustami Muhammad Khalifah Mustami Muhammad Maslan Muhammad Rusdi Rasyid Mustakim Mustakim Muthmainna, Nur Nur Alfisah Nur Hanisa, Andi NUR, FATMAWATY Nurhidayah Nurhidayah Nurhikmah Nurhikmah Nurjannah Nurjannah Permatasari, Artha Rezki Pratiwi, Afryanti Rahmaniah Rahmaniah Ramadani, Kurnia Retno Prayudyaningsih Rezki Ramadani Djamaluddin Rini Anggraeni Rukmana, Rusmadi Rusli, Jumriani Rusny Rusny Sakinah Sakinah Sijid, St Aisyah Sijid, St. Aisyah Sinar Wahyuni Siska Tri Desianti Siti Rabiatul Adawiyah Siti Rabiatul Adawiyah, Siti St Aisyah S St. Aisyah Sijid Sukmawaty, Eka Suryaning Amanda, Sabilla Syahrul Gunawan Tridesianti, Siska Ulfa Nur Alfriani Amir Ulfa Triyani A Latif Ulfa Triyani A Latif, Ulfa Triyani A Wahdaniyah Wahdaniyah Wirawan, Hadi Purnama Yuniar Harviyanti Yusminah Hala Zainuddin, Dhea Nanda Zulkarnain ZURAIDAH ZURAIDAH