Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang riduansyah, riduansyah; widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7620

Abstract

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI AWAN KANAN KECAMATAN MUARA PAWAN KABUPATEN KETAPANG Fredy Junian Pranata1)Riduansyah2) dan Bambang Widiarso2) 1) Mahasiswa 2) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Abstract The study"Evaluasi Kesesuaian lahan Untuk Tanaman Padi di Desa Dungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang". The purposeofthis studywas to assess thesuitability of landat the site ofresearchfordevelopmentof rice plants(Oryza sativa) and theirconstraintsandrecommendationsfor improvement.This study wasdonefromJune of2014toSeptember 2014. Twosoilprofilesrepresentingthe location ofexcavationandsoil samplesP1andP2(10106'48 "LS -100049'36" LSand1090053'36"BT -1100053'36" BT), which of horizonAandB.The methodusedin this studyis asurvey methodwith agridsystem. The results of the evaluation of the suitability of land to display the sub-group level limiting factors on SPT 1 and SPT 2 is need for land management in an effort to land use. Application of Geographic Information Systems (GIS) spatial information present in the form of maps of land suitability for rice crop and area information of each soil map unit. Land evaluation results indicate there are several limiting factors on the SPT 1 acidic pH and contains sulfidik andSPT 2 both contain acidic pH and contained sulfidic content. Land suitability evaluation efforts need to be supported by the provision of management recommendations include the recommendation liming, and fertilizer recommendation. Kata kunci : Tanaman Padi, Evaluasi Kesesuaian Lahan EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI AWAN KANAN KECAMATAN MUARA PAWAN KABUPATEN KETAPANG Fredy Junian Pranata1)Riduansyah2) dan Bambang Widiarso2) 1) Mahasiswa 2) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Abstrak Penelitian "Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan di lokasi penelitian untuk pengembangan tanaman padi (Oryza Sativa) beserta kendala dan rekomendasi perbaikannya. Penelitian ini di lakukan dari bulan juni 2014 samapai dengan September 2014. Dua profil tanah yang mewakili lokasi penggalian dan contoh tanah P1 dan P2 (1016"™48" LS "“ 10049"™36" LS dan 109053"™36" BT - 110053"™36" BT) yang di ambil dari horizon A dan B. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan system grid. Hasil Penelitian evaluasi kesesuaian lahan sampai tingkat sub group menampilkan faktor-faktor pembatas pada SPT 1 dan SPT 2 yang perlunya pengelolaan lahan dalam upaya pemanfaatan lahan. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) menyajikan informasi spasial berupa peta kesesuaian lahan untuk tanaman padi dan informasi luas area dari masing-masing satuan peta tanah. Hasil evaluasi lahan menunjukkan terdapat beberapa faktor pembatas pada SPT 1 yaitu pH yang masam dan mengandung sulfidikdan pada SPT 2 sama mengandung pH yang masam dan terdapat kandungan sulfidik. Upaya evaluasi kesesuaia lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain adalah rekomendasi pengapuran, dan rekomendasi pemupukan.
STUDI KARAKTERISTIK DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TONANG KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Pamungkas, Putra Sudarso; Riduansyah, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik DAS Tonang kecamatan sengah temila kabupaten Landak. DAS Tonang merupakan beberapa bagian DAS yang terdapat di Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak dengan luas wilayah 5.798,39 Ha. Secara geografis Desa Tonang terletak pada koordinat 109029"™30" BT "“ 109033"™30" BT dan 0019"™0" LU "“ 0027"™0" LU.Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu, pertama di lapangan untuk mengamati dan mengambil sampel air sebanyak 2 botol perhari dalam jangka waktu selama 5 hari. Kemudian dilanjutkan dengan analisis sampel air dan sedimen yang di lakukan di Laboratorium Kualitas dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Untan.Hasil penelitian menunjukan pola drainase dan bentuk DAS Tonang adalah pola dendritik dan bentuk memanjang, sedangkan profil melintang sungai berbentuk parabola. Orde sungai terdiri dari 3 orde, dengan indeks kerapatan drainase (IKD) sebesar 1,03 km/km2 yang tergolong dalam kategori sedang, kualitas air pada DAS Tonang memiliki rata-rata pH sebesar 4,54 pada titik pengamatan satu (hilir) dan 5,54 pada titik pengamatan dua (tengah) yang masih baik, dan suhu memiliki rata"“rata sebesar 29,51 ⁰C pada titik pengamatan satu (hilir) dan 29,13 ⁰C pada titik pengamatan dua (tengah) yang tergolong masih dalam keadaan normal di alam. Sedangkan tingkat kecerahan air pada titik pengamatan satu pada DAS Tonang sebesar 28,8 cm dan 101,4 cm pada titik pengamatan kedua.Setelah Analisis di laboratorium didapatkan perbandingan antara TSS rata-rata pada kedua titik pengamatan dengan TSS standar untuk pertanian, maka nilai TSS rata-rata pada DAS Tonang sebesar 3,20 mg/l dan 1,80 mg/l yang tergolong baik.
STUDI KUALITAS AIR SUNGAI MELAWI UNRUK IRIGASI DI KECAMATAN ELLA HILIR KABUPATEN MELAWI Dastra, Edi; Chandra, Tino Orciny; Riduansyah, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15758

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober tanggal 05 sampai tanggal 21 Oktober 2015 di Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi dan analisis sampel dilakukan di Laboratorium Kualitas dan Kesehatan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Irigasi merupakan pemakaian air untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sungai Melawi yang ada di daerah administrasi Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi apakah memenuhi standar jika digunakan sebagai sumber air untuk irigasi. Penelitian ini di lakukan pada 2 (dua) lokasi, di wilayah Desa Nanga Nuak pada bagian Hulu dan pada wilayah Desa Popai bagian Hilir, jarak antara Hulu dan Hilir sekitar 3 kilo meter. Metode pengumpulan data kelas lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dan curah hujan. Metode analisis kualitas air yang dilakukan yaitu Pengukuran langsung di lapangan dan di laboratorium meliputi debit aliran, profil melintang sungai, Total suspended solid, Kecerahan, Temperatur, pH, Salinitas, Alkalinitas, Ca++, Mg++, Na+, Sodium Absorption Ratio (SAR/sodium Absrobtion Ratio), RSC (residual sodium carbonate), Boron dan Merkuri. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan, kualitas air pada Sungai Melawi di Kecamatan Ella Hilir dapat digunakan karena memenuhi syarat kriteria air untuk irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata debit aliran bagian Hulu 18,300 m3/detik dan pada bagian Hilir 24,452 m3/detik, profil melintang sungai pada bagian Hulu dan Hilir berbentuk segitiga, total suspended solid rata-rata pada bagian Hulu 72,2 mg/liter dan pada bagian Hilir 56,2 mg/liter, kecerahan air rata-rata pada bagian Hulu 30,8 cm dan pada bagian Hilir 29,1 cm, temperatur rata-rata pada bagian Hulu 28,20C dan pada bagian Hilir 290C, derajat keasaman rata-rata pada bagian Hulu 7,14 dan bagian Hilir 6,56, alkalinitas rata-rata pada bagian Hulu 18,8 mg/liter setara CaCO3 dan pada bagian Hilir 20,4 mg/liter setara CaCO3, salinitas rata-rata bagian Hulu 0,0297 dS/m dan bagian Hilir 0,0292 dS/m, Ca++ rata-rata pada bagian Hulu 0,94 mg/liter dan bagian Hilir 0,79 mg/liter, Mg++ rata-rata bagian Hulu 1,12 mg/liter dan bagian Hilir 1,11 mg/liter, Na+ rata-rata pada bagian Hulu 2,84 mg/liter dan bagian Hilir 3,04 mg/liter, sodium Absorption Ratio (SAR / sodium Absrobtion Ratio) rata-rata pada bagian Hulu 0,4691 dan bagian Hilir 0,5177, RSC (residual sodium carbonate) rata-rata pada bagian Hulu 0,1694 meq/liter dan bagian Hilir 0,2039 meq/liter, Boron rata-rata pada bagian Hulu 0,03 mg/liter dan bagian Hilir 0,10 mg/liter, merkuri rata-rata pada bagian Hulu 0,0005 mg/liter dan Hilir 0,0006 mg/liter. Kata Kunci: Sungai Melawi, Kualitas air, Irigasi
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN MELON (Cucumic melo L.) DI KELURAHAN SETAPUK BESAR KECAMATAN SINGKAWANG UTARA KOTA SINGKAWANG. alfarizi, zulkifli; riduansyah, riduansyah; hazriani, rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15802

Abstract

Evaluasi lahan adalah suatu proses pendugaan potensi dari sebidang lahan untuk suatu macam penggunaan yang telah dipertimbangkan dan untuk menerapkan alternatif penggunaan lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan gambut serta mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman melon di Kelurahan Setapuk Besar Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang serta memberikan rekomendasi perbaikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan untuk tanaman melon SPT 1 dan SPT 2 menunjukkan bahwa lahan tersebut memiliki kesesuaian lahan aktual tidak sesuai saat ini (N1) dengan faktor penghambat media perakaran (N1r). Upaya evaluasi untuk meningkatkan kesesuaian lahan potensial menjadi (S2) perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain rekomendasi perbaikan drainase, rekomendasi pengapuran, rekomendasi lumpur laut dan rekomendasi pemupukan. Kata kunci : Evaluasi kesesuaian lahan gambut, Melon, Kelurahan Setapuk Besar
Kajian Hubungan Kadar Unsur Hara pada Daun Dengan Lingkar Batang dan Berat lateks di Perkebunan Karet Rakyat Desa Mandor Kecamatan Mandor Kabupaten Landak Saputra, Edo; Riduansyah, Riduansyah; Gunawan, Joni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.17930

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada perkebunan karet rakyat Desa Mandor Kecamatan Mandor Kabupaten Landak dimana penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kadar unsur hara di daun tanaman karet ( N, P, K, dan Ca ) terhadap pertumbuhan lingkar batang dan produksi lateks yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret "“ Mei pada dua areal pertama perkebunan karet rakyat Desa Mandor Kecamatan Mandor Kabupaten Landak untuk mengambil sampel daun tanaman dan tanah dengan luas lahan 0,5 ha selama 3 minggu. Sedangkan kedua analisis sampel daun tanaman dan tanah dilakukan di laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 5 minggu dan dilanjutkan dengan pengolahan data. Metode penelitian dengan metode survei, berdasarkan hasil analisis varian hubungan diameter batang dengan kadar unsur hara dalam daun karet. Pada uji hipotesis dengan taraf nyata 0,05% dan 0,01% diperoleh F hitung 26,206 yang ternyata lebih besar dari pada F tabel yang bernilai 6,39 (0,05%) dan 15,98 (0,01%). Sehingga dapat dikatakan secara keseluruhan variabel ( unsur hara N, P, K dan Ca ) berpengaruh sangat nyata dan hasil analisis varian hubungan antara berat lateks dengan kadar unsur hara pada jaringan daun karet hasil uji hipotesis dengan F hitung sebesar 23,430 ternyata lebih besar dibandingkan dengan F tabel pada taraf nyata 0,05% (6,39) dan 0,01% (15,98), dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima dan dapat dibuat kesimpulan bahwa koefisien korelasi ganda kadar unsur hara N, P, K dan Ca daun karet berpengaruh terhadap besar kecilnya berat lateks dan diameter batang tanaman karet. Kata Kunci : Unsur hara, Daun Karet, Produksi Lateks.
Status Bobot Isi tanah dan Derajat Kemasaman Tanah Pada Lahan Gambut di Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak Yanda, Arif Elfri; Riduansyah, Riduansyah; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19796

Abstract

Bobot isi tanah merupakan salah satu parameter dalam pengamatan sifat fisika tanah yang paling sering dianalisis, karena bisa dijadikan gambaran awal dari sifat fisik tanah lainnya seperti porositas, bearing capacity, dan potensi daya menyimpan air. Derajat kemasaman merupakan salah satu parameter untuk melihat reaksi kimia dalam tanah yang digunakan untuk melihat kesuburan tanah dan ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status sebaran bobot isi dan derajat kemasaman tanah pada tanah gambut dan membuat peta sebarannya sebagai acuan untuk memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah, penelitian ini berlangsung tanggal 24 Agustus 2016 sampai dengan 30 September 2016. Data penelitian diperoleh dari sebanyak 20 titik pengamatan, setiap titik diambil 2 sampel tanah tidak terganggu dengan dua kedalaman berbeda dalam satu titik pengamatan. Sampel penelitian diambil pada kedalaman 0 "“ 30 cm dan kedalaman 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari nilai bobot isi, nilai derajat kemasaman, ketebalan gambut, tingkat kematangan gambut, kedalaman muka air tanah, dan drainase. Hasil rekomendasi analisis dan perhitungan ini memperlihatkan bahwa nilai bobot isi tanah gambut berkisar pada 0,19, menyatakan bahwa status bobot isi tanah pada lokasi penelitian ini sangat rendah, nilai pH berkisar pada 3,6 dan menunjukkan bahwa kondisinya masam, ketebalan gambut berkisar pada kedalaman 506 cm menunjukkan bahwa ketebalan gambut sangat dalam. Kata kunci: Status bobot isi, derajat kemasaman, Bansir Darat
Pemetaan Indeks Bahaya Erosi Sub DAS Jetak di Kabupaten Sintang dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) Herisman, Herisman; Riduansyah, Riduansyah; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.22032

Abstract

ABSTRAKErosi menimbulkan masalah dalam pertanian karena tanah yang tererosi dapat mengurangi ketebalan lapisan tanah atas yang merupakan penyedia nutrisi bagi tanaman telah terkikis dan terangkut akibat terjadinya erosi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai Pemetaan Indeks Bahaya Erosi Sub DAS Jetak di Kabupaten Sintang dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Besarnya laju erosi dihitung menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan menggunakan peta-peta tematik sebagai parameter dalam perhitungan USLE, yaitu factor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas (K), faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), faktor pengelolaan tanaman (C), dan faktor pengelolaan tanah (P). Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Jetak memiliki luas ± 25.147,20 ha.Penelitian dilakukukan di wilayah Sub DAS Jetak. Lingkup penelitian hanya dibatasi pada penelitian prediksi erosi dengan metode USLE dan dilanjutkan dengan penentuan Indeks Bahaya Erosi (IBE).Hasil perhitungan erosi menunjukkkan bahwa Sub DAS Jetak memiliki 4 kelas yaitu sangat tinggi (116,80 "“ 242,14 ton/ha/th), tinggi (53,18 "“ 116,79 ton/ha/th), sedang (12,35 "“ 53,17 ton/ha/th) dan rendah (0 "“ 12,34 ton/ha/th). Indeks Bahaya Erosi (IBE) Sub DAS Jetak memiliki 4 kelas, yaitu rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Kelas rendah dengan nilai 0 "“ 0,98 yang memiliki luas ± 24.062,62 ha, untuk IBE dengan kelas sedang dengan nilai 1,01 - 3,98 yang memiliki luas ± 696,51 ha, untuk IBE dengan kelas tinggi dengan nilai 4,01 "“ 9,39 dengan luas ± 37,47 ha, sedangkan untuk IBE dengan kategori sangat tinggi dengan nilai IBE 10 "“ 14,75 yang memiliki luas ± 350,60 ha. Kata Kunci: Daerah Aliran Sungai, Erosi, Indeks Bahaya Erosi, Jetak
SIFAT FISIKA TANAH SAWAH TADAH HUJAN DAN IRIGASI SEMI TEKNIS DI DESA SENYABANG, KECAMATAN BALAI, KABUPATEN SANGGAU AMALO, ISA PAUL; CHANDRA, TINO ORCINY; RIDUANSYAH, RIDUANSYAH
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.24890

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat fisik tanah sawah pada dua lahan di Desa Senyabang, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau. Penelitian dilakukan di Desa Senyabang, lahan penelitian merupakan lahan sawah,Irigasidan Tadah Hujan, dengan luas masing-masing 2 ha. Dalam 2 ha diambil 5 titik sampel secara diagonal, dengan 2 kedalaman yaitu 0-20 cm dan 20-40 cm.Sampel tanah diambil dalam bentuk sampel tanah utuh dan sampel tanah terganggu.Analisis data menggunakan analisis statistik uji-t berpasangan.Hasil dari penelitian ini profil tanah pada lahan Irigasi ssemi teknisdan Tadah Hujanmemiliki dua lapisan tanah, warna tanah pada lahan Irigasimemiliki warna tanah coklat sangat gelapsedangkan kedalaman 20-40 cm memiliki warna tanah Abu-abu Warna tanah pada lahan Tadah Hujan kedalaman 0-20 cm memiliki warna coklat sangat gelapsedangakan kedalaman 20-40 cm memiliki warna tanah abu-abu gelapTekstur tanah pada lahan olah tanah kedalaman 0-20 adalah liat berdebu dan kedalaman 20-40 cm adalah liat berdebu, sedangkan lahan tanpa olah tanah kedalaman 0-20 cm adalah liat, dan kedalaman 20-40 adalah liat berdebu.Struktur tanah lahan olah tanah kedalaman 0-20 dan 20-40 cm adalah Gumpal Membulat, sedangkan lahan tanpa olah tanah kedalaman 0-20 dan 20-40 cm adalah Gumpal Bersudut dan Gumpal Membulat. Rerata bobot isi tanah pada kedalaman 0-20 cm pada lahan Irigasisemi teknis lebih rendah dibandingkan pada lahan Tadah Hujan sedangkan pada kedalaman 20-40 cm pada lahan irigasi lebih tinggi.Nilai rerata porositas tanahpada lahan irigasipada kedalaman 0-20 cm lebih tinggi dan sebaliknya pada kedalaman 20-40 cm nilai yang paling lebih tinggi pada lahan tadah hujan. Kadar air kapasitas lapang pada lahanirigasisemi teknis memiliki kadar air kapasitas lapangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lahan tadah hujan pada kedalaman 0-20 cm sedangkan pada kedalaman 20-40 cm lahan irigasi semi teknis yang lebih rendah.Rerata permeabilitas tanah pada lahan irigasi kedalaman 0-20 cm lebih tinggi dengan tadah hujan, dan sebaliknya pada kedalaman 20-40 cm pada lahan irigasi semi teknis lebih rendah dari pada lahan tadah hujan . Nilai kemantapan agregat tanah pada lahan irigasi lebih tinggi di bandingkan lahan tadah hujan pada kedalaman 0"“20 cm sedangkan pada kedalaman 20"“40 cm pada lahan tadah hujan lebih tinggi dari pada irigasi semi teknis. Nilai rerata pH tanah pada lahan irigasi semi teknis dan tadah hujan tergolong kreteria sangat masam.Nilai rerata C-organik dan N-total pada lahan irigasi semi teknissebandingdengan lahan tadah hujan, sedangkan C/N rasio pada lahanirigasi semi teknis lebih tinggi dari pada lahan tadah hujan.Kata kunci : Sifat FisikaTanah, Sawah Irigasi semi teknis,Sawah Tadah Hujan.ABSTRACTThis study aims to determine the differences in physical properties of paddy fields in two fields in the village of Senyabang, Balai District, Sanggau District. The research was conducted in Senyabang Village, the research field was paddy field, Irrigation and Rainfed, with area of 2 ha each. In 2 ha 5 diagonal samples were taken, with 2 depths of 0-20 cm and 20-40 cm. Soil samples were taken in the form of intact soil samples and disturbed soil samples. Data analysis used paired t-test statistical analysis.The result of this study soil profile on irrigation and rainfed land has two layers of soil, soil color on irrigation land has very dark brown soil color while the depth of 20-40 cm has the color of soil Gray Color of soil on land Rainwater depth 0-20 cm has a very dark brown color will depth of 20-40 cm has a dark gray earth color Texture of soil on the soil if the soil depth 0-20 is dusty clay and 20-40 cm depth is dusty clay, while land without tillage depth 0- 20 cm is tough, and the depth of 20-40 is dusty clay. soil structure in the depth 0-20 and 20-40 cm are rounded rounds, while land without tillage depth 0-20 and 20-40 cm is angled and rounded round. The average bulk density soil at 0-20 cm deep in Irrigation field is lower than on Rainfed land while at a depth of 20-40 cm on irrigated land is higher. The mean value of porosity of soil on irrigated land at a depth of 0-20 cm higher and vice versa at a depth of 20-40 cm the highest value in rainfed. The moisture content of the field capacity on irrigated land has a higher moisture content of field capacity compared to rainfed land at a depth of 0-20 cm while at a depth of 20-40 cm of lower irrigated land. The average of soil permeability in the irrigation area is 0-20 cm deeper with rainfed, and vice versa at 20-40 cm depth on irrigated land is lower than rainfed area. The value of soil aggregate stability on irrigated land is higher than rainfed area at 0-20 cm depth while at 20-40 cm depth in rainfed area is higher than irrigation. The average value of soil pH on irrigated and rain-fed land is considered very acid. The mean value of C-organic and N-total on irrigated land is proportional to rainfed land, whereas the C / N ratio on irrigated land is higher than in rainfed.Keywords: Physical Properties of Soil, Rice Field Rain Fed, Medium Technical Irrigation.
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Aquina, Reza; Riduansyah, Riduansyah; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66842

Abstract

Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yang dinilai secara menyeluruh dengan pengertian merupakan suatu pengenal majemuk lahan dan nilai kemampuan lahan berbeda untuk penggunaan yang berbeda. Kaitannya dalam pemenuhan kebutuhan manusia, maka kemampuan lahan terjabarkan menjadi pengertian daya dukung lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah lahan sawah di Kecamatan Sukadana terdapat 3 ordo tanah yaitu Inceptisol, Entisol, dan Ultisol dengan teridentifikasi kelas kemampuan lahan kelas II-s (SL 10) dengan luas 9,75 ha (0,38%), II-s,w (SL 5) dengan luas 462,09 (17,84%), III-s (SL 1, SL 3, SL 7, SL 8, dan SL 9) dengan luas 2091,65 ha (80,75) dan V-s (SL 6) dengan luas 26,73 (1,03%). Lahan kelas II ini cocok dijadikan lahan sawah, sesuai dengan penggunaan lahan pada PERMEN LH NO 17 Tahun 2009. Lahan pada kelas III ini cocok dijadikan lahan sawah, sesuai dengan penggunaan lahan pada LH No 17 Tahun 2009. Lahan pada kelas V tidak di sarankan untuk tanaman semusim, tetapi lahan kelas V lebih sesuai untuk ditanami dengan vegetasi permanen seperti tanaman makanan ternak atau dihutankan. Ketersedian lahan sawah (SL) adalah 2.563,31 ha dan kebutuhan lahan sawah adalah 770,36 ha. Dengan demikian, maka diperoleh nilai SL > DL dan daya dukungnya dinyatakan surplus atau mencukupi. Dari hasil perhitungan daya dukung Kecamatan Sukadana mempunyai status yang mencukupi kebutuhan akan produksi beras terhadap penduduk yang tinggal di Kecamatan Sukadana. Hal ini dapat dikatakan bahwa ketersedian lahan di Kecamatan Sukadana lebih besar dari kebutuhan lahan. Kelas kemampuan lahan menunjukkan sebagian dari lahan sawah telah sesuai dengan kelas kemampuan lahannya, sehingga produktivitas lahannya juga baik.Kata kunci : Kemampuan Lahan, Daya Dukung, Lahan Sawah
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SEPONTI KABUPATEN KAYONG UTARA Rexa, Alfonsus Alfa; Riduansyah, Riduansyah; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66854

Abstract

Imbangan tingkat pemanfaatan lahan dengan daya dukung lahan menjadi ukuran kelayakan penggunaan lahan, sebaliknya jika pemakaian lahan telah melampaui kemampuan daya dukung lahan maka pemanfaatan lahan tidak dipakai secara efektif, maka secara jelas dapat dikatakan bahwa daya dukung lahan adalah kemampuan lahan untuk mendukung kebutuhan-kebutuhan manusia dalam bentuk penggunaan lahan, yang pada akhirnya tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia terutama bahan makanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya dukung lingkungan berbasis lahan sawah di Kecamatan Seponti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 satuan lahan dengan luasan yang bervariasi, satuan lahan I seluas 1.891,54 hektar (4,85%), sedangkan satuan lahan II seluas 4.087,73 hektar (10,48%), dan satuan lahan terluas adalah satuan lahan III dengan luasan 33.043,00 hektar (84,68%) luasan satuan lahan diketahui melalui analisis GIS. Pada hasil survei, pengamatan boring, dan minipit di lokasi penelitian, terdapat 2 ordo tanah yaitu Inceptisol dan Entisol. Berdasarkan hasil evaluasi kemampuan lahan kelas kemampuan lahan yaitu kelas III-s, w. Lahan pada kelas III dapat digunakan untuk tanaman semusim, tanaman yang lindung dan cagar alam (LH No 17 Tahun 2009). Lahan pada kelas III ini cocok dijadikan lahan sawah, sesuai dengan penggunaan lahan pada LH No 17 Tahun 2009. Ketersediaan lahan ditentukan berdasarkan dari data luasan lahan sawah yang diketahui melalui analisis GIS) di Kecamatan Seponti adalah 1.484,80 ha dan kebutuhan lahan di Kecamatan Seponti adalah 417,20 ha/tahun. Berdasarkan analisis daya dukung lahan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa daerah penelitian memiliki nilai ketersediaan dan kebutuhan lahan yang berstatus surplus.