Claim Missing Document
Check
Articles

STATUS HARA N, P, DAN K TANAH PADA LAHAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA SUNGAI KERAN KECAMATAN SUNGAI RAYA KEPULAUAN KABUPATEN BENGKAYANG Lusi, Lusi; Riduansyah, Riduansyah; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66872

Abstract

Status hara tanah diperlukan untuk mengetahui kandungan hara yang tersedia di dalam tanah. Status hara diperoleh melalui survey lapangan dan analisis unsur hara di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status hara N, P, dan K tanah serta memberikan saran pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanah dan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Keran Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang. Lokasi penelitian merupakan lahan kelapa sawit dengan umur tanaman yang berbeda yakni, umur 5 dan 9 tahun. Pengambilan sampel menggunakan metode diagonal. Hasil analisis menunjukkan bahwa status hara N,P, dan K pada dua lokasi penelitian berturut-turut Sedang, Sangat Tinggi, dan Rendah. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan pupuk sesuai rekomendasi yang digunakan, maka masing-masing lahan disarankan memberikan dosis pemupukan untuk lokasi A kebutuhan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 2 kg/pohon, Kekurangan dipenuhi dengan pupuk tunggal: 1,16 kg urea/pohon dan 0,94 kg KCl/pohon. Lokasi B 2,9 kg urea/pohon, 0,89 kg SP36/pohon (1,14 kg rock phospate/pohon), dan 2,5 kg KCl/pohon).
STUDI KARAKTERISTIK DAS DAN KUALITAS AIR UNTUK IRIGASI PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TAYAN BAGIAN HILIR KABUPATEN SANGGAU Jamalludin, Jamalludin; Riduansyah, Riduansyah; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66878

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) termasuk wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami yang batas di darat merupakan pemisah topografis (punggung bukit) dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik Sub DAS Tayan di Kabupaten Sanggau, mengidentifikasi kualitas air untuk irigasi Sub DAS Tayan bagian hilir di Kabupaten Sanggau. Pola drainase yang terbentuk pada DAS Tayan merupakan pola dendritik, pola aliran ini anak-anak sungainya terlihat seperti cabang-cabang pohon dan memiliki bentuk DAS yang radial dengan anak-anak sungai langsung masuk ke induk sungai sehingga bentuknya seperti bulu burung dan mempunyai ciri utama menyempit pada daerah bagian hilirnya. Nilai IKD DAS Tayan sebesar 0,85 km/km2. Ini berarti nilai IKD termasuk dalam kategori sedang. Profil melintang sungai berbentuk trapesium, dan orde WRb pada DAS Tayan adalah 3,77. Hubungan antara tinggi muka air dengan debit aliran persamaannya adalah Q=4,265(H- 2.626)0,1212 dengan koefisien determinasi sebesar 0,2328 dengan tingkat kesalahan sebesar 0,482494. Hubungan antara besarnya debit aliran dengan debit sedimen persamaan regresinya adalah Qs=10.192 Qw8.243604 dengan nilai korelasi sebesar 0,669403 dan koefisien determinasi sebesar 0,4481. Hasil kualitas air sungai untuk pengamatan pH selama 5 hari pada outlate DAS Tayan dapat diketahui bahwa kisaran nilai pH 5,1 "“ 6 dengan nilai rata-rata pH adalah 5,53. Suhu berkisar antara 260C hingga 270C dengan fluktuasi 20C dan memiliki rata-rata 26,30C ini berarti suhu dititik pengamatan tersebut masih tergolong baik. Kisaran kecerahan air di DAS Tayan sebesar 37 cm "“ 64 cm dengan rata-rata 48,35 cm. Nilai DHL pada DAS Tayan masuk dalam kategori sedang yaitu produksi tanaman yang sensitif garam dapat terganggu, nilai SAR masuk dalam kategori rendah, maka dapat dipergunakan untuk mengairi hampir segala jenis tanah dengan kemungkinan yang kecil untuk terkumpulnya sodium pada tingkat yang membahayakan dan untuk nilai RSC nya termasuk dalam kategori kelas sedang, maka Air ini cocok untuk jenis tanah tertentu dan untuk tanaman tertentu pula. Biasanya tanaman yang toleran dan agak toleran terhadap sodium dapat tumbuh. Air ini tidak dapat digunakan pada drainase buruk dan juga perlu pengolahan tanah secara khusus untuk mengurangi salinitas misalnya dengan mengaliri air bersih.Kata kunci: Karakterisik DAS, Kualitas Air,Sedimentasi.