Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Kompos Buah Naga dan Pupuk SP-36 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Edamame pada Lahan Gambut Reldy, Reldy; Abdurrahman, Tatang; Radian, Radian
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i2.94219

Abstract

Pengelolaan tanah gambut untuk menunjang produktivitas hasil kedelai edamame dan menjadi lahan produktif dapat dilakukan dengan penambahan kompos buah naga dan pupuk SP-36. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi antara kompos buah naga dan pupuk SP-36 yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada lahan gambut. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah dosis kompos buah naga yang terdiri dari k1 : 10 ton/ha, k2 : 15ton/ha, k3 : 20 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk SP-36 yang terdiri dari p1 : 125 kg/ha, p2 : 150 kg/ha, p3 : 200 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara kompos limbah buah naga dan pupuk SP-36 terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian pupuk SP-36 dengan dosis 200 kg/ha atau setara dengan 1,42 g/tanaman memberikan berat segar polong per tanaman tertinggi yaitu 187,4 g.
DRIS Analysis of Nutrient Balance for High–Yielding Oil Palm Plantations in Peatlands Khoiri, Imam; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.30.4.754

Abstract

This study was conducted using an exploratory survey method to collect annual production data and analyze oil palm leaf samples from peatlands in several private oil palm plantations in West Kalimantan Province. The data obtained were analyzed using the Diagnosis Recommendation Integrated System (DRIS). The results showed that to achieve optimal production of 23.81–30.33 tons ha -1 year -1, the optimal nutrient ranges in the oil palm leaf tissue on peatland were N 2.20–3.03%; P 0.14–0.18%; K 0.52–1.03%; Mg 0.16–0.30%; Ca 0.31–0.65%; B 7.05–18.06 ppm; Zn 2.44–14.26 ppm; Cu 2.76–6.37 ppm; Mn 18.36–315.28 ppm; and Fe 38.90–92.40 ppm. The nutrient balance ratios in the oil palm leaves on peatland showed optimal ratios for N/P 14.72–19.11; N/K 1.88–5.42; N/Mg 8.25–15.75; N/Ca 3.89–7.77; K/P 3.51–6.46; Mg/P 1.08–1.85; Ca/P 1.94–4.24; K/Ca 1.07–2.31; K/Mg 2.33–4.63; Ca/Mg 1.54–2.69; B/N 2.70–7.05; B/Fe 47.16–116.26; B/K 11.93–32.65; B/Ca 18.73–34.48; and B/Mg 32.54–80.43. Oil palm plants cultivated on peatlands with high production groups (>25 tons ha -1 year -1) had average nutrient indices of N (-1.5), P (1.6), K (0.9), Ca (0.2), Mg (0.0), and B (-1.4), with nutrient requirements in the order of N > B > Mg > Ca > K > P. In contrast, plants in the low–production groups (<25 tons ha -1 year -1) had average nutrient indices of N (-8.3), P (-3.9), K (1.1), Ca (6.8), Mg (0.7), and B (2.9), with nutrient requirements in the order of N > P > Mg > K > B > Ca. Keywords: nutrient balance, oil palm, peatland
Morphophysiological Response of Edamame Soybean to Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) and Bioactive Compost Charcoal in Tidal Swamp Land Rosalina, Shinta; Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 5 (2025): October 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i5.1661-1670

Abstract

Edamame soybean cultivation in Indonesia has great potential due to its high nutritional value and increasing market demand. However, the current productivity remains low, thereby hindering commercial development. This study aimed to enhance the growth and yield of edamame soybean plants through the application of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) and bioactive compost charcoal on tidal swamp lands. The research was conducted using a split-plot design consisting of two AMF treatments and four levels of bioactive compost charcoal. The results indicated that the combination of AMF and bioactive compost charcoal significantly increased various growth parameters and yield. Although a dose of 10 ton/ha produced vegetative growth equivalent to that achieved by applying 15 ton/ha corn stalk compost, a dose of 15 ton/ha resulted in more optimal harvest outcomes, with pod numbers reaching 43.22 units per plant, pod weight of 91.67 g per plant, and pod weight of 1.545 kg per plot. Furthermore, the treatment also increased the percentage of AMF colonization in roots as well as phosphorus uptake, which contributed to the enhancement of plant productivity.
PENGARUH PEMBERIAN BIOSTIMULAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA PADA TANAH GAMBUT Candera, Raden; Listiawati, Agustina; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98339

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentum L) merupakan tanaman sayuran buah yang dikenal karena memiliki kandungan gizi dan manfaatnya. Tanah gambut sebagai media tumbuh okra dihadapkan pada beberapa kendala yaitu sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Upaya peningkatan produktivitas tanaman okra yaitu dengan penggunaan biostimulan dan pupuk NPK sebagai tambahan nutrisi dari luar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi serta mendapatkan dosis interaksi terbaik dari pemberian biostimulan dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, berlangsung dari bulan Desember 2024 "“ Maret 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Fakrorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi biostimulan (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 10 ml/L, b2 = 20 ml/L dan b3 = 30 ml/L sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK (P) terdiri dari 3 tahaf yaitu p1 = 200 kg/ha, p2 = 300 kg/ha dan p3 = 400 kg/ha. Hasil penelitian menujukan bahwa terjadi interaksi antara pemberian biostimulan dan pupuk NPK terhadap volume akar tanaman okra pada tanah gambut. Pemberian biostimulan konsentrasi 20 ml/L dan pupuk NPK dosis 200 kg/ha menunjukkan dosis efisien terhadap volume akar yaitu 54,33 cm3.
Pengaruh Abu kotoran Ayam dan Pupuk N Terhadap Hasil Kedelai Edamame Pada Lahan Gambut Mulyadi, Adi Tegar; Abdurrahman, Tatang; Ramadhan, Tris Haris
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.98134

Abstract

Kedelai edamame (Glycine max L. Merill) merupakan tanaman yang tergolong dalam kelompok sayuran yang berasal dari Jepang. Pengembangan tanaman kedelai edamame pada lahan gambut dihadapkan pada sejumlah kendala kesuburan tanah, Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memanfaatkan abu kotoran ayam dan pupuk N. Penelitian ini dilaksanakn untuk memperoleh dosis optimal serta melihat interaksi antara pemberian abu kotoran ayam dan pupuk N pada hasil panen kedelai edamame di lahan gambut. Lokasi penelitian ini berada di Patok 35, Dusun Banjar Sari, Desa Rasau Jaya II, Kec. Rasau Jaya, Kab. Kubu Raya, dari September hingga Desember 2024. Metode penelitian yang pakai yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan desain faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah penambahan abu kotoran ayam dalam tiga dosis, yaitu 10 ton per hektar (2 kg/petak), 15 ton per hektar (3 kg/petak), dan 20 ton per hektar (4 kg/petak). Faktor kedua adalah dosis pupuk N yang juga terdiri dari tiga perlakuan, yakni 50 kg per hektar (21 g/petak), 100 kg per hektar (43 g/petak), dan 150 kg per hektar (65 g/petak). Hasil penelitian memperlihatkan tidak terjadi interaksi antara abu kotoran ayam dan pupuk N pada semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman edamame. Perlakuan abu kotoran ayam dosis 20 ton per hektar (4 kg/petak) memperoleh hasil berat polong per petak tertinggi. Pemberian pupuk N dengan dosis 150 kg per hektar (65 g/tanaman) menghasilkan jumlah polong isi tertinggi.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga terhadap Pemberian Pupuk Kandang Bebek dan KCl pada Tanah Podsolik Merah Kuning Sagita, Tiara Putri; Abdurrahman, Tatang; Zulfita, Dwi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.95893

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleracea L) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran jenis kol dengan bunga putih, kubis bunga ini yang mempunyai nilai gizi yang tinggi, kubis mengandung zat-zat gizi yang berguna bagi tubuh seperti vitamin A, B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), C dan E. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil kubis bunga terhadap pemberian pupuk kandang bebek dan pupuk KCl pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian dilaksanakan di Jalan Sepakat 2, Gang Racana Untan, Pontianak, dari Bulan Maret 2025 - Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dan di ulang sebanyak tiga kali dan setiap perlakuan terdiri dari tiga sampel tanaman, sehingga total keseluruhan yaitu 81 tanaman. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang bebek (10, 20, dan 30 ton/ha), dan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl (300, 400, dan 500 kg/ha). Parameter yang diamati meliputi volume akar, luas daun, jumlah daun, berat kering tanaman, berat dan lingkar krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara kedua perlakuan terhadap semua variabel. Namun, kombinasi dosis 10 ton/ha pupuk kandang bebek dan 400 kg/ha pupuk KCl mampu memberikan hasil pertumbuhan dan produksi kubis bunga yang relatif baik pada tanah PMK. Pemberian pupuk organik dan anorganik ini juga terbukti meningkatkan pH tanah dari 4,65 menjadi 5,84, yang lebih mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan kesuburan tanah PMK melalui kombinasi pupuk kandang bebek dan KCl dapat meningkatkan hasil kubis bunga secara signifikan.
Pengaruh Abu sekam Padi dan Pupuk K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau pada Tanah Aluvial T Sari, Siska Ida Paninta; Listiawati, Agustina; Abdurrahman, Tatang
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.98307

Abstract

Tanaman kacang hijau adalah salah satu tanaman kacang -kacangan dan polong-polongan. Kacang hijau biasanya dikonsumsi sebagai sayur yang di buat sebagai kecambah, atau bahan tambahan dalam hidangan kuliner.Optimalisasi tanah aluvial sebagai media tanam dapat dilakukan dengan pemberian Abu sekam padi.Penggunaan Abu sekam padi dapat memperbaiki sifat kimia tanah, terutama dengan menambah ketersediaan unsur hara dan meningkatkan pH yang rendah pada tanah aluvial. Perbaikan sifat kimia tanah tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan akar dan penyerapan unsur hara di dalam tanah. Kalium (K) merupakan unsur hara makro esensial yang diperlukan dalam jumlah besar. Keberadaannya unsur K tidak dapat digantikan oleh unsur hara lainnya. Fungsi kalium bagi tanaman yaitu memperbaiki tersedianya unsur hara tanaman, membantu dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur serta kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi Abu sekam padi dan pupuk K yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Sepakat 2, Kelurahan Bansir Darat, Kecematan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, dimulai pada Maret 2025 sampai bulan Juni 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu abu sekam padi (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, a1 = 50 ton/ha setara 30 gram/polibag, a2 = 10 ton/ha setara 60 gram/polibag, a3 = 150 ton/ha setara 90 gram/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk K (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, k1 = 50 kg/ha setara 0,30 gram/polibag, k2 = 100 kg/ha setara 0,60 gram/polibag, k3 = 150 kg/ha setara 0,90 gram/polibag. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman (2 , 3, 4, 5 MST) volume akar, berat kering, umur berbunga,jumlah cabang produktif,jumlah polong pertanaman, jumlah polong isi, persentase polong hampa, dan berat biji pertanaman dan bobot 100 biji.Berdasarkan hasil penelitian bahwa dosis terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah aluvial adalah 15 ton/ha abu sekam padi dan 150 kg/ha pupuk kalium.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN ABU SEKAM PADI PADA TANAH ULTISOL Mauludiah, Tuti; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 2 (2021): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i2.1378

Abstract

Penggunaan jenis pupuk kandang dan abu sekam padi sebagai bahan amelioran dalam budidaya tanaman melon pada tanah ultisol dapat memperbaiki sifat fisik, dan kimia tanah sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil melon. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk kandang dan dosis abu sekam padi serta interaksi keduanya yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon pada tanah ultisol. Pelaksanaan penelitian di Kabupaten Sintang, mulai dari bulan September sampai Desember 2020. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama jenis pupuk kandang dengan 4 taraf (pukan sapi, pukan kambing, pukan ayam, dan campuran pukan). Faktor kedua dosis abu sekam padi dengan 3 taraf (20 ton ha-1 , 30 ton ha-1 , dan 40 ton ha-1 ). Interaksi dari pupuk kandang ayam dan abu sekam padi 20 ton ha-1 diperoleh hasil yang tertinggi berdasarkan variabel jumlah daun, bobot buah, ketebalan daging buah dan lingkar buah, namun pada beberapa interaksi pupuk kandang kambing, pupuk kandang sapi, dan campuran pupuk kandang yang dikombinasi dengan pupuk NPK diperoleh hasil yang sama baiknya.
Studi Komparasi Fungi Mikoriza Arbuskula Asal Dua Ekosistem pada Perbaikan Pertumbuhan dan Hasil Kembang Kol di Media Gambut Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 8 No 1 (2024): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v8i1.642

Abstract

The success factor in developing arbuscular mycorrhizae fungal (AMF) biofertilizers the source of propagules, which is determined by ecological factors. The compatibility between AMFs is important in deciding whether the biofertilizer produced can be used efficiently. The research aims to study and obtain location-specific AMF from two different ecosystems on the growth and yield of cauliflower plants with efficient fertilization. The research was conducted in Pontianak City, West Kalimantan, from June to November 2023. The research method used a completely randomized factorial design. The first factor is the ecosystem source of AMF propagules (without AMF, AMF from peat ecosystems, and AMF from dry land ecosystems). The second factor is the level of NPK fertilization (100%, 75%, 50%, and 25% of the recommended dose). The research results obtained show that the application of AMF from peat ecosystems and dry land as a biological fertilizer is able to support the efficiency of NPK fertilization in increasing the growth and yield of cauliflower plants up to a fertilizer level of 50% of the recommended dose.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALLUVIAL Habilene, Adrian; Budi, Setia; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70718

Abstract

Kedelai edamame merupakan tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis di Indonesia. Pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme tanah yang berfungsi untuk menguraikan bahan kimia yang sulit diserap menjadi bentuk yang mudah diserap oleh tanaman. Pupuk kotoran ayam berfungsi sebagai bahan organik sumber energi bagi mikroorganisme yang dimiliki pupuk hayati agar dapat menghasilkan unsur hara yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk hayati dan pupuk kotoran ayam, serta menganalisis peranan pupuk hayati dan dosis terbaik pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama pupuk hayati (H) : h0 = tanpa pemberian pupuk hayati, h1 = pemberian pupuk hayati dan faktor kedua pupuk kotoran ayam (P) : p1 = 5 ton/ha, p2 = 10 ton/ha, p3 = 15 ton/ha, p4 = 20 ton/ha Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap perlakuan terdapat 4 tanaman sampel sehingga terdapat 96 tanaman. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong segar per tanaman, jumlah polong isi, dan berat polong segar per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pupuk hayati dan pupuk kotoran ayam pada variabel jumla polong isi. Pemberian pupuk hayati dapat meningkatkan jumlah polong isi dan berat polong isi. Pupuk kotoran ayam dosis 10 ton/ha merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan jumlah polong isi