Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT Erick, Antonius; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77538

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata L.) merupakan tanaman pangan yang banyak dibudidayakan masyarakat dan menjadi satu diantara komoditas terpenting setelah tanaman padi karena mengandung karbohidrat, protein, lemak yang rendah, dan sejumlah vitamin sangat bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis dan jenis amelioran terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu pemberian dosis amelioran (D) terdiri dari: d1= 10 ton/ha setara dengan 5,6 kg/petak, d2= 20 ton/ha setara dengan 11,2 kg/petak, d3= 30 ton/ha setara dengan 16,8 kg/petak. Faktor kedua yaitu jenis amelioran (J) terdiri dari: j1= lumpur laut, j2= tanah aluvial, j3= abu kayu. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tanaman, volume akar, berat jagung berkelobot, diameter tongkol, panjang tongkol, berat jagung berkelobot per petak. Berdasarkan hasil penelitian bahwa amelioran abu kayu dengan dosis 20 ton/ha setara 11,2 kg/petak merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut.
PENGARUH DOSIS DAN WAKTU PEMUPUKAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA MEDIA COCOPEAT Betalia, Betalia; Hernowo, Kukuh; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77249

Abstract

Tomat memiliki potensi yang besar untuk dibudidayakan dalam sistem urban farming. Penggunaan cocopeat sebagai media tanam dapat memberikan solusi praktis dan berkelanjutan untuk mendukung produktivitas pertanian dilingkungan perkotaan. Cocopeat memiliki keterbatasan unsur hara yang membuatnya kurang ideal untuk budidaya tanaman. Oleh karena itu, usaha mengatasi keterbatasan unsur hara, sifak fisik dan kimia yang kurang ideal dari cocopeat diperlukan penambahan material tambahan seperti pupuk kandang, biochar maupun pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis pupuk NPK dan waktu pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada media cocopeat. Penelitian dilaksanakan dilahan Asrama Kabupaten Bengkayang Jl. Sepakat II,mulai bulan september "“ november 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu dosis NPK 400 kg/ha, 600 kg/ha, 800 kg/ha dan waktu pemupukan 1 minggu setelah tanam, 4 minggu setelah tanam, 1&4 minggu setelah tanam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah, volume akar dan berat kering. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dosis dan waktu pemupukan NPK tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada media cocopeat.
Pengaruh Pemberian Bokashi Limbah Buah jeruk dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kale Keriting (Brassica oleracea var. acephala) Pada Tanah Gambut Ramadhan, Dicky; Abdurrahman, Tatang; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70330

Abstract

Tanah gambut berpotensi untuk digunakan dalam pengembangan tanaman kale. Kesuburan menjadi kendala utama untuk memanfaatkannya dalam budidaya kale. Upaya untuk meningkatkan kesuburannya diantaranya dengan penggunaan bokashi limbah jeruk dan pupuk urea. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kale pada tanah gambut. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) terdiri dari 6 perlakuan komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea yang diulang 5 kali. Setiap unit percobaan menggunakan 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu bokashi limbah buah jeruk + pupuk Urea 250 kg/ha, 5 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 200 kg/ha, 10 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 150 kg/ha, 15 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 100 kg/ha, 20 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 50 kg/ha, 25 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + tanpa pupuk urea. Variabel pengamatan pada penelitian ini adalah jumlah helai daun, volume akar , tinggi tanaman, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea dapat meningkatkan jumlah daun 1 MST dan 4 MST. Semua komposisi dosis bokashi limbah buah jeruk dan urea tidak menyebabkan perbedaan pada pertumbuhan dan hasil kale keriting pada tanah gambut. Penggunaan bokashi limbah buah jeruk dapat menggantikan urea untuk tanaman kale keriting pada tanah gambut, terutama terjadi pada volume akar, berat segar tanaman dan, berat kering tanaman kale keriting.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK (Raphanus sativus L.) PADA TANAH PMK Elvira, Fifi; Abdurrahman, Tatang; Radian, Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71206

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) termasuk jenis tanaman sayuran dalam bentuk umbi dari keluarga Cruciferaeceae atau Brassicaceae, tumbuh di daerah tropis yang beriklim sedang dan dapat dijadikan sebagai obat alternatif. Upaya peningkatan produksi tanaman lobak di Kalimantan Barat adalah dengan mengoptimalkan tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) sebagai media tanam dengan penambahan bahan organik biochar tongkol jagung dan pupuk NPK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara biochar tongkol jagung dan pupuk NPK serta untuk mendapatkan dosis terbaik dari masing-masing perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Reformasi Gang. Struktur dengan ketinggian tempat 1 mdpl. Penelitian berlangsung sejak 5 Maret-12 April 2023. Penelitian mengunakan metode pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu biochar tongkol jagung (B) : b1 = 10 ton/ha, b2 = 20 ton/ha, b3 = 30 ton/ha; dan pupuk NPK (P) : p1 = 200 kg/ha, p2 = 400 kg/ha, p3 = 600 kg/ha masing-masing dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total keseluruhan ada 108 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi : jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi, berat kering tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian biochar tongkol jagung 10 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap jumlah daun dan panjang umbi tanaman lobak.
Growth and yield of several rice varieties on alluvial soil using N, P, and K fertilizers Radian; Abdurrahman, Tatang; Mahmudi; Safriadi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 2 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i2.53587

Abstract

Adaptive varieties and N, P, and K fertilization can increase rice productivity. The study aimed to determine the effect of N, P, and K fertilizer dosages on the growth and yield of several rice varieties on alluvial soil. The research was conducted in Kubu Raya Regency, West Kalimantan, from March to October 2023. The method used a factorial randomized complete block design with three replications. The first factor was rice varieties (Argo Pawan, Bima Saputra, Inpari 43, Padang, and Tropiko). The second factor was N, P, and K fertilization (150 kg N ha-1+ 100 kg P2O5 ha-1 + 100 kg K20 ha-1; 300 kg N ha-1 + 200 kg P2O5 ha-1 + 200 kg K20 ha-1; 450 kg N ha‑1 + 300 kg P2O5 ha-1 + 300 kg K20 ha-1). The Tropiko variety had the highest plant height compared to other varieties. The Inpari 43 variety produced the highest maximum number of tillers. Furthermore, the Inpari 43 and Tropiko varieties were the best treatments for producing the number of productive tillers and grain weight per plot. The N, P, and K fertilizer dosage of 300 kg N ha-1 + 200 kg P2O5 ha-1 + 200 kg K20 ha-1 was the best treatment in producing growth and yields of rice plants based on the variables of maximum number of tillers, number of productive tillers, and grain weight per plot. Keywords: adaptive varieties; rice productivity; soil fertility
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS DAN JENIS BAHAN MINERAL PADA TANAH GAMBUT Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3939

Abstract

The reseacrh aims to determine the best dosage and type of mineral materials to increase the growth and yield of sweet corn on peat soil was carried out in Rasau Jaya District. This reseach used a Factorial Completely Randomized Design (CRD) method consisting of 2 factor and 3 replications. The first factor, namely various dosage (D), consists of: d1= 10 ton ha-1, d2= 20 ton ha-1, d3= 30 ton ha-1. The second factor, namely the type of mineral subtance (M), consists of: m1 = sea mud, m2 = aluvial soil, m3 = wood ash. The results of the study showed that there was no interaction between of various dosage and type of mineral ingredients on all observed variables. Mineral subtance dosage of 30 ton ha-1 provides an increase in root volume, plant dry weight and number of rows per cob, while wood ash is the best type of mineral substance in increasing plant height, stem diameter, number of leaf, root volume, plant dry weight, cob lengh, cob diameter, number of fruits per cob, weight of cobs with husks and weight of cobs without husks. Key-words: growth and yield, mineral subtance, peat soil, sweet cornINTISARIPenelitian bertujuan untuk menentukan dosis dan jenis bahan mineral terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah gambut telah dilaksanakan di Kecamatan Rasau Jaya selama empat bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis bahan mineral terdiri dari 3 taraf, yaitu d1 = 10 ton ha-1  , d2 =20 ton ha-1  , dan d3 = 30 ton ha-1  dan faktor kedua adalah jenis bahan mineral, terdiri dari 4 taraf, yaitu m1 = lumpur laut, m2 = tanah aluvial, m3 = abu kayu, dan m4 = tanah PMK. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pemberian berbagai dosis dan jenis bahan mineral terhadap semua variabel pengamatan. Dosis bahan mineral 30 ton ha-1 memberikan peningkatan terhadap volume akar, berat kering tanaman dan jumlah baris per tongkol, sedangkan abu kayu merupakan jenis bahan mineral terbaik dalam meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah buah per tongkol, berat tongkol berkelobot dan berat tongkol  tanpa kelobot.Kata Kunci: bahan mineral, gambut, hasil, jagung manis, pertumbuhan
Respon Pertumbuhan dan Hasil Okra terhadap Pemberian Tepung Cangkang Kerang Kepah dan Pupuk KNO₃ pada Tanah Podsolik Merah Kuning Lia, Jaima Oksa; Abdurrahman, Tatang; Maulidi, Maulidi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol. 2 No. 1 (2026): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i1.99433

Abstract

Pertumbuhan dan hasil okra sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah media tumbuh tanaman. Penggunaan tanah PMK sebagai media tanam tersebut memiliki kendala, diantaranya sifat kimia tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemberian Tepung Cangkang Kerang Kepah dan Pupuk KNO3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dan dosis Tepung Cangkang Kerang Kepah dan Pupuk KNO3 terbaik untuk pertumbuhan dan hasil okra pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu tepung cangkang kerang kepah yang terdiri 4 taraf perlakuan, c0=Tanpa Perlakuan, c1=433 kg/ha setara dengan 2 gram/polybag, c2=639 kg/ha setara dengan 3 gram/polybag, c3=845 kg/polybag setara dengan 4 gram/polybag. Faktor kedua yaitu pupuk KNO3 yang terdiri dari 4 taraf perlakuan, k0=Tanpa Perlakuan, k1=150 kg/ha setara dengan 3 gram/polybag, k2=250 kg/ha setara dengan 5 gram/polybag, k3=350 kg/ha setara dengan 7 gram/polybag. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 192 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman (2 MST, 3 MST, 4 MST), umur berbunga, volume akar, berat kering, luas daun, jumlah buah pertanaman, berat buah perbuah, berat buah per tanaman, diameter buah dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara Tepung Cangkang Kerang Kepah dan Pupuk KNO3. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian tepung cangkang kerang kepah yang terbaik dengan dosis 845 kg/ha setara dengan 4 g/polybag menaikkan pH tanah PMK yang awalnya 5,19 menjadi 7,10 dan meningkatkan berat kering pada tanaman okra. Pemberian pupuk KNO3 yang terbaik dengan dosis 250 kg/ha setara dengan 5 g/polybag meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Pada penelitian ini tidak terjadi interaksi antara pemberian tepung cangkang kerang kepah dan pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada tanah PMK.
Pengaruh Bokasi Limbah Baglog Jamur Tiram Dan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Edamame di Tanah Gambut Ramadhan, Syahri; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol. 2 No. 1 (2026): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i1.105041

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merrill) merupakan varietas kedelai bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi dikembangkan di Kalimantan Barat seiring meningkatnya permintaan ekspor, khususnya ke Jepang. Namun, pengembangan edamame pada lahan gambut menghadapi kendala berupa pH tanah rendah, ketersediaan hara terbatas, dan daya pegang air yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bokasi limbah baglog jamur tiram dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2025 di Pontianak, Kalimantan Barat, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis bokasi limbah baglog jamur tiram (15, 20, dan 25 ton/ha), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (2, 3, dan 4 g/tanaman). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong, berat polong segar per tanaman, jumlah polong isi, dan persentase polong isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bokasi limbah baglog jamur tiram dan pupuk NPK memberikan respons positif terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Perlakuan bokasi 25 ton/ha yang dikombinasikan dengan pupuk NPK setara 250 kg/ha merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan berat kering tanaman, jumlah polong, berat polong segar, dan persentase polong isi pada tanah gambut.
Pengaruh Pemberian Paklobutrazol Tehadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ubi Jalar Aksesi ARF 08 Pada Tanah PMK Aslam, Fitro Al; Abdurrahman, Tatang; Arifin, Nur
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1164

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan jenis tanaman pangan umbi-umbian berasal dari Benua Amerika yang kaya nutrisi. Ubi jalar merupakan jenis tanaman merambat penghasil umbi yang memiliki potensi yang besar baik sebagai pangan alternatif dan bahan baku olahan dalam agroindustri. Tujuan dari penelitian melihat peranan pemberian paklobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil panen ubi jalar di tanah PMK dan Mencari konsentrasi paklobutrazol terbaik pada tanaman ubi jalar di tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian, Jalan Refomasi, Gg. Matematika, Blok H, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak. Yang berlangsung pada bulan Agustus 2024 sampai dengan bulan Desember 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu Paklobutrazol (P) yang terdiri dari 8 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. sehingga diperoleh 24 satuan percobaan, dimana setiap satuan percobaan terdiri dari 3 unit sampel tanaman, sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 72 tanaman. perlakuan yang di maksud adalah sebagai berikut : P0 : 0 ppm, P1 : 150 ppm, P2 : 300 ppm, P3 : 450 ppm, P4 : 600 ppm, P5 : 750 ppm, P6 : 900 ppm, dan P7 : 1050 ppm. Hasil penelelitian menunjukkan Pemberian paklobutrazol pada tanaman ubi jalar berpengaruh tidak nyata pada terhadap jumlah daun, jumlah cabang, panjang sulur 6 MST dan 8 MST, jumlah umbi, diameter umbi, berat umbi, dan panjang umbi. Pemberian paklobutrazol berpengaruh nyata terhadap panjang sulur pada 10 MST dan 12 MST tanaman ubi jalar aksesi ARF 08. pemberian paklobutrazol dengan konsentrasi 150 ppm merupakan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil ubi Jalar aksesi ARF 08.
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI ECENG GONDOK DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH PMK Sindy, Olivia; Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.100445

Abstract

Bawang merah memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena peranannya yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan membuat permintaan akan bawang merah terus meningkat. Tingginya permintaan akan bawang merah tidak diimbangi dengan produksi yang dihasilkan. Upaya intensifikasi dan ekstensifikasi berupa pemanfaatan bokashi eceng gondok dan pupuk NPK guna memaksimalkan budidaya bawang merah di tanah PMK diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokashi eceng gondok dan NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu bokashi eceng gondok dan pupuk NPK masing-masing 3 taraf perlakuan terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan 4 sampel tanaman. Perlakuan bokashi eceng gondok (B): b1 = 15 ton/ha, b2 = 20 ton/ha dan b3 = 25 ton/ha. Pupuk NPK (P) : p1 = 600 kg/ha, p2 = 800 kg/ha dan p3 = 1000 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan bokashi eceng gondok 20 ton/ha dan pupuk NPK 800 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik pada tanah PMK.
Co-Authors Aditya, Tri Marta Agustina Listiawati Akbar, Aji Ali Albahari, Albahari Aldi, Januar Alfikri, Fadel Andria, Mega APRIAWAN, NOVAL Ardli, Rizqi Ahmad Aseng, Nehemia David Aslam, Fitro Al BENI, BENI Betalia, Betalia Candera, Raden Darmiasih, Tri Deo, Imanuel Martono Dini Anggorowati Dwi Zulfita Dwiantoro, Rio Eddy Santoso Edy Syahputra Elvira, Fifi Erick, Antonius Fabregas, Nicsyaen Fadjar Rianto Fatmawati, Eka Faturahman, Fadli Habilene, Adrian Hammamsyah, Harits Hariyanti, Agus Henny Sulistyowati Herawati, Henny Hermanus, Hermanus Hermawan, Bobi Iin Arianti Irianti, Agnes Tutik Purwani Iswiyanto, Andi Iwan Sasli jasmin, particia Jurianto Jurianto Juwita Juwita, Juwita Kalvin, Hero Kartini Kartini Khairiyah, Hana Madia Khateha, Yubelia Madeanne Kristi, Fiona Kristina, Yayuk Kukuh Hernowo Kurniasih, Dwining Lestari, Pelagia Lia, Jaima Oksa Mahmudi Mahmudi Manurung, Noval Martua Masulili, Agusalim Maulidi Maulidi Maulidi, Mulidi Mauludiah, Tuti Meliasari, Meliasari MSI, basuni Mulyadi Safwan Mulyadi, Adi Tegar Mulyani, Yuli Naufah, Naufah Negianto, Negianto nopebrianti, yati Nur Arifin, Nur Nurjani Patriani Patriani, Patriani PAULUS, NIKO Putu Dupa Bandem Radian Radian Radian Rahayu, Lidia Negata Rahmat Rahmat Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani RAHMIDYANI, RAHMIDYANI RAJI, NGATIMIN Ramadhan, Dicky Reldy, Reldy reno, veter bartolomeus RIARESKY, LUSIANUS AGATO Rini Susana Roma, Natasya Vidia rusima, rusima Safriadi Sagita, Tiara Putri Sanjaya, Wahyu Sari, Siska Ida Paninta Setia Budi Setiawan, Riyadi Setiono, Christianus Sihite, Yustus Lasroha Sinaga, Juanita Boru Sindy, Olivia Sipayung, Tegar Anugrah Halomoan Siti Hadijah Sopiansyah Sopiansyah, Sopiansyah SRI RAHAYU Suci, Urai Sulaiman Sulaiman Supriadi, Ardi Surachman Surachman Syahri Ramadhan, Syahri triponia, weni TRIS HARIS RAMADHAN Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an yasma, ogei Yuaner, Yuaner Zarima, Adisty zulfita, emi