Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PUPUK N DAN JARAK TANAM TERHADAP PETUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI PADA TANAH ALLUVIAL Triponia, Weni; Abdurrahman, Tatang; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to determine the interaction of fertilizer N and spacing, obtain the dosage of N fertilizer, and the best spacing of the growth and yield of soybean in aluvial soil. The research was carried out in the garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, starting on May until July  2018. The experiencest was  in factorial based on completely randomized design (CRD) consisting of two factors namely fertilizer N and spacing. The N fertilizer dosage factor consisted of 3 levels of treatment namely 50 kg / ha, 100 kg / ha, and 150 kg / ha, and the spacing factor consisted of 3 treatment levels, namely 20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm, and 30 cm x 30 cm, each treatment was repeated 3 times. The results showed no interaction between fertilizer N and spacing. N fertilizers with various doses give the same results for variable plant height, branch number, plant dry weight, root volume, seed weight per plant, and seed weight per plot. The spacing can increase the number of branches, root volume, seed weight per plant, and efficient spacing of 25 cm x 25 cm. Key Words : aluvial soil, N fertilizer, spacing, soybean
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG PUYUH DAN ABU KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Rahayu, Lidia Negata; Abdurrahman, Tatang; Susana, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh interaksi antara pemberian pupuk kandang puyuh dan abu kayu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP’S (Kampung English Poernama) Agro Jl. Sungai Raya Dalam, sejak dari tanggal 31 Juli sampai 8 Oktober 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk kandang puyuh (P), terdiri dari 3 taraf, yaitu p1=300 g/polybag setara dengan 10 ton/ha, p2=450g/polybag setara dengan 15 ton/ha, p3=600 g/polybag setara dengan 20 ton/ha dan faktor kedua adalah abu kayu (A), terdiri dari 3 taraf, yaitu a1=8 g/polybag setara dengan 1,6 ton/ha, a2=16 g/polybag setara denga 3,2 ton/ha, a3=24 g/polybag setara dengan 4,8 ton/haHasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang puyuh dan abu kayu dapat meningkatkan volume akar, berat kering tanaman, panjang buah dan diameter buah dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 1, 2, 3 minggu setelah tanam dan jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah. Pemberian pupuk kandang puyuh dengan dosis 15 ton/ha setara dengan 450 g/polybag dan abu kayu dosis 3,2 ton/ha setara dengan 16 g/polybag memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah podsolik merah kuning. Kata kunci : abu kayu, podsolik merah kuning, pupuk kandang puyuh, terung ungu  
PENGARUH MIKORIZA ARBUSKULAR DAN PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI PADA TANAH ALUVIAL Meliasari, Meliasari; Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan  produktivitas tanaman padi pada tanah aluvial dihadapkan pada berbagai kendala diantaranya kemasaman tanah yang cukup tinggi, struktur tanah yang kurang baik, dan lapisan olah tanah yang dangkal sehingga perlu peningkatan kualitas tanah aluvial dengan pemberian mikoriza arbuskular dan pupuk fosfat. Tujuan penelitian untuk mengatahui pengaruh dari pemberian mikoriza arbuskular dan pupuk fosfat serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, dimulai dari tanggal 26 Mei 2016 sampai 2 September 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor  FMA  sebagai petak utama (m0 = tanpa mikoriza, m1 = dengan mikoriza)  dan pupuk fosfat sebagai anak petak ( p1 =  pupuk fosfat  1,13 g/tanaman, p2 =  pupuk fosfat 0,84 g/tanaman, p3 =  pupuk fosfat  0,56 g/tanaman, p4 =  pupuk fosfat  0,28 g/tanaman, p5 =  pupuk fosfat 0,17 g/tanaman). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan 3 sampel tanaman. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman 2, 4, 6, dan  8 MST, jumlah anakan 2, 4, 6, dan 8 MST, volume akar, berat kering tanaman dan jumlah malai. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara mikoriza arbuskular dan pupuk fosfat terhadap jumlah anakan dan berat kering tanaman. Mikoriza arbuskular memberikan respon yang berbeda terhadap jumlah anakan 4 MST, dan jumlah malai. Pupuk fosfat memberikan respon yang berbeda terhadap volume akar, berat kering tanaman, dan jumlah malai. Kata Kunci : mikoriza arbuskular, pupuk fosfat, tanah aluvial, tanaman padi
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TANDAN PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH GAMBUT Negianto, Negianto; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TANDAN PISANGTERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL                 BUNCIS PADA TANAH GAMBUT Negianto(1), Rahmidiyani(2), Tatang Abdurrahman(2)e-mail : Negiantoptk2@gamil.com. Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair tandan pisang yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil buncis yang terbaik pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak sejak bulan Juni sampai bulan Agustus 2019. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan pupuk organik cair tandan pisang yang diulang sebanyak 5 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud yaitu : p1 = 10% pupuk organik cair tandan pisang, p2 = 15% pupuk organik cair tandan pisang, p3 = 20% pupuk organik cair tandan pisang, p4 = 25% pupuk organik cair tandan pisang, p5 = 30% pupuk organik cair tandan pisang. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair tandan pisang memberikan hasil yang sama terhadap seluruh variabel pengamatan. Kata kunci : buncis, gambut, pupuk organik cair tandan pisang 
Pertumbuhan Tanaman Padi pada Dua Periode Tanam di Tanah Sulfat Masam dengan Perlakuan Biochar Sekam Padi dan Beberapa Amandemen Organik Masulili, Agusalim; Irianti, Agnes Tutik Purwani; Abdurrahman, Tatang; Suci, Urai
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55752

Abstract

Pengembangan tanaman padi di tanah sulfat masam membutuhkan perlakuan yang dapat memperbaiki sifat tanah untuk jangka panjang. Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman padi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek biochar sekam padi dan beberapa amandemen organik terhadap pertumbuhan tanaman padi pada dua periode tanam di tanah sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Panca Bhakti, Pontianak yang dilakukan dalam dua kali periode tanam yaitu periode tanam kesatu pada bulan Februari-Mei 2022 dan periode tanam kedua pada bulan Mei-Agustus 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu kontrol, Chromolaena odorata (10 ton/ha), jerami (10 ton/ha), biochar sekam padi (10 ton/ha), abu sekam padi (10 ton/ha), C. odorata (10 ton/ha) + biochar sekam padi (5 ton/ha), jerami (10 ton/ha) + biochar sekam padi (5 ton/ha), C. odorata (10 ton/ha) + abu sekam padi (5 ton/ha), jerami (10 ton/ha) + abu sekam padi (5 ton/ha) yang diulang 3 kali. Pelaksanaan penelitian dua kali periode tanam ini dilakukan pada unit polibag yang sama. Pengamatan penelitian terdiri dari beberapa variabel pertumbuhan tanaman padi pada kedua periode tanam. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan C. odorata (10 ton/ha) + biochar sekam padi (5 ton/ha) memberikan efek jangka panjang atau efek residu terbaik terhadap pertumbuhan tanaman padi pada periode tanam kedua. Dengan demikian, penggunaan biochar sekam padi secara tunggal maupun yang dicampur dengan amandemen organik dapat direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi berkelanjutan di tanah sulfat masam.
PENGARUH KAPUR DOLOMIT DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH GAMBUT Aditya, Tri Marta; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.65115

Abstract

Bawang daun Allium fistulosum merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat dikonsumsi daunnya sebagai bumbu masak, bawang daun memiliki aroma yang sangat spesifik sehingga keberadaan bawang daun dalam suatu masakan akan menambah aroma harum dan rasa yang lezat pada makanan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui interakasi kapur dolomit dan pupuk N dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada lahan yang terletak di jalan Reformasi Gg. Struktur, Pontianak Tenggara berlangsung dari bulan Februari 2023 sampai   April 2023. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang teridiri dari 2 faktor. Faktor pertama kapur dolomit (D) yang terdiri dari 3 taraf yaitu d1=12,5 ton/ha;   d2=25 ton/ha; d3=37,5 ton/ha. Faktor kedua yaitu pupuk urea yang terdiri dari 3 taraf   yaitu n1=200 kg/ha; n2= 250 kg/ha pupuk urea; n3=300 kg/ha yang di ulang sebanyak 3 kali.Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun perrumpun, jumlah anakkan perrumpun, volume akar, berat segar daun, dan berat kering daun. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara kapur dolomit dan pupuk urea dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Pemberian kapur dolomit dengan dosis 25 ton/ha   memberikan hasil terbaik terhadap berat segar bawang daun.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN TERHADAP PEMBERIAN VERMIKOMPOS PADA TANAH ALUVIAL Kurniasih, Dwining; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.89776

Abstract

Upaya peningkatan produktivitas tanaman mentimun dapat dilakukan dengan pengolahan tanah sebagai media budidaya tanaman mentimun. Penggunaan tanah aluvial sebagai media budidaya tanaman mentimun di hadapkan pada kendala seperti sifat fisik tanah, usaha perbaikan sifat fisik tanah dapat dilakukan dengan pemberian vermikompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa dosis vermikompos terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan Rasau Jaya Tiga Jalan Pendidikan lama penelitian kurang lebih 3 bulan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 6 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 4 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan yaitu V0 = pupuk kandang 10 ton/ha, V1= 5 ton/ha, V2 = 7,5 ton/ha, V3=10 ton/ha, V4 12,5 ton/ha, V5 = 15 ton/ha. Variabel yang diamati meliputi volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah per buah, diameter buah, panjang buah, berat buah per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa perlakuan terbaik adalah pada perlakuan vermikompos 7,5 ton/ha atau setara dengan 240 g/tanaman, berdasarkan hasil berat buah per buah dan berat buah per tanaman kualitas vermikompos hampir sama dengan kualitas pupuk kandang.
PENGARUH PEMBERIAN JADAM MICROORGANISM SOLUTION (JMS) DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Sipayung, Tegar Anugrah Halomoan; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85376

Abstract

Pemanfaatan tanah alluvial sebagai media tanam bawang merah dihadapkan pada berbagai masalah sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik. . Penggunaan JMS diharapkan dapat memperbaiki kendala pada tanah aluvial seperti memperbaiki kondisi tanah yang pejal menjadi lebih remah, memperbaiki pori-pori dan aerasi tanah aluvial dan pemberian pupuk kalium untuk melengkapi kebutuhan unsur hara pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik JMS dan pupuk kalium serta dosis interaksi JMS dan kalium terbaik bagi pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini dilaksanakan sejak 28 September 2023 sampai 7 Desember 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Split Plot Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. JMS (J) sebagai petak utama terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu j1 = tanpa pemberian JMS dan j2 = dengan pemberian JMS. Pupuk kalium sebagai anak petak terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1 = kalium 100 kg/ha, k2 = kalium 200 kg/ha dan k3 = kalium 300 kg/ha. Setiap perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar tanaman dan berat kering angin umbi. Hasil penelitian menunjukkan pemberian JMS + kalium 100 kg/ha merupakan dosis interaksi terbaik pada penelitian ini dalam meningkatkan jumlah umbi dan berat segar tanaman
PENGARUH PUPUK MKP DAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT DI TANAH PMK Fabregas, Nicsyaen; Maulidi, Mulidi; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87564

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan tanaman yang tergolong dalam tanaman hortikultura semusim dari family solanaceae. Penelitian menggunakan pupuk MKP dan abu janjang kelapa sawit yang bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi terbaik pupuk MKP, dosis abu janjang kelapa sawit serta interaksi antara pupuk MKP dan abu janjang kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, Pontianak, sejak tanggal 27 Mei sampai 24 Agustus 2024. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah pupuk MKP, yang terdiri dari 4 taraf perlakuan m0= tanpa pemberian pupuk MKP, m1 = 5 g/L, m2 = 10 g/L, dan m3 = 15 g/L dan faktor kedua adalah abu janjang kelapa sawit, yang terdiri dari 4 taraf perlakuan a0 = tanpa pemberian abu janjang kelapa sawit,   a1 = 8 ton/ha atau setara 40 g/polybag, a2 = 10,5 ton/ha atau setara 52 g/polybag dan a3 = 13 ton/ha atau setara 64 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk MKP berpengaruh nyata pada variabel bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman dan diameter buah namun berpengaruh tidak nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, volume akar, berat kering tanaman dan waktu berbunga dan pemberian dosis abu janjang kelapa sawit berpengaruh nyata pada variabel diameter batang, berat kering tanaman dan waktu berbunga namun berpengaruh tidak nyata pada variabel tinggi tanaman, volume akar, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman dan diameter buah.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi   pupuk MKP 10 g/L sudah mampu meningkatkan bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman dan diameter buah pada tanaman tomat di tanah PMK, dosis abu janjang kelapa sawit 10,5 ton/ha atau setara 52 g/polybag sudah mampu meningkatkan diameter batang, berat kering tanaman dan waktu berbunga pada tanaman tomat di tanah PMK dan tidak terjadi interaksi antara pupuk MKP dan abu janjang kelapa sawit.
PENGARUH PEMBERIAN POC LIMBAH BUAH PISANG DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH DI TANAH PMK Aseng, Nehemia David; Abdurrahman, Tatang; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85414

Abstract

Tanah PMK berpotensi untuk perluasan areal budidaya tanaman bawang merah. Pemanfaatan tanah PMK sebagai media tanam bawang merah dihadapkan pada beberapa kendala terutama sifat fisik dan kimia yang kurang baik serta kandungan unsur hara yang rendah. Alternatif untuk memperbaiki tanah PMK dengan pemberian POC limbah buah pisang dan pupuk kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari pemberian POC limbah buah pisang dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Komplek Karya Alam Sutera B32, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya pada bulan september 2023 samapi november 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu POC limbah buah pisang dan pupuk kalium. Faktor pertama, POC limbah buah pisang (p)  terdiri dari 3 taraf perlakun yaitu p0 = tanpa poc limbah buah pisang, p1 = 50 ml/L, dan p2 = 100 ml/L. Faktor kedua, adalah pupuk kalium (k) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu  k1 = 150 kg/ha, k2 = 250 kg/ha, dan k3 =  350 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar umbi, dan berat kering angin umbi. Hasil penelitian menujukkan terjadi interaksi antara pemberian POC limbah buah pisang dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan tinggi tanaman 4 MST, 5 MST dan berat segar umbi. Konsentrasi 50 ml/L POC limbah buah pisang dan dosis pupuk kalium 350 kg/ha memberikan hasil terbaik pada semua variabel pengamatan.