Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Sorgum di Lahan Gambut Fatmawati, Eka; Abdurrahman, Tatang; Arifin, Nur
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v14i2.83422

Abstract

Sorghum is a cereal crop with potential for food security. In West Kalimantan, sorghum production and development are still lacking, especially in peatlands. Peatlands have serious constraints such as low pH, toxic compounds for plants, nutrient deficiencies, high nutrient leaching and low base saturation, and inhibition of nutrient absorption. This the study's objective is to ascertain the diversity of growth and yield of several sorghum varieties in peatlands. The study was conducted on street Sepakat 2, Pontianak City, with a research period of approximately 4 months starting in September-December 2023. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments of sorghum varieties and 4 replications. The varieties used were Bioguma 1, Bioguma 3, Super 1, Kawali, Soper 6, and Soper 9. The parameters examined in the research encompassed  plant height, stem girth, leaf count, dry weight of plants, root volume, panicle length, dry weight of 100 seeds, and dry weight of seeds per crop. The results of the study showed that there is diversity of growth and yield of several sorghum varieties in peatlands. The variety suitable for planting in peatlands is the Super 1 variety and Kawali.
PENGARUH JENIS MULSA DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PMK Setiawan, Riyadi; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.85722

Abstract

Untuk   meningkatan kesuburan tanah PMK dapat ditempuh dengan pemberian kapur dan mulsa pada tanaman bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mulsa dan berapakah dosis kapur terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil budidaya tanaman bawang merah pada tanah PMK penelitian dilaksanakan di Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang. Bulan Febuari sampai Mei 2024. Penelitian Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah Mulsa (M) yang terdiri dari m1 = mulsa sintetik weedmet m2 = mulsa plastik hitam perak m3 = mulsa jerami dan faktor kedua adalah Kapur (A) yang terdiri dari a1= 5 ton/ha setara 1 kg per petak, a2= 10 ton/ha setara 2 kg per petak, a3= 15 ton/ha setara 3 kg per petak. Variabel yang diamati pada penelitaian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah umbi per petak, berat kering angin umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara mulsa dan kapur terhadap jumlah daun umur 8 MST dan jumlah umbi per  rumpun. Pemberian mulsa jerami merupakan jenis mulsa yang terbaik dalam meningkatkan berat basah umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun bawang merah pada tanah PMK. Pemberian kapur sebanyak 15 ton/ha merupakan dosis terbaik yang dapat meningkatkan berat basah umbi per petak, berta kering angin umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun pada tanah PMK.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI TERHADAP HASIL DAN PERTUMBUHAN TANAMAN UBI JALAR KLON ARF-05 PADA TANAH ALUVIAL Dwiantoro, Rio; Maulidi, Maulidi; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.91360

Abstract

Ubi jalar (Ipomae batatas L.) atau sweet potato merupakan salah satu tanaman sumber karbohidrat yang dijadikan sebagai bahan makanan pokok, bahan baku industri pangan maupun sebagai makanan tambahan dalam rangka diversifikasi pangan di Indonesia.  Peningkatan produksi ubi jalar dapat dilakukan pada lahan dengan jenis tanah aluvial. Namun tanah aluvial memiliki beberapa masalah seperti struktur tanah yang padat sehingga perlu pemberian pupuk kotoran sapi untuk memperbaiki struktur tanah. Pemberian pupuk kotoran sapi juga merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan pada tanah alluvial yang memiliki kandungan unsur hara yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar klon ARF-05 pada tanah aluvial. Penelitian dimulai pada bulan November 2023 sampai Februari 2024 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan pupuk kotoran sapi yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu, P1= 5 ton/ha, P2: 10 ton/ha, P3: 15 ton/ha, P4: 20 ton/ha, P5: 35 ton/ha dan P6= 30 ton/ha. Penelitian diulang sebanyak 4 kali dengan 5 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran sapi dengan dosis 30 ton/ha memberikan hasil terbaik terhadap jumlah cabang (6,08 cabang), berat segar bagian atas tanaman (741, 67 g), panjang umbi (17,75 cm), diameter umbi (5,87 cm), jumlah umbi (5,25 umbi) dan berat umbi (933,33 g).
PENGARUH KOMBINASI POC DAN AB MIX TERHADAP SELADA KERITING (LACTUCA SATIVA L.) PADA SISTEM HIDROPONIK SUMBU Hammamsyah, Harits; Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.86215

Abstract

Selada (Lactuca sativa. L) merupakan komoditas tanaman yang banyak dibudidayakan secara hidroponik pada area perkotaan. Dalam budidaya hidroponik, AB Mix memiliki faktor sebagai nutrisi bagi tanaman, namun penggunaan AB Mix dapat dikombinasikan dengan POC sebagai alternatif kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Limbah Air Leri yang diolah kembali menjadi POC Jakaba sebagai alternatif ketersediaan nutrisi hidroponik karena mudah ditemui dan penambahan kulit pisang dan dedak guna penambah hara di dalam POC yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman selada dengan pemberian kombinasi POC Jakaba dan AB Mix dalam beberapa konsentrasi. Penelitian dilaksanakan di Green House Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jl. Alianyang No.17 Kota Pontianak tanggal 15 February 2024 "“ 1 April 2024. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 9 taraf perlakuan dengan 3 ulangan di mana tiap ulangan   terdiri dari 4 sampel jadi total yang diperoleh 108 tanaman. Perlakuan kombinasi POC Jakaba (ppm) dan AB Mix (ppm) dengan konsentrasi 0+800, 100+700, 200+600, 300+500, 400+400, 500+300, 600+200, 700+100, 800+0. Variabel pengamatan meliputi: jumlah daun, berat segar tanaman,volume akar, berat kering tanaman dan berat kering akar. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi POC Jakaba 0 ppm + AB Mix 800 ppm memberikan hasil yang terbaik pada semua variabel pengamatan ,kombinasi perlakuan POC Jakaba sampai 300 ppm + AB Mix sampai 500 ppm menunjukkan pertumbuhan dan hasil baik terhadap variabel pengamatan jumlah daun, volume akar dan berat kering tanaman selada.
PENGUJIAN BAKTERI PGPR DALAM MENINGKATKAN PERKECAMBAHAN BENIH JAGUNG PULUT Yuaner, Yuaner; Rianto, Fadjar; Abdurrahman, Tatang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i4.4847

Abstract

PGPR bacteria used in waxy corn seeding can a role in increasing seed vigor and power of seed germination. The purpose of the study was to test the ability of PGPR to improve the quality of waxy corn seeds. The study was conducted in Pontianak City, West Kalimantan in August 2023. Germination testing due to PGPR bacteria was carried out using 2 levels of treatment, namely seed soaking in sterile distilled water (control) and seed soaking treatment in PGPR bacterial suspension. The results showed that the use of PGPR bacteria did not show any increase in the quality of waxy corn seeds, as the vigor index, growth simultaneity, power of germination, growth rate and length of sprout roots were lower compared to the quality of waxy corn seeds in the treatment without PGPR. PGPR can increase the growth of corn seedlings, in root weight and the upper part of plant sprouts.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH PMK Supriadi, Ardi; Surachman, Surachman; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.86105

Abstract

Pemanfaatan tanah PMK sebagai media tanaman lobak dihadapkan pada berbagai masalah diantaranya sifat fisik dan kimia tanah yang kurang baik. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis yang tepat antara pupuk kandang ayam dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Reformasi, Gg Matematika, Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan, pada tanggal 20 November 2023 "“ 5 Januari 2024. Penelitian ini menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk kandang ayam (p) dan faktor kedua adalah pupuk KCl (k) yang masingmasing terdiri dari 3 taraf. Perlakuan pupuk kandang ayam p1 = 5 ton/ha, p2 = 10 ton/ha, p3 = 15 ton/ha. Perlakuan pupuk KCL k1= 100 kg/ha, k2 = 200 kg/ha, k3 = 300 kg/ha. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun, berat kering tanaman,berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, dan diameter umbi. Hasil peneltian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi anatomi pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk KCL pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah PMK, pupuk kandang ayam dosis 10 ton/ha dan pupuk KCL dosis 100 kg/ha sudah dapat memberikan pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah PMK.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAGODA PADA TANAH GAMBUT Sihite, Yustus Lasroha; Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91998

Abstract

Produksi sawi pagoda di Kalimantan Barat masih terbatas, kebanyakan para petani membudidayakan tanaman sawi pagoda hanya secara hidroponik. Lahan gambut yang keberadaannya cukup luas di Kalimantan Barat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi tanaman sawi pagoda. Pengembangan tanaman sawi pagoda di lahan gambut dihadapkan pada sejumlah kendala kesuburan tanah. Upaya dalam mengatasi kendala tersebut adalah dengan pemberian pupuk hayati dan pupuk NPK. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan hasil terbaik dari pemberian pupuk hayati FNS dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pagoda pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Pentagon Dalam Komplek Griya Lantang Tipo, kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung pada tanggal 7 September "“ 18 November 2024. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) RAL dengan 2 faktor. Petak utama adalah pupuk hayati (H) terdiri dari: h0 = Tanpa pupuk hayati, h1 = Pemberian pupuk hayati, dan anak petak adalah pupuk NPK (N) terdiri dari: n1 = 100 kg/ha, n2 = 200 kg/ha, n3 = 300 kg/ha, n4 = 400 kg/ha, n5 = 500 kg/ha. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel. Jumlah tanaman seluruhnya adalah 90 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara pupuk hayati dan NPK pada semua variabel pengamatan. Pemberian pupuk hayati dapat meningkatkan jumlah daun umur 6 MST dan berat segar tanaman. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan berat kering tanaman dan berat segar tanaman.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI SAMHONG DENGAN POC AIR CUCIAN BERAS DAN AB MIX SISTEM HIDROPONIK SUMBU Setiono, Christianus; Anggorowati, Dini; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91751

Abstract

Sawi Samhong (Brassica juncea L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai prospek yang tinggi. Penggunaan sistem hidroponik yang relatif mahal menjadi hambatan untuk skala rumahan serta pemula yang bertani secara hidroponik, sehingga diperlukan solusi yang dapat mengefisiensikan penggunaan pupuk sintetik yaitu dengan penggunaan pupuk organik cair (POC) air cucian beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi POC air cucian beras terbaik untuk pertumbuhan sawi samhong dan interaksi terbaik pemberian POC air cucian beras + AB Mix untuk pertumbuhan sawi samhong. Penelitian ini telah dilaksanakan di Green House Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jl. Alianyang Kota Pontianak sejak tanggal 14 September sampai dengan 14 Oktober 2024. Penelitian ini menggunakan metode ekspiremen lapangan mengikuti faktorial dengan pola Rancangan Petak Terbagi (Split Plot RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor AB Mix sebagai petak utama dan POC Air Cucian Beras sebagai anak petak. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan 4 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu Petak Utama (AB Mix) adalah ao = tanpa AB Mix dan a1 = dengan AB Mix, kemudian Anak Petak (POC Air Cucian Beras) j1 = 400 ppm POC, j2 = 600 ppm POC, j3 = 800 ppm POC, j4 = 1.000 ppm POC dan j5 = 1.200 ppm POC. Variabel yang diamati pada penelitian meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat kering per tanaman dan berat segar per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian AB Mix dan POC air cucian beras konsentrasi 1.200 merupakan interaksi terbaik terhadap berat segar tanaman sawi samhong pada sistem hidroponik sumbu. Pemberian AB Mix dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Konsentrasi POC air cucian beras 1.200 ppm memberikan hasil paling tinggi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering per tanaman, dan berat segar per tanaman sawi samhong pada sistem hidroponik sumbu.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN BOKASHI KOTORAN SAPI DAN KAPUR PADA TANAH ALUVIAL Kalvin, Hero; Abdurrahman, Tatang; Wasi'an, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.61498

Abstract

Jagung manis merupakan tanaman pangan yang banyak diminati di Indonesia. Permintaan konsumen terhadap jagung manis terus meningkat, hingga perlu dilakukan upaya peningkatan produksi jagung manis salah satunya melalui   pemupukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi antara bokashi kotoran sapi dan kapur serta mendapatkan dosis bokashi kotoran sapi dan kapur terbaik dalam menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di Jalan Pramuka Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya yang dilaksanakan dari bulan Februari-Mei 2022. Penelitian menggunakan faktorial dengan pola rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu bokashi kotoran sapi yang terdiri atas 3 taraf :b1= 3 ton/ha setara dengan 0,8 kg/petak, b2 = 5 ton/ha setara dengan 1,4 kg/petak dan b3 = 7 ton/ha setara dengan 2 kg/petak. Faktor kedua yaitu kapur yang terdiri atas 3 taraf : d1 = 1,1 ton/ha setara dengan 316,8 g/petak, d2 = 2,2 ton/ha   setara dengan 633,6 g/petak dan d3 = 3,3 ton/ha setara dengan 950,4 g/petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara bokashi kotoran sapi dan kapur terhadap seluruh variabel pengamatan. Pemberian bokashi kotoran sapi 7 ton/ha setara 2 kg/petak dan kapur sebesar 1,1 ton/ha setara 316,8 g/petak memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah aluvial.
Penerapan Teknologi Budidaya Tanaman Padi melalui Pengelolaan Hara Terpadu di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya Radian, Radian; Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang; Rianto, Fadjar; Syahputra, Edy; Ramadhan, Tris Haris; Wasian, Wasian; Mahmudi, Mahmudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1711

Abstract

Lahan pertanian komoditas tanaman padi di Desa Kuala Dua merupakan lahan tadah hujan yang sepenuhnya bergantung pada air hujan sebagai sumber pengairan. Karakteristik lahan yang didominasi oleh tanah aluvial yang memiliki kendala berupa tingkat kesuburan yang rendah. Selama ini, petani di Desa Kuala Dua membudidayakan tanaman padi secara turun-temurun, khususnya dalam hal pengolahan lahan. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani di Desa Kuala Dua, yang menginginkan adanya perubahan dalam praktik budidaya padi di lahan tadah hujan. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan teknologi budidaya padi melalui pengelolaan hara terpadu yang lebih efisien. Kegiatan PKM dilaksanakan selama 6 bulan, yakni dari bulan April hingga Oktober 2024. Tahapan kegiatan meliputi survei dan orientasi lapangan, diskusi awal dengan pihak mitra, persiapan sarana dan prasarana, penyuluhan mengenai ilmu serta teknik pengelolaan hara terpadu, dan praktik pembuatan pupuk organik. Hasil pengungkapan materi mengenai pengelolaan hara terpadu, yang didukung oleh praktik pemantauan status hara tanaman menggunakan bagan warna daun serta penggunaan pupuk organik, menunjukkan bahwa para petani sangat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan praktik lapangan. Produk kompos yang dihasilkan pun memiliki kualitas yang baik, sehingga mampu menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman padi secara lebih optimal dibandingkan dengan teknik budidaya konvensional. Dari hasil kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa para petani mulai memahami dan menyadari pentingnya penerapan teknologi pengelolaan hara terpadu dalam budidaya tanaman padi.