Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Tepung Ubi Jalar Ungu dan Tepung Terigu Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Pada Klappertaart Sari, Jihan Renika; Priyono, Suko; Hartanti, Lucky
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7932

Abstract

Klappertaart merupakan salah satu kue khas Kota Manado Sulawesi Utara. Klappertaart menjadi dessert yang digemari karena memiliki cita rasa manis sekaligus lezat dan bertekstur lembut. Klappertaart muncul dari Manado pada waktu penjajahan Belanda, sehingga tampak jelas pengaruh periode kolonial itu pada bahan utama kue ini, yakni kelapa, susu, rum, dan tepung terigu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi proporsi optimal campuran dua jenis tepung untuk menghasilkan karakteristik sensoris pada produk klappertaart yang dihasilkan. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri sari satu faktor yaitu tepung terigu dan tepung ubi jalar ungu 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%) dengan 5 kali ulangan. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kadar abu,kadar asam lemak bebas, dan uji organoleptik . Hasil pengamatan diproses melalui analisis varians (a=5%) dan dilanjutkan dengan BNJ (a=5%). Perlakuan terbaik diuji menggunakan uji indeks efektivitas. Temuan membuktikan formulasi tepung memengaruhi mineral, FFA, dan cita rasa namun tidak berdampak pada kelembapan serta atribut sensoris lainnya. Berdasar uji indeks efektivitas perlakuan terbaik yang didapatkan yaitu perlakuan 25% tepung terigu : 75% tepung ubi jalar ungu dengan nilai 0,81 dengan hasil kadar air 47,21%, kadar abu 0,39%, asam lemak bebas 1,70% dan uji sensoris tekstur 3,53 rasa 3,70, kesukaan 3,67, aroma 3,77, dan warna 3,57.
SUHU ONSET GELATINISASI PATI SUKUN, BERAS MERAH, DAN UBI JALAR UNGU ASAL KALIMANTAN BARAT Zharfa, Afika Meisya; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.104346

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan potensi sumber pati lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam industri pangan. Pati dari sumber botani yang berbeda memiliki karakteristik termal yang beragam dan berpengaruh terhadap aplikasi pengolahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu onset gelatinisasi pati sukun, beras merah, dan ubi jalar ungu asal Kalimantan Barat sebagai dasar pemanfaatan pati lokal. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan eksploratif komparatif yakni membandingkan suhu onset gelatinisasi dari tiga sumber jenis pati. Pati diekstraksi melalui metode basah yang dimodifikasi, kemudian diuji suhu onset gelatinisasinya menggunakan pemanasan suspensi pati dan pengamatan perubahan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu onset gelatinisasi pati sukun, beras merah, dan ubi jalar ungu masing-masing sebesar 70°C ± 1,73; 71°C ± 1,40; dan 72°C ± 2,65. Perbedaan suhu onset gelatinisasi tersebut menunjukkan adanya pengaruh sumber botani terhadap stabilitas termal pati. Pati ubi jalar ungu memiliki stabilitas termal paling tinggi, diikuti oleh pati beras merah dan pati sukun. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan data karakteristik termal pati lokal yang dapat digunakan sebagai dasar pemilihan bahan baku untuk formulasi dan pengembangan produk pangan berbasis sumber daya lokal.
ANALISIS RENDEMEN PATI DARI BERBAGAI SUMBER TANAMAN LOKAL DI KALIMANTAN BARAT Azis, Debby Febyola; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.104489

Abstract

Starch is a major plant polysaccharide widely utilized as a raw material in the food industry, making the diversification of starch sources from local plants increasingly important. One key parameter in evaluating the potential of starch sources is starch yield, which reflects both starch content and extraction efficiency. This study aimed to analyze and compare the starch yield of three local plant sources from West Kalimantan, namely breadfruit (Artocarpus altilis), purple sweet potato (Ipomoea batatas), and red rice (Oryza sativa L.). The research was conducted using a randomized block design with one treatment factor, starch source, and three replications. Starch extraction was carried out through crushing, filtration, sedimentation, drying, and sieving processes, with several method modifications. Data were analyzed descriptively using quantitative approaches. The results showed that purple sweet potato produced the highest starch yield (9.14%), followed by red rice (8.28%), while breadfruit starch showed the lowest yield (2.23%). These differences were influenced by the biological and morphological characteristics of each raw material. This study provides preliminary scientific data on the starch yield of local plant resources from West Kalimantan, contributing to the development of alternative and sustainable starch sources for food and non-food applications.
Physicochemical Properties and Antimicrobial Activity of Red Meranti (Shorea leprosula) Wood Powder Extract Reski Agatri, Sagita; Raharjo, Dwi; Hartanti, Lucky
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 14 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agroindustrial and Biosystem Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2026.014.03.5

Abstract

Red meranti (Shorea leprosula) wood powder has potential as a natural preservative for coconut sap. This study investigated the effects of extraction temperature and time on the physicochemical properties and antimicrobial activity of red meranti wood powder extract. A randomized block design with two factors was used: extraction temperature (40, 50, 60, and 70 °C) and extraction time (30 and 60 min). Total phenolic, flavonoid, and alkaloid contents and antimicrobial activity against Saccharomyces cerevisiae were evaluated. The interaction between extraction temperature and time significantly affected all measured parameters. The optimum treatment was extraction at 70 °C for 30 min, yielding an inhibition zone of 37.32 mm, a total flavonoid content of 42.11 mg QE/g extract, a total phenolic content of 304.13 mg GAE/g extract, and a total alkaloid content of 2.76%.
Kajian Pembuatan Minuman Herbal Celup Kayu Sepang dengan Penambahan Jahe dan Daun Jeruk Purut Sebagai Minuman Fungsional rizki, rizki; Lestari, Retno Budi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula minuman herbal celup kayu sepang dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut sebagai minuman fungsional yang tepat dengan sifat fisikokimia terbaik dan sensori yang dapat diterima masyarakat. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 1 faktor perlakuan yang terdiri dari 6 taraf perlakuan.Taraf perlakuannya adalah: t0 (1g kayu sepang : 0g jahe : 0g daun jeruk purut), t1 (1 g kayu sepang : 0 g jahe : 1 g daun jeruk purut), t2 (1g kayu sepang : 0,25g jahe : 0,75g daun jeruk purut), t3 (1g kayu sepang : 0,50g jahe : 0,50g daun jeruk purut), t4 (1g kayu sepang : 0,75g jahe : 0,25g daun jeruk purut), t5 (1 kayu sepang : 1g jahe : 0 g daun jeruk purut), masing-masing perlakuan diulang 4 kali. parameter pengamatan meliputi: sifat fisikokimia minuman herbal celup kayu sepang , yaitu: kadar air (serbuk), kadar abu (serbuk), pH (serbuk dan seduhan), vitamin C (serbuk dan seduhan), total fenol (serbuk dan seduhan), jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut berpengaruh nyata terhadap vitamin C serbuk dan seduhan, pH serbuk dan seduhan, kadar air dan kadar abu serbuk, total fenol serbuk dan seduhan, rasa, aroma, warna, dan kesukaan. Perlakuan minuman herbal celup kayu sepang dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut terbaik adalah formula t3 (1g kayu sepang: 0,50g jahe : 0,50g daun jeruk purut) dengan karakter fisikokimia vitamin C 35,5 mg/100g (serbuk); 23 mg/100g (seduhan), pH 6,44 (serbuk); 6,26 (seduhan), kadar air 9,69% (serbuk), kadar abu 1,33(serbuk), total fenol 1,26% (serbuk); 0,97% (seduhan), total asam 2,44% (serbuk); 1,70% (seduhan), dengan karkter sensori aroma 3,28 (agak wangi), warna 3,07 (agak jingga), rasa 3,17 (agak pedas jahe), dan kesukaan 3,79 (suka).
KAJIAN PENAMBAHAN JAMUR TEMPE PADA FERMENTASI KRIM SANTAN TERHADAP KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Rina, -; Priyono, Suko; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah jamur tempe yang tepat dalam fermentasi krim santan pada pembuatan VCO. Penelitian ini dilaksanakan di labolatorium teknologi hasil pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dilakukan mulai Januari 2015 sampai dengan April 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan 4 ulangan yaitu r0= 0g, r1= 1 g, r2= 3g, r3= 5g, r4=7g, r5= 9g, r6= 11g. Variabel yang diamati adalah karakter fisikokimia dan sensori, hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi minyak VCO menghasilkan Rendemen 23,35%, ALB 0,21%, pH 4,09, Bilangan Iod 10,78%, dan kadar air 0,35%. Fermentasi minyak VCO berpengaruh nyata terhadap rendemen dan asam lemak bebas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH, bilangan iod dan kadar air berdasarkan uji fisikokimia dan sensori fermentasi minyak VCO 5g jamur tempe menghasilkan nilai terbaik (NP) : 3,34 Hasil analisis sensori terbaik yaitu 3,77 (suka), warna 3,70 (jernih), rasa 4,00 (khas kelapa), dan butir air 4,80 (sangat sedikit butir air).
KAJIAN PENAMBAHAN JAHE PADA KUALITAS MANISAN KERING BIJI KARET rabayani, astuti; rahayuni, tri; hartanti, lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.17086

Abstract

Manisan kering biji karet merupakan salah satu inovasi hasil olahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari penambahan jahe pada kualitas manisan biji karet yang dihasilkan. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 1 faktor perlakuan yaitu penggunaan penambahan jahe dengan 6 taraf perlakuan yaitu 0, 20,40,60, 80 dan 100 g jahe. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputi sifat fisikokimia dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jahe berpengaruh nyata terhadap lemak, karbohidrat, dan Total Padatan Terlarut serta berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, kadar abu, protein serta vitamin C. Perlakuan penambahan jahe terbaik adalah 80 g jahe dengan karakter fisikokimia berupa kadar air (7,80 %), kadar abu (4,18 %),protein (5,67 %), lemak (19,36 %), karbohidrat (61,94 %), Total Padatan Terlarut (40,50 0Brix) dan vitamin C (8,58 %) dengan karakter organoleptik terbaik yaitu rasa 3,86 (sangat pedas jahe), aroma 4,08 (wangi), tekstur 4,24 (renyah) dan kesukaan 3,9 (suka).
KAJIAN KUALITAS JELLY KERING LIDAH BUAYA (Aloe vera) DENGAN SUBSTITUSI NANAS (Ananas comosus. L) Sariffudin, Sariffudin; Priyono, Suko; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.7 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi lidah buaya dannanas terbaik pada pembuatan jelly kering lidah buaya dengan substitusi nanasberdasarkan sifat fisikokimia dan sensori. Penelitian ini menggunakan RancanganAcak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yang terdiri dari tujuh perlakuan yaitulidah buaya dengan substitusi nanas 100:0 %, 85:15 %, 70:30 %, 55:45 %, 40:6025:%,75 % dan 10:90%. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabelpengamatan meliputi kadar air, kadar abu, pH, total padatan terlarut, vitamin C,total asam, tingkat kekerasan dan uji sensori yang meliputi tekstur, keasaman, danwarna. Hasil penelitian terbaik jelly kering lidah buaya dengan substitusi nanasadalah lidah buaya 25 % dan nanas 75 % dengan hasil analisis kadar air (29,62%),kadar abu (0,79 %), pH( 3,60 ), total padatan terlarut (26,82 0brix), vitamin C(38,50 mg/100), total asam (7,92%), tingkat kekerasan (0,03 Kg Force). Hasil ujiorganoleptik terbaik yaitu tekstur 3,44 (keras), keasaman 3,80 (asam) dan warna3,68 (sangat kuning).Kata kunci : jelly kering, lidah buaya, nanas,substitusi
KAJIAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DAN JERUK SAMBAL (CITRUS MICOCARPA) PADA PEMBUATAN PERMEN JELLY Nurhayati, Nurhayati; Kusuma Dewi, Yohana Sutiknyawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.636 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi lidah buaya dan jeruk sambal untuk menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori dari permen jelly terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yang terdiri dari enam perlakuan lidah buaya : jeruk sambal yaitu 100 : 0 %, 90 : 10 %, 80 : 20 %, 70 : 30 %, 60 : 40 %, dan 50 : 50 %. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputi kadar abu, total asam, tingkat kekerasan dan uji sensori yang meliputi kekenyalan, rasa, dan warna. Hasil penelitian terbaik permen jelly lidah buaya dan jeruk sambal adalah lidah buaya 80 % dan jeruk sambal 20 % dengan hasil analisis kadar abu (0,49 %), total asam (0,12 %), dan tingkat kekerasan (0,17 kg force). Hasil uji organoleptik terbaik yaitu kekenyalan 3,24 (kenyal), rasa 2,64 (asam), dan warna 3,04 (kuning).
KARAKTERISTIK GIZI MAKANAN FERMENTASI TRADISIONAL KABUPATEN SANGGAU surianto, surianto; purwayanti, sulvi; hartanti, lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19798

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan gizi makanan fermentasi tradisional Kabupaten Sanggau yaitu pekasam ikan, peje ikan, jeruk rebung dan jeruk sawi. Variabel pengamatan meliputi pH, total asam, kadar garam, kadar air, kadar abu, protein, lemak dan kadar karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik produk fermentasi perikanan (pH, total asam, dan kadar garam) pekasam ikan dan peje ikan (pH 5,20-5,83, total asam 0,39-0,63, total garam 3,95-6,03%) lebih tinggi dibandingkan produk fermentasi sayuran jeruk rebung dan jeruk sawi (pH 4,20-5,63, total asam 0,14-0,24%, total garam 2,95-5,11%). Hasil komposisi gizi menunjukan kadar air produk fermentasi perikanan pekasam ikan dan peje ikan (kadar air 58,36-59,40%) lebih rendah dibandingkan kadar air produk fermentasi sayuran jeruk rebung dan jeruk sawi (kadar air 65,75-90,55%) sedangkan kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat produk fermentasi perikanan pekasam ikan dan peje ikan (kadar abu 16,35-18,13%, protein 4,02-4,46%, lemak 2,13-2,44%, karbohidrat 17,05-17,66%) lebih tinggi dibandingkan kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat produk fermentasi sayuran jeruk rebung dan jeruk sawi (kadar abu 2,25-16,52%, protein 1,66-1,75%, lemak 0,09-0,17%, karbohidrat 5,38-15,90%). Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar labeling makanan fermentasi tradisional Kabupaten Sanggau. Kata kunci : fermentasi, gizi, karakteristik, tradisional
Co-Authors - Rina, - ., Weliana A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afiqah, Nurul Ananda, Dzikri Maizan Apriana Apriana Arsito, Budi Ashari, Asri Mulya Aurelia, Michelle Putri Azhari, Adinda Salwa Azis, Debby Febyola Bambang Kurniadi, Bambang deviantika, deviantika Dwi Raharjo Esalson, Dela Ogusvita Eva Dolorosa EVA MAYASARI Fadliah Nur, Andi Denisa Faishal, Muhammad Faishal Ammar Fitriyani, Devi Nur Gusti Eva Tavita Gustini, Gustini Helena, Shifa Iman Suswanto Irwan Irwan Nurdiansyah, Syarif Iswanty, Trian Kapita, Puja Kukuh Hernowo Lestari, Desriani Lestari, Yessi Maherawati Maherawati, Maherawati Manalu, Fhebyta Solafide Maryanto - Mega Sari Juane Sofiana MULIANI, AKIEN Mutma'innah, Mustika Nindiya Nuraini, Michelle Nattaya Narerat Nuraini, Utin Nurhayati, Nurhayati Nurliza Nurliza Oke Anandika Lestari Oktaviandi, Audri Pangesti, Nira Aulia purwayanti, sulvi Purwayantie, Sulvi Putra, Cahyo Purnama Putri, Mega Carolina Qalbi, Chesarani Nur rabayani, astuti Rafdinal Rafdinal Rahmania Rahmania Rahmayani, Vivi Ramadianti, Tasya Aulia Reski Agatri, Sagita Retno Budi Lestari Rita Kurnia Apindiati Riza Linda Rizki Rizki Rokhaenah, Siti Rudin, Iswandi Sapta Sahid, Emif Rezqia Saputri, Nur Endah Sari, Bella Puspita Sari, Diah Puspita Sari, Jihan Renika Sariffudin Sariffudin Sholahuddin Siska Lestari Suko Priyono Supardi, Muhammad Surianto Surianto Syarifah Zahrah Tahirah Hasan Tarigas, Darsi Nian Tri Rahayuni Tridayanti, Devi Walufi, Cici Ayu Warsidah, Warsidah Widiawati, Helen Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi Yuliono, Agus Yunandar, Adrian Zharfa, Afika Meisya