Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN SUHU DAN LAMA PENGERINGAN PADA KUALITAS BAHAN BAKU BUBUR PEDAS KHAS NATUNA APRIANA, APRIANA; Rahayuni, Tri; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.143 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24303

Abstract

Bubur pedas Natuna adalah makanan tradisional melayu yang berbahan dasar beras dan beberapa rempah "“ rempah, yang biasa disajikan pada bulan Ramadhan maupun perayaan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan suhu dan lama pengeringan terbaik terhadap kualitas bahan baku bubur pedas khas Natuna. Penelitian dilaksanakan di Laboraturium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dimulai pada Maret sampai Agustus 2017. Rancangan penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial dalam RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 2 faktor perlakuan yaitu suhu (40 ËšC, 50 ËšC, 60ËšC) dan lama ( 4 jam, 5 jam, 6 jam) dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, karbohidrat dan sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji BNJ 5 %. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian pengeringan bahan baku bubur pedas khas Natuna menghasilkan kualitas terbaik dengan perlakuan suhu 60ËšC selama 6 jam. Bahan baku yang dihasilkan memiliki karakter fisikokimia dan sensori : rendemen 85, 39 %, kadar air 4,53 %, kadar abu 1,43 %, kadar lemak 7,48 %, kadar protein 0,006% dan karbohidrat 86,55 %. Hasil analisis sensori terbaik yaitu warna 3,70 (kuning), aroma 4,60 (sangat wangi khas bubur pedas), kerenyahan 4,50 (renyah) dan kesukaan 3,97 (suka).
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI MI BASAH DENGAN SUBSTITUSI UMBI TALAS KUKUS (Colocasia esculenta) Supardi, Muhammad; Purwayantie, Sulvi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28987

Abstract

Mi basah merupakan makanan berbahan dasar tepung terigu yang sangat populer. Pemakaian tepung terigu pada mi basah dapat disubstitusikan dengan bahan lain diantaranya umbi talas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi terbaik antara tepung terigu dan umbi talas kukus agar dihasilkan mi basah yang dapat diterima oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan umbi talas berpengaruh nyata terhadap kadar air, cooking time, warna dan tekstur. Perlakuan terbaik dimiliki oleh substitusi 10% umbi talas kukus. Sifat fisikokimia mi basah umbi talas memiliki rata-rata kadar air 28,46%, abu 0,82%, protein 9,29%, cooking loss 2,88% dan cooking time 5,32 menit. Hasil analisis hedonik terbaik yaitu warna 3,92 (suka), tekstur 3,76 (suka), rasa 3,52 (suka).Kata kunci: mi, substitusi, talas
KAJIAN BELIMBING WULUH (Averrhoa belimbi linn) SEBAGAI BAHAN PENGGUMPAL TAHU Rokhaenah, Siti; Kusuma Dewi, Yohana Sutiknyawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31460

Abstract

ABSTRACTTofu is a traditional food consumed by many Indonesia as a high source of protein. It is delicious and cheap. It is a soft food product which is made from a soybean processing. It utilizes the nature of protein which coagulates if acidified. The star fruit which contains high citric acid (92,6-133,8) can be used as a tofu coagulant. The purpose of this research was to gain the optimal amount of the extract of wuluh star fruit to be used as a tofu coagulant. Thus, it could result in the best tofu in terms of its physiochemical and sensory characteristics. The best treatment was gained from 7% extrac of wuluh star fruit. The physiochemical characteristics of tofu had 48,21% of water content, 2,39mg/100 mg of vitamin C, 0,06kg/force level of solidity, and 13,88g/100g protein. Mean while, the result of test of preference were taste by 3,76 (dislike), texture by 3,68 (dislike), fragrance 4,08 (like), and color 4,12 (like).Keyword: wuluh star fruit, coagulant, tafu
THE PURIFICATION OF USED PALM OIL USING BAGASSE AND BANANA "KEPOK" PEELS AS AN ADSORBENT MULIANI, AKIEN; PRIYONO, SUKO; HARTANTI, LUCKY
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.33788

Abstract

The purpose of this research is to know the best ratio based on the combination of the bagasse and banana "kepok" peels to the used palm oil purification. This research used Randomized Block Design one factor, the ratio formula of the combination bagasse and banana "kepok" peels (7 times treatment that is control, 0:100, 20:80, 40:60, 60:40, 80:20, and 100:0, 4 times replication). The data analyzed by ANOVA 5%, if there is significant treatment, then it continued by Turkey"™s (HSD Test). Data from hedonic analyzed by Friedman test. The result showed the combination of bagasse and banana "kepok" peels at ratio 100:0 is the best treatment. The quality of used oil are moisture content 0.35%, FFA 0.96%, relative density 0.956 g/mL, saponification 167.85 mg KOH/g and viscosity 0.56 cps. Organoleptic evaluation best result is colour 1.24 (yellow clear to bit yellow) and smell 1.4 (no rancid to bit rancid).
SINGKONG PATIENT OF FORMULATION (Manihot Utillisima) AND GELATIN ON PHYSICOCYMIC AND ORANOLEPTIC PROPERTIES OF MARSHMALLOW ., Weliana; Raharjo, Dwi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36348

Abstract

This study aims to determine the formulation of the use of cassava starch and gelatin on the physicochemical and organoleptic properties of marshmallows. This study used a Randomized Block Design (RBD) by 1 factor consisting of 7 levels formulation of cassava starch concentration. Each treatment was repeated 4 times to obtain 28 combination samples. Parameters of observation included water content, ash content, texture, total dissolved solids, and sensory. Effectiveness Index Test results showed that the best concentration was found in the best concentration was found in the addition of 4.65g cassava, 19,85g gelatin starch concentration, by the physcochemical and scusory properties water content was 19,93%, ash content was 1,62%, texture was 0,025kg, total dissolved solids were 26,30 °Brix. The best sensory test results were 4,72 (likes) sweetness, 4,72 (likes) texture, 4,72 (likes) color and 4,68 (likes) elasticity. Keywords: Cassava Starch, Formulations, Gelatin, Marshmallows
SINGKONG PATIENT OF FORMULATION (Manihot Utillisima) AND GELATIN ON PHYSICOCYMIC AND ORANOLEPTIC PROPERTIES OF MARSHMALLOW ., Weliana; Raharjo, Dwi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36352

Abstract

This study aims to determine the formulation of the use of cassava starch and gelatin on the physicochemical and organoleptic properties of marshmallows. This study used a Randomized Block Design (RBD) by 1 factor consisting of 7 levels formulation of cassava starch concentration. Each treatment was repeated 4 times to obtain 28 combination samples. Parameters of observation included water content, ash content, texture, total dissolved solids, and sensory. Effectiveness Index Test results showed that the best concentration was found in the best concentration was found in the addition of 4.65g cassava, 19,85g gelatin starch concentration, by the physcochemical and scusory properties water content was 19,93%, ash content was 1,62%, texture was 0,025kg, total dissolved solids were 26,30 °Brix. The best sensory test results were 4,72 (likes) sweetness, 4,72 (likes) texture, 4,72 (likes) color and 4,68 (likes) elasticity. Keywords: Cassava Starch, Formulations, Gelatin, Marshmallows
KARAKTERISTIK MINUMAN TRADISIONAL DI KABUPATEN MEMPAWAH SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Ramadianti, Tasya Aulia; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i3.102384

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alamnya dan aneka jenis minuman tradisional seperti air serbat dan sirup buah lakum dari Kabupaten Mempawah. Komposisi kedua minuman tradisional tersebut diketahui memiliki senyawa bioaktif bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, informasi tentang kandungan bioaktif pada kedua minuman ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan bioaktif air serbat dan sirup lakum sebagai minuman fungsional. Metode penelitian meliputi wawancara, penentuan objek dengan purposive sampling, dan uji senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, fenol, dan antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air serbat dan sirup buah lakum memiliki kandungan bioaktif yang berbeda-beda. Kadar alkaloid air serbat adalah 11,37%, sedangkan sirup lakum memiliki kadar 9,86%. Kandungan fenol pada sirup buah lakum lebih tinggi (583,07 mgGAE/100ml) dibandingkan air serbat (254,62 mgGAE/100ml). Kandungan flavonoid pada sirup buah lakum lebih tinggi (90,45 mgQE/100ml) dibandingkan air serbat (49,51 mgQE/100ml) dan air serbat memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi (45,97%) dibandingkan sirup lakum (37,13%). Kedua minuman tradisional ini memiliki potensi sebagai pangan fungsional dan dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan tentang manfaat kesehatan minuman tradisional.
KARAKTERISTIK KERIPIK TEMPE BERBASIS KACANG TANAH DENGAN VARIASI KONSENTRASI TEPUNG TAPIOKA Ananda, Dzikri Maizan; Lestari, Oke Anandika; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.105925

Abstract

Jumlah produksi kedelai di Indonesia tidak mampu memenuhi permintaan pasar sehingga dibutuhkan diversifikasi pangan terhadap kedelai untuk produk keripik tempe. Salah satu yang dapat digunakan adalah kacang tanah. Kacang tanah memiliki kandungan gizi yang baik untuk dimanfaatkan dalam pembuatan keripik tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi tapioka yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik keripik tempe berbasis kacang tanah terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan enam perlakuan konsentrasi tepung tapioka, yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar protein, kadar abu, asam lemak bebas (ALB), uji organoleptik, serta perlakuan terbaik.. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5%, uji lanjut BNJ 5%, uji Kruskal–Wallis, dan uji indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung tapioka berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar asam lemak bebas, serta seluruh atribut mutu uji organoleptik (warna, aroma, rasa, kerenyahan dan kesukaan keseluruhan) keripik tempe. Berdasarkan uji indeks efektivitas, formulasi terbaik diperoleh pada konsentrasi 10% tepung tapioka karena menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori yang paling baik.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI COOKIES TERSUBSTITUSI TEPUNG SUKUN (Artocarpus altilis) Yunandar, Adrian; Priyono, Suko; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.106525

Abstract

Cookies merupakan produk pangan kering dengan tekstur renyah, kadar air rendah, dan daya simpan relatif lama. Umumnya cookies dibuat dari tepung terigu, namun ketergantungan pada bahan impor mendorong diversifikasi dengan memanfaatkan bahan lokal seperti sukun yang kaya karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Pengolahan sukun menjadi tepung diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah serta penggunaannya dalam produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio terbaik tepung sukun sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan cookies berdasarkan karakteristik fisikokimia dan sensori. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu rasio tepung sukun dan tepung terigu yang terdiri dari lima taraf perlakuan, yaitu 0%:100%, 30%:70%, 40%:60%, 50%:50%, dan 60%:40%, dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan tepung sukun 50% : tepung terigu 50%. Karakteristik fisikokimia cookies pada perlakuan terbaik meliputi kadar air sebesar 3,66%, abu 2,83%, lemak 29,97%, protein 13,40%, dan karbohidrat 50,14%. Hasil uji sensori menunjukkan warna 3,60 (coklat), aroma 3,63 (sukun), rasa 3,43 (sukun) , tekstur 3,07 (renyah), dan keseluruhan 3,60 (suka).
KARAKTERISTIK ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN SARI JERUK SAMBAL (Citrus microcarpa Bunge) maryanto, maryanto; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.106530

Abstract

Jeruk sambal (Citrus microcarpa Bunge) merupakan buah lokal yang kaya vitamin C dan senyawa bioaktif, namun pemanfaatannya masih terbatas sebagai bahan pelengkap makanan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi penambahan sari jeruk sambal yang menghasilkan karakteristik es krim terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yaitu konsentrasi sari jeruk sambal yang terdiri atas enam taraf perlakuan (0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5%) dengan empat kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kecepatan leleh, warna (L*, a*, b*), pH, dan sifat organoleptik (warna, rasa, aroma, dan tekstur). Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%, dilanjutkan dengan uji BNJ 5% apabila berbeda nyata, sedangkan data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari jeruk sambal berpengaruh nyata terhadap nilai kecerahan (L*), pH, dan tekstur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kecepatan leleh, nilai a*, b*, warna, rasa, dan aroma. Berdasarkan uji indeks efektivitas, perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan sari jeruk sambal 5% dengan karakteristik daya leleh 34,89 menit/20 g, nilai L* 86,27, a* 1,59, b* 25,26, pH 4,81, serta tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur masing-masing sebesar 3,63; 3,80; 3,73; dan 3,97 (kategori suka).
Co-Authors - Rina, - ., Weliana A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afiqah, Nurul Ananda, Dzikri Maizan Apriana Apriana Arsito, Budi Ashari, Asri Mulya Aurelia, Michelle Putri Azhari, Adinda Salwa Azis, Debby Febyola Bambang Kurniadi, Bambang deviantika, deviantika Dwi Raharjo Esalson, Dela Ogusvita Eva Dolorosa EVA MAYASARI Fadliah Nur, Andi Denisa Faishal, Muhammad Faishal Ammar Fitriyani, Devi Nur Gusti Eva Tavita Gustini, Gustini Helena, Shifa Iman Suswanto Irwan Irwan Nurdiansyah, Syarif Iswanty, Trian Kapita, Puja Kukuh Hernowo Lestari, Desriani Lestari, Yessi Maherawati Maherawati, Maherawati Manalu, Fhebyta Solafide Maryanto - Mega Sari Juane Sofiana MULIANI, AKIEN Mutma'innah, Mustika Nindiya Nuraini, Michelle Nattaya Narerat Nuraini, Utin Nurhayati, Nurhayati Nurliza Nurliza Oke Anandika Lestari Oktaviandi, Audri Pangesti, Nira Aulia purwayanti, sulvi Purwayantie, Sulvi Putra, Cahyo Purnama Putri, Mega Carolina Qalbi, Chesarani Nur rabayani, astuti Rafdinal Rafdinal Rahmania Rahmania Rahmayani, Vivi Ramadianti, Tasya Aulia Reski Agatri, Sagita Retno Budi Lestari Rita Kurnia Apindiati Riza Linda Rizki Rizki Rokhaenah, Siti Rudin, Iswandi Sapta Sahid, Emif Rezqia Saputri, Nur Endah Sari, Bella Puspita Sari, Diah Puspita Sari, Jihan Renika Sariffudin Sariffudin Sholahuddin Siska Lestari Suko Priyono Supardi, Muhammad Surianto Surianto Syarifah Zahrah Tahirah Hasan Tarigas, Darsi Nian Tri Rahayuni Tridayanti, Devi Walufi, Cici Ayu Warsidah, Warsidah Widiawati, Helen Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi Yuliono, Agus Yunandar, Adrian Zharfa, Afika Meisya