Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN MIKROBIOTA VAGINA WANITA MENOPAUSE DI KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA, INDONESIA Purnamasari, Nur Indah; Indriastuti, Diah; Mulyawati, Sufiah Asri; Purnamasari, Yenti
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.10274

Abstract

Menopause adalah sesuatu  yang akan dialami oleh seorang perempuan jika berusia panjang. Perubahan hormon yang terjadi menyebabkan berbagai perubahan fisiologis bahkan dapat menjadi ketidakseimbangan dan menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak dikelola dengan baik. Infeksi urogenital merupakan salah satu penyakit yang sering ditemui pada wanita menopause, hal ini dapat  dicegah jika deteksi dini dapat dilakukan untuk menghindari disbiosis menjadi penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran secara umum mengenai  keseimbangan mikrobiota vagina wanita menopause yang telah mengalami penurunan kadar hormon reproduksi. Penelitian ini dilaksanakan pada  bulan April hingga Agustus 2024 di Kota Kendari Sulawesi Tenggara,  Indonesia. Penelitian ini melibatkan 35 sampel wanita menopause sebagai sampel yang dikumpulkan dengan metode total  sampling. Terhadap  keseluruhan sampel  dilakukan pengambilan sampel swab vagina dan dilakukan pemeriksaan mikroskopis langsung dengan menggunakan KOH 10% untuk melihat keberadaan Candida dan pewarnaan gram untuk melihat keberadaan bakteri. Dari  hasil penelitian ini didapatkan 26 (74,3%) sampel mengalami bacterial vaginosis (BV), 6 (17,1%) sampel menunjukkan kondisi intermediate, dan 3 (8,6%) sampel dinyatakan sehat. Ini menujukkan bahwa wanita menopause di  Kota Kendari mayoritas mengalami disbiosis mikrobiota vagina.
Pemetaan Derajat Kesadaran PHBS Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pengunjung Tempat Wisata Delisha Resort, Konawe mulyawati, Sufiah asri; Asmaningdiah, Mariana; Sudayasa, I Putu; Indriastuti, Diah; Bariq Kinayoh, Nuraniar; Purnamasari, Yenti; Alvionita, Dewinta Nur
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 1 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i1.1488

Abstract

The Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) program is a form of health promotion that aims to encourage individuals, families, groups, and communities to live in a clean and healthy environment. In public places such as tourist attractions, the implementation of PHBS is crucial to prevent the spread of disease and create a safe and comfortable environment for all visitors. This service activity aims to identify the extent to which the level of education affects the understanding and application of PHBS in a tourist site environment. The activity was carried out at Delisha Resort, Konawe Regency, Southeast Sulawesi on June 21, 2025. The activity stages include planning, implementation, and evaluation. The method used was quantitative descriptive survey with accidental sampling technique and distribution of closed questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics to see the distribution of education levels and the degree of awareness of PHBS. The results obtained were that the majority of visitors to tourist attractions had a very good degree of PHBS awareness. The conclusion of this service activity is that the majority of respondents who have middle and higher education backgrounds show a very good level of PHBS awareness.
PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA KELURAHAN ANDUONOHU TAHAP I : PENYULUHAN KESEHATAN DAN PELATIHAN MENYULUH Indriastuti, Diah; Rangki, La; Prasetya, Fikki; Ajurid, Muhammad Akbar Fala Iqra; Hadzal, Muh. Ghozi; Tahiruddin, Tahiruddin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57798

Abstract

Stunting is a major problem currently being faced by the health world, including Indonesia. Pregnant women receive health education related to stunting prevention, but stunting cases are still increasing, so treatment using various techniques is needed. Partnership and empowerment of cadres are not enough if advocacy and atmosphere building are still ignored. This community partnership empowerment (PKM) activity aims to improve the ability of posyandu (Integrated Health Service Post) cadres as health educators and companions for pregnant women in the community in terms of reducing the risk of stunting from the fetal stage. Its implementation is in two stages, namely: Stage 1, providing health education to improve cadres' knowledge about stunting and counseling training; and Stage 2, supervising cadres' counseling abilities. The results of the implementation of PKM Stage 1 showed an increase in cadres' knowledge about stunting material and how to provide counseling. This community service activity was welcomed by cadres and stakeholders. The outcomes of this activity included increased cadre knowledge, dissemination of health promotion media, and a memorandum of understanding between Anduonohu Village and the Faculty of Medicine, Halu Oleo University regarding efforts to improve public health.Stunting menjadi masalah utama yang sedang dihadapi oleh dunia kesehatan termasuk Indonesia. Ibu hamil menerima penyuluhan kesehatan terkait pencegahan stunting, namun kasus stunting masih meningkat sehingga diperlukan penanganan dengan teknik yang beragam. Kemitraan dan pemberdayaan kader belum cukup jika advokasi dan bina suasana masih diabaikan. Kegiatan pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader posyandu sebagai penyuluh kesehatan dan pendamping ibu hamil di masyarakat dalam hal menurunkan risiko stunting sejak dari janin. Pelaksanaannya dalam 2 tahapan, yaitu tahap 1 pemberian penyuluhan kesehatan guna meningkatkan pengetahuan kader mengenai stunting dan pelatihan menyuluh serta, tahap 2 supervisi kemampuan menyuluh kader. Hasil pelaksanaan kegiatan PKM tahap 1 menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan kader mengenai materi stunting dan cara memberikan penyuluhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disambut baik oleh kader dan stakeholder, hasil kegiatan ini berupa pengingkatan pengetahuan kader, penyebaran media promosi kesehatan dan nota kesepahaman antara Kelurahan Anduonohu dan Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo dalam hal upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Evaluasi Kinerja Kader Posyandu Kesehatan Ibu dan Anak Sebagai Penyuluh Stunting di Anduonohu Indriastuti, Diah; Rangki, La; Prasetya, Fikki; Tahiruddin, Tahiruddin; Ajurid, Akbar Fala Iqra; Hadzal, Muh. Ghozi
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 2 (2025): Journal Of Community Health Development Terbitan Bulan Juli 2025
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.2.16732

Abstract

Stunting masih menjadi masalah serius. Stunting mulai terjadi sejak janin masih dalam kandungan. Rendahnya pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak yang normal menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting. Pembelajaran sejak dini bagi ibu hamil sangat penting salah satunya diperoleh dari kader Posyandu. Kader belum memahami dan menyadari bahwa stunting dapat berisiko sejak dalam kandungan. Kader merasa kurang percaya diri dalam memberikan penyuluhan, sehingga diperlukan peningkatan keterampilan penyuluhan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengevaluasi kinerja kader Posyandu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai penyuluh tentang pencegahan stunting. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan supervisi terhadap keterampilan penyuluhan kader. Responden pengabdian masyarakat ini sebanyak 30 kader. Supervisi dan monitoring terhadap keberlangsungan kegiatan dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat. Analisis data menggunakan uji Paired T-test. Hasil evaluasi pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menyuluh dan kemampuan organisasi peran kader Posyandu KIA. Evaluasi kinerja kader sangat penting dilakukan guna menilai kemampuan pengetahuan dan keterampilan sehingga kader mampu menerapkan promosi tentang upaya pencegahan stunting di masyarakat.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kecacingan Di SDN 1 Wulonggere Selama Pandemi Kecamatan Polinggona Kab.Kolaka Marwana, Marwana; Indriastuti, Diah; Rosjidi, Cholik Harun; Supryatno, Adi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 4 No 03 (2023): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 04 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Infeksi cacing merupakan masalah yang paling sering dihadapi oleh anak usia sekolah dasar. Jika tidak segera ditangani, infeksi kecacingan akan menjadi masalah serius yang dapat membahayakan kesehatan anak, salah satunya malnutrisi. Cacing menyerap nutrisi dari tubuh, yang mengganggu perkembangan mental dan fisik, membuat resistensi cacing. Cacingan juga dapat mengakibatkan kematian pada anak ketika jumlah cacing dalam tubuh terlalu banyak dan cacing berpindah ke organ lain seperti paru-paru wawancara yang dilakukan pada Orang tua siswa Di SDN 1 Wulonggere di temukan 9 orang yang tidak tahu Tentang Kecacingan dan Cara Penularanya maupun cara Pencegahanya dan Dari hasil opservasi pada di Lakukan di SDN 1Wulonggere Banyak siswa yang jajan Sembarangan tidak mencuci Tangan saat makan Bahkan ada yang Memiliki kuku yang panjang dan kotor Saat Bermain di Pada Jam Istirahat mereka bermain Lari-larian Tampa menggunakan alas kaki. Metodologi penelitian ini adalah cross sectional. Jenis data primer yang digunakan peneliti di SDN 1 Wulonggere, yaitu dengan mengumpulkan data langsung dari siswa melalui distribusi langsung. Hasil uji statistik chi square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan kejadian kecacingan di SDN 1 Wulonggere pada masa pandemi, dengan p-value 0,05. Ibu dengan pengetahuan cukup memiliki proporsi sampel tertinggi kecacingan, sedangkan ibu dengan pengetahuan baik memiliki proporsi terendah dengan kecacingan. Diketahui ibu dengan Pengetahuan kurang sebanyak 13 atau (33.3%), ibu dengan pengetahuan cukup sebanyak 16 atau (41.0%) dan ibu dengan pegetahuan baik sebanyak 10 atau (256%) Diharapakan ibu dan siswa Membiasakan Perilaku hidup bersih Dan sehat, menggunakan alas kaki,dan,membiasakan,cuci tangan Abstract. Worm infections are the most common problem faced by elementary school age children. If not treated immediately, worm infections will become a serious problem that can endanger the child's health, one of which is malnutrition. Worms absorb nutrients from the body, which disrupts mental and physical development, creating worm resistance. Worms can also cause death in children when the number of worms in the body is too much and the worms move to other organs such as the lungs. Interviews conducted with parents of students at SDN 1 Wulonggere found 9 people who did not know about worms and how they are transmitted or how to prevent them. and from the results of observations carried out at SDN 1 Wulonggere, many students who snack carelessly don't wash their hands when eating. Some even have long and dirty nails. When playing at break times, they run around without wearing footwear. This research methodology is cross sectional. The type of primary data used by researchers at SDN 1 Wulonggere is by collecting data directly from students through direct distribution. The results of the chi square statistical test showed that there was a significant relationship between maternal knowledge and the incidence of worms at SDN 1 Wulonggere during the pandemic, with a p-value of 0.05. Mothers with sufficient knowledge had the highest proportion of worms in the sample, while mothers with good knowledge had the lowest proportion of worms. It is known that mothers with poor knowledge are 13 or (33.3%), mothers with sufficient knowledge are 16 or (41.0%) and mothers with good knowledge are 10 or (256%) It is hoped that mothers and students will get used to clean and healthy living behavior, using footwear. ,and,make a habit of washing your hands.
Pendampingan Pemberian Green Smoothies Pakcoy Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Mayangsari, Riska; indriastuti, Diah
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 1 No 01 (2020): K2JCE : Karya Kesehatan Journal of Community Engagement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v1i01.485

Abstract

Abstrak. Hipertensi menjadi salah satu penyebab kasus kematian dan kesakitan di Indonesia. Keadaan peningkatan tekanan darah menjadi faktor utama morbiditas dan mortalitas akibat hipertensi. Hipertensi yang tidak teratasi dapat menyebabkan gangguan kesehatan diantaranya gelisah, sesak nafas, nausea, vomiting, fatigue, insomnia, impotensi, ensepalopati hipertensif dan masih banyak lagi. Penatalaksanaan pada kejadian hipertensi dapat diberikan dengan cara farmakologis dan non farmakologis.. Pendekatan farmakologis diantaranya dengan memberikan obat antihipertensi pada pasien yang dikarakteristikkan pada penderita hipertensi derajat 1 dengan peningkatan tekanan darah selama 6 bulan berturut-turut. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada pasien hipertensi dalam mengkonsumsi Green Smoothies Pakchoy sebagai pangan alternative untuk menurunkan tekanan darah. Metode kegiatan yang digunakan dalam kegiatan ini memberikan pendampingan pemberian Green smoothies pakcoy sebanyak 400 ml/hari setiap pagi selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah pada hari pertama sebelum pemberian, pada hari ke-4 untuk mengontrol tekanan darah dan satu hari setelah pemberian green smoothies pakcoy Abstract. Hypertension is one of the causes of death and morbidity in Indonesia. The state of increased blood pressure is a major factor in morbidity and mortality due to hypertension. Unresolved hypertension can cause health problems including anxiety, shortness of breath, nausea, vomiting, fatigue, insomnia, impotence, hypertensive encephalopathy, and many more. Management of hypertension can be given by pharmacological and non-pharmacological methods. Pharmacological approaches include giving antihypertensive drugs to patients characterized by grade 1 hypertension with increased blood pressure for 6 consecutive months. This service aims to provide assistance to hypertensive patients in consuming Green Smoothies Pakchoy as an alternative food to lower blood pressure. The activity method used in this activity provides assistance in providing 400 ml of Pakcoy Green smoothies/day every morning for 7 days. Measurement of blood pressure on the first day before administration, on the 4th day, to control blood pressure, and one day after giving green smoothies.
Terapi Refleksi Pijat Kaki Untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Di Masyarakat Kelurahan Bungkutoko Indriastuti, Diah; Tahiruddin, Tahiruddin; Rosjidi, Cholik Harun; Jumatrin, Nur Fitriah; Dhesa, Desiderius Bella
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 4 No 2 (2023): Karya Kesehatan Journal of Community of Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v4i2.1141

Abstract

Abstrak. Hipertensi merupakan penyakit yang banyak dialami oleh masyarakt pesisir salah satunya masyarakat di Keluarahan Bungku Toko. Selain pola makan, kerasnya pekerjaan Masyarakat pesisir seringkali menyebabkan kekakuan pada beberapa ektremitas sehingga menimbulkan kelelahan. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya kesadaran Masyarakat dalam mengenali gejala hipertensi dan rendahnya keinginan masyarakat pesisir menggunakan fasilitas kesehatan dalam perawatan kesehatan. Terapi refleksi pijat kaki merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk pemeliharaan kesehatan Masyarakat secara mandiri. Pengabdian kepda Masyarakat ini dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab dan praktek. Hasilnya masyarakt antusias mengikuti kegiatan dan berupaya mengasai teknik refleksi pijat kaki untuk mengurangi gangguan masalah kesehatan berupa hipertensi. Disarankan masyarakat memperbaiki pola makan dan istirahat yang baik guna menghindari kejadia hipertensi yang lebih lanjut dan dalam menjaga tekanan darah dalam kondisi stabil. Abstract. Hypertension is a disease that is experienced by many coastal communities, one of which is the community in Bungku Toko Village. Apart from diet, the hard work of coastal communities often causes stiffness in several extremities, resulting in fatigue. This condition is exacerbated by the lack of public awareness in recognizing the symptoms of hypertension and the low desire of coastal communities to use health facilities for health care. Foot massage reflexology therapy is a complementary therapy that can be used to maintain people's health independently. This community service is carried out using lecture, question and answer and practice methods. As a result, people enthusiastically took part in the activities and tried to master reflexology foot massage techniques to reduce health problems in the form of hypertension. It is recommended that people improve their diet and rest well to avoid further incidents of hypertension and to maintain blood pressure in a stable condition
Pendidikan Kesehatan : Mengenal Gejala Dini Penyakit Stroke di Kelurahan Bungkutoko Susanti, Risqi Wahyu; Indriastuti, Diah; Tahiruddin, Tahiruddin
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 4 No 2 (2023): Karya Kesehatan Journal of Community of Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v4i2.1144

Abstract

Abstrak. Stroke adalah penyebab utama kedua kematian di dunia sebesar 11,6% dari total kematian dan urutan ketiga penyebab kecacatan sebesar 5,7%, di Indonesia penyakit stroke merupakan penyebab utama kematian penduduk di atas usia 5 tahun yaitu sebesar 15,4% dari semua penyebab kematian. Data awal yang ditemukan di kelurahan Bungkutoko pada tahun 2017, terdapat 38 lansia, penderita hipertensi dan diabetes melitus. Berdasarkan data riskesdas bahwa lansia merupakan kelompok usia yang sangat banyak terkena stroke. Penyakit hipertensi dan diabetes melitus termasuk dalam faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi sedangkan usia merupakan faktor risiko stroke yang tidak dapat dimodifikasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang gejala dini dan penanganan penyakit stroke pada individu yang berisiko terkena stroke atau keluarga yang memiliki anggota keluarga yang berisiko terkena stroke. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan penyuluhan kesehatan menggunakan median leafleat dan slide/flip chart.. Kegiatan diikuti oleh 24 orang ibu-ibu dalam jadwal rutin senam lansia dengan antusias peserta menanyakan dan berkonsultasi masing-masing keluhan yang dialami terkait tanda gejala ringan stroke. Abstract. Stroke is the second leading cause of death in the world at 11.6% of total deaths and the third cause of disability at 5.7%. In Indonesia, stroke is the main cause of death for people over the age of 5, namely 15.4% of all causes. death. Initial data found in Bungkutoko sub-district in 2017, there were 38 elderly people, sufferers of hypertension and diabetes mellitus. Based on riskesdas data, the elderly are the age group most frequently affected by stroke. Hypertension and diabetes mellitus are modifiable risk factors for stroke, while age is a non-modifiable risk factor for stroke. This activity aims to provide knowledge about early symptoms and treatment of stroke for individuals who are at risk of stroke or families who have family members who are at risk of stroke. The community service method was carried out by providing health education using median leaflets and slide/flip charts. The activity was attended by 24 mothers on a routine elderly exercise schedule, with participants enthusiastically asking and consulting each complaint they experienced regarding signs of mild symptoms of stroke.
Efforts to Increase Mothers' Knowledge About Postpartum Blues Rahmawati, Rahmawati; Mujahid, Edy Husnul; Kusnan, Adius; Saida, Saida; Sukurni, Sukurni; Indriastuti, Diah
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i1.504

Abstract

Postpartum blues, also known as baby blues, is a common emotional condition experienced by mothers after childbirth. If not properly addressed, it can significantly affect the mother's mental health and overall family well-being. Limited awareness of postpartum blues, particularly in Nambo Village, Kendari City, has driven the implementation of this community service initiative. The objective was to improve pregnant women’s understanding of the symptoms, causes, as well as strategies to manage and prevent postpartum blues.The activity was conducted on Saturday, November 2, 2024, at the Nambo Village Hall, involving a team of lecturers from the Faculty of Medicine, Halu Oleo University. The methods used included interactive counseling, group discussions, simulations, and the distribution of educational materials. A total of 25 pregnant women participated in the program. Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure the increase in participants' knowledge.Results indicated an 85% improvement in participants' understanding after the counseling session. This initiative successfully raised awareness and enhanced the understanding of pregnant women about postpartum blues, while also encouraging openness in discussing mental health issues. The intervention demonstrated that community-based education can serve as a strategic approach to improving maternal and family health quality. Moving forward, follow-up programs are needed to strengthen and sustain the positive impacts achieved through this activity.
Co-Authors Abdul Azis Harun Adius Kusnan Ajurid, Akbar Fala Iqra Ajurid, Muhammad Akbar Fala Iqra Alvionita, Dewinta Nur Ambo Sakka Ananda, Siti Hadrayanti Anggi Nurza’da Pebrianti M Ani Margawati Asmaningdiah, Mariana Asrul, Muhamad Bariq Kinayoh, Nuraniar Chaidirman Chaidirman Devi Savitri Effendy Dhesa, Desiderius Bella Edy Husnul Mujahid Ellyani Abadi Elpinar Elpinar Elyasari Elyasari Elyasari, Elyasari Ema Nengsyi EMIRIA AHMAD PINTO Febriana Muchtar Fikki Prasetya Habib Ihsan Mowwuta Hadzal, Muh. Ghozi Hasrima, Hasrima Herman Herman Herman Herman Hesmina Puspita Sari I Putu Sudayasa, I Putu Indri Agustin Irwan, Andi Masyitha IRWANTO Irwanto Irwanto Ismawati Ismawati Jeyma Ordonez Sahalul Jeyma Sahalul Ordonez Joko Gunawan Kemal Idris Balaka kusnan, adius La Ode Rahmat cahyadi Lizanti Rizal Mariana Mariana Mariana Mariana Marwana, Marwana Mayangsari, Riska Mien Mien Mien Mien Mien Mien Mien, Mien Misrawati T Badudin Misrawati T. Badudin Muh. Syawal Muhamad Asrul Muhammad Jasmin Muhammad Rustam HN Muhammad syahwal Mujahid, Edy Husnul Mulyawati, Sufiah Asri Musdalifah Musdalifah Narmawan Narmawan Narmawan Narmawan, Narmawan Narmi Narmi Narmi Narmi Nina Nurnaningsih Nur Fitriah Jumatrin Nurhayati Nurhayati Nurullya Rachma Prasetya, Fikki Purnamasari, Nur Indah Purnamasari, Yenti Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Ramadhan Tosepu rangki, la Rina Puspita Purnamasari Riska Mayangsari Riska Mayangsari Risnawati Risnawati Romantika, I Wayan Rosjidi, Cholik Harun Saida Saida, Saida Sari, Hesmina Puspita Satriya Pranata Siti Umrana Sri Marsita Sukurni Sukurni, Sukurni Supryatno, Adi Susanti, Risqi Wahyu Syahrul Syahrul Tahiruddin Trinala Mis Astuti Tuti Dharmawati Yeti Sutisna