Articles
PROFIL PERESEPAN PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SUNGAI ULIN PERIODE OKTOBER 2020
Normaidah Normaidah;
Amalia Risna;
Jauhar Latifah;
Linda Permata Sari;
Ronalisa Ronalisa;
Henny Maryani;
Difa Intannia
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36387/jifi.v5i1.913
Hypertension is a disease that often causes death because many people do not realize it. People have hypertension if the blood pressure above 140/90 mmHg after regular checking. In Sungai Ulin Public health center, hypertension is the second-highest disease. The study aimed to determine the characteristics of hypertensive patients and the profile of prescribing the use of anti-hypertensive drugs in outpatients in the period October 2020 at Sungai Ulin Public health center. This research is an observational descriptive study using retrospective data with the inclusion criteria. A population of all prescription anti-hypertensive drugs given to outpatients in the period October 2020 in Sungai Ulin Public health center (87 prescriptions). The results showed the percentage of prescription use of anti-hypertensive drugs, namely women who received more anti-hypertensive prescriptions as many as 59 (65,02%) prescriptions, while the age criteria from > 65 years was (26,43%). The majority of drugs were given in Puskesmas Sungai Ulin was amlodipine with a percentage of 72,41%.
Self Medication’s Description of Skin Disease In Martapura Regional Community
Herningtyas Nautika Lingga;
Difa Intannia
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 5 No 1 (2021): September 2021
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Skin disease is often occurs in wetland areas that can be treated with self-medication. This study aimed to describe skin disease’s self-medication in the community in the Martapura area. This study was a descriptive with a cross sectional design with respondents as many as 100 visitors to the Martapura Health Center who have experienced skin disorders or diseases. The instrument used was a questionnaire and the analysis carried out was univariate analysis. The results showed that the characteristics of the community who practiced self-medication were mostly in the age range of 25 - 60 years with the male gender, the latest high school education and self-employed work. Most places to live in densely populated neighborhoods. This study concluded that skin disease’s self-medication was carried out by the community is based on the reasons for doing self-medication because of time and previous experience, with the most places to buy drugs in pharmacies. The most common type of skin disease is a fungal infection with the drugs used are anti-fungal and other such as herbal medicines.
INTERAKSI OBAT TERHADAP PERESEPAN ANTIPSIKOTIK PASIEN SKIZOFRENIA DIRUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2011
Aristha Novyra Putri;
Yugo Susanto;
Difa Intannia
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 1 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Skizofrenia merupakan penyakit kronik yang membutuhkan terapi antipsikotik jangka panjang sehingga sangat mungkin dalam proses terapi ditemukan permasalahan dalam penggunaan antipsikotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase peresepan antipsikotik; persentase adanya potensi interaksi obat; persentase interaksi obat secara farmakokinetik, farmakodinamik, dan keduanya; dan persentase interaksi obat pada fase farmakokinetik, farmakodinamik, dan keduanya baik yang menaikkan maupun menurunkan efek. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kalimantan Selatan tahun 2011 yang memenuhi criteria inklusi, dimana jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 471. Hasil penelitian menunjukkan persentase peresepan antipsikotik haloperidol dan Chlorpromazine sebesar 37.99% dan 29.19%. Persentase potensi adanya interaksi obatdariterapisecarakombinasisebesar 69.6%,dimana persentase interaksi farmakokinetik, farmakodinamik, dan keduanya sebesar 2.96%, 3.45%,dan 93.6%.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Tepat Obat Dan Tepat Dosis Pada Pasien Appendicitis Rawat Inap Di RSUD “X” Tahun 2018
Gusti Rizky Puspa Ramadhani;
Intannia Difa;
Rina Astiyani Jenah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22236/farmasains.v8i2.5990
Appendicitis merupakan salah satu penyakit abdomen akut karena adanya inflamasi atau infeksi bakteri pada apendiks vermiformis. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan pola penggunaan antibiotik pada pasien appendicitis rawat inap dan mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik (tepat obat dan tepat dosis) pada pasien appendicitis rawat inap di RSUD “X”. Desain penelitian ini observasional yang bersifat deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh data rekam medis pasien dengan diagnosis appendicitis di RSUD “X” selama tahun 2018 dengan kriteria inklusi penelitian adalah rekam medis pasien yang mendapatkan antibiotik dan kriteria eksklusi adalah rekam medis tidak lengkap dan tidak ditemukan serta terapi antibiotik dihentikan karena pasien pulang paksa, meninggal <48 jam, dirujuk dan pindah. Data diievaluasi dengan menyesuaikan jenis obat dan diagnosis pasien yang tepat sesuai dengan drug of choice yang tertera di guideline IDSA, SIS, dan AMMI Canada. Hasil penelitian menunjukkan golongan dan jenis antibiotik yang paling banyak digunakan adalah terapi tunggal sefalosporin dengan jenis antibiotik ceftriaxone (50,98%) diikuti dengan kombinasi ceftriaxone-metronidazole (31,37%). Rute pemberian paling banyak digunakan yaitu intravena sebesar 98,04% dan durasi pemberian antibiotik paling banyak selama 4-6 hari sebesar 60,78%. Ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan tepat obat diperoleh 23,53%. Ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan tepat dosis diperoleh 64,71%.
Hubungan Persepsi Terhadap Iklan Obat Laksatif di Televisi dengan Perilaku Swamedikasi Masyarakat di Kelurahan Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan
Noor Cahaya;
Sriyatul Adawiyah;
Difa Intannia
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (847.048 KB)
Obat laksatif merupakan obat yang digunakan untuk melancarkan buang air besar pada kondisi sembelit. Informasi mengenai obat ini sering didapatkan melalui iklan di televisi yang akan berpengaruh pada perilaku swamedikasi (pengobatan sendiri). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara persepsi terhadap iklan obat laksatif dengan perilaku swamedikasi menggunakan obat laksatif. Metode penelitian adalah survei analitik dengan teknik quota sampling berdasarkan kriteria inklusi: penduduk Kelurahan Sungai Besar dan berusia ≥ 17 tahun, bersedia menjadi responden, pernah melihat iklan laksatif di televisi, dan menggunakan obat laksatif secara swamedikasi. Sampel penelitian sebanyak 62 responden. Hasil penelitian menunjukkan, persepsi responden terhadap iklan obat dalam pengobatan sendiri diperoleh sebesar 77,4% terpengaruh dan 22,6% tidak terpengaruh. Perilaku swamedikasi yang dilakukan oleh responden diperoleh sebesar 37,1% rasional dan 62,9% tidak rasional. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat hubungan antara persepsi terhadap iklan obat dengan perilaku swamedikasi (P value = 0,000).
EDUKASI PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN DIARE ANAK MENGGUNAKAN EXPERIENTAL METHODS PADA IBU-IBU PKK DI DESA PASAR KEMIS KABUPATEN BANJAR
Muhammad Ikhwan Rizki;
Herningtyas N. Lingga;
Valentina Meta Srikartika;
Difa Intannia
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 2 No 1 (2022): JBN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.654 KB)
Diarrhea is a condition in which there is an increase in the frequency of bowel movements, and a decrease in the consistency (mass) of feces. Pasar Kemis Village is located in Banjar Regency, South Kalimantan Province, which still uses latrines on the banks of the river to defecate. Experiential methods are training methods that prioritize flexible and dynamic communication using visual aids or videos that can be used as educational methods. The purpose of the activity is to increase the knowledge of PKK mothers in the prevention and treatment of diarrhea in children. Community service activities began with the socialization of activities to the Village Head and PKK mothers, pretests on knowledge related to diarrhea in children, delivery of material using experiential methods, question and answer discussions, and evaluation of activities using questionnaires. The results of the implementation of community service in Pasar Kemis Village, Kertak Hanyar District, Banjar Regency using experiential methods showed that there was an increase in the knowledge of PKK mothers about the prevention and treatment of diarrhea in children from 55.43% to 86.62%..
Edukasi Terkait Diabetes Mellitus dan Hipertensi pada Kader Posbindu di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 1
Difa Intannia;
Herningtyas Nautika Lingga;
Prima Happy Ratnapuri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JAMSI - November 2022
Publisher : CV Firmos
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54082/jamsi.558
Diabetes Mellitus (DM) dan Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Pengendalian faktor risiko PTM diantaranya dapat dilakukan oleh kader posbindu. Salah satu tugas dan fungsi kader Posbindu adalah memberikan penyuluhan terkait dengan Kesehatan kepada masyarakat. Peran ini dapat dimaksimalkan dengan memberikan edukasi kepada kader untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan terkait dengan penyakit tidak menular diantaranya Diabetes Mellitus (DM) dan Hipertensi. Berdasarkan kebutuhan tersebut maka dilakukan pengabdian dengan memberikan materi terkait DM dan HT kepada kader posbindu. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Martapura 1 dan bekerja sama dengan tim pengelola kader. Pemberian Edukasi kepada kader dilakukan dengan pemberian materi terkait dengan obat dan kondisi DM dan HT yang disampaikan secara langsung kepada 28 Kader yang mewakili 14 Posbindu di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1, selain itu kader diberikan buku terkait DM dan Hipetensi yang telah disusun oleh tim pengabdian. Evaluasi pengabdian dilakukan dengan memberikan kuisioner pretes dan postes. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan kader terkait Diabetes Mellitus dan Hipertensi setelah diberikan edukasi.
PERSEPSI MAHASISWA PSPPA FMIPA ULM TERHADAP PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER : PERCEPTION OF PSPPA FMIPA ULM STUDENTS TOWARD THE IMPLEMENTATION OF THE PROFESSIONAL PHARMACEUTICAL PRACTICE
Herningtyas Nautika Lingga;
Difa Intannia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37874/ms.v7i4.438
Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) dalam pendidikan profesi apoteker merupakan elemen mendasar yang membantu mahasiswa untuk mendapatkan lebih banyak keterampilan dan kebiasaan kerja. PKPA juga dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap yang diperlukan untuk praktek kefarmasian. Persepsi mahasiswa diperlukan sebagai salah satu evaluasi terhadap pelaksanaan PKPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa program studi pendidikan profesi apoteker terkait pelaksanaan PKPA. Penelitian ini merupakan survey deskriptif dengan rancangan cross sectional melalui survey online dengan menggunakan google form. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif program studi Pendidikan Profesi Apoteker FMIPA ULM angkatan X yang telah selesai melaksanakan PKPA dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total mahasiswa yang terlibat sebanyak 40 orang dengan 80% berjenis kelamin perempuan, 80% mahasiswa tidak pernah memiliki pengalaman bekerja sebelumnya, 27,5% mahasiswa berencana untuk berpraktek di klinik atau rumah sakit, dan 60% mahasiswa memiliki keluarga yang berprofesi tenaga kesehatan. Persepsi mahasiswa terkait pelaksanaan PKPA pada aspek kejelasan maksud dan tujuan PKPA menunjukkan persepsi positif, pada aspek skill dan pengetahuan menunjukkan persepsi positif, terkait preseptor PKPA mahasiswa menunjukkan persepsi positif. Pada aspek instansi PKPA serta struktur PKPA mahasiswa memiliki persepsi ambivalen atau mengarah negatif pada kecukupan ruangan untuk akomodasi saat PKPA, akses bahan referensi baik hardcopy atau sarana elektronik, mendapatkan kewenangan untuk memilih instansi PKPA sendiri, serta kemampuan menyelesaikan semua kegiatan sesuai dengan buku panduan PKPA.
PROFIL PERESEPAN PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SUNGAI ULIN PERIODE OKTOBER 2020
Normaidah Normaidah;
Amalia Risna;
Jauhar Latifah;
Linda Permata Sari;
Ronalisa Ronalisa;
Henny Maryani;
Difa Intannia
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36387/jifi.v5i1.913
Hypertension is a disease that often causes death because many people do not realize it. People have hypertension if the blood pressure above 140/90 mmHg after regular checking. In Sungai Ulin Public health center, hypertension is the second-highest disease. The study aimed to determine the characteristics of hypertensive patients and the profile of prescribing the use of anti-hypertensive drugs in outpatients in the period October 2020 at Sungai Ulin Public health center. This research is an observational descriptive study using retrospective data with the inclusion criteria. A population of all prescription anti-hypertensive drugs given to outpatients in the period October 2020 in Sungai Ulin Public health center (87 prescriptions). The results showed the percentage of prescription use of anti-hypertensive drugs, namely women who received more anti-hypertensive prescriptions as many as 59 (65,02%) prescriptions, while the age criteria from > 65 years was (26,43%). The majority of drugs were given in Puskesmas Sungai Ulin was amlodipine with a percentage of 72,41%.
PENINGKATAN KESADARAN PATUH MEMINUM OBAT BAGI PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SUNGAI JINGAH
Dahlia Syahrina;
Difa Intannia;
Bethy Nurhayaty Sidauruk
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 3 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i3.7587
Hipertensi menjadi salah satu penyakit kronik yang menjadi masalah global yang memerlukan perhatian khusus. Prevalensi hipertensi di Kalimantan Selatan menduduki peringkat pertama di Indonesia. Kepatuhan konsumsi obat dalam mengontrol tekanan darah pasien hipertensi merupakan hal yang sangat penting untuk mengendalikan progresifitas penyakit, masih terdapat pasien yang memiliki tingkat kepatuhan rendah dalam mengkonsumsi obat antihipertensi, khususnya pada pasien lanjut usia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi melalui edukasi mengenai pentingnya mengkonsumsi obat dengan rutin dan menjaga pola hidup sehat. Promosi kesehatan ini dilakukan menggunakan metode ceramah, sasaran kegiatan yaitu pasien di Puskesmas Sungai Jingah dan pasien posyandu lansia di Kelurahan Surgi Mufti. Kegiatan dilaksanakan di puskesmas Sungai Jingah dan Posyandu Lansia di Kelurahan Surgi Mufti, dilakukan pretest dan posttest sebagai proses evaluasi kegiatan. Sejumlah 41 pasien terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 34 wanita dan 7 laki-laki. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan terhadap pemahaman peserta tentang kepatuhan minum obat hipertensi. Terjadi peningkatan pada nilai rata-rata pretest dan postest sebesar 30%, dimana nilai rata-rata nilai pretest (67,82%) dan posttest (97,82 %). Edukasi kepada sasaran meningkatkan pengetahuan mengenai hipertensi dan cara penggunaan obatnya.