Claim Missing Document
Check
Articles

Promosi Kesehatan Pencegahan dan Pengobatan Skabies pada Pasien di Puskesmas Guntung Manggis Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Novia Novia; Herningtyas Nautika Lingga; Satrio Wibowo Rahmatullah; Difa Intannia; Fanli Yudi Anwar
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 4 (2023): JAMSI - Juli 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.799

Abstract

Skabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit bersifat menular yang disebabkan oleh tungau betina Sarcoptes scabiei varieta hominis kelas Arachnida. Skabies dapat menjadi penyakit yang bersifat kronis ataupun berat jika terjadi komplikasi yang berbahaya. Komplikasi dapat terjadi dari lesi skabies yang digaruk karna terasa sangat gatal dan tidak nyaman sehingga menimbulkan infeksi kulit. Pengobatan skabies disertai isolasi kontak sangat penting apabila telah terjadi penularan skabies. Skabies dapat menular terutama dari kontak fisik langsung maupun secara tidak langsung seperti, melalui pakaian, handuk dan perlengkapan tidur. Jumlah penderita skabies di Puskesmas Guntung Manggis masih cukup banyak, sehingga perlu dilakukan kegiatan promosi kesehatan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait pencegahan dan pengobatan skabies. Kegiatan promosi kesehatan dilakukan menggunakan metode ceramah dengan sasaran pasien yang datang ke Puskesmas Guntung Manggis. Kegiatan dilakukan di ruang tunggu puskesmas dan sebagai bahan evaluasi dilakukan pre-postest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sebesar 29%, yaitu nilai rata-rata pretest sebesar 66% dan postest 95%. Kesimpulan kegiatan promosi kesehatan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait pencegahan dan pengobatan skabies untuk mengoptimalkan terapi.
Potentially Inappropriate Medications (PIMs) dan Potentially Prescribing Omissions (PPOs) pada Pasien Geriatri Rawat Inap Tuti Misrina; Difa Intannia; Herningtyas Nautika Lingga; Satrio Wibowo Rahmatullah
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i2.17039

Abstract

Geriatri merupakan kelompok usia yang rentan terhadap efek samping penggunaan obat. Pemberian obat pada pasien geriatri komplek dan memerlukan banyak pertimbangan karena perubahan komposisi dan fungsi tubuh, komorbiditas, gangguan sensorik dan kognitif, serta polifarmasi. Identifikasi terhadap Potentially Inappropriate Medications (PIMs) dan PPOs (Potentially Prescribing Omissions) penting dilakukan untuk peningkatan kualitas pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi persentase pasien dan mendeskripsikan jenis golongan obat terbanyak pada kejadian PIMs dan PPOs berdasarkan STOPP START Criteria versi 2. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental metode deskriptif secara retrospektif dengan jumlah 49 sampel pasien geriatrik rawat inap kelas 3 (Januari-Agustus 2022) di RS X Banjarmasin. Data yang diperoleh diidentifkasi menggunakan STOPP START Criteria versi 2 dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Microsoft excel 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase pasien teridentifikasi PIMs yaitu 20 pasien (41%) dengan jumlah 1 PIMs pada 17 pasien (35%) dan ≥ 2 PIMs pada 3 pasien (6%). Jenis golongan obat paling banyak dalam kejadian PIMs adalah loop diuretik (furosemid). Persentase pasien teridentifikasi PPOs yaitu 35 pasien (71%) dengan jumlah 1 PPOs. Jenis golongan obat yang termasuk dalam kejadian PPOs pada penelitian ini adalah statin (atorvastatin). Kesimpulan penelitian ini ditemukan bahwa persentase kejadian PPOs lebih tinggi dibandingkan dengan persentase kejadian PIMs. Kata Kunci: Banjarmasin, PIMs, PPOs, STOPP START Kriteria Versi 2, Lansia    Geriatrics is an age group that is vulnerable to the side effects of drug use. Drug administration in geriatric patients is complex and requires a lot of consideration due to changes in body composition and function, comorbidities, sensory and cognitive disorders, and polypharmacy, so that assistance with Potentially Inappropriate Medications (PIMs) and PPOs (Potentially Prescription Omissions) is important to improve the quality of treatment. The purpose of this study was to identify the proportion of patients and describe the most common types of drug classes in the incidence of PIM and PPO based on the STOPP START Criteria version 2. The method used was descriptive retrospectively with a total sample of 49 geriatric patients inpatient class 3 (January-August) 2022) at RS X Banjarmasin. The data obtained were identified using STOPP START Criteria version 2 and analyzed using Microsoft Excel 2021. The results showed that the proportion of patients identified as PIMs was 20 patients (41%) with a total of 1 PIMs in 17 patients (35%) and ≥ 2 PIMs in 3 patients (6%). The most common type of drug class in the incidence of PIMs is loop diuretics (furosemide). The percentage of patients identified as PPOs was 35 patients (71%) with 1 PPOs. The most common type of drug class in the incidence of PPOs is statins (atorvastatin). The conclusion of this study was found that the proportion of incident PPOs was higher than the proportion of incident PIMs. 
Penyuluhan tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) di SMPN 31 Banjarmasin Anisa Desriyanti; Nor Aida; Difa Intannia; Satrio Wibowo Rahmatullah; Herningtyas Nautika Lingga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i4.10934

Abstract

Obat merupakan bahan atau paduan bahan yang digunakan untuk menyembuhkan, memelihara, dan meningkatkan kesehatan. Jika dalam penggunaan suatu obat tidak tepat, maka dapat berisiko membahayakan penggunanya. Salah satu upaya untuk menghindari terjadinya penggunaan obat yang salah atau penyalahgunaan obat dapat dilakukan promosi kesehatan DAGUSIBU yang merupakan singkatan dari (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat dengan tepat yang merupakan program gerakan keluarga sadar obat. Kegiatan promosi kesehatan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang tepat pada siswa SMPN 31 Banjarmasin. Metode yang digunakan yaitu ceramah disertai dengan pemberian leaflet berisi materi DAGUSIBU. Sebagai bahan evaluasi dilakukan pretes, diskusi, tanya jawab dan postes. Hasil kegiatan promosi kesehatan diketahui nilai rata-rata pretes siswa adalah 65,33 dan nilai rata-rata postes siswa adalah 95. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa mengenai DAGUSIBU sebanyak 45,41% setelah diberikan promosi kesehatan. Kata Kunci: Leaflet, Obat, Promosi Kesehatan, Siswa  Medicine is a substance i that is necessary for maintaining and enhancing health, but when taken improperly, it can be harmful to the user. DAGUSIBU (Get, Use, Save, Dispose of) drugs safely and correctly, a drug awareness family movement program, is one strategy to prevent inappropriate or overuse of drugs. In order to improve students' awareness of how to get, use, store, and dispose of medications, health promotion activities were conducted at SMPN 31 Banjarmasin. The approach employed was a lecture combined with the distribution of pamphlets providing DAGUSIBU information. Pre-test, discussion, question-and-answer, and post-test exercises were used as evaluation tools. The outcomes of the health promotion activities revealed that the typical student pretest score was 65.33 and the typical student posttest score was 95. Thus, it can be said that after receiving health promotion, students' understanding of DAGUSIBU increased by 45.41%.
Penyuluhan Cegah Efek Samping Dengan Cerdas Dan Bijak Menggunakan Obat Tradisional Di Komplek Wengga Trikora Rt 42 Rw 007 Kelurahan Guntung Manggis Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Syifa Auliani; Herningtyas Nautika Lingga; Satrio Wibowo Rahmatullah; Difa Intannia; Fanli Yudi Anwar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i2.9672

Abstract

Obat tradisional merupakan obat yang berasal dari bahan herbal yang sangat banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai upaya pemeliharaan kesehatan. Obat tradisional atau herbal di Indonesia terbagi atas 3 jenis antara lain  fitofarmaka, obat herbal terstandar (OHT), dan jamu. Sebagian masyarakat yang tidak mengetahui apa saja jenis obat tradisional, bagaimana cara memilih, membedakan dan memperoleh dengan benar sediaan obat tradisional yang legal ataupun ilegal, serta informasi apa saja yang perlu diketahui sebelum membeli sediaan obat tradisional tersebut. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan tambahan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara mencegah efek samping dengan cerdas dan bijak dalam memanfaatkan obat tradisional yang aman, efektif dan berkualitas guna meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menghindari munculnya penyakit berbahaya di kemudian hari. Metode yang dilakukan berupa penyuluhan dan pembagian leaflet. Hasil kegiatan penyuluhan dievaluasi melalui kehadiran masyarat, pre-test dan post-test. Kegiatan dihadiri sebanyak 15 orang. Berdasarkan hasil pada sesi pre-test dan post-test terkait definisi obat tradisional tidak terdapat selisih. Pertanyaan tentang pengelompokkan OT terdapat peningkatan sebesar 33,4% dan 40%. Pernyataan terkait bahan kimia obat pada obat tradisional pengetahuan peserta meningkat setelah mendapatkan informasi penyuluhan sebesar 13,3% dan 73,3%. Kata Kunci: BKO, Efek samping, Penggunaan, Obat Tradisional.Traditional medicine is medicine derived from herbal ingredients which are very widely used by the people of Indonesia as an effort to maintain health. Traditional or herbal medicine in Indonesia is divided into 3 types, namely phytopharmaca, standardized herbal medicine (OHT), and herbal medicine. Some people do not know what types of traditional medicines are, how to choose, differentiate and correctly obtain traditional medicinal preparations that are legal or illegal, as well as what information needs to be known before purchasing these traditional medicinal preparations. This counseling aims to provide additional information to the public about how to prevent side effects intelligently and wisely in utilizing safe, effective and quality traditional medicines to improve health and prevent and avoid the emergence of dangerous diseases in the future. The method used is in the form of counseling and distribution of leaflets. The results of extension activities were evaluated through community attendance, pre-test and post-test. The event was attended by 15 people. Based on the results of the pre-test and post-test sessions related to the definition of traditional medicine, there is no difference. There was an increase in questions about grouping OT by 33.4% and 40%. Statements related to medicinal chemicals in traditional medicine increased the participants' knowledge after receiving counseling information by 13.3% and 73.3%.
PRO INSTING (Program Indonesia Bebas Stunting) Melalui Edukasi pada TP-PKK dan Anggota Karang Taruna di Landasan Ulin Tengah Satrio Wibowo Rahmatullah; Prima Happy Ratnapuri; Dita Ayulia Dwi Sandi; Herningtyas Nautika Lingga; Difa Intannia; Hayatun Izma; Linda Wahyuni; Nasya Hafizah; Angelina Ayu Dela; Damayanti Rumondang Butar Butar; Daniel Wisnugroho
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i3.10228

Abstract

Stunting adalah sebuah permasalahan kekurangan gizi kronis yang diakibatkan karena kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak yaitu berupa tinggi badan anak yang lebih pendek daripada anak seusianya. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan bahwa kasus stunting di Kalimantan Selatan sebanyak 24,6% dengan prevalensi di Banjarbaru sebesar 17.3% serta terdapat 16 kasus di Landasan Ulin Tengah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan pemberdayaan kader TP.PKK dan karang taruna, serta pemberian Paket Edukasi Stunting (PENTING) yang nantinya dapat digunakan untuk edukasi terkait stunting kepada masyarakat di Kelurahan Landasan Ulin Tengah secara berkesinambungan. Kegiatan ini berawal dari persiapan pembuatan paket edukasi stunting, kemudian sosialisasi melalui kegiatan ceramah dan diskusi kepada kader TP.PKK dan Karang Taruna, serta penyerahan paket edukasi stunting kepada kader. Sebelum ada penurunan angka stunting, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan membentuk kader stunting di kelurahan Landasan Ulin Tengah, sehingga nanti kader mampu mengedukasi masyarakat khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan yang memiliki anak (0-6 tahun) serta mampu menurunkan angka stunting di kelurahan Landasan Ulin Tengah melalui Paket Edukasi Stunting (PENTING) di masyarakat.Kata Kunci: Stunting, Edukasi, Sosialisasi, Kader Stunting is a chronic malnutrition problem caused by lack of nutritional intake over a long period of time, causing growth disorders in children, namely in the form of children's height that is shorter than their age. Based on the results of the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey, it shows that stunting cases in South Kalimantan are 24.6% with a prevalence in Banjarbaru of 17.3% and there are 16 cases in Landasan Ulin Tengah. The purpose of this activity is to empower TP cadres. PKK and cadet reefs, as well as the provision of Stunting Education Packages (PENTING) which can later be used for stunting-related education to the community in Landasan Ulin Tengah Village on an ongoing basis. This activity began with the preparation of making stunting education packages, then socialization through lectures and discussions to TP cadres. PKK and Karang Taruna, as well as the delivery of stunting education packages to cadres. Before there is a decrease in stunting rates, through this activity, it is hoped that it can increase understanding and form stunting cadres in Landasan Ulin Tengah sub-district, so that later cadres will be able to educate the community, especially pregnant women, breastfeeding women, and those with children (0-6 years) and be able to reduce stunting rates in Landasan Ulin Tengah sub-district through the Stunting Education Package (PENTING) in the community.
Edukasi Narkoba Kepada Kader dan Karang Taruna di Kelurahan Landasan Ulin Tengah Hayatun Izma; Difa Intannia; Herningtyas Nautika Lingga; Alya Zainah; Bayu Wiratama; Fitriana Rahmi; Laode Muhammad Indra Kesuma; Nahdiya Nahdiya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i3.10191

Abstract

Penyalahgunaan narkoba semakin marak dan hingga kini masih menjadi permasalahan nasional yang belum teratasi. Pengguna narkoba berasal dari berbagai jenjang status sosial ekonomi mulai dari menengah bawah hingga menengah atas, tidak hanya orang dewasa namun sekarang menyebar hingga tingkat remaja dan anak-anak. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba memerlukan dukungan dari semua lapisan Masyarakat. Kader dan karang taruna merupakan orang-orang terdekat dengan Masyarakat dan berperan penting dalam peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai narkoba kepada kader dan karang taruna agar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat lainnya, sehingga pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Masyarakat dapat berjalan. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yaitu pretest, penyampaian materi dengan metode ceramah menggunakan media powerpoint, dilanjutkan sesi diskusi dan posttest. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan melalui kuisioner pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari 84,6% menjadi 86,9%.Kata Kunci: Kaderisasi, Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, MasyarakatDrug abuse is increasingly widespread and is still a national problem that cannot resolved optimally. Drug users range from lower to middle economic levels to upper socio-economic status, not only adults but also teenagers and children. Drug prevention and eradication efforts require support from all levels of society. Cadres and Karang Taruna are the people closest to the community and play a leading role in improving the quality of health and welfare of the community. The activity aims to provide drug education to cadres and Karang Taruna so that they can provide education to other communities so drug prevention and eradication can occur in society. The activities were a pretest, Provide education using lecture method with PowerPoint Presentation, a discussion session, and a posttest. Based on evaluations through pretest and posttest, it showed an increase in participants knowledge from 84.6% to 86.9%.
Edukasi “Bijak Menyikapi Issue Penggunaan Obat Sirup bagi Anak” kepada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Landasan Ulin Nita Safitri; Difa Intannia; Herningtyas Nautika Lingga; Imam Muftadi; Prima Happy Ratnapuri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i1.8841

Abstract

Posyandu adalah tempat pelayanan kesehatan masyarakat dalam hal peningkatan status gizi masyarakat, kesehatan ibu dan anak sebagai upaya preventif dan promotif. Permasalahan isu adanya sirup obat yang mengandung etilen glikol dan dietilen glikol meresahkan ibu-ibu karena menyebabkan terjadinya gagal ginjal akut untuk anak-anak. Program promosi kesehatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi, informasi dan pengetahuan terkait isu cemaran pada sirup obat kepada kader posyandu. Metode yang dilaksanakan yaitu penyuluhan secara langsung melalui presentasi dan diskusi interaktif, disertai dengan pembagian leaflet kepada 25 kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Landasan Ulin. Hasil dari program yang dilakukan peserta adalah peserta memiliki pemahaman yang lebih baik dan komprehensif terkait isu cemaran sirup sehingga dapat menyampaikan kembali informasi yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan agar lebih bijak dalam menyikapi berbagai isu cemaran sirup yang beredar. Kata Kunci: Cemaran, Dietilen Glikol, Etilen Glikol, Leaflet, Penyuluhan.  Posyandu is a public health service ceter in terms of improving nutritional status of the community, maternal and child health as a preventif and promotive effort. The issue of the existence of medicinal syrup containing ethylene glycol and diethylene glycol disturbs mothers because it causes acute kidney failure in children. This health promotion program aims to provide education, information and knowledge related to the issue of drug syrup contamination to posyandu activists. The method implemented was direct education through presentations and interactive discussions, accompanied by leaflet distribution to 25 posyandu activists in the Landasan Ulin Health Center area. The result of the program carried out by participants is that the participants have a better and comprehensive understanding of the issue of syrup contamination so that they can convey the information obtained to wider community in the Landasan Ulin Health Center area, so that they are wiser in responding to various issues of syrup contamination.
TINDAKAN PREVENTIF PENYEBARAN VIRUS COVID-19 DI DESA SUNGAI ALANG KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR Herningtyas Nautika Lingga; Prima Happy Ratnapuri; Difa Intannia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v6i1.84

Abstract

During the Covid-19 pandemic, the Indonesian government issued a PSBB policy, but the PSBB policy has not been able to control the number of spread of Covid-19 cases. The aim of our community service is to increase understanding of Covid-19 preventive and health protocols if people have to do activities outside. The activity was carried out in Sungai Alang village, Karang Intan District, Banjar Regency for 3 days with the stages of coordination and submission of banners, delivery of materials and practices to a group of 40 women. With the program being carried out, 80% of the people know about Covid-19 and are able to take preventive actions and health protocols, so that the spread of Covid-19 decreases.
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker terhadap Peran Tenaga Kesehatan Intannia, Difa; Lingga, Herningtyas Nautika; Novia, Novia; Fahira, Nurul Savira
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.10

Abstract

Kerjasama yang baik antar tenaga kesehatan dapat memperbaiki mutu pelayanan kesehatan. Interprofessional Education merupakan salah satu strategi untuk memberikan pembelajaran dan pengalaman bagi mahasiswa agar dapat berkolaborasi sejak dini dan memahami peran tenaga kesehatan lain sebagai upaya kolaborasi efektif saat berpraktek nantinya. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa terhadap peran tenaga kesehatan sebagai gambaran tentang apa yang mahasiswa pikirkan tentang profesinya sendiri dan profesi kesehatan lain. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan jenis rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi Profesi Apoteker FMIPA ULM Angkatan X dengan jumlah 40 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuisioner yang disebarkan secara online melalui google form. Kemudian data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif, data dibuat dalam tabel dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 responden yang terdiri dari 80% perempuan dan 20% laki-laki, 80% mahasiswa belum memiliki pengalaman kerja, dan 60% responden memiliki anggota keluarga yang bekerja sebagai tenaga kesehatan. Berdasarkan temuan penelitian, 97,5% responden memiliki persepsi bahwa apoteker memiliki peran sebagai sumber informasi obat. Lebih dari 70% responden memiliki perspsi bahwa dokter, perawat, dan apoteker sama-sama berperan dalam memantau respon pasien yang menerima terapi intravena, melakukan penyesuaian dosis, menghadiri pertemuan rutin dewan kesehatan masyarakat, dan mendokumentasikan aktivitas profesional dalam rekam medis pasien. Mahsiswa Pendidikan profesi apoteker memiliki persespi yang berbeda-beda terhadap peran tenaga Kesehatan, dan memiliki pandangan bahwa ada kolaborasi antar tenaga Kesehatan di beberapa kegiatan tertentu.
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker terhadap Peran Tenaga Kesehatan Intannia, Difa; Lingga, Herningtyas Nautika; Novia, Novia; Fahira, Nurul Savira
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.10

Abstract

Kerjasama yang baik antar tenaga kesehatan dapat memperbaiki mutu pelayanan kesehatan. Interprofessional Education merupakan salah satu strategi untuk memberikan pembelajaran dan pengalaman bagi mahasiswa agar dapat berkolaborasi sejak dini dan memahami peran tenaga kesehatan lain sebagai upaya kolaborasi efektif saat berpraktek nantinya. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa terhadap peran tenaga kesehatan sebagai gambaran tentang apa yang mahasiswa pikirkan tentang profesinya sendiri dan profesi kesehatan lain. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan jenis rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi Profesi Apoteker FMIPA ULM Angkatan X dengan jumlah 40 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuisioner yang disebarkan secara online melalui google form. Kemudian data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif, data dibuat dalam tabel dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 responden yang terdiri dari 80% perempuan dan 20% laki-laki, 80% mahasiswa belum memiliki pengalaman kerja, dan 60% responden memiliki anggota keluarga yang bekerja sebagai tenaga kesehatan. Berdasarkan temuan penelitian, 97,5% responden memiliki persepsi bahwa apoteker memiliki peran sebagai sumber informasi obat. Lebih dari 70% responden memiliki perspsi bahwa dokter, perawat, dan apoteker sama-sama berperan dalam memantau respon pasien yang menerima terapi intravena, melakukan penyesuaian dosis, menghadiri pertemuan rutin dewan kesehatan masyarakat, dan mendokumentasikan aktivitas profesional dalam rekam medis pasien. Mahsiswa Pendidikan profesi apoteker memiliki persespi yang berbeda-beda terhadap peran tenaga Kesehatan, dan memiliki pandangan bahwa ada kolaborasi antar tenaga Kesehatan di beberapa kegiatan tertentu.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Karim ahmad rizal Alya Zainah Amalia Risna Andini, Rizka Syawal Angelina Ayu Dela Anisa Desriyanti Anna Khumaira Sari Antung Lisa Ariati Antung Lisa Ariati, Antung Lisa Azhar Arnata, Azhar Azzahra, Maryamah Bayu Wiratama Bethy Nurhayaty Sidauruk Dahlia Syahrina Damayanti Rumondang Butar Butar Dania, Sri Rahmah Daniel Wisnugroho DENI SETIAWAN Dharmawan, Robby Dwi Sandi, Dita Ayulia Epri Wing Parikesit, Epri Wing Fahira, Nurul Savira Fanli Yudi Anwar Fanli Yudi Anwar Febrianti, Dwi Rizki Finlinda Hery Ramadani Finlinda Hery Ramadani, Finlinda Hery Fitri, Nahyanti Fitriana Rahmi Gusti Rizky Puspa Ramadhani Hadiastuti, Adinda Dwina Hayatun Izma Helmina Wati Henny Maryani Heri Budi Santoso Heri Budi Santoso Herningtyas Nautika Lingga Ikhwan Rizki, Muhammad Imam Muftadi Isnaini, Nazhifah Izma, Hayatun Jasmadi Joko Kartiko, Jasmadi Joko Jauhar Latifah Khoirunnisa Muslimawati Khumaira Sari, Anna Kumala, Dinna Fitria Laode Muhammad Indra Kesuma Liling Triyasmono Linda Permata Sari LINDA WAHYUNI Lisda Handayani Lisda Handayani, Lisda Malikhatun Ni’mah, Malikhatun Malikhatun Ni’mah Melviani Mia Fitriana Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Ramadhan Muhammad Reza Pahlevi Muhammad Rizki Akbar Mustika Muthaharah Nahdiya Nahdiya Nahyanti Fitri Nani Kartinah Nasya Hafizah Nita Safitri Noor Cahaya Nor Aida Nori Lovita Sari Nori Lovita Sari, Nori Lovita Normaidah, Normaidah Noval Novia Novia Novia Novia Nurlely Nurlely Okta Muthia Sari Prima Happy Ratnapuri Prima Happy Ratnapuri Putra, Aditya Maulana Perdana Rahmatullah, Satrio Wibowo Rapi'ah, Rizka Restu Aulia Rezki Amelia Rezki Amelia Rina Astiyani Jenah Ronalisa Ronalisa Saksono, Reni Yustiati Sandi, Dita Ayulia Dwi Sari, Okta Muthia Sarlina Illyyani Sarlina Illyyani, Sarlina Silviana, Mega Sriyatul Adawiyah Sulvia Dasupantini, Sulvia Susanto, Yugo Syahrizal Ramadhani Syifa Auliani Tangkas, Hansel Hens Tuti Misrina Valentina Meta Srikartika Valentina Meta Srikartika Valentina Meta Srikartika Valentina Meta Srikartika, Valentina Meta Yosita, Revina Aditya YULIANTI, MAWAR DWI Yusrinie Wasiaturrahmah