Articles
Gambaran harga diri siswa Sekolah Menengah Atas
Yolanda Apriliantiwi;
Rischa Pramudia Trisnani;
Beny Dwi Pratama
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
gambaran harga diri siswa sekolah menengah atas Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur sehingga menitik beratkan pada data atau tulisan sebagai bahan yang berhubungan dengan tema yang diangkat. Penelitian ini menekankan sumber pada penggunaan ide-ide tertulis. Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari studi literature tentang hubungan dukungan orang tua dan harga diri dengan academic burnot mahasiswa berpustat pada tugasnya sehingga menyebabkan kelelahan emosional pada mahasiswa pengaruh konseling kognitif dengan teknik rustrukturisasi kognitif terhadap harga diri peserta didik gambaran harga diri remaja sebagai indikator yaitu Bagi mereka yang memulai kelas SMA mengalami rasa kekhawatiran yang sangat tinggi strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri siswa korelasi antara tingkat harga diri guru sekolah kusus keterampilan kepemimpinan hubungan negatif antara kecerdasan sosial dengan kesepian pada remaja Remaja mengalami dua periode gangguan harga diri. Dalam masa ini, segala komponen yang mendefinisikan dirinya Perasaan yang dimiliki pada saat individu merasa mampu untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan Pada penelitian ini, peneliti tertarik untuk mengkaji apakah terdapat harga diri rendah di Sekolah Menengah Atas. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai informasi untuk siswa Sekolah Menengah Atas
Penerapan Metode Modeling Simbolik dalam Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Peserta Didik
Nadia Tri Annisa;
Rischa Pramudia Trisnani;
Wiwik Setyowati
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 2 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menyadari kemampuan dan pandangan diri sendiri merupakan komponen penting untuk memiliki rasa percaya diri. Percaya diri pada rasa percaya diri, puas dengan siapa dirinya, dan mampu mengambil tindakan tegas dan melakukan kontrol untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Hal ini menuntut seseorang khususnya siswa untuk memiliki rasa percaya diri agar interaksi sosial dan proses pendidikan dapat berjalan dengan baik.. Observasi peneliti di Kelas VII F SMPN 11 Madiun terungkap sejumlah siswa yang kurang percaya diri. Hal ini ditunjukkan dengan sikap malu-malu, enggan mengemukakan pendapat, menghargai berdiri di depan kelas, dan sulit berkomunikasi dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam layanan bimbingan kelompok dengan menerapkan teknik pemodelan simbolik. PTBK adalah metodologi penelitian, dan teknik deskriptif kualitatif digunakan. Pada semester genap tahun ajaran 2023–2024, empat siswa kelas VII F yang kurang percaya diri menjadi subjek penelitian di SMP Negeri 11 Madiun ini. Berdasarkan temuan penelitian, rasa percaya diri siswa dapat dibangkitkan melalui penggunaan teknik symbolic modelling dalam pendampingan kelompok. Hal ini terlihat dari hasil setiap siklusnya: pada siklus 1 tidak ada siswa yang mampu meningkatkan rasa percaya diri, dan pada siklus 2 setiap siswa mampu mencapainya.
Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri melalui Layanan Bimbingan Klasikal dengan Experiental Learning pada Siswa Kelas XI AKL SMKN 1 Paron
Aticha Ardhianita Sari;
Rischa Pramudia Trisnani;
Slamet Suyono
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 2, No 2 (2023): Implementasi kurikulum merdeka menuju transformasi pendidikan dalam mempersiapka
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan layanan bimbingan klasikal melalui experiential learning untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas XI AKL D SMKN 1 Paron. Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) yang diikuti oleh 32 siswa. Hasil studi kepercayaan diri mahasiswa pra siklus memperoleh rata-rata 8 dengan presentase 32% dalam kategori sangat kurang. Pada siklus I mendapat skor rata-rata 13 dengan presentase 52% dalam kategori Cukup. Pada siklus II mendapatkan skor rata-rata 20 dengan presentase 80% di kategori Baik. Ketika layanan bimbingan klasikal dilaksanakan dengan konseling experiential learning, mendapatkan hasil observasi terhadap peneliti yang dilakukan saat bimbingan klasikal berlangsung yang mendapatkan hasil skor 31 presentase 39% masuk kategori kurang. Sebaliknya, pada siklus II pertemuan III peneliti mendapatkan skor 70 presentase 88% kategori sangat baik. Secara ringkas hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri siswa setelah pemberian layanan bimbingan klasikal melalui experiential learning bagi siswa kelas XI AKL D SMKN 1 Paron dapat diterima yang dibuktikan setelah adanya layanan bimbingan klasikal dengan Experiential learning meningkat 49% dari Siklus I ke Siklus II, sedangkan pada kepercayaan diri terjadi peningkatan sebesar 48% dari pra siklus ke siklus II.
Keefektifan Konseling Kelompok dengan Teknik Reframing untuk Mereduksi Perilaku Impulsive Buying
Rahmatia Putri Diah Harum Anggraeni;
Rischa Pramudia Trisnani;
Suharni Suharni
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 3 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah konseling kelompok dengan teknik reframing efektif untuk mereduksi perilaku impulsive buying. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan penelitian literature riview, literature review yaitu uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang diteliti. Jenis penulisan yang digunakan. Peneliti merangkum, membuat analisis, dan melakukan sintesos secara kritis dan mendalam dari literatur- literatur sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya konseling kelompok teknik reframing mampu memberikan pemahaman terkait pentingnya pembelian secara rasional sehingga dapat mereduksi perilaku impulsive buying. Artinya perilaku impulsive buying tidak akan terjadi jika individu membeli suatu barang dengan pemikiran yang rasional dan berdampak pada rasa penyesalan yang dikaitkan dengan masalah keuangan.
Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa melalui Pendekatan Experiential Learning dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
Prisa Sari Yantika;
Rischa Pramudia Trisnani;
Wiwik Setyowati
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 3 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sepanjang perjalanan hidup manusia, pengalaman adalah Guru terbaik untuk belajar. Begitu pula dengan siswa, pengalaman bermakna yang dimiliki dapat menjadi pedoman bagi peserta ddik untuk memahami dan mengembangkan baik diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling, juga dikenal sebagai PTBK.. Menurut pendekatan yang digunakan, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan layanan bimbingan dan konselor di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana menggunakan teknik leraning experiential untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa dalam layanan bimbingan dan konseling, terutama layanan bimbingan kelompok. Hasil observasi menunjukkan pada siklus pertama siswa menunjukkan 3 dari 10 indikator keterampilan sosial. Sedangkan pada siklus kedua siswa menunjukkan 8 dari 10 indikator keterampilan sosial. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keterampilan sosial siswa dapat ditingkatkan melalui pendekatan experiential learning dalam layanan bimbingan dan konseling.
Meningkatkan Etika Pergaulan Peserta Didik melalui Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama
Esa Dian Lestari;
Rischa Pramudia Trisnani;
Wiwik Setyowati
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 2 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Karena manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, mereka bergantung pada keterlibatan dan interaksi orang lain untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam menjalankan kehidupannya, seseorang memerlukan bantuan orang lain. Etika sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat karena etika berfungsi sebagai prinsip panduan bagi individu untuk melakukan perbuatan baik dan menahan diri dari perilaku tidak bermoral dalam masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang fokus pada pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling sebagai sarana pemberian bantuan kepada siswa yang beretika sosial rendah di SMPN 11 Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan teknik sosiodrama dalam sesi konseling kelompok dengan tujuan untuk meningkatkan nilai moral dan perilaku sosial siswa. Dengan teknik sosiodrama peserta didik akan memiliki kesadaran pentingnya etika pergaulan dalam kehidupan sebagai makhluk sosial. Berdasarkan siklus yang dilaksanakan dalam penelitian tindakan bimbingan konseling mendapatkan hasil bahwa pada siklus 1 masing-masing peserta didik hanya menunjukkan satu indikator yang mencerminkan etika dalam pergaulan. Sedangkan berdasarkan hasil observasi pada siklus 2 peserta didik telah mampu menunjukkan 7 indikator yang mencerminkan etika dalam pergaulan. Dengan demikian, layanan pelatihan kelompok teknis sosiodrama dapat dikatakan dapat membantu siswa menjadi lebih bermoral.
Analisis Psycological Wellbeing Pasca Pernikahan ( Studi Pada Mahasiswa Yang Telah Menikah )
Selly Feronika Selly;
Rischa Pramudia Trisnani;
Diana Ariswanti Triningtyas
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui kesejahteraan psikologis mahasiswa yang sudah menikah kemudian berkuliah. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Subjek penelitian ditetapkan menggunakan purposive sampling, jumlah subjek 5 orang mahasiswa dengan kriteria berstatus menikah (menikah kemudian berkuliah), memiliki usia pernikahan di atas 5 tahun, rentang usia 20-50 tahun, dan merupakan mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Universitas PGRI Madiun. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan wawancara.Instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara dan observasi. Teknik analisis meliputi data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sudah menikah kemudian berkuliah di Jurusan Bimbingan Konseling Universitas PGRI Madiun memiliki kesejahteraan psikologis yang baik dilihat dari aspek penerimaan diri, hubungan yang positif dengan sesama, Kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pertumbuhan pribadi.Kata kunci: Psychological Wellbeings, Pasca Pernikahan
Fenomenologi perilaku oversharing remaja
Afnin Dita Arianti Mawarniningsih;
Rischa Pramudia Trisnani;
Asroful Kadafi
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan remaja dalam melepaskan stress dengan cara yang sesuai, mengatasi situasi yang sulit dengan tenang, dan mengekspresikan rasa sedih yang tepat berbeda-beda tiap fasenya. Remaja dikenal sebagai pengguna aktif media sosial untuk terhubung dengan teman dan mereka merasa lebih baik. Bagi remaja, komunikasi dunia maya melalui media sosial sangat ideal untuk bereksperimen dan mengeksplorasi pencarian identitas. Dalam melakukan presentasi diri di sosial media, seseorang sangat suka mengunggah foto di media sosial mereka dengan menciptakan citra sehingga orang lain akan mempersepsi diri kita seperti apa yang kita inginkan. Oversharing, menurut definisi, adalah "terlalu banyak informasi" pengeposan atau penyebaran informasi yang sangat pribadi, seperti status hubungan seseorang Hal ini dapat diteliti dengan menggunakan metode Studi Literatur Review yang bertujuan dalam mengumpulkan dan mengambil intisari dari penelitian sebelumnya serta menganalisis yang tertulis dalam artikel ataupun jurnal dan menginterpretasikan semua temuan yang terkait dengan topik penelitian. Dari hasil studi literature review, sebagian besar penduduk Indonesia melakukan berbagi kegiatan di media sosial. Dengan penyebaran teknologi internet, privasi online menjadi permasalahan utama yang dialami seluruh pengguna Internet. Kebocoran data pribadi yang tidak disengaja bisa berdampak pada konsekuensi negatif seperti penyalahgunaan akun, email yang tidak diminta ataupun panggilan telepon, ataupun terlebih lagi kerugian financial.
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL METODE BERMAIN PERAN PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 2 PONOROGO
Sepninda Dyah Widiyanti;
Supingi Supingi;
Rischa Pramudia Trisnani
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 2, No 2 (2023): Implementasi kurikulum merdeka menuju transformasi pendidikan dalam mempersiapka
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kepercayaan diri merupakan kondisi secara mental yang dimiliki oleh seseorang dalam memahami kemampuan diri dalam menyesuaikan dengan situasi yang ada. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 2 Ponorogo dengan layanan bimbingan klasikal menggunakan metode bermain peran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan dengan menggunakan penelitian tindakan layanan bimbingan dan konseling (PTBK). Dalam penelitian tindakan dalam layanan bimbingan dan konseling terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII A di SMP Negeri 2 Ponorogo. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data penelitian akan di cek secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus pertama dan siklus kedua. Kedua data tersebut menunjukkan jika terdapat peningkatan kepercayaan diri dari sebelum dan sesudah pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan metode bermain peran.
Layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama untuk meningkatkan sopan santun siswa kelas XI multimedia 2 SMKN 1 ponorogo
Bagus Nugraha Adin Saputra;
Rischa Pramudia Trisnani;
Dawam Suhada
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 2, No 2 (2023): Implementasi kurikulum merdeka menuju transformasi pendidikan dalam mempersiapka
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sopan santun merupakan sebagai bentuk perwujudan dari budi pekerti luhur yang didapatkan dari pengalaman, pendidikan dan teladan dari seseorang. Era globalisasi telah membawa perkembengan yang pesat pada teknologi dan informasi sehingga membuat banyak perubahan, salah satunya perubahan pada perilaku manusia. Perubahan pada perilaku manusia yang dimaksud adalah kurangnya sikap sopan santun siswa. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMKN 1 Ponorogo menunjukkan bahwa ada banyak siswa kelas XI yang kurang dalam berperilaku sopan santun seperti berkata jorok, perbuatan yang tidak pantas, serta berperilaku tidak sopan kepada guru dan teman-temannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan sopan santun siswa kelas XI multimedia 2 SMKN 1 Ponorogo melalui bimbingan kelompok teknik sosiodrama. Metode penelitian yang digunakan adalah PTBK (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kegiatan penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Ponorogo pada semester genap Tahun Ajaran 2022/2023 dengan subjek siswa kelas XI multimedia 2. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dengan melalui pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dapat meningkatkan sopan santun siswa. Hal tersebut dibuktikan peningkatan pada setiap siklusnya.