Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN RISIKO PROYEK PEMBANGUNAN JALUR KERETAAPI YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA WAKTU (Studi Kasus Double-Double Track Railway Jakarta, Zona Jatinegara-Bekasi) Andi Maddeppungeng; Restu Wigati; Alfian Faris
Jurnal Fondasi Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.105 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i2.2474

Abstract

Pada pelaksanaan pembangunan proyek kereta api Double-Double Track terjadi keterlambatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berpengaruh, penyebab risiko dominan dan mitigasi risiko pada proyek pembangunan jalur kereta api double-double track. Pada penelitianini digunakan metode kuantitatif deskriptif dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara survey melalui angket atau kuesioner dan divalidasi oleh para pakar untuk penentuan variabel, penyebaran kuesioner, pengujian validitas reliabilitas dan normalitas dengan SPSS v.20 trial, analisa risiko dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui peringkat risiko dan level risiko serta wawancara kepada responden untuk analisa tindak lanjut. Terdapat dua faktor risiko dominan yaitu Penyerahan oleh pihak lain terlambat (X24) dengan nilai FR sebesar 0,806 dan Perubahan Desain (X44) dengan nilai FR sebesar 0,785. Setelah itu kedua faktor tersebut diuji korelasinya terhadap kinerja waktu dan didapat hasil sebesar -0,334 untuk risiko Penyerahan oleh pihak lain terlambat (X24) dan -0,289 untuk risiko Perubahan desain (X44) yangdapat disimpulkan bahwa risiko tersebut mempengaruhi kinerja waktu pada proyek Double-Double Track. Secara garis besar penyebab risiko tersebut adalah adanya tanah warga yang dialihkan haknya dan ketidaksesuaian kondisi dilapangan dengan perencanaan yang menyebabkan menurunnya kinerja waktu pada proyek. Sehingga aksi mitigasi yang tepat adalah dengan melakukan pekerjaan secara parallel 
KAJI ULANG BENDUNG TETAP CIPAAS (STUDI KASUS DESA BUNIHARA KECAMATAN ANYER) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1530.653 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i2.1259

Abstract

Bendung adalah bangunan melintang sungai yang berfungsi meninggikan elevasi muka air agar bisa diambil dan dialirkan kesaluran lewat bangunan pengambilan. Bendung Tetap di Kabupaten Serang di Kecamatan Anyer Desa Bunihara merupakan Sungai Cipaas untuk mensuplai air baku terutama untukmanfaat dari sektor pertanian dengan luas areal sawah 350 Ha. Daerah aliran Sungai Cipaas (DAS) pada Bendung tersebut sudah tidak relevan pada saat perencanaan awal, Sehingga perlu dikaji ulang dengan cara menganalisis stabilitas Bendung Tetap Cipaas dengan menggunkan debit banjir periode lima puluh tahun (Q50), dengan luas DAS 49,70 km2. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah stabilitas Bendung Tetap Cipaas aman terhadap gaya-gaya yang bekerja dengan (Q).Penelitian ini menggunaakan data sekunder berupa data curah hujan harian selama 10 tahun dari 350 stasiun. Gaya-gaya yang diperhitungkan adalah gaya berat sendiri, gaya gempa, gaya angkat, gaya berat air, tekanan air dan analisis stabilitas bendung yang diperhitungkan adalah gradient hidrolik, eksentrisitas, daya dukung tanah, gaya guling dan gaya geser.Hasil penelitian menunjukan bahwa curah hujan periode 50 tahun dengan metode Gumbel = 204,5057 mm didapat debit banjir periode lima puluh tahun (Q) dengan metode Der Weduwen = 139,7541 m3/det. Dimensi bendung aman terhadap eksentrisitas, daya dukung tanah, gaya guling, gaya geser dan Gaya gaya yang bekerja baik pada saat kondisi muka air normal dan kondisi muka air banjir
TEKNOLOGI SUMUR RESAPAN DALAM KAJIAN PEMAPARAN HIDROGRAF BANJIR SUB DAS CIUJUNG Restu Wigati; Rizki Ichwan
Jurnal Fondasi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.96 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i1.1711

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang signifikan mengakibatkan perubahan terhadap tata guna lahan. Dampak dari perubahan tata guna lahan adalah meningkatnya aliran limpasan permukaan serta menurunnya air yang meresap ke dalam tanah.  Menurut BPDAS Ciujung tutupan lahan terbuka hijau  di wilayah Sub DAS Ciujung hanya sekitar 15%. Luasan itu masih sangat jauh  dari presentase minimal 30%. Hal tersebut menyebabkan wilayah Sub DAS Ciujung sering terkena banjir tiap tahunnya. Oleh karena itu dibutuhkan penanganan baru di wilayah Sub DAS Ciujung berupa permodelan sumur resapan dengan prinsip menangkap limpasan air hujan kemudian meresapkannya ke dalam tanah sebagai cadangan air tanah.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah sumur resapan yang dapat diaplikasikan dan menghitung efisiensi sumur resapan. Analisa debit banjir menggunakan metode empiris: Metode Rasional,  Metode Haspers, Metode Unit Hidrograf, HSS Nakayasu dan HSS Gama I. Sedangkan analisa yang digunakan untuk menghitung jumlah sumur resapan menggunakan Metode SNI 03-2453-2002 dan Metode Sunjoto (1998).Dengan membandingkan kedua metode tersebut hasil yang didapat adalah metode Sunjoto (1998) dianggap lebih efektif dengan jumlah sumur resapan yang dapat diaplikasikan di Sub DAS Ciujung sebanyak 399.790sumur resapan. Dengan jumlah sumur resapan tersebut mampu mereduksi volume dan debit puncak banjir sebesar 74,39%
ANALISIS KINERJA SALURAN DRAINASI PERUMAHAN PEJATEN MAS ESTAT Restu Wigati; Listia Lailita
Jurnal Fondasi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.984 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i2.1628

Abstract

Perumahan Pejaten Mas Estat merupakan salah satu perumahan yang ada di Kecamatan Kramatwatu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah saluran drainase eksisting masih layak dan aman terhadap debit banjir maksimum periode ulang 5 tahun.Analisa meliputi perhitungan hujan kawasan menggunakan rumus aljabar, analisa frekuensi untuk menentukan parameter statistik, penentuan distribusi probabilitas menggunakan Uji Chi-Kuadrat dan Uji Smirnov-Kolmogorof, penentuan debit banjir periode ulang 5 tahun menggunakan rumus rasional, dan peninjauan dimensi saluran eksisting.Hasil analisa data diperoleh distribusi yang cocok yaitu Distribusi Gumbel dengan nilai debit banjir rencana yaitu 0.1691 m3/detik. Nilai tersebut lebih kecil dari debit saluran drainase sebesar 0.4365 m3/detik. Sehingga saluran drainasi di lapangan dengan lebar saluran 0.94 m dan tinggi saluran 0.90 m masih layak dan aman terhadap debit banjir periode ulang 5 tahun
SI DUDUNG (Sistem Drainase Hijau dan Unggul) Sebagai Solusi Banjir Kota Serang Banten Restu Wigati; Ngakan Putu Purnaditya; Rifky Ujianto; Fahrus Sabri; Sarrobi Kamal; Graciela Febriyanti Zulfa
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10625

Abstract

Kota Serang merupakan ibukota Provinsi Banten yang dihuni oleh 666.600 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 2499 jiwa/km2 pada tahun 2017. Seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya perkembangan infrastruktur di Kota Serang mengakibatkan terjadinya penyempitan lahan resapan air, terlebih lagi buruknya kondisi drainase yang ada membuat kota ini menjadi langganan banjir. Salah satu solusi penanggulangan banjir dengan mengaplikasikan sistem drainase yang berkelanjutan melalui konsep manajamen air limpasan untuk meningkatkan kapasitas resapan. SI DUDUNG adalah sebuah konsep sistem drainase berkelanjutan yang sesuai dengan karakteristik jalan yang ada di Kota Serang. Penelitian ini mengkaji data hidrologi menggunakan Metode Rasional yang akan menghasilkan kombinasi serta desain permodelan SI DUDUNG yang cocok diaplikasikan di Kota Serang. Hasil air penampungan SI DUDUNG ini juga dapat dimanfaatkan dan dikelola lebih lanjut sebagai sumber air pada teknologi penyiram tanaman otomatis bagi pohon dan tanaman yang berada di median jalan maupun jalur hijau daerah manfaat jalan. Dengan aplikasi SI DUDUNG ini, air limpasan yang ada di jalan dapat lebih mudah penyerapannya dan lebih dioptimalisasi penggunannya sehingga dapat menjadi solusi banjir yang kerap terjadi di Kota Serang. 
ANALISIS BANJIR SUNGAI CILIWUNG (STUDI KASUS RUAS SUNGAI LENTENG AGUNG-MANGGARAI) Restu Wigati; Wahyudin .
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.413 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1985

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan sungai yang memiliki fungsi yang sangat penting dan memiliki dampak yang paling luas ketika musim hujan karena sungai ini mengalir melalui tengah Kota Jakarta, melintasi banyak perkampungan dan perumahan padat penduduk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi terjadinya banjir di Sungai Ciliwung pada ruas Lenteng Agung-Manggarai dengan. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa curah hujan harian selama 16 tahun dari 4 stasiun hujan, peta DAS Ciliwung, gambar melintang dan memanjang SungaiCiliwung. Langkah perhitungannya dimulai dari pemilihan data curah hujan harian, metode kurva massa ganda, analisis hujan DAS dengan poligon Thiessen, analisis frekuensi, uji Chi-Kuadrat dan uji Smirnov Kolmogorov, dilanjutkan dengan analisis hujan rencana kala ulang 50 tahun, analisis debit rencana kala ulang 50 tahun dengan Metode Hasper, Melchior, HSS Nakayasu, HSS Gama 1. Hasil dari perhitungan debit rencana tersebut digunakan untuk menganalisis banjir dengan program HEC-RAS. Lokasi yang diujikan ada15 titik di sepanjang ruas sungai Lenteng Agung-Manggarai. Hasil penelitian menunjukan besar debit kala ulang 50 tahun adalah 379,99 m3/s. Lokasi yang terkena banjir adalah Sta K.A Manggarai, SMA N 8 Jakarta, Jln Gudang Peluru, Carrefour MT Haryono, Jln. Pengadegan, Kampung Cililitan, Kampung Tanjung, Jln. Munggang, Jln. Kayu Manis, Kampung KelurahanGedong. Berdasarkan hasil dari analisis HEC-RAS adalah pada lokasi yang terjadi banjir, dimensi sungainya perlu di normalisasi dan pendimensian ulang
EFEKTIFITAS PENERAPAN SUMUR RESAPAN DALAM MEREDUKSI BEBAN ALIRAN LIMPASAN PERMUKAAN SUB DAS CISIMEUT SEBAGAI UAPAYA PENGELOLAAN BANJIR Restu Wigati; Andi Cahya Setiawan
Jurnal Fondasi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.171 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i1.1712

Abstract

Curah hujan yang tinggi dalam kurun waktu yang singkat serta minimnya daerah resapan air di wilayah Sub DAS Cisimeut yang hanya 11,34% mengakibatkan limpasan air hujan meningkat dan pengisian air tanah berkurang. Salah satu usaha untuk menanggulangi hal tersebut adalah penerapan sumur resapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar efektifitas sumur resapan dalam mereduksi beban aliran limpasan permukaan di wilayah Sub DAS Cisimeut sebagai upaya pengelolaan banjir.Metode yang digunakan untuk perencanan sumur resapan adalah metode Sunjoto dan metode SNI 03-2453-2002dengan dimensi 1,5 m dan kedalaman 3 m. Dari hasil analisis didapat jumlah sumur dengan menggunakan metode Sunjoto untuk alternatif reduksi limpasan permukaan 25%, 50%, dan 75% masing-masing adalah 246953 buah, 493905 buah, dan 741194 buah dengan waktu isi dan resap satu buah sumur adalah 16,5 jam dan 18,87 jam. Sedangkan dengan menggunakan metode SNI 03-2453-2002 untuk alternatif I,II, dan III masing-masing adalah 53 buah, 106 buah, dan 158 buah dengan waktu isi dan resap satu buah sumur adalah 8,495 jam dan 8,33 jam. Berdasarkan kedua metode tersebut, dipilih metode Sunjoto untuk perencanaan sumur resapan di wilyah Sub DAS Cisimeut karena dalam perhitungannya menggunakan debit banjir dan waktu konsentrasi yang dihitung berdasarkan analisis hidrologi.Dari perhitungan sumur resapan menggunakan metode Sunjoto, waktu isi dan resap sumur yang terlalu lama membuat perencanaan sumur resapan di wilyah Sub DAS Cisimeut menjadi kurang efektif untuk mereduksi beban aliran limpasan. Hal ini disebabkan karena jenis tanah dan nilai permeabilitasnya yang rendah. Oleh karena itu alternatif lain untuk mereduksi beban aliran limpasan akan direncanakan sebuah kolam retensidengan panjang 1.250 m, lebar 1.250 m, kedalaman 5 m dan tinggi jagaan 3 m untuk kapasitas pompa 5 m3/dt. Sedangkan untuk kapasitas pompa 10 m3/dt dimensinya adalah panjang 1.150 m, lebar 1.150 m, kedalaman 5 m dan tinggi jagaan 3 m
Perencanaan Rainwater Harvesting System sebagai Implementasi Konsep Smart & Green Campus (Studi Kasus: Gedung Fakultas Ilmu Sosial Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Kampus Sindangsari) Anisa Ulfa; Restu Wigati; Rama Indera Kusuma
Jurnal Fondasi Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i2.12451

Abstract

Mengurangi penggunaan air tanah dan mengoptimalkan penggunaan air dengan sumberdaya yang ada, serta meningkatkan program konservasi air dirasa sangat perlu untuk mendukung dan mengimplementasikan konsep smart & green campus di Untirta, Sindangsari. Salah satu cara menerapkan konsep bangunan hijau adalah dengan pemanenan air hujan dari atap bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung banyaknya air hujan yang dapat dipanen melalui atap bangunan Gedung Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Sindangsari dengan luas cathment area 1.161,6 m2. Jumlah pengguna toilet pada Gedung FISIP, Untirta, Sindangsari sebanyak 2152 orang yang terdiri dari mahasiswa aktif, tenaga pengajar maupun staff, serta luas pertamanan 244,1909 m2. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, dengan mengumpulkan data kemudian menganalisis dan menyimpulkan hasil penelitian. Data hujan yang digunakan merupakan data dari stasiun hujan terdekat yaitu stasiun hujan Ragas Hilir, Pamarayan, Pipitan, dan BMKG Serang. Hasil penelitian didapatkan Kebutuhan air total sebagai non-potable water (gelontor toilet, dan pertamanan) sebesar 51,746 m3/hari. Jumlah air hujan yang dapat ditampung sebanyak 2.735,585 m³ dengan volume PAH menggunakan keperluan air sebesar 14% menghasilkan kapasitas tanki 220 m³, dan potensi penghematan rata-rata penggunaan air tanah sebesar 15%. Tangki yang digunakan yaitu tanki panel fiberglass yang penempatannya berada diatas permukaan tanah. Tanki penampungan air hujan dilengkapi dengan filtrasi sederhana berupa saringan saluran air hujan, tabung pengalih air hujan, tabung FRP dan saringan debu halus.
ANALISIS PENGARUH KEMIRINGAN DASAR SALURAN TERHADAP DISTRIBUSI KECEPATAN DAN DEBIT ALIRAN PADA VARIASI AMBANG LEBAR Restu Wigati; Subekti .; Kiki Tri Prihatini
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.107 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.1998

Abstract

Dalam pengukuran debit aliran pada saluran, alat yang umum digunakan adalah ambang lebar, selain Thomson, pintu sorong dan ambang tajam. Alat ukur debit dengan metode ambang lebar banyak digunakan untuk mengukur debit pada bangunan irigasi. Sejauh ini belum ada penelitian mengenai pengaruh kemiringan dasar saluran terhadap distribusi kecepatan dan debit aliran pada variasi ambang lebar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemiringan dasar saluran (I) terhadap distribusi kecepatan (V) dandebit aliran (Q) pada variasi ambang lebar (A). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di Laboratorium Hidraulika Fakultas Teknik UNTIRTA dengan menggunakan ambang lebar buatan pada alat Standard Tilting Flume. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi kemiringan dasar saluran (I) dapatmeningkatkan kecepatan (V) dan debit aliran terukur (Q terukur) pada variasi ambang lebar (A). Hal ini dikarenakan energi kinetik diatas ambang telah dialihkan kedalam energi potensial disebelah hilir saluran, sehingga adanya ambang menyebabkan perubahan karateristik aliran seperti kecepatan dan atau turbulensi. Sedangkan variasi kemiringan dasar saluran (I) dapat menurunkan debit aliran teroritis (Qteroritis) pada variasi ambang lebar (A)
NORMALISASI SUNGAI CIBEBER HM 21 + 00 SAMPAI DENGAN HM 36 + 00 (PANJANG 1500 METER) Restu Wigati; Soedarsono .; Ai Nur Azizah
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.991 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1986

Abstract

Sungai Cibeber merupakan salah satu sungai di DAS Cibeber yang pemanfaatannya untuk kebutuhan irigasi yang terletak di Kota Cilegon, Provinsi Banten. Tujuannya dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya debit banjir yang mengalir di Sungai Cibeber dan untuk mengetahui apakah Sungai Cibeber ini masih mampu atau tidak untuk menampung kelebihan air dari debit yang direncanakan. Analisis yang dilakukan meliputi perhitungan hujan kawasan dengan menggunakan data curah hujan stasiun Cilegon dan stasiun Keramat Watu tahun 2000 – 2011 dengan rumus Rata-Rata Aljabar, Analisa Frekuensi untuk menentukan parameter statistik, penentuan distribusi probabilitas menggunakan Uji ChiKuadrat dan Uji Smirnov-Kolmogorof, penentuan debit banjir periode ulang 25 dan 50 tahun menggunakan rumus Rasional dan Weduwen, pengecekkan dimensi saluran eksisting di beberapa titik yang sering mengalami kondisi banjir, normalisasi penampang melintang Sungai Cibeber di beberapa titik yang mengalami banjir. Hasil analisis data diperoleh distribusi yang cocok yaitu Distribusi Gumbel dengan nilai debit banjir rancangan pada kala ulang 25 tahun adalah 109,41 m3/s dan kala ulang 50 tahun adalah 123,005 m/s. Kondisi eksisting Sungai Cibeber di 8 titik yang ditinjau saat ini tidak aman terhadap debit yangdirencanakan. Analisis dimensi sungai yang terpilih adalah alternatif 3 untuk dapat menyelesaikan banjir dengan dimensi yang berbeda-beda pada setiap titik
Co-Authors Abdurohim Abdurohim Abdurohim Abdurohim Abdurohim Abdurohim, Abdurohim Adianti, Feni Adinda Tiaranni Haryono Aditya Widiastomo Ahmad Faqih Irsyad Ai Nur Azizah Alfian Faris Amalia, Risty Amatullah Radhiyah Andi Cahya Setiawan Andi Maddeppungeng Anisa Ulfa Aprilia Maharani Arief Budiman Bambang Adhi Priyambodho Bambang Adhi Priyambodho Bella Dwi Pratiwi Bobby Kurniawan Budiman, Arief Dewandha Mas Agatya Dwi Esti Intari Dwi Esti Intari Dyah Lintang Trenggonowati Ellya Susilowati Enden Mina, Enden Evi Febianti Fahrus Sabri Fahrus Sabri Faiz Syafaat Arifin Faiz Syafaat Arifin Fathonah, Woelandari Firyaal Nabila Graciela Febriyanti Zulfa Gunawan, Akbar Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Heri Mulyono Intan Afiah Rakhmatika Irma Suryani Irvan Krisnanto Irvan Krisnanto, Irvan Ivandhika Rizal Ardiansyah Jannah, Dahlia Raudothul Jenfatika Chandra Junaidi Junaidi Kiki Tri Prihatini kulsum kulsum Kulsum Kulsum Kulsum Kulsum, Kulsum Kuncoro, Hendrian Budi Bagus Lia Muliawaty Listia Lailita Lutfiah, Qonita Martia Dwi Lestari Martia Dwi Lestari Maulana, Yovi Metadilisa Habi Mita Nivalia Muhammad Yusril Nasheh Nada Shafa Soraya Gandakusumah Nasuha, Cecep Nana Ngakan Putu Purnaditya Ngakan Putu Purnaditya NR.Ruyani Nufus Sulthonah Nyi Raden Ruyani Pinem, Mekro Permana Priyambodho, Bambang Adhi Putu Purnaditya, Ngakan Rahmad Permadi Rahmania, Bunga Raissa, Azarine Vashti Alpha Rama Indera Kusuma Resma Kusumaningrum Rifky Ujianto Rifky Ujianto Rifky Ujianto Rindu Twidi Bethary, Rindu Twidi Rizki Ichwan Saharani, Reza Nurul Sarrobi Kamal Shandi Irfani Sasmita Soedarsono . Soedarsono Soedarsono Soedarsono Soedarsono Soedarsono Soedarsono Soedarsono Soedarsono Soelarso Soelarso Subekti . Subekti Subekti Subekti Subekti Subekti, Subekti Sulastri Oktaviani Sulastri Oktaviani Susilawati Syahid, Mush'ab Abdu Asy Syahid, Mushab Abdu Asy Wahyudin . Yanuar Sutanto Yulistian Yusi Ananda Zulfa, Graciela Febriyanti Zulmahdi Darwis