Claim Missing Document
Check
Articles

Normalisasi Sungai Ciliwung Menggunakan Program HEC-RAS 4.1 (Studi Kasus Cililitan - Bidara Cina) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.411 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1242

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai yang melintasi wilayah Kota Jakarta.Sungai Ciliwung yang melintasi banyak pemukiman penduduk seringkali dikaitkan dengan masalah banjir yang terjadi di Kota Jakarta.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi terjadinya banjir di Sungai Ciliwung pada ruas Cililitan sampai dengan Bidara Cina dengan Q50 dan Q.Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data tinggi muka air selama 11 tahun dari Stasiun M.T. Haryono, peta DAS Ciliwung serta gambar penampang melintang dan memanjang Sungai Ciliwung. Analisis debit banjir rencana menggunakan Metode Rating Curve dan Analisis Regional. Perhitungan debit rencana tersebut digunakan untuk menganalisis banjirmenggunakan program HEC-RAS pada 150 profil. Hasil penelitian menunjukkan besar debit banjir Q50 sebesar 261,397 m3/s dan Q100 sebesar 307,012 m3/s dimana pada semua lokasi titik tinjauan mengalami banjir. Berdasarkan hasil analisis dari program HECRAS pada lokasi yang terjadi banjir, maka perlu adanya pendimensian ulang atau normalisasi pada penampang sungai dan peninggian tanggul sungai.
Perencanaan Desain Embung Untuk Kebutuhan Air Baku dan Pengendalian Banjir (Studi Kasus: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Kampus Sindangsari) Rifky Ujianto; Restu Wigati; Ivandhika Rizal Ardiansyah; Kulsum Kulsum
Jurnal Fondasi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v0i0.13095

Abstract

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa saat ini menerapkan konsep Smart & Green Campus yaitu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dilingkungan kampus secara efektif dan efisien. Berdasarkan pedoman UI GreenMetric salah satunya adalah penggunaan air, tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan air, meningkatkan program konservasi air, program daur ulang air, dan penggunaan air olahan. Oleh karena itu direncanakan embung yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air dan pengendali banjir di kampus. Dengan menghitung kebutuhan air pada setiap gedung, menghitung ketersediaan air yang tersedia, dan menghitung debit banjir akan didapatkan volume tampungan embung yang dibutuhkan. Hasil penelitian didapatkan total kebutuhan air satu kampus sebesar 4545,4 m3/bulan. Berdasarkan hasil analisis perhitungan kebutuhan air dan ketersediaan air dengan keandalan F.J. Mock 90%, kebutuhan air lebih besar daripada ketersediaan airnya, karena itu didapatkan gedung yang optimal untuk kebutuhan air yaitu kebutuhan air 100% gedung FISIP dan 44% gedung FEB. Dari perhitungan neraca air selama 3 tahun didapatkan 5 bulan ditahun pertama kebutuhan airnya tidak terpenuhi. Perhitungan debit HSS Nakayasu didapatkan waktu puncak 11,093 menit, dan debit puncak 0,101 m3/s. Dari analisis tersebut didapatkan volume embung yang dibutuhkan untuk air baku sebesar 7621,099 m3, volume untuk banjir sebesar 3916,732 m3, sehingga total volume embung yang dibutuhkan sebesar 11537,831 m3. Embung direncanakan dengan kemiringan 1V:3H, lebar dasar embung 30 m, panjang embung 161 m, tinggi total embung 2,5 m, lebar pelimpah 8 m, tinggi pelimpah 2 m, dan jumlah pelimpah 2 buah.
PERENCANAAN PEMECAH GELOMBANG (BREAKWATER) SISI MIRING DI PELABUHAN MERAK DENGAN MENGGUNAKAN BATU PECAH DAN TETRAPOD Restu Wigati; Bambang Adhi Priyambodho; Shandi Irfani Sasmita
Jurnal Fondasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.596 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i2.4078

Abstract

Dermaga VI Pelabuhan Merak berada di desa Tamansari, kecamatan Pulo Merak, Cilegon, memiliki panjang dermaga mencapai 145 meter, lebar 45 meter dan kedalaman 7,5 meter dengan tipe wharf akan dijadikan sebagai dermaga eksekutif. Tujuan dari penelitian ini yaitu merencakan tata letak dan merancang pemecah gelombang pada koordinat 5°93`80`` LS 105°99`16`` BT sampai dengan 5°94`11`` LS 105°99`49`` BT sebagai alternatif untuk melindungi Pelabuhan Merak, khusunya Dermaga VI, merencanakan tipe pemecah gelombang, menentukan butir lapis lindung pemencah gelombang serta melakukan perhitungan dimensi pada pemecah gelombang.Perhitungan butir lapis lindung menggunakan Metode Hudson untuk menentukan tebal lapis lindung rencana dan menggunakan material batu pecah dan tetrapod. Perhitungan dimensi pemecah gelombang didapat berdasarkan kemiringan 1:1,5; 1:2; dan 1:3. Selanjutnya data hasil perhitungan digambar tampak melintang dengan masing-masing kemiringan 1:1,5; 1:2; dan 1:3 dengan menggunakan material batu pecah dan tetrapod.Hasil hitungan butir lapis lindung pada kemiringan 1:1,5 tiap 1 meter adalah 316,172 m3 untuk batu pecah dan 296,676 m3 untuk tetrapod, kemiringan 1:2 tiap 1 meter adalah 420,029 m3 untuk batu pecah dan 403,863 m3 untuk tetrapod, kemiringan 1:3 tiap 1 meter adalah 592,552 m3 untuk batu pecah dan 577,925 m3 untuk tetrapod. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alternatif kemiringan yang paling memungkinkan untuk direalisasikan ialah pada kemiringan 1:2.
ANALISIS BANJIR MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS 4.1 (Studi kasus sub DAS Cisimeut hilir HM 0+00 Sampai dengan HM 69+00 ) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.589 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1243

Abstract

Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku sehingga keberadaannya sangat penting dalam menunjang kebutuhan manusia. Seiring dengan perubahan kondisi di wilayah sungai, perubahan tataguna lahan dan pertumbuhan penduduk membuat sungai tidak berfungsi optimal sebagaimana mestinya, sehingga mengakibatkan banyak kerugian dan merugikan masyarakat.Banjir juga dapat merusak bangunan, lahan pertanian, sarana dan prasarana, lingkungan hidup serta merusak tata kehidupan masyarakat di wilayah Banten, khususnya di Sub-DAS Cisimeut. Banjir terjadi karena meluapnya sungai, dan berkurangnya luas daerah resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir yang ada di Kecamatan Lebak, yang didasarkan pada daya tamping dengan debit yang terjadi, memberi solusi alternatif dari permasalahan banjir tersebut, dan mengetahui mampu atau tidaknya kondisi segmen DAS Cisimeut Hilir menampung debit aliran sungai untuk kala ulang50 tahun. Pada Penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder berupa Curah hujan harian selama 19 tahun dan data dimensi tampang lintang Sub-DAS Cisimeut. Hasil hitungan hujan rencana dengan kala ulang 50 tahun yaitu = 128,26 mm, hujan jam-jaman dengan metode ABM (Alternatif Block Methode),berdurasi 6 jam dengan durasi puncak pada jam ke 3 yaitu = 69.96 mm Sedangkan debit rencana dengan metode Snyder didapat nilai debit puncak sebesar 1566,439 m3/s, adapun dengan menggunakan metode metode SCS didapat nilai debit puncak sebesar 1217,22 m3/s, setelah nilai debit diketahui, hitungan dilanjutkan menggunakan software untuk mengetahui kapasitas tampung sungai menggunakan aliran Steady flow dan aliran Unstaedy flow.Sub-DAS Cisimeut tidak dapat menampung debit aliran yang terjadi, oleh karenanya perlu adanya normalisasi Sungai, atau alternatif lain sehingga aliran air dapat ditampung oleh sungai Cisimeut
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK MATERIAL ASPAL SEBAGAI BAHAN BAKU INFRASTRUKTUR JALAN DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK (Studi Kasus : Provinsi Banten) Andi Maddeppungeng; Restu Wigati; Mita Nivalia
Jurnal Fondasi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.272 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i1.3297

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan merupakan faktor penunjang utama dalam pertumbuhan ekonomi. Pemeliharaan jalan diperlukan untuk memperpanjang umur rencana jalan dan memberikan kenyamanan serta kelancaran bagi pengguna jalan karena adanya penurunan tingkat pelayanan jalan. Daerah Provinsi Banten adalah salah satu daerah yang saat ini memprioritaskan pembangunan dalam bidang infrakstruktur jalan. Untuk mendukung investasi infrastruktur tersebut diperlukan sumber daya input konstruksi, misalnya aspal sebagai material infrastruktur jalan. Penyediaannya dilakukan para produsen dan penggunaannya oleh para pelaku konstruksi. Proses tersebut membentuk rantai pasok. Dalam pemenuhan kebutuhan aspal nasional, 75% pasokan aspal masih berasal dari impor. Perusahaan yang ditinjau pada penelitian ini masih kurang memenuhi kebutuhan aspal nasional.Untuk itu perlu dilakukan analisis rantai pasok material aspal di daerah Provinsi Banten dengan cara pendekatan sistem dinamik yaitu menganalisis ketersediaan aktual pada mata rantai pasok dengan menggunakan software Powersim.Berdasarkan hasil simulasi dan analisis aliran rantai pasok aspal X yang ditinjau di Provinsi Banten dalam pemenuhan kebutuhan pemeliharaan jalan Provinsi. Kebutuhan material aspal untuk pemeliharaaninfrastruktur jalan Provinsi di Provinsi Banten berturut – turut pada tahun 2014 – 2016  adalah 712,5 ton, 712,5 ton, dan 390,4 ton. Dengan ketersediaan material aspal yang ditinjau adalah 10.080 ton. Hasil simulasi pembuatan model analisis rantai pasok di software Powersim dapat diterima dengan nilai MAPE; Data Konsumsi Aspal Nasional sebesar 1,21 %, Data Penjualan Aspal yang ditinjau sebesar 1,28 %, Data Permintaan Konsumen ke AMP sebesar 8,18 %, dan Data Pengiriman AMP ke Konsumen sebesar 8,18 %. Hasil kinerja rantai pasok pada aliran material aspal yang ditinjau adalah sebagai berikut, kinerja rantai pasok supplier baik, kinerja rantai pasok distributor baik, dan kinerja rantai pasok konsumen baik.
ANALISIS BANJIR MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS 4.1.0 (Studi Kasus Sub DAS Ciberang HM 0+00 - HM 34+00) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.757 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i2.1261

Abstract

Salah satu fenomena alam yang mengancam keberadaan hidup manusia dibeberapa wilayah di Indonesia setiap masuk musim penghujan yaitu banjir.Setiap tahun Kabupaten Lebak umumnya mengalami banjir terutama di daerah masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai. Hal ini disebabkan berkurangnya kapasitas penampang sungai sehingga dimensi sungai tidak mampu menampung debit yang ada dan menyebabkan Sungai Ciberang meluap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya debit banjir Sungai Ciberang dengan Q50 dan mengidentifikasi daerah rawan banjir serta memberikan solusi masalah banjir yang terjadi di Sungai Ciberang.Pada Penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder berupa Curah hujan harian selama 19 tahun dan data dimensi penampang melintang sub-DAS Ciberang. hasil hitungan hujan rencana dengan kala ulang 50 tahun yaitu 105,875 mm, hujan jam-jaman durasi 6 jam dengan durasi puncak pada jam ke 3 yaitu = 57,713 mm sedangkan debit rencana dengan metode HSS SCS didapat nilai debit puncak sebesar 523,174m3/s, adapun dengan menggunakan metode HSS Snyder didapat sebesar 1228,162 m/s, langkah dilanjutkan menggunakan softwareHEC-RAS 4.1.0 untuk mengetahui kapasitas tampung sungai dengan menggunakan debit Snyder.Setelah dianalisis menggunakan software, sub-DAS Ciberang tidak dapat menampung debit aliran yang terjadi, oleh karenanya perlu adanya perbaikan sungai berupa normalisasi sungai dan peninggian tanggul
PENGARUH PENGGUNAAN KOLAM OLAK SEBAGAI PEREDAM ENERGI LONCAT AIR TERHADAP KEDALAMAN MUKA AIR HILIR Restu Wigati
Jurnal Fondasi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.656 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i1.1710

Abstract

Loncat air merupakan fenomena aliran yang terjadi di hilir bendung akibat perubahan aliran superkritis menuju aliran sub kritis. Perubahan kondisi aliran tersebut menyebabkan gerusan karena kecepatan aliran yang terjadi masih tinggi. Untuk meredam perubahan kecepatan, dibuat suatu konstruksi bangunan peredam energi. Konstruksi peredam energi yang digunakan salah satunya telah dikembangkan oleh USBR (United State Beureau of Reclamation).Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di Laboratorium Hidraulika Fakultas Teknik UNTIRTA dengan menggunakan mercu bulat tipe shocklitsch, pemodelan kolam olak USBR tipe I dan II, rip - rap serta saluran terbuka (standard tilting flume) dengan tiga variasi kemiringan dasar saluran (I) yaitu I1 = 0, I2 = 0.00263 dan I3 = 0.01579 dan beberapa variasi debit aliran.Hasil pengujian menggunakan kolam olak menujukan semakin curam dasar saluran nilai Froude (Fr) akan semakin besar diikuti dengan perubahan kecepatan, penggunaan kolam olak akan lebih efektif pada kondisi saluran dengan kemiringan dasar saluran I3 = 0.0157 di mana kedalaman muka air di hilir lebih rendah. Adanya variasi debit menunjukan panjang loncat air yang terjadi lebih pendek di bandingkan dengan tidak menggunakan kolam olak. Semakin bertambah besar kemiringan dasar saluran diikuti dengan nilai debit teoritis, penggunaan kolam olak menjadi lebih efisien karena mampu memperkecil bilangan Froude dengan nilai efisiensi E2/E1 sebesar 13.57% untuk kemiringan I1 = 0 dan 9.43% untuk kemiringan I3 = 0.01579 pada kolam olak tipe II, sedangan untuk kemiringan dasar saluran I2 = 0.00263 nilai E2/E1 sebesar 14.64% pada kolam olak tipe I
ANALISIS BANJIR MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC - RAS 4.1 ( Studi Kasus sub DAS Ciujung Hulu HM 0+00 Sampai Dengan HM 45+00 ) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono; Yusi Ananda
Jurnal Fondasi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.817 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i1.3302

Abstract

Seiring dengan perubahan kondisi di wilayah sungai, perubahan tataguna lahan dan pertumbuhan penduduk membuat sungai tidak berfungsi optimal sebagaimana mestinya, akibat perubahan tersebut terjadi bencana khususnya bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan banyak kerugian berupa korban jiwa maupun kerugian harta benda. Sungai Ciujung merupakan sungai yang ada di Provinsi Banten, beberapa segmen dari sungai tersebut sering meluap, tepatnya pada Kampung Muara Ciujung Kota Rangkasbitung Kecamatan Lebak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir yang didasarkan pada daya tampung atau kapasitas sungai dengan debit yang terjadi serta memberi solusi alternatif dari permasalahan tersebut. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data curah hujan harian selama 19 tahun dan data dimensi tampang melintang Sungai Ciujung HM 0+00 sampai HM 45+00.  Hasil analisis  hujan rencana dengan kala ulang 100 tahun sebesar 140,12 mm, hujan jam-jaman dengan metode ABM (Alternatif Block Methode) berdurasi 6 jam dengan tinggi hujan maksimum 76,43 mm. Debit rencana HSS SCS diperoleh Q100 sebesar 1266,335 m3/s sedangkan HHS Snyder diperoleh nilai sebesar1591,399 m3/s. Kapasitas tampungan Sungai Ciujung menggunakan software HEC-RAS 4.1 terlihat bahwa Sungai Ciujung tidak dapat menampung debit aliran yang terjadi, oleh karenanya perlu adanya pemeliharaan sungai berupa normalisasi sungai.
Studi Analisis Banjir Sungai Cilemer Berdasarkan Sni 2415:2016 Tinjauan Data Curah Hujan Dengan Kala Ulang 50 Tahun Restu Wigati; Woelandari Fathonah; Adinda Tiaranni Haryono
Jurnal Fondasi Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i2.6667

Abstract

Banjir ialah peritiwa meluapnya air sungai melebihi palung sungai atau genangan air yang terjadi pada daerah yang rendah dan tidak bias terdrainasikan. Banjir di wilayah Banten khususnya wilayah sungai Cibaliung-Cisawarna DAS Cilemer telah menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, baik secara langsung atau tidak langsung banjir juga menimbulkan kerugian seperti mencemari lingkungan, masalah kesehatan dan keterbatasan air bersih baik untuk minum atau kebutuhan sehari-hari lainnya.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir disungai Cilemer yang didasarkan pada daya tampung dengan curah hujan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa curah hujan harian selama 10 tahun dari 6 stasiun hujan, peta DAS Cilemer, gambar melintang dan memanjang Sungai Cilemer. Langkah perhitungannya dimulai dari pemilihan data curah hujan harian, Hujan kawasan DAS, analisis hujan DAS dengan Poligon Thiessen, analisis frekuensi, uji Chi-Kuadrat dan uji Smirnov Kolmogorov, dilanjutkan dengan analisis hujan rencana kala ulang 50 tahun, analisis debit rencana kala ulang 50 tahun dengan Metode Snyder dan HSS Nakayasu. Dari Hasil penelitian menggunakan metode Snyder menunjukan  besar debit kala ulang 50 tahun adalah 4650,6145 m3/s. Daerah penelitian Sungai Cilemer pada 153 Cross Section dengan HM 00+00 sampai HM 153+00 mengalami banjir, lokasi yang terkena banjir adalah Pagelaran dan Patia di Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan hasil dari analisis HEC-RAS 5.0.3 pada lokasi yang terjadi banjir perlu dilakukan pendimensian ulang atau normalisasi.
KAJIAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Abdurohim Abdurohim; Enden Mina; Restu Wigati
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Karakter seharusnya sudah dimulai sejak sedini mungkin, baik ketika masih dalamkandungan ibu, dalam keluarga, kelompok bermain ataupun Pendidikan anak usia dini. Pendidikanpada usia dini pada dasarnya adalah pendidikan yang dilakukan oleh keluarga sebagai pusatpendidikan yang sangat berperan dalam proses perkembangan anak pada usia dini. Hal yangperlu disadari oleh orang tua adalah bahwa dengan mendapatkan pelayanan PAUD, perkembanganaspek psikologis dan psikis anak akan meningkat dan berkembang dengan lebih optimaldibandingkan anak yang tidak melalui PAUD. Faktor yang menyebabkan lambatnya pertumbuhananak usia dini adalah animo masyarakat atau kesadaran orang tua tentang pentingnya PAUD yangmasih rendah. Dasar pemikiran dalam penelitian yang akan dianalisa adalah bahwa dalammeningkatkan fungsi penyelenggaraan pendidikan anak usia dini lebih efektif perlu diketahuibeberapa faktor yang menyebabkan lemahnya tingkat pengetahuan masyarakat terutama kaumibu sebagai orang terdekat mengingat usia dini merupakan periode emas (goldenage) bagiperkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan. Metodologi yang digunakan dalampenelitian adalah metode deskritif kuantitatif dengan instrumen penelitian terdiri dari beberapadaftar pertanyaan (kuesioner). Pengolahan data menggunakan analisis statistik parametris melaluipengujian t-test terhadap responden yaitu ibu-ibu yang memiliki anak usia 4 sampai 6 tahun diKelurahan LebakgedeKecamatan Pulomerak Kota Cilegon.Kata kunci: PAUD, Pengetahuan Ibu, anak usia 4 – 6 tahun.
Co-Authors Abdurohim Abdurohim Abdurohim Abdurohim Abdurohim Abdurohim, Abdurohim Adianti, Feni Adinda Tiaranni Haryono Aditya Widiastomo Ahmad Faqih Irsyad Ai Nur Azizah Alfian Faris Amalia, Risty Amatullah Radhiyah Andi Cahya Setiawan Andi Maddeppungeng Anisa Ulfa Aprilia Maharani Arief Budiman Bambang Adhi Priyambodho Bambang Adhi Priyambodho Bella Dwi Pratiwi Bobby Kurniawan Budiman, Arief Dewandha Mas Agatya Dwi Esti Intari Dwi Esti Intari Dyah Lintang Trenggonowati Ellya Susilowati Enden Mina, Enden Evi Febianti Fahrus Sabri Fahrus Sabri Faiz Syafaat Arifin Faiz Syafaat Arifin Fathonah, Woelandari Firyaal Nabila Graciela Febriyanti Zulfa Gunawan, Akbar Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Heri Mulyono Intan Afiah Rakhmatika Irma Suryani Irvan Krisnanto Irvan Krisnanto, Irvan Ivandhika Rizal Ardiansyah Jannah, Dahlia Raudothul Jenfatika Chandra Junaidi Junaidi Kiki Tri Prihatini kulsum kulsum Kulsum Kulsum Kulsum Kulsum, Kulsum Kuncoro, Hendrian Budi Bagus Lia Muliawaty Listia Lailita Lutfiah, Qonita Martia Dwi Lestari Martia Dwi Lestari Maulana, Yovi Metadilisa Habi Mita Nivalia Muhammad Yusril Nasheh Nada Shafa Soraya Gandakusumah Nasuha, Cecep Nana Ngakan Putu Purnaditya Ngakan Putu Purnaditya NR.Ruyani Nufus Sulthonah Nyi Raden Ruyani Pinem, Mekro Permana Priyambodho, Bambang Adhi Putu Purnaditya, Ngakan Rahmad Permadi Rahmania, Bunga Raissa, Azarine Vashti Alpha Rama Indera Kusuma Resma Kusumaningrum Rifky Ujianto Rifky Ujianto Rifky Ujianto Rindu Twidi Bethary, Rindu Twidi Rizki Ichwan Saharani, Reza Nurul Sarrobi Kamal Shandi Irfani Sasmita Soedarsono . Soedarsono Soedarsono Soedarsono Soedarsono Soedarsono Soedarsono Soedarsono Soedarsono Soelarso Soelarso Subekti . Subekti Subekti Subekti Subekti Subekti, Subekti Sulastri Oktaviani Sulastri Oktaviani Susilawati Syahid, Mush'ab Abdu Asy Syahid, Mushab Abdu Asy Wahyudin . Yanuar Sutanto Yulistian Yusi Ananda Zulfa, Graciela Febriyanti Zulmahdi Darwis