Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Etnobotani Tumbuhan Obat pada Gradien Ketinggian di Lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah, Indonesia Budiatmadja, Sabda Apriliana; Muliawati, Aldina Himmarila; Soraya, Nova Dewi; Amri, Shoiful; Mada, Caesar Nobel Fairuz; Rifa'i, M. Aris Maulana; Suryono, Dhidhit; Setyawan, Haris
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 3 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.3.17299

Abstract

Ekosistem hutan pegunungan Indonesia, seperti kawasan Tahura KGPAA Mangkunagoro I di Gunung Lawu, merepresentasikan lanskap bio-kultural yang unik dengan keanekaragaman hayati tinggi dan tradisi pengetahuan lokal yang berkelanjutan, sehingga menjadi sumber penting bagi kesehatan, kesejahteraan masyarakat, serta konservasi lingkungan. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan etnobotani dan potensi farmakologis tumbuhan obat di sepanjang gradien ketinggian Tahura KGPAA Mangkunagoro I, Gunung Lawu, sebagai landasan ilmiah untuk konservasi dan pengembangan etnobotani tumbuhan obat. Metode transek sabuk sepanjang 8,6 km dengan lebar 10 m digunakan untuk inventarisasi spesies, dilengkapi wawancara semi-terstruktur dengan masyarakat lokal dan validasi literatur farmakologi. Hasil identifikasi menemukan 66 spesies tumbuhan obat dari 41 famili, dengan famili dominan yaitu Euphorbiaceae, Lauraceae, dan Moraceae. Zona Montana Bawah (1200–1500 mdpl) memiliki kekayaan spesies tertinggi (38 spesies, 57,58%), diikuti Zona Montana Atas (1501–2400 mdpl) dengan 22 spesies (33,33%), dan Zona Sub-Alpin (>2400 mdpl) dengan 6 spesies (9,09%). Habitus yang paling banyak dimanfaatkan adalah perdu (30,30%), diikuti herba (28,79%) dan pohon (18,18%). Daun merupakan bagian yang paling sering digunakan (44,19%), disusul akar (11,63%) dan buah (10,47%). Validasi ilmiah menunjukkan kesesuaian tinggi antara penggunaan tradisional dan khasiat farmakologis, seperti Centella asiatica untuk penyembuhan luka dan Clinacanthus nutans sebagai antidiabetik. Beberapa spesies, seperti Trevesia sundaica, masih memerlukan penelitian farmakologis lanjutan untuk membuktikan klaim tradisionalnya. Studi ini menegaskan pentingnya konservasi keanekaragaman hayati dan pengetahuan tradisional di kawasan pegunungan tropis serta membuka peluang pengembangan fitofarmaka berbasis kearifan lokal. Kata kunci : etnobotani, Gunung Lawu, Tahura KGPAA Mangkunagoro I, tumbuhan obat.
Analisis Lukisan Berjudul Blekok Cafe dalam Upaya Mengupas Rahasia Karya Eko Alif Vernanda Setyawan, Haris; Anggriani, Swastika Dhesti
Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Vol 7 No 01 (2025): Volume 07, Nomor 01, Maret 2025
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/cd.v7i01.1208

Abstract

The painting "Blekok Cafe" by Eko Alif, created in 2024, was chosen as the research object to explore the messages and values ​​in the artwork. The researcher felt complex emotions in this painting, in the form of a contradiction between luxury and anger in the figure of the Blekok bird that appears alienated from its natural habitat. This study aims to identify and analyze the values ​​and synthesis contained in the work, especially in the context of the relationship between humans, nature, and other living things. The method used is descriptive qualitative with a holistic critical approach. Data collection was carried out through interviews with the artist, observation of the artwork, and analysis of documents related to the social and environmental context. Data were collected from three main sources: genetic information (from the artist), objective information (from the artwork), and affective information (from devotees). A triangulation of methods was used to validate the findings obtained. The results of the study show that this painting depicts Eko Alif's anxiety about the negative impact of human activities on nature, especially on the disturbed habitat of the blekok bird. The social value contained in this painting is the importance of reminding each other to maintain harmony between humans, nature, and other living things. The painting "Blekok Cafe" conveys a strong message about the need for awareness of the existence of nature and other living things that are often overlooked in the materialistic human world.
Risk Factors of Carpal Tunnel Syndrome in Food-Packing Workers Karanganyar Setyawan, Haris
Kesmas Vol. 11, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carpal tunnel syndrome (CTS) terjadi ketika saraf median, yang membentang dari lengan bawah ke tangan, mengalami tekanan atau terpuntir di pergelangan tangan. Hasilnya mungkin sakit, kelemahan atau mati rasa di tangan dan pergelangan tangan, yang memancar ke lengan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor risiko usia, jenis kelamin, masa kerja dan gerakan repetitif terhadap keluhan CTS pada pekerja pengepakan makanan di Karanganyar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2014 menggunakan desain observational analitik dengan penelitian potong lintang. Sampel terdiri dari 50 orang dari total 67 pekerja pengepak makanan di kawasan industri Jaten Karanganyar yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data penelitian diolah menggunakan uji kai kuadrat dan regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan jenis kelamin signifikan berhubungan dengan keluhan CTS, dan usia merupakan faktor yang paling berpengaruh 24 kali lipat untuk meningkatkan risiko terjadinya CTS (nilai p = 0.057, Exp. B = 24.965). Carpal tunnel syndrome (CTS) occurs when the median nerve, which runs from the forearm into the hand, suffers pressure or squeezed in the wrist. The results may be pain, weakness, or numbness in the hand and wrist, radiating up to the arm. This study aimed to examine the risk factors i.e age, sex, work period and repetitive movements toward CTS complaints among food-packing workers in Karanganyar. The study was conducted in October to December 2014 that used analytic observational design with cross sectional study. Samples were 50 of 67 food-packing workers in Jaten Karanganyar industrial area as taken by using simple random sampling technique. Data were analyzed using chi square and multivariate logistic regression. Results showed that age and sex had significant relation with CTS and age was the most influential factor 24 times to increase the risk of CTS (p value = 0.057, Exp. B = 24.965).
Sistem Informasi Berbasis Web Sebagai Sarana Penyebaran Informasi dan Pengelolaan Pemerintahan Desa Barepan Setyawan, Haris; Wisnubhadra, Irya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia periode tahun 2014-2019 mengembangkan konsep membangun Indonesia dari pinggir. Pembangunan Indonesia dari pinggiran yang berfokus pada pengembangan perdesaan dikuatkan dengan disahkannya UU tentang Desa. Perubahan paradigma pembangunan dan kewenangan desa dari kewenangan di bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan masyarakat desa, dan pemberdayaan masyarakat desa membutuhkan dukungan sistem informasi desa. Sistem Informasi Desa bahkan telah secara eksplisit tersurat dalam UU Desa, yaitu pada pasal 86 tentang Sistem Informasi Pembangunan Desa dan Pembangunan Kawasan Perdesaan. Pengelolaan Pemerintahan Desa dengan menggunakan Sistem Informasi Desa telah menjadi kebutuhan mendasar, sehingga pada pengabdian pada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan implementasi Sistem Informasi Desa di Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Sistem ini dapat membantu desa untuk menyebarkan informasi ke seluruh stakeholder di desa dan dalam pengelolaan pemerintahan desa, yang dapat dimanfaatkan dalam aktivitas pelayanan masyarakat, pengelolaan potensi desa, promosi keunggulan desa, dan transparansi pembangunan desa.
Development of ‘Website Cerdas’ Media to Accommodate Differentiated Learning Styles of Batik Crafts Class XII Students Setyawan, Haris; Iriaji, Iriaji
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 10 No. 1 (2025): Januari
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v10i1.13616

Abstract

In class XII IPS 3 at SMAN 1 Pagak, students display diverse learning styles, identified through their activity preferences such as listening to music, playing games, and browsing social media. Batik craft is a crucial subject, especially since students are required to create handwritten batik as part of their practical exam. However, the average score of students in this class is lower compared to other classes, and the teaching method relies solely on textbooks without incorporating technology in line with the TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) approach. Classroom facilities such as Wi-Fi, projectors, and screens provide an opportunity for the development of a Website-based solution that accommodates various learning styles. The Website development follows Thiagarajan's 4D model, which includes four stages: define,Design, develop, and disseminate. Validation results from media experts show a feasibility score of 86.6% (very feasible), while subject matter experts gave a score of 87.5% (very feasible). A small group trial produced a score of 84.8% (very feasible) and an N-Gain value of 0.755 (very effective), demonstrating that the Website, which adapts to students’ learning styles, is effective in enhancing their understanding of batik craft material for class XII IPS 3 students at SMAN 1 Pagak
PENYULUHAN TENTANG DEHIDRASI DAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA KELOMPOK WANITA TANI PUTRI MANDIRI KARANGANYAR Sumardiyono; Fajariani, Ratna; Setyawan, Haris; Putri, Rachel Alma Syevina; Ratri, Auraningtyas Kurnia; Nurjanah, Fitriyani; Fitriani, Ila; Mahardika, Muiz; Pradetha, Nabila Dean; Widjanarko, Naufal Tio; Muzakki, Pambayun Khairul Rijal; Putranto, Rofi Shiddieq; Azzahra, Syifa
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1449

Abstract

Insufficient knowledge regarding hydration, posture, and ergonomic work practices can potentially lead to dehydration and lower back pain among female farmers in Karanganyar. This community service activity focuses on providing education to address these issues. The program aims to educate female farmers on the importance of adequate hydration, maintaining good posture, and performing stretching exercises to prevent dehydration and lower back pain, ultimately promoting their overall health and well-being. This extension activity aims to enhance female farmers' knowledge and understanding regarding the importance of drinking sufficient water, maintaining good posture, and performing stretching exercises. By improving their knowledge and habits, it is expected that female farmers can prevent dehydration and lower back pain. The extension activity was conducted using a combination of lecture, demonstration, and question-and-answer methods. The materials were developed based on a literature review, consultation with a doctor, and considering the participants' educational level. The evaluation was conducted using pre-test and post-test. The follow-up activities of this extension include providing information, submitting data to the Puskesmas (Community Health Center), and reactivating the Pos UKK (Health Promotion Post). A Self-Awareness Survey revealed high-risk hazards among female farmers, including exposure to extreme weather (heat) which poses a risk of dehydration, and repetitive work movements that potentially lead to lower back pain. This extension activity aimed to improve participants' understanding of the importance of drinking water, maintaining good posture, and performing stretching exercises. The participants' understanding scores increased from an average of 70.5 to 82.5, and this increase was statistically significant (p < 0.05). As a follow-up, the community service team provided posters on dehydration prevention and congratulated the Putri Mandiri Karanganyar female farmer group on the reactivation of their UKK Pos activities. Extension activity on dehydration and lower back pain among female farmers of the Putri Mandiri Karanganyar group effectively improved their understanding (p < 0.05).
PROGRAM MITIGASI BENCANA KEBAKARAN PADA INDUSTRI PENGELOLAHAN PAKAN TERNAK KARANGANYAR Setyawan, Haris; Qadrijati, Isna; Fajariani, Ratna; Wardani, Tyas Lilia; Ismayenti, Lusi; Nugroho, Hengky Ditya Eko; Rinawati, Seviana; Atmojo, Tutug Bolet; Sari, Ica Yuniar; Putri, Pinka Widiani; Utami, Panca Anisa
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1707

Abstract

Bencana kebakaran akan menimbulkan banyak kerugian, baik kerugian pada manusia dan harta benda. Oleh karena itu, kesiapsiagaan darurat sangat diperlukan untuk dapat mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran, salah satunya melalui program mitigasi bencana kebakaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan 3 program mitigasi bencana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan tenaga kerja menghadapi kebakaran. Ada 3 metode program dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi program peringatan dini, program simulasi pemadaman api dan program evakuasi bencana. Evaluasi program menggunakan kuestioner pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan pekerja sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 22 pekerja berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan terjadi peningkatan skor pengetahuan kebakaran, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 6,82 meningkat menjadi skor post-test sebesar 7,6. Penerapan 3 program mitigasi bencana kebakaran ini dapat meningkatkan skor rata-rata pengetahuan pekerja, akan tetapi tidak menunjukkan hasil yang signifikan saat diuji perbedaan menggunakan Uji Paired Sample T-Test (p-value= 0.053).  
Enhancing PPE Awareness through SAFE Education among Manufacturing Workers in Sleman, Indonesia Setyawan, Haris; Nurriwanti, Nabylla Sharfina Sekar; Husna, Alifah Muti
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 14 No. 3 (2025): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v14i3.2025.305-316

Abstract

Introduction: Indonesia's growing infrastructure development increases the demand for precast concrete, which also increases workplace accidents due to the low safety awareness in PPE use. Audio media for safety education is considered an effective method to increase safety awareness on-site. This research aimed to examine the effects of SAFE education on enhancing safety awareness regarding the use of PPE. Methods: A quasi-experimental study was conducted with a total sample of 70 workers, divided into an Intervention Group (n=35) who received the SAFE (Sounding Awareness For Everyone) program and a Control Group (n=35) who received no intervention. The subjects received a 5-minute audio message on safety and PPE use, delivered over 14 consecutive days. The data on knowledge, attitude, and action were collected using a validated 45-item questionnaire and analyzed with the Wilcoxon and Mann-Whitney tests in SPSS 25. Results: Significant improvements were evident in knowledge, attitude, and action regarding the use of PPE among subjects in the intervention group. The mean knowledge score increased from 32.89 to 50.91, the attitude score increased from 31.20 to 49.17, and the action score increased from 30.34 to 48.71; all showed p < 0.001. Meanwhile, the control group showed no significant differences in mean scores before and after the intervention (p > 0.05). The Mann-Whitney test also showed significant differences between the intervention and control groups in post-test results (p < 0.001). Conclusion: Sounding Awareness For Everyone (SAFE) education was effective in improving safety awareness regarding PPE use among production workers at PT X.
RISK FACTORS FOR COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) IN HOSPITAL ADMINISTRATION WORKER Wardani, Tyas Lilia; Ismayenti, Lusi; Qadrijati, Isna; Setyawan, Haris; Fajariani, Ratna; Nugroho, Hengky Ditya Eko; Atmojo, Tutug Bolet; Rinawati, Seviana
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2587

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) adalah gangguan pada mata yang disebabkan oleh penggunaan komputer atau perangkat elektronik. Kondisi ini mengacu pada kumpulan gejala kelelahan mata yang timbul akibat kebiasaan menatap layar komputer atau gadget dalam durasi yang panjang. Pekerja administrasi rumah sakit merupakan bagian penunjang pelayanan pasien yang bekerja selama 8 jam per hari di depan layar komputer yang dituntut untuk mengerjakan pekerjaan administrasi secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko CVS pada pegawai administrasi rumah sakit di Surakarta. Faktor risiko CVS pada penelitian ini yaitu usia, masa kerja, jarak mata dengan layar, penggunaan kacamata, durasi menggunakan komputer dan durasi istirahat mata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel peneltian ini yaitu pegawai administrasi rumah sakit X dan Y di Surakarta sebanyak 128 responden dengan menerapkan metode pengambilan sampel acak. Instrumen penelitian yang dipakai terdiri dari kuesioner faktor risiko CVS yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, serta kuesioner CVS-Q yang disebarkan melalui Google Form. Penelitian ini menggunakan uji Chi Square untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko usia berhubungan signifikan dengan CVS (p = 0,028 < 0,05), sedangkan faktor risiko masa kerja, jarak mata dengan layar, penggunaan kacamata, durasi menggunakan komputer dan durasi istirahat mata tidak berhubungan dengan CVS (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia merupakan faktor risiko CVS pada pegawai administrasi rumah sakit X dan Y di Surakarta. Oleh karena itu, responden sebaiknya melakukan senam mata untuk menurunkan gejala CVS.