Claim Missing Document
Check
Articles

Age, Weight, and Menstruation as Determinants of Blood Haemoglobin Levels in Adolescent Girls Pujianto, Tutut; Santoso, Puguh
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v6i1.1137

Abstract

Adolescent girls are a group with a risk of experiencing a decrease in Hb, because every month they experience menstruation. Menstruation results in a lot of blood, the loss of blood is synonymous with the loss of red blood cells. The reduced number of red blood cells results in the ability of the blood to carry oxygen into the body. This study aimed to prove whether age, weight and menstruation (predictor variable) affect blood Hb (response variable). The results of the study was also to determine which predictor variable has a dominant influence on the response variable. This research was carried out at SMPN 1 Ngancar, Kediri Regency, developing a cross-sectional design of 80 students, subjects were randomly selected and willing to be a sample. The predictor variable consists of age (x1), weight (x2) and menstrual status (x3), while the response variable is blood haemoglobin (y). The results of the study determined that the predictor variables that affected the subjects' blood Hb levels were age and menstruation. Menstruation is a more dominant variable than the age of the subject. Subjects should increase awareness in consuming foods high in iron, as well as Fe supplements, especially during menstruation.
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Etanol Daun Kaktus Pakis Giwang (Euphorbia milli) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Putra, I Made Agus Sunadi; Putri, Ni Putu Devi Nirmala; Santoso, Puguh
Usadha Vol 4 No 2 (2025): Usadha : Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/usadha.v4i02.7434

Abstract

The Covid-19 pandemic has heightened public awareness of hand hygiene thus creating a demand for safe and effective natural-based hand sanitizers. This study aimed to determine the antibacterial activity of hand sanitizer gel containing ethanol extract of Euphorbia milli leaves against Pseudomonas aeruginosa. The extract was obtained through maceration of 500 g of powdered leaves in 70% ethanol and formulated into gels with concentrations of 5%, 10%, and 15% using CMC-Na, glycerin, propylene glycol, and methyl paraben as base ingredients. Physical quality tests included organoleptic properties, homogeneity, pH, and spreadability, while antibacterial activity was assessed using the disc diffusion method on Mueller Hinton Agar. All formulations showed brown colour, homogeneous texture, and pH averaging 5.5, meeting standard requirements. The spreadability ranged between 5.0–6.0 cm, indicating good application consistency. Inhibition zone diameters against P. aeruginosa increased with extract concentration: 6.52 ± 0.26 mm (5%), 7.51 ± 0.30 mm (10%), and 8.39 ± 0.35 mm (15%), whereas the positive control (Ciprofloxacin 5 µg) produced 29.92 ± 1.06 mm and the negative control showed 0 mm. Based on inhibition zone classification, all formulations exhibited moderate antibacterial activity. In conclusion, the ethanol extract of Euphorbia milli leaves demonstrates antibacterial potential against Pseudomonas aeruginosa, with effectiveness increasing proportionally to concentration, suggesting its potential as a natural active ingredient for hand sanitizer formulations
Coffee Consumption With The Incident Of Gastritis: Literature Review Santoso, Puguh
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v5i2.153

Abstract

Background: Gastritis is a stomach health problem that begins with inflammation of the gastric mucosa caused by infection with the Helicobacter pylori germ and is the most common disease. One cause of gastritis is the habit of drinking coffee. The habit of drinking coffee (caffeine) for a long period with a frequent frequency, namely > three glasses/day, can trigger an increase in stomach acid, irritating the mucosa or the stomach wall. This literature review aims to analyze the relationship between coffee consumption and the incidence of gastritis Methods: Literature obtained from SINTA, PUBMED, Garuda, and Google Scholar databases. Nine literature reviews used several designs, namely descriptive exploratory, cross-sectional, descriptive cross-sectional study, case-control, descriptive-analytical, and descriptive from 2013-2023; then PICO analysis was carried out. Results: The caffeine content in coffee can stimulate the production of stomach acid, which can trigger gastritis. Inflammation will occur continuously if the stomach is frequently exposed to irritants such as coffee. The inflamed tissue is then filled with fibrin tissue, which can cause loss of the gastric mucosal layer and atrophy. Conclusion: The study showed that coffee influenced the incidence of gastritis.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENGENDALIAN FAKTOR RESIKO PREDIABETES Santoso, Puguh; setyowati, novita
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.854

Abstract

Prediabetes adalah gangguan toleransi peran insulin yang tidak maksimal dimana belum terkategori ke dalam DM. Tanda dan gejala yang tidak diketahui oleh penderita prediabetes dalam 3-5 tahun mendatang tanpa adanya modifikasi gaya hidup dan pemeriksaan atau monitoring glukosa darah secara rutin dapat berubah menjadi DM tipe 2. Oleh karenanya penderita sangat perlu memiliki perilaku pengendalian agar manifestasi menjadi DM tidak terjadi. Perilaku pengendalianakan dilakukan dengan baik apabila didahului oleh tingkat pengetahuan dan sikap yang baik dari penderita prediabetes itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pengendalian terhadap factor resiko pada prediabetes. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif, desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan sudah dilakukan uji validitas sebelum digunakan. Sample yang digunakan sebanyak 40 orang dengan teknik pengambilan sample Purposive Sampling. Analisa data menggunakan uji Spearmant rank untuk menguji hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku, sedangkan uji analisis Chi-Square untuk mengetahui hubungan Sikap dengan Perilaku factor resiko. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik dengan perilaku yang baik yaitu sebanyak 25 orang (80,12%) dengan p-value 0,000 (
EDUKASI HIPOGLIKEMI TERHADAP KEJADIAN HIPOGLIKEMIA PENDERITA DM DI POSYANDU LANSIA BALOWERTI KOTA KEDIRI Santoso, Puguh; Setyowati, Novita
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.924

Abstract

Upaya untuk mencegah komplikasi hipoglikemia pada Penderita DM dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan yang baik dan tepat sehingga kesadaran penderita DM untuk mau mengubah perilaku dalam menjalani program pengobatan yang diberikan meningkatkan dan kadar gula dapat dikendalikan. Peningkatan pengetahuan merupakan prinsip dasar penanggulangan hipoglikemia pada pasien diabetes mellitus secara mandiri dan secara intensif. Pendidikan dan perilaku sudah menunjukkan berkurangnya resiko hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  pengaruh edukasi hipoglikemi terhadap kejadian hipoglikemiaPenelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan pendekatan The Pretest-Postest design tanpa grup kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penderita DM yang datang di Posyandu Lansia Desa Balowerti yang mempunyai masalah kesehatan diabetes melitus. Kriteria inklusi adalah penderita DM lama dan berusia 50 tahun ke atas. Jumlah sampel yang diambil sebesar 20 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September  2019. Analisa bivariat dilakukan dengan uji statistik dependent sampel t-test (paired t test.) edukasi diberikan setelah responden mengisi kuesioner.Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0.048 yang berarti p value kurang dari alpha (p<0.05) yang artinya Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar gula darah pasien diabetes melitus sebelum dan sesudah edukasi  di posyandu lansia desa Balowerti Kota Kediri.Pemberi pelayanan kesehatan dapat melakukan kegiatan edukasi melalui penyuluhan kesehatan sebagai upaya pencegahan hipoglikemia di masyarakat.Kata kunci: Edukasi Hipoglikemia, Diabetes MellitusDOI: 10.5281/zenodo.4735962
SOUTH KOREAN GASTRODIPLOMACY: REFLECTION ON THE FILTRATION OF CONTEMPORARY THREATS TO INDONESIAN NATIONAL IDENTITY Baihaqi, Abyan; Santoso, Puguh; Malik, Ichsan; Widodo, Pujo; Sukendro, Achmed
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3774-3784

Abstract

This study examines contemporary civilization's evolution towards new patterns of interaction dominated by globalization and technology, as well as its impact on national defense. The research begins with the First Peace of Kappel, which introduced the notion that gastrodiplomacy could be a pathway to peace. The aim of this study is to analyze how gastrodiplomacy, as a manifestation of national identity, may pose a non-military threat to Indonesia's national defense, utilizing the Cultural Dimensions Theory approach. However, the research findings present a divergent perspective when considering the success of the Korean Wave as a new form of Asian-style Westernization, explained through the strategic approach of Multi-Track Diplomacy. The resulting acculturation phenomenon demonstrates significant influence as a novel diplomatic medium, thereby creating competition in the socio-cultural, economic, and ideological aspects of Indonesian society. Ultimately, it is crucial for Indonesia to play a role in gastrodiplomacy within the international order, as crystallized in Law Number 3 of 2003, particularly given Indonesia's diversity and wealth of national identity.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF Santoso, Puguh; Pujianto, Tutut; Yuni A, Dinar
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.920

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk pada usia produktif. Salah satu faktor risiko utamanya adalah pola makan tidak seimbang, seperti tingginya asupan natrium dan lemak jenuh serta rendahnya makan buah dan sayur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Kelurahan Banaran, Kota Kediri. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan rancangan potong lintang. Sampel sebanyak 36 responden berusia 15–64 tahun dipilih dengan teknik purposive sampling. Data pola makan dikumpulkan melalui food frequency questionnaire (FFQ) terstandar, sedangkan status hipertensi diukur menggunakan sphygmomanometer aneroid. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan responden dengan pola makan tinggi natrium dan rendah serat lebih banyak mengalami hipertensi (36%), sedangkan responden dengan pola makan seimbang sebagian besar tidak hipertensi (64%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (p = 0,001; OR = 3,4; CI 95%: 1,7–6,9). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Kelurahan Banaran, Kota Kediri. Kata kunci: hipertensi, pola makan, usia produktif Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk pada usia produktif. Salah satu faktor risiko utamanya adalah pola makan tidak seimbang, seperti tingginya asupan natrium dan lemak jenuh serta rendahnya makan buah dan sayur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Kelurahan Banaran, Kota Kediri. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan rancangan potong lintang. Sampel sebanyak 36 responden berusia 15–64 tahun dipilih dengan teknik purposive sampling. Data pola makan dikumpulkan melalui food frequency questionnaire (FFQ) terstandar, sedangkan status hipertensi diukur menggunakan sphygmomanometer aneroid. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan responden dengan pola makan tinggi natrium dan rendah serat lebih banyak mengalami hipertensi (36%), sedangkan responden dengan pola makan seimbang sebagian besar tidak hipertensi (64%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (p = 0,001; OR = 3,4; CI 95%: 1,7–6,9). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Kelurahan Banaran, Kota Kediri. Kata kunci: hipertensi, pola makan, usia produktif
Keberadaan dan Kompetensi Tenaga Kependidikan di SMA Negeri Sekabupaten Blitar Santoso, Puguh
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.713 KB) | DOI: 10.29407/nor.v5i2.13061

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan kompetensi Tenaga Kependidikan di SMA Negeri sekabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi dengan model discrepancy. Responden penelitian berjumlah 45 orang, terdiri dari 3 Kepala Tenaga Administrasi Sekolah; 18 Tenaga Administrasi Sekolah dan 24 petugas layanan khusus. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Keberadaan Kepala Tenaga Administrasi Sekolah di SMA Negeri sekabupaten Blitar masih belum memadai (43,86%) namun kualifikasi akademiknya sudah memadai (S.1 dan S.2) serta memiliki sertifikat; (2) Keberadaan Tenaga Administrasi Sekolah di SMA Negeri sekabupaten Blitar belum memadai (39,98%) namun kompetensi sudah memadai (72,22%); (3) Keberadaan petugas layanan khusus di SMA Negeri sekabupaten Blitar sudah memadai walaupun masih berstatus PTT (66,67%) dengan kompetensi yang sudah memadai (60%).
Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Skala Nyeri Pada Klien Gout Di Bilik Bekam Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Irawan, Hengky; Santoso, Puguh; Pridanatama, Annas
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 4 No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v4i2.15378

Abstract

Penurunan respon nyeri pada klien Gout dapat dilakukan dengan terapi non farmakologis diantaranya dengan Terapi bekam. Terapi bekam dapat memberikan efek analgesik dengan cara penyibukkan jalur saraf neuromotor pada area sekitar nyeri dengan mengeluarkan senyawa zat kimia sehingga nyeri dapat berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap penurunan nyeri pada klien Gout. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experiment. Jenis desain dalam penelitian ini berbentuk pre-post test one group. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 10 responden. Tehnik pengambilan sample menggunakan purposive sampling, pengambilan data menggunakan numerical rating scales. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi bekam terhadap penurunan nyeri pada klien gout. Hal ini ditunjukkan dengan hasil Wilcoxon Matched Pairs Signeg Rank terlihat bahwa nilai p-value sebesar 0.000, maka dapat diartikan p-value<α(0.05). Hal ini ditunjang dengan hasil penelitian yang menujukakan hampir seluruhnya (80%) responden mengalami penurunan tingkat nyeri dan sebagian kecil (20%) responden tidak mengalami perubahan tingkat nyeri atau nyeri tetap. Kesimpulan penelitian ini bahwa terapi bekam dapat menurunkan nyeri pada klien gout, sehingga Terapi Bekam dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memilih pengobatan alternatif yang tepat dan praktis tanpa efek samping. Saran diharapkan agar perawat dapat menerapkan terapi bekam dalam menunjang fungsi independen keperawatan.
Strategi Adaptasi Keluarga Dalam Menghadapi Anak Dengan Stunting Kristanto , Heny; Sucipto; Santoso, Puguh
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 1 (2025): Volume 9 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i1.25795

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Adaptasi keluarga dalam menghadapi anak dengan stunting menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan intervensi gizi dan kesehatan. Namun, masih sedikit penelitian yang mengkaji hubungan antara strategi adaptasi keluarga dengan kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara strategi adaptasi keluarga dengan kejadian stunting . Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 38 keluarga dengan anak stunting, dan seluruh populasi diambil sebagai sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (p < 0,05). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara strategi adaptasi keluarga dengan kejadian stunting (p = 0,001). Strategi adaptasi yang baik, seperti pola makan seimbang, pemanfaatan layanan kesehatan, dan dukungan sosial, berkontribusi dalam menurunkan risiko stunting pada anak.