Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Beban Kerja dengan Kelelahan Pada Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Motoling Barat Rendy Mogogibung; Richard Andreas Palilingan; Merdekawati Evangli Weken
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v9i2.1151

Abstract

Background: High workload without proper management can potentially cause work fatigue among teachers, which ultimately impacts productivity and the quality of learning in schools. This study aims to determine the relationship between workload and work fatigue among elementary school teachers in West Motoling District. Methods: The population in this study is all elementary school teachers in West Motoling District, totaling 133 teachers. The sample size was determined using the Solvin formula, resulting in 57 teachers, and respondents were selected through accidental sampling. Data collection was conducted using two types of questionnaires: NASA-TLX to measure workload and IFRC to measure work fatigue. Data analysis was performed using Spearman Rank correlation test. Results: The results show that the majority of teachers experience workload in the very high category at 61%, while the level of work fatigue is predominantly in the Low category at 68%. The Spearman Rank test yielded a correlation coefficient of 0.054 with a p-value of 0.690, Conclusion: indicating no significant relationship between workload and work fatigue among elementary school teachers in West Motoling District.
Faktor Risiko Anemia Klinis pada Siswi SMA: Temuan dari Daerah Pedesaan Sulawesi Utara Nadine Chyntiawa Dewi Tambunan; Deviana Pratiwi Munthe; Richard Andreas Palilingan; Prycilia Pingkan Mamuaja; Fredrik Alfrets Makadada; Jilly Toar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.840

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang dapat menurunkan konsentrasi belajar dan produktivitas. Upaya deteksi dini melalui pengamatan tanda klinis penting dilakukan, khususnya pada lingkungan dengan keterbatasan fasilitas pemeriksaan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tanda klinis anemia pada remaja putri. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 83 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Sebanyak 53% responden teridentifikasi memiliki tanda klinis anemia. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pola makan (p = 0,000), konsumsi tablet tambah darah (p = 0,000), dan tingkat pengetahuan (p = 0,017) memiliki hubungan yang signifikan dengan tanda klinis anemia. Sementara itu, pendapatan keluarga (p = 0,117), status gizi (p = 0,706), riwayat menstruasi (p = 0,903), dan riwayat penyakit (p = 1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pola makan (p = 0,001; OR = 5,945), konsumsi tablet tambah darah (p = 0,004; OR = 4,951), dan pengetahuan (p = 0,033; OR = 3,239) merupakan faktor yang berpengaruh signifikan. Pola makan merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi munculnya tanda klinis anemia pada remaja putri.
Peran Disiplin dan Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan Perdagangan Oli dan Pipa Nasional Hendy Tannady; Joseph MJ Renwarin; Arief Nuryana; Mudasetia Mudasetia; Nawiyah Nawiyah; Fahrina Mustafa; Ilham Ilham; Richard Andreas Palilingan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3712

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada salah satu perusahaan yang bergerak dalam perdagangan oli dan pipa. Dua variabel independen dengan satu variabel dependen yang akan dibahas menggunakan penelitian kuantitatif, sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 orang. Skala pengukuran dalam penelitian ini menggunakan google form. Analisis data menggunakan persamaan regresi linier berganda, uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.Kata Kunci: Disiplin Kerja, Stres Kerja, Kinerja Karyawan AbstractThis study aims to determine the effect of work discipline and work stress on employee performance at one of lubricant and pipe trading company. Two independent variables with one dependent variable will be discussed using quantitative research, the sample in this study was 43 people. The measurement scale in this study uses google form. Data analysis using multiple linear regression equation, test the coefficient of determination (R2). The results of this study indicate that work discipline has no significant effect on employee performance, work stress has a significant effect on employee performance.Keyword: Work Discipline, Work Stress, Employee Performance
Overview of Adolescents' Knowledge and Attitudes Related to Clean and Healthy Living Behavior at SMA Negeri 2 Tondano Lidia Injili Bintang; Bertom Pajung; Richard Palilingan; Merdekawati Weken; Maxi Moleong
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10781

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) plays an important role in improving the degree of public health through habituation of healthy behavior from adolescence. Schools are strategic environments in the formation of these behaviors. This study aims to find out the overview of adolescents' knowledge and attitudes towards PHBS at SMA Negeri 2 Tondano. The study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The study population was all students of SMA Negeri 2 Tondano totaling 89 respondents who were taken with a total of sampling. Data was collected through questionnaires and analyzed descriptively with frequency and percentage distributions. Most of the respondents had good knowledge about PHBS as many as 66 respondents (66.7%) and good attitudes as many as 59 respondents (66.3%). A small number have enough knowledge and attitudes to less. The majority of SMA Negeri 2 Tondano students have good knowledge and attitude towards PHBS. Coaching, education, and support for school facilities are needed so that clean and healthy living behaviors can be applied consistently.
Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Mahasiswa di Asrama VII Tondano: Description of Clean and Healthy Living Behavior among Students in Dormitory VII Tondano Selpina Tobai; Richard A. Palilingan; Vera D. Tombokan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10785

Abstract

Asrama mahasiswa merupakan lingkungan sosial yang berpotensi membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS merupakan upaya preventif yang penting dalam meningkatkan derajat kesehatan individu dan lingkungan, namun penerapannya di asrama masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas, pengawasan, dan kesadaran mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku hidup bersih dan sehat mahasiswa yang tinggal di asrama Universitas Negeri Manado berdasarkan karakteristik responden dan indikator PHBS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mencakup empat indikator utama, yaitu kebersihan diri, kebersihan lingkungan, pola makan dan aktivitas fisik, serta pencegahan penyakit. Jumlah responden sebanyak 80 mahasiswa yang dipilih dengan teknik total sampling, dan data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 21–25 tahun (60%), berjenis kelamin perempuan (51,2%), dan telah tinggal di asrama lebih dari tiga tahun (53,8%). Tingkat PHBS mahasiswa berada pada kategori baik (50%), cukup (47,5%), dan kurang (2,5%). Indikator dengan skor tertinggi adalah kebersihan diri, sedangkan terendah adalah kebersihan lingkungan dan pola makan sehat. Secara keseluruhan, perilaku hidup bersih dan sehat mahasiswa asrama tergolong cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan edukasi, kesadaran, dan fasilitas pendukung untuk memperkuat penerapan PHBS secara konsisten.
Analisis Sistem Pengelolaan Limbah Medis Di Puskesmas Maesaan Tesalonika Lavenia T Laoh; Prycilia Pingkan Mamuaja; Richard Palilingan; Beatrix J Podung; Theo Mautang; Yuliana Sattu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1201

Abstract

Seiring dengan dinamika pertumbuhan penduduk, aktivitas pelayanan medis di Puskesmas mengalami lonjakan yang sangat masif. Berbagai tindakan medis mulai dari pelayanan rawat jalan, persalinan, pelayanan laboratorium, hingga program imunisasi, menghasilkan konsekuensi logis berupa peningkatan volume timbulan sampah atau limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengelolaan limbah medis yang diterapkan di Puskesmas Maesaan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu terdapat 6 informan. Instrumen penelitian ini menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, buku, pulpen, alat merekam suara dan kamera. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis di Puskesmas Maesaan telah dilaksanakan melalui tahap pemilahan, penampungan, pengangkutan, penyimpanan sementara. Tenaga kesehatan telah melakukan pemisahan limbah sesuai jenisnya menggunakan safety box dan wadah khusus limbah medis serta menggunakan APD dalam proses pengelolaan limbah. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan dana, kurangnya tempat penyimpanan sementara khusus limbah medis, dan terbatasnya jumlah safety box. Kesimpulan dari penelitian adalah Pengelolaan limbah medis di Puskesmas Maesaan sudah berjalan cukup baik dan melibatkan seluruh tenaga kesehatan sesuai tugas masing-masing. Meskipun demikian, masih diperlukan peningkatan fasilitas dan dukungan sarana agar pengelolaan limbah medis dapat dilakukan secara optimal sesuai standar kesehatan lingkungan. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan fasilitas pengelolaan limbah medis, dan juga kepada Dinas Kesehatan diharapkan dapat memberikan dukungan anggaran dan pengawasan.
Hubungan Antara Umur Dan Masa Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Rumah Panggung di Kelurahan Woloan 2 Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon: The relationship between age and length of service with musculoskeletal disorders (MSDs) among stage workers in Woloan 2 Village, West Tomohon District, Tomohon City Miranda T. Kojongian; Ellen B. Lomboan; Richard A. Palilingan; Syafriani; Ilham Salam; Yuliana Sattu
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9740

Abstract

Keluhan Musculoskeletal merupakan salah satu keluhan pada otot dan sendi yang disebabkan oleh gerakan berulang, postur tubuh yang tidak ergonomi, dan pengangkatan beban berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur dan masa kerja dengan keluhan Musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja rumah panggung di kelurahan woloan 2 kecamatan tomohon barat kota tomohon. Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja rumah panggung di Woloan 2 yang berjumlah 80 orang. Sampel dalam penelitian ini 80 orang, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan uji spearman rho. Hasil penelitian antara umur dan keluhan musculoskeletal p – value = 0,000 (<0,05) dan keofisien korelasi r = 0,669 atau koefisien korelasi kuat dengan arah positif, dan hubungan masa kerja dengan keluhan musculoskeletal p – value = 0,000 (<0,05) dan koefisien korelasi r =0,459 atau koefisien korelasi sedang dengan arah positif. Kesimpulannya terdapat hubungan antara umur dan masa kerja dengan keluhan musculoskeletal pada pekerja dengan arah korelasi positif (+) atau searah
Analisis Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Puskesmas Remboken Minahasa Alfrianti Tuti; Prycilia Pingkan Mamuaja; Richard Andreas Palilingan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1027

Abstract

Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti di Puskesmas Remboken, menunjukkan bahwa Puskesmas Remboken telah memiliki beberapa unsur pendukung K3, seperti APD, pemilahan limbah medis, safety box, APAR, kotak P3K, dan IPAL. Namun, ketersediaan sarana tersebut belum cukup untuk menggambarkan efektivitas penerapan SMK3 secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengkaji pelaksanaan kebijakan, kepatuhan penggunaan APD, pemantauan sarana K3, serta evaluasi program K3 di Puskesmas Remboken. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Puskesmas Remboken Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data, dan proses triangulasi mengenai penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di UPT Puskesmas Remboken, Kabupaten Minahasa, didapatkan hasil sebagai berikut: Kebijakan K3: Puskesmas Remboken telah memiliki komitmen tertulis yang kuat secara legalitas formal berupa SK Kepala Puskesmas Nomor 440/012/KP-RBK/2025 tentang Penerapan K3 serta dokumen komitmen bersama. Namun, penyebarluasan kebijakan masih timpang karena hanya mengandalkan jalur lisan (apel dan lokakarya mini) tanpa didukung oleh saluran komunikasi visual seperti poster atau banner K3 di area kerja. Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (K3 Fasyankes); Perencanaan K3: Fungsi organisasi K3 telah terbentuk lewat SK Tim K3 lintas profesi dan SOP dasar klinis. Akan tetapi, perencanaan strategis belum mapan karena puskesmas tidak memiliki Dokumen Program Kerja K3 Tahunan yang terstruktur dan alokasi dana di dalam RKA masih menumpang pada pos pemeliharaan umum (tidak memiliki pos anggaran mandiri), sehingga program berjalan insidental. Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (K3 Fasyankes); Pelaksanaan K3: Fasilitas keselamatan dasar seperti logistik APD medis dan sebaran unit APAR telah terpenuhi dengan baik di unit-unit kritis. Meskipun demikian, pelaksanaan K3 memiliki titik lemah kritikal akibat ketiadaan dokumen identifikasi risiko ilmiah (HIRARC), ketiadaan pelatihan/simulasi tanggap darurat, penanda titik kumpul yang tidak jelas, serta kelalaian pemeliharaan sarana yang ditandai dengan kosongnya kartu kontrol bulanan APAR dan adanya unit APAR yang kehilangan tekanan (zona merah). Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (K3 Fasyankes); Evaluasi SMK3: Puskesmas Remboken berhasil menerapkan budaya keterbukaan pelaporan insiden yang dibuktikan dengan pencatatan akurat kasus petugas tertusuk jarum (needle stick injury) di Buku Register Pajanan IGD sesuai SOP. Namun, fungsi pengawasan sistemik belum berjalan optimal karena ketiadaan dokumen laporan khusus berkala K3 dan tidak digunakannya instrumen lembar ceklis inspeksi formal bulanan oleh Tim K3. Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (K3 Fasyankes), pemantauan dan evaluasi kinerja K3 (Pasal 14); Tinjauan Ulang: Manajemen puskesmas telah menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Desember 2025 yang menghasilkan rekomendasi perbaikan (pengadaan APAR rawat inap). Namun, prinsip continual improvement mengalami stagnasi operasional karena seluruh tindak lanjut keputusan RTM tersebut belum direalisasikan akibat pengalihan prioritas anggaran puskesmas untuk program nasional penanganan stunting. Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 (Pasal 15).
Persepsi Stakeholder terhadap Efektivitas Pembiayaan Kesehatan melalui Dana Kapitasi JKN di Puskesmas Remboken Grace Novita Agnes Sinaga; Agusteivi J. Telew; Christian Bertom Pajung; Richard A. Palilingan
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i2.897

Abstract

JKN capitation funds are an important financing source supporting the sustainability of basic health services at community health centers. This study aims to analyze stakeholder perceptions of the effectiveness of health financing through JKN capitation funds at Remboken Community Health Center based on the indicators of goal attainment, integration, and adaptation according to Steers (1985). This study used a qualitative method with a descriptive approach. Informants were selected through purposive sampling, totaling five people, consisting of the Head of the Health Center, the JKN Treasurer, the Head of Administration, and two active JKN patients. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results show that goal attainment of the capitation fund has run well, with funds allocated according to the 70% service and 30% operational provisions. Integration among stakeholders is generally good, although delays in fund disbursement still occur at the beginning of each year due to treasurer appointment administration. Remboken Health Center is able to adapt to these obstacles so that services keep running optimally. In conclusion, the management of JKN capitation funds at Remboken Health Center is generally effective, although disbursement timeliness and supporting facilities still need improvement.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Pekerja Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Di Tambang Emas Pt Bulawan Daya Lestari Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara Sindi Claudia Mokodongan; Christian Bertom Pajung; Bukroanah A. Makkau; Richard Andreas Palilingan; Bintang Sri Rezeki Panjaitan; Syafriani Syafriani
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i2.898

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) is a fundamental component of mining operations, given the high risk of occupational accidents. The use of Personal Protective Equipment (PPE) is an essential strategy for preventing work-related accidents. However, low compliance with PPE use remains a concern at the gold mining site of PT Bulawan Daya Lestari, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi. This study aimed to describe workers’ knowledge, attitudes, and practices regarding PPE use at the gold mining site of PT Bulawan Daya Lestari, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi. A quantitative descriptive study with a cross-sectional approach was conducted. A total of 150 respondents were selected from a population of 240 workers using simple random sampling, with the sample size determined using the Slovin formula (5% margin of error). Data were collected using an observation sheet to assess practices and questionnaires to measure knowledge and attitudes. The data were analyzed using univariate analysis presented as frequency distributions and percentages. The findings showed that 144 respondents (96%) had good knowledge of PPE use. Regarding attitudes, 102 respondents (68%) demonstrated moderate attitudes, while 47 respondents (31.3%) demonstrated good attitudes. Furthermore, 142 respondents (94%) demonstrated good PPE use practices in the workplace. In conclusion, workers at PT Bulawan Daya Lestari had good knowledge, moderate attitudes, and good practices regarding PPE use. The company is encouraged to strengthen OSH education programs, provide more ergonomic PPE, and improve supervision systems to promote better attitudes and sustained compliance with PPE use.
Co-Authors . Fredrik Alfrets Makadada Achmad Paturusi Agusteive Telew Agusteivi J. Telew Agusteivie Albert Jefta Telew Alfrianti Tuti Amelia Y. C. Batubuaya Anatasya Rawis Angel Sharon Margaretha Sinulingga Anne Indiarti Banjar Nahor Anyan Anyan Arief Nuryana Arsi Lambek Arvida Bar Bastian Rikardo Parhusip Beatrix Jetje Podung Bernika Ivada Bertom Pajung Bintang Sri Rejeki Panjaitan Bukroanah A. Makkau Chevy Herli Sumerli Christian Bertom Pajung Clerys F Barani Deviana Pratiwi Munthe Dewo Agung Nugroho Narosaputra Ellen Bernadet Lomboan Fentje Welliam Langitan Glendy Ariando Salomon Glorya Rumerung Grace Novita Agnes Sinaga Grevia Syalomita Wuon Hairil Akbar Hasan, Birgita Aprilia Hendy Tannady I Wayan Gede Suarjana I Wayan Surata Ilham Ilham Ilham Salam Injillia Jacobis Jeane Roosye Malonda Jein Agnes Sumual Jilly Toar Jonesius Eden Manopo Joseph MJ Renwarin Kasiuhe, Praysi Ketut Tirtayasa Khamaludin, Khamaludin Kundimang, Billy Brando Lastri Silalahi Lidia Injili Bintang Lucyana Leonita Pongoh Mamadoa, Giliant Prisco Margareth Angelina Mangelep Marnex Berhimpong Maxi Moleong Maxie Moleong Merdekawati Evangli Weken Mesak A.S.F Rambitan Mila Delfia Patinti Miranda T. Kojongian Mudasetia Mudasetia Muhammad Asir Mustafa, Fahrina Nadine Chyntiawa Dewi Tambunan Nancy Sylvia Bawiling Nawiyah Nawiyah Negara, Ni Luh Gede Aris Mayta Ni Luh Kardini Novita Sari Pandiangan Pomalingo, Moh Fikri Poppy Hidayat Prycilia Pingkan Mamuaja Rapar, Yesika Novita Esra Rendy Mogogibung Selpina Tobai Sikome, Nolwinda Sindi Claudia Mokodongan Siti Fathimah Sudirham Sudirham Suehartono Syam Suprapto Suprapto Suriyani Suriyani Syafriani Syafriani Syafriani Tamarolo, Teti Tesalonika Lavenia T Laoh Theo W. E Mautang Tia Charenina Venansya Dayoh Vera Diane Tombokan Wiwi Rumaolat Yuliana Sattu