Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) Berdasarkan Model Input–Process–Output (IPO) di Puskesmas Andey Kabupaten Biak Numfor Evan Kusmiati; Agus Zainuri; Yacob Ruru; Martapina Anggai; Rosmin M. Tingginehe; Sarce Makaba
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58947

Abstract

Transformasi digital melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi RME di Puskesmas Andey Kabupaten Biak Numfor berdasarkan model Input–Process–Output (IPO). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap kepala puskesmas, penanggung jawab RME, dokter, perawat, bidan, analis kesehatan, tenaga farmasi, petugas administrasi, dan tenaga kesehatan masyarakat. Data dianalisis secara tematik berdasarkan aspek input, proses, dan output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek input belum optimal karena keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, sarana prasarana, serta belum tersedianya kebijakan dan SOP yang memadai. Pada aspek proses, implementasi RME hanya berlangsung selama empat bulan pada tahun 2025 dan kemudian dihentikan sehingga pelayanan kembali menggunakan sistem manual. Pada aspek output, RME mampu meningkatkan kecepatan akses data, mengurangi kesalahan pencatatan, dan meningkatkan efisiensi administrasi, meskipun manfaatnya belum optimal akibat kendala pada aspek input dan proses.
Upaya Peningkatan Kemampuan Geometri Siswa SMP ST. Antonius Padua Sentani Melalui Pendekatan Matematika Realistik Yacob Ruru; Ida M. Hutabarat; Radian J. Situmeang; Halle F.P. Watori
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jpp.v10i1.5135

Abstract

Conceptual understanding is central to geometry learning, yet many junior high school students find geometric objects and their properties highly abstract. This community service program was conducted at SMP St. Antonius Padua Sentani, Jayapura Regency to strengthen Grade VIII students’ understanding of plane and solid geometry through a Realistic Mathematics Education (RME) approach. The program used context-based problems, concrete manipulatives, guided discussions, and structured practice. Program effectiveness was evaluated using a one-group pretest-posttest design (n=20). The mean score increased from 34 (pretest) to 41 (posttest) with an N-gain of 0.11 (low). Although the learning gains were modest, the activities improved student engagement and supported the transition from contextual situations to formal geometric representations. The results suggest that continued implementation and repeated cycles of RME-based instruction with richer tasks and longer duration are needed to achieve stronger learning gains.
Analisis Implementasi Integrasi Layanan Primer Pada Penjaringan Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Enarotali Kabupaten Paniai Papua Tengah Otniel Mote; Robby Kayame; Semuel Piter Irab; Yacob Ruru; Arius Togodly; Agus Zainuri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.58950

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan tingginya angka kasus dan kematian. Pemerintah mengembangkan kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer melalui penemuan kasus aktif, skrining berbasis komunitas, dan kolaborasi lintas program. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ILP dalam penjaringan kasus TBC di Puskesmas Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 12 informan yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Komunikasi program telah dilakukan melalui sosialisasi dan koordinasi lintas program, namun terkendala akses wilayah dan rendahnya pemahaman masyarakat. Sumber daya masih terbatas pada tenaga kesehatan, sarana, logistik, dan anggaran. Disposisi menunjukkan adanya komitmen positif tenaga kesehatan dan pemerintah daerah. Struktur birokrasi serta koordinasi lintas sektor telah berjalan, meskipun belum optimal akibat keterbatasan sumber daya dan akses pelayanan. Simpulan: Implementasi ILP dalam penjaringan kasus TBC di Puskesmas Enarotali telah berjalan namun belum optimal.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Mutu Dokumentasi Rekam Medis di RSUD Paniai Rasmawati Rasmawati; Agus Zainuri; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru; Arius Togodly; Hasmi Hasmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.60958

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator penting keberhasilan sistem kesehatan, salah satunya ditunjang oleh rekam medis sebagai sumber informasi pasien, sarana komunikasi antar tenaga kesehatan, dasar pengambilan keputusan klinis, evaluasi pelayanan, serta bukti hukum. Namun, praktik pengisian rekam medis di lapangan masih belum optimal sehingga menurunkan kualitas dokumentasi dan berpotensi menimbulkan masalah tanggung gugat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan mutu dokumentasi rekam medis di RSUD Paniai. Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional ini melibatkan 35 tenaga kesehatan sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi dokumentasi, dengan analisis menggunakan uji chi-square, rasio prevalensi, serta regresi logistik biner. Hasil menunjukkan variabel usia, masa kerja, pengetahuan, motivasi, sikap, koordinasi tim, dan kepatuhan berhubungan signifikan dengan mutu dokumentasi. Analisis multivariat menegaskan motivasi tenaga kesehatan sebagai faktor paling dominan (p=0,001; OR=67,5; CI95% 5,099–86,330). Temuan ini menekankan perlunya peningkatan motivasi, kepatuhan, dan koordinasi tim untuk memperbaiki mutu dokumentasi rekam medis serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Paniai.
Manajemen Pendekatan Petugas Kesehatan Terhadap ODHA Di Puskesmas Rimba Jaya Kabupaten Merauke Yohana Mariana; Novita Medyati; Septevanus Rantetoding; Hasmi Hasmi; Yulius Sarungu Paiting; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61095

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan komprehensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pendekatan petugas kesehatan terhadap ODHA di UPTD Puskesmas Rimba Jaya, khususnya terkait pelayanan dan dampaknya terhadap keaktifan ODHA dalam memanfaatkan layanan kesehatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas kesehatan serta ODHA yang terlibat dalam pelayanan HIV/AIDS. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan petugas kesehatan melalui komunikasi terapeutik, konseling, edukasi kesehatan, dan dukungan emosional berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan, kenyamanan, serta kepatuhan ODHA terhadap terapi antiretroviral (ARV). Namun, pelayanan masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, beban kerja tinggi, stigma dan diskriminasi, hambatan komunikasi, serta keterbatasan sarana pelayanan kesehatan. Penelitian juga menemukan bahwa pendekatan yang empatik, suportif, dan nondiskriminatif dapat meningkatkan keaktifan ODHA dalam kontrol rutin, kepatuhan pengobatan, dan retensi layanan kesehatan secara berkelanjutan.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya Linda Margared Antaribaba; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Yacob Ruru; Septevanus Rantetoding; Dolfinus Yufu Bouway
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61207

Abstract

Sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam keberhasilan organisasi kesehatan. Kinerja pegawai yang baik berperan dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi dan pelaksanaan program kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepemimpinan, motivasi kerja, kompetensi, lingkungan kerja, dan beban kerja dengan kinerja pegawai serta mengidentifikasi faktor dominan yang berhubungan dengan kinerja pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 97 pegawai dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kinerja baik (73,2%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa kepemimpinan (p<0,001), kompetensi (p<0,001), lingkungan kerja (p<0,001), dan beban kerja (p<0,001) berhubungan signifikan dengan kinerja pegawai, sedangkan motivasi kerja tidak berhubungan signifikan (p=0,380). Analisis multivariat menunjukkan bahwa lingkungan kerja merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kinerja pegawai (OR = 27,565; 95% CI = 5,951–127,680). Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas lingkungan kerja dan kompetensi pegawai perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan kinerja pegawai.
Analisis Pengaruh Dimensi Keberhasilan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Berdasarkan Model DeLone dan McLean Terhadap Efisiensi Operasional RS Sele Be Solu Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya Susiyanti Bless; Agus Zainuri; Yacob Ruru; Hasmi Hasmi; Arius Togodly; Sarce Makaba
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61206

Abstract

Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan bagian penting dari transformasi digital pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional rumah sakit. Keberhasilan implementasi SIMRS dipengaruhi oleh berbagai faktor yang perlu dievaluasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dimensi keberhasilan SIMRS berdasarkan Model DeLone dan McLean, yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih (net benefits) terhadap efisiensi operasional RS Sele Be Solu Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai pengguna SIMRS sebanyak 55 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi keberhasilan SIMRS secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi operasional rumah sakit. Variabel manfaat bersih (net benefits) merupakan faktor yang paling dominan. Implementasi SIMRS berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi waktu pelayanan, proses kerja, pemanfaatan sumber daya manusia, dan efisiensi biaya operasional.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil di BLUD Puskesmas Timika Jaya Kabupaten Mimika Surio Arrang Bua; Yacob Ruru; Sarce Makaba; Rosmin M. Tingginehe; Paula Nancy Lefaan; Muhammad Akbar Nurdin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61436

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil dan dapat menimbulkan komplikasi bagi ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISK pada ibu hamil di BLUD Puskesmas Timika Jaya, Kabupaten Mimika. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 506 responden yang terdiri dari 155 kasus dan 351 kontrol. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-square, Odds Ratio (OR), 95% Confidence Interval (95%CI), serta regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu (p=0,265; OR=1,327; 95%CI=0,846–2,083) dan usia kehamilan (p=0,229; OR=1,306; 95%CI=0,875–1,951) tidak berhubungan dengan kejadian ISK. Sebaliknya, paritas (p<0,001; OR=0,431; 95%CI=0,292–0,637), status anemia (p=0,010; OR=2,078; 95%CI=1,219–3,544), dan riwayat ISK sebelumnya (p<0,001; OR=6,345; 95%CI=3,820–10,537) berhubungan signifikan dengan kejadian ISK. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat ISK sebelumnya merupakan faktor paling dominan (OR=6,867; 95%CI=4,050–11,643; p<0,001). Disimpulkan bahwa paritas, status anemia, dan riwayat ISK sebelumnya berhubungan dengan kejadian ISK pada ibu hamil.
Co-Authors Abraham Abraham Afdal Kasimur Agus Zainur Agus Zainuri Agustinus Languwuyo Alvian M. Sroyer Andi N. Ramadhana Anggai, Martapina Anna Bethseba Lizabella Mien Manyakori Aris Aris Arius Togodly Asmawati Asmawati Butar-butar, Winda Ade Fitriya Dolfinus Yufu Bouway Evan Kusmiati Flassy, Marlina Fram Oktovianus Yalak Franklin Valentinus Raimond Waromi Halle F.P. Watori Hanafy, Dudy Arman Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hebe Marlen Tiblola Ida Gamiarsih Ida M. Hutabarat Ida Mariati Hutabarat Imbiri, Stefinsce E. Imelda Bowaire Irfan Wahyudi Irfan Wahyudi Iriyani, Nur Fitriana Isak Beno Jonathan k. Wororomi Krisma Palabiran Kurniyasi, Kurniyasi Linda Margared Antaribaba Lintia N. Santi Makalius Taribaba Malik Malik Mariati Hutabarat, Ida Marisan, Rudy Otniel Martapina Anggai Muhammad I Made Annafi Arianto Murib, Elman Natasya I. Parenden Novita Medyati Nurdin, Muhammad Akbar Ohoitimur, Fransiska Orpa Mayung Allo Otniel Mote Paula Nancy Lefaan Radian Januari Situmeang Rantetoding, Septevanus Rasmawati Rasmawati Remuz MB Kmurawak Robby Kayame Rosmin M. Tingginehe Rosmin Tingginehe Sarce Makaba Sarce Makaba Selpina Wenda Semuel Pitar Irab Semuel Piter Irab Septevanus Rantetoding Sukmawati Sulistiyana Sulistiyana Surio Arrang Bua Susiyanti Bless Theodora Simandjuntak Theresia Iriana Endrawati Tingginehe, Rosmin M. Togodly, Arius Untung Muhdiarta Vinsensius Sigit Raharjo Vonny Mais Numberi Wahyuti, Wahyuti Wambon, Devota Wonda, Frengky Lani Yimerni Margarith Mudumi Yohan Rumar Yohana Mariana Yuli Karapa Yulius Sarungu Paiting Yusi Anggriani