Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PEMAHAMAN IBU-IBU PKK DI DESA TRIYAGAN TENTANG MANFAAT UBI JALAR DAN VARIASI PENGOLAHANNYA Daryanti Daryanti; Tyas Soemarah KD; Endang Suprapti; Agus Budiyono; Teguh Supriyadi; Eko Hartoyo; Kusriani Prasetyowati; Wiyono Wiyono
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v2i2.2001

Abstract

Ubi jalar merupakan bahan makanan yang sudah tidak asing bagi masyarakat di Indonesia. Masyarakat mengenal ubi jalar sebagai bahan makanan yang murah dan mengenyangkan, namun masih banyak yang belum memahami bahwa ubi jalar mengandung berbagai senyawa yang berguna bagi kesehatan. Ubi jalar juga bisa diolah menjadi aneka makanan kekinian yang menarik minat untuk mengkonsumsi ubi jalar. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diberikan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat ubi jalar bagi kesehatan dan cara mengolah ubi jalar yang bervariasi dan bisa menjadi ide usaha. Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2022 bertempat di Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Metode kegiatan dengan cara penyuluhan dan praktek. Kegiatan ini diikuti oleh 34 orang ibu. Materi pengabdian dapat diterima dengan baik dan menambah wawasan tentang manfaat ubi jalar bagi kesehatan. Kegiatan praktek pengolahan dapat dilakukan dengan baik dan meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah ubi jalar menjadi berbagai hidangan yang menarik.
Inventory of Pests and Intensity of Fruit Fly Attacks (Bactrocera dorsalis) on Curly Red Chili Plants (Capsicum annum L.) in Sido Luhur Farmer Group of Cabeyan Village Endang Suprapti; Agus Budiyono; Tyas Soemarah Kurnia Dewi; Daryanti; Wiyono; Dicky Hermawan
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 22 No. 2 (2022): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v22i2.1936

Abstract

Curly red chili (Capsicum annum L.) is a horticultural plant that has high economic value. So many people are cultivating it. Chili plants are susceptible to the attack of Plant Disrupting Organisms (OPT) which can decrease the production yield and quality of chili harvests. One of the potentially damaging Plant Disrupting Organisms is pests, whose presence in chili plants is very diverse. The life cycle and eating activities are very detrimental to farmers because it will reduce the yield of chili plants. The purpose of this study is to find out the diversity of pest types and to determine the rate of attack from fruit fly pests (Bactrocera dorsalis) on the curly red chili plant (Capsicum annum L.). Research has been carried out in Cabeyan Village, Bendosari district, Sukoharjo. October 1, 2020 – February 28, 2021. The study used observational, descriptive, and interview methods. Data collection is done directly and sampling using random sampling methods. In this study found several types of pests consisting of 12 species divided into 11 species into phylum Artropoda and 1 Species of Phylum Mollusca. As well as the rate of attack of fruit flies (Bactrocera dorsalis) with the highest average intensity of attack at 76% of the attack scale is very heavy.
Effectiveness Of Water And Air Pumps On The Growth And Production Of Lettuce (Lactusa sativa L.) On Various Kinds Of Media With Hydroponic Systems Teguh Supriyadi; Endang Suprapti; Tyas Soemarah Kurnia Dewi; Agus Budiyono; Daryanti; Supadi
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 22 No. 2 (2022): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v22i2.1937

Abstract

Lettuce (Lactusa sativa L.) is one of the vegetable commodities that can be grown in tropical and subtropical areas. This research was conducted in March-June at the Green House of FP.UTP. This study uses the factorial method with a completely randomized design (CRD), a factorial pattern consisting of two factors. 1) Use of a Pump (P0: Without a Water Pump (Aquarium Pump) and Air Pump (Aerator), P1: Using only a water pump, P2: Using only an air pump, P3: A combination of using a water pump and air pump. 2) use of planting media (S) Rockwool; cocopeat, moss, repeated three times. The results showed 1) Pump use treatment (P) had a very significant effect on the parameters of plant height (cm), stem diameter (cm), number of leaves (strands), leaf width (cm), fresh plant weight (g), dry weight plants (g), consumption weight (g), number of leaves consumed (strands), and root length (cm) on the growth of lettuce (Lactusa sativa L). 2) The treatment using media (S) had a very significant effect on the fresh weight parameters of the roots (g). It significantly affected the root volume parameters (mm) on the growth of lettuce (Lactusa sativa L). 3). The combination of pump and media treatment had a significant effect on the root volume parameter (mm) on the growth of lettuce (Lactusa sativa L). 4). The best result, namely the consumption weight, was achieved in the P3S2 treatment (Combination of treatment using a pump and cocopeat media) with a value of 119.33 g.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI DESA TRIYAGAN Daryanti; Tyas Soemarah KD; Endang Suprapti; Agus Budiyono
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i1.2382

Abstract

Kebutuhan pangan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, tetapi ketersediaan lahan untuk areal pertanian sebagai tempat menghasilkan pangan semakin berkurang. Salah satu cara untuk meningkatkan ketersediaan pangan adalah dengan pemberdayaan keluarga untuk bertanam tanaman pangan di pekarangan rumah. Meskipun lahan terbatas bukan menjadi hambatan untuk bertanam. Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk bertanam di lahan sempit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga di Desa Triyagan dalam pemanfaatan pekarangan untuk bertanam aneka tanaman pangan seperti sayuran, buah dan bumbu dapur atau tanaman obat keluarga. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada bulan Nopember 2022 – Januari 2023 bertempat di Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Metode kegiatan adalah dengan cara penyuluhan dan praktek. Dalam kegiatan pengabdian ini diberikan bantuan berupa rak vertikultur serta aneka alat dan bahan lainnya (pot, polibag, aneka bibit sayuran, media tanam, pupuk organik). Kepada ibu-ibu peserta diberikan materi tentang dasar-dasar bertanam, aneka kreasi cara bertanam yang bisa diterapkan di pekarangan,tahap-tahap budidaya tanaman. Ibu-ibu peserta dibimbing untuk melakukan praktek langsung cara bertanam sayuran mulai dari penyiapan media, penanaman, pemeliharaan. Respon peserta cukup baik dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan 90% peserta berhasil melaksanakan praktek bertanam sayuran di pekarangan masing-masing.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMUDA TANI KOMODITAS HORTIKULTURA Suswadi Suswadi; Norbertus Citra Irawan; Agung Prasetyo; Mahananto Mahananto; Kusriani Prasetyowati; Daryanti Daryanti; Tyas Soemarah KD; Endang Suprapti; Agus Budiyono; Teguh Supriyadi; Wiyono Wiyono
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i2.2698

Abstract

Permasalahan dalam pengetahuan pemasaran online bagi petani hortikultura mencakup kurangnya pemahaman tentang strategi pemasaran digital yang efektif, keterbatasan aksesibilitas teknologi dan koneksi internet di daerah pedesaan, serta ketidakpahaman tentang analisis data dan tren pasar, yang secara keseluruhan menghambat optimisasi pemasaran online dan meningkatkan pendapatan serta peluang bisnis petani hortikultura. Solusi untuk masalah pengetahuan dan keterampilan pemasaran online bagi petani hortikultura adalah melalui program pelatihan dan pendampingan yang komprehensif. Program ini mencakup pemahaman strategi pemasaran digital, penggunaan platform online, konten menarik, analisis data, dan pemahaman perilaku konsumen. Pelatihan membantu petani hortikultura hadapi tantangan pemasaran online. Materi disajikan dengan bahasa sederhana dan mudah diakses. Workshop kolaboratif memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani. Evaluasi dan umpan balik terus meningkatkan kualitas pelatihan. Diharapkan petani dapat sukses dalam pemasaran online dan bisnis mereka di era digital.
Pengaruh Pemangkasan Cabang Lateral dan Dosis Pemberian Pupuk NPK pada Tanaman Bunga Kol (Brassica Oleracea Var. Botrytis L) Endang Suprapti; Agus Budiyono; Tyas Soemarah Kurnia Dewi; Daryanti; Alif Amirul Fatkhurahman
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 23 No. 2 (2023): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v23i2.2744

Abstract

Cauliflower is a vegetable that has commercial value and good prospects, especially for public consumption. According to the Central Bureau of Statistics of the Republic of Indonesia cauliflower production has decreased from 2019 to 2021, it is necessary to improve maintenance, one of which is by pruning lateral branches to increase productivity, thereby increasing the rate of photosynthesis to produce high productivity and the right dose of NPK fertilizer to maximize growth in the vegetative and generative phases thereby increasing the yield of cauliflower plants. This study aims to determine the effect of pruning lateral branches and doses of NPK fertilizer on the growth and yield of cauliflower. The research was conducted in the hamlet of Jinarum, Girilayu, Matesih, Karanganyar from July to September 2022. The research method used a Completely Randomized Block Design (RAKL) consisting of 2 treatment factors and 3 replications. The first factor is lateral branch pruning P0: without pruning, P1: pruning lateral branches 3 WAP, P2: pruning lateral branches 5 MST. The second factor is the dose of NPK fertilizer with doses of N1: 150 kg/ha, N2: 200 kg/ha, N3: 250 kg/ha. The results showed (1) Pruning lateral branches had a very significant effect on fresh stover, dry stover, crop diameter, crop weight per plant, and crop weight per plot. However, it did not have a significant effect on plant height and number of leaves. (2) NPK fertilizer doses had a very significant effect on fresh stover, dry stover, crop diameter, and crop weight per plant, had a significant effect on crop weight per plot, and had no significant effect on plant height and number of leaves. (3) The interaction between treatments had a very significant effect on fresh stover, dry stover, and crop weight per plant, and had no significant effect on plant height, number of leaves, crop diameter, and crop weight per plot. (4) The highest yield was obtained in the pruning treatment 3 weeks after planting with a dose of NPK fertilizer of 200 kg/ha, namely the crop weight of 11,997.4 grams per plot (. 26,644 kg/ha). Kata kunci : pruning lateral branches, the dose of NPK fertilizer
BIMBINGAN PEMBUATAN PUPUK DAN PESTISIDA ORGANIK UNTUK MENDUKUNG PROGRAM BERTANAM SAYURAN ORGANIK DI DESA TRIYAGAN Daryanti Daryanti; Tyas Soemarah KD; Endang Suprapti; Agus Budiyono; R. Soelistijono; Teguh Supriyadi; Wiyono Wiyono
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i1.2695

Abstract

Sayuran organik masih sulit dijumpai di pasaran, kalaupun ada harganya mahal. Untuk mendukung keberhasilan usaha bertanam sayuran organik diperlukan pupuk dan pestisida organik. Berdasar hal tersebut maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat lanjutan untuk mendukung kegiatan bertanam sayuran organik di pekarangan rumah yang telah berjalan di Desa Triyagan. Kegiatan pengabdian berupa bimbingan pembuatan pupuk dan pestisida organik dengan memanfaatkan bahan-bahan yang banyak tersedia dan mudah didapat di lingkungan Desa Triyagan. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada bulan Mei- Juli 2023. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu kader PKK dan KWT di Desa Triyagan. Dalam kegiatan ini pembuatan pupuk organik memanfaatkan limbah dapur dan halaman dengan metode komposter ember dan karung. Sedangkan pestisida organik dibuat dari bahan yang mudah didapat di dapur dan lingkungan (bawang putih, kunyit, lengkuas, daun sirsat, daun mimba, sereh, sirih). Kegiatan pengabdian telah terlaksana dan para peserta bisa mengikuti kegiatan dengan baik.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU DI DESA NGADILUWIH DALAM BUDIDAYA TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN KELUARGA Daryanti, Daryanti; KD, Tyas Soemarah; Suprapti, Endang; Budiyono, Agus; Soelistijono, R; Supriyadi, Teguh
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3801

Abstract

Toga (tanaman obat keluarga) merupakan tanaman berkhasiat obat yang ditanam di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan untuk mencegah dan mengatasi penyakit ringan. Toga yang dikelola dengan baik bisa bermanfaat pula untuk lingkungan, ekonomi dan budaya. Oleh karena itu penanaman dan pemanfaatan toga perlu terus digalakkan di masyarakat. Di Desa Ngadiluwih kegiatan bertanam toga sudah cukup lama tidak aktif, padahal lahan pekarangan warga masih memungkinkan untuk digunakan bertanam toga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memgaktifkan kembali kegiatan budidaya toga di Desa Ngadiluwih. Kegiatan telah dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2024 dengan cara memberikan penyuluhan terlebih dahulu, selanjutnya praktek bertanam toga dan monitoring kegiatan. Dalam kegiatan praktek, bibit toga ditanam dengan media campuran tanah, pupuk kompos dan sekam, wadah tanam menggunakan polibag dan karung plastik. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu pengurus dan anggota PKK Desa Ngadiluwih berjumlah 30 orang. Kegiatan penyuluhan yang diselingi dialog interaktif dan kuis berhadiah tentang toga mampu memeriahkan suasana dan meningkatkan pemahaman ibu-ibu tentang toga. Ibu-ibu mampu melaksanakan kegiatan praktek bertanam toga dan merawat tanaman toga dengan baik dengan keberhasilan 70 % tanaman toga dapat tumbuh dengan baik. Kegiatan ini bisa menjadi bekal ibu-ibu di Desa Ngadiluwih dalam bertanam toga dan memanfaatkan toga untuk mendukung kesehatan keluarga.
PERANAN KONSORSIUM BAKTERI ENDOFIT PADA KARAKTER PERAKARAN DAN HASIL PADI PADA BERBAGAI DOSIS NITROGEN DAN PHOSPHOR DI LAHAN SUBOPTIMAL TADAH HUJAN Aziez, Achmad Fatchul; Budiyono, Agus; Wiyono, Wiyono; Sari, Sri Mardhika; Ramdani, Aziz; Paiman, Paiman; Purwaningsih, Okti
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v9i2.5830

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is a vital food crop in Indonesia's economy. It is grown in both irrigated and rainfed rice fields. However, rainfed rice fields have low nutrient content, requiring significant fertilization. To reduce reliance on chemical fertilizers, agricultural technological advancements are necessary, including the use of endophytic bacteria. The research aimed to assess the impact of an endophytic bacterial consortium on rice rooting and yield under various nitrogen and phosphorus doses in suboptimal rainfed land. The study was conducted in Demangan Village, Sambi District, Boyolali Regency, from March 2023 to June 2023, using a factorial Complete Group Design. The research consisted of two factors , each repeated three times. The first factor was nitrogen fertilizer, with four levels: no urea, 100 kg/ha urea, 200 kg/ha urea, and 300 kg/ha urea. The second factor iwas phosphorus fertilizer, with four levels,: no phosphorus, 80 kg/ha phosphorus, 160 kg/ha phosphorus, and 240 kg/ha phosphorus. The observed parameters included fresh root weight, dry root weight, root volume, root length, root diameter, root surface area, weight of 1000 grains, grain weight per plant, and grain weight per plot. The results revealed no significant effects of nitrogen, doses, phosphorus doses, or interactions between nitrogen and phosphorus doses on any of the observed parameters. In conclusion, the application of an endophytic bacterial consortium can reduce the need for nitrogen and phosphorus fertilizers in rainfed rice fields.
Organic Fertilizer Making Training as an Effort to Implement Sustainable Organic Farming at the Gudangharjo Paranggupito Wonogiri Farmers Group Sari, Siti Mardhika; Wiyono; Suprapti, Endang; Budiyono, Agus; Daryanti
Journal of Community Capacity Empowerment Vol 3 No 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jcce.v3i1.4556

Abstract

This community service activity aims to provide training in making organic fertilizer as a practical step towards implementing sustainable organic farming. This program was implemented for members of the Gudangharjo Farmers Group located in Paranggupito, Wonogiri, an area with significant agricultural potential but limited implementation of organic farming practices. The training focused on the utilization of locally available materials, such as cow dung, rice bran, banana leaves, molasses, and decomposing microbes, to produce high-quality organic fertilizer. The methods used included explanations, demonstrations, and hands-on practice to improve participants' understanding and skills. Participants were introduced to the principles of organic farming, the benefits of organic fertilizer, and the technical steps of making compost, with an emphasis on the right ratio of ingredients, aeration, and moisture management. The results showed an increase in participants' knowledge and motivation to adopt organic fertilizer practices, supported by the availability of raw materials in the area. Participants successfully made organic fertilizer during the training, and follow-up evaluations showed their readiness to apply their knowledge in their farming activities. This program contributes to promoting sustainable farming practices and reducing dependence on chemical fertilizers, in line with efforts to preserve the environment and improve soil health. Future programs are expected to expand the reach of the training to neighboring farmer groups and incorporate advanced techniques for organic fertilizer production.