Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

REORIENTASI EPISTEMOLOGIS ISLAMISASI SAINS: MENGHADAPI TANTANGAN KECERDASAN BUATAN DAN ETIKA SIBER Darnanengsih Darnanengsih; Andi Kamal Ahmad; Syahruddin Usman; Muljono Damopolii
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.581

Abstract

Gagasan Islamisasi sains lahir dalam konteks modernisme abad ke-20 sebagai respons terhadap dominasi paradigma sains Barat yang sekuler. Namun, saat ini lanskap ilmu pengetahuan dan teknologi didisrupsi oleh revolusi digital, terutama kemajuan pesat dalam teknologi komputasi canggih dan isu-isu seputar etika siber. Tujuan utama penelitian ini adalah melakukan reorientasi epistemologis terhadap konsep Islamisasi sains agar relevan dengan tantangan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-konseptual berbasis studi kepustakaan. Gap Analysis (GEP) yang ditangani adalah pergeseran dari wacana reaktif-kritis terhadap sains Barat menuju kerangka kerja proaktif-konstruktif yang spesifik menyentuh ranah teknologi komputasi. Hasil analisis menemukan tiga fenomena utama yang perlu diatasi: Bias dalam Sistem Algoritmik, Pergeseran Paradigma Privasi Menjadi Komoditas (Surveillance Capitalism), dan Tren Pengembangan Otonomi Mesin. Temuan ini disintesiskan menjadi kerangka kerja konseptual "Islamisasi Ilmu Komputasi dan Informatika" atau "Fikih Digital". Kerangka ini mengintegrasikan Tawhid (untuk Keadilan Sistem), Adab (untuk Etika Privasi Data), dan Maqashid al-Syariah (sebagai kompas etis) guna memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap selaras dengan tujuan luhur kemanusiaan.
INTEGRASI PEMBELAJARAN JARAK JAUH DALAM PENDIDIKAN ISLAM: TRANSFORMASI EPISTEMOLOGIS DAN PROSEDURAL BERBASIS TPACK DAN SAMR Andi Kamal Ahmad; Muhammad Fajar Hidayat; Muhammad Yaumi; Nursalam Nursalam
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.718

Abstract

Di tengah pusaran disrupsi digital yang masif, sistem Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi urgensi reorientasi fundamental, khususnya dalam mengorkestrasi integrasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Artikel ini bertujuan untuk mendekonstruksi sekaligus merekonstruksi paradigma transformasi epistemologis dan prosedural PJJ dalam koridor PAI melalui sintesis kerangka kerja Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dan model Substitution, Augmentation, Modification, Redefinition (SAMR). Dengan mengadopsi metodologi studi pustaka yang komprehensif, diskursus ini menyingkap fakta bahwa integrasi PJJ bukan sekadar migrasi medium informasi ke ruang siber, melainkan sebuah evolusi signifikan dalam metodologi konstruksi, validasi, dan transmisi pengetahuan di ekosistem digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sinergi TPACK membekali pendidik PAI dengan kapasitas intelektual untuk menyelaraskan nilai spiritual transenden dengan kemajuan teknologi secara koheren. Sementara itu, model SAMR berperan sebagai peta jalan strategis untuk mencapai level redefinisi, di mana pembelajaran PAI mampu melampaui limitasi fisik dan temporal demi menciptakan pengalaman pedagogis yang imersif. Implikasi teoretis penelitian ini menegaskan perlunya transformasi identitas pendidik dari sekadar transmitor informasi menjadi arsitek pembelajaran digital yang tetap teguh dalam menjaga marwah karakter Islami.
From Logical Structure to Critical Reasoning: Philosophical Perspectives on Venn Diagrams as Epistemological Tools Andi Kamal Ahmad; Nurcholish Aziz; Marjuni; Afifuddin Harisah; Muhammad Amin
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i1.939

Abstract

This paper addresses the research gap where the Venn Diagram is narrowly viewed as a technical tool in set theory, overlooking its profound philosophical role in logic. By employing a qualitative literature review that synthesizes classical philosophical texts on logic with contemporary mathematical analysis, the study aims to recontextualize the Venn Diagram as a critical epistemological instrument for valid reasoning. The methodology focuses on integrating foundational principles of philosophy with the diagram's procedural mechanics. The analysis reveals that the systematic notation of the Venn Diagram (shading for null sets and 'x' for existential import) provides a formal, visual procedure for testing the validity of syllogistic arguments. This process effectively transforms abstract logical structures into a tangible "visual logic," enhancing both problem-solving capabilities and the philosophical pursuit of rigor and clarity. In conclusion, this recontextualization successfully demonstrates the Venn Diagram’s function as a crucial bridge between abstract logic and concrete critical thinking, suggesting the need to reinforce the teaching of such visual-logical tools within broader philosophical and educational frameworks to cultivate robust moral and critical reasoning.
Peningkatan Hasil Belajar PKn Tentang Keragaman Suku dan Agama di Negeriku Menggunakan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Ahmed Sardi; Andi Kamal Ahmad; Faridah Abdul Rauf
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 1 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.408 KB) | DOI: 10.58917/aijes.v1i1.1

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas belajar PKn yang diajarkan dengan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada Siswa Kelas IVa UPT SDN 24 Pinrang, mengetahui hasil belajar PKn yang diajarkan dengan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), beserta mengetahui perbedaan hasil belajar PKn yang diajarkan. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dimana dalam prosesnya mengikuti siklus yang terdiri dari dua kihlus, yakni siklus I dan siklus II untuk setiap siklusnya mengikuti langkah-langkah empat tahapan yang lazim digunakan dimulai dalam perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek studi ini adalah guru dan siswa kelas IVa sebanyak 20 siswa yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari 1) data Hasil belajar, dan 2) proses belajar. Hasil penelitian ini adalah skor rata-rata hasil belajar PKn siswa meningkat yaitu pada siklus I sebesar 70,92% menjadi 79,57% pada siklus II. Persentase siswa yang tuntas belajar meningkat yaitu pada siklus I sebesar 60% menjadi 85% pada siklus II, jadi ketuntasan secara klasikal sudah tercapai. Berdasarkan hasil tersebut, studi ini disimpulkan bahwa hasil belajar PKn dapat ditingkatkan melalui Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada Kelas IVa UPT SDN 24 Pinrang Kabupaten Pinrang.
Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition M. Arsyad Ambo Tuo; Andi Kamal Ahmad
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 1 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.944 KB) | DOI: 10.58917/aijes.v1i2.29

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengupayakan peningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas XI IPS 2 SMAN 9 pinrang melalui model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition. Kriteria peningkatan ditinjau dari menjadi indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Jika 85% dari jumlah siswa memperoleh hasil belajar yang mencapai KKM Matematika yang telah ditetapkan di sekolah yaitu 70,00. 2) Aktivitas siswa lebih meningkat selama mengikuti pembelajaran matematika. 3) Siswa lebih serius memperhatikan penjelasan guru. 4) Siswa mempunyai keberanian untuk menanggapi penjelasan guru. 5) Siswa sudah mampu menyimpulkan materi yang telah diajarkan oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan Penerapan model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition dapat meningkatkan hasil belajar Siswa Kelas XI IPS 2 SMAN 9 Pinrang yang ditandai dengan: 1) pada siklus I jumlah siswa yang hasil belajarnya mencapai KKM matematika sebanyak 15 siswa yang tuntas (71,4%) dan pada siklus II jumlah siswa yang hasil belajarnya mencapai KKM matematika sebanyak 19 siswa yang tuntas (90,5%), 2) Jumlah siswa yang mencapai KKM matematika pada siklus II ≥ 85% dari jumlah siswa yaitu sebanyak 19 siswa yang tuntas (90,5%), 3) Keaktifan siswa meningkat, dengan adanya keseriusan dan perhatian siswa selama mengikuti proses belajar mengajar yang berlangsung, dan 4) Siswa berani dalam mengeluarkan pendapat, dengan semakin hari semakin banyak siswa yang berani untuk menanggapi penjelasan guru.
Strategi Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme di Perguruan Tinggi: Praktik Baik Pembinaan Kesadaran Bela Negara di Kabupaten Pinrang Abdul Hakim Junaid; Iqbal Muqaddas; Haerul Haerul; Andi Kamal Ahmad
Barani: Journal of Community Service Learning Vol 2 No 1 (2026): Barani: Journal of Community Service Learning
Publisher : STKIP Darud Da'wah wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/barani.v2i1.861

Abstract

Meningkatnya risiko paparan paham intoleran di lingkungan akademik menuntut strategi preventif yang menyentuh aspek emosional dan logika mahasiswa. Artikel ini bertujuan mendokumentasikan dan menganalisis best practice pencegahan radikalisme melalui pembinaan kesadaran bela negara pada kegiatan PKKMB di Kabupaten Pinrang. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode thematic analysis, penelitian ini mengeksplorasi transformasi kesadaran mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan dalam pemahaman bela negara (civic awareness) dari paradigma militeristik menjadi tanggung jawab intelektual dan sosial. Data menunjukkan transisi pemahaman kontekstual meningkat dari 15% menjadi 85% pasca-intervensi. Melalui critical reflection, mahasiswa mampu mengidentifikasi narasi radikal di media sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal Pinrang sebagai jangkar kohesi sosial dalam model pembinaan. Strategi paling efektif adalah menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif berpikir kritis, bukan sekadar objek doktrin.