Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Persepsi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Angkatan 2023 tentang Pentingnya Mata Kuliah Manajemen Perkantoran di Era Digital Liza isma kurnia; Mirnawati Mirnawati; Hikmah Hikmah; Fadilla Ulfah; Novia Sri Dwijayanti
Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jekombis.v5i2.6096

Abstract

This study aims to analyze the perceptions of Economic Education students, class of 2023, regarding the importance of Office Management course in the context of rapidly accelerating digital transformation. A qualitative method with a phenomenological approach was employed, involving eight informants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model. Findings indicate that students hold positive perceptions toward the relevance of the Office Management course, particularly in mastering digital office technologies, developing cloud-based administrative competencies, and preparing for the 21st-century workforce. Students recognized that integrating technology in office management is a genuine need that must be cultivated during their studies. These findings suggest the need for curriculum updates that accommodate technological advancements, including automation, cloud-based management, and professional digital communication. This study recommends continuous curriculum synchronization between study programs and industry demands in the digital era.
EVALUASI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI: STUDI KUALITATIF TENTANG KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMA N 8 KOTA JAMBI Azzahra Khaira Putri; Arpizal; Novia Sri Dwijayanti
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1525

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Ekonomi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di SMA Negeri 8 Kota Jambi. Fokus penelitian mencakup perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, keterlibatan siswa, keterampilan berpikir kritis, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan PBL. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan guru Ekonomi dan siswa. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran berbasis PBL telah disusun secara sistematis melalui penyusunan modul ajar, pemilihan masalah kontekstual, serta penyesuaian kegiatan pembelajaran dengan sintaks PBL. Pelaksanaan pembelajaran berlangsung sesuai tahapan PBL, mulai dari orientasi masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan individu dan kelompok, pengembangan serta penyajian hasil, hingga evaluasi pemecahan masalah. Keterlibatan siswa tergolong baik yang terlihat dari keaktifan dalam diskusi, kerja sama kelompok, kemampuan bertanya, dan penyampaian pendapat. Penerapan PBL terbukti mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa, terutama dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengevaluasi alternatif solusi, dan menarik kesimpulan. Faktor pendukung meliputi kesiapan guru, ketersediaan sumber belajar, dan antusiasme siswa. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, serta masih adanya siswa yang kurang aktif dalam diskusi. Secara keseluruhan, penerapan PBL dalam pembelajaran Ekonomi telah berjalan dengan baik dan efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Disarankan agar guru mengoptimalkan pengelolaan waktu, memberikan bimbingan yang lebih merata, dan menggunakan masalah yang lebih variatif serta kontekstual.