Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis cemaran bakteri Staphylococcus aureus pada daging ayam krispy pinggir jalan dan fast food di daerah Teladan kota Medan Adelia Ramadani; Yayuk Putri Rahayu; M. Pandapotan Nasution; Rafita Yuniarti
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.205

Abstract

Chicken meat is a highly nutritious food containing protein, fat, minerals and other substances. Chicken meat is easily contaminated with the pathogen Staphylococcus aureus which can cause Staph Food Poisoning (SFP) or food poisoning due to contamination from unhygienic traders, processing, and the environment. The purpose of this study was to identify the presence of S. aureus pathogenic bacteria in roadside crispy fried chicken meat and well-known fast food brands in the Teladan area of Medan city and to analyze the contamination value of S. aureus bacteria whether it meets the Indonesian National Standard (SNI) < 1X102 CFU/ml. The research method was to determine the presence of S. aureus in the sample using Baird Parker Agar Base (BPA) and Egg Yolk media. Specific identification using Gram stain test, coagulase test, and catalase test. Calculation of contamination value of S. aureus with Total Plate Count (TPC). The results on roadside crispy fried chicken were positive for the presence of S. aureus with a contamination value exceeding the threshold above 1X102 CFU/ml so it did not meet SNI standards. Fast food crispy fried chicken meat is known to be negative in the absence of S. aureus pathogenic bacteria so that it meets SNI standards.
Analisis Cemaran Bakteri Coliform pada Saus Jajanan di Sekitar Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Medan Lisda Mayanti; Yayuk Putri Rahayu; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.206

Abstract

The sauce is a type of food additive prepared from the main ingredients of chilies and tomatoes, served as a complement to food and often served in snack foods. Nowadays, sauces are in great demand by all groups, but many traders need to pay more attention to their wares, both in terms of presentation and how to process them, for example diluting sauces with unclean water so they are contaminated with pathogenic microbes. One form of biological contamination that can occur in the sauce is the presence of coliform bacteria. This group of coliform bacteria includes Escherichia coli (E. coli), Gram-negative bacteria that are rod-like and do not form spores. Normally, E. coli is part of the normal intestinal flora, but it can cause illnesses such as diarrhea when opportunistic. The purpose of this study was to test the level of bacterial contamination as measured by the Total Plate Count (ALT), as well as to determine the presence of coliform bacteria and identify E. coli bacteria in the sauces used in various types of snacks around SMKs in the city of Medan. Methods The research approach involves the use of two methods, namely the Total Plate Number (ALT) and the Most Probable Number (MPN). Based on the determination of the value of ALT < 1 x104 coli/g and MPN < 100/g. The results of the study from 5 samples of various snack sauces around one of Medan City Vocational Schools were not suitable for consumption because they did not meet SNI No.7388:2009 with the amount of microbial contamination in chili sauce that is above 1x10⁴ colonies/g and exceeding the maximum MPN coliform limit in chili sauce, i.e., above 100 colonies/g.
EDUKASI MAKANAN PROBIOTIK SEBAGAI IMUNOSTIMULAN KEPADA KELOMPOK IBU-IBU PENGAJIAN MUTMAINAH MESJID AR-RAHMAN DI KECAMATAN NAMORAMBE Yayuk Putri Rahayu; D. Elysa Putri Mambang; Dikki Miswanda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17865

Abstract

Probiotik merupakan bakteri baik yang dapat diperoleh dari hasil fermentasi makanan dengan menggunakan mikroorganisme baik. Makanan probiotik sangat baik untuk kesehatan dan dapat berfungsi sebagai imunostimulan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Tujuan kegiatan PKM adalah memberikan pengetahuan edukasi tentang pentingnya makanan probiotik sebagai imunostimulan untuk meningkatkan imunitas tubuh kepada kelompok ibu-ibu pengajian Mutmainah di mesjid Ar-Rahman di kecamatan Namorambe. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah: (1) Penyuluhan (sosialisasi) ceramah pentingnya makanan probiotik sebagai imunostimulan untuk meningkatkan imunitas tubuh, dan (2) Pemberian pengetahuan berbagai jenis contoh makanan probiotik. Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahap: (1) Tahapan survey, kerjasama dengan mitra, dan penentuan tema kegiatan; (2) Tahapan persiapan; (3) Tahapan penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi penyampaian materi; dan (4) Tahapan penyampaian berbagai contoh jenis makanan probiotik. Hasil yang didapatkan dari kegiatan PKM ini adalah pengetahuan mitra peserta PKM tentang pentingnya makanan probiotik sebagai imunostimulan dalam meningkatkan daya tahan tubuh meningkat menjadi 77.78% dari rata-rata nilai pengetahuan 4.20 menjadi 7.47. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian PKM ini adalah (1) Peserta mitra menjadi mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya makanan probiotik sebagai imunostimulan dalam meningkatkan daya tahan tubuh, dan (2) Peserta mitra mendapatkan pengetahuan berbagai contoh jenis makanan probiotik
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA HARUM MANIS (Mangifera indica L. var. arum manis) TERHADAP BAKTERI Escherichia Delvi Amira Hutagaol; Yayuk Putri Rahayu; M. Pandapotan Nasution; Haris Munandar Nasution
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains (INPRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.1109

Abstract

Bakteri Escherichia coli merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit diare. Daun mangga harum manis (Mangifera indica L. var. harum manis) diketahui memiliki kandungan senyawa antibakteri. Dalam ukuran nanopartikel, luas kontak permukaan partikel menjadi lebih besar sehingga dapat meningkatkan aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan aktivitas nanopartikel dengan ekstrak etanol daun mangga harum manis terhadap bakteri E. coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan variabel bebas yaitu konsentrasi ekstrak etanol daun harum manis (EEDM 25%; EEDM 50%; dan EEDM 75%) dan konsentrasi nanopartikel ekstrak etanol daun mangga harum manis (NEDM 2,5%; NEDM 5%; dan NEDM 7,5%) dengan antibiotic pembanding yaitu tetracyclin.Variabel terikat yaitu aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan nanopartikel ekstrak daun mangga harum manis terhadap bakteri E. coli. Karakterisasi nanopartikel ekstrak etanol menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar cakram Kirby Bauer. Hasil karakteristik ukuran nanopartikel ekstrak adalah 40,2 nm. Nilai Zone of Inhibition (ZOI) ekstrak etanol daun mangga harum manis adalah 12,4 mm (EEDM 25%); 14,1 mm (EEDM 50%); dan 16,1 mm (EEDM 75%). Nilai ZOI nanopartikel ekstrak etanol daun mangga harum manis adalah 13,8 mm (NEDM 2,5%); 14,5 mm (NEDM 5%); dan 18,6 mm (NEDM 7,5%). Kesimpulannya adalah ekstrak etanol daun mangga harum manis dapat dijadikan nanopartikel ekstrak dengan daya aktivitas antibakteri konsentrasi nanopartikel ekstrak 5% setara efektivitasnya dengan konsentrasi ekstrak etanol daun mangga harum manis 50% terhadap E. coli dengan kategori intermediate dibandingkan dengan Tetracyclin 30 μg, sehingga dapat dikatakan bahwa nanopartikel esktrak dapat memperkecil dosis suatu obat.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULASI SEDIAAN GEL ANTIJERAWAT EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Cutibacterium acnes Nadia Salsabilla; Yayuk Putri Rahayu; D. Elysa Putri Mambang; Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i1.2375

Abstract

Biji pepaya (Carica papaya L.) merupakan bagian tanaman dari pepaya yang jarang dimanfaatkan. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa biji pepaya dapat digunakan sebagai antimikroba karena mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid. Cutibacterium acnes merupakan salah satu bakteri aneorob gram positif yang dapat menyebabkan timbulnya peradangan jerawat. Sediaan gel dalam penggunaan obat antijerawat digunakanan karena pelarut lebih polar, mudah dibersihkan dari permukaan kulit dan tidak mengandung minyak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak biji pepaya dapat diformulasikan menjadi gel antijerawat dan mengetahui daya hambat sediaan gel terhadap pertumbuhan bakteri C. acnes. Ekstrak etanol biji pepaya dibuat menggunakan metode perkolasi dan diformulasikan menjadi gel antijerawat dengan variasi konsentrasi F1 (5%), F2 (7,5%) dan F3 (10%). Sediaan gel antijerawat kemudian dilakukan evaluasi fisik dengan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji iritasi, uji kelembaban kulit, dan uji sineresis. Uji aktivitas antibakteri sediaan gel terhadap C. acnes. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol biji pepaya dapat diformulasikan menjadi sediaan gel, memiliki aroma khas biji pepaya, homogen, rentang pH 5,2-6,8, memiliki nilai viskositas, nilai daya sebar, dan nilai daya lekat yang baik, tidak mengiritasi, dapat melembabkan kulit, dan tidak terjadi sineresis selama pengujian. Sediaan gel memiliki aktivitas antibakteri terhadap C. acnes, yaitu konsentrasi 5% (17,73 mm), konsentrasi 7,5% (24 mm), konsentrasi 10% (24,96 mm) dengan interpretasi zona hambatnya masuk kedalam kategori resisten mendekati sensitif.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SEDINGIN (Kalanchoe pinnata (Lam) Pers) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Salmonella typhimurium Nofa Lismandaria; D. Elysa Putri Mambang; Haris Munandar Nasution; Yayuk Putri Rahayu
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i1.2378

Abstract

Daun sedingin (Kalanchoe Pinnata (Lam) Per) merupakan tanaman obat yang sering digunakan oleh masyarakat di Sumatra, di Aceh. Daun sedingin memiliki khasiat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sedingin (Kalanchoe Pinnata (Lam) Per) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhimurium. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan meliputi pengumpulan sampel, pemeriksaaan makroskopik, pemeriksaan mikroskopik, pembuatan simplisia, pemeriksaan karakteristik, skrining fitokima, pembuatan ekstrak etanol, selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhimurium dengan metode difusi agar. Hasil pemeriksaan karakteristik makroskopik memberikan hasil bentuk daun bersudut empat, permukaan luas, warna hijau, bau khas dan rasa agak pahit. Hasil pemeriksaan mikroskopik, ditemukan fragmen hablur kalsium oksalat bentuk prisma, perenkim dengan hablur kalsium oksalat, parenkim dengan berkas pembuluh, epidermis bawah dengan stomata, dan epidermis atas dengan stomata. Hasil karakteristik simplisia diperoleh kadar air 2%, kadar sari larut dalam air 59,9%, kadar sari larut dalam etanol 13,5%, kadar abu total 3,6%, dan kadar abu tidak larut asam 1,33%. Skrining fitokimia serbuk simplisia dan ekstrak menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid, dan glikosida. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sedingin pada bakteri Staphylococcus aureus memiliki diameter zona hambat lebih besar pada konsentrasi 100% dan 75% dibandingkan pada kosentrasi 25% dan 50% yaitu 6,35, dan 7,35 mm. Salmonella typhimurium pada konsentrasi 100%, dan 75% memiliki zona hambat lebih besar dari pada konsentrasi 25, dan 50% yaitu 7,58 dan 14,19 mm. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstral etanol daun sedingin memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhimurium.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP EFEK SITOTOKSISITAS DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini L.) pada LARVA UDANG Artemia salina Leach DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST Leni Safriani; Muhammad Pandapotan Nasution; Haris Munandar Nasution; Yayuk Putri Rahayu
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i1.2381

Abstract

Daun Jamblang (Syzygium cumini L) adalah tumbuhan yang banyak di budidayakan oleh masyarakat dan mempunyai banyak khasiat salah satunya sebagai obat antikanker karena mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, fenol, dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LC50 dari pengaruh perbedaan ekstraksi secara dingin dan panas terhadap efek sitotoksisitas ekstrak daun jamblang menggunakan pelarut etanol 96% pada larva Artemia salina Leach. Pada penelitian ini dilakukan pengujian skrining fitokimia dan karakteristik daun jamblang. Pengujian sitotoksisitas ekstrak maserasi dan soxhletasi daun jamblang menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test dilakukan pada konsentrasi: 100 µg/mL, 200 µg/mL, 300 µg/mL, 400 µg/mL, 500 µg/mL, 600 µg/mL, 700 µg/mL, 800 µg/mL, 900 µg/mL, 1000 µg/mL. Hasil uji fitokimia terhadap ekstrak maserasi dan soxhletasi daun jamblang mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan glikosida. Hasil pengujian karakterisasi daun jamblang pada kadar air 6,66 %, kadar sari larut air 19,64 %, kadar sari larut etanol 24,67 %, kadar abu total 4,44 %, dan kadar abu tidak larut asam 0,66 %. Efek sitotoksisitas ekstrak daun jamblang terhadap Artemia salina Leach pada ekstrak maserasi memperoleh nilai LC50 152,2942 µg/mL sedangkan ekstrak soxhletasi memberikan nilai 60,3905 µg/mL dan termasuk kategori sangat toksik berpotensi sebagai antikanker, sehingga yang paling efektif menghasilkan hasil maksimal ialah cara ekstraksi soxhletasi.
Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun bunga melati (Jasminum sambac (L.) Sol. ex Aiton) dengan metode DPPH Selfiani Selfiani; M. Pandapotan Nasution; Anny Sartika. D; Yayuk Putri Rahayu
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.200

Abstract

Antioxidant compounds are substances that can absorb or neutralize free molecules so they can prevent degenerative diseases such as heart disease and cancer. Antioxidants are able to donate electrons to stop free radical chain reactions that can damage the body. Jasmine flower leaves contain bioactive substances such as flavonoids, alkaloids, and tannins which are potential ingredients as natural antioxidants. One method to measure or determine free radical scavenging antioxidants is the DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhidrazyl) method. This study aims to determine the antioxidant activity of the ethanol extract of jasmine leaves based on the IC value50. The methods used in this study included examination of simplicia characteristics, phytochemical screening and antioxidant activity tests using the DPPH method (1,1-Diphenyl-2-picrylhidrazyl) using a UV-Vis spectrophotometer. The results of this study revealed that the ethanol extract of jasmine flower leaves (Jasminum sambac (L.) Sol. ex Aiton) showed that the extract contained chemical compounds of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids. In addition, this study also revealed that the ethanol extract of jasmine leaves has antioxidant activity with an IC value50 namely 56.05 µg/mL and for vitamin C the IC value was obtained50 3.70 µg/mL. This shows that the ethanol extract of jasmine leaves positively contains secondary metabolites and has the potential as an antioxidant with a strong classification compared to vitamin C, which is an antioxidant with a very strong classification.
Analisis aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun jeruk kuok (Citrus nobilis L.) dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) Nurul Hasanah; Rafita Yuniart; Haris Munandar Nasution; Yayuk Putri Rahayu
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.204

Abstract

When the body is excessively exposed to free radicals, the need for antioxidants increases as the body lacks sufficient protection. Some secondary metabolites in plants that can act as antioxidants include flavonoids, alkaloids, and tannins. This research aims to identify secondary metabolite compounds present in the raw material and extract of Citrus nobilis L. (kuok orange) leaves and evaluate antioxidant activity by determining IC50 values. This study employs several methods, including analyzing crude characteristics, phytochemical screening, and antioxidant activity testing using the DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl) method with spectrophotometry UV-Visible. The characterization results of the natural material indicate a water content of 6.66%, a water-soluble compound content of 19.64%, an ethanol-soluble compound content of 24.67%, a total ash content of 4.44%, and an acid-insoluble ash content of 0.66%. These findings align with values documented in the existing literature on MMI. Phytochemical screening results reveal that the crude material and ethanol extract of Citrus nobilis L. (kuok orange) leaves contain various chemical compounds, including alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, glycosides, and steroids. The IC50 value for the ethanol extract of Citrus nobilis L. leaves is approximately 40.4587 g/mL, categorizing it as very strong. This indicates that the ethanol extract of Kuok orange leaves possesses secondary metabolite compounds with a highly potent antioxidant capability.  
Deteksi cemaran Staphylococcus aureus pada ayam krispy lokal di sekitar salah satu universitas kota Medan Yayuk Putri Rahayu; D. Elysa Putri Mambang; Haris Munandar Nasution; Adelia Ramadani
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.222

Abstract

Chicken meat is more in demand by consumers because it is easy to process, can be accepted by all levels of society and has an economical price. Food poisoning can be caused by enterotoxin contamination caused by Staphyococcus aureus. Management of chicken meat that is not up to standard and unhygienic can affect human health. The purpose of this study was to identify the presence of pathogenic bacteria S. aureus in crispy fried chicken meat from roadside carts and local fast food at one of Medan city University and to analyze the contamination value of S. aureus bacteria whether it meets the Indonesian National Standard (SNI) < 1X102 CFU/ml. The research method is employed to detect the presence of S. aureus in samples using both Baird Parker Agar Base (BPA) and Egg Yolk media simultaneously. Quantification of S. aureus contamination is carried out through the application of the Total Plate Count (TPC) method. Findings from two samples of local fried chicken, namely samples A and B, indicate a positive result for the presence of S. aureus, with contamination levels exceeding the threshold of 1 x 102 CFU/ml. This leads to non-compliance with the established SNI standards. Conversely, in the case of local crispy fried chicken samples C and D, the results indicate a negative presence of the S. aureus pathogenic bacteria, with contamination levels not exceeding the threshold of 1 x 102 CFU/ml. Therefore, these results comply with the stipulated SNI standards.
Co-Authors Adelia Ramadani Adelia Ramadani Adli Nuzula Rahmah Alfi Wahyudi Nasution Amaliana, Amaliana Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika. D Ayu , Tri Indah Pagar Barutu, Liza Anisa Shevia Cindy Widya Rosa Br Simarmata D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Delvi Amira Hutagaol Dena, Mutia Diana Sopha Dikki Miswanda Elma Natasya Fatikasari, Cilki Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri Gabena Indrayani Dalimunthe Gultom, Syarifah Elena Habibie, Dian Halim, Rahman Harahap, Azmi Kurniawan Harahap, Siti Salimah Haris Munandar Nasution Hendri Gunawan Hutagaol, Delvi Amira Huzeila Nisa Siregar Ika Fitriani Ika Yeni Siahaan Khofifah , Nur Lailatulqodri, Najwa Lastri Afni Leni Safriani Linda, Rosa Lisda Mayanti Lubis, Minda Sari Lubis, Nadya Frestika Lulu Ilma Khoirun Nissa M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution Merani Phaustina Lumban Gaol Muhammad Amin Nasution Muhammad Arif Muhammad Hizbullah Muhammad Pandapotan Nasution Munaziatul Jannah Nadia Salsabilla Nanda Nadia Nasution , Muhammad Amin Nasution, M. Pandapotan Nelsa Fahira Nofa Lismandaria Nomi Noviani Novi Yuliandari Novika Utami Novriani Putri Santia Nurul Hasanah Oca Putri Nazuhra Oktavia, Sri Rahayu Prasetyo , Healthy Aldriany Rafita Yuniari Rafita Yuniart Ridwanto Ridwanto Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga Rossa, Aliffa Safira , Liyuza Selfiani Selfiani Sepriani, Ananda Shilvia, Fatin Silitonga, Burju Artha Marshalina Sinaga, Rosalinda Mahdalena Siregar, Ahmad Gozali Siti Aisyah Jamil Sony , Suyefri Sri Wahyuni Supiyani, Supiyani Syahni, Cynthia Syarifah Elena Gultom Tawir Rina Rezeki Tusaddiah, Ria Winata, Ageng Tegar Yani, Farida Yayuk Yuliana Yuniarti, Rafita Zulmai Rani