Claim Missing Document
Check
Articles

Es Krim Free Lactose Berbahan Dasar Sari Hanjeli sebagai Alternatif Pengganti Es Krim Susu bagi Penderita Lactose Intolerance Nur Afifah Dwi Purwati; Dian Handayani; Amalia Ruhana
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1635.423 KB)

Abstract

Hanjeli merupakan salah satu jenis serealia yang memiliki kandungan protein dan kalsium lebih tinggi dibandingkan dengan serealia lainnya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber protein dan kalsium dalam pembuatan Es Krim Free Lactose yang dapat dikonsumsi oleh penderitalactose intolerance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein dan kalsium, serta mutu organoleptik es krim free lactose berbahan dasar sari hanjeli. Metode penelitian adalah penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan berdasarkan perbandingan antara hanjeli dan air, yaitu P1 (200%), P2 (100%), P3 (75%), P4 (60%), dan P5 (50%). Analisis statistik dari kandungan protein dan kalsium menggunakan One Way Anova dilanjutkan uji Tukey, sedangkan mutu organoleptik menggunakan one way anova dilanjutkan uji Duncan’s. Kandungan protein pada Es Krim Free lactose berkisar antara 2,72 ± 0,17 – 6,16 ± 0,05 gram per 100 gram sampel. Kandungan kalsium pada Es Krim Free Lactose berkisar antara 1190,62 ± 41,26 – 1485,62 ± 88,21 mg/L. Berdasarkan hasil uji organoleptik terhadap aroma, tekstur, dan rasa dari kelima perlakuan Es Krim Free Lactose, diketahui bahwa perlakuan yang paling disukai adalah P4 (60% hanjeli) dengan kandungan protein sebesar 2.91 ± 0.41 gram per 100 gram dan kalsium sebesar 1205,31 ± 37.65 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini: Es Krim Free lactose berbahan dasar sari hanjeli dapat memenuhi 83 – 103% kebutuhan protein dan 200 – 219% kebutuhan kalsium untuk snack. Sehingga dapat digunakan sebagai alternatif snack bagi penderita lactose intolerance.
Edukasi Dan Pembuatan Jamu Instan Berbasis Home Industry Bagi Masyarakat Yang Terkena Dampak Ekonomi Dalam Masa Pendemik Maure Gitta Miranti Syahrudin; Lucia Tri Pangesthi; Dwi Kristiastuti; Dewi Lutfiati; Rahayu Dewi; Amalia Ruhana
Abimanyu : Jornal of Community Engagement Vol 2 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1757.184 KB) | DOI: 10.26740/abi.v2i2.12158

Abstract

Pemberlakuan sosial distancing sangat berdampak pada laju usaha kecil dan menengah, yaitu menurunnya pendapatan secara drastis karena mereka tidak dapat berjualan dengan menjajakan dagangannya. Kondisi tersebut masih berlangsung pada saat masa pandemi. Beberapa masyarakat yang terdampak kehilangan mata pencahariannya adalah penjual jamu gerobak/sepeda yang biasa menjual dagangannya dengan berkeliling dan mangkal disuatu tempat. Tujuan PKM ini 1) mengedukasi masyarakat dalam  pengembangan produk jamu, pengemasan, pemasaran berbasis online, dan pentingnya penerapan sanitasi higiene, dan 2) memberikan pelatihan pembuatan jamu instan dengan menerapkan sanitasi higiene. Metode yang digunakan adalah pemberian materi dan pelatihan. Peserta pelatihan adalah kelompok penjual jamu di Sidoarjo sebanyak 5 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah 1) edukasi dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pengolahan jamu instan, dengan rata-rata 7,8 yang artinya baik; dan 2) Pelatihan pembuatan jamu instan dinyatakan berhasil mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu keterampilan dalam pembuatan jamu dengan nilai rata-rata 3,87 yang artinya termasuk kedalam kategori baik. Konsumsi jamu meningkat selama masa pandemi karena memiliki khasiat kesehatan, hal ini menjadi peluang usaha yang baik bagi penjual jamu keliling untuk membuat jamu instan. Implikasi dari kegiatan ini adalah edukasi dan pelatihan pembuatan jamu instan memiliki potensi untuk meningkatkan income generating keluarga.Kata kunci: jamu instan, edukasi, masa pandemi, home industry.
DIETARY PATTERN AND LIFESTYLE OF ADULT COVID-19 SURVIVORS PRE AND POST COVID-19 INFECTION IN KARANGPILANG, SURABAYA Andin Putri Kumalajati; Amalia Ruhana
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v5i1.1355

Abstract

The COVID-19 pandemic has an impact on all aspects of life, especially health status which is influenced by dietary patterns and lifestyles on people. This study aims to determine differences in dietary patterns and lifestyles of adult COVID-19 survivors pre and post being infected with COVID-19. This type of research is quantitative with a cross-sectional study approach. The sample is COVID-19 survivors in Karangpilang District, Surabaya City, totaling 46 people by using purposive sampling technique. The collection of dietary data is a form of Food Frequency Questionnaire (FFQ) and lifestyle data is a form of lifestyle questionnaire. The analysis of differences in dietary patterns pre and post being infected with COVID-19 used the Wilcoxon test, while the analysis of differences in lifestyle pre and post being infected with COVID-19 used the McNemar test. The results showed that there were no significant differences in dietary patterns in the staple food groups (p=0,305), vegetable side dishes (p=0.483), animal side dishes (p=0.066), fruits (p=0.808), vegetables (p=0.662), commercial food (p=0.961), and beverages (p=0.671). In lifestyle, there were significant differences in the habit of washing hands with soap and running water (p=0.008), keeping a distance (p=0.004), sunbathing ± 15 minutes (p=0.001), and sleeping duration of 6-8 hours a day (p =0.000). In conclusion, there were no differences in the dietary patterns pre and post being infected with COVID-19 and in lifestyle there were significant differences in the habit of washing hands with soap and running water, keeping a distance, sunbathing for 15 minutes, and sleeping duration of 6-8 hours/day pre and post being infected with COVID-19.
THE COMPARISSON OF COMPLEMENTARY FEEDING EDUCATIONAL RESULT BETWEEN EMOTIONAL-DEMONSTRATION METHODS AND TEAM GAME TOURNAMENT TO INFANT MOTHERS AT INTEGRATED SERVICE POST, POGALAN VILLAGE, TRENGGALEK Galuh Impala Bidari; Amalia Ruhana
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v5i1.1370

Abstract

Edukasi mengenai MP-ASI merupakan salah satu langkah pertama untuk mencegah terjadinya gizi kurang dan gizi buruk pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil edukasi antara metode Emotional Demonstration dan Team Game Tournament tentang MP-ASI kepada ibu yang memiliki baduta di Posyandu desa Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan quasi eksperimental design menggunakan instrumen soal tes pengetahuan dan angket sikap. Jumlah sampel sebanyak 56 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive samping dan kemudian dibagi menjadi 2 kelompok sehingga masing-masing kelompok berjumlah 28 orang, selanjutnya kelompok pertama diberikan edukasi MP-ASI menggunakan metode Emotional Demonstration dan kelompok kedua diberikan edukasi MP-ASI dengan menggunakan metode Team Game Tournament. Data pengetahuan dan sikap antar kelompok eksperimen dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Emotional Demonstration dan Team Game Tournament sama-sama dapat meningkatkan hasil edukasi tentang MP-ASI. Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil edukasi dari kedua metode tersebut baik aspek pengetahuan (nilai p 0.926) maupun aspek sikap (nilai p 0.594). Penelitian ini mengukur peningkatan aspek pengetahuan dan aspek sikap tanpa perubahan perilaku, sehingga peralatan pada metode Team Game Tournament dinilai lebih praktis dan durasi yang diperlukan dalam satu kali pertemuan edukasi MP-ASI menggunakan metode Emotional Demonstration dinilai lebih panjang.
Penurunan Prevalensi Stunting Di Desa Sudimoroharjo Kabu-paten Nganjuk Sebagai Luaran Program Pendampingan Intensif Lintas Sektor Kepada Ibu Dengan Baduta Stunting Cleonara Yanuar Dini; Farida Farah Zakiya; Dwi Apriliani; Aisyaturida Amelia; Larastiti Windatari; Cindy Gita Chayani; M. Thoriq Aqilalhasib; Decca Pinky Nugroho; Shannon Ellya Marolop; David Aditya; Maulana Suryananda R; Dwi Anindya A; Azalia Putri Salsabila; Reza Dwi Ramadhan; Alfiyah Nahdah Kamilah; Arma Andi Kusuma; Choirul Anna Nur Afifah; Amalia Ruhana; Satwika Arya Pratama; Galuh Impala Bidari; Ali Imron
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.221-229

Abstract

Berdasarkan hasil SSGI (2021), prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk yaitu 25,3%. Salah satu desa yang ditetapkan sebagai lokus stunting adalah Sudimoroharjo dengan prevalensi sebesar 13,5%. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan focus group discussion secara langsung kepada ibu bayi dan balita stunting. Sebanyak 52 kader, 3 bidan dan 15 mahasiswa dari universitas negeri surabaya (unesa) berpartisipasi dalam program dan dibagi ke dalam 8 kelompok di setiap rukun tetangga (RT) selama 3 bulan. Sebelum dilakukan pendampingan, ibu bayi dan balita kurang berusaha untuk memberikan makan kepada anak baik dari segi frekuensi maupun komposisi. Program pendampingan yang dilakukan terdiri dari: penyuluhan mengenai isi piringku dengan prinsip beragam, bergizi, seimbang dan aman di setiap posyandu setiap hari, pendampingan stunting dari rumah ke rumah, melakukan layanan konsultasi gizi setiap hari di puskesmas pembantu (pustu). Selain itu juga diberikan makanan tambahan berupa susu 1x/minggu dan biskuit bagi bayi dan balita dengan gizi buruk dan stunting sekali dalam satu bulan. Monitoring dilakukan dengan meminta ibu dan anak untuk datang setiap satu atau dua minggu sekali ke pustu setelah PMT habis untuk melakukan pengecekan status gizi anak. Selanjutnya kader, bidan dan mahasiswa mengunjungi rumah ibu dengan anak stunting dalam 1 kali sebulan untuk menanyakan apakah pmt yang diberikan dikonsumsi habis atau tidak. Setelah diberikan pendampingan secara langsung ibu dapat memahami bagaimana menerapkan B2SA baik dari segi jumlah, jenis lauk serta frekuensi makan anak. Ibu juga memberikan pmt kepada anak sampai habis, sehingga prevalensi stunting turun menjadi 9,21%.
Uji Penerimaan Snack Bar Strawberry sebagai Camilan Sehat Tinggi Protein dan Antioksidan Veni Indrawati; Siti Sulandjari; Rahayu Dewi; Rita Ismawati; Amalia Ruhana
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.324 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v5i1.953

Abstract

Snack Bar merupakan camilan berbentuk batangan yang berasal dari sereal dan kacang-kacangan. Produk Snack Bar telah banyak dikembangkan dengan menambahkan berbagai bahan salahsatunya buah-buahan. Penambahan buah strawberry pada Snack Bar bertujuan untuk meningkatkan kandungan gizi Snack Bar sehingga dapat dikonsumsi sebgai camilan sehat. Jenis penelitian eksperimen berupa pembuatan produk Snack Bar Strawberry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandunga gizi Snack Bar Strawberry dan tingkat penerimaan/kesukaan panelis berdasarkan warna, aroma, tesktur dan rasa. Pengambilan data penerimaan produk dengan observasi menggunakan instrument pada 30 panelis. Data dianalisis secara deskriptif dengan persentase Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerimaan/kesukaan terhadap Snack Bar Strawberry yaitu; 80% suka terhadap warna, 73,33 % suka terhadap aroma, 56,66% suka terhadap tekstur dan 83,33% suka terhadap rasa. Kandungan gizi Snack Bar Strawberry yaitu Karbohidrat (195g), protein (43,3g), vitamin C (70mg) dan vitamin E (15mg). Snack Bar Strawberry dapat digunakan sebagai camilan sehat tinggi protein dan antioksidan. Hasil produk Snack Bar Strawberry yang dibuat menggunakan madu memiliki tekstur yang kurang kokoh sehingga perlu penggunaan gula caramel untuk memperkuat tekstur.
HOUSEHOLD FOOD SECURITY DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN THE NORTH SURABAYA REGION Amalia Ruhana; Veni Indrawati; Choirul Anna Nur Afifah; Cleonara Yanuar Dini; Lini Anisfatus Sholihah
GEMA KESEHATAN Vol. 14 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v14i1.288

Abstract

The current COVID-19 pandemic has greatly affected all areas of human life, especially in the economic sector, which in turn will affect household consumption, and nutrition. The purpose of this study was to determine the status of family food security in the northern Surabaya area during the covid 19 pandemic, job changes, changes in family income and the efforts made to deal with changes in income. This research is a descriptive study with a cross-sectional study design. The population of this study is the entire population who live in the area of ​​North Surabaya. The research sample was calculated using the Slovin formula, a minimum sample of 100 samples, to anticipate dropouts, it was added to 120 samples which were then divided evenly into five sub-districts in the North Surabaya area, namely Semampir, Krembangan, Kenjeran, Bulak, and Pabean Cantian. Data collection on food security using the Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS) instrument, data on changes in employment and family income using a questionnaire. Most of the respondents in North Surabaya are from food-insecure families (56.67%) and 20.83% of them are severe food insecure families. As many as 12.50% of the fathers in the respondent's families experienced a job change during this pandemic and more than half of the head of the family (56.67%) experienced a lower-income change. Most respondents try to deal with changes in income by making savings. Keywords: Food security, Household food security, Covid-19 pandemic
The Relationship Between Nutritional Status and Quality of Life in Older Adults at Nursing Homes Jambangan, Surabaya Sahlatun Nuha Tsana; Amalia Ruhana; Endang Sri Wahyuni; Satwika Arya Pratama
Healthy-Mu Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v8i1.891

Abstract

Nursing homes were built by the government of Indonesia in response to the country's growing senior population. Given their helplessness, nursing facilities can be safe places for the elderly to dwell. Aging is a natural phenomenon that affects all elderly people. It causes many changes in the elderly that may have an impact on their quality of life and nutritional status. The purpose of this study is to describe the elderly at UPTD Griya Wreda Jambangan Surabaya's nutritional state, quality of life, and the relationship between the two. This study uses a quantitative research design. Using the purposive sample approach, a total of sixty samples from the senior population were chosen. The World Health Organization Quality of Life - BREF (WHOQoL - BREF) and Mini Nutritional Assessment (MNA) are the measures that are utilized, and both have demonstrated validity and reliability. The study's findings indicated that 33 elderly (55%) were at risk of malnutrition, 24 elderly (40%) had good nutrition, and 3 elderly (5%) were exposed to malnutrition. In addition, the study's findings indicated that 45 elderly (75%) had good quality of life, and 15 elderly (25%) had poor quality of life. Based on the highest score, the elderly have the most satisfied perceptions in the quality of life domain based on physical health 42 elderly (70%) and psychological health 34 elderly (57%).In this study, the relationship between quality of life and nutritional status was analyzed using the Pearson test. In this study, the relationship between quality of life and nutritional status was analyzed using the Pearson correlation test. The results of the analysis showed a significant relationship between nutritional status and quality of life (P=0.0036). Based on these results, it can be concluded the connection between nutritional status and quality of life in the elderly at the Jambangan Nursing Home in Surabaya.
Daya Terima Cookies Dengan Substitusi Tepung Kacang Merah Dan Penambahan Tepung Daun Kelor Sebagai Snack Sehat Untuk Remaja Putri Anemia Defisiensi Besi Annisa Fajar Aulia; Asrul Bahar; Amalia Ruhana; Noor Rohmah Mayasari
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v2i3.3108

Abstract

The growth of new innovations makes snacks rich in iron and protein in the form of cookies using red bean flour substitution and the addition of moringa flour. This study aims to determine the effect of red bean flour substitution, the addition of moringa flour, and the interaction of the two factors on the acceptability of cookies (color, aroma, taste, and crispness), as well as the protein and iron content contained in the best cookie formula. The study was conducted in Surabaya on adolescent girls. This type of research is experimental with a two-factor randomized complete block design (RAL). The study used descriptive analysis of nutritional content (protein and iron) obtained from the laboratory. Acceptability will be tested parametric statistics using Two-ways Anova statistics. The results showed that red bean flour affects the color and crispness of cookies (<0.05); Moringa leaf flour affects the color, aroma and crispness (<0.05); the interaction between the two only affects the crispness (<0.05); and protein and iron in accordance with SNI dan Nutritional Adequancy Rates.
STUDI KUALITATIF MENGENAI PRAKTIK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINI DI DUSUN PACIRAN, DESA PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN Wahdah, Lady Nubailah; Ruhana, Amalia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 15, No 02 (2023): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i02.6748

Abstract

Complementary feeding (CF), or complementary food, refers to the food or beverages given to infants or children aged 6-24 months to meet their nutritional needs alongside breast milk. It is introduced at around six months of age to provide additional energy and other dietary requirements. However, incorrect practices in introducing CF, such as early introduction, are still prevalent. This research explores factors that influence the early introduction of CF in Paciran Hamlet, Paciran Village, Lamongan Regency. This study employs a qualitative descriptive research design, utilizing in-depth interviews for data collection. The research was conducted in Paciran Hamlet in August 2022, involving 3 main informants selected through purposive sampling and two supporting informants selected through snowball sampling. Data analysis was performed using the content analysis method, and the findings were presented as descriptive narratives. The results of this study revealed that factors that can strengthen mothers in providing CF on time in Paciran Hamlet are the knowledge of mothers and their families regarding CF. On the other hand, factors influencing mothers to introduce CF in Paciran Hamlet, Paciran Village, Lamongan Regency: 1) Mothers' perception that their child is sufficiently mature to consume solid food, 2) Motivation, 3) Family and environmental support, 4) Cultural factors, 5) Healthcare professionals, 6) Compliance with Posyandu, 7) Individuals involved in childcare, 8) Mothers' job. It is crucial to provide education and raise awareness regarding CF, establish monitoring and evaluation processes related to the early introduction of CF practices, and conduct further research in this area.
Co-Authors Agustin, Adelia Aisyaturida Amelia Ajeng Risma Dewanti Alfiyah Nahdah Kamilah Ali Imron Ali Imron Amanda Putri Gita, Amanda Putri Amirah Zulfa Hermawan Putri Andin Putri Kumalajati Anggraini, Yulia Anistyasari, Yeni Anjelita, Rima Melyana Annisa Fajar Aulia Arma Andi Kusuma Asrul Bahar Aulia Putri Srie Wardani Ayu Adhianti, Azizah Azalia Putri Salsabila Bambang Prijadi Basmah Catur Saptaning Wilujeng CHOIRUL ANNA NUR AFIFAH Cindy Gita Chayani David Aditya Decca Pinky Nugroho Dewi Lutfiati Dian Handayani Dini, Cleonara Yanuar Dody Tri Kurniawan Dwi Anindya A Dwi Apriliani Dwi Kristiastuti Dwi Kristiastuti Dwi Nastiti Rahayu Dwi Yuni Nur, Dwi Yuni Endang Sri Wahyuni Eriza Fadhilah, Eriza Farah Andhini Farida Farah Zakiya Farisul Umam Azka Farrari, Delia Kintan Fazanurivana Hanifan, Fazanurivana Fitriah Dwi Susilowati Galuh Impala Bidari Galuh Impala Bidari Hermawan Putri, Amirah Zulfa Ika Fatmawati Pramasari Ismi Indah Ummi, Ismi Indah Istiqomah, Novenda Nur Kamilia Zulfah Eka Rahmadhani Khusnul Fikriyah Kirana, Ignatia Rosalia Kisyani Kurnia, Eva Sujiati Laksmi Karunia Tanuwijaya Larastiti Windatari Lestariawati, Rahma Lucia Tri Pangesthi Lucia Tri Pangesthi M. Thoriq Aqilalhasib Maliha, Naura Widya Maulana Suryananda R Maure Gitta Miranti Syahrudin Mauren Gita Miranti Mayasari, Noor Rohmah Nabila, Handini Fatihatun Nila Anggita Nur Faizah Novanda Isnain Ramadhani Nugrahani Astuti Nur Afifah, Choirul Anna Nur Diyanti, Prisma Putri, Safiera Acmelia Agung Rahayu Dewi Rahayu Dewi Rahayu Dewi RAHAYU DEWI SOEYONO Raisya Ratih Yuniastri Reza Dwi Ramadhan Rita Ismawati Rita Ismawati Rulyartiningsih, Yusnia Eka Sahlatun Nuha Tsana Satwika Arya Pratama Setya Chendra Wibawa Shannon Ellya Marolop Shelviana Dalia Putri Sholihah, Lini Anisfatus Sholikhah, Desty Muzarofatus Siti Sulandjari Siti Sulandjari Siti Sulandjari SJAFIATUL MARDLIYAH Sri Abidah Suryaningsih Sri Yunita Suraida Salat Titis Sari Kusuma TUKIRAN Tukiran Tukiran Utami, Lusyhandri Wiga Veni Indrawati Wahdah, Lady Nubailah Wardani, Aulia Putri Srie Wibawa, Setya Chendra Widya Rahmawati Wilujeng, Biyan Yesi Yosfi Rahmi Yudi Arimba Wani, Yudi Arimba